cover
Contact Name
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara)
Contact Email
jman@untidar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jman@untidar.ac.id
Editorial Address
Department of Public Administration, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Tidar Jl. Barito 1 No.2, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56911 Indonesia
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara)
Published by Universitas Tidar
ISSN : 26144220     EISSN : 26158825     DOI : https://doi.org/10.31002/jman
Core Subject :
This journal contains several issues and problems in the development of State Administration such as public policy, public management, development management, administrative ethics, leadership, administrative reform, community empowerment, e-government, organizational behavior, public sector governance, and others.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
Kualitas Pelayanan di Kantor Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang Ulfa Dwi Sholeha
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Adminitrasi Negara Univeritas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i2.340

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk Menganalisa Kualitas Pelayanan di Kantor Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang. Sehingga penulis dapat mengetahui apakah Kualitas Pelayanan di Kantor Kecamatan Magelang Tengah sudah sesuai dengan peraturan yang ada atau tidak. Penelitian ini dilakukan di Kantor Kecamatan Magelang Tengah yang beralamat di Jl. Sumbing No. 6 Kota Magelang pada bulan Januari–Februari 2018 dan sasaran utamanya yaitu  Masyarakat  Magelang  Tengah   yang  melakukan  kegiatan  Pelayanan  di  Kantor Kecamatan Magelang Tengah. Metode penelitian kualitatif yang digunakan peneliti dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai proses atau tahapan dalam kualitas pelayanan publik di kantor Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang. Metode penelitian kualitatif deskriptif juga diharapkan mampu mendeskripsikan segala situasi dan permasalahan yang dihadapi dalam proses perubahan serta upaya-upaya dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul ketika tahap perubahan sedang berlangsung. Pengolahan data dilakukan berdasarkan pada setiap perolehan data dari catatan lapangan, direduksi, dideskripsikan, dianalisis, kemudian ditafsirkan. Prosedur analisis data terhadap masalah lebih  difokuskan  pada  upaya  menggali fakta sebagaimana adanya (natural setting), dengan teknik analisis pendalaman kajian (verstegen). Berdasarkan hasil Wawancara selama penelitian berlangsung maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas Pelayanan di Kantor Kecamatan Magelang Tengah berada pada tingkat “Baik”. Hal ini  ditunjukan dari  hasil  Wawancara  yang  sebagaian  besar informan  mengatakan  bahwa mereka sangat puas dengan pelayanan di Kantor Kecamatan Magelang Tengah. Berdasarkan14 unsur pelayanan yang diteliti, kecepatan pelayanan, kewajaran biaya pelayanan, dan kepastian biaya pelayanan   merupakan kategori yang “Sangat Baik” karena menurut masyarakat 3 unsur tersebut sangat memuaskan hasil yang diperoleh dari masyarakat.     Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Natural Setting, Verstegen1.   PENDAHULUAN Pelayanan  merupakan tugas utama yang hakiki dari sosok aparatur, sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Tugas ini telah jelas digariskan dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat, yang meliputi 4 (empat) aspek pelayanan pokok aparatur terhadap masyarakat, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial selain itu diperjelas lagi dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 63 tahun 2003 yang menguraikan pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik.Pelayanan publik yang berkualitas atau yang biasa disebut dengan pelayanan prima merupakan pelayanan terbaik yang memenuhi standar kualitas pelayanan. Standar Pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji penyelenggara pelayanan kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur. Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan  Aparatur  Negara  Dan  Reformasi  Birokrasi  Republik  Indonesia Nomor 15 Tahun 2014, komponen standar pelayanan  yang terkait dengan proses penyampaian pelayanan meliputi Persyaratan, prosedur, jangka waktu pelayanan, biaya/tarif, produk pelayanan, dan penanganan pengaduan. Jika suatu Instansi pemerintah dan lembaga lainnya mampu menerapkan standar kualitas tersebut maka sudah dapat dikatakan bahwa Instansi pemerintah dan lembaga tersebut telah memberikan kualitas pelayanan yang baik.Menurut  Keputusan  Menteri  Pendayagunaan  Aparatur  Negara
ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. Dr. SOEROJO MAGELANG Moh Yunus
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Adminitrasi Negara Univeritas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i2.341

Abstract

Rumah sakit adalah suatu bagian menyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikanpelayanan kesehatan yang lengkap kepada masyarakat, baik kuratif maupun rehabilitatif. Pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo Magelang dalam kurun waktu 5 tahun terakhir mengalami penurunan kunjungan di Instalasai Rawat Inap Jiwa. Penurunan kunjungan berkaitan erat dengan kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit kepada pasien.Dalam penelitian  ini,  peneliti  manganalisis  Peningkatan Kualitas  Pelayanan Rawat  Inap  Jiwa  di Rumah  Sakit  Jiwa  Prof.  Dr.  Soerojo  Magelang  dengan  menggunakan  penelitian  kualitatif  deskriptif. Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  menggunakan  metode  observasi,  wawancara,  pertanyaan  dan  studi pustaka. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah teknik triangulasi dengan cara pengumpulan data, reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Instalasi Rawat Inap Jiwa Rumah Sakit J iwa Prof. Dr. Soerojo Magelang tentang analisis peningkatan kualitas pelayanan, baik kompetensi teknis yang dimiliki oleh perawat   maupun   dokter   dalam  penyelenggaran   pelayanan   medik,   asuhan   keperawatan   sudah   baik. Ketersediaan  pelayanan  baik  dokter  dan  perawat  dalam  memberikan  pelayanan  dengan  kepedulian  dan kesabaran sangat dipercayai pasien. Jaminan keselamatan pelayanan merupakan harapan pasien dan keluarga, rumah sakit menjamin pelayanan terhadap keselamatan pasien. Sedangkan efektifitas ( lama waktu perawatan) di Instalasi Rawat Inap Jiwa Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. Soerojo Magelang sudah efektif karena dengan waktu yang pendek pasien sudah sembuh dan diperbolehkan pulang.Peningkatan kualitas  pelayanan  yang diberikan rumah sakit  kepada  pasien sudah  meningkat  yaitu proses  kesembuhan  pasien  yang semakin  baik  dengan  masa  perawatan  yang semakin  pendek.  Dan  perlu adanya perhatian, komunikasi yang baik dari perawat kepada pasien karena komunikasi yang sesuai dengan psikologi pasien dapat mempercepat kesembuhan pasien. Rumah sakit juga perlu melakukan pengawasan dan penilaian secara berkala terhadap kompetensi tenaga medis dan memberikan pelatihan ket erampilan tenaga medis agar kualitas pelayanan semakin lebih meningkat lagi. Kata Kunci : Peningkatan Kualitas Pelayanan, Rawat Inap Jiwa
RESTRUKTURISASI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PADA DINAS TENAGA KERJA DAN DINAS SOSIAL KOTA MAGELANG Desy Tri Meirinawati
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Adminitrasi Negara Univeritas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i2.342

Abstract

Reformasi Birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. Dalam penelitian ini terkait dengan reformasi birokrasi khususnya dalam penataan struktur organisasi atau restrukturisasi organisasi perangkat daerah pada Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kota Magelang. Restrukturisasi ini mengacu pada Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 3 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah. Pada peraturan daerah tersebut sebagai dasar untuk penyesuaian dan perubahan organisasi perangkat daerah. Rumusan masalah adalah : bagaimana restrukturisasi organisasi perangkat daerah pada Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kota Magelang serta faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi restrukturisasi organisasi perangkat daerah pada Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kota Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis restrukturisasi organisasi perangkat daerah pada Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kota Magelang (2) menganalisis  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  restrukturisasi  organisasi perangkat daerah pada Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kota Magelang. Metode penelitian yang diguankan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa   dalam melakukan restrukturisasi dianalisis dengan menggunakan 8 tahapan yaitu persiapan, analisis kekuatan dan kelemahan, mendesain sub organisasi baru, mendesain proyek, mendesain sistem kerja, mendesain sistem pendukung, mendesain mekanisme integratif, serta implementasi dan perubahan. Faktor yang mempengaruhi restrukturisasi antara lain yaitu lingkungan, strategi, dan teknologi.   Kata Kunci : Reformasi Birokrasi, Restrukturisasi, Kelembagaan
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI BKDIKLATDA KOTA SALATIGA Athin Pratiwi
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Adminitrasi Negara Univeritas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i2.343

Abstract

Latar Belakang dari penelitian ini adalah pemerintah berupaya untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dengan memberikan pelayanan melalui SIMPEG sehingga kepuasan masyarakat dapat tercapai. Penelitian ini dilakukan untuk (1) Untuk mengetahui Implementasi   Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) sebagai dasar pengambilan keputusan  yang  ada  di  BKDiklatda  Kota  Salatiga;  (2)  Untuk  mengetahui  penghambat  dalam  Implementasi  Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) di  BKDiklatda Kota  Salatiga.  Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan  metode  penelitian  deskriptif.  Sifat  penelitian  ini  yaitu  deskriptif  analitik  yakni  data  yang  diperoleh  tidak dituangkan dalam bentuk angka, hasil analisis data yang telah dilakukan berupa pemaparan mengenai situasi yan g diteliti yang disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hasil dari penelitian ini adalah SIMPEG yang dilaksanakan oleh BKDiklatda Kota  Salatiga sudah berjalan dengan baik  meskipun dalam  melakukannya belum  terdapat Standar kualifikasi bagi pegawai yang menangani SIMPEG. Dengan adanya SIMPEG pemerintah dapat membantu memberikan data kepegawaian yang efisien, akurat dan cepat. Keywords: Implementasi, SIMPEG, Pengambilan Keputusan
ANALISIS PARTISIPASI PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA CANDIREJO KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG Liya Ftiyani
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Adminitrasi Negara Univeritas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i2.344

Abstract

Dengan adanya peraturan pemerintah tentang kepemudaan, kedudukan pemuda menjadi penting dalam proses pembangunan nasional. Seiring dengan perkembangan zaman, pemuda mulai menunjukkan eksistensinya. Hal ini terlihat dari partisipasi pemuda di desa wisata candirejo kecamatan borobudur kabupaten magelang. Partisipasi pemuda di desa candirejo sangat membantu dalam proses pengembangan desa wisata untuk menjadi lebih baik. Dengan dilaksanakannya penelitian di desa wisata candirejo, kecamatan borobudur, kabupaten magelang, diharapkan  dapat  memberikan  gambaran  bagaimana partisipasi  pemuda dalam mengembangkan desa wisata serta apa saja faktor yang mendorong dan menghambat partisipasi pemuda di desa candirejo.Penelitian   ini   menggunakan   pendekatan   kualitatif   dengan   metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan  dokumentasi.  Subyek  penelitian  berjumlah  7  orang  yakni  1  aparatur pemerintah desa candirejo, 1 pengurus koperasi desa wisata candirejo, 5 pemuda desa wisata candirejo. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi data. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif.Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah partisipasi pemuda di desa candirejo terlihat dari pelibatan pemuda disetiap kelompok masyarakat. Di dalam kelompok   masyarakat   tersebut,   pemuda   ikut   berpartisipasi   dalam   diskusi kelompok, kegiatan-kegiatan kelompok, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan,  dan  turut  serta  dalam  memanfaatkan  hasil  pembangunan.  Adapun faktor  yang mendorong  partisipasi  pemuda  adalah  kesempatan,  kemauan,  dan kemampuan yang dimiliki oleh pemuda. Sedangkan untuk faktor penghambatnya adalah  tidak  maksimalnya  pemuda  dalam  memanfaatkan  kesempatan berpartisipasi, tidak adanya peraturan khusus tentang pemuda, masih kurangnya koordinasi diantara pemerintahan desa, kelompok masyarakat dan pemuda, serta pengaruh globalisasi.    Kata kunci: partisipasi, pemuda 
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENTAAN, PENGELOLAAN, DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KOTA SALATIGA Dian Lestari
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Adminitrasi Negara Univeritas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i2.345

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada latar belakang banyaknya jumlah pedagang kaki lima   yang tersebar di Kota Salatiga yang tidak menempati ruang-ruang yang diperuntukan bagi pedagang kaki lima sehingga memunculkan banyak permasalahan yang membuat pemerintah setempat harus mengaturnya. Dalam penataan, peng elolaan, dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Kota Salatiga pemerintah memiliki peraturan yang dijadikan sebagai pedoman yaitu Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 dan Peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Pedagang Kaki Lima. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) implementasi kebijakan penataan, pengelolaan, dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Kota Salatiga; (2) sosialisasi Kebijakan Penataan, Pengelolaan, dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Kota Salatiga; (3) faktor yang mendorong dan menghambat dalam mengimplementasikan Kebijakan Penataan, Pengelolaan, dan Pemberdayaan  Pedagang  Kaki  Lima  di  Kota  Salatiga.  Metode  penelitian  yang  digunakan  yaitu  deskriptif  yang menggunakan analisis kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah masih banyak PKL yang menempati zona terlarang dan belum sesuai dengan tempat yang disarankan serta sosialisasi PKL dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan, Tim pelaksana sosialisasi adalah Dinas Perdagangan yang bekerjasama dengan Kecamatan dan tokoh masyarakat.   Keywords: Kebijakan, Implementasi Kebijakan, Pedagang Kaki Lima
PARTISIPASI PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA CANDIREJO KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG Liya Ftiyani; Joko Tri Nugroho; Sri Mulyani
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v3i1.477

Abstract

Dengan adanya peraturan pemerintah tentang kepemudaan, kedudukan pemuda menjadi penting dalam proses pembangunan nasional. Hal ini terlihat dari partisipasi pemuda di desa wisata candirejo kecamatan borobudur kabupaten magelang. Partisipasi pemuda di desa candirejo sangat membantu dalam proses pengembangan desa wisata untuk menjadi lebih baik. Penelitian   ini   menggunakan   metode   kualitatif   dengan   pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan  dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi data. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah partisipasi pemuda di desa candirejo terlihat dari pelibatan pemuda disetiap kelompok masyarakat. Di dalam kelompok   masyarakat   tersebut,   pemuda   ikut   berpartisipasi   dalam   diskusi kelompok, kegiatan-kegiatan kelompok, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan  turut  serta  dalam  memanfaatkan  hasil  pembangunan.  Adapun faktor  yang mendorong  partisipasi  pemuda  adalah  kesempatan,  kemauan,  dan kemampuan yang dimiliki oleh pemuda. Sedangkan untuk faktor penghambatnya adalah  tidak  maksimalnya  pemuda  dalam  memanfaatkan kesempatan berpartisipasi, tidak adanya peraturan khusus tentang pemuda, masih kurangnya koordinasi diantara pemerintahan desa, kelompok masyarakat dan pemuda, serta pengaruh globalisasi. Kata kunci: desa wisata, partisipasi, pemuda
KINERJA CAMAT DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN ERA OTONOMI DAERAH DI KECAMATAN TEGALREJO KABUPATEN MAGELANG Irawan Adi Saputo; Sri Mulyani; Eny Boedi Orbawati; Joko Tri Nugraha
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v3i1.478

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja camat dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Tegalrejo  Kabupaten Magelang. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Sasaran penelitian yaitu Camat dan pegawai di Kecamatan Tegalrejo, Magelang. Metode pengumpulan data: observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data interaktif yaitu; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi dilakukan untuk, menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber. Hasil penelitian menunjukkan kinerja camat dalam penyelenggaran pemerintahan di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan sasaran. Di antaranya dapat dilihat dari; (1) Kuantitas pekerjaan sudah sesuai berdasarkan target kinerja yang telah disusun pada awal tahun; (2) Kualitas kerja Camat di Kantor Kecamatan Tegalrejo sudah cukup baik, adanya peningkatan kualitas kerja pegawai; (3) Pengetahuan terhadap pekerjaan dan mempunyai tanggung jawab dalam menyelesaikan program kerja yang telah ditentukan; (4) Kreativitas, kurangnya menyampaikan gagasan dan ide dalam memperbaiki suatu kinerja; (5) Kerjasama antar pegawai telah terjalin dengan baik; (6) Tingkat kehadiran para pegawai sudah terlaksana dengan baik; (7) Inisiatif dalam memberikan solusi atau membantu para pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan sudah terjalin dengan baik dan; (8) Kualitas pribadi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat sudah berjalan baik. Kata kunci: kinerja, otonomi, pemerintahan
KEBIJAKAN PENATAAN, PENGELOLAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KOTA SALATIGA Dian Lestari; Joko Widodo; Sri Dayati; Joko Tri Tri Nugraha
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v3i1.479

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan banyaknya jumlah pedagang kaki lima yang tersebar di Kota Salatiga yang belum menempati ruang-ruang yang diperuntukan khusus bagi pedagang kaki lima sehingga memunculkan banyak permasalahan yang membuat pemerintah setempat harus mengaturnya. Dalam penataan, pengelolaan, dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Kota Salatiga pemerintah memiliki peraturan yang dijadikan sebagai pedoman yaitu Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 dan Peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Pedagang Kaki Lima. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) implementasi kebijakan penataan, pengelolaan, dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Kota Salatiga; (2) sosialisasi Kebijakan Penataan, Pengelolaan, dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Kota Salatiga; (3) faktor yang mendorong dan menghambat dalam mengimplementasikan Kebijakan Penataan, Pengelolaan, dan Pemberdayaan  Pedagang  Kaki  Lima di  Kota  Salatiga.  Metode  penelitian  yang  digunakan  yaitu metode kualitatif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah masih banyak PKL yang menempati zona terlarang dan belum sesuai dengan tempat yang disarankan serta sosialisasi PKL dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan, Tim pelaksana sosialisasi adalah Dinas Perdagangan yang bekerjasama dengan Kecamatan dan tokoh masyarakat.   Kata Kunci: kebijakan, penataan, pedagang kaki lima
KAJIAN FAKTOR SUKSES IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT STUDI KASUS DI PEMERINTAH KOTA MAGELANG Noviana Safitri; Sugiarti Sugiarti; Deby Nur Rachmawati; Surani Surani; Aulia Fahmadhani; Septi Wulandari; Muhammad Riza; Ade Kurniawan; Joko Tri Nugraha
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v3i1.480

Abstract

Penggunaan Teknologi Informasi telah mengubah interaksi antara pemerintah dengan warga negara. Berdasarkan Inpres No. 3 T ahun 2003 pemerintah harus segera melakukan proses transformasi menuju e-government . Penelitian Penyanyi bertujuan untuk review mendeskripsikan Gambaran keberhasilan Implementasi e g overnment di Pemerintah Kota Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei yang mengguna kan kuesioner yang berisi kajian faktor keberhasilan dari hasil penelitian sebelumnya. Menanggapi merupakan admin web penyedia layanan publik di 29 o rganisasi p erangkat d aerah (OPD) Kota Magelang. Hasil penelitian menunjukkan dari 10 faktor sukses yang di ajuka dan untuk responden, tingkat persetujuan telah mendapat respon yang baik. Dengan demikian 10 faktor sukses ini dapat menjadi pedoman dan fokus bagi p emerintah daerah lain untuk mendukung kesuksesan implementasi e- g overnment. Selain itu peneliti juga menemukan beberapa hambatan dalam implementasi e - g dan meminta saran sebagai solusi atas protes tersebut.  Kata kunci: e-government, faktor sukses, implementasi

Page 4 of 14 | Total Record : 135