cover
Contact Name
Maryadi Tirtana Siregar
Contact Email
jurnal@poltekapp.ac.id
Phone
+62217867382
Journal Mail Official
jurnal@poltekapp.ac.id
Editorial Address
Politeknik APP Jakarta Jln. Timbul No.34, Cipedak - Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630, Indonesia Telp.: +62-21-7867382, +62-21-7867382, fax +62-21-7271847
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 27980391     EISSN : 27979539     DOI : -
Core Subject :
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok (SNMIP) yang diselenggarakan tahunan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik APP Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI : STUDI KASUS PADA PRODUK CUSHION, BAHAN BAKU BAN Aster Aryati Rakhmasari; Winanda Kartika; Amrin Rapi; Sarah Hanifah
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Menghadapi kondisi lingkungan bisnis yang tidak menentu akibat masa pandemi dan kebijakan politik secara global, perusahaan perlu melakukan evaluasi khususnya di lingkungan internal perusahaan seperti penurunan biaya produksi dan peningkatan keuntungan untuk dapat mempertahankan eksistensi dan daya saing perusahaan. Beberapa metode seperti FTA dan FMEA untuk mengidentifikasi dan mencegah terjadinya masalah dalam sistem, produk, dan proses dalam penggunaannya memiliki kelemahan masing-masing. Melalui penerapan kombinasi metode FTA dan FMEA secara recursive diharapkan faktor-faktor risiko yang mungkin terjadi dapat diidentifikasi dan usulan perbaikan dapat diterapkan sesuai dengan tingkatan prioritasnya, sehingga implementasi perbaikan berjalan dengan lebih efektif dan efisien untuk peningkatan kinerja proses sesuai dengan yang diharapkan. Dengan mengambil studi kasus pada proses produksi produk cushion di perusahaan komponen otomotif, dimana telah terjadi cacat produk terbesar pada produk cushion yaitu sebesar 36%, implementasi kombinasi antara FTA dan FMEA mampu menunjukkan potensi risiko kegagalan produksi  secara hirarki dan terukur. Implementasi perbaikan yang dihasilkan dari penggunaan kombinasi FTA dan FMEA, meliputi perbaikan kompresor (prioritas utama), pelatihan keterampilan bagi karyawan (prioritas kedua), dan penerapan 5S (prioritas ketiga), menunjukkan penurunan tingkat risiko kegagalan produksi secara signifikan dari 89 (nilai rata-rata RPN sebelum dilakukan perbaikan) menjadi 64 (rata-rata nilai RPN setelah perbaikan). Terjadi penurunan  sebesar 30% yang secara langsung berdampak pula pada peningkatan kualitas produksi. Kata kunci: FMEA (Failure Modes and Effects Analysis), FTA (Fault Tree Analysis), Manajemen Risiko ABSTRACT Facing uncertain business environment, companies need to evaluate especially in the company's internal environment to be able maintain the company's existence and competitiveness through increased efficiency. Combination of the two methods, FTA and FMEA, risk factors can be identified and proposed improvements that can be implemented according to their priority level, so the implementation of improvements runs more effectively and efficiently to improve process performance. By taking a case study of the cushion production process in an automotive component company, which is the biggest product defect has occurred in cushion products (36%), the implementation of a combination of FTA and FMEA is able to show the improvements, including compressor repair (top priority), skills training for employees (second priority), and 5S implementation (third priority), showed a significant reduction in the level of risk of production failure from 89 to 64 (down by 30%) which directly impacted on improving production quality. Keywords: FMEA (Failure Modes and Effects Analysis), FTA (Fault Tree Analysis), Risk Management 
STRATEGI PENINGKATAN UTILISASI COLD STORAGE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BUNGUS Wahyu Fitrianda Mufti; Lisa Nesti; Suci Oktri Viarani M
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus merupakan salah satu Kawasan Minapolitan yang berada di dalam wilayah administrasi Kelurahan Labuhan Tarok Kecamatan Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kawasan minapolitan Bungus memiliki beberapa infrastruktur pendukung, salah satunya adalah jasa layanan cold storage yang yang digunakan sebagai upaya untuk menjamin tersedianya pasokan ikan hasil tangkapan nelayan ataupun stake holder lainnya ketika cuaca buruk dan menjaga kestabilan harga produk di pasaran ketika terjadi kelangkaan. Hasil dari survey pendahuluan yang dilakukan didapatkan informasi bahwa cold storage yang ada di Bungus dibangun dengan tujuan untuk memberikan layanan pembekuan ikan kepada masyarakat khususnya nelayan ataupun Perusahaan Perikanan dalam rangka menjaga mutu ikan hasil tangkapan, namun penggunaan cold storage tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya serap cold storage dan merumuskan rekomendasi strategi untuk meningkatkan utilisasi cold storage yang berada di Kawasan Minapolitan Bungus. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Kesimpulan dari analisis yang telah dilakukan, didapatkan bahwa cold storage memiliki kapasitas 100 ton, namun perkiraan jumlah ikan yang masuk ke cold storage secara umum tidak menunjukkan peningkatan. Rekomendasi yang diusulkan untuk meningkatkan penggunaan cold storage  adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat nelayan setempat untuk memberdayakan penggunaan cold storage agar mutu ikan tetap terjaga, meningkatkan sarana dan prasarana Kawasan Minapolitan Bungus khususnya cold storage, pemerintah setempat ikut membantu mencarikan bantuan subsidi armada dan alat tangkap yang lebih modern sehingga jumlah produksi ikan dapat ditingkatkan, dan memberikan penyuluhan tentang alat tangkap dan penanganan pasca penangkapan ikan kepada nelayan. Kata kunci: Minapolitan, Cold Storage, Analisis SWOT, Strategi ABSTRACT  Bungus Ocean Fisheries Port (PPS) is one of the Minapolitan Areas in the administrative area of Labuhan Tarok Village, Teluk Kabung District, West Sumatra. The Bungus Minapolitan area has several supporting infrastructures, one of which is cold storage services which are used to ensure fish availability, in case of bad weather and maintain market's price stability when there is a shortage. The preliminary survey showed that the cold storage at Bungus was built to provide fish freezing services for the community, but not been utilized optimally. The aims of this study are to analyze the absorption capacity of cold storage and formulate strategic recommendations to increase cold storage utilization in the specific area. SWOT analysis was used and concluded that cold storage has 100 tons capacity, but the estimated quantity of storage fish in general does not show an increase. The proposed recommendations are to socialize the local fishing community to empower the use of cold storage for maintaining fish quality, improve the facilities and infrastructure of the Minapolitan Bungus area, especially cold storage, provide subsidized fleets and more modern fishing gear with local government's support, so the fish production can be increased, and provide fishing-gear counselling and post-fishing handling to fishermen. Keywords: Minapolitan, Cold Storage, SWOT Analysis, Strategy.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP PERSEDIAAN BBM MENGGUNAKAN METODE EOQ DAN SQC Rio Haribowo; Angely Lolita Ivanka
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengontrol kualitas jumlah pembelian BBM (Bahan Bakar Mesin) yang ekonomis dengan menggunakan metode EOQ  (Economic  Order Quantity) dan  SQC (Statistical Quality Control). Penelitian ini dilakukan pada SPBU PT. Kilang Bujangga Internusa di Tanjung Redeb Kabupaten Berau. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat analisis control chart terhadap bahan baku BBM pada  tahun  2018  dan  2019  yang  melebihi  garis  UCL  dan  dibawah  garis  LCL  karena,  terdapat perbedaan untuk perbandingan pemesanan setiap bulannya. Selain itu terdapat perbandingan biaya pemesanan berupa biaya pulsa atau email dan biaya pengamanan yaitu biaya listrik yang berbeda setiap  bulannya.  Untuk  setiap  bulannya  apabila  biaya  yang  dihasilkan  berbeda  atau  terjadi penambahan biaya pada bulan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kenaikan pemesanan akan membuat data melewati batas UCL dari control chart. Pada metode SQC, pembelian dan pemakaian BBM dikatakan terkontrol apabila jumlah pemakaian tiap bulannya berada di dalam bata s control, yaitu tidak melebihi UCL dan tidak kurang dari batas LCL. Apabila pemakaian BBM diluar batas UCL dan LCL maka harus dilakukan penelitian lebih lanjut oleh pihak perusahaan. Kata kunci: Metode EOQ, metode SQC, pengendalian kualitas.  ABSTRACT This research aims to control the quality of the number of fuel purchases  (Engine Fuel) economically  by  using  EOQ  (Economic  Order  Quantity)  and  SQC  (Statistical  Quality  Control) methods. This research was conducted at pt gas station. Bujangga Internusa Factory in Tanjung Redeb Berau Regency. The results of this study show there is a control chart analysis of fuel raw materials in 2018 and 2019 that exceeds the UCL line and below the LCL line because, there is a difference for the comparison of bookings each month. In addition, there is a comparison of booking fees in the form of credit or email fees and security costs which are different electricity costs each month. For each month if the resulting fee is different or there is an increase in the cost in that month, it can be concluded that the increase in the booking will make the data exceed the UCL limit from the control chart. In sqc method, fuel purchase and usage is said to be controlled if the number of usages per month is within the control limit, which is not exceeding UCL and not less than the LCL limit. If fuel usage is outside the limits of UCL and LCL, further research should be conducted by the company. Keywords: EOQ method, SQC method, quality control
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERFORMA BOX CRANE HOUR DI TERMINAL PETI KEMAS Rinandita Wikansari; Disma Prasaja; Ravel Fajar Ramadhan
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pada performa BSH/VOR di Terminal Petikemas dan juga mengetahui permasalahan yang menghambat Terminal Petikemas koja dalam mencapai performa terbaik untuk mencapai BSH/VOR. Faktor-faktor yang menunjang Terminal Petikemas dalam mencapai BSH/VOR secara maksimal diantaranya yaitu: peralatan bongkar muat, sumber daya manusia, karakteristik kapal, remain on board dan cuaca. Sedangkan faktor hambatan adalah kecelakaan headtruk, kerusakaan QCC dan juga keterlambatan kapal dengan solusi untuk pembaharuan marka jalan di container yard, pemeriksaan kesehatan operator headtruk dan juga pemeliharaan QCC di terminal Petikemas. Dari kedua hal tersebut diketahui bahwa faktor SDM pekerja memiliki peran penting dalam performa TPK. Secara empirik faktor SDM yang mempengaruhi, diantaranya man power, jam kerja, istirahat, dan jumlah pekerja yang kompeten. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode kuantitatif dengan mengukur tiap-tiap faktor. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah dengan metode observasi langsung, wawancara, dokumentasi dan menggunakan data sekunder. Hasil dari analisis ini adalah mengetahui factor-faktor SDM yang dapat direkayasa untuk meningkatkan performa Box Crane Hour. Kata kunci: Box Crane Hour, BSH/VOR, terminal Petikemas
ANALISIS PENERAPAN KEBIJAKAN INSENTIF FISKAL INDUSTRI ELEKTRONIKA Intan Maria Lewiayu Vierke; Dharma Budhi; Achmad Sanusi; Syaiful Ahmar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Industri elektronika Indonesia menghadapi beberapa permasalahan yang memungkinkan untuk menjadi penghalang dalam pertumbuhan industri Sebagai salah satu sektor yang menjadi fokus pengembangan Making Indonesia 4.0, industri elektronika salah satu sektor yang harus mempercepat dirinya dalam menghadapi persaingan tinggi di era revolusi industri 4.0, dimana perkembangan teknologi digital dan kebutuhan global atas berbagai instrument pendukung teknologi sangat tinggi. Daya saing industri elektronika harus menjadi perhatian, untuk itu penelitian ini akan menganalisa insentif fiskal yang diterapkan pada sektor industri elektronika, khususnya Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP). Pelaksanaan RIA mendukung proses pembuatan kebijakan dengan ikut serta data empiris yang berharga untuk sebuah keputusan kebijakan, dan melalui pembangunan kerangka keputusan yang rasional untuk memeriksa potensi implikasi dari pilihan kebijakan peraturan.Berdasarkan analisa yang dilakukan maka diperoleh data bahwa kebijakan BMDTP dilakukan untuk mendorong kemudahan impor bahan baku yang dapat meningkatkan daya saing industri, penerapan kebijakan BMDTP jelas dan dapat dipahami, hanya inkonsistensi dalam waktu pemberlakuannya, dan kinerja industri sektor elektronika menunjukkan adanya manfaat penerapan kebijakan BMDTP.  Kata kunci: industri elektronika, kebijakan fiskal, BMDTP, regulatory impact analysis
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK PRODUK ELEKTRONIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ATRIBUT REABILITAS SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) M Tirtana Siregar; Dian Anwar; Agus Wahyudin
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Peningkatan pertumbuhan sektor industri elektronika di Indonesia tidak terlepas dari peran industri elektronika yang berproduksi di dalam negeri sendiri. Salah satu Industri Elektronika belokasi di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur adalah PT. Panasonic Electronics Indonesia yang bergerak dibidang industri perakitan alat elektronik yang merek tersebut sudah dikenal oleh dunia. PT. Panasonic Electronic Indonesia di dalam pengembangan unit usaha perlu dilakukan peningkatan pemasaran yaitu salah satunya dengan memproduksi produk untuk dijual ke negara lain dengan ekspor. Oleh sebab itu, PT. Panasonic Electronic Indonesia memerlukan pengukuran kinerja rantai pasok agar diketahui bagian-bagian dari kegiatan rantai pasok yang memiliki nilai kinerja yang rendah sehingga dapat dilakukan analisis perbaikannya. Pengukuran  kinerja rantai pasok dalam penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan penentuan nilai bobot tiap metrik kinerja rantai pasok menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil dari pengukuran kinerja rantai pasok pada PT. Panasonic Elektronik Indonesia khususnya pada produk audio ekspor adalah 84,19 termasuk dalam kriteria sedang. Atribut rantai pasok yang memiliki nilai kinerja kurang maksimal adalah responsivitas, adaptabilitas, dan manajemen aset. PT. Panasonic Elektronik Indonesia harus melakukan perbaikan pada sektor penjualan, sektor pengolahan, dan siklus keuangan perusahaan. 
DAMPAK PERANG DAGANG AMERIKA-TIONGKOK: PELUANG EKSPOR INDONESIA DALAM MENGISI PRODUK AMERIKA DAN TIONGKOK YANG MENGALAMI PENURUNAN NERACA DAGANG Bayu Prabowo Sutijatmo; Avia Enggar Tyasti
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penulisan adalah untuk menganalisis produk ekspor Amerika dan Tiongkok yang mengalami penurunan akibat perang dagang serta menganalisis produk ekspor Indonesia yang dapat mengisi pasar Amerika dan Tiongkok akibat perang dagang tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang kemudian diinterpretasikan dalam analisis deskriptif yang menggambarkan posisi Indonesia lebih kuat pada produk yang pertumbuhan ekspornya positif dan Amerika-Tiongkok yang pertumbuhan ekspornya negative. Penelitian ini juga menganalisis dan merumuskan strategi ekspor Indonesia di masa mendatang untuk meningkatkan neraca dagang dengan negara Amerika dan Tiongkok. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Indonesia memiliki peluang positif atas perang dagang yang terjadi antara Amerika dan Tiongkok. Produk yang berpeluang untuk meningkatkan ekspornya ke AS dilihat dari pertumbuhan ekspor Indonesia ke AS adalah produk hewani, garam, belerang, kapur, serat tekstil dan benang kertas. Sedangkan produk yang memiliki peluang ekspor ke Tiongkok dilihat berdasarkan nilai pertumbuhan eksporya adalah  payung, wol, bulu hewan, lonceng, arloji dan bagiannya serta aluminium. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ekspor tersebut adalah dengan meningkatkan ekspor produk 5-7 ke AS, mengamankan akses pasar (utilisasi GSP), mendorong pembentukan perundingan perdagangan, dan optimalisasi instrument trade remedy.  Keywords: Perang Dagang, Ekspor, Amerika-Tiongkok  ABSTRACT  The purpose of this research is to analyze the export products of America and China which have decreased due to the trade war and to analyze Indonesian export products that can fill the American and Chinese markets. The method used in this study is a quantitative and qualitative descriptive method which is interpreted in a descriptive analysis that describes Indonesia's stronger position on products with positive export growth and America-China exports with negative growth. This study also analyzes and formulates Indonesia's export strategy for the future to improve the trade balance between America and China. The results of this study indicate that Indonesia has a positive opportunity for the trade war that occurred between America and China. Products that have the opportunity to increase their exports to the US as seen from the growth of Indonesia's exports to the US are animal products, salt, sulfur, lime, textile fibers, and paper yarn. Meanwhile, products that have export opportunities to China based on the value of their export growth are umbrellas, wool, animal hair, bells, watches, parts, and aluminum. Strategies that can be done to increase exports are by increasing exports of 5-7 products to the US, securing market access (utilization of GSP), encouraging the establishment of trade negotiations, and optimizing trade remedy instruments.   Keywords:Trade War, Export, America-Tiongkok
PENGARUH FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI), TENAGA KERJA, NILAI TUKAR DAN PRODUK DOMESTIK BRUTO TERHADAP KINERJA EKSPOR INDUSTRI ELEKTRONIKA INDONESIA Renny Kurniawati; Nawiyah Nawiyah
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Industri elektronika merupakan bagian dari industri manufaktur yang menjadi prioritas dalam jangka panjang. Sektor industri elektronika memiliki peluang besar dalam ekspor di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh foreign direct investmen (FDI), tenaga kerja, nilai tukar, produk domestik bruto terhadap kinerja ekspor industri elektronika Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode teknik analisis kuantitatif dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Data yang digunakan adalah data series.  Hasil uji-t yaitu terdapat pengaruh positif signifikan antara variabel FDI dan kinerja ekspor, terdapat pengaruh negatif signifikan variabel tenaga kerja terhadap kinerja ekspor, terdapat pengaruh positif signifikan variabel nilai tukar terhadap kinerja ekspor, dan terdapat pengaruh positif signifikan dari variabel produk domestik bruto terhadap kinerja ekspor. Hasil uji-f terhadap variable bebas yaitu foreign direct investment (FDI), tenaga kerja, nilai tukar dan produk domestik bruto memiliki pengaruh sebesar 91,4% terhadap variabel terikat kinerja ekspor industri elektronika Indonesia, sedangkan sisanya 8,6% dijelaskan oleh variable lain yang tidak dibahas pada penelitian ini.  Kata kunci : Foreign Direct Investmen (FDI), tenaga kerja, nilai tukar, produk domestik                      bruto, kinerja ekspor industri elektronik Indonesia.     ABSTRACT The electronics industry is part of the manufacturing industry which is a priority in the long term. The electronics industry sector has great opportunities in exports in Indonesia. The research objective was to determine the effect of foreign direct investment (FDI), labor, exchange rates, gross domestic product on the export performance of the Indonesian electronics industry. This study used quantitative analysis techniques with the Ordinary Least Square (OLS) method. The data used is data series. The results of the t-test are that there is a significant positive effect between the variable FDI and export performance, there is a significant negative effect of the labor variable on export performance, there is a significant positive effect of the exchange rate variable on export performance, and there is a significant positive effect of the gross domestic product variable on performance export. The results of the f-test on the independent variables, namely foreign direct investment (FDI), labor, exchange rates and gross domestic product have an influence of 91.4% on the dependent variable on the export performance of the Indonesian electronics industry, while the remaining 8.6% is explained by other variables which were not discussed in this study. Keyword : Foreign Direct Investment (FDI), labor, exchange rates, domestic product gross, export                    performance of the Indonesian electronics industry.
WILLINGNESS PENGGUNA PRODUK ELEKTRONIKA UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PENGELOLAAN LIMBAH ELEKTRONIKA (E-WASTE): STUDI KASUS KOTA-KOTA BESAR DI PULAU JAWA bilal ahmadi; devi Jayawati
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Limbah produk dan perlengkapan elektronika (e-waste), di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya, terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun hal ini tidak diimbangi dengan strategi pengelolaan yang memadai, dimana mayoritas pengolahan e-waste berakhir di sektor informal dan tempat pembuangan akhir (landfill). Praktik tersebut dapat menyebabkan risiko keselamatan bagi pekerja informal maupun lingkungan hidup, dikarenakan terdapat material e-waste yang mengandung bahan beracun/berbahaya. Penelitian ini menggunakan teknik PLS-SEM (Partial Least Square - Structural Equation Modeling) dalam menentukan faktor yang mempengaruhi kesediaan (willingness) pengguna produk elektronika untuk berpartisipasi dalam pengelolaan e-waste. Pemetaan faktor penentu kesediaan pengguna produk elektronika berpartisipasi dalam pengelolaan e-waste dilakukan dengan mengintegrasikan faktor-faktor Theory of Planned Behavior serta faktor habits, awareness of environment dan government driven. Survei dilakukan di beberapa kota besar di Pulau Jawa dengan jumlah responden valid sebanyak 100. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesadaran akan isu lingkungan dan pendorong dari pemerintah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemauan pengguna produk elektronika untuk berpartisipasi dalam pengelolaan e-waste, sedangkan kontrol atas perilaku yang dirasakan serta pola penggunaan produk elektronika tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menunjukkan pentingnya membangun kesadaran akan lingkungan pada masyarakat secara luas dan dibarengi kebijakan/regulasi yang mendorong implementasi pengelolaan e-waste di tengah-tengah masyarakat. Kata kunci: limbah elektronika, structural equation modeling, partial least square  ABSTRACT The waste of electronic products and equipment (e-waste) continues to increase from year to year. However, this is not matched by an adequate management strategy, where the majority of e-waste processing ends up in the informal sector and landfills. This practice can pose a safety risk for informal workers and the environment, because there are e-waste materials that contain toxic/dangerous materials. This study uses the PLS-SEM (Partial Least Square - Structural Equation Modeling) technique in determining the factors that influence the willingness of electronic product consumers to participate in e-waste management. The research is carried out by integrating the Theory of Planned Behavior factors as well as habits, awareness of the environment and government driven factors. The survey was conducted in several big cities in Java with 100 valid respondents. The results of the analysis show that awareness of environmental issues and the government driven have a significant influence on the willingness of electronic product consumers to participate in e-waste management, while perceived behavior control and patterns of using habit of electronic products have no significant effect. This shows the importance of building environmental awareness in the wider community and accompanied by policies/regulations that encourage the implementation of e-waste management in the community Keywords: e-waste, structural equation modeling, partial least square  
STRATEGI PEMASARAN BISNIS PT. SANKEN ARGADWIJA BERDASARKAN ANALISIS SWOT DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS DI INDONESIA A.R. Arie Wicaksono; I Nyoman Wirya Artha; Joni Suwandi; Barkah Alkhaliq
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif strategi pemasaran perusahaan untuk membangun kekuatan, mengatasi kelemahan, mengeksploitasi peluang serta menghadapi ancaman yang dimiliki dan dihadapi dalam memasarkan produknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggambarkan fakta-fakta dan menjelaskan keadaan berdasarkan fakta-fakta dan data yang ada dan mencoba menganalisis kebenarannya melalui data yang diperoleh. Metode analisis yang digunakan yaitu Analisis SWOT TSI (Tanpa Skala Industri) dengan menggunakan metode EFAS (analisis faktor eksternal) dan IFAS (analisis faktor internal) perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan dalam menggunakan SWOT Tanpa Skala Indusri menempatkan strategi Strength (S) lebih besar dari Opportunity (O), Strategi Opportunity (O) lebih besar dari Weakness (W), Strategi Strength (S) lebih besar dari Threat (T) dan Strategi Threat lebih besar dari Weakness (W), sehingga kondisi ini bahwa perusahaan berada pada posisi memanfaatkan strategi ST yang mempunyai nilai skor tertinggi yaitu = 7.7, selanjutnya diikuti strategi SO= 7.5, WT= 6.1 dan WO= 5.9. Dengan melakukan analisis SWOT TSI, ternyata secara Internal memiliki kekuatan (4.0) yang lebih besar dari kelemahan (2.4) tetapi ancaman (3.7) lebih besar daripada peluang (3.5) sehingga strategi yang akan dilakukan oleh perusahaan dengan melakukan diversifikasi untuk menghadapi sejumlah tantangan berat sehingga diharapkan perusahaan segera memperbanyak ragam strategi taktisnya dengan memperluas segmentasi pasar.  Kata kunci: Strategi, analisis SWOT, tanpa skala industri ABSTRACT This study aims to determine alternative marketing strategies for companies to build strengths, overcome weaknesses, exploit opportunities and face threats that are owned and faced in marketing their products. Thisresearch uses a quantitative approach by describing facts and explaining the situation based on existing facts and data and trying to analyze the truth through the data obtained. The analysis method used is SWOT TSI Analysis (Without Industrial Scale) using the company's EFAS (external factor analysis) and IFAS (internal factor analysis) methods. The results of this study show that companies in using SWOT Without Industrial Scale place the Strength (S) strategy greater than Opportunity (O), Strategy Opportunity (O) greater than Weakness (W), Strength (S) greater than Threat (T) and Strategy Threat greater than Weakness (W), so this condition that the company is in a position to utilize strategy S T which has the highest score value is = 7. 7, followed by strategy SO = 7. 5, WT= 6. 1 and WO= 5. 9. By conducting a SWOT TSI analysis, it turns out that internally it has strengths (4.0) that are greater than weaknesses (2.4) but threats (3.7) are greater than opportunities (3.5) so that the strategy that will be carried out by the company by diversifying to face a number of tough challenges so that it is expected that the company will immediately expand the variety of its tactical strategies by expanding market segmentation. Keywords: Strategy,  SWOT analysis, no industrial scale

Page 9 of 18 | Total Record : 171