cover
Contact Name
Maryadi Tirtana Siregar
Contact Email
jurnal@poltekapp.ac.id
Phone
+62217867382
Journal Mail Official
jurnal@poltekapp.ac.id
Editorial Address
Politeknik APP Jakarta Jln. Timbul No.34, Cipedak - Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630, Indonesia Telp.: +62-21-7867382, +62-21-7867382, fax +62-21-7271847
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 27980391     EISSN : 27979539     DOI : -
Core Subject :
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok (SNMIP) yang diselenggarakan tahunan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik APP Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
PENGARUH IKLAN GOOGLE ADS TERHADAP BRAND AWARENESS PADA PT. JASA TITIPAN EKPRES JAKARTA Faisal H Batubara; chairul hadi; Yudani Gambiro
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the application of Google Ads at PT. Jasa Titipan Ekspres and to find out whether there is an effect of Google Ads advertising on Brand Awareness at PT. Jasa Titipan Ekspres. The analysis used is descriptive quantitative analysis with a sample of 50 respondents with purposive sampling technique with criteria, is a customer of PT. Jasa Titipan Ekspres and have seen google ads. The analysis technique used is validity test, reliability test, simple regression analysis, correlation coefficient test, coefficient of determination test, and T test. the brand awareness variable of 0.639 means that every one increase in the value of Google Ads Ads will be followed by 0.639 the value of Brand Awareness. Then based on the correlation coefficient test, it is known that the R value of 0.521 means that Google Ads Ads (X) has a 'medium' relationship to Brand Awareness (Y) at PT. Jasa Titipan Ekspres. Then based on the coefficient of determination R2 the independent variable (Google Ads) has an influence on the dependent variable (Brand Awareness) of 27.1% while the rest is influenced by other variables and based on the T test it can be concluded that t count > t table (4.224 > 1.299) which means that there is a significant influence between Google Ads Ads on Brand Awareness of PT. Jasa Titipan Ekspres and there is a close influence between Google Ads Ads on Brand Awareness of PT. Jasa Titipan Ekspres.Keywords: Google Ads Advertising, Brand Awareness, PT. Express Delivery Service ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Google Ads di PT. Jasa Titipan Ekpres dan untuk mengetahui apakah ada pengaruh iklan Google Ads terhadap Brand Awareness pada PT. Jasa Titipan Ekpres. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan sampel 50 responden dengan teknik purposive sampling  dengan kriteria, merupakan customer PT. Jasa Titipan Ekpres dan pernah melihat iklan google ads. Teknik analisis yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi sederhana, uji koefisien korelasi, uji koefisiensi determinasi, dan uji T. Berdasarkan analisis data yang telah diperoleh, berdasarkan uji regresi sederhana diperoleh hasil Y= 190,165+ 0,639X yang artinya koefisiensi regresi variabel brand awareness sebesar 0,639 artinya setiap peningkatan satu nilai Iklan Google Ads akan diikuti oleh 0,639 nilai Brand Awareness. Lalu berdasarkan uji koefisiensi korelasi diketahui bahwa nilai R sebesar 0,521 artinya Iklan Google Ads (X) memiliki hubungan ‘sedang' terhadap Brand Awareness (Y) pada PT. Jasa Titipan Ekpres. Lalu berdasarkan uji koefisiensi determinasi R2 variabel independen (Iklan Google Ads) memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (Brand Awareness). Kata Kunci : Iklan Google Ads, Brand Awareness, PT. Jasa Titipan Ekspres
DIGITAL READINESS CHECK UNTUK EVALUASI ASPEK RANTAI PASOK PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI JABODETABEK DALAM ERA INDUSTRI 4.0 Putri Maslahat; Rufiani Kaulika Pratiwi; Rahayu Purnama Sari; Muhammad Pragatt Baya; Muhammad Faisal Ramadanu; Hilman Zul Yusri; Johannes Widjaja Wahono
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Digitalisasi merupakan transformasi proses informasi dari analog ke format digital. Munculnya industri 4.0 terlihat dengan mengadopsi teknologi digital baru oleh perusahaan di industri manufaktur untuk tujuan transformasi digital. Penelitian ini untuk memeriksa kesiapan digital sebagai evaluasi aspek rantai pasok perusahaan manufaktur di jabodetabek untuk mengeksekusi kesiapannya di industri 4.0. Dengan merangkul industri 4.0, perusahaan manufaktur dapat memperoleh manfaat dari proses smart manufacture yang memungkinkan untuk peningkatan kinerja rantai pasok, dan produktivitas bisnis yang lebih besar. Desain penelitian descriptive quantitative dengan data dari 67 perusahaan manufaktur yang berada di Jabodetabek. Menggunakan metode systematic random sampling dilakukan teknik kuesioner Digital Readiness Check (DRC). Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk analisis data dengan dukungan perangkat lunak Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan manufaktur di Jabodetabek sudah melakukan Digital Transformation (DT) di era Industri 4.0 dengan strategi yang berpengaruh positif pada inovasi bisnis dan rantai pasokan. Namun dalam penelitian ini sebagian besar perusahaan manufaktur di Jabodetabek menunjukan bahwa kesiapan karyawan serta teknologi digital belum memadai untuk kesiapan industri 4.0. Kata kunci: Industri 4.0, Digital Readiness Check (DRC), Rantai Pasok, Digital Transformation (DT) ABSTRACT Digitization represents the transformation of the information process from an analog to a digital format. The emergence of industry 4.0 is seen by adopting new digital technology by companies in the manufacturing industry to transform digitally. This study examines digital readiness for evaluating supply chain aspects of manufacturing companies in Jabodetabek to execute industry 4.0. By embracing industry 4.0, manufacturing companies can benefit from enabled smart manufacturing processes, improved supply chain performance and higher business productivity. Descriptive quantitative research design with data from 67 manufacturing companies located in Jabodetabek. Using a systematic random sampling method using the Digital Readiness Check (DRC) questionnaire technique. Structural Equation Modeling (SEM) is used for data analysis with Smart-PLS software support. The results of the study show that most manufacturing companies in Greater Jakarta have carried out Digital Transformation (DT) in the Industry 4.0 era with strategy that have possitive impact on business inovation and supply chain. However, in this study, most of  manufacturing company in Jabodetabek showed that the readiness of employee and digital technology were not sufficient for Industry 4.0 readiness. Keywords: Industry 4.0, Digital Readiness Check (DRC), Supply Chain, Digital Transformation (DT)  
ANALISIS PENYIMPANAN PADA GUDANG PRODUK JADI : STUDI KASUS PT. ABC Edo Rantau Wijaya; Nia Yulianti
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi pada gudang produk jadi perusahaan ABC. Perusahaan ABC adalah perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Saat ini gudang penyimpanan produk jadi di perusahaan bermasalah dengan tata letaknya. Masalah tata letak gudang penyimpanan produk jadi adalah penggunaan ruang gudang yang tidak optimal. Hal ini disebabkan penempatan produk jadi yang belum memiliki kebijakan penyimpanan yang dapat meminimumkan total jarak tempuh dan memaksimalkan ruang penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu perusahaan untuk mendesain ulang tata letak gudang penyimpanan produk jadi yang dapat meminimumkan total jarak tempuh dan memaksimalkan ruang penyimpanan. kebijakan simpan yang digunakan adalah class-based storage policy untuk meminimumkan total jarak tempuh dan memaksimalkan ruang penyimpanan. Dari hasil pengolahan data menggunakan kebijakan penyimpanan berbasis kelas, diketahui total jarak tempuh yang diusulkan adalah 2.139.874,19 m. Terjadi pengurangan jarak tempuh total sebesar 24% dari total jarak tempuh awal sebesar 1.622.012 m. Total area penyimpanan yang dibutuhkan adalah 167 area palet lebih kecil dibandingkan dengan jumlah area simpan layout awal. Oleh karena itu, seluruh area penyimpanan harus berada di area yang paling dekat dengan titik masuk dan keluar yang sebelumnya jauh dari titik tersebut. Kata kunci: gudang, kebijakan simpan, class-based storage policy  ABSTRACT This research is motivated by the problems that occur in the finished product warehouse of ABC company. ABC Company is a company that produces bottled drinking water in the province of West Sumatra, Indonesia. Currently the finished product storage warehouse in the company has problems with its layout. The problem with the layout of the finished product storage warehouse is the use of warehouse space that is not optimal. This is due to the placement of finished products that do not yet have a storage policy that can minimize total mileage and maximize storage space. The purpose of this research is to help the company to redesign the layout of the finished product storage warehouse which can minimize the total mileage and maximize the storage space. The storage policy used is a class-based storage policy to minimize total mileage and maximize storage space. From the results of data processing using a class-based storage policy, it is known that the total mileage proposed is 2,139,874.19 m. There was a 24% reduction in total mileage from the initial total mileage of 1,622,012 m. The total storage area required is 167 pallet areas smaller than the total storage area for the initial layout. Therefore, the entire storage area must be in the area closest to the entry and exit points that were previously far from that point. Keywords: warehouse, storage policy, class-based storage policy
PENGEMBANGAN MODEL KEPUASAN PELANGGAN PADA JASA PENGIRIMAN GOSEND Monanda Wandita Rini; Nessa Ananda
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Pertumbuhan e-commerce yang semakin meningkat memerlukan layanan pengiriman barang sehingga bisa sampai ke pelanggan tepat waktu. Pandemi Covid-19 membuat masyarakat perlu menerapkan social distancing dan mengurangi interaksi tatap muka. Layanan pengiriman dengan GoSend menjadi salah satu alternatif guna tetap memberikan pelayanan pengiriman barang ke pelanggan dengan cepat serta mudah karena dapat menggunakan aplikasi untuk melakukan pengiriman barang dan pengiriman dilakukan pada hari yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pengguna layanan GoSend. Metode yang digunakan yaitu Partial Least Square. Sampel penelitian ini terdiri dari 78 responden. Model penelitian yang digunakan adalah Logistic Service Quality, Brand Image, Promotion, Price, dan Customer Satisfaction. Hasil penelitian ini menunjukkan Brand Image dan Price berpengaruh pada Customer Satisfaction. Kata kunci: customer satisfaction, jasa pengiriman, PLS-SEM   ABSTRACT  The increasing growth of e-commerce requires delivery of goods so that it can reach customers on time. The Covid-19 pandemic has forced people to implement social distancing and reduce face-to-face interactions. Delivery service with GoSend is an alternative in order to continue to provide delivery services to customers quickly and easily because they can use the application to deliver goods and delivery is done on the same day. This study aims to determine the factors that influence the satisfaction and loyalty of GoSend service users. The method used is Partial Least Square. The sample of this study consisted of 78 respondents. The research model used is Logistic Service Quality, Brand Image, Promotion, Price, and Customer Satisfaction. The results of this study indicate that Brand Image and Price have an effect on Customer Satisfaction. Keywords: customer satisfaction, jasa pengiriman, PLS-SEM    
LEARNING NETWORKING SEBAGAI OPTIMALISASI JEJARING BISNIS DIGITAL BERBASIS GENDER PESISIR BUDIDAYA UDANG WINDU DI KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Arditiya Arditiya; Agus Rony Katili; Euis Happy Wangloan; Rizky Happy Junanton; Anisah Happy Azizah
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara kepulauan dengan rencana strategis pengembangan sektor perekonomian berbasis kemaritiman yang terintegrasi dengan prinsip blue economy. Peningkatan kualitas taraf hidup masyarakat pesisir menjadi isu sentral pembangunan berkelanjutan. Pembudidayaan udang windu merupakan keunggulan kompetitif masyarakat pesisir pantai Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara melalui pembenihan dan pemasaran bibit berkualitas ekspor. Kapabilitas dalam mengupayakan potensi sumber daya alam dan manusia akan mampu mengoptimalkan jejaring bisnis yang kompetitif. Tingkat kepemahaman masyarakat pesisir (gender perempuan) dalam pengelolaan manajerial bisnis yang sesuai standar service management masih cukup rendah, sehingga hal tersebut menjadi fokus permasalahan. Optimalisasi peran perempuan sebagai representasi ekonomi gender pesisir perlu menjadi tujuan dan nilai novelty yang harus dicapai guna mewujudkan cita-cita blue economy yang mendukung pengembangan ekonomi nasional melalui sektor kemaritiman berbasis digital. Potensi keunggulan kompetitif di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara akan tercipta melalui stimulasi pengembangan iklim bisnis dengan mengelola jejaring bisnis yang berbasis digitalisasi. Keterbukaan untuk dapat bekerjasama dengan pihak lainnya akan menjadi pendukung bisnis kontributif yang relevan dengan prinsip learning networking. Pendekatan penelitian secara kualitatif deskriptif, data dan sumber data berupa satuan kegiatan pengembangan bisnis di lapangan yang memuat indikator penjaring data dan relevan dengan topik penelitian. Observasi partisipatoris, interview, penelaahan literatur ilmiah akan menjadi proses reduksi data menjadi lebih komprehensif. Hasil penelitian akan memuat strategi dalam mengoptimalisasikan kegiatan bisnis berbasis digital dengan mengintegrasikan kerjasama jejaring kerja dengan berbagai aspek penunjang lainnya.Kata Kunci : gender pesisir, jejaring bisnis, learning networking, Muara Badak, udang windu ABSTRACTIndonesia is an archipelagic country with a strategic plan for the development of a maritime-based economic sector that is integrated with blue economy principles. Improving the quality of life of coastal communities is a central issue of sustainable development. Tiger prawn cultivation is a competitive advantage for coastal communities in Muara Badak District, Kutai Kartanegara Regency through hatchery and marketing of export quality seeds. Capability in pursuing the potential of natural and human resources will be able to optimize competitive business networks. The level of understanding of coastal communities (female gender) in managing business managerial according to service management standards is still quite low, so this becomes the focus of the problem. Optimizing the role of women as a representative of the coastal gender economy needs to be a goal and a novelty value that must be achieved in order to realize the ideals of the blue economy which supports national economic development through the digital-based maritime sector. The potential for competitive advantage in Muara Badak Subdistrict, Kutai Kartanegara Regency will be created through stimulating the development of a business climate by managing digitalization-based business networks. Openness to be able to cooperate with other parties will be a contributive business support that is relevant to the learning networking principle. The research approach is qualitatively descriptive, the data and data sources are in the form of business development activity units in the field which contain data capture indicators and are relevant to the research topic. Participatory observation, interviews, scientific literature review will make the data reduction process more comprehensive. The research results will contain strategies for optimizing digital-based business activities by integrating network collaboration with various other supporting aspects.Keywords: coastal gender, business networking, learning networking, Muara Badak, tiger prawns
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG KLINIK HEWAN VET TO PET DENGAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT Muhammad Syafiq Ahnaf; Amelia Kurniawati; Hilman Dwi Anggana; Irsyad Thalib Abdillah
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPersediaan barang merupakan barang-barang yang dimiliki oleh perusahaan yang berupa barang mentah atau barang jadi. Persediaan barang diperlukan oleh Vet to Pet, sebuah klinik hewan, untuk memenuhi stok peralatan kesehatan dan makanan hewan yang dijual oleh Vet to Pet. Permasalahan yang dialami oleh Vet to Pet di antaranya yaitu kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki, pencatatan yang dilakukan dengan menggunakan tulis tangan, belum memiliki prosedur yang tetap dalam menambah persediaan barang, dan banyaknya barang yang terbuang karena melebihi tanggal kedaluwarsa. Salah satu cara untuk memperbaiki pengadaan barang yang terjadi pada Vet to Pet yaitu dengan pemanfaatan sistem informasi. Pengembangan sistem pada penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development. Terdapat tiga tahapan dalam menggunakan metode Rapid Application Development, meliputi Requirement Planning, RAD Design Workshop, dan Implementation. Hasil yang diperoleh berupa sistem pengadaan klinik hewan Vet to Pet. Terdapat dua pengguna yang menggunakan sistem pengadaan klinik hewan Vet to Pet, diantaranya yaitu owner dan admin. Fitur yang dimiliki oleh sistem tersebut meliputi dashboard, fitur list barang, fitur transaksi, fitur stok gudang, fitur stok display, dan fitur pengadaan. Sistem tersebut dapat membantu pengguna dalam mencatat barang yang tersedia serta membantu mengawasi pengelolaan barang yang terjadi pada Vet to Pet. Kata Kunci: Persediaan Barang, Rapid Application Development, Sistem Persediaan Barang Klinik Hewan Vet to Pet ABSTRACTInventory is an item owned by the company in the form of raw goods or finished goods. Inventory are needed by Vet to Pet, a veterinary to meet the stock of health equipment and pet food sold by Vet to Pet. The problems experienced by Vet to Pet are the lack of human resources, recording items are done by handwriting, does not have a fixed procedure for adding inventory, and the number of items being wasted because it past the expiration date. One way to improve the procurement of goods that occur in Vet to Pet is by using an information system. The system development method used in this research is the Rapid Application Development method. There are three stages in developing a system using the Rapid Application Development method, include Requirement Planning, RAD Design Workshop, and Implementation. The results obtained are in the form of a Vet to Pet inventory system. There are two users who use the Vet to Pet inventory system, including the owner and admin. The features of the system include a dashboard, item list feature, transaction feature, warehouse stock feature, stock display feature, and procurement feature. The system can assist users in recording available items and help oversee the management of items that occur in Vet to Pet. Keywords: Inventory, Rapid Application Development, Vet to Pet inventory system
ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN EKSPEDISI TRUCK PT ARYA CARGO DENGAN METODE BALANCED SCORECARD DI BEKASI alvan tosa sunarto; resista vikaliana
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenilaian kinerja sangat penting bagi perusahaan. Pengukuran kinerja perusahaan khususnya dalam bidang jasa dituntut untuk menerapkan konsep penilaian kinerja yang tidak hanya dilihat dari sisi finansial tetapi juga harus dilihat dari sisi non finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja PT Arya Cargo dengan menggunakan empat perspektif metode balanced Scorecard yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan analisis data yang telah diperoleh dengan menggunakan metode balanced scorecard diperoleh kesimpulan: (1) menunjukkan perspektif keuangan. Kinerja keuangan yang buruk karena masalah pembayaran selama pandemi kondisi keuangan perusahaan tahun 2019-2021 menurun; (2) dari perspektif pelanggan menunjukkan kinerja yang memuaskan karena perusahaan dapat membina dan menjaga hubungan baik dengan pelanggannya; (3) perspektif bisnis internal yaitu inovasi, proses operasi dan layanan purna jual menunjukkan kinerja yang baik. (4) perspektif pertumbuhan dan pembelajaran serta motivasi, pemberdayaan dan keselarasan menunjukkan kinerja yang baik.Kata kunci: Metode Balanced Scorecard, Kinerja Perusahaan, Kinerja PerusahaanABSTRACTPerformance appraisal is crucial for the company. Measurement company performance, especially in the field of services, is required to apply the concept of performance appraisal that is not only viewed from the financial side but also must be viewed rom the non-financial side. This study aims to analyze the performance of PT Arya Cargo by using four perspectives balanced Scorecard method used is a qualitative method. Based on the analysis of data that has been obtained using the balanced scorecard method, the conclusions were obtained: (1) the financial perspective showed. Poor financial performance due to problems with payments during the pandemic the company's financial condition in 2019-2021 decreased; (2) from theperspective of customers showed satisfactory performance because the company could foster and maintain good relations with its customers; (3) the internal business perspective, namely innovation, operating processes and after-sales services, showed good performance. (4) perspectives of growth and learning as well as motivation, empowerment and harmony showed good performance.Keywords: Balanced scorecard method, company performance, company performance
ANALISIS QUALITY CONTROL DALAM UPAYA MENGURANGI KERUSAKAN PRODUK PADA GUDANG FRESH TRANSMART CARREFOUR Dodi Aryanto; resista vikaliana
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini difokuskan pada Analisis Quality Control dalam Upaya Mengurangi Kerusakan Produk di Gudang Fresh Cikarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pengendalian mutu, dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan produk yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat dua cacat produk yang paling dominan, yaitu membusuk 49,1% yang didominasi oleh produk impor, kemudian kerusakan terbesar berikutnya adalah memar sebesar 29,5%.  Faktor penyebab kerusakan produk disebabkan oleh faktor manusia, bahan, mesin dan metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan konsep PDCA dengan tools diagram Parreto dan diagram fishbound. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan telah melakukan perbaikan pada proses pelaksanaan pengendalian mutu berupa pengarahan dan pengawasan pada bagian kendali mutu, pengawasan dan pengecekan suhu secara berkala yang dilakukan di bagian operasional serta peningkatan kualifikasi dalam proses pemilihan pemasok sesuai dengan standar perusahaan.Kata kunci: kerusakan produk, kendali mutu, gudang ABSTRACT This research is focused on Quality Control Analysis in an Effort to Reduce Product Damage at Fresh Cikarang Warehouse. The purpose of this study was to analyze the quality control process, considering the very high level of product damage. Based on the results of the study, there were two most dominant product defects, namely rotting 49.1% which was dominated by imported products, then the next biggest damage was bruises at 29.5%. Factors causing product damage are caused by human factors, materials, machines and methods.  The method used in this research is descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation and literature study. The research was conducted using the PDCA concept approach with the tools of Parreto diagrams and fishbound diagrams. To overcome this, the company has made improvements to the quality control implementation process in the form of directing and supervising the quality control section, supervision and periodic temperature checks carried out in the operational section as well as increasing qualifications in the supplier selection process in accordance with company standards.Keywords: kerusakan produk, quality control, gudang
ANALISA POTENSI PASOKAN DAN PERMINTAAN REFUSE DERIVED FUEL (RDF)UNTUK INDUSTRI SEMEN DI INDONESIA Devi Jayawati; Achmad Taufik
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Pemanfaatan refuse derived fuel (RDF) merupakan salah satu bentuk praktik berkelanjutan yang dilakukan oleh industri semen. Penggunaan energi alternatif non fosil menggunakan RDF ini merupakan bagian dari transisi energi, mitigasi gas rumah kaca, serta implementasi penting dari industri hijau. Industri semen yang memanfaatkan RDF diharapkan akan mendapatkan  keuntungan berupa penghematan biaya energi, emisi karbon yang lebih rendah, serta mitigasi dari pajak karbon, dan mungkin meningkatkan potensi dalam perdagangan karbon, Manfaat lain dari penerapan teknologi RDF ini sebenarnya berkaitan dengan solusi pengelolaan sampah perkotaan. Dengan teknologi RDF dimana sampah perkotaan atau sampah domestik diolah menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil, maka timbulan sampah dapat berkurang secara signifikan dan memberikan manfaat ekonomi lebih tinggi. Tidak saja dalam hal pengelolaan sampah dan efisiensi energi, tapi juga RDF merupakan program penting dalam mitigasi penurunan gas rumah kaca dari kategori limbah. Tulisan ini mengkaji potensi pengembangan RDF dari sisi pemasok dan pengguna. Dari sisi pemasok (supply side) diestimasi besaran dan kualitas dari RDF yang dapat dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dari sisi permintaan. Analisa permintaan memperkirakan jumlah yang diperlukan atau jumlah yang dapat diserap oleh industri semen nasional dengan mempertimbangkan aspek bisnis masing-masing pabrik pengguna. Dari jumlah industri semen sebanyak 13 yang diteliti diketahui semuanya berpotensi menjadi off taker RDF, dimana secara keseluruhan dapat menyerap sebesar 59.6% dari total potensi bahan baku RDF nasional yang fisibel atau 17.29% dari total potensi sampah nasional. Kata kunci: sampah untuk energi, RDF, sampah perkotaan  ABSTRACT The use of refuse derived fuel (RDF) is a form of sustainable practice carried out by the cement industry. The use of alternative non-fossil energy using RDF is part of the energy transition, greenhouse gas mitigation, and important implementation of the green industry. The cement industry that utilizes RDF is expected to gain co-benefit from energy cost savings, lower carbon emissions, as well as reduction or avoiding from carbon taxes, and increase potential in carbon trading. Another benefit of implementing RDF technology is actually related to the domestic waste management solutions. By employed RDF technology city waste or domestic waste is processed into alternative energy sources to replace fossil fuels, waste generation can be significantly reduced and provide higher economic benefits. Not only in terms of waste management and energy efficiency, but also RDF is an important program in mitigating the reduction of greenhouse gases from the waste category. This paper examines the potential of RDF development from the supplier and user perspective. From the supply side, it is estimated that the quantity and quality of the RDF that can be produced comply with demand side. Demand analysis estimates the total amount that can be absorbed by the national cement industry by considering the business aspects of each factory. Among the 13 cement industries studied, it was found that all of them have the potential to become RDF off takers, which as a whole can absorb 59.6% of the total potensial feasible raw materials for RDF or 17.29% of the total potential of national waste.  Keywords: waste to energy, RDF, Municipal Solid Waste
PERAMALAN PEMAKAIAN RAW MATERIAL MURIATE OF POTASH (MOP/KCL) DALAM PEMBUATAN FERTILIZER NPK DI PT ABCD Fadel Handanu; Erwinsyah Sipahutar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pupuk merupakan salah satu produk strategis nasional yang berguna dalam mendukung pengembangan pada sektor pertanian dan perkebunan. Dengan pemupukan dapat meningkatkan produktifitas dari industri perkebunan terkhususnya perkebunan kelapa sawit. PT ABCD merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri agro terkhusus pembuatan fertilizer.  Beberapa akhir ini terjadi kekurangan stok raw material muriate of potash (MOP/KCL) yang digunakan pada pembuatan fertilizer NPK disaat tingginya permintaan fertilizer NPK yang mengandung kalium yang tinggi. Hal itu membuat produksi fertilizer NPK yang mengandung kalium yang tinggi menjadi lambat karena stok raw material  yang tidak sebanding dengan permintaan yang ada. Maka dilakukan penyelesaian dari permasalahan tersebut dengan melakukan peramalan dengan menggunakan metode regresi linier dan uji akurasi peramalan dengan menggunakan metode Mean Absolute Percentace Error (MAPE). Pada hasil dan pembahasan didapatkan hasil dari peramalan untuk periode berikutnya yaitu setahun yang akan datang yang dapat dijadikan acuan dalam penyediaan dari stok raw material tersebut dan hasil peramalan memiliki tingkat akurasi yang sangat baik dengan nilai akurasi 7,9%. Kata kunci : Fertilizer, Peramalan, Muriate Of Potash, Regresi Linier, MAPE  ABSTRACT Fertilizer is one of the national strategic products that is useful in supporting the development of the agricultural and plantation sectors. Fertilization can increase the productivity of the plantation industry, especially oil palm plantations. PT ABCD is a company engaged in the agro industry, especially the manufacture of fertilizers. Recently, there has been a shortage of raw material muriate of potash (MOP/KCL) which is used in the manufacture of NPK fertilizers when the demand for NPK fertilizers containing high potassium is high. This causes the production of NPK fertilizers containing high potassium to be slow because the stock of raw materials is not commensurate with demand. Then the problem is solved by forecasting using the linear regression method and the forecasting accuracy test using the Mean Absolute Percentace Error (MAPE) method. The results obtained from forecasting for the next period, namely the next year, which can be used as a reference in the provision of raw material stock and forecasting results have a very good accuracy rate with an accuracy value of 7.9%.  Keywords: Fertilizer, Forecasting, Muriate Of Potash, Linier Regression, MAPE

Page 8 of 18 | Total Record : 171