cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
ANALISA SISTEM HIDROLIK PADA MESIN PENGEPLONG SANDAL NUR AFIFI, MUHAMMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 03 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sandal merupakan salah satu alas kaki yang digunakan sejak zaman mesir kuno, romawi hingga sekarang. Pada zaman sekarang sandal berkembang sangat pesat.dan juga digunakan semua kalangan dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Pada proses pembuatan sandal masih menggunakan sistem manual, pada tahap pengeplongan yang membutuhkan waktu yang lebih lama. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka membuat mesin pengeplong sandal dengan sistem hidrolik.Analisa sistem Hidrolik merupakan jenis penelitian modifikasi, yakni dilakukan untuk meningkatkan efektifitas kerja dan efisiensi pada proses pengeplongan sandal.  metode penganalisaan memiliki metode yang meliputi: (1) Mendesain Sirkuit Sistem hidrolik, (2) Menghitung Tekanan dan daya yang di butuhkan, (3) Menentukan Komponen – komponen Sistem Hidrolik, (4) Penyesuaian dengan sirkuit. Analisa sistem hidrolik ini menghasilkan analisa perhitungan dan penentuan komponen yang dibutuhkan sehingga mampu mengeplong sandal dengan sempurna, menyaingi mesin manual, efektif dan efisien. Mempunyai tekanan yang dibuthkan 40 bar dan daya 232 watt. Kata Kunci : Sirkuit Hidrolik, Tekanan hidrolik, Daya motor listrik, komponen hidrolik. 
RANCANG BANGUN ALAT UNTUK SISTEM PENGECATAN WATER TRANSFER PRINTING FILM PADA TEKNIK PENGECATAN TERHADAP KOMPONEN SEPEDA MOTOR rudiyanto, yanuar
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 03 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi seperti pada sekarang ini mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat. Seperti kemajuan teknologi pada mesin khususnya pada teknik industri, dan tidak ketinggalan pula dalam bidang pengecatan. Walaupun kondisi mesinnya bagus dan harganya mahal, apabila kondisi rangka dan proses pengecatan kurang baik maka hasil tersebut tidak akan terlihat menarik. Dengan demikian kondisi pendukung rangka dan proses pengecatan sangat berpengaruh terhadap benda kerja yang dihasilkan. Agar pembelajar dapat menerima dengan baik materi tersebut maka diperlukan pembelajaran dalam bentuk trainer. Trainer merupakan salah satu bentuk alat dalam media pembelajaran yang dapat memberikan pembelajaran tentang materi yang disampaikan pengajar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk pengukuran data dan statistik objektif melalui perhitungan ilmia pada sampel orang atau produk yang diminta, pada pengukuran data ini merupakan tahapan-tahapan proses perakitan dari proses rancang bangun pengecatan water transfer printing film untuk menentukan data dan perhitungan yang sudah ditentukan. Hasil pengujian rancang bangun kerangka pada teknik pengecatan Water transfer printing film pada komponen sepeda motor perhitungan beban pada kerangka yang paling besar terjadi pada batang A dan C sebesar 7,6 kg dan melalui media pengujian bahan uji tarik dengan 3 spesimen yang terbesar menghasilkan 70,634 %.   Kata Kunci: Media Pembelajaran, kerangka pengecatan . 
PERENCANAAN SISTEM INSTRUMENTASI PADA RANCANG BANGUN HEAT EXCANGER TYPE SHELL AND TUBE RIZQI LAKSANA PUTRA, ALFIAN
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 01 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan  ilmu pengetahuan  dan teknologi semakin cepat berkembang semakin, khusunya pada  alat penukar kalor. Dalam perkembangan heat exchanger mengalami tranformasi bentuk yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sesuai fungsi kerjanya, Didalam dunia industri peran dari heat exchanger sangat penting, namun di dunia pendidikan media pembelajaran  sangat kurang memadai khususnya pada bidang   alat penukar  kalor karena keterbatasan  sarana prasarana. Padahal penggunaan media kegiatan praktek sangat berpotensi untuk membantu proses belajar mengajar serta meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Di samping itu pentingnya sistem instrumentasi yang mendukung berkerjanya alat penukar panas yang akan mengukur suhu  di setiap bagian Shell dan tube. Dalam Perencanaa sistem instrumentasi Rancang bangun Heat Exchanger Tipe Shell and tube, langkah awal di lakukan menentukan tahap pembuatan alat, sehingga dapat mengetahui kinerja  sistem instrumentasi yang bekerja pada alat, sampai di dapat propertis  dari pengujian diantaranya mengetahui suhu keluar dan masuk  fluida dingin pada sisi shell , dan  mengetahui suhu masuk dan keluar suhu panas pada sisi tube dan performa dari alat. Hasil pengujian yang di lakukan  mengetahui suhu masuk pada fluida panas sisi tube sebesar Th.in  80 0C dengan suhu keluar fluida panas Th,out  61,3 0C , suhu  sisi shell fluida dingin Tc,in  30 0C , dan suhu keluar pada fluida dingin Tc,out 42.6 0C, berdasar uij performa heat exchanger  memiliki perpindahan kalor 5105,30 Watt mendapatkan effectiveness 0.37,4 .  Kata kunci : Instrumentasi, shell and tube, trainer.
ANALISIS PERHITUNGAN OUTPUT RPM DENGAN VARIASI PERBANDINGAN PULLEY DAN SPROKET PADA MESIN PENGADUK ADONAN KERUPUK KAPASITAS 5KG FAKHRUDIN, ARIF
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 01 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan industri pangan skala kecil dan menengah terus mengalami perkembangan. Dan akan terus berkembang seiring masyarakat untuk menjadi pengusaha dalam bidang pangan melalui UKM. Pada umumnya di UKM-UKM kebanyakan memakai peralatan manual atau masih menggunakan tenaga manusia (bukan mesin). Penggunaan peralatan manual tentu akan membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih. Seperti halnya pada UKM kerupuk. Pada proses pengadukan adonan kerupuk masih menggunakan alat manual dengan cara ditekan dan diaduk mengunakan tangan. Dari permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membahas dalam  Tugas Akhir (TA) ini, yang mana penelitian ini membahas tentang “Analisis Perhitungan Output Rpm Dengan Variasi Perbandingan Pulley Dan Sproket Pada Mesin Pengaduk Adonan Kerupuk Kapasitas 5 Kg”. Proses pembuatan mesin dimulai dari ide rancangan, pengumpulan data, perhitungan komponen mesin antara lain adalah daya motor, momen puntir, daya rencana mesin, tegangan yang diijinkan, tegangan geser, diameter poros, panjang keliling sabuk, kecepatan sabuk, besar sudut kontak, pasak, setelah itu perakitan mesin, dan diakhiri dengan pengujian mesin. Dengan adanya mesin ini, memudahkan dan mempercepat proses pengadukan adonan kerupuk. Spesifikasi mesin pengaduk adonan kerupuk adalah kerangka menggunakan profil kanal U sebagai pondasi utama, motor listrik AC dengan daya 1 HP, daya rencana 0,895 KW, kecepatan putar mesin 175 rpm, momen puntir 4981,31 kg.mm, tegangan yang diijinkan 5,558 kg.mm2, tegangan geser yang diijinkan 5,558 kg.mm2, diameter poros 34,9 mm, diameter pulley 50 mm dan 400 mm, panjang keliling sabuk 1674,55 mm, kecepatan sabuk 3,66 m/s, besar sudut kontak 134,3º, pasak 47,70 mm. Kata kunci : Analisis perhitungan, pengaduk adonan.
ANALISA PENGARUH VARIASI RASIO PULLEY TERHADAP HASIL MESIN PENGGILING PAKAN IKAN BUSTANUL ARIFIN, EKA
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 02 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mesin penggiling pakan ikan merupakan mesin yang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan dalam memproduksi pakan ikan (Pellet) dengan menggunakan penggerak motor listrik. Mesin ini membantu mempermudah para petani ikan dari pada menggunakan mesin penggiling manual yang terbuat dari rangka sepeda. Pakan ikan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam proses pertumbuhan ikan. Pertumbuhan ikan dapat berjalan optimal apabila jumlah pakan, produktivitas pakan dan kualitas pakan terpenuhi dengan baik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, produktif dan kualitatif. Analisa berikut meliputi hasil uji produktivitas dan kualitas dengan dua jenis variasi puli yang akan digunakan. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literature (kepustakaan), melakukan eksperimen, survei ke lapangan dan melakukan pengamatan tentang alat penggiling pakan ikan. Berdasarkan perencanaan mesin penggiling pakan ikan (Pellet) menggunakan puli standart dan 2 variasi puli lainya dengan 3 proses pengujian setiap adonan pellet yang dianalisa, maka akan didapatkan hasil pakan ikan (pellet) yang produktivitas dan kualitas. Produktivitas pellet terbaik adalah yang memiliki hasil produksi dan waktu penggilingan  yang singkat dan hasil yang baik. Dari setiap pengujian variasi puli ditentukan dari produktivitas dan kualitas yang maksimal yaitu untuk Produktivitas pellet tertinggi adalah 0.99 kg/menit pada rasio puli 1 dengan berat adonan 3 kg yang memiliki hasil produksi dan waktu penggilingan  yang singkat dan hasil yang baik, Untuk kualitas kekerasan pellet yang paling tinggi adalah 1.7 kg pada rasio puli 1 dengan berat adonan 3 kg yang  dihasilkan, dan kualitas ketahanan pellet tertinggi adalah 3.62 menit dengan rasio puli 2 dan berat adonan 3 kg yang hancur dalam air. Kata Kunci : Pellet ikan, Produktivitas dan kualitas pellet, Pellet terbaik.
RANCANG BANGUN MESIN PENGGILING PAKAN IKAN ILHAM FAKIANSYAH, ACHMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 02 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam budi daya ikan, pakan atau pellet atau makanan pada ikan merupakan bahan operasional tertinggi dalam kegiatan budi daya. Pengolahan pellet ikan masih banyak dilakukan dengan cara diengkol dan tabung screw masih sedikit kapasitasnya untuk sekali penggilingan. Karena dengan adanya alat ini dianggap lebih mudah, efisien dan efektif.  Mesin ini menggunakan screw sebagai pengumpan dan bahan menggunakan stainless steel. Metode penelitian  ini dimulai dari mendapatkan gambar detail mesin penggiling pakan ikan. Manufaktur dimulai dari unit produksi, unit penggerak dan pembuatan rangka sebagai unit penyangga. Setelah pembuatan mesin, semua komponen dilakukan uji fungsi dan uji performa dengan cara meghidupkan mesin atau pada saat mesin sedang beroperasi dan menyimpulkan hasil dari alat tersebut.Rancang bangun mesin ini memiliki beberapa komponen yaitu dimensi rangka, motor listrik sebagai penggerak, sabuk dan pulley. Dalam membangun rancangan mesin ini dibutuhkan sistem OPC (Operation Process Chart ) yang bertujuan untuk memudahkan dalam merancang dan membangun yang dimulai dari unit produksi, unit penggerak dan unit penyangga.   Kata Kunci : Pellet ikan, screw pengumpan, rancang bangun.
PERENCANAAN SISTEM INSTRUMENTASI PADA RANCANG BANGUN TRAINER KAPASITAS OIL COOLER  SUZUKI SATRIA FU 150 SUSANTO, FREDI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 02 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi semakin pesat dan berkembang pada jaman modern sekarang sehingga dituntut perkembangan teknologi harus maju sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dalam segi apapun, termasuk dalam alat transportasi. Sehingga dimungkinkan perkembangan teknologi yang diterapkan pada alat transporatsi juga harus mengikuti perkembangan teknologi sekarang. Perguruan tinggi merupakan sebuah tempat proses pemberi pembelajaran kepada mahasiswa agar mempunyai wawasan yang lebih luas, dalam pembelajaran mata kuliah perpindahan panas diperlukan adanya praktek sehingga dalam pemberian pembelajaran lebih factual dan dapat dimengerti. Perencanaan sistem instrumentasi memerlukan beberapa alat ukur yang digunakan untuk mengetahui laju aliran dan suhu yang terdapat pada aliran sistem pendingin yaitu 2 buah thermocouple dan 1 buah flowmeter dengan bantuan angina dari 1 buah blower selanjutnya dilakukan pengujian secara keseluruhan, pada analisa data menggunakan metode analisa data deskriptif. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan didapatkan bahwa setiap variasi kecepatan didapatkan variabel – variabel yang berbeda berikut adalah hasil pengujian dari variasi kecepatan mesin (RPM) untuk mengetahui keberhasilan instrumentasi dalam pengujian trainer sebagai berikut:  pertama variasi RPM 4000 menghasilkan variabel temperatur (Tin = 58,3 ºC, Tout = 35,4 ºC) dan Variabel laju aliran ( 14m"> =15LPM), kedua variasi RPM 5000 menghasilkan variabel temperatur (Tin = 61,1ºC , Tout = 40,9 ºC) dan variabel laju aliran ( 14m">  = 15LPM), ketiga variasi RPM 6000 menghasilkan variabel temperatur (Tin = 62,5 ºC, Tout = 45,5 ºC) dan variabel laju aliran ( 14m"> =15LPM), keempat variasi RPM 7000 menghasilkan variabel temperatur (Tin = 66,1 ºC, Tout = 53 ºC) dan variabel laju aliran ( 14m"> =15LPM), kelima variasi RPM 8000 menhasilkan variabel temperatur (Tin = 71,9  ºC, Tout = 62  ºC). Kata Kunci : media Pembelajaran, Trainer, dan sistem instrumentasi.
PERENCANAAN SISTEM ALIRAN FLUIDA PADA RANCANG BANGUN TRAINER KAPASITAS OIL COOLER SUZUKI SATRIA FU 150 ROHMAN, NUR
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 02 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan merupakan alat transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat. Dalam sebuah kendaraan terdapat beberapa sistem penunjang sebagai pendukung kerja dari kendaraan tersebut. Sistem penunjang tersebut seperti, sistem pelumasan pada mesin suatu kendaraan. Maka dirancang sistem pelumasan seperti adanya oil cooler untuk menunjang performa mesin supaya pendinginan pada mesin tetap terjaga. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk rancang bangun berbasis eksperimen (experimental research). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perencanaan sistem aliran fluida pada  rancang bangun trainer kapasitas oil cooler Suzuki Satria FU 150 CC. Perencanaan sistem aliran fluida pada rancang bangun trainer kapasitas oil cooler Suzuki Satria FU 150 CC ini adalah bertujuan untuk Mengetahui desain sistem sistem aliran fluida dan mengetahui perawatan sistem aliran fluida pada rancang bangun alat penguji kapasitas oil cooler Suzuki Satria FU 150 CC. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan didapatkan bahwa pada setiap kenaikan putaran mesin didapatkan nilai temperatur yang berbeda dan nilai temperatur yang tertinggi di dapatkan pada variasi laju aliran 15 LPM yang dimana jenis aliran ini menggunakan jenis aliran turbulen dengan hasil perhitungan sebesar 16.548 dan hasil dari nilai semua variasi ini mengalami nilai perpindahan panas sebesar 4359.96 Kj/s yang terdapat pada variasi laju aliran 15 LPM dan kecepatan putaran mesin pada 8000 RPM. Kata Kunci: sistem pelumas, oil cooler, dan sistem aliran fluida.
PERENCANAAN SISTEM PEMANAS PADA RANCANG BANGUN TRAINER PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI SYARIFUDDIN,
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 02 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trainer Perpindahan Panas Konduksi dirancang sebagai media pembelajaran yang dapat memperagakan proses perpindahan panas secara konduksi. Dalam penerapan trainer perpindahan panas konduksi, terdapat komponen sebagai sistem pemanas yang dipasang pada salah satu ujung silinder pejal (T1). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui desain sistem pemanas pada Trainer Perpindahan Panas Konduksi yang sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran serta mengetahui cara perawatan untuk menghindari terjadinya kerusakan pada komponen alat. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian yang digunakan sebagai sistem pemanas adalah glow plug. Media uji yang digunakan berupa silinder pejal yang terdiri dari 3 bahan, yaitu besi, kuningan dan aluminium. Peralatan dan instrumen penelitian yang terpasang pada Trainer Perpindahan Panas Konduksi ini adalah display thermocontrol, thermocouple, voltmeter, amperemeter. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Telah berhasil dirancang sebuah media pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperagakan perpindahan panas konduksi. Media tersebut adalah “Trainer Perpindahan Panas Konduksi”. Pada “Trainer Perpindahan Panas Konduksi” alat yang digunakan sebagai sistem pemanas untuk mendistribusikan suhu pada silinder pejal adalah glow plug (busi pemanas. Preventive maintenance yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan secara berkala pada komponen utama sistem pemanas dan alat ukur. Untuk komponen utama sistem pemanas dilakukan pemeriksaan dengan mengukur nilai tahanan normal dari glow plug agar tidak lebih dari 1 ohm dan untuk alat ukur perlu dilakukan pemeriksaan sistem kelistrikan agar terhindar dari hubungan arus pendek yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat ukur. Kata Kunci: Trainer Perpindahan Panas Konduksi, perpindahan panas konduksi, suhu, display thermocontrol, thermocouple dan Preventive maintenance.
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH KEDELAI SEMIOTOMATIS YOGA KUNCORO, DWI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 02 (2017): JRM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari pembuatan mesin pemecah kedelai semiotomatis ini adalah untuk membantu para pengusaha tempe dan UKM yang masih menggunakan pemecahan kedelai secara manual, dan membeli mesin sangat mahal, mesin pemecah kedelai semiotomatis ini harganya murah dibanding dengan mesin pemecah kedelai dipasaran, sehingga bisa membantu para pengusaha tempe menengah kebawah. Tahapan dalam pembuatan mesin pemecah kedelai ini dari ide rancangan dan survei lapangan, kemudian proses perencanaan alat yang merupakan pengembangan konsep produk berupa gambar sketsa mesin menjadi sebuah mesin atau benda teknik. Dalam pembuatan mesin pemecah kedelai ini dapat menghasilkan pembuatan dokumen produk berupa desain gambar kerja, dan langkah terakhir adalah pengujian fungsi alat kemudian menyimpulkan hasil dari alat tersebut. Spesifikasi mesin pemecah kedelai semiotomatis dengan kapasitas proses pemecahan kedelai 3,2 kg/menit, dengan ukuran rangka 850mm x 670mm x 468mm, dan ukuran volume hopper 23976333,33mm^3, menggunakan motor listrik ½ HP 1400 rpm, diameter shaft 20mm, pulley penggerak berdiamater 80mm, dan pulley yang digerakkan berdiameter 170mm.  Kata Kunci: Rancang Bangun, Mesin Pemecah Kedelai, Semiotomatis.