cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Rancang Bangun Unit Pirolisis untuk Pembuatan Bio-Oil Dari Minyak Jelantah Skala Laboratorium Edi Gunamawan
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.156

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun unit pirolisis skala laboratorium, yang terdiri atas tangki umpan, reaktor, umpan N2, separator dan tangki penampung secara operasional mampu untuk membuat bio-oil dari minyak jelantah. Reaktor dirancang dan dibuat dengan diameter 3 in. dan dan panjang 40 cm, bagian dalamnya diisi dengan bahan isian kuarsa, dilengkapi dengan pemanas, tanpa adanya oksigen (karena N2 sebagai blanketing) bisa menjalankan proses perengkahan termal terhadap minyak jelantah. Kondisi terbaik yang dicapai untuk memperoleh bio-oil yaitu pada suhu pirolisis 4000C, ketebalan bahan isian kuarsa 15 cm , dan ukuran partikel kuasa -6+8 mesh. Bio-oil adalah bahan bakar cair yang dihasilkan melalui teknologi pirolisis atau pirolisis cepat. Pengembangan bio-oil dapat menggantikan posisi bahan bakar hidrokarbon dalam industri , sepertiuntuk mesin pembakaran, boiler, mesin diesel statis, dan heavy fuel oil, light fuel oil. Hasil percobaan ini mengahasilkan bio-oil dengan mutu sebagai berikut :- viskositas kinematis pada 50oC. = 34 cSt.- titik nyala (mangkok tertutup) = 112oC- kadar air % volume = 0- masa jenis pada 50oC , kg/m2 = 907- angka asam mg KOH/g = 0,02- kadar belerang % berat = 0,004
Screening Test dan Karakterisasi Surfaktan yang Efektif untuk Injeksi Kimia Hestuti Eni; Ego Syahrial; Sugihardjo Sugihar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.157

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya aplikasi EOR khususnya chemical injection mengingat produksi minyak yang semakin menurun, meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri dan tingginya harga minyak dunia pada lapangan-lapangan minyak tua yang masih mempunyai sisa minyak cukup banyak di dalam reservoir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara karakteristik kandungan surfaktan dan hasil uji screening beberapa surfaktan yang sudah ada untuk proses pendesakan minyak tahap lanjut agar didapatkan informasi raw material surfaktan yang mempunyai kinerja efektif. Metodologi penelitian terbagi dalam 3 langkah, yaitu uji screening, karakterisasi surfaktan dan analisis korelasi hasil uji screening dengan hasil karakterisasi kandungan surfaktan. Penelitian dilakukan dengan sampel 10 jenis surfaktan yang selama ini menghasilkan oil recovery relatif tinggi pada uji chemical flooding, sampel minyak dari lapangan Ogan dengan viskositas 15 cP dan suhu reservoar 85oC. Dua buah surfaktan, yaitu RIPED-1 dan 13#A4 menunjukkan kinerja yang baik pada semua parameter uji screening, dan keduanya berbahan dasar nabati. Oleh karena itu, pada penelitian lanjutan mendatang, akan dibuat surfaktan dengan bahan dasar nabati
Metode Kromatografi Gas untuk Fingerprinting Tumpahan Minyak Bumi di Perairan. Perlunya Korelasi Antar-Laboratorium R Desrina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.158

Abstract

Metode Identifikasi Minyak Bumi yang juga sering disebut sebagai Metode Fingerprinting, tidak saja berguna untuk mengidentifikasi tumpahan minyak di perairan, namun juga berguna bagi keperluan eksplorasi (karakterisasi dan maturasi minyak bumi) dan kegiatan produksi (kontinuitas reservoir, kebocoran pipa, dsb.) Berbagai metode analitik untuk keperluan identifikasi ini telah banyak dicoba dan dikembangkan, antara lain Rasio Ni/V, Isotop Sulfur, Isotop Nitrogen, Spektrometri Inframerah, Spektrometri Fluoresensi, Kromatografi Gas, GC-MS dsb. Metode mana yang dipilih ditentukan oleh kemampuan dan fasilitas yang tersedia di laboratorium. Penulis telah mengembangkan metode Kromatografi Gas bagi keperluan identifikasi atau fingerprinting minyak bumi. Metode ini cukup sederhana dan cukup akurat, serta memungkinkan untuk dapat dipakai oleh sebagian besar laboratorium perminyakan dan laboratorium lingkungan di Indonesia. Dalam tulisan ini, diuraikan metode Kromatografi Gas dengan maksud untuk mendapatkan metode yang dapat digunakan untuk identifikasi tumpahan minyak bumi. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa metode ini bisa dilakukan untuk tujuan identifikasi atau fingerprinting tumpahan minyak bumi. Oleh karena itu memungkinkan untuk dikorelasikan dengan beberapa laboratorium yang sering melakukan analisis sampel tumpahan minyak untuk mendapatkan presisi dan reproducibility-nya.
Modifikasi Persamaan Proximate Log ‘Standard’ sebagai Hasil Studi Lapangan CBM Rambutan - Sumatra Selatan Bambang agus Bambang Aw; Kosasih kosasih; Ken Sawitri Sawitri
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.159

Abstract

Hasil studi terdahulu1 (2008) telah menunjukkan bahwa persamaan-persamaan ‘standard’ yang umum digunakan pada evaluasi log untuk perhitungan kandungan gas pada lapangan coalbed methane (CBM) tidak cocok untuk diterapkan pada perconto batubara dilapangan CBM Rambutan- Sumatera Selatan (RSS). Pada studi tersebut, telah diperoleh hasil reformulasi persamaan log ‘conventional’ (persamaan Mavor, Kim, dan Mullen et al) yang dapat digunakan untuk perhitungan kandungan gas (gas content) untuk seam 3 dan seam P. Studi saat ini adalah studi kelanjutan dari studi terdahulu, dengan lebih banyak melibatkan data proximate hasil pengukuran laboratorium dibanding dengan studi terdahulu, diharapkan studi saat ini akan menghasilkan reformulasi yang lebih baik. Pada studi ini, sebanyak 134 perconto batubara baik berupa core ataupun cutting yang diambil sebagai representasi dari lima lapisan batubara (seam) pada kelima sumur CBM lapangan RSS akan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki persamaan log ‘conventional’ agar dapat dipakai pada evaluasi CBM untuk semua lapisan batubara di lapangan RSS.
Optimasi Pompa pada Dewatering Sumur CBM Gathuk Widiyanto; Ego Syahrial
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.160

Abstract

Pada umumnya lapisan batubara dijenuhi oleh air. Akibat dari tekanan air ini, gas metana tertahan di dalam lapisan batubara tersebut. Karenanya produksi gas metana batu bara tidak terlepas dari proses dewatering yaitu pengurasan air dari lapisan batubara dengan tujuan membantu lepasnya gas metana sehingga dapat diproduksikan Dewatering merupakan langkah penting dalam keberhasilan produksi CBM, sehingga optimasi pengangkatan buatan untuk dewatering sumur CBM menjadi sangat penting. Pemilihan metode yang tidak sesuai dapat menyebabkan proses dewatering menjadi tidak efisien. Pemilihan ini haris didasarkna pada kondisi sumur, kondisi operasi dan fluid properties. Umumnya metode pengangkatan yang dipakai adalah Sucker Rod Pump (SRP), Electric Submersible Pump (ESP) dan Progressive Cavity Pump (PCP). Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur dan survei lapangan di Lapangan Rambutan yang telah dilakukan dewatering sejak tahun 2008 menggunakan pompa SRP. Namun dengan studi literatur akan di ketahui metode pengangkatan yang paling sesuai, seperti misalnya pompa PCP cocok untuk rate 2 BFPD sampai 2000 BFPD dan dapat beroperasi sampai kedalaman 4000 ft, disain anti gas lock karena tidak menggunakan valve.
Kajian Spesifikasi Minyak Solar Ramah Lingkungan Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.161

Abstract

Spesifikasi minyak Solar 48 dan minyak Solar 51 Indonesia ditetapkan menurut SK Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tidak menetapkan kandungan aromatik (total aromatik dan poliaromatik) dan sifat lubrisitas.Memasuki era globalisasi dan perdagangan bebas, tantangan yang dihadapi industri migas makin besar dengan meningkatnya kebutuhan energi dan bahan bakar minyak dalam negeri, terbatasnya kemampuan kilang, tuntutan produk yang ramah lingkungan, dan makin banyaknya produk yang harus diimpor baik bahan baku maupun hasil olahannya. Studi ini dimaksudkan sebagai masukan kepada Pemerintah dalam perbaikan mutu dan spesifikasi minyak solar Indonesia, untuk menghasilkan minyak solar yang ramah lingkungan. Pengaruh batasan beberapa parameter seperti distilasi, titik nyala, sifat lubrisitas dan kandungan poliaromatik hidrokaron(PAH) minyak solar akan didiskusikan pada makalah ini.
Penelitian Desain Lumpur untuk Mengatasi Terjadinya Pengendapan oleh Material Lumpur maupun Formasi akibat Pengaruh Temperatur Tinggi dan Kontaminan Fluida Formasi Emanuella Emanuella W.Y.P.; Panca Panca W; Risnawati Risna
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.162

Abstract

Adanya tantangan untuk memperoleh produksi minyak dan gas telah memotivasi industri migas untuk melakukan pengeboran pada zona yang lebih dalam yang memiliki suhu dan tekanan jauh lebih tinggi. Kegiatan pemboran tersebut berhubungan dengan masalah-masalah yang disebabkan oleh kondisi yang kompleks di formasi karena tingginya suhu, tekanan, juga adanya kontaminasi dari fluida formasi. Salah satu usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat suatu program fluida pengeboran yang dapat meminimalisasi masalah pengeboran di lapangan yang disebabkan oleh pemakaian fluida pengeboran yang tidak tepat pada suatu formasi. Formulasi fluida pemboran di laboratorium dilakukan untuk memperoleh suatu formulasi yang tahan terhadap suhu, tekanan serta kontaminas, oleh karena itu pemilihan aditif merupakan suatu hal yang penting, terutama yang tahan terhadap suhu tinggi serta kompatibel satu sama lain. Lumpur diformulasikan pada berbagai berat jenis hingga 2.0 SG (16.7 lb/gal) atau lebih. Pada hasil akhir diharapkan tidak terjadi pengendapan material yang diakibatkan oleh penurunan fungsi aditif. Penelitian ini dilakukan dengan dua jenis lumpur yaitu lumpur berbahan dasar air dan lumpur berbahan dasar minyak. Minyak sintetis yang digunakan sebagai minyak dasar pada lumpur berbahan dasar minyak diperoleh dari Shell dan PERTAMINA. Informasi mengenai kelebihan dan kekurangan lumpur dari hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki desain dan fungsi dari fluida pemboran di lapangan, terutama yang akan digunakan untuk pemboran sumur dalam.
Pengembangan Formulasi Expanding Agent Material Semen Pengeboran dengan Memanfaatkan Dolomit Alami Budi Budi Saroyo; Isa Isa Soeyatmo; Supriyadi Supriyadi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.163

Abstract

Masalah penyekatan zona yang tidak sempurna sering terjadi dan sangat mempengaruhi produksi suatu sumur. Masalah yang sering dijumpai pada suatu penyemenan adalah kurang bagusnya kekuatan dan daya ikat semen, terutama dalam menahan tekanan dan beban. Pada sumur-sumur yang bertemperatur dan bertekanan tinggi diperlukan suatu campuran semen yang dapat terus bertahan selama masa operasi produksi berlangsung. Dengan melakukan penyekatan yang baik maka diharapkan dapat diperoleh produksi sumur yang optimal. Pengaruh pemanfaatan Magnesium Oksida (MgO) sebagai bahan aditif expanding agent dengan variasi penambahan komposisi, temperatur, dan waktu pengkondisian terhadap semen kelas G (Oil Well Cement), adalah sifat kimia aditif dan sifat fisik bubur semen, terutama kuat tekan, daya ikat semen serta permeabilitas. Sasaran utama penelitian ini adalah memanfaatkan batuan dolomit lokal yang merupakan sumber daya alam yang banyak terdapat di Indonesia sebagai bahan aditif expanding agent pada semen pengeboran. Tujuannya adalah dapat memecahkan masalah penanganan penyekatan lubang sumur yang kurang bagus. Metodologi yang digunakan adalah uji laboratorium mengacu prosedur yang dipersyaratkan oleh API Spec. 10 (Specification for Materials and Testing for Well Cements) dan SNI-BSN.
Peran Laboratorium Pengendalian Mutu dalam Menjamin Kualitas Produk Pelumas Ratu Ulfiati
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.164

Abstract

Produsen pelumas harus mampu menghasilkan produk yang bermutu sesuai dengan spesifikasi, agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global. Mutu yang baik dapat dicapai oleh perusahaan antara lain dengan menerapkan sistem manajemen mutu. Sistem manajemen mutu membantu perusahaan untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Tingkat keberhasilan perusahaan tidak dilihat dari sertifikat standar sistem mutu tertentu yang dimiliki, tetapi dari tingkat kepuasan konsumen pada produk yang dibeli. Hal terpenting bahwa, kualitas produk yang baik akan meningkatkan jumlah konsumen dan pendapatan perusahaan, bukan sistem manajeman mutu yang diterapkan. Laboratorium pengendalian mutu melakukan pengujian produk mulai dari bahan baku hingga produk jadi, oleh karena itu kompetensi laboratorium pengendalian mutu pelumas harus selalu ditingkatkan.
Potensi Peran Kawasan Jawa Timur/Tengah dalam Produksi Minyak dan Gas Bumi Nasional: Sebuah Kajian Atas Kinerja, Peluang, Tantangan, dan Proyeksinya Bambang Widarsono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 3 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.3.165

Abstract

Jawa Timur dan Jawa Tengah (bagian timur) adalah salah satu dari beberapa wilayah di Indonesia dengan sejarah eksploitasi yang cukup panjang. Sejak awal dieksploitasi pada awalawal dasawarsa 1890-an kawasan ini memiliki nilai keekonomian yang cukup strategis. Setelah sekian lama nilai strategisnya tertutupi oleh kegiatan eksplorasi dan produksi di wilayah-wilayah lain di Indonesia, dekade 1980-an menandai mulai bangkitnya industri minyak dan gas bumi di Jawa Timur/Tengah dengan penemuan akumulasi gas di kawasan Pagerungan. Penemuan ini kemudian diikuti dengan penemuan-penemuan lain dalam tiga dasawarsa terakhir ini. Tulisan ini menyajikan analisis atas berbagai aspek potensi Jawa Timur/Tengah sebagai kawasan produsen minyak dan gas bumi yaitu sejarah produksi, sejarah perkembangan cadangan, distribusi cadangan, kinerja produksi individual lapangan, komposisi produksi secara keseluruhan, proyeksi produksi, dan tantangan-tantangan yang harus diatasi. Hasil kajian atas seluruh data dan informasi menunjukkan bahwa kawasan ini dapat meningkatkan kontribusinya terhadap produksi nasional dari masing-masing 5,7% dan 4% untuk minyak dan gas pada saat ini menjadi sekitar 25% pada tahun 2014 untuk minyak dan sekitar 12% pada tahun 2012 untuk gas. Untuk itu ada beberapa kendala semi-teknis dan non-teknis yang harus diatasi yang sampai saat ini belum dapat sepenuhnya diatasi. Beberapa kesimpulan yang penting termasuk masih tingginya potensi produksi kawasan, perlunya mengakselerasi kegiatan eksplorasi untuk menggantikan cadangan yang telah atau akan segera diproduksikan, dan perlu dicermatinya pengelolaan eksploitasi gas yang lebih dari separuh cadangannya adalah gas dari tipe associated dan sebagian besar berada pada lokasi-lokasi di lepas pantai.

Page 10 of 59 | Total Record : 584


Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue