cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Potensi DME sebagai Bahan Bakar Alternatif Holisoh Holisoh
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.146

Abstract

Keberhasilan program pengalihan minyak tanah ke Liquiefied Petroleum Gas (LPG )berakibat meningkatnya permintaan LPG untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selama ini, penyediaan LPG selain disuplai dari kilang Pertamina, KPS, dan impor dengan demikian akan memicu meningkatnya impor LPG. Senyawa dimetileter mempunyai karakteristik yang unik, memiliki sifat sebagai bahan bakar, dan berpotensi sebagai bahan bakar multi guna yaitu pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan LPG untuk rumah tangga. Beberapa aplikasi DME, antara lain, sebagai bahan bakar, pelarut, propelan, dan bahan baku petrokimia C1, SNG, dan fuel cell. Karakteristik DME hampir sama dengan LPG sehingga dapat digunakan sebagai substitusi LPG di mana fasilitas transportasi dan distribusinya dapat menggunakan fasilitas LPG
Sintesis Nanopartikel Adsorben Desulfurisasi Berbasis Besi Oksida dan Aplikasinya pada Peningkatan Kualitas Gas Bumi Lisna Rosmayati; Yayun Yayun A; Edi W Edi; Yusep K.Caryana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.147

Abstract

Kandungan zat pengotor dalam gas bumi yang seringkali menjadi permasalahan karena dampak negatif yang ditimbulkannya dan pengaruhnya terhadap penurunan kualitas gas bumi. Salah satu zat pengotor dalam gas bumi adalah senyawa hidrogen sulfida (H2S) yang berpotensi menyebabkan korosivitas pada sistem perpipaan dan peralatan gas bumi karena hidrogen sulfida (H2S) dengan adanya H2O akan membentuk senyawa H2SO4 atau H2SO3 yang bersifat asam. Selain itu, hidrogen sulfida (H2S) juga dapat mempercepat pembentukan hidrat gas dan meracuni aktivitas katalis dalam proses reaksi hidrokarbon. Salah satu cara untuk mengeliminasi H2S dalam gas bumi adalah teknik desulfurisasi, yaitu menggunakan adsorben berbasis besi oksida. Sifat adsoben berbasis besi oksida (Fe2O3) dengan partikel nano memiliki jumlah dan luas permukaan yang besar, sehingga dapat menurunkan kandungan H2S hingga konsentrasi tertentu dengan laju reaksi yang relatif cepat. Reaksi H2S dengan Fe2O3 akan menghasilkan senyawa besi sulfida yang dapat diregenerasi. Teknik ini dapat diaplikasikan pada gas bumi yang mengandung H2S dengan konsentrasi rendah (300 ppm). Sintesis nanopartikel adsorben berbasis besi oksida diketahui memiliki kapasitas adsorpsi yang cukup besar, sehingga dapat menurunkan kandungan H2S hingga konsentrasi tertentu dengan laju reaksi yang relatif cepat. Pembuatan nano partikel absorben Fe2O3 dilakukan dengan menggunakan metode dekomposisi thermal.
Bahan Bakar Nabati Biodiesel dan Jaminan Mutu Biodiesel Yanni Kussuryani; Chairil Anwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.148

Abstract

Konsumsi bahan bakar diesel baik di sektor otomotif maupun industri kian meningkat yang berakibat perbandingan volume antara produksi dan konsumsi dalam negeri sudah tidak seimbang. Biodiesel dapat dimanfaatkan sebagai pencampur minyak solar atau sebagai salah satu pengganti minyak solar/minyak diesel, baik untuk bahan bakar transportasi maupun industri. Spesifikasi dan standar mutu Biodiesel (B-100) telah ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dalam SNI 04-7182-2006. Karakteristik dari produk biodiesel (B-100) yang dipasarkan harus memenuhi standar mutu biodiesel, begitu pula dalam campuran minyak solar, campuran tersebut harus memenuhi standar mutu sesuai acuan pada spesifikasi minyak solar/diesel yang ditetapkan oleh pemerintah. Sertifikasi produk diperlukan untuk memberikan jaminan mutu kepada pelanggan. Sertifikasi produk menyatakan kesesuaian suatu produk yang dihasilkan secara berulang oleh suatu unit produksi terhadap standar produk atau regulasi teknis tertentu.
Keekonomian Energi Alternatif Adsorbed Natural Gas (ANG) pada Skala Kecil Dan Menengah Ika Kaifiah; YusepKc Yusep; Danang Sismartono; Dewi Widyaningrum
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.149

Abstract

Salah satu teknologi alternatif distribusi gas bumi untuk mensubstitusi minyak tanah adalah teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG). Teknologi ANG, adalah teknik penyimpanan dan distribusi gas dengan menggunakan adsorben karbon aktif (karbon monolith) pada temperatur ambien dan tekanan operasi sekitar 30 Bar yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tekanan operasi CNG sekitar 200 Bar. Namun demikian, pada penerapan teknologi ANG untuk distribusi gas bumi ini perlu dilakukan analisis keekonomian sebelum diimplementasikan secara komersial. Analisis keekonomian yang dilakukan didasarkan pada mekanisme bisnis yang berimbang, artinya pada setiap lini usaha distribusi ANG diberikan asumsi pengembalian modal yang layak dengan IRR 15% untuk badan usaha fasilitas pengisian dan agen, dan 20% untuk badan usaha subagen. Harga jual ANG pada tingkat konsumen dengan sistem distribusi langsung per tabung berturut-turut adalah untuk wilayah kajian Bali Rp 15.688,- Medan Rp 10.842,- DKI Jakarta Rp 10.359,- dan Surabaya Rp 10.301,-. Sedangkan menggunakan sistem distribusi tidak langsung maka harga jual ANG per tabung berturutturut adalah Bali Rp 17.404,- Medan Rp 11.320,- DKI Jakarta Rp 10.725,- dan Surabaya Rp 10.600,-. Perbedaan harga tersebut berdasarkan pada besarnya biaya investasi, beban distribusi dan penentuan wilayah dalam menetapkan masing-masing sistem distribusi tersebut.
Karakteristik Air Formasi pada Reservoir Minyak di Sumatra Selatan Ade Yogi; Jatmianto Jayeng Sugiantoro
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.150

Abstract

Karakteristik air formasi terutama salinitas dan resistivitas sangat erat kaitannya dengan semua tahapan kegiatan industri perminyakan, diantaranya dari sisi pemboran perlu diperhatikan karakteristik air formasi dalam kaitannya dengan penggunaan lumpur pemboran dan fluida komplesi guna meminimalisasi kerusakan formasi, begitu pula pada saat pemilihan fluida saat melakukan stimulasi sumur jika terjadi kerusakan formasi. Dari segi evaluasi formasi/interpretasi log, harga salinitas dan resistivitas sangat diperlukan dalam perhitungan saturasi air serta penentuan zona/ lapisan air. Dari sisi produksi dan proyek EOR , penentuan mobilitas air sangat dipengaruhi oleh saturasi air, viskositas air dan faktor volume formasi air. Dalam perhitungan fasilitas produksi di permukaan, juga perlu memperhatikan data komposisi air, besarnya air yang terproduksi (“watercut”) ke permukaan.
Uji Coba Teknik Baru untuk Menentukan Parameter Pancung Porositas Pada Kasus Reservoir Batugamping Bambang Widarsono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.151

Abstract

Parameter pancung porositas adalah properti yang selalu sangat dibutuhkan dalam menentukan jumlah akumulasi hidrokarbon di reservoir dan metode penentuan yang dapat dianggap diandalkan selalu dibutuhkan. Sebuah metode baru yang didasarkan pada utilisasi data injeksi air raksa atas percontoh batuan baru-baru ini telah diusulkan dan aplikasinya atas percontoh-percontoh batupasir telah berlangsung dengan cukup baik. Aplikasinya atas batugamping adalah merupakan studi yang hasilnya disajikan pada tulisan ini. Untuk studi ini lima set percontoh batugamping yang diambil dari lima lapangan minyak dan gas bumi di Indonesia digunakan. Dengan menerapkan prosedur yang diusulkan penerapan metode ini atas batugamping telah berlangsung dan berhasil sangat baik. Beberapa hasil utama yang dapat diperoleh adalah bukti bahwa metode ini tidak bergantung pada jenis litologi dari batuan reservoir karena sifatnya yang lebih didasarkan pada hubungan langsung antara flow path pori batuan dan permeabilitas yang umumnya bersifat konsisten. Prinsip dasar ini juga memperlihatkan keunggulan metode ini dibanding metode-metode konvensional yang umum digunakan. Kesimpulan penting lainnya adalah bahwa tidak berpengaruhnya kehadiran rekahan dan rongga gerowong (vugs) - biasa hadir dalam reservoir batugamping - atas harga pancung porositas yang dihasilkan sehingga meneguhkan kembali kelaikan dari metode ini bagi batugamping secara umum
Penentuan Model Reservoir Dual Porosity Pseudo Steady State Berdasarkan Analisis Hasil Uji Sumur edward tobing
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.152

Abstract

Data karakteristik reservoir minyak seperti permeabilitas batuan, faktor skin, tekanan reservoir, batas suatu reservoir dan keheterogenan pada suatu lapisan, dapat diperoleh dengan melakukan analisis hasil uji sumur dari reservoir tersebut. Salah satu uji sumur yang umum digunakan adalah uji pressure buildup (PBU), yaitu dengan menutup sumur setelah diproduksikan selama beberapa lama dengan laju alir konstan. Apabila respon tekanan terhadap waktu selama penutupan dicatat, maka dapat dilakukan analisis untuk memperoleh pola aliran yang terjadi dan juga karakteristik reservoir tersebut diatas. Dalam tulisan ini akan membahas analisis hasil uji pressure buildup dengan menerapkan metode pressure derivative pada sumur minyak W-1 di Laut Jawa. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa model reservoir yang didapat adalah dual porosity pseudo steady state dan dibatasi oleh dua bidang yang kedap. Harga ? (storativity ratio) dan ? (koefisien interporosity flow) yang didapat masing masing menunjukkan storage kapasitas matrik yang cukup besar dan permeabilitas matrik kecil, sehingga kontribusi aliran fluida minyak dari matrik ke rekahan kurang memadai. Selain parameter ? dan ? , karakteristik reservoir lain yang didapat adalah tekanan initial, wellbore storage, permeabilitas, skin faktor, flow efisiensi dan radius investigasi. Dari hasil analisis uji pressure buildup yang diperoleh cukup memadai untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan atau pengembangan lapangan tersebut.
Teknologi Produksi Green Diesel untuk Pembuatan Bahan Bakar Minyak Alternatif Yanni Kussuryani; Ali Rimbasa Siregar Ali
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.153

Abstract

Ancaman krisis bahan bakar minyak dan ketergantungan pada bahan bakar fosil masih cukuptinggi. Faktor utama penyebab kondisi tersebut adanya ketidakseimbangan antara pasokan dankebutuhan. Beberapa pilihan yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan usahausahaeksplorasi cadangan baru, peningkatan perolehan minyak, penghematan penggunaan bahanbakar serta menyiapkan energi alternatif pengganti minyak bumi.Pemerintah tengah mencanangkan program pengalihan energi dari energi berbasis bahanbakar fosil ke energi baru dan terbarukan biofuel, yang terdiri atas biodiesel, bietanol dan biooil.Metode yang saat ini lazim digunakan untuk memproduksi biofuel adalah teknologi generasi pertama berbasis minyak nabati. Untuk biofuel setara solar yakni biodiesel, diproduksi melalui reaksi transesterifikasi menggunakan bahan baku minyak nabati dan alkohol dengan bantuan katalis basa. Teknologi produksi bahan bakar minyak alternatif untuk mensubstitusi minyak solar terus berkembang seiring dengan peningkatan kebutuhannya. Teknologi produk green diesel merupakan salah satu pilihan untuk memproduksi bahan bakar alternatif setingkat solar yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan. Berbeda dengan teknologi produksi biodiesel yang dihasilkan melalui proses transesterifikasi, green diesel diperoleh dengan mengadopsi salah satu proses yang ada di kilang minyak bumi yakni hydrotreating. Dengan proses hidrogenasi menggunakan katalis hydrotreating mampu mengubah ikatan senyawa trigliserida dalam minyak nabati menjadi senyawa hidrokarbon rantai parafinik lurus yang menyerupai struktur senyawa hidrokarbon dalam minyak solar. Produk green diesel memiliki kualitas yang lebih baik dari segi angka setana (cetane number), kandungan sulfur serta densitas dari produk yang dihasilkan.Pada penelitian ini diuji beberapa jenis katalis hydrotreating yang sesuai untuk produksi green diesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis NiMo-01 dapat menghasilkan produk green diesel dengan kualitas yang memenuhi syarat untuk dipakai sebagai pengganti minyak solar (automotive diesel oil).
Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Perencanaan Jalur Pipa Tri Muji Susantoro; Suliantara Suliantara
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.154

Abstract

Perencanaan jalur pipa membutuhkan informasi kondisi permukaan bumi yang terbaru. Informasi tersebut secara efektif dan efisien dapat diperoleh dari data penginderaan jauh, Peta I topografi dan survei lapangan. Data penginderaan jauh mampu dan telah terbukti bisa merekam informasi tersebut. Pada perencanaan jalur pipa secara umum digunakan analisis jarak terdekat. Kemudian dilanjutkan dengan menganalisis hambatan pada jalur tersebut sehingga dapat ditentukan alternatif jalurnya. Selain itu diperlukan data keberadaan fasilitas umum, fasilitas khusus, fasilitas sosial, situs/arkeologi, informasi aksesibilitas, penggunaan lahan dan morfologi daerah rencana jalur pipa. Data-data tersebut sangat diperlukan untuk dikaji mengenai kemungkinan bisa atau tidak dilewati jalur pipa. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah analisis peraturan perundangan yang terkait dengan rencana jalur pipa. Analisis dilakukan agar perencanaan jalur pipa tersebut comply dengan regulasi yang ada.
Efek Kandungan Aromatik dalam Minyak Solar terhadap Kinerjanya pada Mesin Diesel Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.155

Abstract

Spesifikasi Minyak Solar 48 Indonesia menurut SK Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tidak menetapkan kandungan aromatik (total aromatik dan poliaromatik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh kandungan aromatik dalam minyak solar terhadap kinerja mesin dan emisi gas buang dengan cara menganalisis sifat fisika kimia dan uji kinerja pada mesin diesel Isuzu 4JA1 di atas bangku uji multisilinder. Pengaruh variasi kandungan aromatik dalam minyak solar terhadap kinerja mesin diuraikan dalam makalah ini. Hasil pengujian ini bermanfaat untuk memberikan masukan pada Pemerindah dalam menentukan kebijakan spesifikasi minyak solar mendatang.

Page 9 of 59 | Total Record : 584


Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue