cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Efektivitas Katalis Padat Berpori pada Proses Hidrokonversi Nasution Nasution; E. Jasjfi E. Jasjfi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 1 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.1.176

Abstract

Efektivitas katalis padat berpori pada proseshidrokonversi dipengaruhi oleh ukuran molekulumpan dan ukuran butir katalis- Molekul umpan dan butir katalis, yang berukuranbesar dapat menurunkan laju difusi umpan darifase bulk ke dalam pori katalis sehinggaefektivitas katalis tersebut menjadi rendah (F <1)- Penurunan energi aktivasi reaksi dengan katalisberukuran besar menunjukkan suatu indikasiadanya pengaruh laju diffusi umpan dari fase bulkke dalam pori katalis tersebut.- Efektivitas katalis padat berpori dapat mendekati(F ï‚» 1), jika kecepatan difusi umpan dari fasebulk ke dalam pori katalis lebih besar daripadakecepatan reaksi umpan pada inti-inti aktif katalis.
Proses Alkilasi dan Peranannya dalam Pembuatan Bahan Bakar Bensin Ramah Lingkungan Nasution Nasution; E. Jasjfi E. Jasjfi; Morina Morina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 1 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.1.178

Abstract

Dalam rangka peningkatan program langit birumaka persyaratan bahan-bahan bensin diperketatsehingga diperlukan pembuatan komponen bensinberangka oktana tinggi (HOMC) dengan bantuanproses-proses katalitik.Alkilat berangka oktana tinggi dengan distribusiangka oktana homogen dan sensivitas rendah danbebas dari olefin dan aromatik sehingga perananalkilat tersebut cukup besar dalam pembuatan bensinbersyaratkan spesifikasi angka oktana motor (MON)di Eropa dan knock performance ( RON + MON)/2 di Amerika Serikat.Proses alkilasi adalah salah satu proses katalitikdalam pembuatan komponen bensin alkilat terbesarketiga setelah komponen catalytic cracker gasolinedan reformat. Peranan alkilat menjadi lebihpenting lagi dengan adanya pembatasan kadar olefindan aromatik di dalam bensin ramah lingkungan.Katalis alkilasi padat sedang dikembangkan untukmengurangi kerusakan lingkungan atas pembuangankatalis asam bekas.Unit pengolahan PERTAMINA mempunyaipotensi cukup besar unit proses konversi yangmemungkinkan dioperasikannya proses alkilasi, tetapibaru satu unit proses alkilasi dioperasikan pada UPIII Plaju/S. Pakning.
Penelitian Proses Dehidrasi Parsial pada Pembuatan Minyak Dasar Rolling Oil Berbahan Baku Minyak Jarak E Suhardono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 2 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.2.179

Abstract

Teknologi berdasarkan prosesdehidrasi parsial yang dikembangkandalam penelitian ini, dapatmenaikkan nilai indeks viskositasminyak jarak. Kondisi operasi optimumpada proses ini tercapai padasuhu sekitar 210°C dan lamapemanasan 3 jam. Sedangkankomposisi katalis terbaik adalahcampuran bahan yang mengandung atapulgit 2% dan natrium bisulfat 0,5%. Pada kondisioptimum ini, nilai indeks viskositas minyak jarak dapatdinaikkan dari 85 menjadi sekitar 122-125. Dengannaiknya nilai indeks viskositas menjadi sekitar 125,minyak jarak ini bisa memenuhi kriteria sifat-sifat yangdiperlukan sebagai bahan dasar rolling oil. Dengandemikian minyak jarak yang telah diproses secaradehidrasi parsial, dapat dipakai sebagai minyak dasarrolling oil, terutama dalam penggunaannya secaralangsung (straight rolling oil).
Pengaruh Perubahan Gravitasi Spesifik Bensin Premium terhadap Sifat-Sifat Fisika Kimianya Pallawagau La Puppung
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 2 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.2.180

Abstract

Perubahan gravitasi spesifik mempunyai korelasiyang kuat terhadap perubahan angka oktana,distilasi dan RVP, terutama pada pencampuranbensin Premium dengan minyak tanah. Sedangkanperubahan gravitasi spesifik pada penguapan,pengaruhnya lebih rendah dibandingkan denganpencampuran bensin dengan minyak tanah.Pengaruhnya lebih menonjol pada perubahanangka oktana dan RVP, karena fraksi ringanmempunyai angka oktana dan RVP yang tinggi.2. Dengan hasil-hasil ini, maka pengujian gravitasispesifik dapat digunakan untuk menilai bensin Premium pada saat pemeriksaan di Depot atau SPBU.3. Selanjutnya untuk batasan perubahan gravitasispesifik yang masih dapat diterima adalah sebagaiberikut:a. Percontoh bensin Premium Kilang K1, angkaoktana 88.0 RON, gravitasi spesifik 0.7237dicampur dengan minyak tanah yang mempunyaigravitasi spesifik 0.8153, dengan konsentrasiminyak tanah lebih dari 2.9%, memberikanperubahan gravitasi spesifik sebesar 0.0021, danakan menyebabkan RON serta distilasi melampauibatas-batas spesifikasi bensin Premium.b. Percontoh bensin Premium Kilang K2 , denganangka oktana 88.0 RON, gravitasi spesifik 0.7499dicampur dengan minyak tanah yang mempunyaigravitasi spesifik 0.8166, dengan konsentrasiminyak tanah lebih dari 4.7% memberikanperubahan gravitasi spesifik sebesar 0.0027, danakan menyebabkan RON dan distilasi melampauibatas-batas spesifikasi bensin Premium.c. Percontoh bensin Premium TT Kilang K3 , denganangka oktana 89.0 RON, dan gravitasi spesifik0.7373, dicampur dengan minyak tanah yangmempunyai gravitasi spesifik 0.8186, dengankonsentrasi minyak tanah lebih dari 2.7%memberikan perubahan gravitasi spesifik sebesar0.0030, dan akan menyebabkan RON serta distilasimelampaui batas-batas spesifikasi bensin PremiumTT.
Air Balas (Ballast Water): Sumber Pencemar Ubur-ubur di Dalam Air Pendingin (Cooling Water) pada Industri Pengolahan Migas R Desrina; MS Wibisono; M Mulyono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 2 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.2.181

Abstract

C
Kajian Beberapa Merek Minyak Lumas Mesin Bensin Tingkat Mutu Unjuk Kerja API SL yang Dijual di Pasaran Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 2 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.2.182

Abstract

D
Periode Penggantian Minyak Lumas Mesin Diesel Kendaraan Tingkat Mutu API CH-4 Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 2 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.2.183

Abstract

Dari pembahasan dan evaluasi karaktersitik fisikakimia minyak lumas mesin diesel bekas dengan SAE15W40, API CH-4, jumlah penambahan minyak lumasbaru, seperti diuraikan diatas dapat disimpulkan halhalsebagai berikut :- Minyak lumas bekas P-10,P-20, P-30 dan P-40dengan level viskositas multigrade SAE 15W40dan tingkat mutu unjuk kerja API CH-4 masihdapat digunakan sampai dengan 20.000 km- Sampai dengan jarak tempuh 18.000 km,penambahan minyak lumas baru sebanyak kuranglebih 300 ml.
Proses Isomerisasi Katalitik dan Peranannya dalam Pembuatan Bensin Ramah Lingkungan A.S Nasution; Dessy Yoerdiartiny
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 2 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.2.184

Abstract

D
Etil Ester sebagai Biodiesel Masa Datang E Suhardono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.185

Abstract

Minyak bumi telah beberapa dasa warsa menjadisumber energi prima di Indonesia. Namun kebutuhanakan bahan bakar minyak yang selalu meningkat ini,tidak diimbangi dengan naiknya produksi minyakdomestik, bahkan pada beberapa tahun terakhircenderung turun dengan drastis[1]. Pada tahun 2002produksi minyak mentah maupun kondensat Indonesiamasih berkisar 1,32 juta barel sampai 1,22 jutabarel per hari [2]. Pada tahun 2004 menurun menjadisekitar 1,13 juta barel per hari dan sampai September2005, Indonesia hanya memproduksi sekitar 1,04juta barel hingga 1,07 juta barel perhari.Kecenderungan penurunan produksi ini terjadi antaralain karena sumur-sumur minyak di Indonesia 85%sudah cukup tua[3]. Selain itu juga cadangan minyakbumi di Indonesia sudah semakin terbatas. Olehkarena itu ketergantungan akan bahan bakar fosil padajangka panjang tidak dapat dipertahankan lagi,sehingga perlu ditingkatkan pemanfaatan energi barudan terbarukan. Dalam Kebijakan Energi Nasional2003-2020, pemerintah menargetkan penggunaanenergi baru dan energi terbarukan sampai sebesar5% dari total pemakaian energi. Biofuel sendirimendapat porsi lebih dari 1,3% . Bahkan diperkirakanpada tahun 2009 mendatang, 2% dari konsumsi bahanbakar nasional akan dipenuhi oleh biofuel
Korelasi Antarlaboratorium Fisika Kimia Pabrik Pelumas di Indonesia Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.186

Abstract

Pabrik pelumas atau Lube Oil Blending Plan(LOBP) dan pabrik pengolahan pelumas bekas tentu harus dilengkapi dengan alat kontrol kualitas bahanbaku maupun produknya yaitu laboratorium fisika kimia. Agar laboratorium dapat menjalankan kontrolkualitas dengan baik maka diperlukan akreditasi laboratorium. Berdasarkan pada Persyaratan UmumKompetensi Laboratorium Pengujian SNI 19-17025- 2000 (ISO-17025), laboratorium yang telah terakreditasi harus melakukan jaminan mutu hasil pengujian melalui beberapa cara, diantaranya uji banding antarlaboratorium atau disebut uji korelasi, yang harus dilakukan minimal setiap tahun atau dua tahun sekali. Atas dasar usulan yang disampaikan oleh PPPTMGB ”LEMIGAS“ telah disepakati oleh tidak kurang dari 17 laboratorium pelumas untuk mengadakan program korelasi antarlaboratorium pelumas yang akan dilaksanakan setiap tahun dan ditindaklanjuti dengan Temu Karya dan PPPTMGB ”LEMIGAS“ ditunjuk sebagai koordinator. Kesepakatan ini telah direalisasikan mulai tahun 2003 dan dilanjutkan tahun 2004. Pada tahun 2004 ini dilaksanakan Program Korelasi Antarlaboratorium Pelumas Tahap II, yang diikuti oleh 17 Laboratorium peserta. Selain berdasarkan kompetensi tersebut di atas program korelasi ini dimaksudkan untuk memacu setiap laboratorium peserta untuk selalu meningkatkan ketelitian dalam pengujian, sehingga dapat dicapai repeatability dan reproducibility yang baik. Dengan peralatan dan operator yang teliti dan andal, membantu pemerintah dalam melindungi konsumen dan membentu pabrik pelumas tersebut dalam pengawasan mutu pelumas atau kontrol kualitas produk sebelum dan sesudah pelumas tersebut beredar di pasar. 

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue