cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Perkembangan Spesifikasi Bensin Indonesia dan Spesifikasi WWFC serta Pengaruhnya Bagi Industri Migas Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.187

Abstract

Energi bahan bakar fosil terutama minyak bumiuntuk kebutuhan sektor transportasi dan bahanpetrokimia belum mampu tergantikan oleh sumberenergi lainnya, sehingga diperlukan usaha konservasi.Spesifikasi bahan bakar minyak jenis bensin yangdipasarkan dalam negeri menurut surat KeputusanDirektur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No. 3674K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 adalah salahsatu bahan bakar minyak konservasi energi denganpenambahan ether atau etanol ke dalam bahan bakarbensin.Spesifikasi bensin Indonesia harus dikaji ulangsecara berkala untuk disesuaikan denganperkembangan teknologi mesin, lingkungan hidup,konservasi energi dan beberapa karakteristik danmetode uji harus disesuaikan pula dengan spesifikasibensin internasional EURO dan dari organisasipembuat bensin dan mesin otomotif yang dikenaldengan World Wide Fuel Charter (WWFC). WWFCmemberikan arah global harmonisasi bensin di seluruhdunia.
Identifikasi dan Karakterisasi Katalis TA-4 Bekas secara Kimia-Fisika dan Biologi Beserta Pemanfaatannya sebagai Limbah Non B3 Edi Gunawan; M. Udiharto M. Udiharto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.188

Abstract

Kinerja suatu katalis mempunyai keterbatasan.Selama pemanfaatan berlangsung, secara bertahapakan terjadi penurunan kemampuan kerja katalis.Katalis akan diganti dengan yang baru bila kinerjakatalis tidak efektif lagi. Katalis bekas tidak dapatdiaktifkan kembali, selanjutnya bahan tersebutberubah fungsi menjadi limbah. Limbah yang berasaldari katalis TA-4 bekas berupa butiran-butiran kecilyang keras dan berwarna hitam. Selama kegiatankilang berlangsung, secara periodik limbah katalisakan selalu dihasilkan. Dari kegiatan suatu kilang diPertamina, produksi limbah yang berasal dari katalisTA-4 dapat mencapai 12 ton per tahun.Sebagai limbah hasil kegiatan suatu industri migas,katalis TA-4 bekas tidak boleh langsung dibuang ataudimanfaatkan. Penanganan limbah tersebut, harusmengikuti ketentuan seperti yang tertuang dalamPeraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 85Tahun 1999 (PPRI 85/1999). Penanganan diawalidengan identifikasi limbah, yaitu untuk mengetahuiapakah limbah eks katalis TA-4 terdaftar dalamkategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)atau tidak. Kemudian kajian dilanjutkan ke arahkarakteristik limbah. Dalam hal ini pengujian limbahsecara kimia-fisika diikuti dengan uji biologi. Apabilahasil analisis tidak memenuhi kriteria sebagai limbahB3, maka terhadap limbah katalis tersebut dapatdilakukan penanganan lebih lanjut. Limbah dapatdibuang di suatu lokasi yang terkontrol atau dapat puladimanfaatkan menjadi produk lain.Dalam kegiatan ini, limbah katalis yang telahmemenuhi kriteria untuk dibuang diusahakan untuktidak langsung dibuang tetapi dikaji pemanfaatannya.Selama masih dapat dimanfaatkan, limbah tersebutperlu dimanfaatkan menjadi produk yang berdayaguna. Sehubungan dengan pendayagunaan limbahbekas katalis TA-4, dicoba mengkaji pemanfaatanlimbah tersebut sebagai bahan campuran pembuatanpaving block.
Kontribusi Pembangkitan Energi Listrik terhadap Efek Rumah Kaca Nuraini Nuaraini; Erwansyah Lubis
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 1 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.1.189

Abstract

Kegiatan pembangunan telah berhasil meningkatkan kesejahteraan manusia, namun juga menyebabkan terjadinya kecenderungan perubahan planet yang radikal, akibat terjadinya efek rumah kaca (ERK), penipisan lapisan ozon dan hujan asam, yang keseluruhannya dapat mengancam kelestarian kehidupan spesies-spesies, termasuk umat manusia di dalamnya. Pembangkitan energi listrik dan transportasi merupakan kontribusi utama emisi gas rumah kaca (GRK), mencapai 1/3 emisi global. Sesuai kesepakatan Protokol Kyoto pada tahun 1997, tiap negara secara sendiri-sendiri atau bersama-sama sepakat mereduksi konsentrasi GRK sebesar 5,2 % di bawah tingkat emisi tahun 1990. Pengurangan emisi GRK dapat dilakukan melalui implementasi teknologi pembangkitan yang mengandung karbon rendah, seperti pemanfaatan gas alam, tenaga air, tenaga surya, tenaga angin dan tenaga nuklir. Keragaman pembangkitan energi yang arif disesuaikan dengan kapasitas lingkungan hidup merupakan faktor kunci untuk kesinambungan suplai listrik dan melestarikan pembangunan berkelanjutan. Hasil studi IAEA menunjukkan bahwa bahan bakar fosil mempunyai faktor emisi GRK tertinggi. Batu-bara mempunyai faktor emisi 2 kali lebih tinggi dari gas alam. Faktor emisi tenaga angin dan biomas berada di antara tenaga surya dan tenaga nuklir. Dalam seluruh daur pembangkitan listrik, tenaga nuklir mengemisikan 25 g CO2 per kWh dibandingkan bahan bakar fosil yang mengemisikan 250 – 1250 g CO2 per kWh.
Pengaruh Light Cycle Oil sebagai Komponen Minyak Solar Kilang Cilacap terhadap Kinerja Mesin Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 1 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.1.190

Abstract

Telah dilakukan pengujian kinerja mesin di bangku uji multisilinder Isuzu C-223 menggunakan empat jenis minyak solar yaitu minyak solar murni (FR) dan minyak solar modifikasi yang dicampur LCO. Ternyata LCO sebagai komponen minyak solar eks Cilacap dapat menurunkan kinerja mesin, yaitu penambahan 2,5% volume menurunkan daya motor sebesar 3,3% dan meningkatkan konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 2,6%. Penambahan 5% volume menurunkan daya motor sebesar 5,2% dan meningkatkan konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 5%. Penambahn 7,5% volume menurunkan daya mesin sekitar 7,5% dan meningkatkan konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 9,2%. Kinerja mesin berbahan bakar solar yang dicampur LCO dan bahan bakar solar murni pada konsentrasi sampai 5% dapat diasumsikan sama.
Palinomorf Eosen dari Selat Makasar Eko Budi Lelono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 2 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.2.191

Abstract

Analisis palinologi yang dilakukan terhadap percontoh serbuk bor yang diambil dari Sumur O interval kedalaman 8100’-11850’ yang ditajak di Selat Makasar memperlihatkan keragaman dan kelimpahan palinomorf rendah (bagian bawah interval) sampai sedang (bagian atas inter- val). Palinomorf yang ditemukan mencirikan umur Eosen seperti Proxapertites operculatus, Proxapertites cursus, Palmaepollenites kutchensis, Diporoconia iszkaszestgyorgyi dan Cicatricosisporites eocenicus. Dibandingkan dengan Formasi Nanggulan di Yogyakarta, kelimpahan dan keragaman palinomorf Sumur O relatif rendah. Palinomorf yang dijumpai melimpah pada Formasi Nanggulan seperti aff. Beaupreadites matsuokae, Palmaepollenites kutchensis dan Dicolpopollis malesianus memperlihatkan kelimpahan rendah di Sumur O. Hal ini dapat terjadi karena percontoh sedimen di Sumur O interval 8100’-11850’ berada pada level stratigrafi lebih muda dari pada Formasi Nanggulan yang berumur Eosen Tengah. Diperkirakan percontoh sedimen yang diteliti berumur Eosen Akhir. Interpretasi ini didukung oleh kemunculan polen Proxapertites operculatus (fine reticulate) yang juga muncul pada Formasi Bayah umur Eosen Akhir di Jawa Barat. Selain itu, kelimpahan sedang polen Restioniidites punctulosus mengindikasikan terbentuknya iklim kering yang menandai umur Eosen Akhir seperti terjadi di Jawa, Eropa Barat dan Amerika Utara.
Kajian Kecepatan Penjalaran Gelombang Seismik Suprajitno Munadi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 2 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.2.192

Abstract

Kecepatan penjalaran gelombang seismik memegang peranan penting dalam eksplorasi maupun produksi sumber daya migas. Kecepatan penjalaran adalah hasil interaksi antara energi gelombang dan medium yang dilaluinya. Dengan demikian segala apa yang terkandung di dalam perlapisan batuan di bawah permukaan pasti terwakili di dalam kecepatan penjalaran gelombang. Persoalannya adalah bagaimana menerjemahkan manifestasi pengaruh materi di dalam besaran kecepatan tersebut menjadi materi aslinya. Hal ini akan merupakan topik penelitian yang menantang yang tidak mudah diselesaikan.
Pengaruh Unsur Serium (Ce) pada Aktivitas Katalis Perengkah Berbasis Zeolit Dr. Oberlin Sidjabat
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 2 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.2.193

Abstract

Mengingat sifat minyak bumi semakin berat maka perlu suatu proses dengan menggunakan katalis untuk mengkonversi fraksi berat minyak bumi menjadi bahan bakar minyak. Salah satu proses katalitik yang digunakan adalah perengkahan katalitik (catalytic cracking) dengan menggunakan katalis berbasis alumina-silika serta zeolit. Namun katalis tersebut masih memerlukan pengembangan mengingat aktivitas katalis sangat rendah dan juga unjukkerjanya perlu ditingkatkan karena pengaruh terbentuknya karbon yang menutupi permukaan katalis. Dalam penelitian ini, unsur serium (Ce) ditambahkan pada katalis berbasis zeolit untuk mengetahui pengaruhnya terhadap aktivitas perengkahan dengan umpan gas oil. Katalis yang dipreparasi dalam penelitian ini dilakukan dengan metode impregnasi. Katalis dikarakterisasi untuk melihat sifat tesktur dan luas permukaan dan juga sifat keasamannya. Di samping itu uji aktivitas dilakukan dengan menggunakan umpan gas oil pada beberapa suhu reaksi (450, 480, dan 510oC). Penambahan unsur serium menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap luas permukaan, dan menunjukkan perubahan terhadap derajat keasamannya. Sedangkan uji aktivitas yang dilakukan pada suhu 450, 480, dan 510oC, menunjukkan bahwa dengan penambahan unsur serium dapat meningkatkan aktivitas katalis.
Garis Besar Rencana Substitusi Minyak Tanah oleh Gas Bumi Melalui Tabung Senji Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 2 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.2.194

Abstract

Pada tahun 2006, Pemerintah Indonesia mendeklarasikan Program Energi Alternatif untuk mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak di dalam negeri. Salah satu program yang direncanakan adalah substitusi minyak tanah oleh gas SENJI (CNG; Compressed Natural Gas) untuk keluarga prasejahtera. Substitusi ini akan diimplementasikan melalui distribusi gas dengan menggunakan tabung gas SENJI, sebagai salah satu paten LEMIGAS. Program ini kemudian dikembangkan sebagai Program Gas SENJI. Rencana implementasi Program Gas SENJI (pada tahun anggaran 2007) meliputi identifikasi sumber gas SENJI, pemetaan wilayah konsumen, pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) tabung dan fasilitas pengisian gas SENJI, kerangka regulasi dan konsep skema bisnis serta proyek percontohan gas SENJI untuk mengantisipasi kendala dan kesulitan yang dapat muncul pada saat implementasi. Selain itu, hasil pilot proyek percontohan diperlukan juga sebagai masukan untuk penyusunan Road Map Gas SENJI.
Naturally Occuring Radioactive Material (NORM) di Pipa Sumur Produksi Minyak dan Gas Nuraini Nuaraini; Erwansyah L
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 3 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.3.195

Abstract

Sumur produksi yang mengandung minyak, gas dan air formasi juga mengandung radionuklida yang disebut Naturally Occuring Radioactive Material (NORM) dari deret uranium dan deret thorium. Radionuklida anak-luruh dari deret ini akan terikut dalam proses dan terdeposisi bersama lumpur dan kerak di dalam peralatan maupun di pipa sumur produksi. Penumpukan radionuklida ini, mempunyai potensi memancarkan dosis radiasi dan penerimaan terhadap personel yang melakukan operasi perbaikan sumur, pembersihan kerak, dekontaminasi dan pengelolaan limbah NORM. Dalam hal ini perlu dilakukan adanya pengkajian keselamatan radiasi terhadap pekerja juga penerapan proteksi radiasi dalam pengelolaan limbah NORM tersebut.
Spesifikasi dan Standar Spesifikasi Minyak Lumas Motor Bensin untuk Kendaraan Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.196

Abstract

E

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue