cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Analisis Kebijakan Amdal dalam Mencegah Kerusakan Lingkungan pada Kegiatan Usaha Migas Yusni Yetti
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 3 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.3.197

Abstract

AMDAL sebagai suatu kajian mengenai dampak besar dan penting pada suatu kegiatan usaha yang direncanakan pada lingkungan hidup, diharapkan lebih efektif dan efisien karena merupakan satu-satunya dokumen lingkungan yang berkekuatan hukum dan merupakan dokumen publik. Penelitian ini bertujuan merumuskan kebijakan AMDAL yang efektif dan efisien dalam mencegah kerusakan lingkungan pada kegiatan usaha Migas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian terdiri atas: descriptive analysis, principal component analysis, analytical hierarchy process dan focus group discussion dan total economi valuation. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kebijakan AMDAL Migas yang efektif dan efisien dilakukan melalui peningkatan kualitas dokumen AMDAL, penguatan hukum dan kelembagaan AMDAL, dan penyempurnaan prosedur penyusunan AMDAL. Strategi implementasi dalam rangka peningkatan kualitas dokumen AMDAL dilakukan melalui peningkatan kualitas penyusun AMDAL dan penekanan pada substansi dokumen AMDAL. Strategi implementasi untuk penguatan hukum dan kelembagaan AMDAL Migas dilakukan melalui penguatan lembaga komisi dan tim teknis, persentase kontribusi migas yang lebih baik, serta penyempurnaan mekanisme keterlibatan masyarakat. Strategi implementasi untuk penyempurnaan prosedur penyusunan dilakukan dengan efisiensi waktu penyusunan dan pembentukan lembaga independen.
Proses Polimerisasi Olefin dan Peranannya dalam Pembuatan Bensin Ramah Lingkungan A.S Nasution; Morina Morina; Oberlin Sidjabat
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 40 No 3 (2006)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.40.3.198

Abstract

F
Pengaruh Unsur Lanthanum (La) pada Katalis Fe-Zeolit dalam Pengolahan Limbah Cair yang Mengandung Fenol Dr. Oberlin Sidjabat
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 3 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.3.199

Abstract

Perkembangan teknologi dan pertumbuhan proses industri, seperti industri migas, selain menghasilkan produk utama yang bermanfaat bagi masyarakat juga menghasilkan produk samping seperti limbah cair yang mengandung fenol. Limbah yang mengandung fenol sangat banyak dihasilkan pada industri migas sebagai limbah yang sangat berbahaya. Senyawa fenol bersifat karsinogenik atau toksis yang dapat merusak kesehatan meskipun dalam konsentrasi rendah. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan maka limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu, sebelum dibuang ke lingkungan, sampai memenuhi persyaratan baku mutu yang diperbolehkan. Salah satu cara mereduksi limbah yang mengandung fenol adalah dengan mendegradasi fenol dengan bahan oksidator dan bantuan katalis. Percobaan degradasi senyawa fenol dilakukan dengan menggunakan proses katalitik yaitu dengan menggunakan katalis berbasis zeolit dengan logam aktif besi (Fe) dan hidrogen peroksida (H2O2) sebagai bahan pengoksidasi. Katalis dipreparasi dengan metode impregnasi dan dikarakterisasi. Umpan yang digunakan mengandung fenol dengan konsentrasi 8 ppm. Pengaruh penambahan unsur lanthanum (La) pada katalis tersebut juga diteliti dalam degradasi senyawa fenol menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Hasil percobaan menunjukkan bahwa aktivitas katalis dapat mengkonversi umpan yang hanya mengandung fenol rata-rata sampai 98%. Pengaruh penambahan unsur lanthanum (La) menunjukkan sedikit peningkatan konversi dibandingkan dengan katalis tanpa lanthanum. Sedangkan umpan yang mengandung campuran fenol dan hidrokarbon menunjukkan konversi lebih rendah dari pada umpan yang hanya mengandung fenol.
Perbandingan Alternatif Distribusi Bahan Bakar Gas untuk Substitusi Minyak Tanah Sektor Rumah Tangga Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.1.200

Abstract

Dalam rangka menunjang program pemerintah untuk mengurangi subsidi dengan substitusi minyak tanah sektor rumah tangga oleh gas bumi dilakukan kajian perbandingan alternatif distribusi gas bumi yang layak untuk diterapkan. Kajian dilakukan melalui survei literatur dan penelusuran informasi perkembangan penelitian di bidang moda penyimpanan dan distribusi gas bumi skala kecil meliputi penyimpanan dan distribusi hidrat gas, adsorben gas bumi dan tabung gas SENJI serta LPG 3 kg. Setelah dibandingkan berdasarkan parameter teknis operasional dan keekonomian, alternatif penyimpanan dan distribusi melalui tabung LPG 3 kg dan tabung gas SENJI memiliki keunggulan dibandingkan hidrat gas dan adsorben gas bumi di antaranya tekanan operasi yang lebih rendah, temperatur operasi yang sesuai dengan temperatur ambient daerah tropis, efisiensi pemanfaatan gas 100% pada tekanan atmosferik, bahan material tabung yang relatif lebih mudah serta kemudahan dalam pengembangan standar peralatan. Walaupun demikian, kapasitas penyimpanan dalam tabung gas SENJI relatif kecil dibanding kapasitas penyimpanan hidrat gas dan adsorben gas bumi. Selain itu, berdasarkan rekomendasi standar US Department of Transportation, sebelum tabung gas SENJI diproduksi secara massal untuk digunakan secara luas oleh masyarakat perlu dilakukan analisis confinement test yaitu pengamatan dan pengujian unjuk kerja tabung gas SENJI di dalam ruangan tertutup yang terbakar.
Pengembangan Teknologi Bersih dan Kimia Hijau dalam Meminimalisasi Limbah Industri Dr. Oberlin Sidjabat
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.1.201

Abstract

Teknologi atau proses yang digunakan industri-industri untuk memproduksi produk-produk yang kita butuhkan sangat mempengaruhi kualitas hidup kita terutama terhadap lingkungan dan kesehatan. Pada umumnya industri-industri masih banyak menghasilkan limbah yang merusak lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan solusi untuk meminimalisasi limbah industri atau kerusakan lingkungan dengan mengembangkan teknologi bersih (clean technology) berdasarkan konsep kimia hijau (green chemistry). Pengembangan teknologi atau proses untuk meminimilisasi limbah perlu pertimbangan beberapa aspek yaitu Faktor Lingkungan (Environmental Factor), Utilisasi Atom, dan Peran Katalisis (Proses Katalitik). Aspek yang paling penting dan juga mempunyai pengaruh untuk meminimalisasi limbah industri-industri adalah proses katalitik.
Pengaruh Faktor Fundamental dan Non Fundamental Prof. Dr. Maezar Rahman
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 3 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.3.203

Abstract

Stabilitas pasokan dan harga minyak sangat diperlukan dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu harga yang mampu prediksi sangat didambakan banyak pihak, baik pemerintah, badan usaha maupun investor agar semua kegiatan dapat direalisasikan sesuai rencana. Namun dalam kenyataannya harga minyak tidak mampu diprediksi dan sering bergerak ke arah yang tidak diduga. Dalam tulisan ini akan ditinjau faktor-faktor yang mempengaruhi harga minyak baik funda- mental (permintaan, pasokan, stok minyak, kapasitas produksi cadangan dunia, kemampuan kilang dunia) maupun non fundamental (geopolitik, kebijakan pemerintah, cuaca, bencana alam, pemogokan, kerusakan instalasi rantai produksi, pelemahan nilai dollar, spekulasi) serta kebijakan pasokan OPEC. Juga ditinjau perkiraan ke depan situasi pasar dan harga minyak dunia sesudah krisis keuangan dan ekonomi dunia tahun 2008.
Garis Besar Rencana Penelitian dan Pengembangan Adsorben untuk Distribusi dan Penyimpanan Bahan Bakar Gas Skala Rendah Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 3 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.3.204

Abstract

Pengurangan subsidi melalui substitusi minyak tanah sektor rumah tangga oleh Bahan Bakar Gas (BBG) terkendala oleh keterbatasan jaringan pipa distribusi gas. Badan usaha distribusi gas bumi yang berorientasi profit center kurang berminat mengembangkan jaringan pipa gas ke konsumen rumah tangga yang tersebar dan memiliki tingkat konsumsi BBG yang sangat rendah karena alasan keekonomian. Oleh karena itu, PPPTMGB ”LEMIGAS” selalu melakukan penelitian dan pengembangan teknologi alternatif distribusi dan penyimpanan BBG tekanan dan skala rendah guna menanggulangi keterbatasan jaringan pipa distribusi gas untuk mensubstitusi minyak tanah sektor rumah tangga oleh BBG. Salah satu teknologi alternatif distribusi dan penyimpanan BBG tekanan dan skala rendah yang dipertimbangkan PPPTMGB ”LEMIGAS” untuk dikembangkan adalah teknologi adsorben BBG, yang menggunakan bahan baku karbon aktif dari naturally fiber (fiber alami) beserta zat perekat yang dikompres pada tekanan dan temperatur tertentu. Teknologi adsorben BBG ini dipertimbangkan untuk dikembangkan karena bahan baku adsorben dan zat perekat organik tersedia dengan melimpah di Indonesia. Selain itu, proses sintesa adsorben BBG menggunakan teknologi yang relatif sederhana sehingga akan dapat menggunakan kemampuan nasional secara maksimal. Penelitian dan pengembangan teknologi adsorben BBG yang dilaksanakan di PPPTMGB ”LEMIGAS” berfokus pada pembentukan adsorben BBG kinerja tinggi melalui parameter kinerja adsorben yaitu kapasitas adsorsi dan desorpsi BBG yang tinggi, kinetika adsorpsi yang baik, sifat mekanik yang unggul, stabilitas dan durabillitas tinggi, ketersediaaan bahan baku serta sintesa yang efektif dan efisien.
Pemanfaatan Phytoremediasi untuk Reduksi Beberapa Komponen Logam yang Terkandung dalam Air Limbah Suatu Mud Pit pada Skala Laboratorium M Udiharto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.205

Abstract

Suatu penelitian phytoremediasi berskala laboratorium, telah dilakukan untuk mereduksi kandungan logam dalam air limbah dari suatu mud pit. Dalam penelitian ini tanaman air dari spesies Azolla microphylla dan Salvina molesta digunakan sebagai absorbernya. Kedua tanaman tersebut dapat menurunkan kandungan logam dengan cukup baik. Selama 12 hari proses phytoremediasi, tanaman air ini dapat mengabsorp kandungan logam tertinggi sebagai berikut Fe, Pb, Cr, Cu, Cd, Co, Ni, Mn, dan Zn sebesar 85,78%, 79.49%, 78.43%, 66.67%, 53.66%, 44,94%, 36.99%,20.45%, 17.76%.
Pemanfaatan Minyak Biji Jarak Laut Sebagai Bahan Bakar Alternative Minyak Tanah (Biokerosine) Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.207

Abstract

Kebutuhan energi nasional untuk minyak tanah atau kerosine pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 10 juta KL. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipenuhi dari bahan bakar nabati (biofuel) sebanyak 1 juta KL. Salah satu tanaman yang mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan bakar nabati adalah tanaman Jarak Laut (Hura crepitan). Tanaman tersebut umumnya digunakan sebagai tanaman pelindung dan wilayah pertumbuhannya terdistribusi secara luas di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan minyak nabati murni atau Pure Plant Oil (PPO) yang berasal dari tanaman Jarak Laut untuk bahan baku pembuatan bahan bakar alternatif minyak tanah (Biokerosine). Biokerosine dibuat dari blending minyak nabati murni dengan minyak tanah pada volume pencampuran 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Pengujian karakteristik fisiko-kimia utama bahan bakar biokerosine meliputi pengujian densitas, titik nyala, titik asap, nilai kalori, kandungan sulfur, dan korosi bilah tembaga. Dari pengujian tersebut diperoleh hasil bahwa penambahan minyak nabati murni sampai 25% masih memenuhi spesifikasi bahan bakar minyak tanah yang ditetapkan oleh pemerintah.
Efek Polietilena Glikol Cair Terhadap Selektivitas Membran Selulosa Asetat untuk Pemisahan CH4 dan CO2 pada Tekanan Rendah Dr. Adiwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 3 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.3.208

Abstract

Proses pemisahan CO-2 dari gas bumi menggunakan teknologi membran merupakan alternatif pemisahan yang mejanjikan karena bersifat kompak dan fleksibel serta bersih lingkungan dan membutuhkan lebih sedikit energi dibandingkan teknologi absorbsi cairan. Proses membran membutuhkan tekanan sebagai gaya penggerak (driving force) yang seringkali telah dimiliki oleh sumber-sumber gas bumi bertekanan tinggi. Proses ini kurang efektif untuk umpan gas bertekanan rendah. Penambahan suatu media yang bersifat dapat melarutkan CO2 pada membran diperkirakan dapat meningkatkan unjuk kerja membran. Pada penelitian ini dilihat pengaruh Polietilena Glikol (PEG) cair terhadap selektivitas membran selulosa asetat untuk pemisahan CH4 dan CO2 dengan gas umpan bertekanan rendah berkisar 10-100 psi. Pengaruh PEG dilihat melalui beberapa variasi pada tahap preparasi membran, yaitu variasi komposisi, media penyimpanan, waktu evaporasi, konsentrasi PEG dan berat molekul PEG. Pembuatan membran menggunakan teknik inversi fase dengan presipitasi pencelupan. Permeabilitas membran diuji dengan sel permeasi. Pengujian permeabilitas ini dilakukan pada kondisi ideal, yaitu menggunakan umpan gas CH4 dan CO2 murni. Struktur membran dianalisis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PEG pada membran selulosa asetat menghasilkan selektivitas yang tinggi mencapai 71. Berdasarkan hasil SEM, membran dengan PEG memiliki struktur yang lebih padat (dense) dan lebih baik dalam menahan permeasi gas CH4. Membran dengan PEG yang dihasilkan harus disimpan di dalam air untuk menjaga agar struktur porinya tidak berubah. Membran ini menghasilkan selektivitas yang lebih baik bila dievaporasi selama 60 detik. Selektivitas tertinggi ditunjukkan oleh membran dengan berat molekul PEG 400, dengan konsentrasi PEG 10% dan tekanan gas umpan 10 psig.

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue