cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Pengujian Pipa Polietilen (PE) untuk Pemenuhan Standar pada Distribusi Gas Bumi Sektor Rumah Tangga Lusyana Lusyana; Fadjar Hidayat
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 3 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.3.571

Abstract

Konsumsi LPG yang merupakan sumber energi utama pada sektor rumah tangga terus meningkat. Peningkatan tersebut tentunya berakibat pada bertambahnya anggaran subsidi mengingat suplai LPG kebanyakan dari impor. Gas bumi sebagai energi alternatif pengganti LPG terus digalakkan melalui pembangunan jaringan pipa distribusi. Pada umumnya jenis pipa yang digunakan untuk jaringan pipa distribusi adalah pipa yang berbahan polietilen (PE). Hal ini disebabkan pipa PE tidak mengalami korosi sehingga penanganannya lebih mudah dan umur pemakaian (lifetime) yang lebih panjang. Akan tetapi, pengaplikasian pipa PE pada jaringan distribusi harus mengikuti standar yang ketat guna menjamin tingkat keamanannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian kualitas pipa PE yang diproduksi oleh salah satu pabrikan di Indonesia dan membandingkannya dengan persyaratan lolos uji yang telah ditetapkan di dalam SNI ISO 4437:2015. Karakteristik pipa yang diuji adalah densitas, melt flow rate (MFR), heat reversion, hidrostatik, oxidation induction time (OIT) dan uji tarik. Pipa yang telah diuji memperlihatkan hasil: densitas pipa lebih dari 930 kg/m3 (kelompok MDPE), MFR pipa tidak banyak berbeda dengan bahan baku, tidak terjadi penyusutan yang signifikan ketika dilakukan pemanasan, tidak terjadi kebocoran maupun pecah setelah diuji hidrostatik, memiliki ketahanan termal yang baik, dan memiliki pemuluran lebih dari 350%.
Karakteristik dan Potensi Batuan Sumber Hidrokarbon dari Conto Permukaan di Daerah Pemalang, Jawa Tengah Praptisih Praptisih; Yoga Andriana Sendjaja; Vijaya Isnaniawardani; Anggoro Tri Mursito
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 55 No 1 (2021)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.55.1.572

Abstract

Penelitian yang dilakukan pada singkapan batulempung di daerah Pemalang, Jawa tengah bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi batuan sumber hidrokarbon. Metode yang digunakan adalah penelitian di lapangan dan laboratorium. Penelitian di lapangan meliputi pengamatan litologi dan pengambilan conto batulempung. Analisa di laboratorium terdiri dari analisa TOC dan pirolisis Rock Eval. Hasil analisa TOC terhadap terhadap 11 conto batulempung menunjukkan nilai TOC sebesar 0,59-1,86 %. Tmaks 410-502oC menunjukkan tingkat kematangan belum matang hingga paska matang. Nilai HI berkisar antara 1-115 mgHC/TOC. Potensi hidrokarbon di daerah penelitian menunjukkan kategori material organik rendah dengan kerogen yang termasuk type III. Kualitas batuan sumber berdasarkan nilai HI termasuk dalam kategori gas prone.
Analisis Fasies Sedimen Batulempung Airbenakat Sub-Cekungan Jambi, Cekungan Sumatra Selatan Berdasarkan Profil Penampang Stratigrafi di Daerah Sungai Rotan, Tanjung Barat Aviv Ramadya Akbar; Hari Wiki Utama
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 55 No 1 (2021)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.55.1.573

Abstract

Batulempung Airbenakat yang terendapkan pada kala Miosen Tengah - Miosen Akhir memiliki potensi hidrokarbon yang baik dengan sejarah eksplorasi dan produksi yang panjang. Analisis fasies sedimen dan kontribusinya terhadap sekuen stratigrafi merupakan metode pendekatan yang digunakan dalam eksplorasi yang berguna untuk membantu mengetahui distribusi fasies, interpretasi suksesi pengendapan, dan interpretasi sistem minyak dan gas bumi yang termasuk fasies batuan penutup dan batuan reservoar. Analisis fasies sedimen perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi dan lingkungan pengendapan daerah penelitian yang diperkuat dengan data pemetaan geologi, analisis profil batuan, dan pengukuran penampang stratigrafi detil pada daerah Sungai Rotan, Tanjung Jabung Barat, Jambi. Hasil analisis pada fasies Batulempung Airbenakat penampang profil SR-1 didapatkan fasies batulempung dengan pola progradasi, dan profil SR-2 dan SR-3 di dapatkan fasies batulempung dengan pola sedimen agradasi dan di atasnya dari profil tersebut diendapkan fasies batupasir dengan pola sedimen progradasi. Berdasarkan hasil analisis fasies dengan struktur sedimen laminasi, perlapisan, lentikuler, dan perlapisan bergelombang, diyakini fasies ini terbentuk pada lingkungan pengendapan Mouth Bar. Berdasarkan data analisis fasies sedimen tersebut, sehingga dapat mengetahui sekuen pengendapannya berupa Clastical Turbidite. Karakteristik fasies Batulempung Aribenakat ini diyakini memiliki kemampuan sebagai penyusun dalam sistem minyak dan gas bumi di Sub-Cekungan Jambi.
Identifikasi Struktur Geologi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Horizontal Gradient, Euler Deconvolution and Second Vertical Derivative. Studi Eksplorasi Panas Bumi Baturaden, Jawa Tengah Edy Wijanarko; Djoko Sunarjanto; Dian Nur Dian Nur
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 55 No 1 (2021)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.55.1.574

Abstract

Studi pendahuluan eksplorasi geothermal untuk mencari potensi sumber energi panasbumi telah dilakukan di daerah Baturaden dan sekitarnya menggunakan metode Horizontal Gradient (HG) Euler Deconvolution (ED) dan Second Vertical Derivative (SVD). Pengukuran alir bahang dan analisis data gravitasi atau gayaberat telah dilakukan untuk menggambarkan profil struktur geologinya seperti sesar, konfigurasi batuan dasar dan instrusi batuan beku. Keberadaan sistem panas bumi diidentifikasi dari keberadaan struktur geologi yang mengontrol daerah tersebut. Penentuan kontak batuan di bawah permukaan bumi dan perkiraan kedalaman anomali serta jenis struktur sesar telah dilakukan. Hasil studi menunjukkan puncak reservoir terdapat pada kedalaman mulai dari 400 m ke bawah. Kedalaman reservoir dangkal panasbumi yang teridentifikasi kurang dari 750 m terdapat di Baturaden, Limpakuwus, Gunung Cendana, Rempowah, yang merupakan daerah dengan nilai alir bahang tinggi (> 12, 50 HFU). Terdapat dua daerah prospek panasbumi yang terletak di wilayah Baturaden - Limpakuwus di bagian Utara dan wilayah Gunung Cendana dan di bagian Selatan daerah penelitian. Integrasi data gayaberat dengan model geologi daerah penelitian diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi untuk eksplorasi dan pengembangan panasbumi daerah Baturaden - Gunung Cendana dan sekitarnya.
Monitoring Perubahan Saturasi Minyak Residual dengan Metode Pemodelan Single Well Tracer Test Aznil Arif Rahman; Dike Fitriansyah Putra
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 55 No 1 (2021)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.55.1.575

Abstract

Saturasi minyak residual secara kuantitatif dapat ditentukan dengan metode logging dan coring akan tetapi metode tersebut mempunyai keterbatasan radius investigasi yang kecil. Oleh karena itu, metode Single Well Tracer Test (SWTT) menjadi alternatif yang lebih baik karena memiliki radius investigasi 10-30 ft dari lubang sumur. Namun pengukuran Sor dengan metode SWTT menjadi tidak efektif apabila parameter yang digunakan tidak optimal sehingga menimbulkan keliruan dalam interpretasi. Observasi parameter untuk mengetahui pengaruh hasil pengukuran hasil Sor terhadap konsetrasi chemical tracer pada SWTT perlu dilakukan. Konsentrasi MeOH pada overflush serta shut-in time digunakan sebagai acuan untuk mengetahui efektivitas injeksi surfaktan, yaitu perubahan Sor sebelum dan setelah injeksi surfaktan. Prinsip SWTT adalah menginjeksikan Ethyl Acetate (EtAc) ke dalam lubang sumur, kemudian berdasarkan reaksi hidrolisis antara EtAc dan H2O menghasilkan produk berupa Ethyl Alkohol (EtOH) sebagai secondary tracer. Reaksi ini terjadi hingga titik kesetimbangan. EtAc Yang tersisa akan larut di dalam minyak dan tidak dapat larut di dalam air sedangkan EtOH akan larut di dalam air. Akibatnya EtOH akan lebih mudah bergerak daripada EtAc sehingga kumulatif produksi EtAc dan EtOH pada peak concectration berbeda (retardation factor). Perbedaan ini menjadi indikator pengukuran Sor apabila +semakin besar retardation factor maka semakin besar pula Sor yang didapatkan. Begitupun sebaliknya, apabila retardation factor kecil maka Sor juga akan kecil. Simulator STARS merupakan produk yang dikeluarkan oleh Computer Modeling Group (CMG), pemodelan dapat mencakup multicomponent, multiphase, chemical flooding, chemical reaction model dan single well tracer test, simulator ini dapat mengetahui tingkah laku fluida reservoir pada media berpori yang homogen maupun heterogen. Setelah dilakukan analisis yang mengacu pada kurva permeabilitas relatif, maka skenario 1 case 10 merupakan skenario terbaik karena didapatkan kan Sor 0,4. Adapun parameter yang digunakan adalah konsentrasi EtAc , 0,0025 mole fraction, MeOH 0,011 mole fraction dan shut in time 2,5 hari. Setelah injeksi surfaktan diperoleh Sor 0,26. Ini berarti terjadi perubahan 14% Sor menurun setelah injeksi surfaktan yang membuktikan kesuksesan metode SWTT dalam memonitor efektivitas injeksi surfaktan. berdasarkan peak concentration EtAc diikuti oleh penurunan Sor. sebaliknya penurunan konsentrasi EtOH diikuti oleh kenaikan Sw.
Perbandingan Uji Densitas Menggunakan Metode ASTM D1298 dengan ASTM D4052 pada Biodiesel Berbasis Kelapa Sawit Nurmajid Abdurrojaq; Rossy D. Devitasari; Lies Aisyah; Nur A. Faturrahman; Saepul Bahtiar; Widi Sujarwati; Cahyo S. Wibowo; Riesta Anggarani; Maymuchar Maymuchar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 55 No 1 (2021)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.55.1.576

Abstract

Parameter densitas merupakan salah satu karakteristik yang penting, baik dari aspek perhitungan kandungan energi maupun faktor konversi satuan dalam jual-beli. Secara eksperimen laboratorium, terdapat dua metode acuan untuk mengukur densitas bahan bakar, yaitu ASTM D1298 dan ASTM D4052. Penelitian ini menyajikan perbandingan hasil pengukuran densitas antara metode manual, ASTM D1298, maupun metode otomatisasi pada ASTM D4052, menggunakan sampel biodiesel berbasis kelapa sawit. Hasil pengukuran densitas biodiesel pada berbagai temperatur, termasuk pengukuran pada temperatur acuan spesifikasi biodiesel di Indonesia, yaitu 40oC, dan temperatur densitas standar internasional, yaitu 15oC. Hasil penelitian menunjukkan, suhu observasi mempengaruhi nilai densitas dari biodiesel. Semakin rendah suhu pengujian maka semakin besar nilai densitas yang dihasilkan, yang teramati pada 2 metode pengujian ini. Pengukuran densitas dengan metode ASTM D1298 memiliki kekurangan untuk suhu observasi yang lebih rendah dari 18°C karena memanfaatkan kondisi visual oleh penglihatan. Dengan metode tersebut pengujian suhu dibawah 18°C untuk mengukur densitas biodiesel berbasis kelapa sawit mengalami bias pembacaan skala hidrometer akibat kondisi pengujian yang mendekati titik kabut biodiesel.
Teknologi 4 Dimensi (4D) untuk Optimalisasi Penataan Ruang Kegiatan Energi Sumber Daya Mineral Djoko Sunarjanto; Bambang Wicaksono; Heru Riyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.593

Abstract

Pemanfaatan sumber daya mineral dan energi di wilayah darat, laut dan ruang di atasnyasecara terencana diarahkan untuk menciptakan keseimbangan ekosistem dan pelestarian fungsilokasi. Termasuk di dalamnya memprioritaskan terlaksananya kegiatan Energi Sumber DayaMineral tanpa sengketa tumpang tindih lahan, dengan tetap berupaya mempertahankan dayadukung dan daya tampung lingkungan. Optimalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bukanterbatas sektoral saja tetapi lebih ke arah merencanakan bagaimana menciptakan tata ruangyang bermanfaat bagi banyak pihak dan lingkungan.Kemampuan ahli dan teknologi Geologi, Geofisika dan Reservoir (GGR) minyak dan gasbumi memeras data/informasi seismik dan petrofisika, memberi inspirasi pemanfaatan teknologi 4Dimensi (4D) untuk penataan ruang wilayah. Menggunakan teknologi 4D mengupayakan ketelitiandalam pengembangan Tata Ruang Wilayah sekaligus untuk perencanaan, pencatatan/pengukuran,peragaan, pemantauan (monitoring) dan informasi dini.
Penggunaan Adsorben Penyimpanan Bahan Bakar Gas untuk Pengembangan Kota Gas di Indonesia Yusep K Caryana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.594

Abstract

Pengembangan kota gas yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumimelalui program pembangunan jaringan pipa gas bumi untuk rumah tangga hanya dapatdilaksanakan untuk kota-kota atau daerah yang dekat dengan sumber gas bumi. Sedangkanpengembangan kota gas di kota-kota yang tidak memiliki jaringan pipa transmisi dan distribusi gasbumi dapat dipertimbangkan dengan menggunakan tabung adsorben penyimpanan Bahan BakarGas sektor rumah tangga, dengan bahan karbon aktif yang optimal sekitar 18,5 kg (dengan massajenis adsorben 2,5 g/cm3 ) akan mampu menyimpan Bahan Bakar Gas sekitar 4,15 m3 atau setaradengan 3,0 kg LPG (bersubsidi) pada tekanan kerja 15 Bar
Meramu Bahan Bakar Jenis Bensin RON 91 yang Ramah Lingkungan dengan Membatasi Kandungan Senyawa Aromatik, Benzena, dan Olefin Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.595

Abstract

Pemanfaatan bahan bakar minyak di sektor transportasi harus memperhatikan efisiensi danmasalah lingkungan. Spesifikasi World Wide Fuel Charter (WWFC) yang disusun oleh asosiasipabrik kendaraan bermotor di dunia telah memberikan arah global harmonisasi spesifikasi BBMdi seluruh dunia, antara lain pembatasan kadar olefin, aromatik, dan benzena.Bahan bakar jenis bensin 91 yang ramah lingkungan dapat diramu dari bensin dasar yangberasal dari campuran komponen-komponen bensin eks kilang Pertamina (LOMC dan HOMC)dalam perbandingan tertentu dengan menanbahkan senyawa pengungkit angka oktana, MethylTertiary Butyl Ether sebanyak 8 % volume.Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan bakar bensin 91 yang ramah lingkungan yang dihasilkan, mempunyai karakteristik fisika/kimia memenuhi spesifikasi bahan bakar bensin jenis 91menurut Surat Keputusan Dirjen Migas No. 3674K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 danspesifikasi bensin 91 Pertamina serta spesifikasi bensin WWFC kategori 2 khususnya untukkadar senyawa aromatik, olefin dan benzena.
Crude Oil Grading sebagai Second Reference dalam Penetapan Harga Minyak Bumi Indonesia Adiwar Adiwar; Baity Hotimah; Wage Martono; Muh Kurniawan; Yuflinawati Away
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 1 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.1.596

Abstract

Suatu grading dilakukan terhadap Indonesian Crude Oil Basket dan minyak bumi Indonesia lainnya dengan menggunakan suatu program Crude Oil Grading ADBHWMMK&YA.Program ini merupakan sebuah home-made program yang menggunakan Excell dan VisualBasic, yang mengurutkan kualitas minyak bumi berdasarkan API, kandungan sulfur, dan yielddistilat serta klasifikasi minyak bumi.Urutan grading terhadap 8 Indonesian Crude Oil Basket, memperlihatkan urutan yangagak sama dengan urutan grading ICP pada Tahun 2000, 2006 dan 2007, dan cukup mendekatiurutan grading ICP pada Tahun 2008 dan 2009 (kecuali untuk minyak bumi SLC). Urutan grading yang dihasilkan program ini terhadap urutan grading kedelapan Indonesian Crude Oil Basket, konsisten baik diurutkan secara tersendiri atau bersama dengan minyak bumi Indonesia lainnya.Dengan demikian, program ini potensial untuk digunakan sebagai second reference dalampenetapan ICP.Aplikasi program ini terhadap blending dua atau lebih minyak bumi dapat memperlihatkankemungkinan adanya efek positif pencampuran terhadap kualitas minyak bumi yang dihasilkan.

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue