cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
PENENTUAN SWELLING FACTOR DAN TEKANAN TERCAMPUR MINIMUM UNTUK PENERAPAN INJEKSI GAS KARBONDIOKSIDA DI LAPANGAN MINYAK Dedy Kristanto; Hariyadi .; Wibowo .; Windyanesha Paradhita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 53 No 3 (2019)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.53.3.435

Abstract

Pengembangan (swelling) minyak dan tekanan tercampur minimum (TTM) merupakan dua faktor yang penting dari mekanisme pendesakan gas karbondioksida (CO2 ) yang terjadi di reservoir untuk penerapan injeksi CO2 di lapangan dalam upaya meningkatkan perolehan minyak tahap lanjut. Dalam paper ini penentuan swelling factor dilakukan menggunakan PVT cell, dimana fluida rekombinasi diinjeksikan dan dikondisikan pada temperatur reservoir. Sedangkan penentuan TTM antara sampel minyak dengan gas CO2 dilakukan menggunakan tiga cara, yaitu persamaan empiris, secara korelasi dan percobaan laboratorium menggunakan Slimtube. Berdasarkan hasil analisa swelling test selama proses injeksi gas CO2 sampai 46,82% mol, tekanan gelembung meningkat secara bertahap dari 410 psig sampai 2200 psig dan faktor swelling meningkat dari 1.0 sampai 1.442. Penentuan TTM menggunakan persamaan empiris (2807 Psig) dan korelasi Holm & Yosendal (2750 Psig) adalah yang paling mendekati dengan hasil penentuan dari analisa laboratorium (2800 Psig). Didasarkan pada besarnya tekanan rekah formasi di Lapisan F sebesar 2200 Psig dan TTM sebesar 2800 Psig, maka dalam penerapannya di lapangan injeksi gas CO2 hanya dapat dilakukan secara pendesakan tak tercampur.
KAJIAN PEMANFAATAN GAS DME (DIMETHYL ETHER) ATAU UJI TERAP PADA SEKTOR RUMAH TANGGA DI WILAYAH SUMATERA SELATAN Emi Yuliarita; Zulkifliani Zulkifliani; Murachmad Dwi Atmanto; Djoko Sunarjanto; Aziz Masykur Lubad
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 2 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.2.499

Abstract

Kajian pemanfaatan gas Dimethyl Eter (DME) atau Uji Terapan telah dilakukan di kota Palembang, Muara Enim dan Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Tujuan dilakukannya uji terap pemanfaatan gas DME dengan kompor khusus DME pada sektor rumah tangga guna mengetahui keberterimaan gas DME di masyarakat khususnya daerah Sumatera Selatan.  Pemilihan wilayah tempat pelaksanaan uji terap terkait adanya program hilirisasi batu bara (Coal to DME) oleh PT. Bukit Asam. Metodologi yang dilakukan adalah survey kelayakan responden melalui pengisian kuisener yang sudah disiapkan, pemantauan/monitoring pemakian kompor gas DME selama masa uji terap dan evaluasi data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan statistik hasil uji lapangan. Hasil uji terap menunjukkan keberterimaan masyarakat sangat baik berdasarkan respon positif masyarakat. Umumnya responden lebih memilih gas DME dengan alasan DME lebih lama masa pakainya.
PENGARUH BIODIESEL BERBASIS MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP COLD-FLOW PROPERTIES MINYAK SOLAR 48 DAN MINYAK SOLAR 51 Nur Allif Faturrahman; Cahyo S. Wibowo; Riesta Anggarani; Risvita B. Anugrah; Kemal Ginanjar; Gian Akmal; Rizal Zaelani; Majid Abdurrojak; Wahyu N. Hidayat; Marsha Katili; Rossy D. Devitasari; Saepul Bahtiar; Hadi Mulyadi; Sylvia Ayu Bethari; Lies Aisyah; Maymuchar Maymuchar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 2 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.2.500

Abstract

Cold-flow properties merupakan parameter kunci dalam menganalisis ketahanan bahan bakar pada temperatur rendah. Penelitian ini menyajikan analisis cold-flow properties, meliputi titik kabut dan cold filter plugging point (CFPP) dari bahan bakar campuran minyak solar-biodiesel. Analisis varians (ANOVA) dilakukan untuk mendapatkan signifikansi dari pengaruh rasio pencampuran minyak solar-biodiesel terhadap titik kabut dan CFPP bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan rasio pencampuran minyak solar-biodiesel berpengaruh signifikan terhadap titik kabut dan CFPP bahan bakar. Keragaman titik kabut dan CFPP dari basis Minyak Solar 48 dan Minyak Solar 51 dipengaruhi oleh rasio pencampuran biodeisel dengan nilai > 96,7%. Hasil eksperimen menunjukkan cold-flow properties bahan bakar campuran minyak solar-biodiesel dapat diprediksi dengan menghubungkan temperatur awal titik kabut atau CFPP minyak solar murni, dengan rasio pencampuran melalui persamaan model matematika.
PEMANFAATAN METODE MULTISPEKTRAL UNTUK IDENTIFIKASI LITOLOGI PADA EKSPLORASI MIGAS. Yudi Kuntoro; Tri Mudji Susantoro; Herru Lastiadi Setiawan; Nurus Firdaus; Panuju Panuju; Epo Prasetya Kusumah
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 1 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.1.501

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak terjangkaunya beberapa titik penting pada saat melaksanakan survei geologi karena faktor topografi atau faktor lain. Titik penting itu berupa singkapan batuan, maupun rembesan migas. Penelitian ini mengusulkan penggunaan sensor multispektral yang dimobilisasi menggunakan drone untuk membantu menjangkau semua titik dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi survei. Penelitian ini dibangun dari hipotesis bahwa setiap manifestasi geologi akan mempunyai spektrum yang unik. Kegiatan penelitian ini mencakup perekaman spektrum sampel batuan referensi dan perekaman di lapangan (daerah aliran sungai Cipamingkis, Kabupaten Bogor). Hasil perekaman menunjukkan sebanyak 12 dari 14 sampel batupasir menghasilkan kurva berbentuk seperti huruf M, di mana band-2 dan band-4 mempunyai nilai lebih tinggi dibanding band lain. Enam sampel batulempung menunjukkan spektrum dengan puncak reflektansi pada band-4. Empat sampel batugamping memberikan spektrum dengan puncak pada band-2. Dua sampel batuserpih membentuk kurva menyerupai batulempung, sedangkan dua sampel lainnya mempunyai kurva menurun dari band-1 ke band-5. Dua sampel batubara mempunyai bentuk spektrum identik. Terakhir, 5 dari 6 sampel batuan beku menghasilkan bentuk kurva dengan puncak tertinggi pada band-2 dan terendah pada band-4. Hasil perekaman batuan referensi menunjukkan konsistensi data hingga 87,5% dan dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa metode multispektral dapat digunakan untuk menidentifikasi manifestasi geologi.
PREDIKSI KECEPATAN GELOMBANG S DENGAN MACHINE LEARNING PADA SUMUR “S-1”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH, INDONESIA Sthevanie Dhita Sudrazat; Humbang Purba; Egie Wijaksono; Waskito Pranowo; Muhammad Irsyad Hibatullah
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 1 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.1.502

Abstract

Data kecepatan gelombang S (shear) sangat diperlukan untuk karakterisasi reservoar dalam menentukan zona reservoar. Namun data kecepatan gelombang S sangat terbatas dan tersedia pada sumur tertentu saja. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi nilai kecepatan gelombang S dengan menggunakan metode supervised machine learning pada sumur S-1 lapangan migas di cekungan Sumatra Tengah. Simulasi algoritma machine learning dilakukan melalui tahapan sebelum dan setelah tuning pada algoritma library Scikit learn dan algoritma artificial neural network (ANN). Selain itu, parameter dan jumlah data yang digunakan dalam memprediksi nilai kecepatan gelombang akan menentukan nilai error dan akurasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa algoritma yang digunakan untuk memperoleh akurasi terbaik pertama dalam memprediksi kecepatan gelombang S, yaitu random forest dengan nilai parameter n_estimator terbaik 10 dan algoritma kedua yang terbaik yaitu k-nearest neighbor dengan nilai parameter n_neighbor terbaik 5.
DESAIN PROGRAM PENGEBORAN EKSPLORASI LAPANGAN PANAS BUMI MENGGUNAKAN METODE SLIMHOLE CONTINUOUS CORING Muhammad Yudatama Hasibuan; Fitrianti Fitrianti; Daniel Adiyatama
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 1 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.1.503

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuatdesain program pemboran eksplorasi lapangan panas bumi pada sumur Well-1 lapangan X menggunakan metode slimhole continuous coring dengan perbedoman pada standar New Zealand Code 2015. Sumur well-1 merupakan sumur pertama pada lapangan X yang akan digunakan untuk mengambil data dibawah permukaan dengan tujuan untuk pengembangan lapangan. Puncak reservoir berada pada kedalaman 1200 m dengan ketebalan 1000 m. Temperatur reservoir sekitar 25oC dengan minimum dan maksimum temperatur adalah 220oC dan 280oC. Sumur well-1 akan didisain sebagai sumur slimhole  dengan diameter konduktor 9 5/8’’ dan kedalaman total 2000 m. Penentuan desain performa casing harus diatas minimal desain faktor standar NZ 2015, sehingga penentuan casing string merupakan hal yang penting agar tidak terjadi kerusakan pada casing. Casing string menggunakan grade K-55 dan T-95 untuk casing perforasi dimana tekanan maksimum kepala sumur 12.8 MPa dengan jenis ANSI 900. Sumur well-1 menggunakan campuran semen jenis G sebanyak 71.60 m3 dengan adiktif slica flour 559.25 gallon untuk casing produksi dan perforasi dengan tekanan maksimum sebesar 18.82 MPa. Sedangkan fluida pemboran yang digunakan adalah unweighted/polymer/freewater bersamaan dengan metode coring yang dilakukan dengan pengambilan core barrel setiap 3 m menggunakan diamond bit berdiameter core PQ 55 mm dan HQ 63.5 mm. Penelitian ini sangat bermanfaat sebagai acuan standar dalam program pengeboran eksplorasi panas bumi yang akan dilakukan di Indonesia.
Analisis Lingkungan Pengendapan Formasi Batugamping Dayang Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Fajar Kurniawan Rohmala; David V. Mamengko; Wiratama Rana; Pribowo A. Kusumo; Junita Trivianty Musu
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 3 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.3.567

Abstract

Secara geologi, Daerah Yensawai didominasi oleh batuan beku sebagai basement (batuan dasar) dan batuan sedimen (batugamping dan silisiklastik) di mana daerah tersebut menjadi bagian dari Auwewa Volcanic Group. Batugamping Dayang merupakan salah satu formasi yang memiliki karakteristik relatif sama dengan batugamping di kawasan Auwewa Volcanic Group dan memiliki kesamaan dengan Batugamping Maruni dan Batugamping Kais. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan analisis diantaranya adalah analisis geokimia (X-Ray Fluorescene/XRF), analisis provenance dan analisis microfasies karbonat. Analisis tersebut dimaksud untuk menentukan menetukan jenis litologi, lingkungan pengendapan, komposisi kimia batuan, dan asal material pembentuk batuan. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa Batugamping Dayang terendapkan pada kondisi laju penguapan air laut (evaporasi) dan paleo salinitas yang rendah, laju reduksi sulfat yang cepat dan memiliki aliran yang tenang serta berenergi rendah. Hasil analisis provenance menunjukkan bahwa sumber Batugamping Dayang berasal dari area dissected arc dan transisional arc. Analisis mikrofasies karbonat daerah penelitian menujukkan daerah penelitian merupakan penciri dari deep shelf. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa batugamping Dayang diendapkan pada lingkungan yang berbeda dengan batugamping Kais maupun batugamping Maruni. Hubungan stratigrafi batugamping Dayang kemiripan dengan batugamping Sagewin pada Formasi Gunungapi Dore diendapkan pada lingkungan fore reef environment sebagai island arc.
Biopolimer dari Bahan Organik sebagai Biopolimer pada Metode EOR Fitra Ayu Lestari; Muhammad Khairul Afdhol; Hidayat Fiki; Erfando Tomi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 3 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.3.568

Abstract

Rendahnya area sweep efficiency selama waterflooding merupakan salah satu masalah dalam meningkatkan produksi minyak. Sweep efficiency waterflood  kurang efektif dikarenakan permeabilitas air yang besar di batuan. Viskositas air bisa meningkat jika menambahkan polimer pada air sehingga bisa mengurangi permeabilitas air dibatuan. Injeksi polimer cukup menjanjikan untuk meningkatkan produksi minyak. Biopolimer merupakan salah satu jenis polimer yang berasal dari mahkluk hidup dengan komponen utama penyusunnya adalah karbohidrat. Bahan yang sering dijadikan biopolimer dan terdapat banyak di alam adalah polisakarida. Untuk mendapatkan polisakarida maka dilakukan ekstraksi pada bahan yang digunakan. Ekstraksi yang digunakan memiliki banyak jenis yang akan mempengaruhi biopolimer yang terbentuk. Pada review ini, berbagai aspek biopolimer dibahas mulai dari sumber biopolimer, jenis ekstraksi, dan serta uji reologi biopolimer.
Sintesis Katalis Zeolit H-ZSM-5 dari Zeolit Alam Wonosari untuk Konversi Etanol Menjadi Olefin Heriz Herizal
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 3 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.3.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan mensintesis katalis zeolit H-ZSM-5 dan mempelajari aktivitas katalis zeolit H-ZSM-5 untuk konversi etanol menjadi olefin, khususnya menggunakan jalur alternatif dan murah. Etanol muncul sebagai sumber terbarukan untuk produksi olefin. Zeolit alam Wonosari digunakan sebagai bahan baku sintesis katalis H-ZSM-5. Katalis ini memiliki karakteristik penting untuk jenis reaksi dehidrasi etanol menjadi olefin, seperti nilai SAR (rasio Si/Al), keasaman, luas permukaan dan ukuran partikel. Sintesis dilakukan menggunakan template tetrapropyl ammonium bromine (TPABr), dengan perlakuan hidrotermal pada temperatur 180°C dan waktu kristalisasi 12, 24 dan 36 jam. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan beberapa teknik (XRD, BET, SEM dan EDXS). Reaksi katalitik katalis H-ZSM-5 dilakukan untuk mempelajari pengaruh SAR (rasio Si / Al) terhadap konversi, selektivitas dan yield produk pada kondisi operasi temperatur 350oC, tekanan atmosfer, WHSV (weight hourly space velocity) 3,2 J-1 selama 3,5 jam. Produk reaksi yang dihasilkan dianalisa menggunakan gas chromatography GC Agilent -7890 A yang dilengkapi detector TCD dan FID. Perolehan produk etilen tertinggi sebesar 66,483% sedangkan produk propilen tertinggi sebesar 7,258%.
Optimalisasi Metode Aktivasi Adsorben Karbon Aktif dengan Sulfur, Tembaga, Sulfida, dan Seng Klorida Serta Uji Kapasitas Adsorpsi dengan Variasi Kondisi Saturasi Gas Alam Eko Handoyo; Yayun Andriani; Lisna Rosmayati; Annisa Chairuna; Endi Suhendi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 3 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.3.570

Abstract

Hidrokarbon berat diketahui dapat terkondensasi dalam pori karbon aktif sehingga menurunkan kapasitas adsorpsi adsorben merkuri yang terbuat dari karbon aktif. Untuk itu, perlu dilakukan modifikasi karbon aktif agar memiliki kapasitas adsorbsi merkuri yang optimum untuk digunakan pada lapangan migas. Penelitian ini diawali dengan tahap rancang bangun alat uji kinerja skala lab dan dilanjutkan dengan optimalisasi metode pembuatan adsorben merkuri AC-S, AC-CuS, dan AC-ZnCl2. Adsorben yang dihasilkan dari metode pembuatan yang telah dioptimalisasi kemudian diuji adsorpsi pada temperatur embun hidrokarbon berat/temperatur uji adsorpsi 15oC/40oC, 25oC/40oC, 30oC/30oC, dan 40oC/40oC serta dikarakterisasi luas permukaannya. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kapasitas adsorpsi adsorben yang dibuat tidak mengalami penurunan kapasitas adsorpsi Hg saat melewatkan gas dengan titik embun air dan hidrokarbon sama dengan suhu proses adsorpsi. Dari penelitian ini juga dihasilkan dua metode pembuatan adsorben terbaik yang diuji pada skala laboratorium yaitu impregnasi Sulfur 33% pada temperatur 525oC selama 1 jam dengan kapasitas rata-rata 50.g mg Hg/g dan impregnasi tembaga (Cu) 34 g/l dan Sulfur 20% dengan kapasitas adsorpsi rata-rata 30.4 mg/g.

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue