cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Studi Aktivitas Mikroba untuk proses MEOR Skala labolatorium Sri Kadarwati; Sri Astusi Rahayu; Sugihardjo Sugihardjo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 2 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.2.754

Abstract

Cadangan minyak Indonesia yang dapat dieksploitasi sudah menurun, sehingga diperlukan suatu usaha untuk meningkatkan perolehan minyak. Hal ini telah dilakukan baik dengan injeksi air, uap air (steam), gas maupun injeksi kimia. Namun demikian dewasa ini sedang dikembangkan teknologi peningkatan perolehan minyak dengan memanfaatkan aktivitas mikroba. Studi peningkatan perolehan minyak dengan menggunakan mikroba yang disebut dengan microbial enhanced oil recovery (MEOR) telah mencapai kemajuan yang pesat. Selain itu MEOR merupakan teknologi ramah lingkungan. Teknologi ini mempunyai prospek untuk dikembangkan đan diterapkan di lapangan minyak guna meningkatkan produksi minyak. Maksud dan tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mempelajari aktivitas mikroba dalam menghasilkan bioproduk untuk meningkatkan perolehan minyak dalam skala laboratorium. Melalui uji laboratorium diharapkan dapat diperoleh suatu formulasi nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan mikroba sehingga dalam aktivitasnya akan menghasilkan bioproduk yang dapat membantu meningkatkan perolehan minyak. Simulasi proses MEOR dilaksanakan pada skala laboratorium melalui uji microbial core flooding sebelum diterapkan di lapangan.
Kompatibilitas Fluida Injeksi dan Formasi Batuan pada Reservoir dengan Injeksi Air Sugihardjo Sugihardjo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 3 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.3.755

Abstract

Jutaan barel tambahan produksi minyak dapat diperoleh dari injeksi air, yang merupakan salah satu metode peningkatan perolehan minyak yang murah. Oleh karena itu mengoptimasi injeksi air merupakan tahap yang sangat penting agar diperoleh produksi yang optimal. Pada proses peningkatan perolehan minyak sekunder maupun tersier akan terjadi interaksi antara fluida injeksi dan fluida reservoir maupun batuan reservoir. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian interaksi tersebut dan kemungkinan terjadinya kerusakan formasi (formation damage) sebelum pelaksanaan di lapangan. Bahkan, pada proses air formasi yang diinjeksikan kembali (recycling) masih perlu juga dilakukan analisis agar tidak terjadi kerusakan formasi.
Pengaruh Racun Butilamina pada Dehidrogenasi Sikloheksana dan Hidroisomerisasi N.heptana dengan Katalis Bifungsional A.S Nasution; E Jasjfi; Evita H Legowo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 3 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.3.756

Abstract

Merosotnya mutu minyak bumi, dan meningkatnya program langit biru yang menuntut spesifikasi bahan bakar bensin ramah lingkungan yang sangat ketat, menghasilkan penyempurnaan komposisi bensin dengan meningkatkan komponen bensin isomerat dan pembatasan proporsi reformat, bensin rengkahan katalitik, dan bensin polimer. Pencampuran komponen bensin isomerat tersebut dengan komponen bensin reformat akan meningkatkan distribusi angka oktana dengan sekaligus penurunan kadar benzena dan total aromat yang kadarnya dalam bensin dibatasi. Proses hidroisomerisasi umpan nafta dengan katalis hidroisomerisasi bi functional menghasilkan produk komponen bensin isomerat. Katalis bi functional tersebut mengandung inti aktif logam (Pt) dan inti aktif asam (A12 03 -C1,A12 O3 -SIO2 dan zeolit). Untuk meneliti mekanisme reaksi hidroisomerisasi parafin rendah, suatu penelitian dilakukan tentang pengaruh racun katalis normal butilamina pada reaksi hidroisomerisasi normal heptana dengan katalis bifungsional. Reaksi dehidrogenasi sikloheksana dilakukan untuk penelitian pengaruh racun katalis tersebut pada inti aktif logam katalis bifungsional. Penelitian dilakukan pada kondisi operasi : suhu dari 370o sampai 4000 C, takanan 20 kg/cm2 dan H2 /HC: 6 mol/mol pada alat Catatest Unit yang dioperasikan secara kontinu. Peranan inti-inti aktif katalis bifungsional pada mekanisme reaksi hidroisomerisasi parafin dan deaktivasi kedua jenis inti aktif dari katalis bifungsional oleh racun normal butil amina disajikan dalam makalah ini.
Biodegradasi Naftena dalam Avtur oleh Kapang Paecilomyces sp Sri Kadarwati
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 3 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.3.757

Abstract

Avtur adalah bahan bakar minyak (BBM) untuk pesawat terbang yang menggunakan mesin jet danturbo jet. Kandungan utama avtur ialah senyawa hidrokarbon seperti parafin (alkana jenuh), olefin(alkana tidak jenuh), naftena (sikloalkana), dan aromatik. Di samping itu terdapat senyawa ikutan dalamjumlah sangat kecil berupa air, garam, dan senyawa lainnya (Smith, 1970, Hobson dan Pohl, 1972).Indonesia terletak di daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi dan kelembaban di sekitar ambangkritis. Kelembaban udara ini berpengaruh pada keterlarutan air dalam avtur. Adanya air dalam avturwalaupun sedikit sekali (30 ppm) akan membantu pertumbuhan mikroba, karena air merupakan bahanutama yang dibutuhkan bagi pertumbuhannya. Bahanbahan lain adalah diperlukan untuk tumbuh terdapat dalam avtur, seperti karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, dan mineral. Dalam keadaan lembab dan kehadiran unsur-unsur itu, besar kemungkinan mikroba dapat tumbuh dalam avtur. Hasil penelitian LEMIGAS, (1983), menunjukkan bahwa mikroba yang dapat tumbuh dalam avtur adalah bakteri, kapang, aktinomisetes, dan khamir. Paecilomyces sp. merupakan kapang yang paling banyak ditemukan dalam avtur di Indonesia (Sri Kadarwati, 1989). Menurut Domsch (1993) ada beberapa spesies dari Paecilomyces yang selain termotoleran dan dapat tumbuh dalam hidrokarbon juga dapat hidup di berbagai macam sumber karbon termasuk yang tidak lazim ditumbuhi mikroba. Atas dasar pertimbangan sifat-sifat Paecilomyces sp. tersebut yang juga merupakan kapang tropik, adalah menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut, baik mengenai mekanisme maupun pengaruhnya. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pengaruh mikroba khususnya kapang Paecilomyces sp. pada kualitas avtur di Indonesia dan mempelajari hasil biodegradasi. Di samping itu akan dikaji pula kemungkinan mekanisme biodegradasi tersebut.
Deaktivasi Katalis oleh Kotoron Umpan Nafta Proses Reformasi A.S Nasution; E Jasjfi; Evita Legowo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 3 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.3.758

Abstract

Meningkatkan kebutuhan akan bahan bakar bensin ramah lingkungan dan hidrokarbon aromatik untuk bahan baku industri untuk meningkatkan jumlah kedua jenis produk tersebut. Proses reformasi nafta dengan katalis bifungsional dapat menghasilkan komponen bensin bermutu tinggi dan hidrokarbon aromatik rendah (benzene, toulena,dan silena). Umpan nafta mengandung kotoran-kotoran molekul non-hidrokarbon senyawa organik sulfur, nitrogen, oksigen dan juga organik logam, sehingga umpan nafta tersebut perlu dimurnikan lebih dulu pada proses hidromurnian. Katalis reformer bifungsional mempunyai inti aktif logam (mono dan bi-metal) dan inti aktif asam (Al2 O3 C1). Kotoran non-hidrokarbon umpan nafta dapat menurunkan aktivitas katalis reformer bi-fungsional. Untuk meneliti masalah keracunan inti aktif logam katalis reformer bifungsional, telah dilakukan sutu penelitian tentang pengaruh senyawa tiofen, normal butyl amine, etanol dan tetra etil plumbum pada katalis reformer mono dan bi-metal dengan memakai Catatest Unit.
Kajian Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia dan Pengaruhnya terhadap Organisasi: Sebuah Kasus Manajemen Informasi Perspektif Hartri Sirait
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 3 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.3.759

Abstract

Dampak kemajuan teknologi informasi membawa pengaruh kepada kegiatan organisasi, hal ini merupakan suatu hal yang sangat positif untuk dicermati agar pengaruh perkembangannya membawa kebaikan bagi organisasi. Pengaruh positif apa yang dapat diberikan oleh kemajuan teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) dalam organisasi, merupakan suatu hal yang perlu dicermati terhadap fungsinya. Porter dalam konsep chain activity organisasi telah mengindentifikasi value activities dalam suatu organisasi/perusahaan, meliputi di antaranya pengelolaan SDM dan pengembangan teknologi, yang merupakan aktivitas penting dalam mendukung tercapainya aktivitas utama suatu organisasi. Dengan semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh personel dalam kegiatan kerja akan timbul distorsi terhadap performance kerja, sehingga perlu dicermati faktor-faktor apa yang mempengaruhi kinerja personel dalam aktivitas kegiatan organisasi. Apakah ada kaitan antara teknologi informasi dengan faktor-faktor kepemimpinan, kesejahteraan, loyalitas, pembinaan dan karir dalam mempengaruhi kinerja personel (layanan). Hal ini yang perlu pembuktiannya.
Penanggulangan Tanah Terkontaminasi oleh Limbah Minyak dari Kilang/Unit Pengolahan dengan “Bios Oil Removal” pada Skala Laboratorium (Tahap-I) Zulkifliani Zulkifliani
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 3 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.3.760

Abstract

Kilang minyak merupakan fasilitas proses pengolahan minyak bumi (crude oil) menjadi produk-produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Non-BBM. Dalam prosesnya di samping diperoleh produk-produk yang bermanfaat juga dihasilkan material sisa yang tidak bermanfaat lagi (atau jika diproses membutuhkan biaya yang besar) dalam bentuk limbah padat, cair, dan gas. Komponen-komponen dalam limbah tersebut dapat berasal dari impurities minyak bumi itu sendiri atau berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan selama proses pengolahan minyak bumi. Limbah-limbah yang dihasilkan oleh industri migas secara umum diproses lagi sampai dinyatakan aman berdasarkan baku mutu limbah kilang minyak yang ditetapkan oleh pemerintah. Teknologi pengolahan limbah yang ada di industri migas menggunakan beberapa teknik di antaranya adalah teknik pengolahan limbah secara fisik/mekanik (mechanical separation), teknik secara kimia (chemical separation), dan teknik secara biologi (bioprocess). Teknologi pengolah limbah tersebut di atas dapat diaplikasikan secara terpisah atau dikombinasikan satu dengan lainnya sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Di samping itu dampak yang lebih mengkhawatirkan adalah proses migrasi limbah minyak pada area di sekitarnya berbentuk gundukan (erupsi) di permukaan tanah. Gundukan-gundukan ini dapat timbul pada permukaan jalan atau dari bawah lantai bangunan, akibat yang ditimbulkannya dapat merusak dan membahayakan keberadaan fasilitas-fasilitas vital yang berada di atas atau sekitarnya, seperti refinery control room, jaringan pipa di bawah dan permukaan tanah serta sarana jalan
Peran Temperatur-Laju Alir Umpan pada Konversi Metanol Menggunakan Zeolit-TMA Chairil Anwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 3 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.3.761

Abstract

Proses MTG (Methanol to Gasoline) adalah salah satu contoh penerapan sifat selektif dari katalis terhadap produk reaksi. Proses ini merupakan bagian dari proses pengubahan gas bumi menjadi bahan bakar cair. Hidrokarbon yang dihasilkan dalam proses ini berupa senyawa aromatik dan alifatik, dan terutama sekali adalah senyawa dengan daerah titik didih bensin. Proses lain untuk mendapatkan bahan bakar dari gas bumi adalah melalui proses sintesis Fischer-Tropsch, yang sejarahnya lebih tua dari proses MTG, namun hingga dewasa ini proses Fischer-Tropsch masih mempunyai masalah dengan mahalnya biaya untuk memproduksi gas sintesis. Dalam perkembangan kedua proses di atas untuk mendapatkan bahan bakar dari gas bumi, alternatif mana pun yang dipilih peranan katalis merupakan bagian terpenting. Bahkan ada usaha dan menjadikan obyek utama penelitan untuk menggabungkan katalis zeolit dari mobil dan katalis Fischer-Tropsch. Konversi gas bumi menjadi bahan bakar cair bagi Indonesia akan sangat menarik karena kian banyak sumber-sumber gas bumi potensial yang jauh dari konsumen ditemukan. Tulisan ini merupakan hasil dari serangkaian penelitian untuk memperoleh bahan bakar cair dengan batasan meningkatkan kinerja katalis melalui proses dealuminasi-realuminasi, variasi temperatur dan laju alir umpan yang digunakan sebagai variabel dalam uji katalitik. Karakter katalis yang ditinjau antara lain adalah luas permukaan, volume pori, distribusi pori, nisbah Si/Al dan keasaman katalis.
Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Alternatif : Transesterifikasi Minyak Kelapa dengan Metanol Menggunakan Katalis NaOH Wega Trisunaryanti; Chairil Anwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 38 No 3 (2004)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.38.3.762

Abstract

Peningkatan volume konsumsi dan terbatasnya ketersediaan minyak diesel mendorong upaya pencarian sumber energi baru sebagai bahan bakar diesel alternatif. Minyak nabati merupakan bahan baku yang sangat potensial sebagai sumber energi. Pada umumnya, minyak nabati memiliki nilai pembakaran yang mirip dengan bahan bakar diesel, akan tetapi pemanfaatannya secara langsung dibatasi oleh viskositasnya yang terlalu tinggi. Secara umum, biodiesel dapat diekstrak dari berbagai produk pertanian, misalnya minyak kelapa. Indonesia, sebagai negara tropis, merupakan negara yang sangat efektif dan potensial sebagai penghasil kelapa. Tanaman kelapa (Cocos nucifera) merupakan tanaman perkebunan yang utama dan terluas di Indonesia. Pada penelitian ini akan dibuat biodiesel dengan kualitas tinggi melalui transesterifikasi minyak kelapa dengan metanol menggunakan katalis NaOH serta ditentukan karakter fisis dan komposisi kimiawinya, dikaji pengaruh temperatur dan konsentrasi katalis NaOH terhadap konversi (% b/b), karakter fisis serta komposisi kimiawi biodiesel yang dihasilkan. Terakhir, ditentukan kondisi reaksi optimum pembuatan biodiesel.
Pengaruh Peningkatan Titik Didih Akhir Distilasi Bensin Premium Tanpa Timbel Pada Kinerja Mesin Dan Emisi Gas Buang Mardono Mardono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 37 No 1 (2003)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.37.1.907

Abstract

Tahap pertama program penghapusan timbel dari bensin Indonesia dimulai dari DKI Jakarta per 1 Juli 2001. Hanya bensin tanpa timbel yang boleh dijual di pasaran yaitu Premium TT, Premix TT dan Super TT. Spesifikasi Premium TT ditetapkan pemerintah melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No.74K/72/DJM/2001 tanggal 21 Juni 2001. Dibandingkan dengan spesifikasi bensin Premium (bertimbel) ada tiga karakteristik spesifikasi Premium TT yang berubah batasan maksimumnya yaitu kandungan timbel (dari 0,30 g/liter menjadi 0,013 g/ liter), kandungan belerang (dari 0,20% massa menjadi 0,10% massa), dan titik didih akhir distilasi (dari 205 "C menjadi 215°C). Dalam studi ini diteliti pengaruh peningkatan titik didih akhir distilasi dari Premium TT pada kinerja mesin dan emisi gas buang. Bahan bakar uji yang digunakan adalah produk kilang Balongan Indramayu, yang diuji di laboratorium dengan kendaraan di atas chassis dynamometer dan dengan mesin uji statis multisilinder. Hasil pengujian kendaraan uji di atas chassis dy- namometer menunjukkan bahwa peningkatan titik didih akhir dari 193,5°C menjadi 207 C untuk bensin uji eks kilang Balongan sedikit meningkatkan daya maksimum mesin kendaraan uji (+0,70%), menurunkan konsumsi bahan bakar (-1,98%), relatif tidak berpengaruh pada emisi CO, menurunkan emisi NOx (- 4,12%), serta meningkatkan emisi HC (+3,73%). Sedangkan hasil di mesin uji statis multisilinder peningkatan titik didih akhir dari 193,5°C menjadi 207°C untuk bensin uji eks kilang Balongan sedikit meningkatkan daya mesin rata-rata (+1,17%), serta menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik (-2,50%), menghasilkan emisi CO relatif tetap (turun -0,70%), menurunkan emisi NOx (-3,84%)., dan menaikkan emisi HC (+4,84%).

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue