cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN GARAM (NACL) TERHADAP SIFAT MEKANIK AL6061 DENGAN PERLAKUAN PANAS T6 DOUBLE QUENCHING OLI SAE 20W EKA PRAMUDITA, ARGI; ENDAH PALUPI, AISYAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, khususnya di bidang industri pengecoran logam, mengharuskan manusia untuk melakukan rekayasa guna memenuhi kebutuhan yang semakin kompleks dan berdasarkan permintaan pasar. Pengecoran logam yang sering dijumpai yaitu komponen mesin industri, komponen transportasi, dan rumah tangga. Komponen transportasi laut rata-rata terbuat dari aluminium dan aluminium cor seperti lambung kapal, sirip kemudi, dek, poros kemudi, baling-baling (propeller), dan lain-lain. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kualitas ketangguhan propeller yang baik, salah satunya dengan memperbaiki unsur penyusunnya seperti Si, Mg, dan Mn. Bahkan ada suatu industri yang menerapkan sebuah metode dengan menambahkan unsur garam (NaCl) pada saat proses pengecoran untuk meningkatkan kekerasan dan warna yang lebih cerah pada hasil coran, namun belum diteliti secara ilmiah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan garam pada paduan aluminium komersil dan Al6061 dengan perlakuan panas T6 double quenching oli SAE 20W terhadap nilai kekerasan dan ketangguhan material propeller . Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini, spesimen diberikan perlakuan panas T6 double quenching oli SAE 20W dan air yang dicelupkan secara berurutan terhadap material hasil cor yang telah ditambahkan dengan garam (NaCl) dengan kadar 11, 16, 21, 26, dan 31 gr, untuk mendapatkan nilai kekerasan dan ketangguhan yang lebih baik. Hasil penelitian, nilai kekerasan Rockwell tertinggi didapatkan dari penambahan kadar garam (NaCl) yaitu 31gr garam (NaCl) dengan komposisi paduan Al6061 (3,5kg)+Al Komersil (1,5kg) dan didapatkan nilai kekerasan sebesar 116 HRb. Pemilihan media pendingin yaitu oli SAE 20W dan air yang dicelupkan secara berurutan memberikan pendinginan yang optimal, serta perlakuan panas aging membantu unsur-unsur paduan dalam solid solution secara bertahap keluar dan membentuk presipitat yang dapat meningkatkan kekerasan paduan. Nilai impact tertinggi didapatkan dari penambahan kadar garam (NaCl) yaitu 21gr garam (NaCl) dengan komposisi paduan Al6061 (3,5kg) + Al Komersil (1,5kg) dan didapatkan nilai sebesar . Spesimen hasil pengecoran yang diberikan perlakuan panas cenderung menurun dibandingkan dengan raw material, hal ini diakibatkan karena proses penuaan dilakukan dalam waktu yang terlalu lama atau temperatur terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan material over aging, menurunya ketangguhan, dan membuat material menjadi getas.ra Kata Kunci : kekerasan rockwell, impact, garam (NaCl), double quenching.
PENGARUH TEMPERATURE ANNEALING TERHADAP KEKUATAN MEKANIS PADA DAERAH HAZ PENGELASAN GMAW SEMI OTOMATIS BAJA SS 400 PADA BOGIE KERETA API SULISTYO, RIZKY; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses assembling di PT. INKA sebagian besar menggunakan proses pengelasan. dalam proses assembly sering dijumpai beberapa masalah, misalnya terjadi retak pada daerah Heat affected zone (haz) pengelasan. Melihat masalah retak yang terjadi pada proses assembly maka diperlukan peningkatan nilai kekerasan dan ketangguhan dengan proses perlakuan panas (heat treatment) annealing. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah SS 400. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan data secara sistematis, faktual dan akurat mengenai hasil yang diperoleh selama pengujian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh nilai kekerasan, ketangguhan serta struktur metallography baja SS 400. Adapun standar pengujian menggunakan ASTM E23, ASTM E18, dan ASTM E3. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terjadi pengaruh terhadap nilai kekerasan maupun nilai ketangguhan baja SS400. nilai kekerasan tertinggi terjadi pada variasi temperatur 6000C sebesar 27.4 HRc, sedangkan nilai kiekerasan terendah pada variasi temperatur 8000C sebesar 21.3 HRc. Sedangkan nilai kekuatan impak tertinggi terjadi pada variasi temperatur 7000C sebesar 2.88 (Joule/mm2), sedangkan untuk kekuatan impak terendah yaitu pada variasi temperatur 6000C sebesar 2.24 (Joule/mm2). Hasil foto mikro menunjukan bahwa pada temperatur 5000C dan 6000C memiliki struktur coarse ferrite, semakin tinggi temperatur pemanasan maka butiran perlit dan ferit semakin membesar dan tertata butirannya.
ANALISIS REGENERASI PASTA AKI BEKAS DENGAN VARIASI KONSENTRASI NACL 20%, 30%, DAN 40% UNTUK MENGEMBALIKAN KEMAMPUAN PENYIMPANAN LISTRIK ARINANDA PRATAMA, ANDRE; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aki adalah alat yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang nantinya akan disimpan sebagai energi kimia. Di dalam aki terdapat pasta yang berbahan dasar timbal (Pb). Kerusakan pada aki salahsatunya disebabkan timbulnya lapisan PbSO4 pada aki dikarenakan adanya pencampuran dari bahan Pbdengan SO4 seiring dengan penggunaannya. Variabel bebas dalam penelitian eksperimen ini adalah konsentrasi larutan NaCl sebagai pelarut PbSO4 variasi konsentrasinya adalah sebesar 20%, 30%, dan 40%. Dalam penelitian ini akan didapatkan hasil berupa tegangan charging, tegangan hasil charging, pembebanan, tegangan pembebanan, arus pembebanan, dan waktu charging. Jenis aki yang digunakan dalam penelitian ini adalah aki motor merk Yuasa dengan kapasitas 5 Ah. Dari penelitian ini didapatkanhasil konsentrasi optimum NaCl untuk melarutkan PbSO4 adalah konsentrasi NaCl 40% dengan hasil waktu pembebanan yang lebih lama yaitu 140,6 menit, sedangkan dengan konsentrasi 30% yaitu 133 menit dan konsentrasi 20% yaitu 120,3 menit. Kapasitas penyimpanan listrik mengalami kenaikan dimana spesimen tanpa perlakuan memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 0,06 AH sedangkan spesimen dengan konsentrasi NaCl 20% sebesar 0,26 AH, konsentrasi NaCl 30% sebesar 0,37 AH, dan konsentrasi 40% sebesar 0,44 AH.
PENGARUH FRAKSI VOLUME TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT PENGUAT SERAT ALAM KULIT BATANG KERSEN WAHYU IRFANI, FIKRI; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan meterial komposit dengan penguat serat alam saat ini berkembang pesat. Kebutuhan material bahan yang kuat, murah dan mudah didapat menyebabkan berkembangnya penggunaan komposit. Keberadaan serat alam yang melimpah seperti serat kulit batang kersen mempunyai potensi yang besar untuk digunakan sebagai penguat. Maka penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan dan mengetahui kekuatan mekanik dari komposit penguat serat kulit batang kersen. Pada penelitian ini digunakan serat kulit batang kersen sebagai penguat dengan matrik epoxy. Penelitian dilakukan dengan mengubah jumlah fraksi volume serat sebesar 15%, 25%, 35%, 45%. Dari variasi fraksi volume ini akan dilakukan uji bending ASTM D790untuk mengetahui kekuatan spesimen komposit kemudian dilakukan pengamatan makro dari masing-masing patahan akibat uji bending untuk mengetahui kemampuan matrik mengikat serat. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi fraksi volume dari serat kulit batang kersen mempengaruhi kekuatan bending. Kekuatan bending tertinggi ada pada fraksi volume 35% dengan kuat tegangan bending sebesar 34,57Mpa dan moment lentur bending 12366,67N.mm. Pada spesimen uji bending 45% ditemukan void sehingga menurunkan nilai kekuatan bending. Nilai kekuatan bending berbanding lurus dengan besar fraksi volume yang digunakan. Tetapi pada fraksi volume besar rawan terjadi void yang mengurangi kekuatan mekaniknya. Kata kunci : Komposit , Serat alam, Fraksi volume , bending, void
ANALISIS PROSES REGENERASI PASTA AKI BEKAS DENGAN.VARIASI KADAR NACL 50%, 60%, DAN 70% UNTUK MENGEMBALIKAN KEMAMPUAN.PENYIMPANAN LISTRIK ATMIN LUKITO, YUDISTIRA; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aki adalah alat yang fungsi utamanya untuk menyimpan energi listrik yang nantinya akan disimpan sebagai energi kimia, sebagai starting kendaraan bermotor, sebagai penyimpan energi, dan sebagai penggerak. Hingga saat ini aki yang banyak digunakan adalah jenis aki basah. Aki ini berisi air aki yang komposisinya adalah cairan asam sulfat (H2SO4). Penggunaan aki secara terus menerus dapat menyebabkan masa pakai aki dapat berkurang. Kerusakan pada aki disebabkan timbulnya lapisan PbSO4 pada permukaan. Dalam penelitian ini variabel bebas menggunakan larutan NaCl sebagai pelarut PbSO4 dengan variasi konsentrasi NaCl sebesar 50%, 60%, dan 70%. Tegangan charging, tegangan hasil charging, pembebanan, tegangan pembebanan, arus pembebanan, dan waktu charging akan di dapatkan dalam penelitian ini. Jenis aki yang digunakan dalam penelitian ini adalah aki motor merk Yuasa dengan kapasitas 5 AH. Dari penelitian ini didapatkan hasil konsentrasi optimum NaCl untuk melarutkan PbSO4 adalah konsentrasi NaCl 50% dengan hasil waktu pembenanan yang lebih lama sebesar 141 menit, sedangkan konsentrasi 60% yaitu 129 menit, dan konsentrasi 70% yaitu 114 menit. Kata Kunci: Regenerasi Aki, PbSO4, NaCl, Leaching.
KALSINASI PBSO4 DENGAN NACL DALAM PROSES PENYIMPANAN LISTRIK PADA AKI BEKAS FREDYAN PRATAMA, NICO; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aki merupakan alat yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang nantinya akan disimpan sebagai energi kimia. Penggunaannya yang semakin meningkat di dunia otomotif akan berdampak juga pada industri pembuatan komponennya. Hal ini menunjukkan bahwa limbah aki terus meningkat, kerusakan pada aki salah satunya disebabkan timbulnya lapisan PbSO4 pada permukaan grid karena adanya pencampuran Pb dan SO4. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan NaCl dapat berpengaruh terhadap kemampuan penyimpanan listrik. Metode yang dilakukan menggunakan pengujian charging-discharging. PbSO4 direndam dengan larutan NaCl selama 8 jam dilanjutkan dengan proses kalsinasi (pengeringan) selama 1 jam dengan suhu 1500C kemudian melakukan discharge untuk pengisian daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larutan NaCl lewat jenuh ini mampu melarutkan lapisan timbal sulfat pada elektroda aki. Hasil ini juga menyatakan bahwa konsentrasi NaCl yang paling berpengaruh adalah konsentrasi 40% dengan waktu pembebanan yang lebih lama yaitu 140,6 menit. Kapasitas penyimpanan listrik mengalami peningkatan dimana spesimen tanpa perlakuan memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 0,01AH sedangkan kapasitas konsentrasi NaCl 40% sebesar 0,07 AH Kata Kunci: NaCl, regenerasi aki, charging
ANALISIS SS400 HASIL CARBURIZING MEDIA ARANG TEMPURUNG KELAPA-BACO3 DENGAN VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN DAN HOLDING TIME DITINJAU DARI PENGUJIAN KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO FAIZATUL ABIDAH, AIDHA; SUKMA DRASTIAWATI, NOVI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan kapasitas produksi yang semakin besar meningkatkan persaingan kualitas dan harga peralatan pertanian terutama produk cangkul sampai menimbulkan, permasalahan, yaitu banyaknya peralatan pertanian yang diimpor dari Cina, sehingga merugikan pande besi dan industri peralatan pertanian. Industri baja menyediakan material SS400, namun bahan yang disediakan kurang keras pada permukaan material. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penelitian guna meningkatkan kualitas kekerasan permukaan, dengan dilakukan proses pack carburizing pada baja SS400. Tujuan penelitian ini mendapatkan material dengan permukaan yang keras.Penelitian ini menggunakan metode pack carburizing. Arang tempurung kelapa yang digunakan dalam proses carburizing adalah 250 gram dan 20% BaCO3. Dalam penelitian ini disediakan kontainer atau wadah yang diisi arang tempurung kelapa-BaCO3 dan material SS400 kemudian dipanaskan pada temperatur 845ºC kemudian di holding time 2 dan 3 jam. Selanjutnya untuk temperatur 955ºC dengan holding time 2 jam dan 3 jam. Sesudah proses carburizing dilakukan pengujian kekerasan rockwell dan foto struktur mikro.Hasil pengujian kekerasan, semakin tinggi temperatur dan holding time semakin keras permukaan material SS400, serta struktur mikro yang banyak terbentuk adalah fase martensit. Pada hasil pengujian kekerasan menunjukan temperatur 845?C holding time 2 jam mengalami peningkatan dengan kekerasan sebesar 683,7 HV. Temperatur 845?C holding time 3 jam nilai kekerasan mengalami peningkatan sebesar 736 HV. Temperatur 955?C holding time 2 jam nilai kekerasan mengalami peningkatan sebesar 828 HV. Temperatur 955ºC holding time 3 jam nilai kekerasan mengalami peningkatan sebesar 868,3 HV. Kata kunci: pack carburizing, arang tempurung kelapa-BaCO3, baja SS400, temperatur pemanasan, holding time, kekerasan material, struktur mikro. Abstract Enhancement production capacity making competition for quality and price of agricultural equipment, especially hoes products, causing problems, namely the large amount of agricultural equipment imported from China, which is detrimental to iron industry and the agricultural equipment industry. The steel industry,provides SS400 material, but the material provided is less hard on the surface of the material. To overcome the above problems, research is carried out to improve the quality of surface hardness, by carrying out the carburizing pack process on SS400 steel. The purpose of this research is to get material with a hard surface.This method uses the pack carburizing method. Coconut shell charcoal used in the carburizing process is 250 grams and 20% BaCO3. In this study provided containers or containers filled with coconut shell charcoal-BaCO3 and SS400 material then heated at a temperature of 845ºC then holding time 2 and 3 hours. Next for the temperature of 955ºC with a holding time of 2 hours and 3 hours. After the carburizing process rockwell hardness testing and microstructure photos were carried out.The results of hardness testing, the higher the temperature and holding time the harder the surface of the SS400 material, and the micro structure that is formed is the martensite phase. The results of the hardness test showed a temperature of 845?C holding time of 2 hours had increased with a hardness of 683.7 HV. 845?C temperature holding time 3 hours the hardness increased by 736 HV. 955?C temperature holding time 2 hours the hardness value increased by 828 HV. 955ºC temperature holding time 3 hours hardness value increased by 868.3 HV. Keywords: pack carburizing, coconut shell charcoal-BaCO3, SS400 stell, heating temperature, holding time, material hardness, microstructure
STUDI HASIL PROSES PENGELASAN FCAW (FLUX CORED ARC WELDING) PADA MATERIAL ST 41 DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO ARDIANSAH, ARI; , YUNUS
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era sekarang Perkembangan teknologi di bidang kontruksi yang semakin maju tidak dapat dipisahkan dari pengelasan karena pengelasan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rekayasa dan reparasi logam. Teknik penyambungan logam dengan pengelasan mulai dikembangkan sejak abad ke 19. FCAW (Flux Cored Arc Welding) merupakan las busur listrik fluk inti tengah / pelindung inti tengah. FCAW merupakan kombinasi antara proses SMAW, GMAW dan SAW. Sumber energi pengelasan yaitu dengan menggunakan arus listrik AC atau DC dari pembangkit listrik atau melalui trafo dan atau rectifier.FCAW adalah salah satu jenis las listrik yang memasok filler kawat las secara mekanis terus ke dalam busur listrik yang terbentuk di antara ujung filler kawat las dan metal induk. Baja yang digunakan adalah baja karbon rendah yang juga disebut baja lunak, baja lunak ini adalah baja yang mudah dilas, dapat dilas dengan semua cara pengelasan. Kemampuan suatu jenis media dalam mendinginkan spesimen bisa berbeda-beda, media pendingin merupakan suatu subtansi yang berfungi dalam menentukan kecepatan pendinginan yang dilakukan terhadap material yang telah diuji dalam perlakuan panas. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini berfokus pada ?Studi Hasil Proses Pengelasan FCAW (Flux Cored Arc Welding) pada Material ST 41 dengan Variasi Media Pendingin Terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik dan struktur mikro pada hasil pengelasan FCAW pada material baja karbon rendah ST 41 dengan menggunakan variasi media pendingin (udara, air dan oli). Data dari hasil penelitian dengan variasi media pendingin udara, oli dan air terhadap pengelasan FCAW baja karbon rendah ST 41. Adalah sebagai berikut, kekuatan tarik rata-rata tertinggi menggunakan media pendingin udara sebesar 51,7 N/mm², media pendingin oli sebesar 48,34 N/mm² dan kekuatan tarik rata-rata terendah menggunakan media pendingin air sebesar 44,16 N/mm². Hasil uji struktur mikro proses pengelasan FCAW dengan variasi media pendingin menghasilkan perpaduan batas butir ferit dan perlit. Kata kunci: Las FCAW, Kekuatan Tarik, Struktur Mikro,Media Pendingin Abstract In the current era, technological developments in the field of increasingly advanced construction cannot be separated from welding because welding has a very important role in the engineering and repair of metals. Metal connecting techniques with welding began to be developed since the 19th century. FCAW (Flux Cored Arc Welding) is an electric arc welding center core fluk / middle core protector. FCAW is a combination of the SMAW, GMAW and SAW processes. The welding energy source is by using AC or DC electric current from a power plant or through a transformer and / or rectifier. FCAW is one type of electric welding that supplies mechanical filler welding wire into an electric arc formed between the filler ends of weld wire and metal parent. The steel used is low carbon steel which is also called soft steel, this soft steel is steel that is easily welded, can be welded by all welding methods. The ability of a type of media to cool specimens can vary, cooling media is a substance that functions in determining the speed of cooling carried out on materials that have been tested in heat treatment. Based on the background, this study focuses on "Study of FCAW Welding Process Results in ST 41 Materials with Cooling Media Variations on Tensile Strength and Micro Structures". The purpose of this study was to determine the tensile strength and microstructure of FCAW welding results on ST 41 low carbon steel material using a variety of cooling media (air, water and oil). Data from the results of the study with variations in air, oil and water cooling media on welding FCAW low carbon steel ST 41. The following are the highest average tensile strength using air conditioning media of 51.7 N / mm², oil cooling media of 48, 34 N / mm² and the lowest average tensile strength using water cooling media of 44.16 N / mm². The microstructure test results of the FCAW welding process with variations in cooling media produce a mixture of ferrite and pearlite grain boundaries. Keywords: FCAW Welding, Tensile Strength, Micro Structure,Colling Media
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS TUNGKU KOMPOR DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DI PT. ELANG JAGAD ANANG PAMBUDI, MOH.; , ISKANDAR
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia industri manufaktur logam sangat diperlukan sebuah metode untuk mengurangi kecacatan dalam kualitas sebuah produk termasuk produk tungku kompor. Proses pengendalian terhadap kualitas terhadap produk diperlukan metode Statistical Process Control (SPC) yang dimana metode ini sangat efektif untuk menyelesaikan permasalahan mengenai kecacatan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat defect proses tungku kompor dengan metode Statistical Process Control (SPC), mengetahui penyebab faktor yang mengakibatkan kerusakan atau defect pada process tungku kompor dan mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi tingkat defect pada proses tungku kompor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis statistika deskriptif analitis. Objek yang digunakan dalam pengendalian kualitas produksi ini adalah cacat tungku kompor yang mengalami titik dan patah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menyusun check sheet dan histogram, membuat diagram peta kendali, membuat diagram pareto dan membuat penyusunan terkait permasalahan serta solusi perbaikan menggunakan tabel diagram fishbone. Hasil penelitian presentase pada produk tungku kompor di PT. Elang Jagad sebesar 3,83% pada periode Desember 2018 hingga April 2019 dengan batas kendali maksimal 0,0383 dengan cacat titik yang mencapai persentase 88,6% dan cacat patah yang mencapai persentase 11,4%. Kata Kunci: Statistical Process Control (SPC), Produk Cacat, Tungku Kompor.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH KECEPATAN MAKAN PADA PROSES HOT TURNING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN AKURASI DIMENSI MATERIAL AISI 4140 MENGGUNAKAN LPG HEATING SYSTEM CHRISTIAN NINGRUM, DEVY; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses hot turning adalah proses pembubutan material dengan penambahan pemanasan dimana untuk menjadikan material lebih lunak dengan mengurangi kekuatan gesernya dan mengurangi biaya pemesinan. Pelunakan benda kerja adalah metode yang lebih efektif daripada memperkuat alat pemotong dalam mesin konvensional. Pada proses hot turning dengan kenaikan temperatur permukaan pada benda kerja, hal ini akan berpengaruh terhadap tingkat kekasaran dan akurasi dimensi permukaan benda kerja. Variasi feeding yang berbeda juga mempengaruhi terhadap tingkat kekasaran dan akurasi dimensi permukaan benda kerja, Sehingga menimbulkan permasalahan yaitu bagaimana pengaruh variasi kecepatan makan pada proses hot turning terhadap tingkat kekasaran dan akurasi dimensi permukaan baja AISI 4140. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan kecepatan makan 0.04 mm/min, 0.09 mm/min, 0.14 mm/min dengan penambahan temperatur. Benda kerja yang digunakan pada proses hot turning adalah AISI 4140 dengan kekerasan 44 HRC. Sesudah proses dilakukan, selanjutnya pada benda kerja dilakukan pengujian kekasaran permukaan dan keakurasian dimensi. Hasil pengujian kekasaran permukaan menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan makan pada proses hot turning maka hasil tingkat kekasaran rendah. kekasaran paling rendah didapat pada feeding 0.04mm/min yaitu 1,783 µm, sedangkan nilai kakasaran permukaan yang paling tinggi didapat pada feeding 0.14mm/min yaitu 3,882 µm. Penurunan tingkat kekasaran diiringi juga dengan penurunan keakurasian dimensi. Kata kunci: Hot Turning, LPG Heating System, Kekasaran Permukaan dan Keakurasian Dimensi