cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH JARAK TABUNG UDARA DENGAN KATUP HANTAR TIPE HORIZONTAL TERHADAP KINERJA POMPA HIDRAM RAYNALDI, DICKY; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu faktor sumber yang sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari terutama manusia, hewan dan tumbuhan. Untuk memindahkan air dari sumber menuju tempat yang diinginkan dibutuhkan sebuah alat yaitu pompa air. Dalam pengoperasiannya pompa air membutuhkan energi listrik atau bahan bakar minyak. Kebutuhan bahan bakar minyak yang semakin meningkat mengakibatkan bahan bakar minyak semakin langka dan mahal, sehingga diperlukan solusi dari permasalahan ini. Salah satu solusinya adalah pompa hidram. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data statistika deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak tabung udara dengan katup hantar terhadap kinerja pompa hidram. Pompa hidram yang digunakan dalam penelitian ini berdiameter 2 inch, dengan sudut kemiringan 45º panjang inlet 2 m dan diameter pipa discharge 0,5 inch, menggunakan volume tabung udara 0,0056 m3, variasi jarak tabung udara dengan katup hantar adalah 20 cm, 25 cm, 30 cm, 35 cm, dan 40 cm. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pada perancangan pompa hidram didapatkan hasil yang paling optimal adalah pada jarak 35 cm dengan ketinggian inlet 1,75 m, volume tabung udara 0,0056 m3 dan ketinggian discharge 4 m. Dengan kapasitas discharge 7,31 liter/menit, efisiensi pompa hidram 33,08% sedangkan efisiensi terendah yaitu pada jarak 20 cm dengan nilai efisiensi sebesar 31,11% dan kapasitas discharge 3,17 liter/menit. .Kata Kunci: Pompa Hidram, Katup Hantar, Jarak Tabung, Efisiensi.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP KEKUATAN BENDING PADA ALUMINIUM MENGGUNAKAN MESIN CENTRIFUGAL CASTING HAFIDZ AMINUDDIN, MUCHAMMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kehidupan manusia sangatlah pesat diikuti oleh kebutuhan material terutama yang berasal dari logam. Proses pengecoran logam yang terdapat di pasaran masih menggunakan metode tradisional dengan cara menggunakan pengecoran tuang, cetakan pasir dan menggunakan proses pengelasan, untuk mengembangkan metode tradisional pengecoran centrifugal casting sangat cocok guna memproduksi pipa tanpa sambungan. Proses pengecoran yang digunakan yaitu menggunakan metode centrifugal casting dengan mengatur kecepatan putaran motor menggunakan variasi kecepatan 500 rpm, 750 rpm dan 1000 rpm karena memiliki keunggulan proses pembekuan yang merata, memiliki permukaan yang merata, menghasilkan produk pipa tanpa sambungan, dan kecepatan bisa diatur. Dengan menggunakan aluminium, aluminium dilebur menggunakan tungku dengan suhu 600?C hingga aluminium menjadi cair kemudian dimasukkan kedalam cetakan centrifugal casting. Sebagai pendukung dilakukan uji Bending dan uji Tarik. Hasil dari penelitian pengaruh variasi kecepatan putar 500 rpm, 750 rpm dan 1000 rpm dengan uji bending berturut-turut sebesar 916,65 MPa, 1008,32 MPa Berdasarkan simpulan dari penelitian ini bahwa kecepatan putar mempengaruhi dari uji bending. Kecepatan putar yang optimum terdapat pada 1000 rpm dengan 1216,65 MPa. Kata kunci : centrifugal casting,pengecoran Aluminium, variasi putaran.
PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN WALUYO UTOMO, NUGROHO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN BACKING GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN Nama : Nugroho Waluyo Utomo NIM : 16050754091 Program Studi : S-1 Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Akhmad Hafizh Ainur R., S.T., M.T. Dapat kita ketahui tingkat kekerasan sambungan las GTAW dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain adalah penggunaan backing gas dan penggunaan kawat pengisi (filler rod). Dalam pengambilan data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam tabel, grafik, dan foto, kemudian diuji hipotesisnya dengan menggunakan uji-t. Jumlah spesimen yang digunakan sebanyak 4 spesimen, yang berbeda komposisi backing gas nya. Selanjutnya spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipa stainless steel SA 312 TP 304 yang dilas GTAW dan diuji struktur mikro pada daerah logam induk dan logam las kemudian diuji kekerasan sebanyak tiga pada setiap daerah uji dan diambil nilai rata-ratanya. Hasil penelitian menunjukkan uji struktur mikro pada daerah logam induk (base metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 didominasi struktur kristal fasa austenite. Sedangkan pada daerah logam las (weld metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 terjadi perubahan pada fasa struktur kristalnya yaitu fasa ferrite dan bainit. Pada uji kekerasan daerah BM (Base Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas nitrogen (H2N2) (20%-80%), Pada uji kekerasan daerah HAZ (Heat Affected Zone) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%), Pada uji kekerasan daerah WM (Weld Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 56,2 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%). Hal ini diperkuat berdasarkan hasil analisis parametrik normalitas dan homogenitas dengan hasil > 0,05 yang berarti data normal-homogen dan pada uji t, terlihat bahwa backing gas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekerasan karena nilai sig (2-tailed) < 0,05 dan t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: Backing Gas, Stainless Steel SA 312 TP 304, Struktur mikro, dan Nilai kekerasan
PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN WALUYO UTOMO, NUGROHO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN BACKING GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN Nama : Nugroho Waluyo Utomo NIM : 16050754091 Program Studi : S-1 Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Akhmad Hafizh Ainur R., S.T., M.T. Dapat kita ketahui tingkat kekerasan sambungan las GTAW dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain adalah penggunaan backing gas dan penggunaan kawat pengisi (filler rod). Dalam pengambilan data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam tabel, grafik, dan foto, kemudian diuji hipotesisnya dengan menggunakan uji-t. Jumlah spesimen yang digunakan sebanyak 4 spesimen, yang berbeda komposisi backing gas nya. Selanjutnya spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipa stainless steel SA 312 TP 304 yang dilas GTAW dan diuji struktur mikro pada daerah logam induk dan logam las kemudian diuji kekerasan sebanyak tiga pada setiap daerah uji dan diambil nilai rata-ratanya. Hasil penelitian menunjukkan uji struktur mikro pada daerah logam induk (base metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 didominasi struktur kristal fasa austenite. Sedangkan pada daerah logam las (weld metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 terjadi perubahan pada fasa struktur kristalnya yaitu fasa ferrite dan bainit. Pada uji kekerasan daerah BM (Base Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas nitrogen (H2N2) (20%-80%), Pada uji kekerasan daerah HAZ (Heat Affected Zone) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%), Pada uji kekerasan daerah WM (Weld Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 56,2 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%). Hal ini diperkuat berdasarkan hasil analisis parametrik normalitas dan homogenitas dengan hasil > 0,05 yang berarti data normal-homogen dan pada uji t, terlihat bahwa backing gas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekerasan karena nilai sig (2-tailed) < 0,05 dan t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: Backing Gas, Stainless Steel SA 312 TP 304, Struktur mikro, dan Nilai kekerasan
PENGARUH ARAH ORIENTASI SERAT IJUK DAN SERAT E-GLASS TERHADAP KEKUATAN GESER KOMPOSIT HYBRRID DENGAN RESIN POLYESTER ANDREAWAN, AGUNG; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi otimotif bahan komposit sangat diperlukan dalam pembuatan bodi mobil khususnya bagian bumper depan ,disisi komposit mempunyai sifat mudah dibentuk, difabrikasikan dan memiliki bobot yang lebih ringan. Komposit ini menggunakan serat alam yaitu serat ijuk, dimana serat ijuk sendiri belum digunakan secara maksimal khususnya pada bidang otomotif. Pada tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arah orintasi serat komposit hybrid serat ijuk acak dan serat E-glass anyam dengan resin polyester terhadap kekuatan geser. Dalam pembuatan komposit ini bahan yang digunakan adalah serat E-glass anyam, serat ijuk acak dengan ketebalan 1 mm ± 0,5 mm, resin unsaturated polyester 157 BTQN, dan katalis MEKPO. Susunan serat dimana serat ijuk dibagian atas dan serat E-glass dibagian bawah. Variasi arah orintasi serat 0°,30° , 45° , 60° dan 90°. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan press mold. Pengujian geser ini menggunakan standar ASTM D5379. Komposit diamati secara visual dengan foto makro untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat pengujian geser. Setelah dilakukan pengujian geser dapat disimpulkan hasil dari kekuatan geser diperoleh kekuatan geser rata-rata tertinggi pada arah orientasi serat sudut 30° yaitu sebesar 65 MPa, sedangkan untuk kekuatan geser rata-rata terendah pada arah orientasi serat sudut 90° yaitu sebesar 38.06 MPa. Kata kunci: Orientasi serat, Komposit hybrid, Serat ijuk, Serat E-glass, Resin polyester, Kekuatan geser.
PENGARUH TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKERASAN PADA PEMBUATAN PIPA TIMAH (SN) DENGAN MENGGUNAKAN MESIN CENTRIFUGAL CASTING DWI TYASTANDO, RONALDO; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan berjalannya waktu metode pengecoran cukup berkembang salah satunya metode pengecoran dengan centrifugal casting, pada metode tradisional terjadi porositas atau cacat ruang dan nilai kekerasan yang menurun akibat pembekuan yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap kekerasan dan porositas pembuatan pipa timah menggunakan mesin centrifugal casting. Pengecoran dalam penelitian ini menggunakan metode centrifugal casting dan memberikan variasi temperature tuang yang dapat mempengaruhi sifat mekanis hasil coran dengan suhu 235°C, 255°C, 275°C.. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah timah (Sn). Pengujian pada penelitian ini yaitu pengujian kekerasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada variasi temperatur tuang terhadap kekerasan hasil coran. Pada hasil pengujian kekerasan pada temperatur tuang 235°C memiliki nilai kekerasan tertinggi yaitu sebesar 61,2 HRB, pada temperatur tuang 255°C nilai kekerasan semakin menurun yaitu 54,9 HRB dan pada temperatur tuang 275°C terdapat nilai kekerasan terendah sebesar 43,3HRB. Kata kunci: Timah (Sn), Centrifugal Casting, Temperatur Tuang, Kekerasan Abstract As time goes by casting methods sufficiently developed one foundry with centrifugal casting method, the traditional method of porosity or defects occur space and hardness value decreased due to freezing of time. The purpose of this study was to determine the effect of temperature on the hardness and porosity cast lead pipe manufacture using centrifugal casting machine. The casting in this study using a centrifugal casting method and provide castings temperature variations that can affect the mechanical properties of casting product with a temperature of 235° C, 255 ° C, 275 ° C.. This research is an experimental research. The material used in this study is a tin (Sn). Testing in this study is testing hardness. The results showed that there was a significant effect on temperature variations casting product castings to violence. In the hardness test results at a temperature of 235 ° C castings have the highest hardness value that is equal to 61.2 HRB, at a temperature of 255 ° C pour decreasing hardness value is 54.9 HRB and at a temperature of 275 ° C castings are the lowest hardness value of 43.3HRB. Keywords: Tin (Sn), Centrifugal Casting, Casting Temperature, Hardness.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN CENTRIFUGAL CASTING PADA PROSES PENGECORAN TIMAH TERHADAP POROSITAS JAMAL ABDUH, MUHAMMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah pengecoran dimulai ketika manusia mengetahui mencairkan logam dan membuat cetakan, dengan berjalannya waktu dan kemajuan teknologi maka metode pengecoran logam mulai berkembang, salah satunya yaitu metode centrifugal casting. Pengecoran pembuatan pipa berbahan timah paduan (Sn) dengan menggunakan metode centrifugal casting pada variasi kecepatan putar. Tujuan dari variasi kecepatan putar adalah dan meniminalisir porositas pada material, variasi kecepatan yang digunakan adalah 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm. Pada proses pengecoran material timah paduan (Sn) dipanaskan hingga 231?C sampai mencair. Kemudian cairan timah dituangkan kedalam cetakan centrifugal casting dan mengatur variasi kecepatan putar. Sebagai pendukung maka dilakukan uji porositas, dan dye penetrant. Hasil dari porositas penelitian pengaruh dari variasi kecepatan putar 500 rpm ,1000 rpm, 1500 rpm berturut-turut sebesar 5,6%, 3,7%, dan 2,5% dan pada dye penetrant. Variasi kecepatan putar yang optimum untuk meminimalisir porositas dan dye penetrant adalah 1500 rpm dengan 2,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin cepat kecepatan putar centrifugal casting maka dapat meminimalkan porositas material.
ANALISA KEKAUATAN TARIK DAN IMPAK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT KELAPA DAN TEBU DENGAN PERENDAMAN NAOH DAN MENGGUNAKAN RESIN POLYESTER Heru Rahmanto, Mochammad; ENDAH PALUPI, AISYAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ide penelitian ini berawal dari kondisi di industri maritim yang memproduksi kapal-kapal berbahan non-logam yang dibangun di galangan kapal besar, dimana kapal non-logam tersebut kurang berkembang dengan baik karena cara pembuatannya masih tradisional. Penelitian ini menggunakan bahan serat sabut kelapa dan tebu sebagai serat penguat komposit dengan perendaman NaOH 5%. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini dapat memberikan bahan alternatif baru untuk produksi kapal. Proses pembuatan spesimen komposit menggunakan metode hand lay-up dengan fraksi volume berbeda dengan susunan serat discontinus. Volume fraksi volume yang digunakan adalah 40% serat dan 60% resin sebagai perbandingannya. Hasil analisa menunjukan bahwa perendaman NaOH 5% mempengaruhi kekuatan tarik dan kekuatan impact komposit. Kekuatan tarik tertinggi terjadi pada jenis variasi dengan perlakuan NaOH pada fraksi volume serat tebu 30% dan kelapa 10% dengan nilai 11,73 kg/mm2, sedangkan kekuatan impact tertinggi terjadi pada jenis variasi tanpa perlakuan NaOH pada fraksi volume serat tebu 20% dan kelapa 20% dengan nilai 0,4766 J/mm2. Hasil analisa data diperoleh dari pengaruh NaOH pada spesimen uji kekuatan impak mengalami penurunan nilai kekuatan impact di semua variasi fraksi volume yang diteliti. Sedangkan pengaruh NaOH pada spesimen tarik mengalami peningkatan kekuatan tarik, kecuali pada spesimen dengan fraksi volume serat kelapa 30% dan tebu 10%. Perlakuan NaOH juga meningkatkan nilai modulus elastisitas seluruh variasi spesimen, kecuali pada spesimen dengan fraksi volume serat kelapa 10% dan tebu 30%.Kata kunci : komposit, serat kelapa, serat tebu, NaOH, ASTM, uji tarik, uji impak.
ANALISIS KEKERASAN PERMUKAAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA SS400 PADA METODE PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN MEDIA ARANG TONGKOL JAGUNG DENGAN VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN Abdul Azis, Muhammad; SUKMA DRASTIAWATI, NOVI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemerintah mengimpor cangkul dari China untuk memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri. Dengan beredarnya cangkul China di pasaran membuat produk cangkul dalam negeri kalah bersaing dari segi kualitas kekerasannya. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan kualitas kekerasan permukaan bahan pembuat cangkul, yaitu material baja SS400 dengan menggunakan metode pack carburizing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur pemanasan 8500C, 9000C, dan 9500C pada metode pack carburizing menggunakan media arang tongkol jagung terhadap kekerasan permukaan dan struktur mikro baja SS400. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni eksperimen pack carburizing material baja SS400 dimasukkan ke dalam kontainer yang sudah terisi campuran arang tongkol jagung 155 gram ditambah kalsium karbonat (CaCo3) sebanyak 30 gram, kemudian kontainer ditutup dan dipanaskan menggunakan muffle furnace dengan temperatur 8500C, 9000C, dan 9500C, holding time 90 menit dan quenching media air. Penelitian menggunakan uji kekerasan berskala vickers dan uji struktur mikro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pack carburizing dengan variasi temperatur pemanasan 8500C, 9000C, dan 9500C berpengaruh terhadap kekerasan dan struktur mikro baja SS400. Nilai kekerasan tertinggi dari hasil penelitian ini adalah variasi temperatur pemanasan 950?C sebesar 808,1 HV. Hasil pengujian struktur mikro terbentuk fasa martensit dan perlit pada permukaan material baja SS400. Kata kunci : baja SS400, pack carburizing , tongkol jagung, variasi temperatur pemanasan, kekerasan, struktur mikro. Abstract The government imported from China to make ends meet of domestic hoe. With the release of Chinese hoe in the market, hoe domestically made products less competitive in terms of quality hardness. Therefore do research with the aim of improving the quality of the surface hardness of the hoe making materials, namely steel material SS400 by using the method pack carburizing. This study conducted to know influence of temperature variation warming 8500C, 9000C, and 9500C in pack carburizing method using corn cob charcoal media against the surface hardness and microstructure of steel SS400. The method is experimental pack carburizing steel SS400 material put in a container already filled mix charcoal plus 155 grams of corn cobs calcium carbonate (CaCO3) as much as 30 grams, then the container is closed and using a muffle furnace heated to a temperature 8500C, 9000C, and 9500C, Holding time 90 minutes and quenching with water media. The test used in this study using vickers hardness test scale and micro structure test. These results indicate that the pack carburizing process with variations in heating temperature 8500C, 9000C, and 9500C affect hardness and microstructure of steel SS400, the hardness Value of the highest of the results of this study are the variation of the heating temperature 950?C of 808,1 HV. The results of testing the micro structure of the formed phase martensite and pearlite on the surface of the steel material SS400. Keywords : Steel SS400, pack carburizing, corn cobs, variations in heating temperature, hardness, microstructure
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PROSES ELEKTROPLATING TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KETEBALAN DAN KEKERASAN LAPISAN NIKEL BAJA ST41 , ANDRIAWAN; ENDAH PALUPI, AISYAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pelapisan logam khususnya elektroplating, mendorong para peneliti untuk terus berinovasi. Dahulu pelapisan logam hanya digunakan untuk ketahanan terhadap korosi, sekarang dapat digunakan untuk menaikkan kekuatan dan keindahan dari produk yang dilapisi. Hal ini yang dibutuhkan oleh UKM di Sidoarjo yang bergerak di bidang usaha elektroplating yang salah satu produknya adalah peninggi shock belakang sepeda motor. Ditinjau dari fungsi dan guna dari produknya, kekerasan lapisan sangat penting diperhatikan. UKM ini belum menggunakan standar baku pada proses produksinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh temperatur elektrolit dan waktu pencelupan proses pelapisan elektroplating terhadap ketebalan, kekerasan dan struktur mikro lapisan nikel. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan standart ASTM B689 Volume (02.05) dengan baja St41 sebagai spesimennya. Spesimen dicelupkan dalam larutan elektrolit dengan temperatur yang divariasikan yaitu 30, 40 dan 50? selama 10 menit, dengan cara yang sama dilakukan untuk waktu pencelupan 15 dan 20 menit. Pada penelitian ini dilakukan beberapa pengujian antara lain, pengujian ketebalan dengan Coating Thickness Gauge didapatkan nilai ketebalan paling tinggi pada waktu 20 menit serta temperatur 50°C dengan nilai 21.8 µm dan Pengujian kekerasan dengan Rockwell Hardness Tester didapatkan nilai kekerasan paling tinggi pada waktu 10 menit dan temperatur 30°C dengan nilai 32.1 HRC. Data yang diperoleh menujukkan semakin tinggi temperatur dan semakin lama waktu yang digunakan maka lapisan nikel semakin tebal, namun kekerasan menurun. Penelitian ini juga melakukan uji SEM-EDX dan didapatkan massa atom Ni pada waktu 10, 15 dan 20 menit dengan temperatur 30? adalah 84.80%, 89,85% dan 93.37% serta jumlah atom Ni 62.31%, 74.36% dan 79.88%. Data tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu proses maka semakin banyak massa atom dan jumlah atom Ni yang tereduksi dan menempel sehingga lapisan Ni yang terbentuk dipermukaan baja St41 semkain tebal. Kata Kunci: baja St41, waktu pencelupan, temperatur elektrolit, ketebalan, kekerasan, struktur mikro