cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR HOT DIP GALVANIZING TERHADAP KETEBALAN DAN KEKUATAN BENDING PADA BAJA ST 41 WAHYU NUGROHO, MUHAMMAD; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 41 yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sering digunakan pada komponen tiang listrik yaitu komponen penyangga lampu, travo, dan kabel, akan tetapi tidak ditunjang dengan sifat mekaniknya yaitu kekuatan bending. Hal ini diperlukan perlindungan dengan cara melapisi menggunakan metode pelapisan hot dip galvanizing. Proses hot dip galvanizing adalah memanaskan logam pelapis hingga mencair kemudian celupkan baja St 41 sesuai temperatur dan waktu pencelupan yang diinginkan hingga terlapisi dengan sempurna. Proses pencelupan ini dilakukan dengan melapisi baja St 41 dengan seng (zinc) sebagai perlindungannya. Untuk mengetahui pengaruh terhadap hasil ketebalan lapisan dengan standar ISO 1461 : 1999 perlu adanya variasi temperatur dan waktu pencelupan pada proses hot dip galvanizing, variasi temperatur yang digunakan adalah 420 °C dan 450 °C dan waktu pencelupan sebesar 15, 30, dan 45 detik. Hasil pengujian ketebalan lapisan dan kekuatan bending tertinggi yang diperoleh spesimen bentuk plat pada variasi suhu 420 °C dengan lama waktu pencelupan selama 45 detik dihasilkan ketebalan lapisan sebesar 77,5 µm dan peningkatan kekuatan bending sebesar 1133,33 Mpa, sedangkan lapisan terendah pada suhu 450 °C dengan waktu pencelupan 15 detik sebesar 66,5 µm dan peningkatan bending sebesar 346,6 Mpa. Pada sepesimen silinder diperoleh pada waktu penceluapan 45 detik dan suhu 420 °C dihasilkan ketebalan lapisan sebesar 57,16 µm serta peningkatan kekuatan bending sebesar 1097,679 Mpa, , sedangkan lapisan terendah pada suhu 450 °C dengan waktu pencelupan 15 detik sebesar 43,6 µm dan peningkatan bending sebesar 252,75 Mpa. Kata kunci : hot dip galvanizing, Baja St 41, temperatur pencelupan, waktu pencelupan, uji ketebalan.
EXPERIMENTAL PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU SETENGAH LINGKATAN TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN CROSSFLOW POROS HORIZONTAL KHAIRUL ANAM, DIMAS; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi mekanik. Ada banyak macam pembangkit lisrik tenaga air ini, salah satunya adalah pembangkit mikrohidro. Indonesia memiliki banyak kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai mikrohidro seperti, saluran irigasi, sungai dan air terjun yang dimanfaatkan tinggi jatuh (head) serta jumlah debit air sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Banyaknya potensi air yang ada di Indonesia memungkinkan bahwasanya energi air dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit mikrohidro menjadi energi alternatif sebagai pengganti energi fosil. Dilihat dari keadaan geografis daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi air yang memadai untuk sebuah pembangkit listrik berskala kecil yang biasa dikenal dengan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dalam penelitian hal ini membuat 3 buah turbin crossflow dengan jumlah sudu 4, 6, dan 8 dengan variasi kapasitas air sebesar 8,884 L/s, 11,010 L/s dan 12,583 L/s. Variasi pembebanan sebesar 500 gram, 1000 gram, 1500 gram dan seterusnya dengan peningkatan pembebanan 500 gram hingga putaran turbin berhenti untuk mengetahui daya dan efisiensi yang dihasilkan. Hasil dari penelitian didapatkan turbin dengan jumlah sudu 6 memiliki daya dan efisiensi yang paling optimal dari pada turbin dengan jumlah sudu 4 dan 8. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan jumlah sudu 6 yang terjadi pada kapasitas aliran 11,010 L/s dengan pembebanan 6500 gram, memiliki daya turbin sebesar 2,650 Watt. Efisiensi tertinggi juga dihasilkan oleh jumlah sudu 6 pada kapasitas 11,010 L/s dengan pembebanan 6500 gram dengan nilai efisiensi sebesar 48,14%. Hal ini dikarenakan pada jumlah sudu 6 turbin mampu memanfaatkan aliran air dengan baik dan jarak sudu yang sesuai maka luasan aliran air yang masuk untuk mendorong sudu semakin besar sehingga mampu menghasilkan rpm tinggi serta torsi yang lebih besar. Selain itu jarak sudu turbin juga memiliki pengaruh karena semakin sempit jarak sudu turbin menyebabkan terjadinya benturan pada punggung turbin, serta jarak sudu turbin yang semakin lebar membuat gaya dorong yang dihasilkan air terlalu lambat sehingga turbin tidak dapat berputar secara optimal.
ANALISIS KINERJA SOLAR CELL DENGAN SUMBER ENERGI SOLAR SIMULATOR SETYO PAMUNGKAS, FENDI; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The energy crisis has been a huge problem that becomes the world problem especially Indonesia. A new alternate energy is the most needed solution that can solve it, particulary colecticity energy. An energy utilization is extremely important for the sustainability of human life. One of the energy utilization is solar energy by using solar cell. The purpose of this research is for to know solar cell performance and solar cell efficiency that use a control system with the radiasion of the lights. This research is using experimental methot that the solar cell is controlled by the solar cell system that follow the movement of the lights radioation. The solar cell will be equipped with a simulator so that can read the latensity of the light. The data analysis in this research is descriptive that describe the result in from of table any grafick. From this research, the researcher want to get the ligh value of solar cell performance and solar cell efficiency. Based on this research at 12.30 am, the eficiency value of 40° inclination angle of solar cell with 110° inclination of solar simulator has 5,31% eficiency value of 50° inclination angle of solar cell with 110° inclination has 5,15% eficiency level.Key words: Solar Cell, Solar Simulator, Solar Cell Performance, solar Cell efficiency
OPTIMASI KOMPOSIT SERAT KERSEN KEKUATAN BENDING DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI HARDIANSYAH TANGAHU, DENI; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia industri saat ini semakin berkembang pesat. Perkembangan ini membuat semakin banyak permintaan akan jenis-jenis material baru yang memiliki sifat dan karakteristik sesuai dengan permintaan. Hal ini yang mendorong perubahan penggunaan material logam menjadi material komposit. Penggunaan material komposit seiring berjalannya waktu semakin banyak digunakan karena sifatnya yang dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan. Komposit terdiri dari dua bagian utama yaitu matriks dan serat. Penelitian eksperimen ini menggunakan serat alam pohon kersen dan matriks resin epoxy. Terdapat 3 variasi dalam penelitian ini. Pertama konsentrasi NaOH 4% dan 5%, kedua lama waktu perendaman NaOH 60 menit dan 90 menit dan ketiga fraksi volume serat kersen 60% dan 70%. Penelitian komposit serat alam pohon kersen ini bertujuan untuk melihat nilai kekuatan bending yang dihasilkan dari variasi yang ditelah dipilih. Metode penelitian komposit serat kersen ini menggunakan metode taguchi. Penggunaan metode taguchi dari penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui level faktor yang memiliki pengaruh optimal, menghemat jumlah penelitian yang dilakukan dan mengurutkan level faktor dari yang memiliki pengaruh signifikan sampai yang tidak signifikan pada masing-masing pengujian. Pengujian bending pada penelitian ini memiliki urutan level faktor yang signifikan sebagai berikut fraksi volume 70%, Konsentrasi NaOH 5% dan waktu perendaman 60 menit. Penerapan level faktor yang optimal pada pengujian bending mengalami kenaikan nilai menjadi 62,38 Mpa sedangkan pada pengujian tanpa metode taguchi nilai yang diraih oleh kekuatan bending hanya 53,15 Mpa.
UJI EKSPERIMEN KINERJA MODEL TURBIN ANGIN JENIS SWIRLING SAVONIUS DEFLEKTOR DIAM DENGAN PENAMBAHAN FREE DRAG REDUCING DI TEROWONGAN ANGIN TAWAKAL, IQBAL; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSecara umum dalam penggunaan/konsumsi energi di Indonesia masih mengandalkan dan bergantung pada sumber energi minyak bumi. Suatu kondisi bahwa, perkembangan teknologi menunjukan bahwa hampir seluruh peralatan rumah tangga, dan peralatan lainnya masih menggunakan energi listrik yang semua tersebut bergantung pada bahan bakar minyak. Di Indonesia salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan adalah energi angin. Turbin angin savonius mengkonversikan energi angin menjadi energi mekanis dalam bentuk gaya dorong (drag force). Untuk meningkatkan efisiensi turbin ini dapat menambahkan deflektor atau pengarah angin, dan memodifikasi bilah turbin dengan penambahan overlap pada bilah yang menyebabkan tumpang tindih. Pada penelitian ini lebih memfokuskan pada variasi jumlah deflektor dengan sudut sebesar 45? dari datangnya arah angin. Dengan adanya penambahan deflektor ini dapat berpengaruh besar terhadap daya dan koefisiensi turbin angin, karena angin yang datang langsung di arahkan ke turbin angin. Model dalam penelitian ini berupa turbin angin Swirling Savonius. Penelitian ini dilakukan menggunakan deflektor diam pada turbin angin swirling savonius dengan penambahan Free Drag Reducing. Variasi jumlah deflektor yang digunakan disini sebanyak 12, 14, 16 dan 18 buah. Dengan sudut deflektor 45? yang diukur dari datangnya arah angin, dan 3 lubang Free Drag Reducing.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa daya terbaik diperoleh pada variasi deflektor diam 12 bilah dengan daya sebesar 2.72875 watt dengan beban 2400 gram. Untuk CP terbaik diperoleh pada variasi deflektor diam 12 bilah dengan CP sebesar 24.9986768% dengan beban 2400 gram. Untuk karakteristik jumlah CDP dan CLP total antara sisi advancing dan returning bilah didapatkan pada variasi deflektor 12 sebesar 1.074 dengan total CDP 3.116 dan CLP 2.042. Variasi tanpa deflektor didapatkan sebesar -2.265 dengan total CDP 0.530 dan CLP 2.795. Variasi deflektor 14 didapatkan sebesar -1.111 dengan total CDP 1.333 dan CLP 2.445. Variasi deflektor 16 didapatkan sebesar -1.872 dengan total CDP 1.668 dan CLP 3.540. Variasi deflektor 18 didapatkan sebesar -2.065 dengan total CDP -1.141 dan CLP 0.924. Kata kunci: Swirling savonius, vertical, deflektor , free drag reducingAbstract In general, energy usage / consumption in Indonesia still relies on and depends on petroleum energy sources. This condition refers to technological developments show that almost all household appliances, and other equipment still use electrical energy which all depend on fuel oil. In Indonesia, one of the renewable energy sources that could be utilized is wind energy. Savonius wind turbines convert wind energy into mechanical energy in the form of drag force. To increase the efficiency of this turbine, It could be added a deflector or wind direction, and modify the turbine blades by adding overlap to the blades that cause overlap. This research focuses more on variations in the number of deflectors with an angle of 45 ? from the coming wind direction. By the addition of this deflector can greatly affect the power and coefficient of wind turbines, because the wind that comes directly directed to the wind turbine. The model in this study is the Savonius Swirling wind turbine. This research was conducted using a silent deflector on a swirling savonius wind turbine with the addition of Free Drag Reducing. There are 12, 14, 16 and 18 variations in the number of deflectors used. With a 45 def deflector angle measured from the coming wind direction, and 3 Free Drag Reducing holes. The results of the study showed that the best power was obtained in the variation of the 12 blades silent deflector with a power of 2,72875 watts with a load of 2400 grams. The best CP is obtained in the variation of 12 blades silent deflector with CP 24.9986768% with 2400 gram load. For the characteristics of the total number of CDP and CLP between the advancing and returning slats, the variation of deflector 12 is 1,074 with a total CDP of 3,116 and CLP 2,042. Variations without deflectors were obtained for -2,265 with a total CDP of 0.530 and CLP of 2795. The variation of deflector 14 was obtained for -1.111 with a total CDP of 1.333 and CLP of 2,445. The variation of deflector 16 is -1,872 with a total CDP of 1,668 and CLP 3,540. The variation of deflector 18 is obtained by -2.065 with a total CDP of -1.141 and CLP of 0.924. Keywords: Swirling savonius, vertical, deflector, free drag reducing
UJI PERFORMA TURBIN ANGIN DARRIEUS 6 BLADE DAN SOLAR PV SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID DI PANTAI TAMBAN KABUPATEN MALANG ANJAR PRATIWI, DEWI; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan penyebaran listrik, sehingga menyebabkan banyaknya wilayah yang belum menikmatik listrik. Kurangnya persediaan energi listrik dari PLN menjadi kendala bagi masyarakat di pesisir pantai di Kabupaten Malang. Potensi energi angin rata-rata perhari adalah 2 m/s hingga 5 m/s dan potensi energi matahari rata-rata perhari adalah 600 W/m2 hingga 1.000 W/m2 yang dapat digunakan untuk dijadikan sumber energi pembangkit listrik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dimana turbin angin darrieus tipe-H 6 sudu dan solar PV monocrystalline berkapasitas 50 WP akan digabung menjadi sistem hybrid untuk mengatasi masing-masing kekurangan dari turbin angin maupun solar PV dengan variasi kecepatan angin yaitu 1-2 m/s, 2,1-3,1 m/s, dan 3,2-4,2 m/s dan variasi intensitas matahari yaitu 250-470 W/m2, 471-691 W/m2, dan 692-912 W/m2. Sumber energi dari matahari dapat menghasilkan daya listrik rata-rata 0,74 KW/hari dengan efisiensi 8,2% dengan rata-rata intensitas cahaya tertinggi pada pukul 11.00 WIB sampai 13.00 WIB. Sedangkan, sumber energi dari angin dapat menghasilkan daya listrik rata-rata sebesar 0,21 KW/hari dengan efisiensi sebesar 5,38% dengan rata-rata kecepatan angin tertinggi pada pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB. Maka yang dapat dihasilkan oleh pembangkit listrik hybrid sebesar 0,95 KW/hari dengan efisiensi sebesar 51,1% dalam 1 hari (06.00 WIB-15.00 WIB).Kata kunci : Energi Terbarukan, Turbin Angin, Solar PV, Hybrid
ANALISIS GETARAN BAJA HARDENING S45C PADA PROSES HOT TURNING MENGGUNAKAN INDUCTION ELECTROMAGNETIC FIKRI ABDI RACHMAN, HAIKAL; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majunya perkembangan teknologi pada bidang material harus diimbangi juga dengan perkembangan teknologi dalam bidang permesinan. Material yang mempunyai nilai kekerasan yang tinggi sulit untuk dikerjakan pada proses permesinan. Untuk membubut material dengan nilai kekerasan yang tinggi maka diperlukan nilai feeding dan depth of cut yang rendah agar getaran yang terjadi tidak besar sehingga menyebabkan proses produksi yang relatif lebih lama. Lamanya waktu proses produksi menyebabkan menurunnya produktivitas produksi. Salah satu metode untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan hot turning. Namun penggunaan LPG sebagai bahan pemanas pada hot turning menimbulkan beberapa permasalahan, sehingga dipilih metode pemasanan yang lain yakni induction electromagnetic. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan induction electromagnetic pada proses hot turning baja hardening S45C terhadap nilai getaran proses. Pada penelitian ini digunakan metode hot turning dengan variasi pemanasan 400?C, serta variasi feeding 0.15mm/rev dan 0.3mm/rev. Material yang digunakan adalah baja hardening S45C dengan nilai kekerasan rata-rata 49.6HRC. Pengujian yang digunakan pada penelitian ini adalah uji getaran untuk mengetahui getaran yang terjadi pada saat proses hot turning yang diwakilkan oleh nilai defleksi pada ujung pahat. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada pengujian getaran, penggunaan induction electromagnetic menyebabkan perbedaan getaran yang terjadi pada pahat. Nilai rata-rata defleksi tertinggi didapatkan dari variasi pemanasan 400?C dengan feeding 540mm/min yaitu sebesar 0.024mm. Nilai rata-rata defleksi terendah didapatkan dari variasi pemanasan 400?C dengan feeding 270mm/min yaitu sebesar 0.016mm. Kata Kunci: Nilai Kekerasan, Getaran, Baja Hardening S45C, Hot Turning, Induction Electromagnetic.
PENGARUH VARIASI LAJU ALIRAN UDARA PADA UPDRAFT GASIFIER SISTEM SEMI KONTINYU TERHADAP KUALITAS NYALA API SYN GAS PADA GASIFIKASI BIOMASSA LIMBAH CANGKANG KEMIRI PRAMANA PUTRA, AJI; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi minyak bumi di Indonesia tiap tahunnya tercatat semakin meningkat. Untuk mengatasi ketergantungan terhadap energi minyak bumi adalah dengan menemukan energi alternatif salah satunya adalah gasifikasi. Gasifikasi adalah proses konversi energi dari bahan padat (biomassa) menjadi syn gas (gas hasil sintesa) yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Permasalahan yang sering dihadapi dalam proses gasifikasi biomassa adalah rendahnya kualitas nyala api syn gas yang dihasilkan (warna, tinggi, temperatur, dan waktu). Salah satu variabel yang menentukan rendahnya kualitas nyala api adalah laju aliran udara yang memasuki gasifier. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mencari pengaruh AFR (rasio udara : bahan bakar) dalam satuan (kg udara/detik/kg bahan bakar) yang masuk ke dalam gasifier tipe updraft aliran semi kontinyu. Variasi AFR (0,3; 0,5; 0,7; 0,9; dan 1,1) dilakukan dengan cara mengatur bukaan katup pada blower udara yang masuk ke dalam gasifier. Jumlah biomassa cangkang kemiri dibuat tetap yaitu 5,5 kg sekali proses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk AFR 0,3; 0,5; 0,7; 0,9; dan 1,1 diperoleh tinggi nya api masing-masing 22,2 cm; 25,7 cm; 31 cm; 51,2 cm; dan 54,6 cm. Lama waktu nyala api masing-masing: 100 menit, 80 menit, 60 menit, 40 menit, dan 30 menit. Sedangkan temperatur nyala api masing-masing: 249?, 180?, 161?, 142?, dan 140?. Warna nyala api terbaik berwarna biru pada AFR 0,3 sedangkan lainnya berwarna kemerahan. Dari kelima AFR tersebut yang terbaik adalah AFR 0,3 karena warna nyala api biru, lama waktu menyala dan temperatur tertinggi meskipun tinggi nyala api terendah. Kata Kunci : Laju Aliran Udara, Gasifikasi, Cangkang Kemiri, Kualitas Nyala Api
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN SERAT PADA LARUTAN NATRIUM BIKARBONAT (NAHCO3) TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO KOMPOSIT SERAT KULIT BATANG KERSEN - POLIESTER AGUNG LUTFINANDHA, MUHAMMAD; SUKMA DRASTIAWATI, NOVI
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknologi dibidang industri material yang semakin maju menuntut pembaharuan jenis material dengan berat jenis (density) rendah, kuat dan ramah lingkungan seperti jenis material komposit serat alam. Penggunaan Laminate composite material kayu maple pada papan skateboard masih kurang efektif karena sering terjadi patah dan rusak akibat panas matahari serta air hujan. Perlu dilakukan inovasi material pada aplikasi papan skateboard salah satunya dengan menggunakan jenis komposit serat kersen (Muntingia calabura). Masalah yang sering terjadi pada material komposit serat alam yaitu lemahnya ikatan serat dengan matriks dan cacat akibat produksi yang menyebabkan sifat mekanis kurang sesuai dengan aplikasinya, proses perlakuan alkalisasi serat kersen dengan larutan alkali Natrium Bikarbonat (NaHCO3) diharapkan mampu memperbaiki ikatan serat dengan matriks. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh serat kersen tanpa perendaman dan serat kersen dengan lama perendaman selama 24 jam, 96 jam dan 192 jam pada larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3) dengan matriks poliester terhadap kekuatan tarik dan foto mikro kegagalan komposit. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen serat kersen tanpa perendaman dan serat kersen dengan variasi lama perendaman selama 24 jam, 96 jam dan 192 jam pada larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3). Serat kersen dimasukkan pada larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3) dengan konsentrasi 12% pada wadah selama 24 jam, 96 jam dan 192 jam. Pembuatan spesimen komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kersen dengan poliester sebesar 30%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638 . Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara komposit serat kersen tanpa perlakuan dengan jenis komposit serat kersen variasi lama perendaman 24 jam, 96 jam dan 192 jam pada larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3). Lama perendaman serat menentukan kemampuan interlocking antara serat dan matriks yang dipengaruhi akibat hilangnya senyawa lignin, hemiselulosa, lilin dan minyak yang terdapat pada serat alam, Dapat dilihat dari hasil pengujian kekuatan tarik tertinggi didapat pada komposit serat kersen lama perendaman 96 jam sebesar 57.55 Mpa, serat kersen lama perendaman 192 jam sebesar 54.76 Mpa, serat kersen lama perendaman 24 jam sebesar 45.38 Mpa dan kekuatan tarik terendah pada komposit serat tanpa perendaman sebesar 37.78 Mpa. Dari Pengamatan makro dan mikro pada spesimen uji tarik dominan menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik menahan beban yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah karena gaya searah yang diterimanya.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU BERPENAMPANG V TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN CROSSFLOW POROS HORIZONTAL RYAN PRIAMBODHO, GIGGA; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi listrik di Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, penduduk dan perubahan gaya hidup manusia. Dalam mengatasi menipisnya cadangan energi fosil sebagai sumber energi listrik maka tenaga air merupakan jenis energi terbarukan yang memiliki potensi besar. Microhydro atau sering dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mycrohydro (PLTMH), pembangkit ini menghasilkan energi listrik dibawah 100 KW. Turbin crossflow dipilih karena dirasa lebih unggul dalam kriteria pemilihan turbin serta lebih mudah dalam pembuatan dan pengaplikasiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah sudu berpenampang V pada turbin crossflow poros horizontal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan jumlah sudu berpenampang V sebanyak 6, 8 dan 10 sudu dengan sudut sudu sebesar 100°, selain itu kekasaran permukaan sudu pada penelitian ini diabaikan. Pengujian dilakukan pada variasi kapasitas air sebesar 9.855 L/s, 11,804 L/s dan 14,320 L/s dan variasi pembebanan sebesar 500 g, 1000 g, 1500 g dan seterusnya hingga turbin berhenti berputar. Hasil dari penelitian didapatkan turbin dengan jumlah sudu 8 memiliki daya dan efisiensi yang paling optimal daripada turbin dengan jumlah sudu 6 dan 10. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan jumlah sudu 8 yang terjadi pada kapasitas aliran 11,804 L/s dengan pembebanan 6500 gram, memiliki daya sebesar 2,834 Watt. Efisiensi turbin tertinggi juga dihasilkan oleh jumlah sudu 8 pada kapasitas 11,804 L/s dengan pembebanan 6500 gram dengan nilai efisiensi sebesar 77,55%. Hal ini dikarenakan pada jumlah sudu 8 pada kapasitas 11,804 L/s ketinggian air tidak terlalu tinggi sehingga aliran air tepat menerpa sudu turbin sehingga aliran air bisa dimanfaatkan dengan optimal untuk memutar turbin dan dapat menghasilkan rpm dan torsi yang lebih tinggi dan tahan terhadap pembebanan tinggi. Kata kunci: Crossflow, Daya, Efisiensi, Jumlah Sudu, Turbin.