cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG LURUS DENGAN LUAS OPTIMUM SUDU MAULANA, TUTUR; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini energi listrik merupakan salah satu sumber energi yang sangat dibutuh bagi kehidupan manusia, baik dalam sektor rumah tangga, publik maupun industri. Salah satu bentuk energi yang dapat dimanfaatkan adalah energi potensi air, dan penggunaan turbin vortex sangat berguna untuk memaksimalkan potensi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya dan efisiensi yang dihasilkan dari luas optimum sudu turbin reaksi aliran vortex tipe sudu berpenampang lurus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan membuat turbin vortex tipe sudu berpenampang lurus yang memiliki luasan dengan tinggi 19 cm, 20 cm, 21 cm, dan lebar 27 cm yang menggunakan kapasitas air 8,069 L/s, 9,413 L/s, 10,803 L/s, dan 12,341 L/s. Variasi pembebanan yang digunakan kenaikan 5000 gram hingga putaran poros pada turbin berhenti. Pengujian akan dilakukan hingga mendapatkan hasil daya dan efisiensi pada aliran vortex. Daya tertinggi dihasilkan oleh turbin dengan tinggi sudu 19 cm yang terjadi pada kapasitas 12,341 L/s dengan pembebanan 40000 gram, memiliki daya sebesar 44,44 watt. Efisiensi tertinggi dihasilkan oleh turbin dengan tinggi 19 cm yang terjadi pada kapasitas 10,803 L/s dengan pembebanan 45000 gram, memiliki efisiensi sebesar 53,82 %. Dari hasil penelitian ini, didapatkan semakin luas permukaan turbin semakin rendah nilai daya dan efisiensi. Hal ini disebabkan oleh massa turbin yang mempengaruhi putaran poros pada turbin. Kata kunci : Turbin, Turbin Vortex, Sudu Berpenampang Lurus, Tinggi Sudu, Lebar Sudu When this electric energy is one energy source that is very necessary for human life, both in the sectors of household, public and industry. One of the forms of energy that can be harnessed is the energy potential of water, and use the turbine vortex is very useful to maximize the potential. The purpose of this study is to determine the power and efficiency resulting from the broad optimum of the turbine blade reaction flow vortex type of the blade cross-section is straight. This research uses experimental methods, namely by making the turbine vortex type blade section straight that has an area with a height of 19 cm, 20 cm, 21 cm, and a width of 27 cm using a water capacity of 8,069 L/s, 9,413 L/s, 10,803 L/s, and 12,341 L/s. Load variation that is used the increase of 5000 grams to a round shaft on the turbine stops. Testing will be done to get the power and efficiency of the vortex flow. The highest power generated by the turbine with high blade of 19 cm, which occurs on the capacity of 12,341 L/s with a loading 40000 grams, has a power of 44,44 watts. The highest efficiency is produced by the turbine with a height of 19 cm which occurs on the capacity of the 10,803 L/s with a loading 45000 grams, has an efficiency of 53,82 %. From the results of this study, the surface area of the turbine the lower the value of power and efficiency. This is caused by the turbine mass that affects the shaft rotation of the turbine. Keywords:Turbine, Vortex Turbine, Straight-Sided Blades, Blades Height, Blades Width
ANALISA KINERJA MESIN DAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR BERBAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DARI AMPAS TEBU DAN PREMIUM IBNU SHOLEQ, ZABIL; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat mengakibatkan penggunaan bensin semakin banyak. Sejalan dengan itu polusi akibat asap kendaraan bermotor juga meningkat. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan, selain itu ketersedian minyak bumi sebagai bahan baku pembuatan bensin sangat terbatas di alam. Banyak penelitian dilakukan untuk mencari bahan bakar alternatif yang terbarukan. Salah satunya ialah penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Bioetanol diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari minyak bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin dan emisi gas buang mesin sepeda motor berbahan bakar campuran premium dengan bioetanol dari ampas tebu. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui campuran terbaik premium dengan bioetanol, sehingga dapat dibandingkan dengan kinerja mesin dan emisi gas buang yang berbahan bakar premium murni. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen deskriptif kuantitatif, dimana sepeda motor Honda Supra X 125 tahun 2009 diuji menggunakan campuran premium dengan bioetanol (E0, E5, E10, E15, E20). Pengujian kinerja mesin berpedoman pada standar SAE J1349. Hasil pengujian kinerja mesin terbaik akan di uji emisi gas buang berdasarkan SNI 19-7118.3-2005. Pengujian emisi gas buang mesin yang dilakukan untuk mengetahui kandungan gas O2, CO, CO2, dan HC dari campuran bahan bakar terbaik. Hasil, penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan biopremium ampas tebu lebih baik daripada premium murni E0 dilihat dari kinerja mesin maupun emisi gas buang. Kinerja mesin terbaik diperoleh dari bahan bakar E15 ( premium 85% dan bioetanol 15%) dari ampas tebu. Hal ini ditunjukkan oleh perolehan daya efektif terbaik sebesar 7,909 PS pada putaran mesin 7000 rpm, torsi terbaik sebesar 9,120 Nm pada putaran mesin 5500 rpm, konsumsi bahan bakar spesifik terendah sebesar 0,051 kg/PS.jam pada putaran mesin 5500 rpm. Pada pengujian emisi gas buang penggunaan bahan bakar E15 ( premium 85% dan bioetanol 15%) dari ampas tebu dapat mengurangi emisi gas HC, CO, dan O2, dengan gas HC terendah 85 ppm pada 8000 rpm, sedangkan gas CO terendah 2,30% pada 8000 rpm dan gas O2 terendah 3,33% pada 9000 rpm. Serta meningkatkan emisi gas CO2, dengan CO2 tertinggi 11% pada 9000 rpm. Emisi gas HC dan CO yang dihasilkan biopremium ampas tebu masih di bawah ambang batas standar emisi gas buang berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 tahun 2006. Kata kunci: mesin sepeda motor, kinerja mesin, emisi gas buang mesin, bioetanol, ampas tebu.
PERANCANGAN MESIN PEMECAH TELUR OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE REVERSE ENGINEERING BERBASIS MEDIA ONLINE ALI MASUM, AHMAD; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki aneka ragam produk olahan berbahan baku telur seperti roti, bolen, dan lapis. Bahan baku yang digunakan pembuatan produk makanan tersebut salah satunya adalah telur. Mayoritas industri makanan yang berbahan baku telur di Indonesia masih menggunakan alat tradisional untuk memecahkan telur, misalnya menggunakan sendok, pisau atau alat sejenisnya, sehingga dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk kepentingan tersebut. Industri makanan berbahan baku telur rata-rata membutuhkan telur sebanyak 40 hingga 70 kg/hari, maka diperlukan alat yang mampu memecahkan telur dengan cepat. Namun mesin pemecah telur yang sudah ada harganya relatif mahal dan sulit dalam melakukan perawatan dan perbaikan, sehingga diperlukan penelitian tentang perancangan mesin pemecah telur untuk memenuhi kebutuhan industri domestik. Penelitian ini membahas tentang cara menduplikasi mekanisme mesin pecah telur RZ-1 Ovo Tech menggunakan metode reverse engineering. Tahapan yang dilakukan dalam reverse engineering pertama adalah tahap pencarian informasi dari berbagai macam sumber yaitu lieratur buku, jurnal dan inernet yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Selanjutnya mengidentifkasi mesin meliputi mekanisme gerak mesin, komponen dan fungsinya dari media online. Analisa gerakan pemecahan telur untuk membentuk model baru. Dilanjutkan dengan perancangan dan pemodelan mesin pemecah telur dengan bantuan software Autodesk Inventor 2015 student version. Dibagian paling akhir dilakukan analisa desain berupa interference check dan motion study pada unit mekanisme pemecah telur. Hasil penelitian menunjukkan mekanisme gerak mesin pemecah telur terdiri dari 2 gerakan yaitu mengetuk telur dan membelah telur. Gerakan mekanisme pemecah telur ini dibentuk model baru untuk menghasilkan 2 gerakan tersebut. Model mekanisme ketuk terdiri dari komponen profil pengetuk, poros pengetuk, dan alur pengetuk, sedangkan model mekanisme belah tediri dari komponen alur pembelah. Hasil akir dari perancangan model mekanisme pemecah telur adalah gambar detail spesifkasi setiap komponen unit mekanisme pemecah telur Kata kunci: mesin pemecah telur, reverse engineering.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK POMPA HIDRAM SUSUNAN TUNGGAL DAN GANDA DENGAN JUMLAH DAN TINGGI PIPA OUTLET PRIAMBODO, RIZKY; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu faktor kebutuhan yang sangat penting dan juga diperlukan dalam kehidupan manusia. Kebutuhan air yang sangat banyak juga sangat diperlukan dan dapat menimbulkan permasalahan baru, khususnya bagi masyarakat daerah dataran tinggi yang sulit mendapatkan sumber air atau dengan sumber air yang lebih rendah, sehingga untuk mendapatkannya dibutuhkan usaha yang lebih berat karena harus diangkat melalui jalan yang menurun dan menanjak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data statistika deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak tabung udara dengan katup hantar terhadap kinerja pompa hidram. Pompa hidram yang digunakan dalam penelitian ini berdiameter 5 inch, dengan sudut kemiringan 45º panjang inlet 6 m dan diameter pipa discharge 0,5 inch, menggunakan volume tabung udara 0,0056 m3, variasi susunan pompa tunggal dan ganda dengan jumlah outlet 1, 2, dan 3 serta tinggi outlet 4 m, 5 m, 6 m, dan 7 m . Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pada perancangan pompa hidram susunan tunggal dan ganda didapatkan hasil yang paling optimal adalah pada pompa hidram susunan tunggal dengan jumlah pipa outlet 1 pada ketinggian pipa outlet 4 m, volume tabung udara 0,0056 m3. Dengan kapasitas discharge 0,00047 m3/s, dan efisiensi pompa hidram 51,20% sedangkan efisiensi terendah yaitu pada pompa hidram susunan ganda dengan jumlah pipa outlet 3 pada ketinggian pipa outlet 7 m dengan nilai efisiensi sebesar 7,12% dan kapasitas discharge 0,00007 m3/s. Kata Kunci : Pompa Hidram Tunggal, Ganda, Efisiensi.
UJI EKSPERIMEN MODEL TURBIN ANGIN SWIRLING SAVONIUS DENGAN DEFLEKTOR DIAM MENGGUNAKAN TEROWONGAN ANGIN ZULIANTO, MOH.; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sudah dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya energi fosil dan energi baru terbarukan, Selama ini energi fosil yang bersifat unrenewable masih sangat di butuhkan bagi kehidupan masyarakat Indonesia sedangkan energi yang bersifat renewable (terbarukan) relatif belum banyak dimanfaatkan. Salah satu sumber daya EBT yang potensial untuk dikembangkan adalah angin, di Indonesia rata-rata kecepatan angin berkisar antara 3m/s-6m/s. turbin angin savonius sumbu vertikal adalah Salah satu alat yang dapat digunakan sebagai energi terbarukan dengan memanfaatkan angin berkecepatan rendah, namun masih mempunyai kelemahan efisiensi yang rendah di bandingkan turbin lainya. Penelitian dilakukan dengan menguji model turbin angin tipe- Swirling Savonius dengan penambahan deflektor diam, adapun variasi bebas penelitian ini adalah jumlah bilah deflektor yaitu 4, 8, 12, 16 sudu dengan sudut 45º, Pengujian ini dilakuakan pada kondisi angin buatan. Uji eksperimen ini untuk menggetahui efisiensi penambahan Deflektor terhadap kinerja turbin angin Swirling Savonius 1 tingkat 2 blade. Hasil penelitian memaparkan bahwa jumlah sudu 12 adalah jumlah sudu yang menghasilkan kinerja yang terbaik dengan daya sebesar 2,724 Watt dan nilai efisiensi sebesar 24,960% pada kecepatan angin 6 m/s. Kata kunci: Energi angin, sumbu vertikal, turbin angin Swirling Savonius, Deflektor. Indonesia has been known as a country that is rich in fossil energy resources and new renewable energy. So far, unrenewable fossil energy is still very much needed for the life of the Indonesian people while renewable energy is relatively underutilized. One potential EBT resource to be developed is wind, in Indonesia, the average wind speed ranges from 3m / s-6m / s. Savonius vertical axis wind turbine is one of the tools that can be used as renewable energy by utilizing low-speed wind but still has a low-efficiency disadvantage compared to other turbines. The research was conducted by testing the Savonius Swirling-type wind turbine model with the addition of a silent deflector, while the free variation of this study was the number of deflector blades which were 4, 8, 12, 16 blades with an angle of 45º, this test was carried out under artificial wind conditions. This experimental test is to find out the efficiency of adding Deflector to the performance of a level 2 blade Swirling Savonius wind turbine. The results of the study explained that the number of blades 12 is the number of blades that produce the best performance with a power of 2.724 Watts and an efficiency value of 24.960% at a wind speed of 6 m / s. Keywords: Wind energy, vertical axis, Swirling Savonius wind turbine, Deflector.
PENGARUH QUENCHING-TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO HASIL LAS FRICTION PADA WELDING REPAIR REAR AXLE SHAFT MEDIUM CARBON STEEL PRATAMA SIDIQ, RISQY; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegagalan patah, banyak dijumpai pada poros roda belakang truk. Hal ini disebabkan oleh kualitas jalan dan regulasi yang mengaturnya. Keggalan ini berimplikasi terhadap meningkatnya jumlah limbah poros roda belakang truk. Prinsip pengelolaan limbah, repair memungkinkan penggunaan kembali limbah poros roda belakang dengan perbaikan dan perlakuan pada limbah. Proses penyambungan pada limbah poros menggunakan pengelasan gesek, menyebabkan perbedaan struktur mikro dan nilai kekerasan pada logam paduan hasil pengelasan. Melihat fenomena di atas peneliti ingin mengetahui pengaruh perlakuan panas quenching ? tempering terhadap kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada poros hasil repair, dan untuk mengetahui perbedaan nilai sifat mekanik rear axle shaft repair dengan rear axle genuine 7.5 ton. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan teknik analisis data one way anova. Hasil penelitian menunjukkan quenching-tempering berpengaruh secara signifikan, pada kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro poros hasil repair pengelasan gesek. Spesifikasi mekanik repair rear axle shaft mempunyai nilai kuat tarik melebihi spesifikasi mekanik rear axle shaft genuine 7.5 ton, tetapi nilai kekerasan dan elongasi masih dibawah rear axle shaft genuine 7.5 ton. Kata kunci: poros roda belakang, quenching-tempering, perbaikan, pengelasan gesek Abstract Failure is broken, often found on the rear axle of the truck. This is caused by the quality of the road and the regulations that it stipulates. This failure has implications for the amount of truck rear axle waste. The principle of waste management, repair allows reuse of the rear axle with repair and maintenance on waste. The connection process on shaft flow uses friction welding, causing differences in the microstructure and the value of the opposition to the welded alloy metal. Seeing the above phenomenon the researcher wants to find out how to improve quenching - tempering heat against tensile strength, hardness and microstructure on the improved shaft, and to find out the difference in mechanical properties of the rear axle repair with the original 7.5 ton rear axle. This research method uses one way ANOVA research methods and data analysis techniques. The results showed that quenching-tempering had a significant effect on the tensile strength, hardness, and microstructure of the shaft resulting in improved friction welding. Mechanical specifications for rear axle improvement have tensile strength values ??exceeding the original 7.5 tons rear axle mechanical specifications, but the point of hardness and elongation are still below the original 7.5 tons rear axle. Keywords: rear axle shaft, quenching-tempering, repair, friction welding
ANALISIS PENGARUH VARIASI WAKTU DAN TEMPERATUR PELAPISAN NIKEL - KROM DEKORATIF TERHADAP KETEBALAN DAN KETANGGUHAN BAJA ASTM A36 ERLAMBANG, BRAM; ENDAH PALUPI, AISYAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan bermula adanya kasus di sebuah UKM di Ngingas Sidoarjo, pada hasil pelapisan terdapat keretakan dan kurang merata. Oleh sebab itu Peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh temperatur, waktu pelapisan nikel dan krom dekoratif terhadap hasil ketebalan dan ketangguhan lapisan permukaan baja ASTM A36. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi UKM yang bergerak pada bidang pelapisan, serta dapat menambah referensi ilmu di dunia pendidikan. Elektroplating merupakan suatu proses elektrolisis, dimana terjadi pengendapan logam pada permukaan logam yang akan dilapisi. Logam yang dilapisi adalah ASTM A36 yang merupakan bahan untuk pembuatan stang motor. Pelapisan ini menggunakan larutan nikel sebagai dasar lapisan, dilanjutkan dengan pelapisan krom dekoratif untuk menambah nilai dekoratifnya. Spesimen pada penelitian ini berukuran 55x10x10 (mm) dan 55x30 (mm). Pelapisan nikel memiliki variasi waktu lama pencelupan 18, 20, 22 (menit) dan variasi temperatur larutan 55, 57 (°C). Pelapisan Krom menggunakan waktu pencelupan 2 menit dan variasi temperatur 55, 57 (°C). Hasil Elektroplating ini diuji ketebalan lapisan yang dihasilkan dan seberapa ketangguhan lapisan untuk melindungi material dari faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukan semakin besar nilai waktu lama pencelupan dan temperatur, maka semakin besar pulal ketebalan dan nilai impak yang dibutuhkan untuk merusak baja ASTM A36. Pada waktu 18 menit dengan temperatur 55? pada kedua larutan, nilai ketebalannya adalah 20,50 µm dan nilai impaknya 338,64 J. Sedangkan, pada waktu 22 menit dengan temperatur 57? pada kedua larutan, nilai ketebalannya adalah 40,90 µm, dan nilai impaknya 499,84 J. Kata Kunci : Elektroplating, ASTM A36, waktu, temperatur, nikel, krom.
UJI EKSPERIMEN MODEL TURBIN ANGIN SWIRLING SAVONIUS DENGAN DEFLEKTOR BERGERAK TERHADAP KINERJA DI TEROWONGAN ANGIN RIZAL ADI IRAWAN, MOCH.; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan daya dan Coefficient Power turbin dengan menambahkan deflektor dan memodifikasi bilah turbin dengan memberi overlap pada bilah. Turbin angin dengan penambahan overlap pada bilah ini disebut turbin angin Swirling Savonius. Penelitian ini lebih memfokuskan pada variasi deflektor dengan sudut sebesar 45 dari datangnya arah angin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data yang diperoleh dari eksperimen dimasukan ke dalam tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik lalu dianalisis dan ditarik kesimpulan. penelitian menunjukan bahwa daya terbaik diperoleh pada penambahan deflektor bergerak 16 buah dengan daya sebesar 2.2852 watt dengan beban 4200 gram. CP terbaik diperoleh dengan penambahan deflektor bergerak 16 buah dengan CP sebesar 11.9365 % dengan beban 4200 gram. Untuk karakteristik jumlah total cp terbaik antara sisi advancing blade dengan returning blade didapatkan pada variasi deflektor 16 sebesar 9.78 dengan total advancing blade 45.98 dan total returning blade -36.21. Variasi tanpa deflektor didapatkan total cp sebesar 5.90 dengan jumlah total advancing blade 11.81 dan total returning blade -5.91. Variasi deflektor 4 didapat total cp sebesar 1.82 dengan jumlah total advancing blade 11.76 dan total returning blade -9.94. Variasi deflektor 8 didapat total cp sebesar 3.41 dengan jumlah total advancing blade 20.30 dan total returning blade -16.89. Variasi deflektor 12 total cp didapat sebesar 5.85 dengan jumlah total advancing blade 11.76 dan total returning blade -9.94. Kata kunci: Turbin Angin Swirling Savonius, Deflektor Abstract The purpose of this research is to increase the power and Coefficient Power of the turbine by adding a deflector and modifying the turbine blades by overlapping the blades. This wind turbine with the addition of overlap to this blade is called the Savonius Swirling wind turbine. This research focuses more on the variation of the deflector with an angle of 45 ° from the coming wind direction. This research uses a descriptive method. Data obtained from experiments are entered into tables and displayed in graphical form and then analyzed and drawn conclusions. research shows that the best power is obtained by adding 16 mobile deflectors with 2,2852 watts of power with a load of 4200 grams. The best CP is obtained by adding 16 mobile deflectors with CP of 11.9365% with a load of 4200 grams. For the characteristics of the best total cp number between the advancing blade and returning blade side, the deflector 16 variation is 9.78 with a total advancing blade 45.98 and the total returning blade is -36.21. Variations without deflectors obtained a total cp of 5.90 with a total number of advancing blades of 11.81 and a total of returning blades of -5.91. Variation of deflector 4 obtained total cp of 1.82 with total advancing blade of 11.76 and total returning blade of -9.94. Variation of deflector 8 obtained a total cp of 3.41 with a total number of advancing blades of 20.30 and a total returning blade of -16.89. The 12 total cp deflector variations were 5.85 with the total advancing blade 11.76 and total returning blade -9.94. Keywords: Savonius Swirling Wind Turbine, Deflector
PENGARUH PENAMBAHAN KEMIRINGAN SUDUT SUDU BERPENAMPANG PLAT DATAR TERHADAP KINERJA TURBIN ALIRAN VORTEX ARI PRADANA, RIZKI; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian telah dilakukan pada kemiringan sudut sudu turbin reaksi aliran vortex, namun masih belum ditemukan sudut sudu yang paling optimal Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi sudut sudu terhadap daya dan efisiensi turbin reaksi aliran vortex berpenampang plat datar. Metode penelitian adalah eksperimen dengan cara membuat turbin aliran vortex dengan variasi kemiringan sudut sudu sebesar 25°; 30°; dan 35° dengan kapasitas (Q) pengujian aliran air sebesar 8,069 L/s; 9,413 L/s; 10,803 L/s; dan 12,341 L/s. Hasil dari penelitian variasi kemiringan sudut sudu turbin yang optimal adalah kemiringan sudut sudu 25° dengan efisiensi sebesar 61,30% pada kapasitas 9,413 L/s dan daya yang dihasilkan sebesar 37,93 Watt pada kapasitas 9,413 L/s. Variasi penambahan kemiringan sudut sudu memiliki pengaruh terhadap daya dan efisiensi turbin reaksi aliran vortex. Namun semakin besar kemiringan sudut sudu semakin menurun daya dan efisiensinya dikarenakan arah aliran air yang tidak mendekati sudut tegak lurus, sehingga putaran turbin tidak berbeda signifikan dan cepat terhenti akibat pembebanan juga Kata Kunci : Turbin, Turbin Reaksi, Sudu Berpenampang Plat Datar, Kemiringan Sudut Sudu.
EKSPERIMENTAL PENGARUH TIPE SUDU BERPENAMPANG L DENGAN VARIASI KEMIRINGAN SUDUT SUDU DENGAN LUBANG TERHADAP KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX FITRIANA, MAHMUDA; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan manusia dalam memenuhi kebutuhan listrik dengan menggunakan energi terbarukan maupun yang tidak terbarukan semakin banyak. Tenaga air merupakan jenis energi terbarukan yang memiliki potensi terbesar dibandingkan dengan sumber?sumber energi terbarukan lainnya. Potensi tenaga air di Indonesia mencapai 75,861 MW. Microhydro atau sering dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mycrohydro (PLTMH), pembangkit ini menghasilkan energi listrik dibawah 100 KW. Hal ini menjadi referensi untuk memanfaat aliran sungai dengan mengubahnya menjadi aliran vortex. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variasi sudut sudu pada sudu berpenampang L pada turbin reaksi aliran vortex. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan analisis data kualitatif deskriptif dengan memvariasikan kemiringan sudut sudu dengan lubang berpenampang L sebesar 10°, 20°, 30°, dan sudut lurus 0°, dimensi sudu L yaitu panjang sudu 150 mm, tebal sudu 2 mm, lebar sudu 90 mm dengan pembebanan 5 kg, 10 kg, 15 kg, 20 kg, 25 kg, 30 kg, 35 kg, 40 kg, 45kg, dan 50 kg sampai berhenti debit aliran yang digunakan yaitu 8,069 L/s, 9,413 L/s, 10,803 L/s, dan 12,341 L/suntuk mendapatkan daya dan efisiensi. Hasil penelitian didapatkan kemiringan sudut sudu turbin paling optimal sebesar 10° pada kapasitas 10,803 L/s menghasilkan daya sebesar 34,172 Watt pada pembebanan 30 kg. Efisiensi tertinggi didapatkan pada kemiringan sudut sudu 10° dengan kapasitas 10,803 L/s menghasilkan efisiensi sebesar 45,41% pada pembebanan 25 kg. Variasi kemiringan sudut sudu dengan lubang antara sudu dan poros turbin berpengaruh terhadap kenaikan daya pada turbin reaksi vortex. Hal ini disebabkan karena arah jatuh aliran yang mengenai sudut sudu mendekati sudut tegak lurus sehingga rpm dan torsi yang dihasilkan lebih tinggi dari pada turbin dengan kemiringan sudut sudu lainnya.Kata kunci: Turbin Vortex, Sudu berpenampang L, Kemiringan Sudut Sudu