cover
Contact Name
Ahmad Very Fadli
Contact Email
Ahmadveryfadli@gmail.com
Phone
+6285735839128
Journal Mail Official
kotimah06@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Hasanuddin Pare - Kediri Jl. Kelapa No. 84 Jombangan Tertek, Pare-Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 31105424     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah is a Journal of IAI Hasanuddin Pare Kediri as a medium for disseminating ideas that focus on writing about the field of Islamic Economics.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
DINAMIKA SHARIA GUIDANCE DALAM MITIGASI RISIKO SYARIAH: STUDI KASUS PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Dinda Khalimatul Masruroh; KOTIMAH KOTIMAH
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 No. 2, Januari 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak           Penelitian ini menelaah dinamika sharia guidance dalam mitigasi risiko syariah pada lembaga keuangan syariah (LKS) di Indonesia dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka. Latar belakang penelitian menunjukkan pertumbuhan aset LKS yang mencapai Rp800 triliun pada 2025, disertai meningkatnya risiko syariah seperti gharar dan maisir akibat digitalisasi dan perkembangan fintech syariah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola pencegahan pra-kontrak, pengawasan operasional, dan koreksi pasca-penyaluran melalui studi kasus pada Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) periode 2015–2025. Hasilnya menunjukkan bahwa sharia guidance efektif menurunkan risiko ketidakpatuhan hingga 25–30% melalui integrasi teori agency syariah dan maqasid syariah, meskipun masih terkendala independensi DPS dan keterbatasan pengukuran kuantitatif. Kesimpulan menegaskan sharia guidance sebagai instrumen strategis dinamis dengan rekomendasi penguatan regulasi OJK, sertifikasi DPS, serta integrasi enterprise risk management untuk memperkuat resiliensi LKS. Kata Kunci : Sharia Guidance, Mitigasi Risiko Syariah, Lembaga Keuangan Syariah, Dewan Pengawas Syariah, Sharia Governance, Bank Syariah IndonesiaAbstractThis study analyzes the dynamics of sharia guidance in mitigating sharia risk in Islamic financial institutions (LKS) in Indonesia using a qualitative descriptive-analytical approach based on library research. The research background highlights the growth of LKS assets reaching IDR 800 trillion in 2025, accompanied by rising sharia risks such as gharar and maisir due to digitalization and sharia fintech, with a literature gap on the proactive role of the Sharia Supervisory Board (DPS). The main objective is to identify patterns of pre-contract prevention, intra-operational supervision, and post-disbursement correction, through conceptual case studies on Bank Syariah Indonesia (BSI) and Baitul Maal wat Tamwil (BMT) for the 2015-2025 period. Findings indicate that sharia guidance effectively reduces non-compliance risk by 25-30% through integration of sharia agency theory and maqasid sharia, despite constraints in DPS independence and quantitative measurement. The conclusion affirms sharia guidance as a dynamic strategic instrument, with recommendations for strengthening OJK regulations, DPS certification, and enterprise risk management integration for LKS resilience Keywords : Sharia Guidance, Sharia Risk Mitigation, Islamic Financial Institutions, Sharia Supervisory Board, Sharia Governance, Bank Syariah Indonesia
ANALISIS KEBIJAKAN SUBSIDI PEMERINTAH DALAM PERSPEKTIF MIKRO EKONOMI ISLAM TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Riza Sofiana Dewi; Sova Sevilia; Kotimah Kotimah
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 No. 2, Januari 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan subsidi pemerintah merupakan salah satu instrumen penting dalam perekonomian yang berperan menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah. Namun, dalam praktiknya, subsidi sering menghadapi persoalan efektivitas, ketepatan sasaran, serta keadilan distribusi. Kondisi tersebut menuntut adanya kajian yang tidak hanya menilai subsidi dari aspek teknis ekonomi, tetapi juga dari perspektif nilai dan tujuan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan subsidi pemerintah dalam perspektif ekonomi mikro Islam serta implikasinya terhadap kesejahteraan rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka, melalui penelaahan dan sintesis terhadap jurnal-jurnal ilmiah yang relevan dengan tema subsidi, peran negara, keadilan fiskal, dan kesejahteraan dalam ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam ekonomi mikro Islam, subsidi memiliki legitimasi normatif sebagai instrumen kebijakan publik yang berorientasi pada maslahah dan falah. Subsidi dipandang efektif dalam menjaga daya beli dan stabilitas sosial apabila dirancang secara adil, tepat sasaran, dan disertai mekanisme pengawasan yang memadai. Selain itu, peran negara yang proporsional serta integrasi prinsip etika Islam menjadi faktor penting dalam memastikan subsidi berkontribusi terhadap pemerataan kesejahteraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan subsidi dalam perspektif ekonomi mikro Islam tidak hanya berfungsi sebagai alat stabilisasi ekonomi, tetapi juga sebagai sarana mewujudkan keadilan sosial. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kerangka konseptual subsidi sebagai kebijakan publik berbasis nilai-nilai ekonomi Islam.
KEBIJAKAN STABILISASI HARGA PADA TINGKAT MIKRO DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Nerissa arviana fadhila; Silvia Maulidatul Umah; Hisam Asngari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 No. 2, Januari 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan stabilisasi harga merupakan salah satu bentuk kebijakan mikro ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah untuk memastikan keterjangkauan harga serta menjaga kestabilan tingkat konsumsi masyarakat, terutama pada komoditas kebutuhan pokok. Ketidakstabilan harga yang berlebihan berpotensi menurunkan daya beli dan memengaruhi pola konsumsi masyarakat, sehingga campur tangan pemerintah pada level mikro diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasar.[1] Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan stabilisasi harga pada tingkat mikro serta dampaknya terhadap konsumsi masyarakat dalam perspektif ekonomi Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis dokumen kebijakan dan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan stabilisasi harga mampu memberikan perlindungan kepada konsumen dan menjaga stabilitas konsumsi apabila diterapkan secara adil dan proporsional. Dalam perspektif ekonomi Islam, kebijakan intervensi harga diperbolehkan sepanjang ditujukan untuk mewujudkan kemaslahatan, menegakkan prinsip keadilan, dan mencegah terjadinya distorsi pasar.[2] Oleh karena itu, pelaksanaan kebijakan stabilisasi harga perlu disertai dengan pengawasan yang efektif agar tidak menimbulkan inefisiensi pasar dan tetap sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.[3] [1] Hal R. Varian, Intermediate Microeconomics: A Modern Approach, 9th ed. (New York: W. W. Norton & Company, 2014), 33–35. [2] Muhammad Umer Chapra, The Future of Economics: An Islamic Perspective (Leicester: The Islamic Foundation, 2000), 118–120. [3] Euis Amalia, Keadilan Distributif dalam Ekonomi Islam (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016), 87–90.
FINANCIAL TECHNOLOGY DALAM PERSPEKTIF QAUL SHAHABI Ahmad Very Fadli
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 No. 2, Januari 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial Technologi (fintech) pada masa modern ini menjadi hal yang biasa dan bahkan kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Financial Technologi (fintech) pada dasarnya adalah istilah yang digunakan untuk berbagai inovasi pada bidang keuangan yang menggunakan teknologi modern. Inovasi pada bidang Financial Technologi (fintech) bermacam-macam dan terbagi kedalam beberapa segmen, baik itu business to business,  jual beli saham, pembayaran, peminjaman uang, lending, transfer dana, investasi ritel, hingga perencanaan keuangan. Sedangkan Qaul al-Shahaby dapat diartikan sebagai pendapat para sahabat Rasulullah saw. Pendapat sahabat adalah pendapat dari para sahabat tentang suatu kasus yang dikutip para Ulama, baik berupa fatwa maupun sebuah ketetapan hukum. Sedangkan ayat ataupun Hadist tidak dapat menjelaskan hukum terhadap kasus yang sedang dihadapi sahabat tersebut. Contoh qaul shahabi dalam ekonomi islam adalah dalam bentuk jual beli ‘inah. Sedangkan dalam prakteknya dalam dunia perbankan syariah adalah dengan adanya produk kartu kredit syariah. Produk kartu kredit syariah ini adalah bentuk penggabungan antara unsur qaul shahabi dan juga financial technolgy. kartu kredit syariah ini diperbolehkan apabila didasarkan oleh syariat-syariat Islam.
ANALISIS KEGAGALAN MITIGASI RISIKO OPERASIONAL PADA BANK SYARIAH INDONESIA: STUDI KASUS SERANGAN RANSOMWARE LOCKBIT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEAMANAN DATA NASABAH Kaleksanan Ilham Hakqi Massani; Ahmad Very Fadli
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 No. 2, Januari 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital perbankan syariah menghadirkan tantangan keamanan siber yang serius, sebagaimana dibuktikan oleh insiden kelumpuhan layanan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akibat serangan ransomware LockBit pada Mei 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kegagalan mitigasi risiko operasional pada kasus tersebut serta mengevaluasi dampaknya terhadap keamanan data nasabah. Menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik analisis akar masalah (root cause analysis) pada data sekunder, penelitian ini membedah kronologi insiden dan respons manajemen berdasarkan teori manajemen risiko perbankan syariah. Temuan utama menunjukkan bahwa kegagalan mitigasi disebabkan oleh lemahnya sistem deteksi dini (early warning system) dan ketidaksiapan protokol pemulihan bencana (disaster recovery plan), yang diperburuk oleh komunikasi krisis yang kurang transparan. Kebocoran 1,5 Terabyte data nasabah mengindikasikan pelanggaran terhadap prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan amanah dalam menjaga privasi konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insiden BSI bukan sekadar gangguan teknis, melainkan kegagalan tata kelola risiko operasional yang fundamental. Implikasi praktis dari studi ini menekankan urgensi transformasi arsitektur keamanan siber dari reaktif menjadi proaktif, serta penguatan regulasi perlindungan data untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap ekosistem perbankan syariah di Indonesia.
FENOMENA OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH DI ERA DIGITAL: ANALISIS KUALITATIF BERBASIS LITERATUR TENTANG KUALITAS LAYANAN, MOBILE BANKING, PEMASARAN MEDIA SOSIAL, DAN TATA KELOLA KEPATUHAN SYARIAH Karina Andari; Mochammad Alfuad Febrian; Danang Permadi
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 No. 2, Januari 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation has reshaped Islamic banking operations, ranging from branch-based service quality to app-based services such as online account opening and mobile banking. At the same time, rapid digital innovation requires stronger sharia compliance governance so that sharia principles are embedded in business processes rather than remaining a mere label. This article synthesizes previous studies through a qualitative thematic review to map key operational phenomena in the digital era that are relevant to user experiences, particularly students and the wider community. The review covers themes on service quality and customer satisfaction/loyalty, digital onboarding, mobile banking adoption and behavioral impacts, social media marketing, and sharia governance (SSB/DPS roles, sharia division, and sharia non-compliance risk). The synthesis indicates that satisfaction and usage intention are driven by system reliability, security, service responsiveness, and educational communication, while trust is reinforced by effective mechanisms of sharia oversight. Implications highlight the need to integrate digital service strategy, educational social media content, and institutional strengthening of sharia compliance structures to support the sustainability of Islamic banking.
ANALISIS UPAH MINGGUAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN DI SEKTOR UMKM Maulana Syarif Afwa
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 No. 1, Juli 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze strategies for strengthening Islamic financial literacy among Generation Z through the implementation of gamification in financial technology (fintech) applications. The background of this research is based on the relatively low level of Islamic financial literacy among Generation Z, despite the significant increase in fintech usage. This study employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data collection techniques were conducted through a literature study by gathering journals, scientific articles, books, and documents published within the last ten years that are relevant as the basis for analysis. The findings indicate that the level of Islamic financial literacy among Generation Z remains moderate to low, with a gap between conceptual understanding and practical implementation. The use of fintech is predominantly influenced by convenience and efficiency rather than adherence to Islamic financial principles. Factors contributing to the low level of literacy include limited educational exposure, lack of Islamic financial content, and the dominance of conventional financial systems. Digital literacy plays a significant role in enhancing understanding of Islamic finance. Furthermore, the application of gamification in fintech demonstrates effectiveness in increasing user engagement and comprehension. Therefore, strengthening Islamic financial literacy through gamification can serve as an innovative approach that aligns with the characteristics of Generation Z in the digital era.
ANALISIS TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE DALAM PERSPEKTIF FIQIH MUAMALAH Sofarul Mubarok; Hisam Asngari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 No. 1, Juli 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya praktik jual beli online di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transaksi jual beli online dalam perspektif fikih muamalah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jual beli online diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi rukun dan syarat akad serta terhindar dari unsur gharar dan riba. Metode pembayaran COD dan Virtual Account dinilai sesuai dengan prinsip syariah, sedangkan PayLater masih menimbulkan perbedaan pendapat karena adanya biaya tambahan dan denda yang berpotensi mengandung unsur riba. Oleh karena itu, pemahaman mengenai akad dan sistem pembayaran sangat penting agar transaksi online tetap sesuai dengan ketentuan syariah.
RISIKO NILAI TUKAR DALAM PERBANKAN SYARIAH INDONESIA: SINTESIS LITERATUR, KESENJANGAN PENELITIAN, DAN PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SYARĪ'AH GANDA YULIDA TRISAKTI PAMUNGKAS
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 No. 1, Juli 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat merupakan faktor eksternal yang memengaruhi stabilitas dan kinerja perbankan syariah di Indonesia. Berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh nilai tukar terhadap kinerja perbankan syariah, namun umumnya masih berfokus pada indikator keuangan konvensional dan belum mengintegrasikan perspektif maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko nilai tukar dalam perbankan syariah berdasarkan perspektif maqāṣid al-syarī'ah serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan melalui pengumpulan data sekunder dari artikel ilmiah, buku, regulasi, dan publikasi resmi yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas nilai tukar berpotensi meningkatkan risiko pembiayaan bermasalah, menekan likuiditas, dan memengaruhi profitabilitas bank syariah. Selain itu, penelitian terdahulu masih terbatas dalam mengintegrasikan prinsip ḥifẓ al-māl dan al-'adl. Oleh karena itu, penguatan manajemen risiko berbasis maqāṣid al-syarī'ah diperlukan untuk mendukung ketahanan dan stabilitas perbankan syariah di Indonesia serta memberikan arah pengembangan penelitian pada masa mendatang.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN EKONOMI PEMERINTAH TERHADAP PERKEMBANGAN PASAR MODAL SYARIAH DI INDONESIA: ANALISIS STUDI LITERATUR Moh. Zulfa Abdul Basith; Ahmad Very Fadli
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 No. 1, Juli 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian didasarkan pada masih adanya kesenjangan antara pertumbuhan pasar modal syariah dan potensi ekonomi syariah nasional yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan ekonomi pemerintah dalam mendukung perkembangan pasar modal syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah artikel jurnal ilmiah, laporan resmi, serta publikasi akademik yang relevan dengan kebijakan ekonomi dan pasar modal syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan regulasi, pengawasan, pengembangan instrumen keuangan syariah, serta peningkatan literasi keuangan, berkontribusi positif terhadap pertumbuhan dan stabilitas pasar modal syariah. Namun demikian, efektivitas kebijakan tersebut masih dipengaruhi oleh kualitas implementasi, kesiapan infrastruktur pasar, tingkat literasi masyarakat, serta kondisi ekonomi makro. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan diperlukan untuk mendorong optimalisasi peran pasar modal syariah dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan pembangunan ekonomi nasional. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian ekonomi syariah serta menjadi bahan pertimbangan praktis bagi pembuat kebijakan dan regulator pasar modal.