cover
Contact Name
Fatqurhohman
Contact Email
ihsancahayapustaka@gmail.com
Phone
+6285183177300
Journal Mail Official
mandala.jmap@gmail.com
Editorial Address
Jl. Randu, Wirolegi, Sumbersari, Jember, East Java 68124, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 31638589     DOI : https://doi.org/10.66031/mandala
Core Subject :
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan systematic literature review di bidang manajemen dan administrasi pendidikan. Ruang lingkup jurnal meliputi kepemimpinan pendidikan, kebijakan pendidikan, tata kelola sekolah dan perguruan tinggi, manajemen kurikulum, manajemen sumber daya manusia pendidikan, penjaminan mutu, perencanaan pendidikan, transformasi digital, dan inovasi pengelolaan lembaga pendidikan. Jurnal ini menerima artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang memiliki kebaruan serta kontribusi ilmiah terhadap pengembangan teori dan praktik manajemen pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Integrasi Literasi Digital dalam Kurikulum Pendidikan Usia Dini Putri Sri Marzuki; Ismail Nur Hidayat; Lisa Dwi Nur
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i1.478

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut integrasi literasi digital sejak usia dini sebagai fondasi pengembangan kompetensi abad ke-21. Namun, implementasi literasi digital pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kesiapan kurikulum, kompetensi pendidik, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif integrasi literasi digital dalam kurikulum PAUD melalui perspektif ekosistem pendidikan yang mencakup aspek kelembagaan, kurikulum, pembelajaran, kompetensi guru, perkembangan anak, dan kemitraan sekolah–orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di KB Baitul Hikmah dan KB Amanah Preschool Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital telah diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran melalui pemanfaatan media digital secara terbatas, terarah, dan berbasis aktivitas bermain sambil belajar. Teknologi diposisikan sebagai instrumen pedagogis yang mendukung pencapaian tujuan perkembangan anak, bukan sebagai fokus utama pembelajaran. Meskipun guru memegang peran kunci sebagai fasilitator, masih ditemukan kesenjangan kompetensi pedagogi digital. Selain itu, kolaborasi sekolah–keluarga belum terbangun secara sistematis. Temuan ini menegaskan pentingnya model integrasi literasi digital yang adaptif, kontekstual, dan ekosistemik guna memperkuat kebijakan serta kapasitas pendidik dalam menghadapi transformasi digital pendidikan.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Kompetensi Guru: Penguatan Literasi Digital dan Data Indra Purwanto; Risa Dwi Nur
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i1.479

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam transformasi kompetensi guru, khususnya pada penguatan literasi digital dan literasi data, serta tantangan implementasinya dalam ekosistem pendidikan. Studi ini menggunakan pendekatan kajian literatur terintegrasi dengan menelaah temuan empiris dan konseptual dari berbagai penelitian mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI secara signifikan mentransformasi kompetensi pedagogis guru melalui sistem pembelajaran adaptif, learning analytics, dan intelligent tutoring systems yang menggeser peran guru dari penyampai informasi menjadi fasilitator berbasis data. Pada saat yang sama, literasi digital berkembang dari sekadar keterampilan teknis menjadi kompetensi kritis yang mencakup pemahaman algoritmik, evaluasi sistem digital, serta kesadaran etis dalam penggunaan teknologi. Literasi data juga muncul sebagai kompetensi inti dalam pengambilan keputusan pedagogis berbasis bukti, di mana guru berperan sebagai analis pembelajaran yang memanfaatkan data real-time untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi kesenjangan kompetensi, keterbatasan infrastruktur, serta isu etika seperti privasi data dan bias algoritmik. Kajian ini menegaskan adanya implementation gap antara potensi teknologi dan kesiapan guru serta institusi pendidikan. Oleh karena itu, transformasi berbasis AI menuntut pengembangan kompetensi guru yang holistik, berkelanjutan, dan berorientasi etika agar integrasi AI benar-benar bersifat transformatif, bukan sekadar instrumental dalam pendidikan abad ke-21.
Manajemen Pendidikan di Era Society 5.0: Strategi, Tantangan, dan Peluang Alin Surya Kencana; Endra Budi Laksana
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i1.481

Abstract

Era Society 5.0 membawa perubahan mendasar dalam tata kelola pendidikan melalui integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pengelolaan berbasis data. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi, tantangan, dan peluang manajemen pendidikan di era Society 5.0 melalui kajian literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan dan mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi manajemen pendidikan di era Society 5.0 menuntut perubahan yang bersifat holistik melalui integrasi teknologi, kepemimpinan adaptif, budaya organisasi inovatif, dan tata kelola yang responsif terhadap perkembangan digital. Upaya tersebut perlu didukung oleh penguatan kompetensi digital dan literasi data, pengembangan kepemimpinan transformasional, pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis, inovasi kurikulum, serta pembangunan ekosistem pendidikan digital yang berkelanjutan. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain kesenjangan kompetensi digital, keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi data, resistensi terhadap perubahan organisasi, serta isu etika, keamanan, dan privasi data. Di sisi lain, era Society 5.0 menghadirkan peluang strategis bagi peningkatan mutu pendidikan melalui personalisasi pembelajaran, pengambilan keputusan berbasis data, perluasan akses layanan pendidikan, penguatan kolaborasi multipihak, inovasi asesmen, serta peningkatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan abad ke-21. Oleh karena itu, keberhasilan transformasi pendidikan di era Society 5.0 bergantung pada manajemen pendidikan yang adaptif, kolaboratif, berorientasi pada manusia, serta mampu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan nilai-nilai pendidikan berkelanjutan.
Peran Pendidikan Karakter terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Irfa Nur Amalia; Umar Dwi Zailani; Dian Saleha
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i1.484

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman yang lebih utuh mengenai hubungan antara pendidikan karakter dan perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang selama ini cenderung dipisahkan secara konseptual maupun praktis, padahal keduanya beririsan secara substantif dalam proses perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran pendidikan karakter dalam membentuk dan menguatkan perkembangan sosial-emosional anak usia dini melalui pendekatan kajian literatur yang bersifat analitis-kritis terhadap berbagai temuan empiris dan konseptual. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan perkembangan sosial-emosional membentuk satu sistem ekologis yang saling menguatkan, di mana pendidikan karakter berfungsi sebagai fondasi normatif yang mengarahkan perkembangan sosial-emosional, sementara kematangan sosial-emosional menjadi prasyarat internalisasi nilai karakter secara bermakna. Implementasi pendidikan karakter berlangsung melalui pembiasaan, keteladanan, pembelajaran berbasis bermain, bimbingan verbal, dan penguatan perilaku yang efektif hanya dalam ekosistem yang konsisten antara sekolah dan keluarga. Integrasi mekanisme tersebut menghasilkan perkembangan sosial-emosional yang mencakup regulasi emosi, empati, keterampilan interaksi sosial, dan pengambilan keputusan berbasis nilai secara terpadu. Kesimpulannya, pendidikan karakter bukan sekadar komponen kurikulum, melainkan infrastruktur psikososial yang menentukan kualitas perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan model ekologis pendidikan anak usia dini dan menegaskan pentingnya pendekatan integratif dalam praktik pendidikan, dengan implikasi bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat ditentukan oleh sinergi sistemik antara institusi pendidikan dan keluarga
Smart Learning Ecosystems sebagai Kerangka Manajemen Pendidikan Adaptif di Era Society 5.0 Sri Hasna Anggraeni; Ahmad Feri Hidayatullah
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 1: Maret 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i1.485

Abstract

Perkembangan Society 5.0 menuntut transformasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada digitalisasi, tetapi juga pada integrasi sistemik antara manusia, teknologi, dan nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi Smart Learning Ecosystems (SLE) sebagai kerangka manajemen pendidikan adaptif yang mengintegrasikan dimensi mikro, meso, dan makro secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative review dengan sintesis tematik terhadap literatur terkini mengenai artificial intelligence, learning analytics, kompetensi digital, tata kelola pendidikan, serta etika dan keberlanjutan dalam pendidikan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada level mikro, efektivitas SLE ditentukan oleh integrasi peserta didik, pendidik, teknologi cerdas, dan pedagogi digital yang bersifat adaptif, dengan kompetensi digital sebagai prasyarat utama. Pada level meso, keberhasilan implementasi SLE bergantung pada kesiapan institusional yang mencakup kepemimpinan berbasis data, budaya organisasi kolaboratif, serta keselarasan antara visi strategis, kebijakan, dan praktik implementasi. Pada level makro, SLE berkembang dalam ekosistem kebijakan yang melibatkan kolaborasi multipihak serta regulasi yang bersifat antisipatif dan berkelanjutan. Selain itu, tantangan utama transformasi pendidikan bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kemampuan mengorkestrasi tata kelola, kompetensi manusia, dan dukungan ekosistem secara terpadu. Oleh karena itu, SLE diposisikan sebagai kerangka manajemen pendidikan adaptif yang menempatkan teknologi sebagai enabler untuk memperkuat pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan di era Society 5.0.
Strategi Pengelolaan Organisasi Pendidikan Berbasis Kearifan Budaya Nusantara Rahayu Wina Anggraini; Hikmah Dwi Larasati; Faishal Hariandi
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i2.492

Abstract

Transformasi pendidikan pada era globalisasi dan digitalisasi menuntut organisasi pendidikan memiliki tata kelola yang adaptif tanpa kehilangan relevansi sosial dan identitas budaya. Namun, praktik manajemen pendidikan di Indonesia masih didominasi pendekatan administratif dan teknokratis yang cenderung mengabaikan dimensi nilai serta konteks sosial-budaya masyarakat. Artikel ini bertujuan mengonstruksi strategi pengelolaan organisasi pendidikan berbasis kearifan budaya Nusantara sebagai alternatif kerangka tata kelola yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan melalui content analysis dengan tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan budaya Nusantara, yaitu gotong royong, musyawarah, kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman, memiliki relevansi sebagai fondasi pengelolaan organisasi pendidikan. Nilai-nilai tersebut terintegrasi dalam enam dimensi strategis, yaitu perencanaan partisipatif, kepemimpinan berbasis budaya, pengembangan sumber daya manusia kolaboratif, penguatan budaya organisasi, kolaborasi pemangku kepentingan, dan transformasi digital beridentitas kultural. Kajian ini menghasilkan model konseptual pengelolaan organisasi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan institusi yang adaptif, berkarakter, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini dapat memperkaya diskursus manajemen pendidikan melalui penguatan perspektif budaya sebagai landasan tata kelola yang relevan dengan konteks Indonesia.
Understanding by Design (UbD) dalam Transformasi Kompetensi Profesional Guru di Era Digital Fatqurhohman Fatqurhohman; Haerul Syam
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i2.497

Abstract

Transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan (AI) menuntut perubahan mendasar pada kompetensi profesional guru, khususnya dalam integrasi literasi digital, literasi data, dan desain pembelajaran Understanding by Design (UbD), karena pemanfaatan AI tidak otomatis meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa kapasitas pedagogis yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran integratif AI dalam pengembangan kompetensi guru serta implikasinya terhadap desain pembelajaran berbasis UbD. Metode ini menggunakan kajian literatur sistematis dengan menelaah berbagai temuan empiris dan konseptual terkait AI, literasi digital, literasi data, dan UbD dalam pendidikan. Penelitian ini menunjukkan AI berfungsi sebagai katalis yang memperkuat personalisasi pembelajaran, learning analytics, dan efisiensi asesmen, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan guru dalam menginterpretasi data, memahami logika algoritmik, serta mengarahkan teknologi secara pedagogis. Selain itu, juga mengindikasikan adanya kesenjangan signifikan antara ketersediaan teknologi dan kapasitas guru, yang menyebabkan implementasi AI cenderung bersifat instrumental daripada transformatif. Dalam konteks ini, UbD berperan sebagai kerangka desain yang memastikan keselarasan tujuan, asesmen, dan pengalaman belajar berbasis data. Integrasi AI dalam pendidikan menuntut penguatan kompetensi epistemik guru dan desain pembelajaran sistemik, serta pengembangan profesional yang reflektif, berbasis bukti, dan berkelanjutan agar transformasi digital berdampak pada kualitas pembelajaran.
Rekonstruksi Konten Literasi Adaptif Pada Kurikulum PAUD Suryo Noval Hadi; Asti Putri Ningsih
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i2.498

Abstract

Perkembangan literasi abad ke-21 menuntut transformasi kurikulum PAUD dari pendekatan instrumental berbasis teknologi menuju pengembangan kompetensi literasi yang adaptif, holistik, dan sesuai tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep literasi adaptif dalam kurikulum PAUD sebagai respons terhadap kesenjangan antara tuntutan literasi digital dan praktik pembelajaran yang masih bersifat teknosentris. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis konten dan sintesis konseptual terhadap implementasi literasi di PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi adaptif masih direduksi pada penggunaan perangkat dan aplikasi digital, sehingga kompetensi anak bersifat parsial dan terfokus pada pengenalan teknologi, sementara dimensi berpikir kritis, etika digital, kreativitas, kolaborasi, dan pengambilan keputusan belum terintegrasi secara sistematis dalam ekosistem pembelajaran. Secara konseptual, terdapat pergeseran menuju model literasi ekosistemik yang mencakup aspek kognitif, etis, sosial-emosional, dan budaya, namun masih ditemukan kesenjangan antara desain kurikulum dan implementasi. Oleh karena itu, literasi adaptif direkonstruksi sebagai model kurikulum ekosistemik berbasis tiga pilar responsivitas, yaitu perkembangan anak, dinamika teknologi, dan konteks sosial-budaya, yang diperkuat oleh siklus evaluatif CIPP. Implikasinya, diperlukan penguatan kompetensi pendidik, keterlibatan orang tua, serta dukungan kebijakan agar implementasi literasi adaptif berlangsung lebih holistik, adaptif, dan berkelanjutan.
Model Kepemimpinan Transformasional dalam Kinerja Karyawan dan Mutu Layanan di Perguruan Tinggi Surya Hadi Setiawan; Zenal Saif; Nisa Amelia Istiqomah
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i2.499

Abstract

Kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan mutu layanan perguruan tinggi, namun konsistensi temuan empiris menunjukkan variasi yang dipengaruhi kompleksitas mekanisme psikologis, organisasional, dan kontekstual, sehingga keterbatasan model linier dalam menjelaskan fenomena tersebut semakin nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis berbagai temuan empiris dan teoritis untuk merumuskan model konseptual integratif yang menjelaskan pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan dan mutu layanan di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka (literature-based study) melalui sintesis tematik terhadap studi empiris dan konseptual yang relevan dalam bidang kepemimpinan, kinerja, dan manajemen mutu pendidikan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaruh kepemimpinan transformasional tidak bersifat langsung, melainkan dimediasi oleh motivasi intrinsik, kepuasan kerja, pemberdayaan psikologis, self-efficacy kreatif, kepercayaan, dan berbagi pengetahuan, serta diperkuat oleh iklim inovasi dan orientasi belajar. Selain itu, keadilan organisasional berfungsi sebagai moderator kunci yang menentukan arah dan kekuatan pengaruh tersebut. Kinerja karyawan tidak hanya berperan sebagai output, tetapi juga sebagai mekanisme umpan balik yang memperkuat keberlanjutan kepemimpinan dan berkontribusi pada peningkatan mutu layanan secara sistemik dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan model integratif psikologis–organisasional yang mampu menangkap kompleksitas relasi kepemimpinan, kinerja, dan mutu layanan. Kepemimpinan transformasional tidak dapat dipahami secara linier, melainkan sebagai sistem penggerak multilevel yang dinamis, kontekstual, dan adaptif terhadap perubahan ekosistem pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Strategi Integratif Manajemen Pendidikan Inklusif Berbasis Moderasi Untuk ABK di Era Society 5.0 Abdul Amir Gaffur; Suryo Hadi Nur Prasetyo
MANDALA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Pendidikan Vol 1 No 2: Juli 2026
Publisher : CV. Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/mandala.v1i2.501

Abstract

Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut penyelenggaraan layanan pendidikan yang mampu mengintegrasikan teknologi, nilai kemanusiaan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Dalam konteks tersebut, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses, kesiapan sumber daya manusia, hingga belum optimalnya tata kelola pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi integratif manajemen pendidikan inklusif berbasis moderasi bagi ABK di era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan kajian literatur sistematis. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen relevan yang membahas pendidikan inklusif, moderasi, manajemen pendidikan, Society 5.0, dan strategi pembelajaran bagi ABK. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan tahapan reduksi, kategorisasi, sintesis, dan interpretasi temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif berfungsi sebagai landasan pemenuhan hak pendidikan ABK, sementara moderasi menjadi fondasi etik yang memperkuat keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Selain itu, Society 5.0 menghadirkan peluang pengembangan layanan melalui teknologi inklusif, tetapi sekaligus menuntut transformasi tata kelola pendidikan yang lebih adaptif. Sintesis literatur menghasilkan model strategi integratif yang bertumpu pada lima dimensi utama, yaitu moderasi, kepemimpinan inklusif dan adaptif, kurikulum fleksibel, teknologi inklusif, serta kolaborasi multipihak. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual manajemen pendidikan inklusif yang humanis, adaptif, dan berkelanjutan bagi ABK di era Society 5.0.

Page 1 of 2 | Total Record : 11