cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KESEGARAN JASMANI DENGAN KETERAMPILAN MOTORIK (KELINCAHAN) DI SMP NEGERI SATU ATAP JABON (STUDI PADA KELAS VII) WIJAYANTO, YUYUD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran pendidikan jasmani tidak hanya disajikan dalam bentuk teoritis atau pelajaran di kelas saja, namun lebih mengutamakan aktivitas jasmani melalui keterampilan gerak. Melalui kegiatan olahraga yang terprogram dengan baik dapat berfungsi bagi perkembangan kesegaran jasmani siswa, disamping itu kegiatan olahraga juga diharapkan mampu merangsang siswa untuk mengembangkan nilai-nilai moral yang terdapat didalamnya. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan olahraga seperti kerjasama, kejujuran, kedisiplinan, menghargai lawan, dan bersedia berbagi dengan yang lain. Melalui aktivitas gerak tubuh manusia dapat meningkatkan kemampuan/keterampilan dan berusaha untuk dapat meraih sesuatu yang diinginkan. Tingkat kesegaran jasmani tersebut adalah tingkat kemampuan seseorang dalam melakukan aktifitas sehari-hari tampa menimbulkan sesuatu kelelahan yang berarti. Kondisi kesegaran jasmani yang dimaksudkan adalah kondisi siswa dalam mengikuti aktifitas disekolah baik pelajaran praktik penjasorkes dilapangan maupun kegiatan pembelajaran didalam kelas. Rumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah: Apakah ada hubungan antara kesegaran jasmani dengan keterampilan motorik (kelincahan) pada siswa kelas VII di SMP Negeri Satu Atap Jabon. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A yang pilih secara acak oleh guru mapelpenjasorkes sebanyak 30 siswa. Pengambilan data menggunakan tes kesegaran jasmani yaitu tes lari cepat 50 m, gantung siku tekuk, baring duduk 60 detik, loncat tegak dan lari 800 / 1000 m dan kelincahan. Kesimpulan yang didapat yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kesegaran jasmani dengan keterampilan motorik (kelincahan) yang dilihat dalam perhitungan korelasi menyatakan bahwa terdapat hubungan antara TKJI (X) mempunyai nilai korelasi yang sedang terhadap kelincahan (Y) yaitu sebesar 0,560. Hasil perhitungan uji t menyatakan bahwa nilai thitung = 3,574 > ttabel = 2,048. Hal ini dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan arah positif dan signifikan antara TKJI (X) terhadap kelincahan (Y). Kata Kunci: Kesegaran Jasmani, Kelincahan. Abstract The learning process of physical education is not only presented in the form of theoretical or classroom instruction alone , but prefers motor skills through physical activity . Through sports activities which can be programmed to function well for the development of physical fitness of students , in addition to sports activities are also expected to stimulate students to develop moral values ??in them. The values ??contained in sporting activities such as cooperation, honesty, discipline, respect for opponents, and is willing to share with others. Through the activity of human gestures can improve the ability / skill and trying to achieve something to be desired . The physical fitness level is the level of a person's ability to perform daily activities without fatigue lead to something meaningful . Physical health condition which is intended to follow the conditions of students in both subjects in school activities Penjasorkes practice field or in the classroom learning activities. The formulation of the problem posed in this study is: Is there a relationship between physical fitness with motor skills (agility) in class VII in SMP Jabon One Roof. This type of research is correlational research. The sample used in this study were students of class VII A select at random by the subject teachers of physical education and sports as much as 30 student health. Retrieval of data using a physical fitness test is a test sprint 50 m, hanging elbow bend, lay sit 60 seconds, jump up and run 800/1000 m and agility. The conclusion that there is a significant relationship between physical fitness with motor skill (agility) are seen in the calculation of correlation states that together there is a very high impact on the agility that is equal to 0,560. The results of the calculation states that the value of t test thitung = 3,574 > ttabel = 2,048. This means double the value of the correlation coefficient above is significant, meaning that there is positive and significant TKJI (X) on agility (Y). Keywords: Physical Freshness, Agility
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LOMPAT KANGKANG DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) (STUDI PADA SISWA KELAS X-BB DI SMK NEGERI 1 SOOKO MOJOKERTO) HIDAYATI, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan penting yaitu untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar. Pengalaman belajar tersebut akan diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik dan membentuk pola hidup sehat dan bugar. Ada beberapa macam bentuk model pembelajaran yang digunakan untuk mengajar. Dari berbagai model pembelajaran yang ada, model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) tampaknya lebih bagus di gunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani karena model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, proses pembelajarannya menggunakan bentuk permainan dan memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks, dapat menumbuhkan rasa tanggungjawab, kejujuran, kerjasama, persaingan sehat, dan keterlibatan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi senam ketangkasan lompat kangkang pada kelas X-BB. Hasil penelitian ini berdasarkan kemampuan senam ketangkasan lompat kangkang yaitu penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT selama dua siklus meningkatkan hasil belajar senam ketangkasan lompat kangkang di kelas X-BB. Sebelumnya dari 33 siswa di kelas tersebut yang lolos hanya 6 atau 18,18% orang saja. Setelah dilakukannya penelitian, pada siklus 1 meningkat menjadi 96,97% dan pada siklus 2 juga tetap sama yaitu 96,97%. Kata Kunci : Model pembelajan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), senam ketangkasan lompat kangkang, dan Hasil Belajar senam ketangkasan lompat kangkang.   Abstract Physical, sport, and health education, that taught in school have an important role to provide opportunities for students to directly involved insidevariety of learning experiences. The learning experience will be directed to foster a better physical growth and psychological development and also form a healthy and fit lifestyle There are several different forms of learning models that are used to teach. From some various learning models that exist, Teams Games Tournament (TGT) type of cooperative learning model seems better to used in physical education teach because this type of cooperative learning is one of cooperative learning model type that is easy to implement, the learning process using game form and and allow students be able to learn more relax, cangrow sense of responsibility, honesty, cooperation, healthy competition, and learning involvement. The purpose of this research was to determine do the cooperative learning model type TGT can improve student learning outcomes in the gymnastic dexterity straddle vault material on the X-BB class. The results of this research based on the ability of gymnastic dexterity straddle vault is the usage of cooperative learning model TGT type for two cycles improve learning outcomes gymnastic dexterity straddle vault in the X-BB class. Formerly in the classfrom 33 students only 6 or 18.18% of student that pass. After research, students who qualified in cycle 1 increased to 96.97% and in cycle 2 also increase become 96.97%. Keywords: Teams Games Tournament type of Cooperative learning models, gymnastic dexterity straddle vault, and agility exercises Learning Outcomes straddle vault.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) OLEH GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PENJASORKES) TERHADAP MINAT SISWA RIA NINGSIH, DINI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran dalam proses belajar mengajar sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Selain itu juga dapat mempermudah siswa dalam mencapai prestasi belajarnya. Hal ini tentunya seorang guru harus mampu memberikan model pembelajaran dalam proses belajar  siswanya. Penerapan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) salah satunya, merupakan pembelajaran yang terdiri dari aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Ini salah satu pembelajaran awal yang harus dikuasai oleh siswa. Dimana pembelajaran ini dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar. Oleh karena itu bagi seorang guru, PAKEM merupakan model pembelajaran yang akan mampu menarik siswa dalam belajar. Sehingga di dalamnya tidak terjadi pembelajaran yang monoton dan membosankan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Banyuajuh 3 Kec.Kamal Kab.Bangkalan dengan dilakukan 2 kali tes (pre-test dan post-test). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan PAKEM oleh guru Penjasorkes terhadap minat siswa. Jenis penelitiannya adalah eksperimen. Eksperimen yaitu mengungkapkan informasi dari responden dengan memberikan perlakuan (treatment). Penelitian ini dilakukan dalam waktu 4 kali pertemuan. Disamping itu peneliti juga membagikan angket untuk mengetahui minat siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan PAKEM. Hasil data diperoleh dari angket minat yang disebarkan pada 62 siswa SDN Banyuajuh 3 Kec.Kamal Kab.Bangkalan dengan menggunakan program komputer SPSS 18,00 for windows. Didapat data pre-test yaitu mean 87.24, standar deviasi 7.11 dan data post-test dengan mean 93.09, standar deviasi 5.95. Pada uji t (uji beda) hasil penerapan PAKEM diperoleh hasil uji statistik dengan nilai 0,001. Maka dapat disimpulkan ada perbedaaan yang signifikan terhadap minat siswa sebelum dan sesudah penerapan PAKEM. Berdasarkan penelitian ini bahwa penerapan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) oleh guru Penjasorkes dapat meningkatkan minat belajar siswa sebesar 6,7%. Kata Kunci : Pelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM), minat siswa. Abstract A model in teaching learning process very influential in improving students’ learning outcomes. Besides, it can make students’ easier to improve their academic achievement. In this case, teacher should be able to give learning model in his students’ learning process. The application of PAKEM is one of learning model which is contain of active, creative, and fun. This model is the first learning which has to be mastered by the students. It can be increase students interest in learning. Therefore, for the teacher, PAKEM is one of model which can attract the students’ in learning and avoid from monotonous and boring learning. This study conducted at Banyuajuh 3 Elementary school subdistrict of Kamal at Bangkalan Regensy. There were teo test ; pre-test and post-test. The purpose of this study was to know the application of PAKEM by Penjasorkes teacher to the students’ interest. This study conducted to be an experimental research. Experimental research is research that aimed to find out the effects of treatment. The treatment conducted in four times. Besided, the researcher divided questionaire, in order to know the students’ interest in teaching and learning process by using PAKEM model. The result of this study obtained from the students’ quetionaire which is distributed into 62 student of Banyuajuh 3 Elementary school subdistrict of Kamal by using computer SPSS 18.00 for windows program. The data showed that the mean was 87,24 for pre-test and 93,09 for post-test. While, the standart deviation was 7,11 for pre-test and 5,95 for post-test. The result of t-test obtained from the application of PAKEM was 0,001. Therefore it can be concluded that there were significant differences of students’ interest before and after the implementation of PAKEM. Based on this data, this study indicated that the application of active, creative, effective, and fun (PAKEM) by the Penjasorkes teacher had improved students’ interest in learning about 6,7 %. Keywords : active learning, creative, effective and fun (PAKEM), interests of students.
PEMANFAATAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN BOX JUMP TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT TINGGI GAYA FLOP KHUSNUL WULANDARI, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional dalam kerangka Sistem Pendidikan Nasional. Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pendidikan jasmani dan merubah paradigma yang ada dalam masyarakat, perlu adanya dukungan alat dan fasilitas yang memadai dan guru pendidikan jasmani yang profesional. Alat bantu pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan alat bantu seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru atau fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran karena merupakan alat penyampaian pesan kepada peserta didik. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1) Apakah ada beda hasil belajar antara pretest dan posttest pemanfaatan alat bantu pembelajaran box jump untuk lompat tinggi gaya flop pada siswa VII SMP Negeri 21 Surabaya. 2) Seberapa besar perbedaan antara pretest dan posttest pemanfaatan alat bantu pembelajaran box jump untuk lompat tinggi gaya flop pada siswa VII SMP Negeri 21 Surabaya. Sampel penelitian di ambil berdasarkan Cluster Random sampling merupakan teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi individu yang menjadi anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel yaitu siswa VII SMP Negeri 21 Surabaya sebanyak 33. Metode dalam analisa ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan uji t (Independent Sample t-test), sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lompat tinggi gaya flop. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Hasil posttest sebesar 57,60% lebih baik daripada pretest sebesar 6,06%. Kata Kunci: pemanfaatan alat bantu, lompat tinggi gaya flop   Abstract Physical education is learning process that utilize physical activities which planned systematically to develop and improve individual organically, neuromuscular, perceptual, cognitive, and emotional on nation education system. To improve the effectiveness of physical education implementation and change the paradigm which existed on society, it will need the support of proper tools and facilities and professional physical education teacher. Practice aid is one of the learning components that have important role on learning activity. The utilization of tool aid should be a part that must receive teacher’s attention or facilitator on every practice activity since is a message conveying tools to student. The problem formulation of this research was: 1) Is there any difference from the pretest and posttest learning result through the utilization of box jump practice aid to flop style high jump on student Class VII SMP Negeri 21 Surabaya. 2) How much difference between pretest and posttest the utilization of box jump practice aid to flop style high jump on student Class VII SMP Negeri 21 Surabaya. Sample of research taken based on Cluster Random sampling that is sampling technique which give equal opportunity to individuals that become the population members to be choosen to become sample member namely student Class VII SMP Negeri 21 Surabaya that number of 33 students. Method in this research apply desctiptive quantitative method and t test (Independent Sample t-test), while data collecting process conducted through flop style high jump. Research results can be conclude that : Posttest for flop style high jump have better as much as 57.60% than pretest as much as 6.06%. Keywords: aid utilization, flop style high jump
PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN BAGIAN (PART-METHOD) DAN METODE PEMBELAJARAN KESELURUHAN (WHOLE-METHOD) TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MELAKUKAN SMASH BOLAVOLI (STUDI PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI SMA NEGERI 1 KAMAL) FIRDAUS, HIDIR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan tempat untuk membina dan mengembangkan suatu pengetahuan dan bakat minat siswa. Didalam sebuah sekolah terdapat satu kegiatan yang biasanya menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat siswa yaitu sebuah kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan yang diadakan sekolah seperti aktifitas keolahragaan maupun non-keolahragaan. Ekstrakurikuler khususnya olahraga dapat menjadi wahana membangun karakter dan membina perkembangan individu. Banyak metode pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai gerakan smash pada bolavoli. Akan tetapi dalam kenyataan dan praktik di lapangan masih terdapat banyak siswa yang masih belum paham dan mampu melakukan apa yang telah di sampaikan pada saat pembelajaran.Untuk itu di perlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat agar siswa bisa lebih mudah dalam menguasai gerakan-gerakan smash pada bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui perbedaan kemampuan siswa dalam melakukan smash bolavoli saat penerapan metode bagian dan keseluruhan, 2). Untuk mengetahui metode apakah yang lebih baik antara metode bagian dengan metode keseluruhan terhadap kemampuan siswa  dalam melakukan smash bolavoli. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bolavoli dengan sampel semua siswa putra yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah SMAN 1 Kamal. Berdasarkan hasil penelitian dan melalui perhitungan data menggunakan SPSS 20.0 menunjukkan hasil bahwa ada perbedaan tetapi tidak signifikan pada kemampuan smash bolavoli siswa setelah penerapan metode pembelajaran sebagian dan keseluruhan, sehingga tidak terdapat metode yang lebih baik antara metode pembelajara sebagian dan keseluruhan. Hal itu dibuktikan dengan nilai  ( 0,816 ) <  ( 2,776 ) dengan taraf signifikan 0,05. Kata Kunci: Metode Pambelajaran Bagian Dan Keseluruhan, Kemampuan Smash Bolavoli. Abstract School is a platform to build and develop knowledge and student interest. There is a common platform to develop interest and talent, which is extracurricular. This extracurricular activity is an activity that organized by school, such as sport activity or non-sport activity. Extracurricular, especially sport, can be a platform to build the character and individual development. Many learning methods that use to increase student’s ability in volleyball smash. However, in fact and practical, there are some students whose still don’t understand and able to do what have been deliver in the learning activities. Therefore, it is necessary to find a proper learning so that easier for students to master volleyball smash. The aim of this study: 1) to know the differences in students ability in doing volleyball smash with part-method and whole-method. 2) to know what method that is better between part-method and whole method towards students ability in volleyball smash. Research samples are 10th and 11th grader whose comply in volleyball extracurricular in State Senior High School of 1 Kamal. Based on research result and data calculation using SPSS 20.0 shows that there are differences in volleyball smash ability after the application of part-method and whole-method but not significant, so there are no better method in part-method and whole-method. This shows by count value (0,816) < Ttable (2,776) with significant degree 0.05. Keywords: Part-method and whole-method, volleyball smash ability.
PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA (STUDI PADA SMA NEGERI 3 SAMPANG DAN SMA DARUSSYAHID SAMPANG) RAHMAN, FATHOR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan suatu hal yang mutlak yang harus dipenuhi.  Sedangkan dalam undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 Bab X tentang kurikulum pasal 37 diterangkan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat salah satunya yakni Penjasorkes, artinya bahwa diseluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah harus ada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Dengan pembelajaran penjasorkes di sekolah, untuk meningkatkan aktivitas penjasorkes, maka motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes mempunyai peranan penting. Dalam pembelajaran penjasorkes, salah satu indikator yang harus dicapai yaitu siswa dapat melakukan gerakan dengan baik dan benar. Berdasarkan pemaparan di atas peneliti mengambil judul perbandingan motivasi belajar pendidikan jasmani sekolah menengah atas negeri dan sekolah menengah atas swasta (studi pada SMA Negeri 3 Sampang dan SMA Darussyahid Sampang). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani antara siswa  SMA Negeri 3 Sampang dan SMA Darussyahid Sampang dan untuk mengetahui motivasi belajar pendidikan jasmani mana yang lebih baik antara siswa SMA Negeri 3 Sampang dan SMA Darussyahid Sampang. Berdasarkan deskripsi data penelitian pada motivasi siswa kelas X-5 SMAN 3 Sampang diketahui nilai mean 161, nilai minimal 143, nilai maksimal 175, dan standar deviasi 8,16, siswa kelas XI IPA-2 SMAN 3 Sampang dapat diketahui nilai mean 157, nilai minimal 135, nilai maksimal 177, dan standar deviasi 9,69, siswa kelas X-1 SMA Darussyahid Sampang dapat diketahui nilai mean 154, nilai minimal 124, nilai maksimal 172, dan standar deviasi 10,11, dan siswa kelas XI IPA-1 SMA Darussyahid Sampang dapat diketahui nilai mean 163, nilai minimal 151, nilai m aksimal 178, danstandardeviasi 6,80. Dan hasiluji independent samples test diperoleh nilai t hitung sebesar 0,495 dan nilai signifikansi sebesar 0,622 lebih besar dari pada sebesar 0,05 (p > 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani antara sekolah menengah atas negeri dan sekolah menengah atas swasta yang dilakukan pada SMA Negeri 3 Sampang dan SMA Darussyahid Sampang.  Dengan hasil penelitian pada simpulan pertama, maka motivasi belajar pendidikan jasmani SMA Negeri 3 Sampang dan SMA Darussyahid Sampang sama. Kata Kunci: Motivasi, belajar, pendidikan jasmani Abstract   Education is an absolute thing that must be demanded. In Undang-Undang (law) of Republic of Indonesia No. 20 of 2003, chapter X about curriculum of Section 37 explains that education curriculum of elementary school and high school must include Penjasorkes. It means that the education units ofelementary school and highschool should apply a subject of physical education, sport, and health. Penjasorkes learning improves Penjasorkes activity at school. So,students’ motivation in participating Penjasorkes learning has an important role. In Penjasorkes learning, one of the indicators that must be achieved isstudents can do the movements well. Based on the explanationabove, the researcher took a title “comparison the learning motivation of physical education between state high school and private high school”  that was conducted at SMAN 3 Sampang and SMA Darussyahid Sampang. The purpose of this study is to determine differences the learning motivation of  physical education between SMAN 3 Sampang students andSMA Darussyahid Sampang students. It is also to find the better one between SMAN 3 Sampang students andSMA Darussyahid Sampang students in the learning motivation of  physical education. Based on the description of the research, students’ motivation class X SMAN 3 Sampang had mean value 161. The minimum value was 143. The maximum value was 175 and the standard deviation was 8.16. Students’ motivation class XI SMAN 3 Sampang hadmean value 157. The minimum value was 135. The maximum value was 177, and the standard deviation was 9.69. The other side, students’ motivation class X SMA Darussyahid Sampang hadmean values ??154. The minimum value was 124. The maximum value was 172, and the standard deviation was 10.11. And students’ motivation class XI SMA Darussyahid Sampang had mean value 163. The minimum value was 151. The maximum value was 178, and the standard deviation was 6.80. Independent samples test obtained t value 0.495 and the significance value was 0.622 that was greater than  0.05 (p>0.05). It can be concluded that there is not difference between the learning motivation of physical education between state high school and private high schools that was conducted at SMAN 3 Sampang and SMA Darussyahid Sampang. The research result of the learnig motivation of physical education between SMAN 3 Sampang and SMA Darussyahid Sampang is equal. Keywords: Motivation, learning, physical education
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR FOREHAND DAN BACKHAND TENIS MEJA (STUDI PADA SISWA KELAS VIIE SMPN 3 PAMEKASAN) NAIMATUL JANNAH, ANA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cabang olahraga tenis meja merupakan salah satu cabang  yang melibatkan keterampilan dasar yang kompleks. Dan model pembelajaran kooperatif diharapkan memberikan pengaruh terhadap hasil pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan jasmani yang mementingkan 3 aspek. Masalah-masalah penelitian ini adalah (1) adakah pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar forehand dan backhand tenis meja pada siswa kelas VIIE SMPN 3 Pamekasan. Dan (2) seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar forehand dan backhand tenis meja pada siswa kelas VIIESMPN3 Pamekasan. Berdasarkan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar forehand dan backhand tenis meja pada siswa kelas VIIE SMPN 3 Pamekasan. Dan (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar forehand dan backhand tenis meja pada siswa kelas VIIE SMPN 3 Pamekasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Dan desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimen One Group Pretest-Posttest Design. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah membuat format penilaian dan melakukan eksperimen pada kelas yang telah ditetapkan. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil (1) terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar kognitif, dengan perbedaan rata-rata antara pretest dan posttest sebesar 22,22 dan rata-rata hasil posttest sebesar 90. (2) pengaruh terhadap pengamatan afektif dengan perbedaan rata-rata pretest sebesar 33,389 dan rata-rata hasil posttest sebesar 70,694. (3) dan besar pengaruh sebesar 97,53% untuk forehand dengan hasil belajar sebesar 7,889 menjadi 15,583,serta 93,60% untuk backhand dengan hasil belajar awal 8,25 menjadi 15,972. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif, hasil belajar, hasil belajar forehand dan backhand Abstract Sports table tennis is one of the branches of which involves a complex of basic skills. Cooperative learning model and is expected to exert influence on learning outcomes in accordance with the objectives of physical education is concerned with three aspects. Problems of this research is (1) are there any learning model cooperative effect on the results of the learn table tennis backhand and forehand on grade VIIE State Junior High School 3 Pamekasan. And (2) How big is the influence of cooperative learning model of the learning results of forehand and backhand table tennis on grade VIIE State Junior High School 3 Pamekasan. Based on the problem the purpose of this research is (1) to find out whether there is influence of cooperative learning model of the learning results of forehand and backhand table tennis on grade VIIE State Junior High School 3 Pamekasan. And (2) to find out how big the influence of cooperative learning model of the learning results of forehand and backhand ping-pong in grade VIIE State Junior High School 3 Pamekasan. This type of research is quantitative. And design research used research is design experiment One Group Pretest-Posttest Design. Data collection methods the research is making the assessment format and experiment on pre-defined class. Based on the analysis of the data, the results obtained (1) there is the influence of cooperative learning on cognitive learning results, with the average difference between the pretest and posttest of 22,22 and posttest results average of 90. (2) the effect on the observations of the affective with the average difference of 33,389 pretest and posttest results average 70,694. (3) and large influence of 97,53 % for forehand with the results of studying of 7,889 became 15,583 and 93,60% to backhand early learning with 8.25 being 15,972. Keywords: cooperative learning model, results of the study, results of learning the forehand backhand.
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR GERAK TEKNIK DASAR DRIBBLE BOLA BASKET DALAM PENDIDIKAN JASMANI TEDY K, ANDREA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk berperan aktif pada kegiatan pembelajaran perlu diketahui seberapa besar motivasi siswa dalam mengikuti materi tersebut. Dengan mengetahui motivasi dari siswa, diharapkan guru penjas dapat mengembangkan apa yang menjadi motivasi siswa, salah satunya dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar dribble bola basket di kelas XI IPS 2 MAN Mojosari dan untuk mengetahui besarnya hubungan yang terjadi antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar dribble bola basket di kelas XI IPS 2 MAN Mojosari. jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan hubungan antar variabel bersifat korelasional yaitu berupa hubungan sebab akibat dimana variabel yang satu menjadi penyebab dan ada variabel akibat. Pada penelitian ini populasi adalah keseluruhan siswa kelas XI MAN Mojosari yang berjumlah 287 siswa. Sedangkan sebagian kecil individu atau obyek yang dijadikan wakil dalam penelitian disebut sampel, dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 MAN Mojosari. Dari hasil perhitungan statistik dapat disimpulkan bahwa hasil uji korelasi didapatkan p value = 0,000 dan nilai r = 0,834, dimana p value (0,000) < alpha (0,05) berarti pada alpha 5% terlihat ada hubungan antara motivasi berprestasi dan hasil dribble bola basket siswa. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi, Dribble Bola Basket. Abstract To actively participate in learning activities should be known as a great student motivation in pursuing this material. By knowing the motivation of students, physical education teachers are expected to develop what motivates students, one of them in an effort to improve student achievement.  This study aims to determine the relationship between achievement motivation with learning outcomes dribble basketballs in class XI IPS 2 MAN Mojosari and to determine the relationship between achievement motivation with learning outcomes dribble basketballs in class XI IPS 2 MAN Mojosari. This type of research is descriptive quantitative with a correlational relationship between the variables are in the form of a causal relationship in which one variable is the cause and there is variable due. In this study population is a whole class XI student MAN Mojosari which amounts to 287 students. While a small proportion of individuals or objects used in the study is called a representative sample, and samples in this study were students of class XI IPS 2 MAN Mojosari. From the results of statistical calculations it can be concluded that the correlation of test results obtained p value = 0.000 and r = 0.834, where p value (0.000) < alpha (0.05) means that at 5% alpha seen no relationship between achievement motivation and the results of the basketball dribble students. Keywords : Achievement Motivation, Dribbling Basketball
PENGARUH METODE PENUGASAN TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING LAY UP BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 DAWARBLANDONG, MOJOKERTO) IFANTO, WAHYU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar guru harus lebih bervariasi menentukan metode pembelajaran agar siswa tidak merasa jenuh. Metode pembelajaran yang dipilih harus sesuai dengan kondisi sekolah dan kemampuan siswa agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Salah satu metode yang dapat dipilih adalah metode pemberian tugas. Dengan metode pemberian tugas ini diharapkan dapat merangsang anak didik agar lebih giat belajar, lebih  bertanggung jawab, meningkatkan hasil belajar dan menyadarkan siswa untuk selalu memanfaatkan waktu senggangnya untuk hal-hal yang menunjang belajar dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode penugasan terhadap hasil belajar shooting lay up bola basket. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Dawarblandong menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas yang terpilih menjadi sampel adalah kelas X 7 berjumlah 38 siswa dan kelas X 6 yang berjumlah 36. Kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes praktek shooting lay up. Dari hasil penghitungan statistik dapat menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode pemberian tugas dalam pembelajaran pendidikan jasmani terhadap hasil belajar shooting lau up bola basket yang dibuktikan dari nilai  21,3273>  2,0315 dengan taraf signifikan 0,05. Sedangkan besar pengaruhnya diketahui sebesar  38%.. Kata Kunci: Metode penugasan, hasil belajar, shooting lay up  bola basket Abstract This method of learning is one of the keys to success in learning activities. Teachers in the teaching and learning process should be more varied learning methods in order to determine the students do not feel bored. Learning method chosen should be appropriate to the conditions of the school and the learning ability of students to be able to take place effectively. One method that can be selected is the method of administration tasks. With the methods of this task is expected to stimulate the students to be more active learning, more accountable, improve learning outcomes and sensitize students to always take advantage of his free time for the things that support learning by filling in positive activities. This study aims to determine the effect on learning outcomes assignment method of shooting a basketball lay up . This research is descriptive quantitative approach to experiment with . Subjects in this study were students of class 10th Senior High School 1 Dawarblandong using cluster random sampling technique. Classes were selected to be sampled is the class numbered 38 student X 7 and X 6 grade students and the 36. Then divided into experimental group and control group. Using research instruments lay up shooting practice tests. From the results of statistical calculation can be concluded that there is a significant effect of assignment methods in teaching physical education on learning outcomes lau up shooting the basketball as evidenced from the value of 21.3273 > 2.0315 with a significance level of 0.05. While the greatest effect is found to be 38 %. Keywords: Method of assignments, learning outcomes, shooting lay-up basketball
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE SEPAKBOLA (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 GENTENG BANYUWANGI) FUAD, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu ataupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik, melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan ketrampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak atau karakter. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani, berhasil tidaknya pembelajaran ditentukan oleh peran guru sebagai pendidik yang berarti meneruskan dan mengembangkan keterampilan gerak pada peserta didik, sehingga proses pembelajaran pendididkan jasmani dapat berjalan dengan baik. Banyak metode pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai gerak dasar dribble. Akan tetapi dalam kenyataan dan praktik di lapangan masih terdapat banyak siswa yang masih belum paham akan materi yang di sampaikan oleh guru.Untuk itu di perlukan sebuah metode pembelajaran lain yang di rancang dengan menggunakan kemampuan teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Genteng Banyuwangi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar dribble sepakbola kelas VIII SMP Negeri 1 Genteng ini, dengan jumlah sampel 54 siswa yang terdiri dari 27 siswa kelompok eksperimen (tutot sebaya) dan 27 siswa kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar dribble sepakbola yang dibuktikan dari nilai thitung5,19>ttabel2,056dengan taraf signifikan 0,05. Sedangkan besar pengaruhnya diketahui sebesar  28,31%. Kata kunci: Metode tutor sebaya, hasil belajar, dribble sepakbola. Abstract Physical education is one of someone’s process as a person or society grup with consciously and systematic, through any activities to get ability and skill of physical, growth, intelligence, and built character. In physical education learning, would say it’s working or not, can be decided from teacher’s role as a educator which means developing move skill to students, until physical education learning process can be work. Many learning method which used to increasing student’s ability to control dribble based move. But in fact, practically in field, there are many students who don’t understood yet about sub-subject who gave by teacher. For that reason, would needed to be another learning method which created using peer tutor’s ability in student class VIII SMP Negeri 1 Genteng Banyuwangi. This research has purpose, 1) To know whether there is effect of peer tutor learning method can be increasing student’s learning result. 2) To see how big effect of peer tutor learning method to football dribble learning result in class VIII SMP Negeri 1 Genteng, with amount of samples 54 students, consist of 27 student in experiment group (peer tutor) and 27 students in control group. Based on research has done, can take a conclusion that there is significant effect of peer tutor to football dribble learning result, which proven by value thitung 5,19> ttabel 2,056 with significant degree 0,05. Whereas, amount of effect level 28,31%. Keywords: Peer tutor method, learning result, football dribble.

Page 22 of 109 | Total Record : 1082