cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR PUKULAN PENCAK SILAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMKN 2 BOJONEGORO) SANTOSO, HUDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, Olahraga dan kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi siswa, karena sangat berpengaruh dalam perkembangannya. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan bukan hanya untuk meningkatkan kebugaran jasmani, melainkan juga memberikan gerak bervariasi dan bermakna bagi siswa. Dari hasil pengamatan dalam proses pembelajaran penjasorkes seringkali seorang pendidik kurang maksimal dalam memberikan materi pembelajaran pencak silat, seperti halnya di SMKN 2 Bojonegoro. Hal tersebut menyebabkan siswa kurang menguasai materi pencak silat yang telah ditetapkan dalam kurikulum dan mengakibatkan hasil belajar siswa kurang maksimal. Siswa merasa kesulitan dalam mempraktekkan gerakan-gerakan pencak silat dengan benar, Salah satunya adalah gerakan dasar pukulan pencak silat. Oleh karena itu, peneliti menerapkan model Direct Instruction pada materi tersebut, karena model pembelajaran ini dirancang khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Sehingga melalui model ini, siswa dapat memahami setiap gerakan dan dapat mempraktekkan gerakan pencak silat dengan benar. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Adakah pengaruh penerapan model pembelajaran Direct Instruction terhadap hasil belajar pukulan pencak silat pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan siswa kelas XI SMKN 2 Bojonegoro? (2) Seberapa besar perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran Direct Instruction terhadap hasil belajar pukulan pencak silat pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan siswa kelas XI SMKN 2 Bojonegoro?. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 2 Bojonegoro dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 62 siswa yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen kelas XI Teknik Instalasi Tenaga listrik 1 sebanyak 30 siswa dan kelompok kontrol kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 1 sebanyak 32 siswa. Metode dalam analisis ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif. Kesimpulan dalam penelitian adalah: (1) Ada pengaruh penerapan model pembelajaran Direct Instruction terhadap hasil belajar pukulan pencak silat pada pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan siswa kelas XI SMKN 2 Bojonegoro. Hal ini dapat dilihat berdasarkan uji t, didapat nilai (thitung 9,20> ttabel 1,670). (2) Besarnya pengaruh terhadap hasil belajar pukulan pencak silat yaitu sebesar 61,34%. Kata Kunci: Model Pembelajaran Direct Instruction. Abstract Health, sport and physical education is very important for students, because it is affected to their growth. Health, sport and physical education is not only improving physical abilities, but also giving various and meaningful movement for student. Through the observation during the learning process. Teacher often didn’t maximal in giving the pencak silat’s material, just like what happend in SMKN 2 Bojonegoro. It will cause the student can not mastering pencak silat’s material and the result is not maximal. The student find difficulty when demonstrating the movement of punch in pencak silat. Therefore, the researcher applying the direct instruction model for the material, because this learning model is designed to improve student’s learning about procedure and declaratif knowledge which constructed well and can be learned step by step. So, through this model, the students will understand every movement and able to demonstrate it well. Statement of problems in this research was to determine: (1) Is there any influence to the implementation of direct instruction learning model to the result of punch pencak silat’s learning for health, sport and physical education on student class XI SMKN 2 Bojonegoro? (2) How big the influence of direct instruction learning model to the result of punch pencak silat’s learning for health, sport and physical education on student class XI SMKN 2 Bojonegoro?. The object of study was students of 11th grade of Senior High School 2 Bojonegoro with a number of samples taken were 62 students, in which they were divided into 2 groups: experimental group of 30 students and control group of 32 students. The method in this analysis used descriptive quantitative statistical methods. This research used a significance level of 0,05%. The conclusion of this research are: (1) There is an influence to the implementation of direct instruction learning model to the result of punch pencak silat’s learning for health, sport and physical education on student class XI SMKN 2 Bojonegoro. It can be seen according to t test, obtain score (tcount 9,20 > ttable 1,670). (2) The gauge of the influence to the result of punch pencak silat’s learning is about 61,34%. Keywords: Direct Instruction learning model.
SURVEI PENERAPAN MANAJEMEN  OLAHRAGA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMA SHAFTA SURABAYA ADI SETIASARI, PUPUT
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga adalah sebuah aktivitas manusia yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan (sejahtera jasmani dan sejahtera rohani) manusia itu sendiri. Banyak cabang olahraga mulai mengalami peningkatan dalam kwalitas permainannya. Seperti olahraga futsal yang menjadi populer, Terlihat antusias yang tinggi dikalangan pelajar SMP/SMA mampu mereka tunjukkan dalam sebuah turnamen yaitu dengan prestasi gemilang. Oleh karena itu olahraga futsal dimasukkan ke dalam kegiatan esktrakurikuler. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti manajemen ekstrakurikuler futsal di SMA Shafta Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini ada 4 sub variabel (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan) dari variabel tunggal, yaitu manajemen ekstrakurikuler olahraga futsal. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang terkait dalam ekstrakurikuler futsal di SMA Shafta  Surabaya. Pengambilan sampel ini menuju kepada kepala sekolah, waka kesiswaan, pelatih ekstrakurikuler olahraga futsal dan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMA Shafta Surabaya. Hasil penelitian mengenai manajemen ekstrakurikuler futsal di SMA Shafta Surabaya  antara lain : 1) sub variabel perencanaan skor yang diperoleh sebesar 902 sedangkan skor idealnya adalah 1100 dengan presentase 82% sehingga termasuk dalam kategori sebagian besar, 2) sub variabel pengorganisasian skor yang diperoleh sebesar 348 sedangkan skor idealnya adalah 400 dengan presentase 87% sehingga termasuk dalam kategori selalu, 3) sub variabel pelaksanaan skor yang diperoleh sebesar 968 sedangkan skor idealnya adalah 1100 dengan presentase 88% sehingga termasuk dalam kategori selalu, 4) sub variabel pengawasan skor yang diperoleh sebesar 742 sedangkan skor idealnya adalah 900 dengan presentase 82% sehingga termasuk dalam kategori sebagian besar. Berdasarkan hasil penelitian terhadap manajemen ekstrakurikuler futsal di SMA Shafta Surabaya peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara keseluruhan  manajemen ekstrakurikuler  futsal di SMA Shafta Surabaya selalu dilaksanakan dengan persentase 84,57%. Dari hasil simpulan yang telah didapatkan maka saran dari peneliti untuk menyempurnakan hasil penelitian yang lebih baik maka perlu dilakukan penelitian lagi dengan melibatkan beberapa ekstrakurikuler yang lain agar dapat mengetahui dan membandingkan baik atau tidaknya pelaksanaan sebuah manajemen ekstrakurikuler disekolah tersebut. Kata Kunci : Penerapan, Manajemen, Ekstrakurikuler Futsal Abstract Sport is a human activity aimed at achieving well-being (physical welfare and spiritual welfare) the man himself. Many of the sport began to increase in the quality of his game. Sports such as futsal are becoming popular, Visible enthusiasm among students junior high / high school they were able to show that in a tournament with a brilliant achievement. So the sport of futsal put in esktrakurikuler activities. That researchers interested in survey application of sports management in futsal high school extracurricular shafta surabaya. This research is descriptive quantitative research. In this study, there are four sub-variables (planning, organizing, implementing, and monitoring) of a single variable, namely the management of extracurricular sport of futsal. As the population in this study were all involved in extracurricular school SHAFTA futsal in Surabaya. Sampling is headed to the principal, waka student, extracurricular sports coaches and futsal students who take high school extracurricular SHAFTA Surabaya. The results of research on the management of indoor soccer in high school extracurricular Shafta Surabaya, among others: 1) planning sub variable scores obtained by 902 while the 1100 is ideally balanced with a percentage of 82% that is included in most of the categories, , 2) organizing sub variable scores obtained by 348 while the 400 is ideally balanced with the percentage 87% so that is always included in the category, 3) implementation of the variable sub scores obtained scores of 968, while in 1100 the percentage ideally is 88% so it is included in the category of always , 4) sub control variable scores obtained by 742 while the 900 is ideally balanced with the percentage 82% so that is included in most of the categories. Based on the results of a study of indoor soccer in high school extracurricular management Shafta Surabaya researchers to conclude that the overall management of indoor soccer in high school extracurricular Shafta Surabaya always carried out with the percentage of 84.57%. Conclusions from the results that have been obtained then the suggestion of researchers to enhance research results are better then more research needs to be done with the involvement of several other extracurriculars in order to determine and compare whether or not the implementation of a management that an extracurricular school. Keywords: Application, Sport Management, Extracurricular Futsal
PENILAIAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES TINGKAT SDN SE-KECAMATAN BANGKALAN KABUPATEN BANGKALAN TAUHID, SHOHIBUT
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kinerja guru dalam proses belajar mengajar (PBM) menjadi salah satu bagian terpenting dalam mendukung terciptanya proses pendidikan secara efektif terutama dalam membangun sikap disiplin dan mutu hasil belajar siswa. Namun demikian ketika guru gagal meminimalkan perilaku menyimpang yang diperbuat siswa, sering kali membuat guru patah semangat dan malas dalam mengajar. Kinerja guru mempunyai spesifikasi/kriteria tertentu. Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi/kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. Dalam beberapa tahun terakhir banyak guru pendidikan jasmani sekolah dasar yang telah bersertifikasi, yang seharusnya kinerja guru harus lebih meningkat daripada sebelumnya. Secara khusus tujuan dari penelitian yang telah dilaksanakan adalah:  Untuk mengetahui penilaian kepala sekolah terhadap kinerja guru penjasorkes tingkat sekolah dasar (SD) Negeri se-Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang dilakukan untuk menggambarkan fenomena tertentu. Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait dengan fenomena, kondisi, atau variabel tertentu dan tidak dimaksudkan untuk melakukan pengujian hipotesa. Penelitian ini telah dilaksanakan di SD Negeri Se-Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur, dan waktu penelitian dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret tahun 2013 s/d awal bulan April tahun 2013. Variabel dalam penelitian ini adalah Penilaian Kepala Sekolah terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (Penjasorkes) SD Negeri Se-Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan hasil penelitian penilaian kepala sekolah terhadap kinerja guru penjasorkes se-Kecamatan Bangkalan, sebagai berikut: 1. Rencana pelaksanaan pembelajaran secara umum berkategori baik, 2. Tahap pelaksanaan secara umum berkategori baik, 3. Keterampilan bertanya secara umum berkategori baik, 4. Memberikan penguatan secara umum berkategori baik. Dengan demikian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa  Penilaian kepala sekolah terhadap kinerja guru penjasorkes tingkat SD Negeri se-Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan yang berjumlah 11 responden secara umum berkategori baik. Kata Kunci: Penilaian kinerja, guru Penjasorkes Abstract Teacher performance on learning process as one of the important in supporting the creation of effective education process especially in build discipline attitude and student learning result quality. However, when teacher failed to minimize student inappropriate behavior, it often make teacher lost its spirit and lazy to teach. Teacher performance have certain criterion. Their performance can be seen and measured based on competence specification or criterion that must be possessed by every teacher. In last few years many physical education teacher that have certified, whereas their performance should be improve than before. Specifically, the purpose of research that was done : to find out the principal’s asessment to physical education teacher performance elementary school level on bangkalan sub dictrict bangkalan district      Method in this study apply statistic descriptive that conducted to describe certain phenomenon. Data collection performed to obtain information that related with phenomenon, condition, or certain variable and not intended to conduct hypothesist testing. This research conducted on elementary school of whole Bangkalan District, East Java Province, and the research date is on mid of March 2013 until April 2013. Variable in this research is principal’s asessment to physical education teacher performance elementary school level on bangkalan sub dictrict bangkalan district  Based on the principal’s assessment to physical education teacher performance elementary level School on Bangkalan District are as follows : 1) Planning lesson generally belong to good category, 2) implementation generally belong to good category, 3) Asking skill generally belong to good category, 4) Giving enforcement generally belong to good category. Thus, researcher can conclude that principal’s assessment to physical education teacher performance elementary level School on Bangkalan District that amountd of 11 respondent generally belong to good category    Keywords: principal’s assessment, physical education, teacher performance
PERBANDINGAN KEMAMPUAN DAYA TAHAN JANTUNG DAN PARU-PARU ANTARA SISWA KELAS XI PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI PAGI HARI DENGAN SIANG HARI  DI SMAN 1 KEDIRI ABDUL RAHMAN SALEH, YONAS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (penjasorkes) memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Dalam hal ini dapat kita masukan kedalam program kurikulum sekolah khususnya pada Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebugaran jasmani mengandung pengertian tentang kemampuan jasmani seseorang dalam melakukan tugas kejasmanian sehari – hari secara optimal dan masih dapat melakukan kegiatan jasmani lainya tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Pembelajaran penjasorkes di SMAN 1 Kediri dilakukan di semua kelas, karena jam pembelajaran fullday dari jam 06.45 – 16.00 maka untuk pembelajaran penjasorkes dibagi menjadi dua yaitu jam pagi dan jam siang. Kelas pagi pembelajaran dilakukan pukul 06.45 – 08.15 dan 08.15 – 09.45 WIB. Sedangkan kelas jam siang pembelajaran dilakukan pukul 14.40 – 16.00 WIB. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui perbandingan kemampuan daya tahan jantung dan paru-paru antara siswa kelas XI pada pembelajaran penjasorkes pagi hari dengan siang hari di SMAN 1 Kediri.  2. Untuk mengetahui manakah yang lebih baik kemampuan daya tahan jantung dan paru-paru antara siswa kelas XI pada pembelajaran penjasorkes pagi hari dengan siang hari di SMAN 1 Kediri. Jenis penelitian ini menggunakan perbandingan (Comparative Research). Instrument dalam penelitian ini menggunakan MFT, dengan analisa data menggunakan uji Mann Whithey Test. Berdasarkan hasil MFT siswa kelas XI SMAN 1 Kediri pada kelas jam pagi dengan jumlah siswa sebanyak 20 dengan nilai rata-rata sebesar 30.025 dan nilai standar deviasi sebesar 7.34051. Sedangkan kelas jam siang dengan jumlah siswa 20 dengan nilai rata-rata sebesar 26.825 dan nilai standar deviasi sebesar 4.54855. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Mann Whitney Test menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak sebab sig 0,155 < alpha 0,05. Jadi tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kemampuan daya tahan jantung dan paru-paru antara siswa kelas XI jam pagi dan jam siang, tetapi apabila dilihat dari nilai rata-rata kelas jam pagi mempunyai rata-rata yang lebih besar daripada kelas jam siang, dengan selisih rata-rata 3,2. Kata Kunci : Daya tahan jantung dan paru-paru, siswa kelas pagi dan siang Abstract Physical education, sport and health ( penjasorkes ) give opportunity to student to involved their physical healthy. In this case, we can be present at work of school curriculum, especially in senior high school. Physical healthy has a meaning about personal physical ability when doing tasks of physically in daily life optimally and still capable to doing another tasks without meaningless jaded. Physical education in Senior High School 1 Kediri did in every class because of fullday, started on 6.45 – 16.00. That is why they have to split the time of physical education in two, between morning class and afternoon class. Morning class started on 06.45 – 08.15 and 08.15 – 09.45, while afternoon class began on 14-40 – 16.00. The purpose of this research is, 1) For knowing about comparison cardiovascular and lungs endurance between class XI within physical education of morning class and afternoon class in Senior High School 1 Kediri. The type of research is using comparative research. Having MFT as a research instrument with data analysis using Mann Whitney Test. Based on the result of MFT, class XI students of Senior High School 1 Kediri at morning class have 20 students with average value, 30.025 and 7.34051 on standart deviation value. Meanwhile, at afternoon class which have 20 students, got 26.825 on average value and standart deviation, 4.54855. Mann Whitney Test showed up that Ha was accepted and Ho was denied because of sig 0.155 < alpha 0.05. With the result that analysis, there is no significant difference in cardiovascular and lungs ability between morning class and afternoon class, but if viewed from class average value, morning class got higher value than afternoon class, with average difference 3,2. Keywords : Cardiovascular and Lungs Endurance, students of morning class and afternoon class.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI    PERTANDINGAN SEPAKBOLA (STUDI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER SMPN 1 AMBUNTEN SUMENEP) IQBAL TAWAKKAL, MOH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga yang bersifat kompetisi akan muncul pada pemain dengan perasaan tegang dan cemas yang mengakibatkan atlet mengalami gangguan tertentu waktu menjelang pertandingan. Gejolak psikis yang ditandai adanya ketegangan, kecemasan menganggu keseimbangan psiko-fisiologik, dan pada gilirannya menganggu penampilannya. Seorang atlet yang akan melangsungkan pertandingan maka para atlet tersebut sepakbola harus benar-benar memiliki konsep diri yang terkonsep. Karena ketika petandingan berlangsung tak sedikit para para peserta ekstrakurikuler yang mengalami demam lapangan padahal ketika latihan para peserta ekstrakurikuler tersebut sudah memiliki keterampilan yang bagus. Hal ini berarti adanya tingkat ketegangan dan kecemasan dalam pribadi individu yang tak terkendali atau terkonsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan seberapa besar hubungan antara konsep diri dengan kecemasan dalam menghadapi pertandingan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMPN 1 Ambunten Sumenep. Sasaran penelitian ini adalah seluruh siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN I Ambunten-Sumenep berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket Konsep Diri dan Kecemasan. Dari hasil penelitian diperoleh: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri terhadap kecemasan siswa dalam menghadapi pertandingan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Ambunten-Sumenep. Hasil itu ditunjukkan pada uji korelasi (r) melalui uji Correlate Bivariate dengan rhitung  0,455 > rtabel 0,320 dengan taraf kesalahan 0,05. 2) Besarnya hubungan konsep diri dengan kecemasan dalam menghadapi pertandingan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Ambunten-Sumenep sebesar 20,74%. Kata Kunci: Konsep Diri, Kecemasan, Sepakbola. Abstract Sports competitions that are going to appear on the player with a feeling of tension and anxiety that lead to certain impaired athletes ahead of time. Psychic turmoil that marked the tension, anxiety disturbing psycho-physiological balance, and in turn disturb the appearance. A player who will hold a football match then the player should really have a concept of self is conceptualized as when petandingan lasts not a few of the players who has a fever pitch when training when the players already have good skills. This means that the level of tension and anxiety in the person of unbridled individual players or conceptualized. This study aims to find out and how much the relationship between self-concept and anxiety in the face of the game of football in extracurricular participants SMPN 1 Ambunten Sumenep. Objectives of this study were all students in extracurricular participants of footballing SMPN I Ambunten-Sumenep numbered 40 students. Data collection techniques in this study using a questionnaire. The result showed: 1) There is a significant relationship to anxiety on the self-concept of students in the face of the game in football extracurricular participants SMPN 1 Ambunten-Sumenep. The results were shown in correlation test (r) through the test Correlate Bivariate in rhitung 0.455> 0.320 rtabel with a 5% error level. 2) The self-concept relationship with anxiety in the face of the game in football extracurricular participants SMPN 1 Ambunten Sumenep by 20.74%. Keywords: Self-Concept, Anxiety, Football.
PENERAPAN PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR BOLA PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PAKAL II SURABAYA) ACH.DJUWAINI,
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah secara umum peran guru masih sangat dominan sehingga siswa hanya menerima pelajaran dan mereka tidak dapat belajar sesuai dengan tahap perkembanganya. Oleh karena itu maka perlu diberikan suatu model pembelajaran yang lebih bervariatif seperti, penerapan penggunaan media belajar bola plastik sehingga diharapkan siswa dapat berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran. Begitu juga yang terjadi pada siswa kelas V SDN Pakal II Surabaya, hasil observasi awal menunjukan sebanyak 77,14% siswa memiliki kemampuan yang rendah terhadap teknik passing bawah pada permainan bolavoli. Hal ini terjadi dikarenakan kurang maksimalnya pesan materi yang disampaikan guru yang dapat dipahami dan dimengerti oleh siswa, oleh sebab itu dibutuhkan cara yang lebih efektif dan efisien untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli dengan media belajar bola plastik pada siswa kelas V SD Negeri Pakal II Surabaya, 2) besar peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli dengan media belajar bola plastik. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Pakal II Surabaya dengan jumlah siswa sebanyak 35 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan dari siklus ke siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengukuran hasil belajar siswa pada masing-masing siklus. Penilaian hasil belajar diukur meliputi: aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Kesimpulan: 1) Penggunaan media belajar bola plastik dalam pembelajaran bolavoli ternyata dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah siswa kelas V SDN Pakal II Surabaya. Hal ini dapat dilihat pada grafik 4.1 dan 4.2 atau tabel 4.18 dimana rerata kelas pada tiap siklus pembelajaran mengalami peningkatan. 2) Pada studi awal sebelum diberikan treatment nilai rerata kelas hasil belajar yang dicapai sebesar 60,7 meningkat sebesar 18,95% menjadi 72,2 pada siklus I. Kemudian pada siklus II terlihat ada peningkatan sebesar 13,56% dari siklus I. Sehingga pada siklus II nilai rerata kelas yang dicapai sebesar 82,0. Perkembangan hasil ketuntasan klasikal siswa dari studi awal (22,86%) sampai siklus I (60,0%) terlihat ada peningkatan sebesar 37,14% kemudian dari siklus I (60,0%) sampai siklus II (91,43%) meningkat sebesar 31,43%. Kata Kunci: Media, Bola Plastik, Passing Bawah, Bolavoli. Abstract The implementation of physical education lessons in schools in general is still very dominant role of teachers so that students only receive lessons and they can not learn according to the stages of its development. Therefore, it should be given a more varied learning models, such as the application of learning media usage plastic ball so that students are expected to play an active role in any learning process. The same thing occurs in the fifth grade students of SDN Pakal II Surabaya, initial observations indicate as much as 77.14% of students have a low ability to techniques in passing the volleyball game. This happens due to lack of maximum message delivered at the teacher can be perceived and understood by students, so it needs a more effective and efficient way to resolve the issue. The purpose of this study was to determine: 1) improved learning outcomes volleyball passing under a plastic ball with a medium of learning in class V SD Negeri Surabaya Pakal II, 2) a significant improvement in learning outcomes volleyball passing under a plastic ball with a learning medium. Objectives of this study were students of class V Pakal II SD Negeri Surabaya by the number of students by 35 students. Type of research is a classroom action research (CAR) are performed continuously and continuously from cycle to cycle. Data was collected through observation and measurement of student learning outcomes in each cycle. Assessment of learning outcomes measured included: the cognitive, psychomotor, and affective. Conclusions: 1) The use of media in teaching learning volleyball plastic ball may actually enhance the learning outcomes of students passing class V SDN Pakal II Surabaya. This can be seen in chart 4.1 and table 4.2 or 4:18 where the average grade for each learning cycle has increased. 2) At the beginning of the study before treatment is given the mean value of class learning outcomes are achieved by 60.7 increased by 18.95% to 72.2 in cycle 1. Then at cycle 2 looks no increase of 13.56% of cycle 1. So at cycle 2 is the mean grade of 82.0. The development of classical completeness student results from the initial study (22.86%) to the first cycle (60.0%) were seen there is an increase of 37.14% and from cycle 1 (60.0%) to cycle 2 (91.43%) increased by 31.43%. Keywords: Media, Plastic Ball, Passing Down, volleyball.
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN BOLA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 SUMBERREJO) WICAKSONO, TEGUH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah suatu proses pendidikan dimana lebih menekankan pada gerak tubuh anak. Apabila program pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diselenggarakan di sekolah dapat dikemas dengan benar, maka akan memberi sumbangan yang berarti bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk itu, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan  perlu memiliki dan mampu menggunakan model pembelajaran yang sesuai, yakni berdasar pada karakteristik siswa. Modifikasi permainan bola tangan merupakan model pembelajaran yang tepat jika menilik karakteristik permasalahan yang ada.  Dimana mayoritas siswa memiliki minat untuk mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang cenderung rendah sehingga proses pembelajaran tidak berjalan maksimal. Salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan minat siswa adalah memodifikasi permainan bola tangan tersebut, baik sarana dan prasarana yang digunakan dalam pembelajaran tersebut juga. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh modifikasi permainan bola tangan untuk meningkatkan siswa dalam pembelajaran penjasorkes kelas XI SMA Negeri 1 Sumberrejo, Bojonegoro dan seberapa besar pengaruh itu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 74 siswa, yang terdiri dari 37 siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelompok eksperimen dan 37 siswa kelas XI IPA 3 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket minat siswa. Untuk analisis datanya menggunakan t test atau uji t (independent). Berdasarkan hasil penghitungan diketahui bahwa nilai thitung 6,621 > ttabel  1,990 dengan taraf signifikan 0,05. Dengan kata lain ada pengaruh modifikasi permainan bola tangan untuk meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes dan besarnya peningkatan adalah 1,83%. Kata Kunci: Modifikasi Permainan Bola Tangan, Minat Siswa, Pembelajaran Penjasorkes Abstract  Physical, sport and health education is a process of education in which more emphasis is put on the children’s body movement. If the learning program of physical, sport and health education which is held in school can be packed rightly, it will give meaningful contribution to the children’s growth and development. Therefore, it is necessary for physical, sport and health education teacher to have and be capable of using an appropriate learning model, that is based on the characteristics of the students. Modification of handball game is the right learning model considering the characteristics of the issue. Where the majority of the students have rather low interest in attendingthe learning process of physical, sport and health education thus it does not work to the maximum. One of the learning models for increasing students’ interest is modifying the handball game, including the facilities and infrastructure. The aims of this research were to know the influence of the modification of handball game on 37 students of the 11th grade of the science class 1 of SMA Negeri 1 Sumberrejo, Bojonegoro and to know how much the influence was. This research was an experimental research with a descriptive quantitative approach. The subjects of the research were 74 students, which consisted of 37 students of the 11th grade of the science class 1 as the experimental group and 37 students of the 11th grade of the science class 3 as the control group. The sampling technique used was the cluster random sampling. The instrument used was the student’s interest questionnaire. As for the data analysis, independent t-test was used. Based on the calculation, it was known that the value of tscore 6,621 > ttable 1,990 with significance level 0,05.In other words, the modification of handball game had influence in increasing the students’ interest in attending the physical, sport and health education with influence of 1,83%. Keywords: The Modification of Handball Game, Students Interest, the Learning of Physical, Sport and Health Education
HUBUNGAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM BIDANG AKADEMIK TERHADAP KEMAMPUAN GERAK UMUM (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 KOTA MOJOKERTOTAHUN AJARAN 2013/2014) NURIAWATI, IRMA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Lembaga pendidikan yang tersebar luas di masyarakat seperti sekolah berperan sangat penting dilihat dari fungsi dan tujuannya untuk bangsa. Salah satu mata pelajaran yang mengajarkan tentang keterampilan gerak anak seperti pendidikan jasmani di sekolah, merupakan mata pelajaran yang menyeimbangkan  kemampuan kognitif dengan motorik anak. Semakin anak mampu menerapkan  pengetahuan pola pikirnya dalam aktivitas gerak secara nyata, maka tujuan pendidikan jasmani yang terdiri dari empat ranah dapat terwujud, yaitu jasmani, psikomotor, afektif, dan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan kognitif dalam bidang akademik terhadap kemampuan gerak umum.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif, dan desain penelitian yang digunakan adalah desain korelasional.Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Kota Mojokerto dengan jumlah populasi 307 siswa.Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling dari 199 responden yang tidak terbiasa melakukan aktivitas berolahraga berdasarkan hasil pengisian angket kebiasaan berolahraga sebanyak 100 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes barrow motor ability untuk mengungkap kemampuan gerak umum siswa. Dari hasil penghitungan statistik dapat menyimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemampuan kognitif dalam bidang akademik dengan kemampuan gerak umum yang dibuktikan dari nilai 0,60> 0,20dengan taraf signifikan 0,05 yang mengartikan bahwa dengan kemampuan kognitif yang baik dari siswa maka akan membantu perkembangan kemampuan gerak umum mereka. Dengan demikian akanmeningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran penjasorkes di sekolah. Besar hubungan antara kedua variabel diketahui sebesar  36,20%. Kata Kunci: Kemampuan kognitif, kemampuan gerak umum Abstract Education is a process of human development that lasts lifetime. Education institutions that widespread in public as school have a role that viewed from function and purpose for nation. One of subjects that teach about skill motion child like sport education at school, are subjects that the balance of the cognitive ability with child’s motion. When the children are able to apply the knowledge, he thought pattern in  motion to real activity more and more, so the purpose of physical education consists of four domains namely physical, psychomotor, affective and cognitive can be realized. This research is aims to find out the relationship of cognitive abilities in the academic lessons for general motor ability. This research is a correlational study with a quantitative approach, and the design of the research is a correlational design. Subjects in this study were students in 10th Grade Student of Senior High School 2Mojokerto City with a population of 307 students. Sampling using a random sampling technique from 199 respondents who are not accustomed to doing sports activities based on the results of the questionnaire sports habits of 100 students. Research instruments using the barrow motor ability tests to uncover general movement abilities of students. From the calculation can be concluded that there was a significant relationship between cognitive abilities in academic lessons with general motor ability as evidenced by result  0,60 > 0,20 with significance level 0,05 that means that with good cognitive ability of students then will help the development of the general motor ability from their. Thus will improve the quality of learning and learning result of students on sports subjects in school. The relationship between the two variables is found to be 36.20 %. Keywords : cognitive ability, general motor ability
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING DALAM PERMAINAN BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI I SUMENEP) TRI JUWANDANA, HENDRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah secara umum peran guru masih sangat dominan sehingga siswa hanya menerima pelajaran dan mereka tidak dapat belajar sesuai dengan tahap perkembanganya. Oleh karena itu maka perlu diberikan suatu model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek belajar yang mana siswa berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran. Pembelajaran permainan bola basket merupakan salah satu cabang olahraga yang masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah, oleh karena itu dalam rangka menumbuhkan peningkatan kualitas siswa pada pembelajaran bola basket diperlukan bentuk-bentuk model pengajaran yang bervariasi dan menarik bagi siswa agar menimbulkan rasa senang dan gembira sehingga kemampuan siswa dalam permainan bola basket menjadi meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap peningkatan hasil belajar shooting dalam permainan bola basket, 2) besarnya peningkatan hasil belajar shooting bola basket setelah diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sumenep dengan total jumlah sampel yang diambil sebanyak 75 siswa yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen sebanyak 38 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 37 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif desikriptif dan komparatif. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes shooting bola basket selama 30 detik. Kesimpulan: (1) Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar shooting bola basket baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan kelas XI SMA Negeri I Sumenep. Hasil perbandingan uji t pada siswa laki-laki menunjukan nilai thitung 2,173 > nilai ttabel 2,042 dan hasil uji t siswa perempuan menunjukan nilai thitung 2,419 > nilai ttabel 2,021. (2) Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan peningkatan hasil belajar shooting bola basket siswa laki-laki sebesar 31,33% dan siswa perempuan sebesar 28,24%. Kata Kunci: Pembelajaran, Kooperatif Tipe STAD, Shooting, Bola basket. Abstract In the implementation of physical education in school learning, teachers role is still very dominant so that students just receive a lesson and they can not learn according to the stage of it is development. Therefore it needs to be given a learning model that puts students as subjects in which students learn actively involved in every process of learning. Learning the game of basketball is one sport that is included in the curriculum of the school, therefore in order to foster improvement quality of students' learning of basketball required forms various and attractive teaching models to students for make a sense of fun and enjoy so that students' skills in basketball game to be increased. The objectives of this research are to observe: 1) the effect of the implementation of Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning method in the learning result of basketball shooting, 2) how big the effect of the implementation of Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning method in the learning result of shooting the basketball. The target of this research is eleventh graders of  State Senior High School 1 Sumenep As the sample, researcher takes 75 students which are separated in 2 groups, 38  students are taken as experimental group and 37 students are taken as the control group. The method used in this analysis using statistical quantitative methods desikriptif and comparative. Data collection was done with basketball shooting test for 30 seconds . Conclusions: (1) The effect of the implementation of Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning method to the students’ learning result make significant impact on the improvement of learning outcomes basketball shooting both male students and female students of eleventh graders of  State Senior High School 1 Sumenep. The results of ttest comparisons on male students shows the value of ttest 2.173 > 2.042 ttable value and female student ttest results shows the value of ttest 2.419 > 2.021 ttable value. (2) the implementation of Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning method give increase to the students’ learning result of basketball shooting male by 31.33% and 28.24% for female students.                                                                       Keywords: Learning, Cooperative Type STAD, Shooting, Basketball 
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUALTERHADAP PENINGKATAN TEKNIK SERVIS PENDEK BACKHAND EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SISWA PUTERA SMP INTAN PERMATA HATI SURABAYA (STUDI PADA SISWA PUTERA SMP INTAN PERMATA HATI SURABAYA ) SETIAWAN, AGUS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bulutangkis adalah permainan yang kompleks yang tidak mudah di lakukan oleh semua orang. Dalam pembelajaran ekstra kurikuler bulu tangkis di perlukan teknik dasar bermain bulu tangkis yang baik agar permainan bulu tangkis dapat berjalan dengan baik dan efisien. Salah satu teknik dasar yang harus di kuasai adalah servis, servis ada dua macam yaitu servis panjang dan servis pendek backhand dan forehand. Servis pendek backhand adalah servis yang jatuhnya arah servis sedekat mungkin dengan servis dan posisi pegangan raket berada pada posisi backhand. Rumusan masalah yang di ajukan dalam penelitian ini adalah penerapan media audio visual terhadap peningkatan teknik servis pendek ekstra kurikuler bulu tangkis siswa putera SMP Intan Permata Hati Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan servis pendek backhand ekstra kurikuler bulu tangkis siswa putera SMP Intan Permata Hati Surabaya derngan media pembelajaran audio visual. Penelitian ini merupakan penilitian eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstra kurikuler bulu tangkis, yang terdiri dari kelas I, II, III, SMP Intan Permata Hati Surabaya. Dari perhitungan menggunakan Uji t independent dapat di simpulkan bahwa ada peningkatan yang signifikan terhadap penerapan media audio visual terhadap peningkatan teknik servis pendek backhand ektra kurikuler bulu tangkis siswa putera SMP Intan Permata Hati Surabaya adalah sebesar 41,75%. Kata Kunci: Penerapan media audio visual, Servis pendek backhand bulu tangkis, peningkatan teknik. Abstract Badminton is a complex game that's not all people can play it properly. In learning badminton  from extracurricular, a good basic techniques is needed to make a perfect and efficient badminton playing. One of the basic technique that must be learned is service, there are two services long service and  short service, backhand and forehand. Short backhand service is a service that the drop point is dropped as near as possible with the service, and the position to handling the racket is on the backhand. Research problem of this study is the  implementation of Audio Visual Media toward the improvement of students' short service technique in Badminton Extracurricular of Junior High School Intan Permata Hati Surabaya. Significance of this study is to find any improvement of  students' short backhand  service technique in Badminton Extracurricular of  junior high school Intan Permata Hati Surabaya by using Audio Visual Media. This study was a semi experimental research. Sample in this research is 12 students that actively join badminton extracurricular, the students were from I, II and III grade of Junior High School Intan Permata Hati Surabaya.. From the calculation and analysis by using t independent test, can be concluded that there was a significance improvement in students' short service backhand technique in Badminton Extracurricular of Junior High School Intan Permata Hati Surabaya toward the implementation  of Audio Visual Media, the score from this analysis was 41,75% Keywords: The implementation of Audio Visual Media, short backhand service, badminton, techniques improvement

Page 21 of 109 | Total Record : 1082