cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES DENGAN OPINI SISWA TERHADAP SEKS BEBAS (STUDI PADA KELAS IX SMP NEGERI 6 MOJOKERTO) KUSUMA FATKHUR, DENNY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Seks bebas adalah sub materi pembelajaran yang harus di ajarkan pada usia dini. Begitu juga pada anak kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang seharusnya sudah mendapatkan pembelajaran dan mengerti akan seks bebas dan apa akibatnya jika melakukan seks bebas. Maka rumusan masalah dalam  penelitian ini adalah Apakah ada hubungan pengetahuan tentang kesehatan dalam pembelajaran penjasorkes dengan opini siswa terhadap seks bebas ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode non-eksperimen semu dengan desain Korelasional.Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IXSMPN 6 Mojokerto yang di ambil dari kelas IX-6 dan IX-7 yang semuanya berjumlah 40 siswa. Dari hasil penelitian kemudian dianalisis tidak Ada hubungan yang signifikan. Karena setelah dilakukan uji normalitas data yang dikumpulkan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan opini siswa terhadap seks bebas di SMP Negeri 6 Mojokerto termasuk dalam distribusi data yang tidak normal, karena nilai normalitas signifikasinya hanya 0.025 dan 0.016 .Sehingga nilai koefisien korelasinya -0.029. Berarti besarnya hubungan antara pengetahuan siswa dengan opini siswa terhadap seks bebas di SMP Negeri 6 Mojokerto yaitu -0.029 < 0.05. Hal ini dikatakan bahwa data dari kedua variabel distribusinya tidak normal dan tidak ada hubungan atau korelasi antara pengetahuan kesehatan (x) dengan opini siswa (y) nilainya tidak signifikan karena r hitung lebih kecil dari r tabel. Dapat disimpulkan bahwa seseorang yang memiliki pengetahuan baik belum tentu mempunyai opini yang baik pula. Kata Kunci: Pengetahuan kesehatan, opini siswa, seks bebas, pembelajaran penjasorkes .Abstract Free sex is a mandatory sub learning subject which should be taught in early ages. As well as the 9th grader of junior high school that supposed to understand the consequences of free sex. So the problems that is carried out in this study: is there any relation between knowledge about health in physical education learning process with student’s opinion toward free sex? The Method used in this study is non-experimental method with correlation design. Research sample is 9th grader student of SMPN 6 Mojokerto which was taken from 9-6 and 9-7 where its total is 40 students. From the results of the study were analyzed There is no significant relationship. Because after normality test data collected between knowledge about reproductive health with student opinion on sex in SMP 6 Mojokerto included in the data distribution is not normal, because the value of the normality of significance only 0.025 and 0.016. So the value of the correlation coefficient -0029. Mean magnitude of the relationship between students' knowledge with the student opinion on sex in SMP 6 Mojokerto is -0029 <00:05. It is said that the data from the two variable distribution is not normal and there is no relationship or correlation between health knowledge (x) with student opinion (y) value is not significant because the count r smaller than r table. In can be concluded that someone who has better knowledge not necessarily has a good opinion anyway. Keywords: health knowledge, student’s opinion, free sex, physical education learning process
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL (VIDEO) TERHADAP KETEPATAN LEMPARAN (THROWING) SOFTBALL (STUDI PADA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER SOFTBALL SMK KETINTANG SURABAYA) SETIA DWI ANTIKA, IVONE
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan lingkungan bagi seorang siswa untuk mengenal kegiatan olahraga melalui pendidikan jasmani dan olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler. Melalui kegiatan tersebut seorang anak dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. Salah satu cara yang dapat dipilih adalah dengan menggunakan media audio visual (video) sebagai penyalur informasi dengan harapan siswa dapat mengembangkan bakat dan potensi secara maksimal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pengaruh penggunaan media audio visual (video) terhadap ketepatan lemparan (throwing) siswa softball SMK Ketintang pada ekstrakurikuler softball. 2) Seberapa besar pengaruh penggunaan media audio visual (video) terhadap hasil lemparan (throwing) siswa softball SMK Ketintang pada ekstrakurikuler softball. Sasaran penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler softball Sekolah Menengah Kejuruan Ketintang Surabaya. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes melempar bola softball sebanyak 10 kali lemparank papan sasaran. Kesimpulan: Ada signifikan terhadap ketepatan lemparan (throwing) softball siswa peserta ekstrakurikuler softball SMK Ketintang. Hasil uji t peserta ekstrakurikuler menunjukan nilai thitung 3,32 > nilai ttabel  0,86. Penggunaan media audio visual (video) memberikan pengaruh terhadap ketepatan lemparan (throwing) softball sebesar 29,41%. Kata Kunci: Media Audio Visual, Lemparan, Softball. Abstract School is an environment for students to get to know the sport activity through physical education and sports or extracurricular activities. Through these activities a child can develop their talents and potential. One way to choose is by using audio-visual media (video) as a supplier of information in the hope that students can develop their talents and potential to the fullest. The purpose of this study was to determine: 1) The effect of the use of audio-visual media (video) to the accuracy of the throw (throwing) Ketintang vocational students in extracurricular softball softball. 2) How much influence does the use of audio-visual media (video) on the results of the toss (throwing) Ketintang vocational students in extracurricular softball softball. The target of this research is the extracurricular activities of students who take vocational high school softball Ketintang Surabaya. Data collection was performed by testing the softball throw 10 times lemparank target board. Conclusions: There are significant to the accuracy of the throw (throwing) softball softball student extracurricular participants SMK Ketintang. T-test results showed participants extracurricular tcount 3.32> 0.86 ttabel value. The use of audio-visual media (video) to give effect to the accuracy of the throw (throwing) softball by 29.41%. Keywords: Media Audio Visual, pitch, Softball.
PENGARUH PEMBERIAN PEMANASAN PERMAINAN KECIL TERHADAP KECEPATAN REAKSI PADA PEMBELAJARAN START LARI JARAK PENDEK (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 28 WIYUNG-SURABAYA) RAUDIYAH M, WAHYUNING
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penjasorkes pada dasarnya merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani dengan dijadikan sebagai media untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh. Namun perolehan keterampilan dan perkembangan yng bersifat jasmaniah itu juga sekaligus sebagai tujuan. Melalui pendidikan jasmani siswa disosialisasikan kedalam aktivitas jasmani termasuk keterampilan berolahraga. Oleh sebab itu, penjasorkes di sekolah sangat mutlak dbutuhkan untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa, selain itu variasi gerakan yang bermakna juga akan membantu proses petumbuhan. Materi lari jarak pendek (sprint) harus sesuai dengan karakteristik siswa SMP agar dapat diterima dengan baik dan dilaksanakan. Dalam masalah ini model pemanasan juga sangat penting untuk menunjang tercapainya pembelajaran, untuk itu dalam penelitian ini memilih pemanasan melalui pendekatan permainan kecil, yang sesuai dengan tujuan dari tugas ajar, sehingga diharapkan siswa tidak jenuh dan bosan dengan pemanasan yang monoton dan mempunyai motivasi dalam mengikuti pembelajran maka untuk selanjutnya memberikan dampak positif siswa lebih semangat dan kegiatan belajar mengajar lebih efektif. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1). Adakah pengaruh pemberian pemanasan permainan kecil (hitam-hijau) terhadap kecepatan reaksi pembelajaran start lari jarak pendek pada siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Surabaya? (2). Seberapa besar pegaruh pemberian pemanasan permainan kecil terhadap kecepatan reaksi pembelajaran start lari jarak pendek pada siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Surabaya? Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Surabaya dengan jumlah sampel yang diambil 2 kelas, yaitu kelas VIII-A dengan jumlah 33 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-E denga jumlah 33 siswa sebagai kelompok kontrol. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantiatf. Kesimpulan dalam penelitian adalah: (1). Terdapat pengaruh yang signifikan pengaruh pemberian pemanasan permainan kecil terhadap kecepatan reaksi pada pembelajaran start lari jarak pndek siswa SMP Negeri 28 Surbaya.hal ini dapat dilihat berdasarkan uji t2 didapat nilai (thitung 4,386 > ttabel 1,998) dengan taraf signifikansi 0,05%. (2) Besarnya pengaruh untuk kecepatan reaksi start lari jarak pendek yaitu sebesar 18,68%. Kata Kunci: Pemanasan, Permainan Kecil, Kecepatan Reaksi, Start Lari Jarak Pendek. Abstract Penjasorkes  is basically education through physical activity to be used as a medium to achieve the overall development of the individual. However, the acquisition of skills and the development of the physical nature also as a destination. Through physical education students are socialized into physical activities including exercise skills. Therefore, Penjasorkes in schools is absolutely necessary to improve the physical fitness of students, in addition to the significant variation in the movement will also help the growth process. Material sprint ( sprint ) must conform to the characteristics of junior high school students to be well received and implemented. In this issue of heating models is also very important to support the achievement of learning, for it was in this study chose warming through small game approach, which is consistent with the objectives of the task of teaching, so that students are not expected to tired and bored with the monotonous heating and motivation in participating in learning then to further positively impact students more spirit and more effective teaching and learning activities. Formulation of the problem of this study was to determine : ( 1 ). Are there any heating effect of giving small game ( black - green ) to start the reaction speed learning sprint at the eighth grade students of SMP Negeri 28 Surabaya ? ( 2 ). How big is the effect of heating a small game to start learning the reaction speed of sprint at the eighth grade students of SMP Negeri 28 Surabaya ? The target of this research is the eighth grade students of SMP Negeri 28 Surabaya with the number of samples taken 2 classes, ie class VIII - A with 33 students as the experimental group and class VIII - E premises number of 33 students as a control group. The method used in this analysis using descriptive statistical Quantiatif methods. Conclusions in the study are : ( 1 ). There is a significant effect of heating the effect of small game to start learning the speed of the reaction in the sprint 28 Surbaya.hal Junior High School students can be seen by the test t2 values ??obtained ( 4.386 t count > t tabel 1.998 ) with a significance level of 0.05 %. ( 2 ) The amount of influence on the reaction speed start sprinting is equal to 18.68 %. Keywords: Warming up, Small Game, Reaction Speed??, Start Running Short Distances.
PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA JAM PEMBELAJARAN KE 1 DAN 2 DENGAN JAM KE 5 DAN 6 TITA APRILIA, ARIE
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam sebuah aktivitas belajar mengajar penjasorkes diperlukan adanya interaksi sehingga tercipta pembelajaran yang aktif. Hal ini tidak terlepas dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, apakah itu faktor dari luar ataupun dari dalam. Salah satunya adalah motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan di lapangan oleh guru. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswi yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Salah satu unsur yang mendukung motivasi belajar adalah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa jam pembelajaran ke 1 dan 2 dengan jam ke 5 dan 6 di SMK Negeri 12 Surabaya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa jam pembelajaran ke 1 dan 2 dengan jam ke 5 dan 6 di SMK Negeri 12 Surabaya yang dibuktikan dari hasil uji t hitung 0,08 < nilai t tabel 1,99 dengan taraf signifikan 0,05. Kata kunci: Jam pembelajaran ke 1 dan 2 dengan jam ke 5 dan 6, Motivasi belajar penjasorkes  Abstract In a learning activity penjasorkes required for interaction in order to create active learning. It is not released in the presence of the factors that influence, whether it was a factor from the outside or from within. One of them is the motivation of students to follow lessons given by teachers in the field. In the course of learning, motivation can be considered as the overall driving force in students that lead to learning activities. Motivation to learn is internal and external encouragement to students who are learning to make changes in behavior, in general, with some indicators or elements that support. One of the elements that support the learning motivation is the environment. The purpose of this study was to determine differences in learning motivation of physical education, sport and health in 1st and 2nd period lesson students with 5 and 6 in SMK Negeri 12 Surabaya. From these results it can be concluded that there was no difference in learning motivation of physical education , sport and health in students learning hour to 1 hour and 2 with 5th and 6th period in SMK Negeri 12 Surabaya as evidenced from the results of the t test 0.08 < t table value 1.99 at 0.05 significance level. Keywords :  1st and 2nd period lesson with 5th and 6th period, Learning motivation of penjasorkes
PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN SISWA KELAS REGULER DENGAN KELAS TERBUKA (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 21 SURABAYA) FAUZAN, RIFYAL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi proses pembelajaran penjasorkes, salah satunya motivasi belajar. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal itu mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan siswa kelas VII reguler dengan kelas VII terbuka di SMP Negeri 21 Surabaya dengan jumlah sampel 48 siswa yang terdiri dari 24 siswa kelas VII terbuka dan 24 siswa kelas VII reguler. Data pada penelitian ini adalah nilai tes motivasi yang diperoleh dari siswa mengisi angket motivasi belajar yang telah disiapkan peneliti. Pengisian angket dilakukan untuk mengetahui motivasi  belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes. Data dikumpulkan dengan mengumpulkan seluruh siswa yang dijadikan sampel ke dalam satu kelas. Seluruh siswa mengisi angket bersama-sama dan angket yang telah diisi dikumpulkan untuk diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan siswa kelas reguler dengan kelas terbuka di SMP Negeri 21 Surabaya yang dibuktikan dari hasil uji t hitung -0,87 < nilai t tabel 2,010 dengan taraf signifikan 0,05. Dengan masing-masing kelompok masuk dalam ketegori motivasi belajar penjasorkes yang tinggi. Kata Kunci: siswa kelas reguler dan kelas terbuka, motivasi belajar penjasorkes  Abstract There are several factors that affect physical education learning process, one of them is learning motivation. The essence of learning motivation is internal and external encouragement to students who are learning to make changes in behavior, in general, with some indicators or elements that support. It has a big role in a person's success in learning. The purpose of this research was to determine differences in learning motivation of physical education, sport and health with regular class students and open class student at SMP Negeri 21 Surabaya. The data in this study is the motivation test scores obtained from the learning motivation of students completed a questionnaire that has been prepared researchers. Completion of the questionnaire was conducted to determine students' motivation in learning Penjasorkes follow. Data collected by the collects all sampled students in one class. All students completed a questionnaire together and the completed questionnaires were collected for analysis. From these results it can be concluded that there was no significant difference in learning motivation of physical education , sport and health students regular class with an open class at SMP Negeri 21 Surabaya as evidenced from the results of the t test -0.87 < t table value of 2.010 with significance level 0.05 . With each group included in the category of high motivation to learn phsical education. Keywords : regular and open class student, learning motivation of physical education
PENGARUH  PEMBELAJARAN  MODEL  PARTISIPATIF,  AKTIF,  KREATIF,  EFEKTIF  DAN MENYENANGKAN (PAKEM) TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR       SERVICE BOLAVOLI (STUDY PADA SISWA KELAS X DI SMK PGRI 1 JOMBANG) KARIM, DANU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Proses pembelajaran pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga untuk membantu kemudahan dan kelancaran proses belajar mengajar tersebut, dibutuhkan suatu model pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa. Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya prestasi belajar peserta didik dan efektivitas pembelajaran, diantaranya adalah kurangnya sarana prasarana dan rendahnya kreatifitas guru dalam merencanakan dan mengembangkan strategi pembelajaran. Salah satu strategi yang dapat diambil adalah dengan menerapkan model pembelajaran partisipatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM). Model pembelajaran ini merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh para guru dengan jalan memanipulasi segala sesuatunya agar siswa lebih berpartisipasi, aktif, kreatif, senang selama mengikuti pembelajaran yang diajarkan. Begitu juga di SMK PGRI 1 Jombang, dimana peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan penguasaan terhadap teknik dasar servis pada olahraga bolavoli, sehingga efektivitas pembelajaran di sekolah menjadi kurang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: pengaruh model pembelajaran partisipatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) terhadap efektivitas pembelajaran teknik dasar servis bolavoli. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X SMK PGRI 1  Jombang dan jumlah siswa yang diambil sebanyak 43 siswa (28 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket Formative Class Evaluation, lembar observasi Dikjasor, dan tes servis volavoli. Teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian adalah teknik statistik deskriptif dan komparatif. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pembelajaran model partisipatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran teknik dasar servis bolavoli. Skor FCE siswa meningkat sebesar 14,16%, aktivitas siswa dan guru selama tahap pembelajaran meningkat (awal = 2,94%, proses =2,55%, dan akhir = 3,23%), serta prestasi servis bolavoli meningkat sebesar 18,07%. Kata Kunci: Efektivitas, Pembelajaran, PAKEM, Servis, Bolavoli. Abstract The learning process basically is also constitute communication process, so that, in order to make teaching and learning process easy and influence it needed a right learning model appropriate to the students characteristics. There are many factors which could influence the decreasing of students learning achievement and learning effectivities, and one of them is lack of infrastructure and low of teacher’s creativities in make a plan and develop learning strategy. One of those strategies which could be taken by applying participative, active, creative, effective and gratify. This learning model is one of the efforts which could done by the teachers, by manipulated all the things, in order to make students have more time to take apart/ participation, active, creative and feel happy during joining the teaching and learning process. This case is also faced in SMK PGRI 1 Jombang, where the students still facing same difficulty in understand the concept and mastering toward volley ball basic service technique in sport, so that learning activities in the school still not maximal yet. The purpose of this research is to know: the influence of participative, active, effective, creative and gratify (PAKEM) toward learning effectivities on volley ball basic service technique. The aim of this research is the students of tenth grade in SMK PGRI 1 Jombang with the number of students sample was 43 students (28 female students and is 15 male students). The research method used was experiment research using quantitative approach. Data collecting technique used formative Class Evaluation Questionnaire, Dikjasor Observation sheet, and volley ball service test. Analysis technique which used in this research was statistic descriptive technique and comparative. Conclusion: there was a significant influence in participative, active, creative, effective and gratify (PAKEM) learning model toward the increasing of learning effectivities volley ball basic service technique. The FCE score was students increased of amount 14:16%, students activities and teachers during the learning process increased (beginning = 2,94%, process = 2,55% and ending = 3,23%) with volley ball service achievement increased 18,07%. Keywords: Effective, Learning, PAKEM, Service, Volley Ball.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DENGAN BANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KETEPATAN SERVICE BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI SMP NEGERI 40 SURABAYA) BARI, FATHUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suatu model latihan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik diharapkan bisa menangani kesulitan dalam melakukan teknik service bawah pada permainan bolavoli, salah satunya dengan menggunakan metode demonstrasi dengan bantuan media gambar. Dimana dalam latihan peserta didik diberikan media gambar service bawah bolavoli di awal latihan agar mendapat gambaran secara umum tahapan gerakan service bawah bolavoli, serta penerapan metode demonstrasi yang diperagakan oleh guru ekstrakurikuler ketika latihan di lapangan sebagai penguat pesan ajar yang telah disampaikan dalam media gambar pada awal latihan sehingga diharapkan memudahkan peserta didik dalam penguatan ajar yang telah didapatkan dari media gambar dan demonstrasi dari guru ekstrakurikuler dalam melakukan teknik service bawah bolavoli. Penelitian pada peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 40 Surabaya, dimana pemberian materi service bawah bolavoli dengan penerapan metode demonstrasi dengan bantuan media gambar dalam latihan dilakukan sebanyak 5 kali penelitian dan perlakuan dilaksanakan pada pertemuan ke 2 sampai ke 4, sedangkan pertemuan ke 1 dan ke 5 digunakan sebagai pengambilan data pretest dan posttest yang bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan pada ketepatan service bawah bolavoli melalui penerapan metode demonstrasi dengan bantuan media gambar di SMP Negeri 40 Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian semu (Quasi Experiment) dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan one group pretest – posttest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu: ketepatan tes service bawah menurut American Alliance for Health, Physical Education Recreation (AAHPER). Untuk mengetahui adanya peningkatan hasil pretest dan posttest,. Hasil penelitian ini  adalah sebagai berikut: dapat disimpulkan bahwa pemberian metode demonstrasi dengan bantuan media gambar dalam materi service bawah bolavoli memberikan nilai rata-rata peningkatan ketepatan sebesar 27,89%. Berdasarkan hasil uji paired samples test diperoleh diperoleh nilai t hitung sebesar 9,110 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 (p < 0,05). Dengan demikian, H0 ditolak yang berarti ada perbedaan pada ketepatan service bawah bolavoli melalui penerapan metode demonstrasi dengan bantuan media gambar di SMP Negeri 40 Surabaya.  Kata Kunci: Metode demonstrasi, media gambar, Service bawah                                                                                    Abstract One of the model exercises which are appropriate with the students’ needs that can be used to handle the difficulties to do technic of under service on the volleyball game is the demonstration method. That method combined with pictures was used on the training where they were given pictures of under service media on the beginning of the training. After they saw the media, they got a clear description about the steps how to do under service, and strengthened the material that was taught before so they could easily comprehend how to do the under service on the volleyball game. The experiment was categorized as quasi experimental with quantitative approach and pre-test and post-test data. The sample of this research was 30 students. The experiment on the students who followed the volleyball extracurricular in SMP Negeri 40 Surabaya where the material was given 5 times and the experiment was done on the 2nd till 4th meeting while the 1st and 5th meeting was used to get pre-test and post-test data to make a final conclusion that there was a difference to the accuracy of under service by using those medias. Analysis of data used in this research was the accuracy test according to American Alliance for Health, Physical Education Recreation (AAHPER). The result of this research showed that there was a significant difference between the achievement before media used and after media used by 27.89%. It means the media was successful to improve the students’ skill in service when they play volleyball. According to the paired test, the researcher got t-score 9.110 and significant points 0.000 < 0.05 (p < 0.05). Consequently, the Ho was rejected and the Hypothesis stated by the researcher was accepted. That’s why the use of picture media combined with demonstrative method is useful to improve the students’ skill in servicing when they play volleyball. Keywords: Demonstration method, picture media, under service
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP  HASIL BELAJAR DRIBBLING SEPAKBOLA (STUDI  PADA  SISWA  KELAS  XI  SMA NEGERI 1 TARIK  SIDOARJO) NURFAJRIN, YANUAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dribbling adalah salah satu metode memindahkan bola dari satu titik ke titik lain di lapangan dengan menggunakan kaki. Tujuan menggiring bola antara lain untuk mendekati jarak kesasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan dalam sepakbola. Model pembelajaran digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar dribbling pada siswa. Akan tetapi dalam kenyataaannya masih banyak siswa yang belum mampu menguasai gerak dasar dribbling dengan model yang sudah diterapkan oleh guru. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran lain salah satunya melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) agar mampu mengatasi kesulitan peserta didik khususnya pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarik dalam mengusai gerak dasar dribbling sepakbola. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) mampu mempengaruhi hasil belajar siswa. 2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar dribbling sepakbola pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tarik. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 dengan jumlah sampel 30 siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar dribbling sepakbola yaitu sebesar 23,53 %. Kata Kunci : Gerak dasar dribbling, model Numbered Head Together (NHT), hasil belajar. Abstract Dribbling is one of method to moving a ball from one spot to another in the field using leg. The purpose of ball dribbling is for approaching distance into a target, passing an opponent, and slowing football game down. Learning model is used for increasing student’s dribbling basic move ability. Nevertheless in fact, still there are many students whose incapable in dribbling basic move along with application learning model. Because of that, it would be need an another learning model. Cooperative learning model Numbered Head Together type, to take a solution within students especially student class XI SMA Negeri 1 Tarik on controlling football dribbling basic move. The purpose of this research is, 1) To knowing effect application cooperative learning model numbered head together (NHT) can be increasing student’s learning result. 2) To knowing how big effect of cooperative learning model numbered head together (NHT) to dribbling learning result in students class XI of SMA Negeri 1 Tarik. The subject research is student class XI IPA 2, using 30 students in amount of sample. Based on research result, it can take a conclusion that learning which using cooperative model numbered head together (NHT) was providing a significant effect to football dribbling learning result, it is 23,53 %. Keywords : dribbling based move, Numbered Head Together (NHT) type, learning result.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DENGAN BANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KETEPATAN SERVICE ATAS BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA EKSTRAKULIKULER SMK NEGERI 1 SUMENEP) FAJARISTIAN, HENDRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan tempat untuk membina dan mengembangkan suatu pengetahuan,bakat dan minat siswa. Didalam sebuah sekolah terdapat satu kegiatan yang biasanya menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat siswa yaitu sebuah kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan yang diadakan sekolah seperti aktifitas keolahragaan maupun non-keolahragaan. Ekstrakurikuler khususnya olahraga dapat menjadi wahana membangun karakter dan membina perkembangan individu. Banyak metode pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai ketepatan service, khususnya service  atas pada bolavoli. Salah satunya yaitu dengan metode demonstrasi dengan bantuan media gambar. Karena pada umumnya peserta didik lebih sering menggunakan service  bawah dari pada service  atas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ketepatan service  atas bolavoli melalui penerapan metode demonstrasi dengan bantuan media gambar di SMK Negeri 1 Sumenep. Berdasarkan hasil penelitian dan melalui perhitungan data menggunakan SPSS 20.0 menunjukkan hasil bahwa ada peningkatan ketepatan yang signifikan pada kemampuan service  atas bolavoli siswa setelah penerapan metode demonstrasi dengan bantuan media gambar. Hal itu dibuktikan dengan nilai thitung (9,530)  > nilai ttabel (1,699). dengan taraf signifikan 0,05.Dengan peningkatan sebesar 28,85%. Kata Kunci: Penerapan metode demontrasi, media gambar, ketepatan service  atas bolavoli. Abstract School is a platform to build and develop knowledge and student’s interest. There is common platform to develop interest and talent, which is extracurricular. This extracurricular activity is an activity organized by school, such as sport activity or non-sport activity. Extracurricular, especially sport, can be a platform to build the character and individual development. There are learning methods are used in order to enhance student’s ability in mastering the accuracy of service, especially volleyball upper service. One of them is method of demonstration with image media assistance. Since students are generally use under service more frequent than upper service. The aim of the study was to determine the differences of volleyball upper service accuracy through application of demonstration with picture media assistance in SMKN 1 Sumenep. Based on research result and through data calculation using SPSS 20.0 shows the result that there is significant increase in volleyball upper service ability after the application of demonstration method with picture media assistance. This was proved by tcount value (9,530) > ttable (1,699) with significance level of 0.05 with enhancement of 28.85%. Keywords: application of demonstration method, image media, volleyball upper service accuracy.
SURVEI TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI 18 SMA NEGERI SE-KABUPATEN JEMBER ARIEF AHADI, M
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah suatu proses pengembangan melalui aktivitas jasmani yang mempengaruhi perubahan fisik dan pembinaan sikap yang mempengaruhi perubahan psikis, sosial dan spiritual yang selaras dan seimbang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dari hasil penelitian terkini, menyebutkan bahwa pengembangan mutu program penjasorkes di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur kurang optimal. Untuk menggambarkan kemajuan penjasorkes di daerah lain, khususnya di Provinsi Jawa Timur, penelitian dilakukan di 18 SMA Negeri se-Kabupaten Jember. Dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan instrumen PDPJOI tahun 2011 sebagai alat pengumpulan data. Untuk metode pengambilan data dilakukan observasi, dokumentasi dan wawancara kepada pihak yang terkait di 18 SMA Negeri se-Kabupaten Jember. Data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dan ditampilkan dalam bentuk nilai dan kategori. Tingkat kemajuan penjasorkes di 18 SMA Negeri se-Kabupaten Jember secara keseluruhan dalam kategori "B" baik, dengan nilai rerata 697. Kata Kunci: tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, SMA Negeri Abstract Physical education, sport and health is a process of development through physical activity and physical changes that affect the development attitudes that influence changes in psychological, social and spiritual harmonious and balanced in the face of everyday life. Of the results of recent research, suggests that the development of quality programs physical education, sport and health in Indonesia, especially in Jawa Timur Province is less than optimal. To know the progress of physical education, sport and health in other areas, especially in Jawa Timur Province, research will be conducted in 18 SMA Negeri entire of Jember City. In this research, using quantitative descriptive research with instrument PDPJOI in 2011 as a means of collecting data. For the method of data collection was done by observation, documentation and interviews to the relevant parties in 18 SMA Negeri entire of Jember City. The date have been collected then processed and displayed in from of value and category. The Progress of physical education, sport and health in 18 SMA Negeri entire of Jember City overall in the category “B” well, with a mean value of 697. Keywords: the progress physical education, sport and health, public high school

Page 24 of 109 | Total Record : 1082