cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PERBANDINGAN MEDIA VIDEO COMPACT DISK (VCD) DENGAN BOLA GANTUNG TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK MULA BAWAH (SERVIS) SEPAK TAKRAW (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GEDEG, MOJOKERTO) PURWANINGSIH, DIYAH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran permainan sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga yang masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah, oleh karena itu dalam rangka menumbuhkan minat siswa pada Pembelajaran permainan sepak takraw diperlukan bentuk-bentuk model pengajaran yang bervariasi dan menarik bagi siswa agar menimbulkan rasa senang dan gembira sehingga minat siswa akan Pembelajaran sepak takraw khususnya penguasaan teknik sepak mula bawah (servis) dapat meningkat. Beberapa pendekatan dalam Pembelajaran dapat diterapkan diantaranya dengan media Video Compact Disk (VCD) dan Bola Gantung. Setiap pendekatan Pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan yang dapat mempengaruhi proses Pembelajaran dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu menguasai materi dan memilih media Pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga proses pembelajaran lebih efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih baik. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw antara media Video Compact Disk (VCD) dan Bola Gantung; (2) besar perbedaan hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw antara media Video Compact Disk (VCD) dan Bola Gantung. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gedeg Mojokerto dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 96 siswa yang dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 32 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik uji t paired sampel t-test, dan one way anova. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes sepak mula bawah (servis) sepak takraw, dengan mencatat hasil nilai pre-test maupun post test pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw antara media Video Compact Disk (VCD) dan Bola Gantung pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gedeg Mojokerto. Hal ini berdasarkan pada hasil analisa Tukey HSD nilai Sig. = 0,000 < 0,05. (2) Pembelajaran media Video Compact Disk (VCD) memberikan peningkatan sebesar 35,51%, sedangkan Pembelajaran media bola gantung memberikan peningkatan sebesar 64,32% terhadap hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw. Jadi besar perbedaan hasil belajar sepak mula bawah (servis) sepak takraw antara media Video Compact Disk (VCD) dan Bola gantung yaitu sebesar 28,81%. Kata Kunci : Media, VCD, bola gantung, sepak mula bawah, sepak takraw. Abstract Takraw game learning is one of sport which is include in education school curriculum for making the students become enthusiastich in takraw game learning, it’s needed to make learning model with is variative and interesting. It’s aimed to make students become enthusiastic in learning takraw game and mastering takraw under service. Video Compact Disk (VCD) and hanging ball are approaches which can be applied in teaching learning process. Each learning approach has weakness and strengthess which can influence study result and teaching learning process. So, a teacher has to master the material and choose the appropriate learning media in order to make learning process more effective and student’s study result increase. This study was aimed to investigate. (1) the differences of study result in takraw under service between Video Compact Disk (VCD) and hanging ball media, (2) how much the differences of study result in takraw under service between Video Compact Disk (VCD) and ball hanging media. The subject of this study was seventh graders of SMPN 2 GedegMojokerto. The sampel of this study was 96 students which is divided into 3 groups. Each group consist of 32 students. This study was statistic method in t pair sampel t-test and one way annova. The data was collected by doing takrawunder service, by writing pretest and post-test result in each group. The result of the study: (1) there was differences of study in takraw under servis between Video Compact Disk (VCD) and hanging ball media in seventh graders of SMPN 2 Gedeg, Mojokerto. It is based on analysis result of Tukey HSD sig0,000< 0,05. (2) Video Compact Disk (VCD) learning media gives raising 35,51%, while hanging ball media gives raising 64,32% forward study result in takraw under servis. As a result, the amount of differences in study result of takraw under servis between Video Compact Disk (VCD) and hanging ball media is 28,81% Keywords: Media, VCD, hanging ball, under service, sepaktakraw.
SURVEI KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI TAHUN AJARAN 2013-2014 (STUDI PADA SISWA KELAS RENDAH SDN REJOSOPINGGIR 1 TEMBELANG JOMBANG) LAILATUL FITRIAH, AZIZAH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan motorik (motor ability) memegang peranan yang sangat penting dalam setiap kegiatan manusia. Dengan kemampuan motorik seseorang dapat melakukan semua kegiatan dengan baik. Melalui pendidikan jasmani peserta didik mempunyai kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam berbagai pengalaman belajar. Disamping itu peserta didik juga dapat menyalurkan hasrat dan keinginan mereka untuk bergerak. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani terdapat unsur-unsur gerak. Dimana gerak memegang peranan yang sangat vital dalam kehidupan manusia sejak bayi, kanak-kanak hingga dewasa, perkembangan gerak sangat mempengaruhi perkembangan secara keseluruhan baik fisik, intelektual, sosial dan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tingkat kemampuan motorik siswa kelas I, II, dan III SDN Rejosopinggir 1 Tembelang Jombang. 2) Mengetahui gambaran umum hasil tingkat kemampuan motorik siswa kelas rendah  SDN Rejosopinggir 1 Tembelang Jombang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas rendah (I, II, dan III) SDN Rejosopinggir 1 Tembelang, Jombang dengan jumlah siswa dari kelas I sebanyak 20 siswa, kelas II sebanyak 23 siswa dan kelas III sebanyak 31 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan beberapa tes yang meliputi tes kelincahan, tes koordinasi mata dan tangan, keseimbangan dan kecepatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Kemampuan motorik siswa kelas I SDN Rejosopinggir 1 Tembelang, Jombang dapat dikategorikan sedang dengan rata-rata skor 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 5%, kategori baik 20%, kategori sedang 40%, kategori kurang 25%, dan kategori kurang sekali 10%. Kemampuan motorik siswa kelas II SDN Rejosopinggir 1, Tembelang Jombang dapat dikategorikan sedang dengan rata-rata skor 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 4,35%, kategori baik 26,09%, kategori sedang 34,78%, kategori kurang 26,09%, dan kategori kurang sekali 8,70%. Kemampuan motorik siswa kelas III SDN Rejosopinggir 1, Tembelang Jombang dapat dikategorikan sedang dengan rata-rata skor 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 9,68%, kategori baik 25,81%, kategori sedang 32,26%, kategori kurang 25,81%, dan kategori kurang sekali 6,45%. 2) Hasil keseluruhan kemampuan motorik siswa kelas rendah SDN Rejosopinggir 1 Tembelang, Jombang dapat dikategorikan sedang dengan rata-rata 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 6,76%, kategori baik 22,97%, kategori sedang 36,49%, kategori kurang 25,68%, dan kategori kurang sekali 8,11%. Kata Kunci: Kemampuan Motorik, Siswa, Sekolah Dasar Abstract Motor ability hold very important role on every human activity. With motor ability someone able to perform all activities well. Through physical education student have chance to directly involved on various learning experience. Beside, student also chanelling passion and desire to move. On physical education contains movement ability. Whereas movement hold very crucial on human live since infant, child through adult, movement  development affect development hollistically either phyisically, intellectually, social and emotional. The purposes of these research are : 1) To find out motor ability rate of first class student of SDN Rejosopinggir I Tembelang Jombang. 2) To find out motor ability rate of low class student of SDN Rejosopinggir I Tembelang Jombang. Research population are low grade student (I,II,III) of SDN Rejosopinggir I Tembelang, Jombang with the amount of student from first grade 20 students, second grade 23 students, and third grade as many 31 students. Analysis method applying descriptive-quantitative statistic method, while data collecting technique conducted through several tests including agility, eye and  hand  coordination, balance and speed. Based on research research it can conclude that : 1) Motor ability of first grade student of SDN Rejosopinggir I Tembelang Jombang can be categorized on medium with mean score of 200, with classification percentage of student’s motor ability criterion namely : very good category 5%, good category 20%, medium category 40%, poor category 25% and very poor category 10%. Motor ability of low grade student of SDN Rejosopinggir I Tembelang Jombang can be categorized on medium with mean score of 200, with classification percentage of student’s motor ability criterion namely : very good category 4.35%, good category 25.09%, medium category 38.78%, poor category 26.09% and very poor category 8.70%. Motor ability of third grade student of SDN Rejosopinggir I Tembelang Jombang can be categorized on medium with mean score of 200, with classification percentage of student’s motor ability criterion namely : very good category 9.68%, good category 25.81%, medium category 32.26%, poor category 25.81% and very poor category 6.45%. 2) The over all result motor ability of low grade student of SDN Rejosopinggir I Tembelang Jombang can be categorized on medium with mean score of 200, with classification percentage of student’s motor ability criterion namely : very good category 6,76%, good category 22,97%, medium category 36,49%, poor category 25,68% and very poor category 8,11%. Keywords : motor ability, student, elementary school.
PENERAPAN MEDIA POSTER DAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI PASSING BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO) MONINDA IRFIANDITA, RISA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media pembelajaran  merupakan suatu komponen yang mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar. Media adalah suatu alat yang digunakan dalam proses belajar mengajar baik cetak (gambar, poster) maupun audiovisual untuk merangsang pikiran, perhatian, dan minat siswa dalam menerima informasi dengan baik. Dengan diterapkannya media siswa menjadi antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar sehingga hasil belajarnya dapat meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dan seberapa besar pengaruh media poster dan media audiovisual terhadap hasil belajar keterampilan siswa pada materi passing bawah bolavoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, desain penelitian menggunakan randomized control group pretest-posttest desaign. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mojosari yang berjumlah 256 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan cluster random sampling yaitu pengamilan sampel secara acak dengan cara megundi masing-masing kelas pada kelompok populasi. Penelitian ini menggunakan rubrik penilaian yang terdapat dalam RPP yaitu keterampilan (psikomotor). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Ada pengaruh penerapan media poster dan media audiovisual terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli dibutikan dari thitung 7,05 > ttabel 2,042. 2) Besarnya pengaruh hasil belajar domain keterampilan terhadap materi passing bawah bolavoli dengan penerapan media poster dan media audiovisual berdasarkan analisis rata-rata adalah sebesar 30,80%. Kata Kunci: Media Poster, Media Audiovisual, Hasil Belajar, dan Passing Bawah Bolavoli.              Abstract Learning media is an important component in teaching learning process. Media is an instrument that is used in teaching learning process not only printing (picture or poster) but also audiovisual to stimulate mind, attention and interest of students in receiving and delivering information well. By applying media, students become enthusiastic in following teaching learning process, so the study result can increase. This study was aimed to investigate the influence students and how much poster and audiovisual media influence students study result skill in under passing volleyball material. This study used experimental the research design was randomized control group pretest-posttest design and quantitative approach. The population was all of eight graders in SMPN 1 Mojosari which the total there were 256 students. The sample was taken by using cluster random sampling. It was taken randomly by drawing each class in population group. This study used assessment column which in lesson plan, it is skill (psikomotor). The result of  this study were: 1) There was effect in applying poster and audiovisual toward study result in under passing of volleyball which was proven from the value tcount 7,05 > ttable 2,042. 2) The effect of study result skill domain toward under passing of volleyball by applying poster an audiovisual media based on analysis is 30,80%. Keywords: Poster Media, Audiovisual Media, Study Result, and Under Passing Volleyball
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL (VIDEO) TERHADAP HASIL BELAJAR OVER HEAD LOB DALAM PEMBELAJARAN BULUTANGKIS (STUDI PADA SISWA SMP NEGERI 26 SURABAYA) EKO MEY RAHARJO, ARIS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani sangat memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter manusia. Pendidikan jasmani pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktifitas fisik. Adapun tujuan – tujuan pendidikan jasmani yaitu meningkatkan potens fisik, menanamkan sportifitas, membudayakan pola hidup sehat.Penyampaian materi pembelajaran pendidikan jasmani seringkali melalui berbagai macam cabang olahraga, tetapi tidak semua guru menguasai teknik dalam setiap cabang olahraga tersebut. Dalam sebuah pembelajaran ada dua hal yang sama pentingnya yaitu metode mengajar dan media pembelajaran. Dengan demikian Media dapat membantu guru dalam penyampaian materi. Untuk itu perlu diketahui pengaruh penerapan media audio visual (video) terhadap hasil belajar over head lob dalam pembelajran bulutangis dan seberapa besar pengaruh yang bisa di lihat dari selisih atau perbedaan pencapaian hasil belajar over head lob dalam pembelajaran bulutangkis. Penelitian ini merupakan penelitan eksperimen semu atau juga bisa berbentuk praeksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII G SMP Negeri 26 surabaya sebanyak 38 siswa yang dipilih dengan cara diundi menurut seluruh kelas VII SMP Negeri 26 Surabaya. Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan atau peningkatanya sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran dengan menerapkan media audio visual (video) diuji analisis dengan menggunakan rumus Uji T. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan atau peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran dengan menerapkan media audio visual (Video) sebesar 66,09%. Dari hasil uji hipotesis menunjukan adanya pengaruh atau perbedaan yang signifikan antara penerapan media audio visual terhadap hasil belajar over head lob.Dibuktikan dengan nilai t hitung > t table yaitu 20.262 > 2.031. Keaktifan guru dalam pemanfaatan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa dan mempermudah siswa menangkap informasi akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Kata Kunci: Media Audio Visual (video), Hasil Belajar Over Head Lob Bulutangkis Abstract Physical education have important role in human character building. Physical education esentially is a learning process that utilize physical activities. Physical education purposes are improve physical potential, incult sportivity, civilize health life style. On learning of physical education students are given learning through a wide variety of sports, but not all teachers mastering any sport well resulting in gaps in the delivery and acceptance of the material.  To the achievement of those purposes is not easy, in the effort to give physical education to achieve those purpose teacher must plan a learning as good as possible. In learning there are two things that have same important namely teaching method and learning media. Therefore, it need to found the effect of audio visual (video) media to inside lob over head learning result on badminton learning and how big is the effect that can be seen from the difference or quarrel of over head inside lob learning result on badminton learning. This is a pseudo experiment research or can be pre experiment. Research sample are students of class VIIG of Junior High school 26 Surabaya that amounted of 38 students who choosen randomly by lottering according all seventh grade of Junior High School 26 Surabaya. To find out how big the difference or improvement after and before learning applied by using audio visual (video) media will testing analysis with t-test formula. Research result show that difference and improvement of learning result before and after learning given by using audio visual (video) media as big as 66.09%. From hypothesis test result show there is a significant effect or difference between the application of audio visual media to over head lob learning result. It proved from tcount score > t table namely 20.262>2.031. teacher activity in learning media utilization that can attract student’s interest and facilitate student in capture information will affect student’s learning result. Keywords : audio visual (video) media, badminton over head lob learning result.
PENGARUH PERMAINAN LARI ESTAFET TERHADAP KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 4 KOTA BLITAR) AHMAD DIEN, MUTHO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pembelajaran penjasorkes materi ajar yang disampaikan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa baik dari segi fisik maupun pendidikan karakter. Materi ajar harus sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah dan kemudahan siswa dalam menerima materi perlu diperhatikan. Salah satu cara untuk membuat materi lebih mudah diterima siswa adalah dengan menerapkan permainan dalam pembelajaran. Diharapkan dengan menerapkan permainan dalam pembelajaran penjasorkes mampu memaksimalkan pendidikan karakter pada siswa terutama kerjasama antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan lari estafet terhadap kerjasama siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Blitar berjumlah 79 siswa, yang terdiri dari 40 siswa kelas XI IPS1 menjadi kelompok eksperimen dan 39 siswa kelas XI IPS3 menjadi kelompok kontrol dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan angket kerjasama dan analisis data menggunakan t test atau uji t (independent). Dari hasil perhitungan statistik dapat menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan permainan lari estafet terhadap kerjasama siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan terbukti dari nilai 14thitung">  2,197 > 14ttabel">  1,990 dengan taraf signifikan 0,05. Sedangkan besar pengaruhnya sebesar 6,02%. Kata Kunci: Permainan Lari Estafet, Kerjasama Siswa, Pembelajaran Penjasorkes Abstract In Physical education learning teaching material which delivered is very influential on student learning outcomes in terms of both physical and character education. Teaching materials should be in accordance with the conditions of the facilities and infrastructure available in schools and ease students receive materials need to be considered. One way to make the material more easily accepted for the students is to implement game in learning. The game are expected to apply in Physical education are able to maximize learning character education to students, especially cooperation among students. This study aimed to determine the effect of a relay race game against the cooperation of student in learning physical education, sport and health. This research is experiment with descriptive quantitative approach. The samples in this study were students of SMA Negeri 4 Kota Blitar totaling 79 students, which consisted of 40 students of class XI IPS1 into the experimental group and 39 students of class XI IPS3 a control group using a random cluster sampling technique. The study instrument is using a questionnaire cooperation and data analysis using t test or independent t test. From the results of statistical calculations it can be concluded that there is a significant effect of a relay race game against the cooperation of students in learning physical education, sport and health as proven from the value of t count 2,197 > t table 1.990 with a significance level of 0.05. While the effect of 6.02%. Keywords: Relay race game, Student Cooperation, Physical education.
SURVEI KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI TAHUN AJARAN 2013-2014 NUR SJAFRINA, RINDAH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dalam dunia pendidikan yang dapat memberi kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Perkembangan motorik juga merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Sebelum perkembangan tersebut terjadi, anak akan tetap tidak berdaya. Kemampuan motorik anak pada usia dini sangat mempengaruhi kemampuan dan perilaku anak hingga dewasa. Penelitian ini merupakan penelitian survei dan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 161 siswa kelas V dan VI sekolah dasar negeri di sekolah dasar negeri se-kecamatan Trawas kabupaten Mojokerto yang terakreditasi B. Kemampuan motorik siswa dapat diketahui menggunakan tes kemampuan motorik yang terdiri dari 4 macam tes yaitu: tes kelincahan (shuttle run), koordinasi (lempar tangkap bola dengan jarak 1 meter dengan tembok), keseimbangan (berdiri dengan satu kaki dengan mata terpejam) dan kecepatan (lari 30 meter). Untuk menentukan kategori menggunakan norma, dan norma yang digunakan adalah norma relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik siswa kelas V putra rata-rata adalah 35,56% dengan kategori sedang, dan putri 43,33% dengan kategori sedang. Siswa kelas VI putra rata-rata 33,33% dengan kategori sedang dan putri rata-rata 41,46% dengan kategori sedang. Kesimpulan: kemampuan motorik siswa sekolah dasar negeri khususnya kelas V dan VI masuk dalam kategori sedang, sehingga harus ditingkatkan lagi. Kata Kunci: kemampuan motorik, siswa, sekolah dasar Abstract Physical education is integral part in educational that give a contribution to growth and child expansion thoroughly. Motor development also one of the factor that very important in individual growth thoroughly. Motor development is growth control bodily moval pass through activity nerve centre and coordination muscle. Before growth occur, child will be constant over of barrel. Child motor ability in school age intense posses ability and child behaviour till of age. This research is survey and used method descriptive quantitative. Subject in this research is 161 students class V and class VI at state elementary school Trawas subdistrict Mojokerto Regency that accreditation B. Students motor ability can knows used test motor ability consist of 4 test is: agility test (shuttle run), coordination test (throw catch ball to the wall with 1 meter space on the wall),  balance test (standing with one leg and closing eyes) and speed test (sprint 30 meter). For determine category used a norma, and norma that used is relative norma. Result of the research tell us if students boy motor ability in V class have average value 35,56% with medium category, and students girl 43,33% with medium category. Students boy in VI class have average value 33,33% with medium category, and students girl 41,46% with medium category too. Conclusion: students motor ability in elementary school specially class V and class VI into in medium category, so must enhancing again. Keywords : motor ability, students, elementary school
PENERAPAN  MODEL  PEMBELAJARAN  KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK SILA PADA SEPAK TAKRAW (STUDI PADA SISWA KELAS V SDN PADEMONEGORO SIDOARJO) FAIZIN, MUCHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seorang guru harus mempunyai inisiatif dalam mengajar untuk dapat mengkondusifkan proses belajar mengajar dan mempunyai variasi mengajar dalam pembelajaran. Sedangkan sepak takraw itu sendiri adalah  salah satu olahraga yang cukup sulit karena membutuhkan ketekunan yang sangat tinggi dan kreatif. Penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran dan materi pelajaran adalah salah satu cara untuk membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang ditandai meningkatnya interaksi di dalam kelas tersebut baik antara guru dengan siswa maupun antar sesama siswa. Melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) ini diharapkan akan meningkatkan interaksi dan perhatian siswa, sehingga proses belajar mengajar berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan juga siswa mudah menerima dan mengingat materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan dan besarnya hasil belajar sepak sila dengan penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar Sepak sila. Sasaran penelitian pada siswa kelas V SDN Pademonegoro Sidoarjo yang berjumlah 29 siswa. Jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dengan tes hasil belajar sepak sila. Hasil penelitian adalah 1. Terdapat perbedaan hasil belajar sepak sila dengan penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran sepak sila SDN Pademonegoro kelas V Kabupaten Sidoarjo, dilihat dari kenaikan pre-test dan post-test yaitu untuk kaki kanan meningkat sebesar 11,11% dan untuk kaki kiri meningkat sebesar 2,35%. 2. Besarnya perbedaan pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) hasil belajar sepak sila kaki kanan untuk uji-t maka didapatkan 7,294 sedangkan ttabel 2,048 jadi thitung > ttabel (7,294 > 2,048) dan untuk kaki kiri didapatkan 2,116 sedangkan ttabel 2,048 jadi thitung > ttabel (2,116 > 2,048). Kata Kunci: Pembelajaran, STAD, Sepak Sila. Abstract A teacher must have the initiative to be making conductive in teaching learning process and learning has variations. Sepak takraw is one sport that is quite difficult because it requires a very high persistence and creative. The application of learning models to suit the subject and the subject matter is one way to help improve the quality of teaching and learning that characterized the increased interaction in the classroom between teachers and students and among fellow students. Through the implementation of cooperative learning model Type Student Teams Achievement Division (STAD) is expected to increase student interaction and attention, so that the learning process goes as expected, and also students accepting and considering the subject matter presented by the teacher. The purpose of this study was to determine the magnitude of the differences and learning outcomes sepak sila with the application of cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) on learning outcomes sepak takraw precepts. The target research on SDN Pademonegoro Sidoarjo in fifth grade totaled 29 students. Types of experimental studies use quantitative descriptive approach. Data retrieval with the test results to learn sepak  sila precepts. The results of the study were 1. Sepak Takraw There are differences in learning outcomes with the application of the precepts of cooperative learning model Type Student Teams Achievement Division (STAD) in learning the precepts of SDN Pademonegoro sepak takraw class V Sidoarjo, seen from the increase in the pre-test and post-test that is to the right leg increased amounted to 11.11% and for the left leg increased by 2.35%. 2. Magnitude difference type of cooperative learning Student Teams Achievement Division (STAD) learning outcomes precepts right leg kick to the t-test obtained while ttable 2.048 7.294 so tcount> ttable (7.294> 2.048) and for the left foot while ttable 2.048 2.116 obtained so tcount > t table (2.116>2.048). Keywords: Learning, STAD, Sepak Sila.
PENGARUH MENTAL IMAGERY TERHADAP HASIL BELAJAR BOLA BASKET TEKNIK DASAR LAY UP DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES (STUDI PADA SISWAKELAS XI SMA NEGERI 1 KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG) ARDHIANSYAH, FUAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani, hal yang paling penting berkaitan dengan terjadinya proses belajar secara efektif  pada siswa adalah kemampuan guru menggabungkan berbagai kondisi belajar ke dalam kegiatan belajar, penggabungan kondisi belajar tersebut dalam bentuk suatu metode pengajaran. Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti beberapa guru pendidikan jasmani di kabupaten Tulungagung menyatakan siswa biasanya lambat untuk menguasai  pembelajaran teknik dasar Lay up bola basket sehingga Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) sulit tercapai. Berdasarkan masalah tersebut timbul pemikiran dan keinginan untuk mencari alternatif model pengajaran lain untuk menyampaikan materi teknik dasar Lay up bola basket. Dalam hal ini diajukan alternatif dengan memberikan latihan  mental imagery pada siswa. Mental imagery  merupakan kemampuan seseorang untuk membangun suatu gambar gerak atau ketrampilan di dalam mental atau dalam pikiran. Peneliti ingin mengetahui pengaruh latihan mental imagery terhadap hasil Belajar siswa dalam penguasaan teknik dasarLay Up bola basket pada pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian Randomized Pre-Posttest, analisis data dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 440 yang terbagi dalam 11 kelas. Pengambilan sampel dengan menggunakan Ordinal Pairing yaitu kelas XI IPS V yang dibagi menjadi 2 Kelompok, kelompok 1 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 22 siswa, dan kelompok 2 sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 22 siswa. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan latihan mental imagery berpengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam penguasaan teknik dasar dribble bola basket, hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata pretest 34,66 dan rata-rata posttest 44,32 selisih rata-rata  pretest dan rata-rata post-test 9,66 sehingga terdapat peningkatan kemampuan lay up sebesar 27,87% pada kelompok eksperimen. Dari hasil uji-t didapatkan nilai signifikansi 0.000 nilai ini lebih kecil dari alpha (α= 0,05) sehingga hepotesis dapat diterima sebab ada beda. Kata Kunci: Mental Imagery,Hasil Belajar lay up bola basket. Abstract Physical education is a subject that must taught at senior high school. in the physical education learning, the most important that connected with the consist of learning process effectivity  are the ability of teacher to combine various learning situation into learning activity, combining of those learning condition in a form of learning method. From the interview result that done by researcher some physical education teacher in Tulungagung stated that the student usually slow to mastering the basic technique of basket ball lay up until the minimal passing criteria is difficult to reach. Based on those problem arise some idea and wishing to looking for another alternative learning model  to convey the basket ball lay up basic technique. In this matter the observe have alternative with giving the practice of mental  imagery to students. Mental imagery is an ability of people to build a motion image or a skill in the mental or mind. Researcher want to knowing the effect of mental  imagery to result study basket ball lay up basic technique in the physical education and health. This research is a randomized pre-posttest design, the data analysis with using normality test, homogeneity test  and T-test. Population in this research are the whole eleven grade student of  SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung lesson year 2013/2014 with amount of 440 that divided to eleven class. Sample intake with using ordinal pairing that is eleven class of IPS V and divided into 2 group, group 1 as experiment group with amount  of 22 student, and group 2 as a control group with amount 22 student. From this research can be conclude that the utilization of mental imagery practice have a significant effect to the study result of student in the basic technique of basket ball lay up, it can be seen from the average pretest result  34,66and post test average 44.32 and the difference of pretest average with posttest average are 9,66 that mean there is an improvement of the ability of dribble as big as 27.87%  in the experiment group. From the t test result get signification score is 0.000 this score is small than alpha (α= 0.05) with the result that the hypothesis can be accept because is contradiction. Keywords: Mental Imagery, Result Study Basketball Lay Up.
PENERAPAN METODE TUTOR TEMAN SEBAYA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI (PADA SISWA KELAS X ADMINISTRASI PERKANTORAN 3 SMK NEGERI 2 BLITAR) RIANI TRI ASTUTI, EKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses belajar mengajar merupakan kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan agar dapat mempengaruhi peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan mengantarkan siswa pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai makhluk individu maupun sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang disusun oleh guru melalui proses pengajaran. Salah satu cara yang dapat gunakan adalah dengan penerapan metode tutor teman sebaya dengan tujuan siswa dapat menyalurkan informasi dan bersosialisasi dengan yang siswa lain sehingga terjadi peningkatan hasil belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, desain penelitian one group pre test - post test designe. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 2 Blitar yang berjumlah 14 kelas dengan total keseluruhan 511 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sebanyak 38 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes kognitif sebanyak 20 soal, tes afektif dan tes psikomotor Brumbach forearms pass wall-volley test, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli siswa kelas X Administrasi Perkantoran 3 SMK Negeri 2 Blitar. Hasil penghitungan statistik dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan tentang penerapan metode tutor teman sebaya terhadap peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli siswa kelas X Administrasi Perkantoran 3 SMK Negeri 2 Blitar dibuktikan dari  5,225 >   2,440 dengan taraf signifikasi 0,05 dan peningkatan sebesar 12, 231%. Kata Kunci: Tutor teman sebaya, hasil belajar, passing bawah bolavoli.  Abstract Teaching and learning process is to implement curriculum activities of an educational institution in order to influence the learners to achieve the educational goals that have been set. Delivering educational goals of students on behavioral changes both intellectually, morally and socially in order to live independently as individuals and social beings. In achieving these objectives the student interacts with the learning environment prepared by the teacher through the teaching process. One way you can use is the application of peer tutoring methods with the goal that students can distribute information and socialize with the other students so as to increase learning outcomes. This type of research is a quasi-experiment with quantitative descriptive approach, the design of the study one group pre test – post test designe. The population in this study were all class X Office Administration 3 State Vocational Schools 2 On Blitar totaling 14 classes for total of 511 students. Sampling by using purposive sampling with a total of 38 students. The research instrument using cognitive tests as many as 20 questions, test affective and psychomotor tests pass Brumbach forearms wall-volley test, which aims to determine the improvement of learning outcomes under volleyball passing class X Office Administration 3 State Vocational Schools 2 On Blitar. The results of the counting statistics can be concluded that there is the effect of applying peer tutoring methods to the improvement of learning outcomes proven volleyball passing down of  tcount 5,225> ttable 2,440 with level of significant 0,05 and increase of 12, 231%. Keywords: Peer tutors, learning outcomes, passing under volleyball.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MODELLING TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLA BASKET AGUNG WIDIARTO, SANDRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses Belajar dan mengajar ialah sebuah kegiatan yang integral (utuh terpadu) yang terjadi antara siswa sebagai pelajar dengan guru sebagai pengajar. Dalam kesatuan kegiatan ini terjadi interaksi resiprokal yakni hubungan antara guru dengan para siswa dalam situasi instruktusional, yaitu suasana yang bersifat pengajaran. Sedangkan Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran. Melalui pendidikan jasmani, siswa diarahkan ke dalam aktivitas jasmani, termasuk keterampilan olahraga, salah satunya yaitu gerakan shooting dalam permainan bola basket. Untuk melakukan gerakan shooting dengan baik dan sempurna dibutuhkan suatu proses pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan dalam pembelajaran di sekolah. Salah satu cara pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran modelling. Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan: 1. Apakah strategi pembelajaran modelling dapat meningkatkan hasil belajar Shooting bola basket pada siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pare Kediri. 2. Seberapa besar peningkatan strategi pembelajaran modelling terhadap hasil belajar Shooting bola basket pada siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pare Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar shooting bola basket pada siswa siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pare. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian pre-experinental / penelitian semu. Sedangkan desain penelitian dari penelian ini adalah One Group Pretest-posttest desain. Dalam desain ini tidak ada kelompok kontrol, dan subjek tidak ditempatkan secara acak, kelebihan desain ini adalah dilakukannya pretest dan posttest sehingga dapat diketahui dengan pasti perbedaan hasil akibat perlakuan yang di berikan. Populasi yang digunakan peneliti adalah siswa – siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pare Kediri yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan strategi pembelajaran modelling. Pengaruh yang signifikan ini dapat dilihat berdasarkan hasil uji beda rata-rata antara data kemampuan shooting bola basket siswa sebelum dan sesudah penerapan strategi pembelajaran modelling, Dari nilai dk, diperoleh nilai t tabel sebesar 2,045. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Ha ditolak karena nilai thitung (16,347) > nilai ttabel (2,045). Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran modelling meningkatkan hasil belajar Shooting bola basket dengan  rata-rata  peningkatan hasil belajar siswa sebesar 54,53%.  Kata Kunci: strategi pembelajaran modelling,shooting bola basket Abstract The process of learning and teaching are activities which are integral between the students who are studying and teacher who is teaching. In the activities, happen a reciprocal interaction. A reciprocal interaction is a connection between a teacher and student in the instruction situation. How ever physical education is a media that can influence physical grown, motoric skill, knowledge and intellectual activity. From physical education the students are being instructed to do physical activities including physical skills. One of physical skills is shooting learning in playing basket ball. In playing basket ball to do shooting well, it needs an exact learning process that is appropriate with students characteristic. So that is needs much raising learning in the school. One of learning which can be used is applying learning strategy of modeling. According to this background, the researcher formulates the problem: 1. Can learning strategy of modeling develop the result of basket ball shooting to the student of class XI SMAN 1 Pare. 2. How big is the development percentage of modeling learning strategy to the result study of basket ball shooting of students class XI SMAN 1 Pare. The purpose of this research is to know how big the result study of basketball shooting to the students of class XI of SMAN 1 Pare. This research uses pre experimental. Otherwise, the design of this research is One Group Pretest-posttest. There is no control group in this research design and the subjects do not place randomly. The advantage of this research design is the subjects are doing Pretest and Posttest so that we can surely know the different result from the treatment which is given.(Makmum,2009:48). The population which is used by the researcher is thirty students from the students of class XI of SMAN 1 Pare. The result of this research is that there is significant effects can be showed in the paired sample t test that is contain of the basket ball shooting ability data of student before and after applying the strategy of modeling learning. From dk score, there is 2,045 score of ttable. So that Ha is rejected because 16,347 tcount score > 2,045 ttable score. The conclude of this research is applying modeling learning strategy develop the result of study shooting basket ball with development average of student result study 54,53%. Keywords: learning strategy of modeling, basket ball shooting

Page 29 of 109 | Total Record : 1082