cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL (VIDEO) TERHADAP HASIL BELAJAR SERVICE BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS V SDN PADEMAWU BARAT I KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN) ANSHORUL MUKMININ, YOFA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seorang guru harus mengikuti perkembangan IPTEK dan menggunakan sarana yang ada untuk meningkatkan pembelajaran penjasorkes dan juga siswa bisa lebih mengerti tentang materi yang akan dipelajari. Dengan penggunaan media pembelajaran audiovisual diharapkan akan ada pengaruh terhadap hasil belajar service bawah bolavoli. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah terdapat perbedaan pada hasil belajar service bawah bolavoli siswa kelas V SDN Pademawu Barat I dengan menggunakan media pembelajaran audiovisual (video) (2) Seberapa besar perbedaan hasil belajar service bawah bolavoli siswa kelas V SDN Pademawu Barat I dengan menggunakan media pembelajaran audiovisual (video). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar service bawah bolavoli siswa kelas V SDN Pademawu Barat I dengan menggunakan media pembelajaran audiovisual (video). Penelitian ini merupakan penelitian praeksperimen dengan pendekatan deskriptif  kuantitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas V SDN Pademawu Barat I yang berjumlah 44 siswa. Dari hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa selama 4 kali ada perlakuan perbedaan atau ada pengaruh pada hasil belajar service bawah bolavoli siswa kelas V SDN Pademawu Barat I dengan menggunakan media pembelajaran audiovisual (video) yang dibuktikan oleh hasil uji beda pretest dan posttest menggunakan rumus uji t dependent yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 7,075>t tabel dengan nilai sebesar 2,011 dalam taraf signifikan sebesar 5%. Sedangkan besar perbedaan penerapan media pembelajaran audiovisual (video) terhadap hasil belajar service bawah bolavoli pada siswa kelas V SDN Pademawu Barat I adalah sebesar 10,05%. Kata Kunci: Media pembelajaran audiovisual, Hasil belajar, Service bawah bolavoli. Abstract A teacher must follow the development of science and technology and the use of existing facilities to improve student learning Penjasorkes and also the students can get better understand tothe material to be studied. With the use of audiovisual learning mediait is expected to has impact on the underhand serve learning outcomes of volleyball. The problem in this study were (1) Are there any differences in theunderhand serve learning outcomesof volleyball for the fifth grade studentsat SDN Pademawu Barat 1 using audiovisual learning media (video) (2) How big is the difference in the underhand serve learning outcomes of volleyball for the fifth grade students at SDN Pademawu Barat 1 using audiovisual learning media (video). This study is to determine the underhand serve learning outcomes of volleyball for the fifth grade students at SDN Pademawu Barat 1 using audiovisual learning media (video). This research is praeksperimen research which is use a descriptive quantitative method. Research subject is the students in the fifth grade at SDN Pademawu Barat I, consist of 44 students. From the general results of this research can be concluded that for 4 times treatments occur differences or effects on the underhand serve learning outcomes of volleyball for the fifth grade students at SDN Pademawu Barat 1 using audiovisual learning media (video) using audiovisual learning media (video) as evidenced by the different test results between pretest and posttest using dependent t-test that show t value of 7,075> t table with 2,011 in a significant level of 5%. While large differences in the application of audiovisual learning media (video) on the underhand serve learning outcomes of volleyball for the fifth grade students at SDN PademawuBarat 1 using audiovisual learning media (video) is up to 10,05%. Keywords: Audiovisual learning media, learning outcomes, underhand serve of volleyball.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PASSING BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 YOSOWILANGUN LUMAJANG) SUCI WULANDARI, IKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran pendidikan jasmani berlangsung karena terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik. Interaksi ini melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. Guru yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar, dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar disamping menguasai materi yang akan diajarkan agar tujuan pembelajaran dicapai Teknik dasar bolavoli yaitu passing bawah diharapkan dapat menunjang dan mencapai tujuan belajar. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, salah satunya adalah passing bawah bolavoli. Salah satu cara untuk menghidupkan peserta didik agar  pada saat kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik, dan peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani yaitu dengan pemberian reward and punishment. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui apakah ada dan seberapa besar pengaruh reward and punishment terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran passing bawah bolavoli siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Yosowilangun  Lumajang ini, dengan jumlah sampel 75 siswa yang terdiri dari 38 siswa kelompok eksperimen (reward and punishment) dan 37 siswa kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian reward and punishment terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran passing bawah bolavoli yang dibuktikan dari nilai thitung2,52> ttabel1,995 dengan taraf signifikasi 0,05. Sedangkan besar pengaruhnya diketahui sebesar  4,08% untuk kelompok eksperimen dan 3,40% untuk kelompok kontrol. Kata Kunci: Reward and Punishment, Motivasi belajar, passing bawah bolavoli. Abstract Physical education learning process takes place due to the interaction between educators and learners. These interaction involve teachers as educators and students as learners. Teachers that affect the succes of the learning process, and therefore the teacher must master the principles of learning in addition to mastering the material that will be taught in order to achieve the learning objectives. Basic techniques of volleyball that is expected to support the passing under and achieve learning objectives. In the learning process of physical education, the teacher must be able to teach a variety of basic motor skills, one of which is passing under volleyball. One way for students to turn on when the learning activities went well, and the students actively participating in learning activities in physical education is gift reward and punishment. This research has purpose, 1) To know whether there is and to see how big effect of gift reward and punishment to the students’ motivation in learning passing under volleyball in class VIII State Junior High School 1 Yosowilangun Luamajng, with amount of samples 75 students, consist of 38 student in experiment group (reward and punishment) and 37 students in control group. Based on research has done, can take a conclusion that there is significant effect of peer tutor to football dribble learning result, which proven by value thitung2,52> ttabel1,995 with significant degree 0,05. Whereas, amount of effect level 4,08% for experiment groups and 3,40% for control groups. Keywords: Reward and Punishment, motivation result, passing under volleyball.
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AKTIVITAS FISIK SISWA (STUDI PADA SMK NEGERI 8 SURABAYA KELAS X) EFFENDI, AHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Aktivitas fisik sangat penting bagi kesehatan manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Aktivitas kurang gerak yang diakibatkan karena terlalu seringnya bermain game online maupun offline, internetan, menonton televisi terlalu berlebihan akan mengakibatkan resiko kegemukan. Kegemukan seseorang dianggap sebagai faktor resiko terjadinya berbagai penyakit, seperti kencing manis, jantung, hipertensi dan banyak yang lainnya. Salah satu upaya yang dianggap dapat mengurangi resiko kegemukan adalah dengan meningkatakan aktivitas fisik. Aktivitas fisik tidak hanya terbatas pada kegiatan khusus olahraga, tetapi juga kegiatan lain yang membutuhkan kerja fisik, seperti menyapu, mengepel, mencuci, berjalan, menari, melukis, mencangkul, jalan-jalan dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh serta seberapa besar pengguna teknologi informasi terhadap aktivitas fisik siswa di SMK Negeri 8 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 8 Surabaya  dengan menggunakan cluster random sampling yang terdiri dari 16 kelas dengan total poulasi 558 siswa yang berkategori 72 siswa putra dan 486 siswa putri. Dan dari hasil cluster random sampling didapat 5 kelas dengan total sampel 150 siswa. Dari hasil penghitungan statistik dapat menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan teknologi informasi terhadap aktivitas fisik siswa.Karena pengujian data yang dilakukan menunjukkan bahwa r hitung lebih kecil dibanding r tabelrhitung (-.717) > rtabel (0,197). Kata Kunci : Teknologi Informasi, Aktivitas Fisik Siswa Abstract Physical activity is very important for human health in performing daily activities. Sedentary activity caus too often play games online and offline, the Internet, watch TV too much will result in the risk of obesity. Overweight person is considered as a risk factor for many diseases, such as diabetes, heart disease, hypertension and many others. One effort that is thought to reduce the risk of obesity is to greater physical activity. Physical activity is not only limited to the particular sports activities, but also other activities that require physical work, such as sweeping, mopping, washing, walking, dancing, painting, digging, roads and so forth . This study aims to determine whether there is influence and how much users of information technology to the physical activity of students in SMK Negeri 8 Surabaya. This research is non-experimental. Subjects in this study were students of class X 8 SMK Negeri Surabaya by using cluster random sampling consisting of 16 classes with a total of 558 students were categorized population 72 486 students boys and girls. And of the results obtained cluster random sampling 5 classes with a total sample of 167 students. From the results of statistical calculation can be concluded that there was no significant effect among users of information technology on students' physical activity. Because the test data shows that r count r is smaller than the table rarithmetic ( -.717 ) > rtable ( 0.197 ). Keywords : Information Technology, Physical Activity Students.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA MAHASISWA FIK UNESA DENGAN MAHASISWA STKIP PGRI SUMENEP ANGKATAN 2010 PRODI PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI (PENJASKESREK) FITRIYAH, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari, tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Rendahnya tingkat kebugaran jasmani di kalangan remaja dapat disebabkan kurangnya gerak yang dilakukan. Untuk itu pendidikan jasmani dapat dijadikan sarana untuk memperbaiki dan meningkatkan tingkat kebugaran jasmani, selain untuk mencapai hidup sehat. Kurang tersedianya sarana dan prasarana yang memadai juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.  Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa FIK UNESA angkatan 2010 kelas B yang berjumlah 34 mahasiswa, dan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep angkatan 2010 kelas E yang berjumlah 39 mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara mahasiswa FIK UNESA dan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep angkatan 2010 prodi penjaskesrek. Dengan menggunakan tes Multistage Fitness Test (MFT). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dihitung diperoleh rata-rata untuk kelompok FIK UNESA sebesar 34,72 dengan varian sebesar 78,98. Sedangkan rata-rata untuk kelompok STKIP PGRI Sumenep sebesar 32,31 dengan varian sebesar 55,4. Sedangkan hasil uji beda dari mahasiswa FIK UNESA dan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep menggunakan rumus uji t independen sampel yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 1,225 <  t tabel dengan nilai sebesar 1,990 dalam taraf signifikan sebesar 0,05. Dari hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara mahasiswa FIK UNESA dan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep angkatan 2010 prodi pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi (penjaskesrek), yang dibuktikan oleh Kata Kunci: Tingkat Kebugaran, Multistage Fitness Test (MFT). Abstract Physical fitness is the ability of one's body to perform daily work tasks, without causing significant fatigue. Low levels of physical fitness among adolescents can be attributed to lack of  motion. So  that physical education can  use as a means to improve and increase the level of physical fitness, beside to achieving a healthy life. Lack of adequate infrastructure can also a  cause. This research is non-experimental quantitative descriptive approach. The research subjects were the students of  FIK UNESA 2010 in b class concious of 34 students, and  students of  STKIP PGRI Sumenep 2010  in e class with 39 students. The purpose of this study was to determine the differences  level of physical fitness among FIK UNESA students and STKIP PGRI Sumenep students in penjaskesrek major of  2010,  by using tes Multistage Fitness Test (MFT). Based on the results of  research that has gained  an average calculated  for the FIK UNESA group amounted to 34.72 with variance of  78.98. While the average for  the STKIP PGRI Sumenep  group was 32.31 with variants of 55.4. as evidenced by the different test results among UNESA FIK students and STKIP PGRI Sumenep students using independent sample t test formula that produces t value of 1.225 < t table with a value of 1.990 in a significant level of  0.05. From the results of  research in general  can conclude that  there is no difference in the level of  physical fitness among  FIK UNESA  students and STKIP PGRI Sumenep student class of  2010  in  physical education, health and recreation (penjaskesrek) major. Keywords: Fitness Level, Multistage Fitness Test (MFT).
PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DENGAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JATIROTO KABUPATEN LUMAJANG) ADAM SETYO BUDI, BAGOES
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In general, schools are currently providing PE (physical education) materials have started to use media technology so that students can easily receive the materials from the teacher or teachers, but have SMP Negeri 1 Jatiroto Kabupaten Lumajang not utilized and the use of media technology in delivering learning materials especially physical education. Researcher would like to do a comparison between the uses of audiovisual media using Liquid Crystal Display (LCD) and pictures media toward learning outcomes on shooting a ball in the basketball game of students in SMP Negeri 1 Jatiroto Lumajang. Thus, teachers can use one of the best media to achieve the best learning outcomes. Based on the research and through calculating the data using SPSS 19, the researcher can conclude that the use of media has given a positive effect on the improvement of learning outcomes on shooting a ball in the basketball game. The result of this study shows that by using pictures media, the improvement percentage of students’ learning outcomes is 78.25% while the result of learning by using audiovisual media is 87.26%. Keywords: learning style, shooting, basketball Abstrak Pada umumnya sekolah saat ini memberikan materi penjasorkes sudah mulai menggunakan media teknologi agar siswanya dapat mudah menerima materi dari pengajar atau guru, akan tetapi di SMP Negeri 1 Jatiroto Kabupaten Lumajang belum memanfaatkan dan menggunakan media teknologi dalam memberikan pembelajaran terutama materi penjasorkes. Peneliti ingin melakukan perbandingan penggunaan media audiovisual  menggunakan alat bantu Liquid Crystal Display (LCD) dengan media gambar  terhadap hasil belajar shooting basket para siswa di SMP Negeri 1 Jatiroto Kabupaten Lumajang. Dengan demikian guru dapat menggunakan salah satu dari media tersebut untuk mencapai hasil belajar yang terbaik. Berdasarkan hasil penelitian dan melalui perhitungan data menggunakan SPSS 19 bahwa pemberian pembelajaran basket dengan menggunakan media dapat memberikan pengaruh positif pada peningkatan hasil belajar shooting basket. Pada hasil belajar dengan menggunakan media gambar sebesar 78,25%, hasil belajar dengan menggunakan media audiovisual sebesar 87,26%. Kata kunci : model pembelajaran, shooting, bola basket.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP HASILBELAJAR CHEST PASS BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS X SMKN 10 SURABAYA) MARISA P, YETTI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani olahraga, dan kesehatan adalah sebuah program pembelajaran yang mengarah kepada kebutuhan siswa untuk mengembangkan konsep gerak yang dapat menumbuhkan kemampuan dan rasa percaya diri siswa. Guru sangat berperan penting dalam mengembangkan siswa yang didiknya. Seorang guru perlu memberikan sebuah metode atau model pembelajaran yang dapat menciptakan interaksi yang lebih luas dan komunikasi. Untuk itu di perlukan sebuah model pembelajaran yang di rancang dapat mengembangkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif kepala bernomor sama pada siswa kelas X  SMK Negeri 10 Surabaya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajarankooperatif tipe numbered heads together mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi passing  dada dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor sama terhadap hasil belajar passing dada kelas X SMK Negeri 10 Surabaya ini, dengan jumlah sampel 40 siswa. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran kepala bernomor sama terhadap hasil belajar dribble sepakbola yang dibuktikan dari nilai thitung 10,180 > ttabel 1,688 dengan taraf signifikan 0,05. Sedangkan besar pengaruhnya diketahui sebesar  21,25% . Kata Kunci: Model pembelajaran kepala bernomor sama, hasil belajar, passing dada, bola basket. Abstract Physical, sport , and health education, is a learning program that leads to the need for students to develop the concept of motion and ability to foster students' self-confidence. Teachers play an important role in developing students who are students. A teacher needs to provide a method or model of learning that can create greater interaction and komunikasi. For it is in need of a model of learning that is designed to develop student learning outcomes with cooperative learning model numbered heads together in class X State Vocational High School 10. This study aims to determine whether there is influence of the type of models pembelajarankooperatif numbered heads together can improve student learning outcomes in the chest and passing the material to determine how much influence cooperative learning model numbered heads togther on learning outcomes passing grade chest X State Vocational High School 10, the sample size of 40 students. Based on the research that has been done can be concluded that there is a significant effect of learning models numbered heads together on learning outcomes as evidenced soccer dribble from 10.180 tcount> ttable 1.688 with significance level of 0.05. While the greatest effect is found to be 21.25%. Keywords: The learning model numbered heads together, learning outcomes,  chest pass, basket ball.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN TERHADAP HASIL BELAJAR CHEST PASS BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO) ARDIANSYAH, FERY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan agar dapat mempengaruhi peserta didik mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam mencapai tujuan, siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui proses pengajaran. Oleh karena itu, guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan harus memperhatikan kepentingan setiap siswa dengan memperhatikan perbedaan kemampuan sehingga tujuan pembelajaran siswa dapat tercapai. Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto, guru diharapkan mampu memberikan model pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah tersebut, guru harus dapat mengembangkan prinsip “Developmentally Appropriate Practice” (DAP), maka dari itu peneliti menggunakan model pembelajaran dengan model permainan. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran permainan terhadap hasil belajar chest pass bola basket, 2). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran permainan terhadap hasil belajar chest pass bola basket. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Mojokerto dengan sampel kelas VII C. Berdasarkan hasil penelitian dan melalui perhitungan data menggunakan SPSS 20.0 menunjukkan hasil bahwa ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar chest pass bola basket setelah diberi treatment model pembelajaran permainan dan terdapat peningkatan hasil belajar chest pass bola basket sebesar 17,41%.. Kata Kunci: model pembelajaran permainan, chest pass bola basket. Abstract Process has learnt to teach to be a activity carries out curriculum a education institution so that can influence entrant educate to achieve education aim that appointed. in achieve aim, interacted student with environment learns that regulated by teacher passes instruction process. therefore, physical education teacher, sport,  and well-being must pay attention importance every student with pay attention ability difference so that student study aim can reached. Efforts to increase physical education quality, sport and well-being at SMP Negeri 1 Kota Mojokerto, supposed teacher can to give appropriate study model with situation and school condition, teacher must can develop principle" Developmentally Appropriate Practice" (DAP), so from that is researcher uses study model with game model. Aim from this watchfulness: 1). to detect there not it game study model influence towards result learns chest pass bola basket, 2). to detect how big game study model influence towards result learns chest pass bola basket. this watchfulness subject class student VII SMP Negeri 1 Kota Mojokerto with class sample VII C. Based on watchfulness result and pass data calculation uses SPSS 20.0 show result that there is influence significant in result learns chest pass bola basket after given treatment game study model and found result enhanced learns chest pass bola basket as big as 17,41%. . Keyword:game study model, chest pass bola basket.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI SISWA (STUDI PADA SISWA SDN CAMPUREJO I BOJONEGORO) DWI CAHYO SAPUTRO, MOCH.
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Anak sebagai generasi penerus dimana setiap pertumbuhannya merupakan tanggung jawab orang tua. Tingkat pendidikan orang tua adalah modal untuk merawat dan memperhatikan akan kebutuhan anak, diharapkan semakin tinggi pendidikan orang tuanya maka akan semakin banyak pengetahuannya yang berguna dalam merawat anaknya. Pemberian asupan gizi yang sesuai serta porsi makan yang cukup diharapkan akan membuat anak memiliki status gizi yang ideal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan status gizi siswa, dan  untuk mengetahui seberapa besar sumbangan antara tingkat pendidikan orang tua dengan status gizi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dan desain yang digunakan adalah penelitian non-eksperimen, dimana yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Campurejo I Bojonegoro sebanyak 237 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah IMT/U untuk menentukan status gizi siswa. Analisis data yang digunakan adalah koefisien kontingensi. Berdasarkan hasil penelitian dengan besar populasi sebanyak 237 siswa, rata-rata status gizi siswa adalah normal, dan pendidikan orang tua adalah tingkat dasar. orang tua dengan jenjang pendidikan tidak sekolah memiliki anak dengan status gizi kurus sekali sebanyak 0 siswa, kurus 2 siswa (0,8%), normal 9 siswa (3,8%), gemuk 1 siswa (0,4%), obesitas 5 siswa (2%), dan orang tua dengan jenjang pendidikan dasar memiliki anak dengan status gizi kurus sekali sebanyak 10 siswa (4,21%), kurus 9 siswa (3,8%), normal 80 siswa (33,75%), gemuk 6 siswa (2,53%), obesitas 5 siswa (2%), dan orang tua dengan jenjang pendidikan menengah memiliki anak dengan status gizi kurus sekali sebanyak 6 siswa (2,53%), kurus 6 siswa (2,53%), normal 59 siswa (24,9%), gemuk 11 siswa (4,64%), obesitas 15 siswa (6,33%), dan orang tua dengan jenjang pendidikan tinggi memiliki anak dengan status gizi kurus sekali sebanyak 0 siswa (0%), kurus 2 siswa (0,8%), normal 7 siswa (2,95%), gemuk 2 siswa (0,8%), obesitas 2 siswa (0,8%). Berdasarkan hasil analisis koefisien kontingensi tingkat pendidikan orang tua dengan status gizi siswa memiliki nilai sig. 0,060>α (sig.) 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan status gizi siswa SDN Campurejo I Bojonegoro. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Status Gizi. Abstract Children as the successor generation where each growth is the responsibility of parents. grade of education parents are asset for take care and attentive to necessary for children, expected the higher education of his parents, it will more knowledge that are useful in the care his children. The nutrients and portions of meal that is quite is expected to make the children have nutritional status is an ideal. The aim of this research is to know the correlation between grade of parents education with students nutritional status, and to know how much contribution between grade of parents education with students nutritional status. This is correlational research and which is used non-experiment design. Population in this research is all students at SDN Campurejo I Bojonegoro with the amount 237 students. Instruments in this research is IMT/U to determine the status nutrition students. Data Analysis using coefficient contingensi. Based on analysis data population research from 237 students, average nutritional status students is normal, and education parents grade base. parents with grade of no education schools have children with skinny nutritional status 0 students, thin 2 students (0.8 % ), normal 9 students (3.8 % ), fat 1 students (0.4 % ), obesity 5 students (2%), and parents with elementary grade have  children with skinny nutritional status 10 students (4.21 %), thin 9 students (3.8 % ), normal 80 students (33.75 %), fat 6 students (2.53 %), obesity 5 students (2%), and parents with medium of grade education have children with skinny nutritional status 6 students (2.53 %), thin 6 students (2.53 %), normal 59 students (24.9 %), fat 11 students (4.64 %), obesity 15 students (6.33 %),  and parents with higher education grade have children with skinny nutritional status 0 students (0%), thin 2 students (0.8 % ), normal 7 students (2.95 %), fat 2 students (0.8 % ), obesity 2 students (0.8 %). Based on data analysis of contingensi coefficient is known that correlation of education parents grade with nutritional students status have sig. 0.060>α (sig.) 0.05, then H0 accepted and Ha was rejected. Thus it can be concluded that there was no significant correlation between grade of parents education with nutritional students status at SDN Campurejo I Bojonegoro. Keywords : Grade of Education, Nutritional Status.
PERBANDINGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PERMISIF TERHADAP STATUS GISI SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 BOJONEGORO) CONDRO WICAKSONO, RUDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya mempunyai tingkat status gizi yang baik. Untuk mendapatkan status gizi yang baik dipengaruhi oleh banyak hal, seperti asupan makanan, pola asuh, aktivitas olahraga yang cukup, infeksi/penyakit, dan status sosial. Salah satu yang terpenting untuk mendapatkan status gizi yang baik adalah pola asuh. Di SMA Negeri 4 Bojonegoro ada beberapa siswa yang gemuk (obesitas) dan ada juga yang kurus, selain itu juga ada yang normal. Untuk itu di dalam penelitian ini peneliti mencoba menghubungkan pola asuh terhadap status gizi karena asuhan bagi ibu dan anak berperan penting dalam memenuhi kecukupan makanan juga berpengaruh terhadap keadaan kesehatan anak. Tujuan penelitian ini adalah (1)  mengetahui ada atau tidak ada perbedaan antara pola asuh otoriter dan permisif terhadap status gizi siswa; (2) mengetahui yang lebih baik antara pola asuh otoriter dan permisif terhadap status gizi siswa. Metode yang digunakan adalah non-eksperimen jenis komparatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 4 Bojonegoro dengan jumlah 246 siswa dan sampel penelitian diambil 60 siswa dengan cara purposive random sampling. Pola asuh siswa diukur dengan angket pola asuh orang tua yang telah diuji validitas. Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan rumus chi-square. Berdasarkan hasil penelitian dari sampel 60 siswa yang mempunyai nilai persentase tertinggi adalah status gizi normal yang berjumlah 46 siswa (77%) dan status gizi tidak normal yang berjumlah 14 siswa (23%), untuk  pola asuh otoriter status gizi kurus sekali dan obesitas bernilai 0 siswa (0%), kurus 2 siswa (7%), normal 25 siswa (83%), dan gemuk 3 siswa (10%), sedangkan untuk pola asuh permisif status gizi kurus sekali berjumlah 1 siswa (3%), kurus 2 siswa (7%), normal 21 siswa (70%), gemuk 1 siswa (3%), dan obesitas berjumlah 5 siswa (17%). Sedangkan hasil uji beda chi-square didapatkan hasil nilai sig 0,222 sedangkan α bernilai 0,05. Maka H0 diterima dan Ha ditolak karena tidak ada perbedaan yang signifikan antara Pola asuh otoriter dengan permisif terhadap status gizi. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan permisif terhadap status gizi siswa kelas XI SMA Negeri 4 Bojonegoro Kata Kunci: Pola Asuh Otoriter, Permisif, Status Gizi Abstract Every parent wants their children have good nutrient status. To ensure good nutrient status its affected by many factors, like food consumption, parentig style, regular sport activity, infection/disease and social status. One of the most important factors to obtain good nutrient status is parenting style. On SMA Negeri 4 Bojonegoro there are several fat students (obesity) and also thiny ones, beside there are also normal students. Therefore, in this research researcher try to relate parenting style to nutrient status since parenting style have important role to obtain food consumption that also affecting children/students health condition. The purposes of this research are 1) to find out is there any difference between authoritative parenting style and permissive ones to student’s nutrient status; 2) to findout where is the best between authoritative parentinh style and permissive to student’s nutrient status. Method that applied in this research are comparative non experiment with descriptive quantitative epproach. Research population are whole student of class XI SMAN 4 Bojonegoro data analysis research from 246 students and research sample use puposive random sampling as many 60 students. Student’s rearing  pattern measured by parent parenting style that have tested its validity. Statistic analysis in this research applying chi-square formula. Based on the research result from 60 students who have the highest percentage score are normal nutrient status that amounted of 46 students (77%) and abnormal nutrient status that amounted 14 students (23%), for authoritative parenting style have poor nutrient status and obesity have 0 student (0%), thin 2 students (7%), normal 25 stduents (83%) and fat 3 students (10%), while for the permissive parenting style have poor nutrient status and obesity have 1 student (3%), thin 2 students (7%), normal 21 stduents (70%) and fat 1 students (3%), and obesity amounted of 5 students (17%). While for the chi-square difference test result obtained sigma score result 0,222 while for the alpha scored 0,05. So H0 accepted and Ha is rejected because it shows that there is no significant difference between authoritative and permissive parenting style to nutrient status. So it can be conclude that there is no significant between authoritative and permissive parenting style to nutrient status of student class XI SMA Negeri 4 Bojonegoro. Keyword : Authoritative Parenting Style, Permissive, Nutrient Status
PENGARUH PENDEKATAN PERMAINAN KELOMPOK TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SRENGAT KABUPATEN BLITAR) WAHYU KUSUMAWARDANI, DESSY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Melalui pendidikan jasmani, siswa diarahkan ke dalam aktivitas jasmani termasuk keterampilan olahraga, salah satunya pembelajaran passing bawah bolavoli. Karena itu guru pendidikan jasmani harus memperhatikan kepentingan setiap siswa dengan memperhatikan perbedaan kemampuan sehingga siswa merasa sukses dalam pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendekatan permainan kelompok terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar. 2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan permainan kelompok terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain one group pre-test post-test design. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII-D yang berjumlah 30 siswa diambil dengan cara teknik  cluster random sampling. Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pendekatan permainan kelompok terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar. Pengaruh signifikan ini dapat dilihat berdasarkan hasil dari uji T, didapat nilai thitung 5,124 > nilai ttabel 1,699 dengan taraf signifikansi 5%. Dan diketahui besarnya pengaruh sebelum dan sesudah pendekatan permainan kelompok yaitu sebesar 23,50%. Kata Kunci: Permainan kelompok, passing bawah bolavoli.      Abstract Through physical education, students are directed to the physical activities including sports ability, one of them is the learning process of underhand pass in volley ball. Therefore, physical education teachers have to pay attention to the interests of each student by taking into account differences  in skill, so that students feel success in physical education. Based on that matter, this research have some directions : 1. To know which are whether there is effect of approach group playing on the learning result of playing underhand volleyball on VIII grade Students of Junior High School 1 Srengat, Blitar Regency or not?. 2. To know how  big is the effect of approach group playing on the learning result of playing underhand pass volleyball on VIII grade Students of Junior High School 1 Srengat, Blitar Regency. This research is an experimental study with using descriptive quantitative approach. In this research, the researcher uses randomized control group pre-test post-test design. The sample of this research is the students in VIII-D as the experimental group which consist of 30 students. This group is decided by using cluster random sampling technique. The result of research it can be concluded that there is significant influence from the effect of approach group playing on the learning result of playing underhand pass volleyball on VIII grade Students of Junior High School 1 Srengat, Blitar Regency. This significant influence can see based on the result of  T, be found t arithmeticvalue 5,124 > t table  1,699 with standard  significant 5%. And the rate of improvement for the experimental group before and after approach group playing is 23,50%. Keywords: Group playing, Underhand pass volleyball.

Page 27 of 109 | Total Record : 1082