cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN BLIMBINGSARI KEC. SOOKO KAB. MOJOKERTO HIDAYAT, TAUFIQ
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani di kelas IV SDN Blimbingsari Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, siswa mengalami kesulitan dalam melakukan passing bawah bolavoli secara sempurna. Pada hasil pre tes diketahui rata-rata ketuntasan belajar hanya mencapai 15,79% saja dari seluruh jumlah siswa. Kesalahan siswa banyak terjadi pada pola keterampilan gerak. Dari latar belakang di atas maka dalam penelitian ini mencoba mendeskripsikan “Peningkatan Hasil Belajar Passing Bawah Bolavoli melalui motode pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IV SDN Blimbingsari Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas IV SDN Blimbingsari Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto sebanyak 19 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-februari 2014. Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran dengan aplikasi metode kooperatif yang dilakukan selama dua siklus, maka dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) Penerapan Metode kooperatif tipe STAD dapat Meningkatkan hasil belajar mata pelajaran pendidikan jasmani siswa kelas IV SDN Blimbingsari Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto . 2) Penerapan Metode kooperatif tipe STAD dalam Meningkatkan hasil belajar passing bawah bolavoli siswa kelas IV SDN Blimbingsari Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan dari siklus 1 sampai siklus berikutnya. Ketuntasan belajar pada siklus akhir mencapai 84,21%. Kata Kunci : Hasil Belajar, Passing Bawah Bolavoli, Metode Kooperatif Tipe STAD. Abstract In study of Physical Education in IV SDN Blimbingsari class District of Sooko Sub-Province Mojokerto, student find difficulties in conducting under pass volleyball perfectly. At result of tes pre known by complete mean learn only reaching 15,79% is just the than all amount of student. Mistake of Student happened many at pattern skill of motion. From background above hence in this research try descriptioning" Improving Learning Outcomes For Under Pass volleyball through Method study of cooperative type STAD at Student class IV SDN Blimbingsari  student District of Sooko Sub-Province Mojokerto”. This Research represent research of class action ( research action), because research conducted to solve problem study in class. Research Subyek is Student class IV SDN Blimbingsari District of Sooko Sub-Province Mojokerto counted 19 student. This research is executed in Januari-Februari 2014. Pursuant to result of activity of study with conducted by cooperative method application during two cycle, hence can be taken by conclusion that 1) Applying of Method STAD type cooperative can Improve result learn student class IV SDN Blimbingsari physical education subject District of Sooko Sub-Province Mojokerto 2) Applying of Method STAD type cooperative in Improving result learn under pass IV SDN Blimbingsari class student volleyball District of natural Sooko Sub-Province Mojokerto is make-up of from cycle 1 until next cycle. Complete learn at final cycle reach 84,21%. Keywords : Result Learn, Under Pass Volleyball, Method Cooperative Type STAD.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI BOLAVOLI MINI TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH (STUDIPADASISWAKELAS VII SMP NEGERI 2 KUTOREJO, MOJOKERTO) BUDI SATRIANTO, SYADAM
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Servis adalah memukul bola menggunakan satu tangan atau lengan oleh pemain baris belakang yang dilakukan di daerah serve dalam upaya untuk memasukkan bola ke daerah lawan. Sedangkan servis bawah adalah cara melakukan pukulan permukaan dari petak service dengan memukul bola dengan tangan dari bawah sebagai usaha menghidupkan bola dalam permainan. Jika dalam permainan bolavoli tidak bisa servis maka permainan pun akan terhambat bahkan cenderung tidak dapat berjalan. Metode pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai gerak dasar servis, akan tetapi masih banyak siswa yang belum mampu menguasai gerak dasar ini dengan metode yang diterapkan oleh para pendidik. Untuk itu diperlukan metode lain yang mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengusai materi gerak dasar servis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dan mengetahui adakah pengaruh model pembelajaran langsung dengan menggunakan modifikasi bolavoli miniterhadap hasil belajar servis bawah? Dan seberapa besar pengaruh model pembelajaran langsung dengan menggunakan modifikasi bolavoli miniterhadap hasil belajar servis bawah? Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kelompok treatment dengan menggunakan model pembelajaran langsung dengan modifikasi bolavoli minimemberikan dampak yang lebih baik terhadap peningkatan hasil belajar yaitu sebesar 58,67% dibandingkan dengan pembelajaran kelompok kontrol sebesar 25,37%. Kata Kunci: Model pembelajaran langsung menggunakan modifikasi bolavoli mini, Servis bawah bolavoli,Hasil belajar keterampilan gerak aspek ketepatan  Abstract Service is hit the ball using one hand or arm by aback row player who performed in the area in an effort to serve the ball into the opponent's area. While down service is way to hit the surface of the plot by hitting the ball with his hands from below in an attempt to turn the ball in game. If the volleyball game can not service the game will be in hibited event end not to run. Learning methods are used in order to enhance the students' ability to master the basic motion service, but still a lot of students who have not be enable to master the sebasic movements with the methods applied by educators. It required another method that can improve the ability of learners to master the basic service of motion materials. The purpose of this study is to answer and finding out if the effect of direct instructional model using a modified mini volleyball on learning outcomes of the service down? And how much influence the direct instructional model using a modified mini volley ballon learning outcomes of the service down? Based on these research findings it can be concluded that the study treatment groups using a direct instructional modelwitha minivolleyballmodificationsprovidea better impacton theimprovement oflearning outcomesin the amount of 58.67% compared with the control group learning by 25.37%. Keywords: Direct instructional modelusing a modified mini volley ball, volley ball down service, motor skills learning outcomes aspects of accuracy
MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMP CITRA BERKAT SURABAYA LANGLANG S, DIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap potensi siswa yang belum mempunyai jalan untuk mengembangkan keberhasilannya perlu diberdayakan dengan adanya ekstrakurikuler.yang bertujuan mengembangkan bakat, minat, kemampuan dan keterampilan. Untuk berperan serta dalam kegiatan ekstrakurikuler perlu adanya identifikasi untuk mengetahui motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMP Citra Berkat Surabaya. Dari masalah yang telah dipaparkan, penelitian ini dilakukan dengan mengisi angket dimana setiap responden wajib mengisi sesuai dengan petunjuk peneliti. Jenis penelitian ini adalah noneksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa untuk pernyataan angket indikator persaingan termasuk kategori baik dengan persentase sebesar 89%. Untuk indikator status/pengakuan termasuk kategori cukup dengan persentase sebesar 58%. Untuk indikator pelepasan energi termasuk kategori cukup dengan persentase sebesar 63%. Untuk indikator suasana dalam tim termasuk kategori baik dengan persentase sebesar 76%. Untuk indikator keanggotaan/berteman termasuk kategori baik dengan persentase sebesar 85%. Untuk indikator kebugaran termasuk kategori baik dengan persentase sebesar 89%. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat diketahui bahwa motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMP Citra Berkat Surabaya banyak dipengaruhi oleh indikator persaingan dan kebugaran dengan persentase sebesar 89%, yang mendorong siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler futsal. Kata Kunci : Motivasi, siswa, ekstrakurikuler, dan futsal.  Abstract Every students’ potential which does not have way to develop their success yet, need to be supported by extracurricular with the aim to develop talent, interest, ability, and skill. In order to take part in the extracurricular, it needs identification to know the students’ motivation in joining futsal extracurricular in Surabaya Citra Berkat Junior High School. According to the recently explained problem, this research was done by filling the questionnaire that the respondents had to answer in compliance with the researcher’s instruction. This kind of research is non-experiment with descriptive-quantitative approach. From the research result can be known that for the questionnaire statements of rivalry indicator implied in good category with percentage 89%. For the recognition indicator implied in enough category with percentage 58%. For the energy release indicator implied in enough category with percentage 63%. For the team condition indicator implied in good category with percentage 76%. For the membership indicator implied in good category with percentage 85%. And for the fitness category implied in good category with percentage 89%. According to the explanation above so it can be known that students’ motivation in joining futsal extracurricular in Surabaya Citra Berkat Junior High School mostly influenced by rivalry and fitness indicators with percentage 89%,which encouraged students in joining futsal extracurricular. Keywords : Motivation, students, extracurricular, and futsal 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR SERVICE BAWAH PADA PERMAINAN BOLA VOLI RENALDO SHINDU P., MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2014): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permainan bola voli merupakan salah satu permainan olahraga yang kompleks karena dalam permainan bola voli diperlukan beberapa teknik dasar, yang diantaranya service, dig, attack, volley, block, defence. Untuk dapat melakukan gerakan teknik dasar tersebut, maka diperlukan suatu proses pembelajaran yang efektif agar materi dapat diberikan dan diterima oleh siswa dengan baik. Salah satu proses pembelajaran tersebut yaitu model pembelajaran langsung. Karena dengan model pembelajaran langsung, dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan teknik dasar dalam permainan bola voli. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui cara penerapan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar servis bawah pada permainan bola voli. 2). Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar servis bawah pada permainan bolavoli. Pada penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan one group pretest-posttest design. Subyek pada penelitian ini yaitu siswa SDN Sawunggaling IV Surabaya yang berjumlah 30 siswa. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut; 'Penerapan model pembelajaran langsung ini sangat efektif diberikan untuk mata pelajaran pendidikan jasmani pada materi servis bawah permainan bolavoli. Karena dalam proses pembelajaran langsung ini materi dan tujuan disampaikan secara langsung kemudian memberikan contoh dengan cara mendemonstrasikan keterampilan. Setelah itu membimbing semua siswa untuk dapat mempraktikkan tentang apa yang sudah disampaikan  dan model pembelajaran langsung berpengaruh terhadap hasil belajar servis bawah pada permainan bolavoli. Hal ini berdasarkan pada hasil uji t antara pre-test dan post­test yang menunjukkan hasil t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 4,022 > 1,699 dengan taraf ketelitian 95% (taraf nyata a 0,05), sehingga Ho ditolak. Jadi terdapat pengaruh model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar servis bawah pada permainan bolavoli. Kata Kunci : Pembelajaran langsung, Hasil belajar, Servis bawah, Pemainan bolavoli. Abstract Volleyball Games is one of the complex sports games because in this game several basic techniques are required, such as service, dig, attack, volley, block, and defense. To be able to perform those basic techniques, it is needed a process of effective learning so that the lessons can be delivered and received by the students well. One of the learning processes is the direct-learning model. By using direct-learning model it could help students developing basic technical skills in volleyball games. The objectives of this research are 1). to find out the application method of direct-model learning to the results of underhand service study in volleyball game. 2). To find out the influences of the direct-learning model toward the results of underhand service study in volleyball game. This Research is a kind of experimental research with a quantitative approach designed with one group pretest posttest design. The subject in this research is students of SDN Sawunggaling IV Surabaya numbered of 30 students. Based on the data from the results of research done, then some conclusions con be drawn as follows; this Direct-learning model application is very effective given in the physical-education subjects of underhand service course in volleyball game. Because in this direct-learning process the lessons and the aims are delivered directly and then give the examples by means demonstrating skills. Afterwards guide all of the students so that they are able to practice about what has been presented and direct-learning Model influences on the results of underhand service study in the volleyball game. This is based on the results of t test between pre-test and post­test results show that t calculation result is greater than t table that is 4.022 ≥ 1.699 with 95% accuracy extent (the real level a 0.05), so that Ho refused. Therefore, there is an influence of direct-learning model on the result of underhand service study in a volleyball game. Keywords: Pembelajaran langsung, Hasil belajar, Servis bawah, Permainan bolavoli.
SURVEI PENGUKURAN STATUS GIZI PADA SISWA SDN SIDODADI I KECAMATAN TAMAN KABUPATAN SIDOARJO TAUFIK, MUCHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Dibedakan antara status gizi buruk, kurang, baik dan lebih. Berdasarkan pengalaman selama ini, banyak sekolah belum pernah melakukan pengukuran status gizi pada siswa. Kondisi tersebut juga terjadi pada siswa sekolah SDN Sidodadi I Kec Taman Kab Sidoarjo yang belum pernah melakukan pengukuran status gizi secara riel, dan pihak guru masih menjadikan pengukuran tinggi badan dan berat badan sebagai pelengkap bank data SDN Sidodadi I. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran status gizi pada siswa dan mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi status gizi pada siswa. Peneliti ini merupakan penelitan survei. Dengan populasi penelitian ini adalah siswa SDN Sidodadi I yang berjumlah 312 orang. Instrument yang digunakan adalah IMT/U dan analisis  data yang digunakan persentase. Bedasarkan hasil penelitian, siswa yang termasuk kategori sangat kurus berjumlah 7 siswa ( 2,24%), kategori kurus berjumlah 12 siswa (3,84%), kategori normal berjumlah 214 siswa (68,50%), kategori gemuk berjumlah 37 siswa dengan (11,86%), dan kategori obesitas berjumlah 42 siswa dengan (13,46%). Jadi gambaran status gizi siswa SDN Sidodadi I mayoritas normal. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi yakni tingkat pendidikan, tingkat pekerjaan dan tingkat pendapatan orang tua.siswa SDN Sidodadi I Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci : status gizi.                                                                                Abstract Nutrient status is body condition  as a result of food consumtion and the use of nutrient substance. Different between the worst, worse, good and better nutrient status. Based on the experience, Many schools don’t conduct nutrient measure ment status to their student. The condition also happens in Sidodadi I Elementary School, Taman Sidoarjo. They never conduct nutrient status measurement for real, and teachers still use height and weight measurement as the complition of data bank On  Sidodadi I elementary school. The purpose of the study is to know nutrient status  description on students and to know what factors which influencing nutrient status on students, in this case the researcher uses survey method. Research population uses Sidodadi I Elementary School students,which concict of 312 students. which is the  instruments used IMT/U and data analysis for prosentase. Based on the result , they are 7 students who have thin-nest  criteria with 2,24% , 12 students who have thin criteria with 3.84%, 214 students who have normal criteria with 68,50% , 37 students who have fat criteria with 11,86% and 42  students who have obesitas criteria with 13,46% . The conclusion of student’s nutrient status in Sidodadi I Elementary School is normal, and the factors which influence the nutrient status are educational level, occupation level and the parent’s student of Sidodadi I Elementary School in come. Keywords: nutrient status
TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA EKSTRAKURIKULER TAEKWONDO DI SMA NEGERI 21 SURABAYA PUTU PRADIPTA IMANTARA, I
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kehidupan yang modern ini pendidikan adalah bagian yang paling integral yang harus ditempuh agar mampu bersaing dengan negara-negara di dunia pada era globalisasi ini. Pendidikan, pada umumnya dapat didapatkan melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dalam kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah, terdapat dua kegiatan yang disediakan oleh sekolah kepada siswa yaitu kegiatan intrakulikuler dan Ekstrakurikuler. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa di sekolah di luar jam pelajaran sekolah, dan pelaksanaannya dikondisikan sesuai dengan situasi dan kondisi di sekolah masing-masing. Pada umumnya, kegiatan Ekstrakurikuler di sekolah banyak yang berupa kegiatan olahraga. Kegiatan olahraga banyak dijadikan Ekstrakurikuler karena kegiatan tersebut dapat menunjang dan menjaga kondisi fisik serta kebugaran jasmani siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler taekwondo di SMA Negeri 21 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian survei. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler taekwondo di SMA Negeri 21 Surabaya yang berjumlah 10 orang. instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kebugaran jasmani dengan menggunakan MFT (Multistage Fitnes test) untuk mengukur maksimal kerja jantung dan paru-paru dengan prediksi VO2Max yang merupakan indikator tingkat kebugaran jasmani. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil perhitungan rata-rata atau mean sebesar 35.46 dan standar deviasi sebesar 2.23. Untuk varian sebesar 4.98. Sedangkan untuk nilai tertinggi sebesar 38.90 dan nilai terendah sebesar 31.40. Distribusi data berdasarkan kategori VO2Max diperoleh hasil sebagai berikut, untuk kategori kurang sekali sebesar 3 dengan persentase 30%, untuk kategori kurang sebesar 6 dengan persentase 60%, untuk kategori sedang sebesar 1 dengan persentase sebesar 10%. Kemudian, untuk kategori baik, baik sekali, dan sangat baik sekali sebesar 0 dengan persentase 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler taekwondo di SMA Negeri 21 Surabaya tergolong rendah. Kata Kunci: Tingkat kebugaran jasmani, Ekstrakurikuler Taekwondo Abstract In this modern life that education is the most integral part that must be taken in order to compete with other countries in the world in this era of globalization. Education, in general, can be obtained through a learning process in schools. In the teaching and learning activities in schools, there are two activities provided by the school to students that intracurricular and Extracurricular activities. Extracurricular activities are activities performed by students at a school outside of school hours, and its implementation is conditioned in accordance with the circumstances in each school. In general, Extracurricular activities in the school are a lot of sporting activities. Extracurricular activities serve as many sports activities can support and maintain the physical condition and the physical fitness of students in participating in learning activities at school. This study aims to determine the level of physical fitness of students who take taekwondo Extracurricular activities in Senior High School 21 Surabaya. This research is a type of survey research. Subjects in this study were students who take taekwondo extracurricular activities in Senior High School 21 Surabaya, amounting to 10 people. instrument used to collect the data is physical fitness test by using MFT (multistage fitness test) to measure maximal cardiac work and lungs with the VO2max prediction is an indicator of the level of physical fitness. Based on the results of data analysis has been performed, the obtained results of the calculation of the average or mean of 35.46 and a standard deviation of 2:23. For a variant of 4.98. As for the highest value of 38.90 and a low of 31.40. Data distribution by category VO2max obtained the following results, for the category of less once for 3 with a percentage of 30%, amounting to less than 6 categories with a percentage of 60%, the category is equal to 1 with a percentage of 10%. Then, for either category, kind, and very good at all at 0 with a percentage of 0%. It can be concluded that the level of physical fitness of students who take taekwondo extracurricular at Senior High School 21 Surabaya is low. Keywords: Level of physical fitness, extracurricular Taekwondo
PENGUKURAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI TERHADAP SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMA DR.SOETOMO SURABAYA PUSPO PRAKOSO, DAMAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani merupakan salah satu aspek penting khususnya dalam melakukan aktivitas olahraga.Kebugaran jasmani sangat dibutuhkan oleh manusia, karena faktor tersebut sangat menunjang hasil suatu aktivitas yang kita lakukan dalam kegiatan sehari-hari misalnya pada waktu melakukan aktivitas berolahraga contohnya olahraga bolavoli, di dalam bolavoli terdapat unsur-unsur melompat, memukul.Aspek-aspek tersebut membutuhkan kebugaran jasmani yang prima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli di sma dr. soetomo surabaya. Jenis penelitian menggunakan penelitian survei.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli yang berjumlah 20 siswa. Jenis instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kebugaran jasmani dengan menggunakan MFT (Multistage Fitnes Test) untuk mengukur maksimal kerja jantung dan paru-paru dengan prediksi VO2Max yang merupakan indicator tingkat kebugaran jasmani. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat diketahui bahwa dari hasil deskripsi data penghitungan rata-rata atau mean dari test MFT yang dilakukan oleh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli yaitu sebesar 32.50 dan Standart deviasi sebesar 26.5, serta Varian sebesar 7.02, kemudian nilai tertinggi sebesar 37.10, dan nilai terendah sebesar 27.90. Data berdasarkan kategori dan presentase yaitu siswa yang masuk dalam kategori kurang sekali sebanyak 15 orang dengan presentase sebesar 75%, dan yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 5 orang dengan presentase sebesar 25%, sedangkan yang masuk  dalam kategori sedang, baik, baik sekali, dan sangat baik sekali sebanyak 0 dengan presentase sebesar 0%. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli di sma dr. soetomo surabaya tergolong rendah. Kata Kunci: Tingkat kebugaran jasmani, Ekstrakurikuler bolavoli Abstract Physical fitness is an important aspect especially in sports activities. Physical fitness is need by humans, because these factors strongly support the result of the activites we do in daily activities such as when doing exercise activities for example sports volleyball in the volleyball there are elements of jumping, hitting a breakdown aspect requires excellent physical fitness. The purpose of this study was to assess the physical fitness of students who take the volleyball in high school extracurricular dr. soetomo surabaya. This research uses a survey research. Subjects in this study were students who take extracurricular volleyball totaling 20 students. The type of instrument used to collect the data is physical fitness test by using MFT (multistage fitness test) to measure maximal work heart and lungs with the VO2Max prediction is an indicator of the level of physical fitness. Based on the analysis of data it can be seen that from the description of the arithmetic average or mean of the tests conducted by the MFT students who take extracurricular volleyball in the amount of 32.50 and standart deviation of 26.5, as well as variants of 7.02, then the highest value for 37.10, and the lowest value was 27.90. Data based on the category and the percentage of students who fall into the category of less than once as many as 15 people with percentage of 75% , and that fall into the category of less by 5 people with a percentage of 25%, while that fall into the category of medium, fine, very good, and very good once as much as 0 with a percentage of 0%. It can be concluded that the level of physical fitness of students who take volleyball in high school extracurricular dr. soetomo surabaya is low. Keywords: Level of physical fitness, Extracurricular volleyball
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MODIFIKASI TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO) DWI PERMANA PUTRA, RICO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan salah satu cara untuk mengarahkan siswa dalam aktivitas jasmani termasuk keterampilan olahraga, salah satunya adalah pembelajaran atletik khususnya lompat jauh. Karena itu pendidik atau tenaga pendidikan diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang diharapkan.diSMP Negeri 1 Gondang Kabupaten Mojokerto dalam penyampaian materi pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, materi yang diberikan kepada siswa disampaikan masih menekankan pada aspek teknik saja. Hal ini akan berdampak kepada siswa yang menjadi kurang antusias mengikuti pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Modifikasi dianggap sebagai salah satu hal yang dapat membantu guru selama proses kegiatan belajar mengajar dengan keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah. Salah satu alat bantu pembelajaran atau media pembelajaran modifikasi yang dapat digunakan untuk pembelajaaran atletik nomor lompat jauh adalah menggunakan media pembelajaran modifikasi berupa kardus untuk sebagai stimulus pada  peserta didik untuk melakukan lompatan. dan diharapkan hasil belajar dapat meningkat.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh media pembelajaran modifikasi terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gondang Kabupaten Mojokerto 2) mengetahui seberapa besar pengaruh media pembelajaran modifikasi terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gondang Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan merupakan penelitian populasi yang berjumlah 32 siswa.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan media pembelajaran modifikasi terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gondang Kabupaten Mojokerto yang dibuktikan dari hasil thitung 32,31> nilai ttabel 2,042 dengan taraf signifikan 0,05. Besarnya pengaruh adalah 32,31%. Kata Kunci: media pembelajaran modifikasi (Treatment) ,  hasil belajar, lompat jauh gaya jongkok Abstract Physical education, sport and health is one way to engage students in physical activities including sport skills, one of them is athletics learning especially long jump. So the teachers are expected to create some learning atmospheres that are expected. At Gondang Junior High School 1 Mojokerto in teach physical education, sport and health, the materials which are given to the students just focused on the technical aspect only. This way will affect in students’ enthusiastic to join in physical education, sport and health lesson. Modifications are considered as one of thing that can help the teachers during the process of teaching and learning with the limitation that is haven by the school. One of the tools that can help the learning or modification learning media that can be used to learning the athletic especially long jump is use modification learning media that is hardboard as the stimulus of the students to do jumping. And it is expected can increase the long jump score. The purposes of this study were 1) determined the influence of treatment modification learning media to the long jump squat style score of seventh grade of Junior High school Gondang 1 mojokerto students 2) determined how much the influences of treatment modification learning media to the long jump squat style score of seventh grade of Junior High school Gondang 1 mojokerto students. This study used quasi-experimental study and used descriptive quantitative approach with 32 students. From the result of this study could conclude that there was a significant affect of treatment modification learning media to the long jump tuck style score of seventh grade of Junior High school Gondang 1 mojokerto students that was evidenced from the result of 32.31 t count> t table value of 2.042 with a significance level of 0.05. The magnitude ofthe effectwas32.31%. Keywords: treatment modification learning media, score, long jump tuck style
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN BOLAVOLI TERHADAP KERJASAMA SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS X BOGA 1 SMKN 3 PROBOLINGGO) KURNIAWAN, DEDDY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial,  penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih. Namun, sering kita lihat suatu fakta dalam implementasinya secara formal masih ada beberapa siswa yang pasif dalam pembelajaran di lapangan sehingga pada akhirnya siswa tersebut tidak dapat mencapai tujuan dari pembelajaran. Untuk itu guru harus memberikan materi yang jelas pada peserta didik, dengan cara menyampaikan pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Salah satu cara untuk menyampaikan pembelajaran yang kreatif dan inovatif adalah dengan cara memodifikasi sebuah pembelajaran agar lebih menarik serta membuat siswa menjadi antusias dan aktif dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Dalam suatu proses belajar dibutuhkan kerjasama karena kerjasama fakta yang terpenting dalam pembelajaran penjasorkes. Dalam hubungan kerjasama dengan kegiatan belajar yang terpenting adalah bagaimana menciptakan suatu proses belajar yang mengarahkan siswa untuk melakukan aktivitas belajar dan bagaimana guru juga melakukan usaha-usaha untuk dapat menumbuhkan kerjasama siswa agar dapat melakukan aktivitas belajar yang baik, begitu juga dalam pembelajaran olahraga permainan bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh modifikasi permainan bolavoli terhadap kerjasama siswa pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan studi pada siswa kelas X Boga 1 SMKN 3 Probolinggo. (2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modifikasi permainan bolavoli terhadap kerjasama siswa pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan studi pada siswa kelas X Boga 1 SMKN 3 Probolinggo. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa modifikasi permainan bolavoli dapat meningkatkan kerjasama siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes sebesar 2,20%. Peningkatan kerjasama siswa dari hasil pre-test dan post-test dengan hasil uji-t sampel berpasangan dengan t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,52 > 1,699). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan melalui modifikasi permainan bolavoli untuk meningkatkan kerjasama siswa dalam pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas X Boga 1 SMKN 3 Probolinggo. Kata kunci: Modifikasi, Permainan Bolavoli, dan Kerjasama Siswa Abstract Physical Education and Health is an integral part of the overall education, aims to develop aspects of physical fitness, motor skills, critical thinking skills, social skills, reasoning, emotional stability, moral action, aspects of healthy lifestyles and the introduction of a clean environment. However, we often see the facts in the formal implementation are still some students who are passive in learning in the field so that in the end the student is not able to achieve the goal of learning. For that teachers should give a clear material on learners, learning how to deliver creative and innovative in order to be more easily understood by learners. One way to deliver creative and innovative learning is a way to modify a lesson to make it more attractive and to make students become enthusiastic and active in the following study physical education, sports and health. In a learning process required cooperation due to the fact that the most important partnership in learning penjasorkes. In a cooperative relationship with the most important thing is learning how to create a learning process that directs students to perform learning activities and how teachers are also making efforts to foster cooperation for students to be able to do a good learning activities, as well as in learning volleyball game sport. The purpose of this study is (1) To determine whether there was an effect modification volley ball on student collaboration on learning physical education, sports and health studies in class X Boga 1 SMKN 3 Probolinggo. (2) To determine how much influence the modification volley ball on the cooperation of students in learning physical education, sports and health studies in class X Boga 1 SMKN 3 Probolinggo. Based on this research, it is known that the modification of the game of football can enhance students' motivation in learning to follow Penjasorkes of 6.06%. For motivation to learn there is an increase from the pre-test and post-test with the results of paired samples t-test with t-count is greater than t-table (5.51> 1.6905). So in other words it can be concluded that no significant effect modification through the game of football to increase students' motivation in learning Penjasorkes in class VII-F in SMP Negeri 2 Candi Sidoarjo. Keywords: Modification, Volley Ball Games, and Cooperation Student
PENGARUH PENERAPAN MODIFIKASI SMASH BOLAVOLI TERHADAP HASIL BELAJAR GERAK DASAR SMASH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 PRAJEKAN KABUPATEN BONDOWOSO) WIBISONO, REZEKI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan dari mulai merencanakan, menyelenggarakan, melaksanakan sampai kepada penilaiannya serta menyelenggarakan tindak lanjut apa dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam menyampaikan pembelajaran harus mempunyai model yang sesuai agar dapat berjalan secara efektif, karena pembelajaran yang akan disampaikan adalah pembelajaran smash bolavoli yang mengandung unsur gerak, membutuhkan kerja sama antar individu untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik, untuk itu pembelajaran yang cocok adalah pembelajaran modifikasi. Modifikasi smash bolavoli adalah salah satu usaha menyederhanakan materi pembelajaran smash bolavoli mulai dari gerakan yang mudah ke yang sulit sesuai karakteristik siswa agar siswa bisa mengikuti pembelajaran dengan senang dan tidak takut cidera. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Mengetahui adanya pengaruh penerapan modifikasi smash bolavoli  terhadap hasil belajar gerak dasar smash bolavoli pada siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 prajekan Kabupaten Bondowoso. 2. Seberapa besar pengaruh penerapan modifikasi smash  terhadap hasil belajar gerak dasar smash bolavoli pada siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 prajekan Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan hasil penelitian dan melalui perhitungan data menggunakan SPSS 20.0 menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji beda rata-rata menunjukkan hasil t-hitung> t-tabel (5,6 > 1,717), maka Hipotesis kerja (Ha) diterima apabila t-hitung> t-tabel, Ho ditolak. Dari hasil uji hipotesis di atas, dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar gerak dasar smash bolavoli. Dengan hasil perhitungan tersebut juga dapat diketahui bahwa modifikasi smash bolavoli  dapat meningkatkan hasil belajar smash bolavoli sebesar 8,6%. Kata Kunci : Modifikasi Smash Bolavoli, Hasil Belajar Gerak Dasar Smash Bolavoli Abstract The learning process is a series of activities from start to plan, organize, implement until the assessment and follow-up organized in learning activities. In presenting the learning must have an appropriate model to be able to run effectively, because learning to be delivered is learning volleyball smash that contain elements of motion, requires cooperation among individuals to achieve better learning outcomes, for the suitable learning is learning modification. Modifications smash volleyball is one of the efforts to simplify the learning materials smash volleyball ranging from simple movements that are difficult to fit the characteristics of the students so that the students can follow the learning with fun and not afraid of injury. The purpose of this study is 1. Knowing the influence of the modification application smash volleyball on learning outcomes basic motion smash volleyball in class XI IPA 3 SMAN 1 Prajekan Bondowoso. 2. How much influence the implementation of modifications to the learning outcomes motion smash smash volleyball on the basis of class XI IPA 3 SMAN 1 Prajekan Bondowoso. Based on the results of research and through the calculation of the data using SPSS 20.0 shows that the results of the calculation of the average difference test showed the results of the t-count > t-table (5.6 > 1.717), the working hypothesis (Ha) is accepted if t count > t tables, Ho is rejected. From the test results of the above hypothesis, it can be said that there is a significant influence on the outcome of learning basic motion smash volleyball. With the results of these calculations can also be seen that the modification smash volleyball can improve learning outcomes smash volleyball at 8.6%. Keywords : Modification Smash volleyball, Learning Outcomes Basic  Motion Smash volleyball

Page 32 of 109 | Total Record : 1082