cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENGARUH MODEL BELAJAR KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR START JONGKOK SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS XI BOGA 1 SMK NEGERI 3 KEDIRI) SAIFUL ALFIN, MUHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pelaksanaan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan sebuah investasi jangka panjang dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia. Namun, sering kita lihat suatu fakta dalam implementasinya secara formal masih ada beberapa siswa yang pasif dalam pembelajaran di lapangan sehingga pada akhirnya siswa tersebut tidak dapat mencapai tujuan dari pembelajaran.Untuk itu guru harus memberikan materi-materi yang jelas pada peserta didik, dengan cara menyampaikan pengajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga peserta didik termotivasi mengikuti pembelajaran. Salah satu cara untuk menyampaikan pengajaran yang kreatif dan inovatif adalah dengan cara menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakter siswa sehingga pembelajaran lebih menarik serta membuat siswa menjadi antusias dan aktif dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Dalam hubungan model belajar dengan kegiatan belajar yang terpenting adalah bagaimana menciptakan kondisi atau suatu proses yang mengarahkan siswa untuk melakukan aktivitas belajar dan bagaimana guru juga melakukan usaha-usaha untuk dapat menumbuhkan dan memberikan hasil belajar yang baik, begitu juga dalam pembelajaran start jongkok. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk dijadikan sumber referensi model pembelajaran yang tepat guna untuk pembelajaran start jongkok siswa kelas XI Boga 1 SMK Negeri 3 Kediri (2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh model belajar kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) terhadap hasil belajar start jongkok siswa kelas XI Boga 1 SMK Negeri 3 Kediri. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa model belajar kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar start jongkok siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sebesar 46%. Untuk hasil belajar ada peningkatan dari hasil pre-test dan post-test dengan hasil uji-t sampel berpasangan dengan t-hitung lebih besar dari t-tabel (16,6>1,714). Sehingga dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dengan diterapkannya model belajar kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) terhadap hasil belajar start jongkok siswa kelas XI Boga 1 SMK Negeri 3 Kediri. Kata Kunci :    Model belajar kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT), Hasil belajar, Start Jongkok Abstract Implementation of physical education, sport and health is along-term investment in improving the quality of human resources in Indonesia. However, we are often to see a fact in that a formal implementation, there are still some students who are passive in learning at the field so that in the end they are not to be able to achieve a goals of learning. So the teacher should be give a clear of learning materials for students with the way to teach creativity and innovative teaching, so that students are motivated to follow the lesson. One way to deliver creativity and innovative teaching is give a most good learning models to make it more attractive as well as making students become enthusiastic and active in following the teaching of physical education, sport and health. In connection between the learning models with learning activity, the most important is how does make to create a condition or a process that directs students to perform learning activities and how does teachers are also making efforts to be able to grows and provide learning result for students to do a good learning activities, as well as in learning the crouch start. The purpose of this research are (1) To be references source about learning models that most good for crouch start for students on grade XI Boga 1 Vocational High School 3 Kediri (2) To determine the influence of cooperative learning models of Teams Games Tournaments (TGT) type’s to learning result on student’s crouch start on grade XI Boga 1 Vocational High School 3 Kediri. Based on this research, it is known that the cooperative learning models of Teams Games Tournaments (TGT) type’s can enhance students' learning result of crouch start of 46%. For learning result there was an increase from the pre-test and post-test with the results of paired samples t-test with t-count is greater than t-table (16,6>1,714). So in other wordsit can be concluded that there is significant effects about cooperative learning models of Teams Games Tournaments (TGT) type’s to increase students' learning result on crouch start in grade XI Boga 1 Vocational High  School 3 Kediri. Keywords: Cooperative learning models of Teams Games Tournaments (TGT) type’s, Learning result, Crouch Start
PERBANDINGAN POLA ASUH OTORITER DENGAN POLA ASUH PERMISIF TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA (STUDI  PADA  SISWA  KELAS  VII SMP TAMAN PELAJAR SURABAYA) HADI WIJAYA, SEPTIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pola asuh orangtua merupakan interaksi dan bersosialisasi antara anak dan orang tua. Orang tua memberikan stimulasi yang bertujuan untuk mengubah perilaku anak dan memberikan pengetahuan yang dianggap sesuai dengan yang diharapkan orang tua. Agar nantinya anak tidak selalu membutuhkan bantuan orang lain serta mampu berkembang secara sehat dan optimal. Kedisiplinan merupakan suatu proses pendidikan yang harus dilakukan secara teratur dan juga merupakan pelatihan sikap serta perilaku yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan tindakan terhadap peraturan, tata tertib, norma-norma yang berlaku, baik tertulis maupun yang tidak tertulis. Oleh karena itu diperlukan pola asuh yang baik untuk membantu perkembangan kedisiplinan peserta didik secara optimal khususnya pada siswa kelas VII SMP Taman Pelajar Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah ; 1) Untuk mengetahui gambaran tingkat kedisiplinan pola asuh otoriter. 2) Untuk mengetahui gambaran tingkat kedisiplinan pola asuh permisif. 3) Untuk mengetahui adakah perbedaan yang signifikan antara pola asuh otoriter dan pola asuh permisif terhadap kedisiplinan siswa kelas VII SMP Taman Pelajar Surabaya. 4) Untuk mengetahui  pola asuh manakah yang lebih baik antara pola asuh otoriter dan pola asuh permisif terhadap  kedisiplinan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Taman Pelajar Surabaya dengan jumlah sampel sebanyak 70 siswa dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrument yang digunakan berbentuk angket dan dengan teknik analisis data menggunakan Chi-square tes. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pola asuh otoriter dan permisif tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kedisiplinan siswa dengan perhitungan SPSS for windows 20.0 yaitu dengan tingkat kesalahan α sebesar 5% (0,05), Asym.Sig 1,778 > 0,05 Kata Kunci : Pola asuh orangtua otoriter, pola asuh permisif, kedisiplinan. Abstract Parent’s educate pattern is one of interaction and socialization between children and parents. Parents give a stimulation which have a purpose to change children’s behavior and give a knowledge that seeing as parents expectation. A later, the children doesn’t need another else favor and being grow healthly and optimal. A discipline is one of education process which must be doing systematicaly and a attitude and behavior training that reflect loyality and precise action into a regulation, rules of order, and norms, written and/or unwritten. Because of that, need to educate pattern to help developing student’s discipline optimaly, in case within student class VII SMP Taman Pelajar Surabaya. The purpose of this research is : 1) To know a level of authoritative educate pattern discipline’s description. 2) To know a level of permissive educate pattern discipline’s description. 3) To check is there significant difference between authoritative educate pattern and permissive educate pattern to a discipline. The research’s subject is student class VII SMP Taman Pelajar Surabaya with amount of sample, 70 students with cluster random sampling technique. The instrument is in a form of questionnaire with data analysis technique using Chi-square test. Base on research result, can take conclusion that authoritative educate pattern and permissive educate pattern did not significant effect to student’s discipline with SPSS for windows 20.0 calculation, with false point level α as much as 5 % (0,05), Asym.Sig 1,778 > 0,05. Keywords : Authoritative educate pattern, permissive educate pattern, student”s discipline.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE SEPAK BOLA (STUDI  PADA  SISWA  KELAS  XI SMA NEGERI 1 SEKARAN LAMONGAN) EKA SETIAWAN, HABIL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran seorang guru sangatlah penting dalam suatu proses pembelajaran. Karena tujuan dari suatu pembelajaran adaalah merubah kemampuan peserta didik dari yang tidak menguasai materi sama sekali menjadi dapat menguasai materi meskipun tidak secara sempurna. Dalam starategi pembelajaran banyak model pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru untuk melangsungkan suatu proses pembelajaran. Dengan menerapkan model pembelajaran yang menarik dan efektif dapat memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga mendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam penelitian ini, model pembelajaran yang diterapkan adalah model cooperative learning tipe jigsaw pada pembelajaran dribble sepak bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw terhadap hasil belajar dribble sepak bola pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sekaran Lamongan. (2) Besarnya pengaruh hasil belajar dribble sepak bola dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learningtipe jigsaw pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sekaran Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini, untuk menentukan sampel menggunakan cluster random sampling dari populasi kelas XI SMA Negeri 1 Sekaran Lamongan dengan jumlah siswa 210 siswa dari 6 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 dengan jumlah 34 siswa. Dari hasil penelitian secara umum dan berdasarkan hasil penghitungan analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw terhadap hasil belajar dribble sepak bola dibuktikan dengan hasil t hitung> t tabel (6,717 >1,692). Adapun pengaruh tersebut ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar sebesar 29,87 %. Kata Kunci : Cooperative learning tipe jigsaw, Hasil belajar dribble sepak bola  Abstract The teacher’s role in the teaching and learning process is important because the objective of the learning is to improve the students’ ability from beginner into mastering the material even imperfect understanding. There are many learning strategies that are used by the teacher to conduct the teaching and learning process. By implementing the interesting and effective learning method help teacher to conduct the teaching, so it will contribute the learning result that proper to the objective of the learning. In this research, learning model that is used “Cooperative learning” jigsaw type on the football dribble. This research objectives are: (1) the effect of implementation “Cooperative learning” jigsaw type to the learning result on football dribble to the XI Graders of SMA Negeri 1 SekaranLamongan. (2) The amount effect of learning result of football dribble by implementing learning model “Cooperative learning” jigsaw type to the XI graders of SMA Negeri 1 SekaranLamongan. This research belongs to semi experimentalresearch that use descriptive quantitative approach. In this research, to determine the samples is used Cluster random sampling from the population of XI graders SMA Negeri 1 SekaranLamongan with amount of 210 students from six classes. This sample research is XI students’ science 2 with amount of 34 students. From general result of this research and based on the counting analysis data result, it can be concluded that the significant effect of the implementation learning model “Cooperative learning” jigsaw type to the result of football dribble proven by t count > t Table (6,717>1,692). Ultimately, the effect shows the improvement of learning result 29,87% Keywords: “Cooperative learning” jigsaw type, learning result of football dribble.
PERANAN GURU PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE KECAMATAN GRESIK YAN SATYAMARDIKA, BIMA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesehatan adalah keadaan yang komplit fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan. Pendidikan dan kesehatan mempunyai hubungan yang sangat erat, pendidikan mampu meningkatkan status kesehatan.  Untuk itu harus ada upaya pencegahan dan pentingnya penanaman pendidikan kesehatan di sekolah. Peran dan penyiapan tenaga pendidikan merupakan kunci dalam melakukan pendidikan kesehatan di tiap-tiap sekolah. Guru mempunyai peranan yang paling dominan terhadap kesehatan siswa-siswinya, lebih khususnya yakni guru penjas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru penjas dan seberapa besar peran guru penjas terhadap pendidikan kesehatan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah menengah pertama negeri se-kecamatan Gresik. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Instrumen  penelitian yang digunakan adalah angket tertutup. Teknik analisis data menggunakan perhitungan SPSS yaitu ANOVA. Hasil penelitian diperoleh dari hasil perhitungan angket yang diisi oleh 60 siswa – siswi di SMPN Se Kecamatan Gresik yang di ambil secara acak dan 12 guru pendidikan jasmani yang di ambil dari SMPN Se kecamatan Gresik. Hasil analisis data sebagai berikut: pendapat siswa terhadap peran guru penjas dalam pembelajaran pendidikan kesehatan di katagorikan baik dan pendapat guru terhadap pembelajaran pendidikan kesehatan dikatagorikan sangat baik. Hasil analisis data berdasarkan angket siswa dan guru penjas dalam pembelajaran pendidikan kesehatan termasuk kategori baik adalah SMP Negeri 2 Gresik dengan nilai rata-rata 91,67. Data diperoleh dari hasil perhitungan angket yang diisi oleh siswa-siswi dan guru penjas pada masing-masing sekolah. Penelitian ini diharapkan akan menjadi acuan untuk guru penjas agar lebih meningkatkan lagi kemampuan diri dalam mempraktekkan dan menularkan ilmu kepada siswa terutama dalam hal pembelajaran pendidikan kesehatan di sekolah. Kata Kunci : Guru Pendidikan Jasmani, Pendidikan Kesehatan, Sekolah menengah Pertama Negeri, Kecamatan Gresik Abstract Health is a condition which is completely physical, mental and social. It is not only talking about unhealthy and weakness. Education and health have an important relationship, education might increase the status of health. In doing so, it needs efforts to prevent and be aware to the importance of studying health education at school. The role and preparation of teachers are the key to exercise health education in each schools. Besides, teachers have the most important role for students' health, especially sport education teachers. This research is aimed to know how the role of sport education teachers is and to know how big the role of sport education teachers for health education in sport education teaching process of Junior High Schools in subdistrict Gresik is. This research used quantitative methods. While the instrument of this research used questionnaire closed. Then, for the data analysis technique used calculation SPSS, that is ANOVA. The result of this research is taken from the calculation of the questionnaire from 60 students randomly in Junior High School subdistrict Gresik and 12 sport education teachers from Junior High School subdistrict Gresik. The result of data analysis are shown below : Students' opinion to sport education teachers' role is categorized as good, while teachers' opinion to health education teaching process is categorized as very good. Then, the result of data analysis based on both students and sport education teachers' questionnaire in health education teaching process which is categorized as good is State Junior High School 2 Gresik which got 91.67 on an average. The data is taken from the calculation of questionnaire which is done by the students and sport education teachers in each schools. This research hopefully could be a reference for sport education teachers in order to increase their ability in practicing and teaching to their students especially in health education teaching process at school.  Keywords : Sport Education Teachers, Health Education, State Junior High School, Subdistrict Gresik. 
PENGARUH MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR LARI JARAK PENDEK (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GEDANGAN SIDOARJO) HARIS ALI MUFTI, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting bagi penyiapan anak-anak untuk menghadapi kehidupannya dimasa mendatang. Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Jadi pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting bagi anak-anak dalam pengubahan sikap dan tingkah laku melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Salah satunya yaitu pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang memberikan kesempatan pada anak didik untuk terlibat langsung dalam pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis. Secara umum kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan melibatkan aktivitas fisik, salah satunya dalam belajar lari jarak pendek. Untuk menunjang pelaksanaan pambelajaran lari jarak pendek tersebut, dibutuhkan kreativitas seorang guru. Sehingga proses pembelajarannya dapat memberi hasil belajar yang baik kepada anak didik. Namun, dalam pelaksanaan pembelajaraan di sekolah yang diutamakan bukanlah hasil waktu kecepatan lari, melainkan yang paling diutamakan adalah hasil belajar lari jarak pendek, anak didik harus dapat mengetahui teknik-teknik dasar lari jarak pendek, misalnya teknik dasar start, teknik lari dan masuk finish. Untuk itu, salah satu cara agar hasil belajar anak didik nanti hasilnya maksimal digunakanlah media sebagai sumber belajar salah satunya adalah media audiovisual. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap hasil belajar lari jarak pendek di SMPN 2 Gedangan. (2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh media audiovisual terhadap hasil belajar lari jarak pendek di SMPN 2 Gedangan.Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh media audiovisual terhadap hasil belajar lari jarak pendek dalam pembelajaran penjasorkes, diketahui bahwa media audiovisual dapat meningkatkan hasil belajar lari jarak pendek dalam pembelajaran penjasorkes sebesar 14,06%. Untuk hasil belajar lari jarak pendek  ada peningkatan dari hasil pre-test dan post-test dengan hasil uji-t sampel berpasangan dengan t-hitung lebih besar dari t-tabel (8,341 > 1,69). Sehingga dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan melalui media audiovisual untuk meningkatkan hasil belajar lari jarak pendek dalam pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas VII-G di SMP Negeri 2 Gedangan Sidoarjo. Kata Kunci: Pengaruh, Media Audiovisual, Hasil Belajar Lari Jarak Pendek   Abstract Education is a very important activity for preparing children to face the future life. Education is the process of changing attitudes and code of conduct of a person or group of people in a mature business man through teaching and training efforts. So education is completely important activity for children in changing attitudes and behavior through teaching and training efforts. In general, sports physical education learning activities involve physical activity and health, one of them in learning sprint. Those activities are carried out systematically. In general, physical education learning activities involve sports and health physical activity. It also happens in learning sprinting. To support the implementation of learning sprint, the teacher’s creativity is needed. So that the learning process can provide good learning result for students. However, in the implementation of learning in schools is not the result of time preferred running speed, but the main concern is the sprinting learning result. Students should be able to know the basic techniques of sprinting, for example, the basic techniques how do“start”, “run” and “enter” the finish. Therefore, one way to make the result of students’ becomes maximum, the use of learning media is needed. So the researcher applied a media to teach sprint which is called as audiovisual media. The purpose of this study was (1) to determine the effect of audiovisual media on sprinting learning result in Gedangan 2 junior high school (2) To determine the influence of audiovisual media on sprinting learning result in Gedangan 2 junior high school.Based on the results of research on the effects of audiovisual media on sprinting learning result, it is known that the audiovisual media to improve sprinting learning result of 14.06%. For sprinting learning result there is an improvement from the pre-test and post-test with the results of paired samples t-test with t-count is greater than t-table (8.341> 1.69). So in other words it can be concluded that there is significant influence through audiovisual media to improve sprinting learning result in class VII-G in the Gedangan 2 junior high school Sidoarjo. Keywords: Effects, Audiovisual Media, Sprint Learning Result
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ALAT BANTU BIDANG MIRING TERHADAP HASIL BELAJAR ROLL BELAKANG KAKI TEKUK (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO) ANDRI ARFIANTO, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pendidikan jasmani, olaharaga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk meningkatkan potensi fisik, keterampilan gerak, membudayakan sikap sportif, disiplin, kerjasama, keterampilan sosial, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan. Dalam rencana pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang disusun secara sistematis terdapat mata pelajaran senam. Aspek yang harus dikembangkan dalam pembelajaran senam lantai yaitu siswa dapat melakukan gerakan senam dengan benar, siswa dapat mengembangkan sikap disiplin, keberanian dan tanggungjawab serta dapat menjelaskan teknik gerakan senam lantai dengan benar. Salah satu komponen yang diajarkan dalam senam lantai adalah gerakan roll belakang. Roll belakang sendiri ada dua macam yaitu roll belakang kaki tekuk dan roll belakang kaki lurus. Pembelajaran senam yang diajarkan di SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo salah satunya adalah gerakan roll belakang kaki tekuk. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo, menemukan bahwa hasil belajar siswa pada materi roll belakang kaki tekuk masih rendah. Dalam pembelajaran materi senam roll belakang kaki tekuk, selama proses pembelajaran hanya selalu menggunakan matras datar. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mencoba menerapkan penggunakan media alat bantu bidang miring selama proses pembelajaran roll belakang kaki tekuk. Media bidang miring adalah suatu alat yang permukaannya datar dan memiliki suatu sudut, yang bukan sudut tegak lurus terhadap permukaan horizontal. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Ingin mengetahui pengaruh penggunaan media alat bantu bidang miring terhadap hasil belajar roll belakang kaki tekuk siswa kelas VIII SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo. (2) Ingin mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media alat bantu bidang miring terhadap hasil belajar roll belakang kaki tekuk siswa kelas VIII SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan Cluster Random Sampling diambil satu kelas dengan jumlah sampel sebanyak 32 siswa dari jumlah populasi sebanyak 276 siswa yang terbagi menjadi delapan kelas. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan media alat bantu bidang miring dapat meningkatkan hasil belajar roll belakang kaki tekuk sebesar 33,38 %. Untuk hasil belajar ada peningkatan dari hasil pre-test dan post-test dengan hasil uji-t sampel berpasangan dengan t-hitung lebih besar dari t-tabel (-19,32 > 1,6905). Sehingga dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan melalui penggunaan media alat bantu bidang miring untuk meningkatkan hasil belajar roll belakang kaki tekuk siswa kelas VIII SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo. Kata Kunci : Media, Roll Belakang Kaki Tekuk, dan Hasil Belajar   Abstract Phsycal education, sport, and health are integrally belonged to whole education system, aimed to improve physical potency, skill of body movement, civilize of sportive habbitual, dicipline, teamwork, social skill, attitude, healthy life-style and introducing clean environment by doing phsycal activity, sport, and health. There is gymnastic lesson in the planning of physical education, sport, and health which is arranged sistematically. The aspect needs to be developed in gymnastic floor is that the students will be able to make gymnastic movement well, and the students will be able to enhance dicipline attitude, bravery, responsibility, and also will be able to explain the gymnastic floor movement correctly. Back roll is one of components that is taught in the gymnastic floor. There are two kinds of back roll, they are back roll using bent leg and back roll using straight leg. The movement of back roll with bent leg is gymnastic learning which is taught in SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo. Based on the observation result of researcher in SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo, it is found out that the result of the students learning in the back roll using bent leg is still under average or low. The teachers just always use flat mattress during teaching and learning process learning of back roll using bent leg gymnastic. In this research, the researcher would like to try implementing the use of inclined plane media during the teaching and learning process of back roll using bent leg. Inclined plane media is a tool that its surface is flat and has a angle, which is not perpendicular angle toward the horizontal surface. The purposes of this study are (1) Would like to find out the effect of implementing inclined plane media toward of the students grade VIII SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo learning result in doing back roll with bent leg. (2) Would like to find out how big the effect of implementing inclined plane media toward of the students grade VIII SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo learning result in doing back roll with bent leg. The data collection technique  in this research used cluster randon sampling which is taken from 1 class with number of samples are 32 students from the population numbers as 276 students which divided onto 8 classes. Based on the result of the research, the research found out that the implementation of inclined plane media can enhance the result study of back roll using bent leg as 33,38 %. For the result of the study, there is an improvement from pre-test result and post test result with result of t-sample pairs with t-total is higher than t-table which is (-19,32 > 1,6905). In conclusion there is significant effect through implementing inclined plane media to improve learning result of back roll using bent leg for students grade VIII SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo. Keywords : Media, Back Roll With Bent Leg, Learning Result
MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA TERHADAP PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS X IIS 1 SMAN 1 SUKODADI LAMONGAN) HASANAH, USWATUN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan tidak akan berjalan selaras jika tidak adanya interaksi yang seimbang antara guru dan siswa. Seperti halanya pembelajaran bolavoli, tidak akan berjalan lancar jika siswa tidak melakukan tugas pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan semangat. Hal itu dikarenakan metode dan pembelajaran yang monoton. Untuk memberikan suntikan semangat itu seorang guru harus mampu membuat pembelajaran menjadi menarik dan tidak monoton, karena pembelajaran monoton akan membuat siswa menjadi bosan dan malas berinteraksi sehingga tujuan pembelajaran menjadi tidak tersampaikan. Salah satu metode agar siswa menjadi berminat adalah memodifikasi pembelajaran permainan bolavoli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Perbedaan pada minat siswa sebelum dan sesudah penerapan modifikasi pembelajaran permainan bola voli terhadap pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas X IIS 1 SMAN 1 Sukodadi Lamongan (2) Seberapa besar perbedaan minat siswa terhadap pembelajaran penjasorkes SMAN 1 Sukodadi Lamongan. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X IIS 1 SMAN 1 Sukodadi dengan jumlah sampel dan jumlah sampel yang di ambil adalah 37 siswa. Metode dalam analisa ini mengunakan metode statistic kuantitatif deskritif, sedangkan proses pengambilan data di lakukan dengan mengunakan angket atau kuesioner skala liker. Hasil analisa uji-t paired sample t-test didapatkan nilai thitung  2,592>1,690 ttabel  dengan kata lain bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara minat belajar siswa kelas X IIS 1 SMAN 1 Sukodadi Lamongan pada pembelajaran penjasorkes sebelum (pre-test) sebesar 98,84 dan sesudah (post-test) sebesar 102,27. Penerapan modifikasi pembelajaran permainan bolavoli. Modifikasi pembelajaran permainan bolavoli ternyata memberikan peningkatan minat siswa kelas X IIS 1 SMAN 1 Sukodadi Lamongan pada pembelajaran penjasorkes sebesar 3,43 (3,47%). Kata Kunci: Modifikasi, Modifikasi, permainan bolavoli, minat, pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Abstract Physical education will not running harmoniously if there is no balance interaction between student and teacher. As on the volleybll learning, will not run smoothly if student do not performing learning tas taht received from teacher enthusiastly. It is due to monotone method and learning. To give spirit a teacher must be able to make learning become interesting and not monotone, since monotone learning make student feel bored and reluctant to interact so learning purposes become not conveyed. One of the methods that make student become interest is by modify volleyball game learning. The aim of this research are to find out: 1) the student’s interest difference before and after the application of the volleyball game learning to physical education learning on student of Class X IIS 1 SMA Negeri Sukodadi Lamongan, 2) how big is the difference of student’s interest to physical education learning. Research subject is student of Class X IIS 1 SMA Negeri Sukodadi Lamongan with the amount sample are 37 students. Analysis method applying quantitative descriptive statistical method, while data collecting method performed using questioner with Likert scale method. T-test analysis result obtained tcount2,592>1,690 ttable in other words that there is significant improvement between student’s learning interest to physical education before (pre-test) as big as 98,84 and after (post-test) as big as 102,27. The application of volleyball game learning modification can give improvement to learning interest of student of Class X IIS 1 SMA Negeri Sukodadi Lamongan as big as 3,43% (3,47%) Keyword : Modification, volleyball game, interest, physical education learning, sport and health.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA KELAS UNGGULAN DAN SISWA KELAS NON UNGGULAN (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KERTOSONO) BUDI KRISNANTO, SETIAWAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga sangat penting bagi manusia untuk mencapai kehidupan yang sehat dan bugar. Dalam lingkungan sekolah, kesehatan dan kebugaran siswa dicapai melalui kegiatan olahraga yang diaplikasikan ke dalam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (Penjasorkes). Penelitian ini berupaya mengetahui (1) perbedaan kebugaran jasmani siswa kelas unggulan dan siswa kelas non unggulan, dan (2)  tingkat kebugaran jasmani siswa mana yang lebih baik antara mereka kelas unggulan dan siswa kelas non unggulan.Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengujian hipotesis dianalisis secara statistik untuk menguji hipotesis menggunakan uji-t (beda antar kelompok). Dari hasil perhitungan uji-t menunjukkan bahwa nilai thitung (0,235) lebih kecil dari ttabel (1,990) dengan menggunakan taraf signifikan 5%. Dengan demikian, Ha ditolak dan Ho diterima, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan antara tingkat kebugaran jasmani siswa kelas unggulan dan siswa kelas non unggulan. Kata kunci : Kebugaran Jasmani, Kelas Unggulan, Kelas Non unggulan Abstract Sport is very important for people to achieve a healthy and fit life. In the school environment, the health and fitness of students achieved through sporting activities applied to the subjects of physical education, sport, and health.This study seeks to determine (1) the difference of physical fitness class leading and class non-leading, and (2) the level of physical fitness of the students which one is better among their superior class and unseeded graders. The type of research is non-experimental research with quantitative descriptive approach. Testing hypotheses statistically analyzed to test the hypothesis using t-test (difference between groups). From the calculation of the t-test showed that tcount (0,235) is smaller than t table (1,990) using a significance level of 5%. Thus, Ho is rejected and Ha accepted, which means that there is no difference between the level of physical fitness class leading and class non-leading. Keywords: Physical Fitness, seeded Class, Class Non seed
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK PASSING KAKI BAGIAN DALAM PADA PERMAINAN SEPAK BOLA SAYUTI, PRAGITO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan yang mendasar adalah dalam pembelajaran Teknik Passing Kaki Bagian dalam Pada Permainan sepak Bola siswi kelas XI di sekolah SMK PGRI 7 Surabaya terdapat ketidak sesuaian dalam karakter siswi di sekolah tersebut sehingga hasil tes Teknik Passing kaki Bagian dalam Pada Permainan Sepak Bola belum memenuhi KKM 70%, oleh karena itu dengan menerapkan media Audio Visual siswi dapat menguasai keterampilan Teknik Passing kaki Bagian Dalam Pada Permainan Sepak Bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar Teknik Passing Kaki Bagian Dalam Pada Permainan Sepak Bola di SMK PGRI 7 Surabaya dengan menggunakan media pembelajaran Audio Visual (Video) karena menurut pengetahuan peneliti siswi kelas XI di SMK PGRI 7 Surabaya belum pernah mendapatkan materi pembelajaran dengan menggunakan media AudioVisual. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang menggunakan desain penelitian One Grup Pretest-Posttest Desing. Subjek penelitiannya adalah siswi kelas XI jurusan Akuntansi di SMK PGRI 7 Surabaya yang berjumlah 18 siswi. Dari hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa pada saat siswi mendapatkan perlakuan dapat terlihat perbedaan atau pengaruh terhadap hasil belajar Teknik passing kaki Bagian Dalam pada permainan Sepak Bola pada siswi kelas XI di sekolah SMK PGRI 7 Surabaya dengan menggunakan media Audio Visual yang dibuktikan oleh hasil uji beda pretest dan posttest menggunakan rumus uji T aspek keterampilan yang menghasilkan Mean pretest 31,686275 dan Sd 7,7616137. Sedangkan Mean posttest 38,29 dan Sd 5,861 yang menghasilkan nilai T 16. Adapun besar peningkatannya adalah 18%. Sedangkan hasil uji beda pretest dan posttest menggunakan rumus uji T aspek pengetahuan yang menghasilkan Median pretest 27 dan posttest 100 yang menghasilkan nilai Z -3,719. Adapun besar peningkatannya adalah 270,37%. Kata Kunci : Media Pembelajaran Audio Visual, Hasil Belajar, Teknik Passing kaki Bagian Dalam Pada Permainan Sepak Bola. Abstract The underlying issue is the learning Passing Techniques in Foot Part In Soccer Ball Game XI grade student at the school SMK PGRI 7 Surabaya there is a discrepancy in the character of the student in the school so that the results of tests Passing Techniques in foot section On Football Games KKM not meet the 70% , therefore by applying the Audio Visual media student can master the skills of Engineering Passing feet Inside at Football game. This study aims to determine the learning outcomes Passing Technique Leg Inside At Football Game at SMK PGRI 7 Surabaya by using instructional Audio Visual Media (Video) because, according to the researchers knowledge XI grade student at SMK PGRI 7 Surabaya has never obtain learning materials by using the media audiovisual. This research is a descriptive approach to experiment with quantitative research design pretest-posttest One group desing. Subject of research is a class XI student majoring in Accounting at SMK PGRI 7 Surabaya consisting of 18 students. From the results of research in general it can be concluded that when the girls get treated can be seen the difference or effect on learning outcomes passing technique feet Inside the football game in class XI student in school SMK PGRI 7 Surabaya by using instructional Audio Visual Media as evidenced by test results different pretest and posttest using the formula T test aspects of the skills that produce Mean pretest 31,686275 and Sd  7,7616137. While the posttest mean 38,29 and sd 5,861 which generate value T 16. The large increase was 18%. While the results of different test pretest and posttest using the formula T test aspects of knowledge which produces Median pretest 27 and posttest 100 which produces Z value -3.719. The large increase is 270.37%. Keywords : Learning Media Audio Visual, Learning Outcomes, Engineering Passing feet Inside At Football Game.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO COMPACT DISC (VCD) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VII C DAN VII B SMPN 1 JAMBON, PONOROGO) PRASTICIA, ATIKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suatu suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi pada dirinya. Sesuai dengan tujuan pendidikan, maka pendidikan jasmani merupakan sarana interaksi yang sangat efisien dalam mengembangkan potensi baik guru dan siswa. Materi pembelajaran dengan menggunakan media VCD terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli merupakan salah satu metode pembelajaran dengan menggunakan media. Pada saat ini proses pembelajaran passing bawah bolavoli di lapangan penggunaan media masih jarang digunakan karena pada umumnya materi disampaikan dengan demonstrasi langsung tanpa menggunakan media lainnya. Untuk itu agar proses pembelajaran tidak monoton, para guru diharapkan dapat menciptakan model-model dan inovasi pembelajaran terutama passing bawah bolavoli. Tujuan dari penelitian yang diajukan pada penelitian ini adalah: 1. Apakah ada pengaruh media video compact disc (VCD) terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Jambon, Ponorogo 2. Jika ada, seberapa besar pengaruh media video compact disc (VCD) terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Jambon, Ponorogo. Sasaran penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 1 Jambon, Ponorogo dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing kelompok terdiri dari 30 kelompok eksperimen dan 30 kelompok kontrol. Metode dalam analisa ini menggunakan deskriptif kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes passing bawah dengan pedoman penilaian brumbach forearms wall-volley test. Hasil dalam penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Jambon, Ponorogo, yang dibuktikan dari hasil uji t = thitung > ttabel (2,73>1,699) dengan taraf signifikan 0,05. Simpulan penelitian ada pengaruh penggunaan media VCD terhadap hsil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Jambon, Ponorogo. Besarnya pengaruh adalah 12%. Kata kunci: Media VCD, Hasil Belajar, Passing bawah bolavoli   Abstract  Physical education is a concious and planned effort to create such learning atmosphere  that would encourage student to actively develop their self potensial. In line with the purpose of education, physical education is a very efficient interaction tool to develop both the teacher and the students potensial. Using VCD to improve volleyball underpass learning result. Is one of the examples of media-aided learning process. To this date, volleyball underpass media-aided learning process is a very uncommon practice, because usually the learning, teachers are expected to invent new and innovative learning methods, specially for volleyball underpass. The purpose of this research are: 1. To find out the effect of VCD media-aided towards the volleyball underpass learning result in the 7th graders of SMPN 1 Jambon, Ponorogo., 2. If so, how much is the effect of VCD media-aided volleyball underpass learning result in the 7th graders of SMPN 1 Jambon, Ponorogo. This research is aimed for the 7th graders in SMPN 1 Jambon, Ponorogo, with the sample of 60 students which then grouped in into experiment abd control group, each consisted of 30 students. The research method used is descriptive quantitative, meanwhile the data is taken with underpass passing wich used brumbach forearms wall-volley test. From this research can be concluded that there’s a significant effect in underpass learning result, as the evidence is ttest result tcounted  is greater than ttable (2,73 > 1,699) with significancy 0,05. Research conclusion there is an effect of VCD media-aided towards the volleyball underpass learning result in the 7th graders of SMPN 1 Jambon, Ponorogo. The amount off effect was 12%. Keywords: VCD media, learning result, volleyball underpass

Page 33 of 109 | Total Record : 1082