cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA SMPN 1 SAMBENG DENGAN SISWA MTS 45 ASSA’ADAH KANDANGAN WAHYUDI,
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada masa-masa usia remaja13-16 tahun seluruh aspek perkembangan manusia baik itu kognitif, psikomotor dan afektif mengalami perubahan. Perubahan yang paling mencolok adalah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologis siswa. Dengan demikian siswa harus memiliki kondisi fisik yang bugar. Kebugaran jasmani sangat penting untuk menunjang kegiatan siswa di sekolah dalam mengikuti pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa SMP Negeri 1 Sambeng dengan siswa MTs 45 Assa’adah Kandangan. 2) Untuk mengetahui siswa mana yang memiliki tingkat kebugaraan jasmani yang lebih baik.Jenis penelitian ini adalah penelitian perbandingan (comparative research).Pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan metode Cluster random sampling. Untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani siswa pada penelitian ini mengunakan TKJI (tes kebugaran jasmani Indonesia). Analisis data menggunakanIndependent Samples Test. Berdasarkan hasil perhitungan data diperoleh hasil: nilai rata-rata dari hasil tes TKJI untuk siswa SMPN 1 Sambeng memiliki nilai rata-rata sebesar 15,23( kategori sedang). Sedangkan nilai rata-rata dari hasil tes TKJI untuk siswa sekolah siang memiliki nilai rata-rata sebesar 12,92(kategori kurang). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dilihat dari hasil uji Independent Samples Testmenunjukkan bahwa nilai signifikan (0,023) lebih kecil dari nilai alpha (5%) atau 0,05. Sehingga dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapa tperbedaan yang signifikan tingkat kebugaran jasmani antara siswa SMPN 1 Sambeng dengan MTs 45 Assa’adah Kandangan. Halini menunjukkan bahwa siswa SMPN 1 Sambeng memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik dari pada siswa MTs 45 Assa’adah Kandangan dengan selisih rata-rata 2.  Kata Kunci : Tingkat kebugaran jasmani, siswa SMPN 1 Sambeng, siswa MTs 45 Assa’adah Kandangan.     Abstract In the teenagers 13-16 years age all of human aspects development such as cognitive, psychomotor and affective were changes. The most visible changes are the growth and development of students' physical and psychological. Thus, students should have a fit physical condition. Physical fitness is very important to support students’ activity in the school to follow the study.The purposes of this research are: 1) To know the differences of physical fitness level among students of SMP Negeri 1 Sambeng and MTs 45 Assa’adah Kandangan. 2) To know which students who have better physical fitness level. This research is comparative research. To take the sample using Cluster random sampling method. To measure students’ physical fitness level in this research using IPFT (Indonesia physical fitness test). The data analysis using Independent Samples Test. Based on data calculation obtained result: the average value of the IPFT the students of SMPN 1 Sambeng have 15,23 average value (medium category). While the average value from the IPFT result of MTs 45 Assa’adah Kandangan has 12,92 average value (less category). Based on the data analysis and the discussion of Independent Sample Test showed that significant value (0,0023) is smaller than alpha value (5%) or 0.05. so Ha accepted and Ho rejected.Thus it could be conclude that there is a significant difference of students’ physical fitness level between SMPN 1 Sambeng and MTs 45 Assa’adah Kandangan. It shows that students’ of SMPN 1 Sambeng have better physical fitness level than MTs 45 Assa’adah Kandangan with difference average 2. Keywords: physical fitness level, students of SMPN 1 Sambeng, students of MTs 45 Assa’adah Kandangan.
PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN  TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH  BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VIII  SMP NEGERI 4 PASURUAN) DWI ARI LESTARI, SEPTA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan mata pelajaran yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Namun demikian masih sering kita lihat suatu fakta bahwa di dalam implementasinya secara formal ada beberapa siswa yang pasif dalam pembelajaran praktek sehingga tidak mampu mencapai tujuan kurikulum yang telah ditetapkan. Maka dari itu perlu diberikan modifikasi permainan yang mengandung unsur passing bawah bolavoli sebagai usaha penyampaian materi dengan menyederhanakan alat dan peraturan yang disesuaikan dengan karakter peserta didik. Dengan tujuan mempermudah proses belajar mengajar, menyampaikan materi secara kreatif dan inovatif, serta membuat peserta didik lebih senang saat proses belajar mengajar berlangsung khususnya permainan bolavoli. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Apakah ada pengaruh modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pasuruan? (2) Jika ada, Seberapa besar pengaruh modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pasuruan?. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pasuruan dengan jumlah sampel yang diambil 2 kelas, yaitu kelas VIII-A dengan jumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-D dengan jumlah 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes Passing bawah dengan pedoman penilaian brumbach forearms wall-volley test. Dari hasil penelitian melalui perhitungan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penerapan modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli yang dibuktikan dengan hasil uji t, didapat nilai thitung > ttabel (9,04 > 1,690) dengan taraf signifikansi 0,05%. Dengan hasil perhitungan analisa data juga dapat diketahui besar pengaruh penerapan modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli sebesar 23,26% Kata Kunci: Modifikasi Permainan, Passing Bawah Bolavoli Abstract Physical education, sport, and health is a  subject that must be followed by all student. However, we still often see a fact that in its implementation are some students who passive in practice learning that unable to achieve curriculum objective that already decided. Therefore, it need to delivered games modification that containing volleyball underpass element as an effort of matter conveying by simplified equipment and rules has been adjusted with student’s character. With puspose to facilitate teaching-learning process, conveying matter creatively and innovatively, and make student happier during learning take place especially volleyball game. Problem formulation of this research was to findout : 1) is there any effect from the game modification to underpass learning result in the eight grade student of SMPN 4 Pasuruan? (2) If there is, how much is the influence of modifications to the learning outcomes in volleyball under pass in eighth grade students of SMP Negeri 4 Pasuruan?  The object of research were eight grade students of SMPN 4 Pasuruan and the amount sample taken were 2 classes namely Class VIII-A with 32 students as experiment group and Class VIII-D as control group. Data collecting process conducted through down passing learning test with brumbach forearms wall-volley test manual scoring. From the results of research and through the calculation of the data analysis it can be concluded that there is a significant influence of the application game modifications to the underpass learning result that proven by t test result, it obtained tcount score > ttable (9.04 > 1.690) with signification rate 0.05%. from the data analysis calculation result also found the effect of game modification to volleyball down passing learning result as big as 23.26%.   Keywords : Game Modification, Volleyball Underpass
HUBUNGAN MOTIVASI PRESTASI OLAHRAGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA UPT SMANOR JATIM YULIANINGSIH,
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan berhubungan dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi. Untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu, semua ini terdorong karena adanya tujuan kebutuhan atau keinginan. Khusus dalam olahraga prestasi, seorang altet harus berlatih sesuai dengan program latihan sehingga mencapai puncak penampilan (peak performance) pada saat berlangsungnya pertandingan atau kompetisi. Dengan peak performance yang tinggi diharapkan seorang atlet mampu meraih peringkat tertinggi atau meraih gelar juara. Urutan atau gelar juara ditandai dengan medali, seperti medali emas, perak dan perunggu. Untuk mencapai peak performance perlu ditingkatkan pembinaan di berbagai cabang olahraga melalui pola pembinaan dan metode latihan yang lebih tepat, dengan didukung berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang sehingga kita dapat mengejar ketertinggalan dalam meningkatkan prestasi olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: mengetahui hubungan motivasi prestasi olahraga terhadap  prestasi belajar pada siswa UPT SMANOR JATIM. Sasaran penelitian ini adalah seluruh siswa UPT SMANOR JATIM yang berjumlah 162 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bersifat korelasional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket motivasi dan prestasi belajar (raport). Hasil penelitian: terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi prestasi olahraga siswa terhadap hasil prestasi belajar siswa UPT SMANOR JATIM. Motivasi prestasi siswa memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa sebesar 2,35%. Kata Kunci: Motivasi, Prestasi Olahraga, Prestasi Belajar. Abstract Motivation is a change of energy in a human privacy marked with affective appearance and reaction to reach the purpose. Motivation will cause the change of energy inside of the human, so will connect with a problem indication of psychiatric, feeling and emotion. Then to do something, all this push because of the purpose of needs or desire. Especially in achievement of sport. An athlete must train suitable with training program so that can reach the peak performance during the competition. With high peak performance an athlete is expected can reach top rank or be a champion. Title of champion marked with medalion, like gold, silver, and bronze medalion. To reach peak performance need to increase the development in various sports through development pattern and right exercise method. Supported by various science and growing technology that we can catch up increase sport achievement. The purpose of this research is to know the relationship of sport achievement motivation to student achievement of UPT SMANOR JATIM. The target of this research is all students of UPT SMANOR JATIM totally 162 students. This kind of the research is descriptive research that is corelation. Data measurement technic in this research used motivation questionnaire and raport. The result of the research. There is significant influence between sport achievement motivation of student to student learning achievement in UPT SMANOR JATIM. Students achievement motivation give effect to learning achievement up to 2,35%. Keywords : Motivation, Sport Achievement, Learning Achievement
PENGARUH PEMBELAJARAN GERAK DASAR LARI TERHADAP HASIL BELAJAR LARI JARAK PENDEK 40 METER (STUDI PADA SISWA KELAS V SDN KARANG DALAM 1 SAMPANG) ANISAH, DAKWATUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pada dasarnya gerak dasar manusia adalah jalan, lari, lompat, dan lempar. Gerak dasar lari merupakan dasar dari macam-macam keterampilan gerak lainnya yang sangat perlu adanya bimbingan, latihan, dan pengembangan agar anak-anak dapat melaksanakan gerak dengan baik. Faktanya berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SD Negeri Karang Dalam 1 Sampang pembelajaran penjasorkes masih belum memberikan pembelajaran yang sesuai untuk membuat siswa menguasai gerak dasar lari dengan baik. Belum dilaksanakan pembelajaran yang disengaja untuk membimbing, melatih, dan mengembangkan gerak dasar lari siswa. Untuk itu, perlu pembelajaran gerak dasar lari berdasarkan proses dan hasil untuk memberikan bimbingan, latihan, dan pengembangan gerak dasar lari siswa sehingga memberikan pengaruh terhadap keterampilan gerak dasar lari siswa. Sehingga peneliti mengkhususkan pembelajaran lari cepat 40 meter sebagai materi pembelajaran yang hendak dipengaruhi dengan pelaksanaan konsep pembelajaran gerak dasar lari. Fokus penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian berupa (1) pengaruh pembelajaran gerak dasar lari terhadap hasil belajar siswa pada materi lari? (2) berapa peningkatan hasil belajar siswa? Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan desain penelitian one group pre-test post-test design. Penelitian dilakukan di kelas V SD Negeri Karang Dalam I Sampang yang memiliki 73 siswa di kelas V sebagai populasi. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dan terpilih kelas V-B dengan jumlah siswa sebanyak 38 siswa menjadi sampel. Jumlah pertemuan sebanyak empat kali yang dilakukan dengan cara seminggu satu kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis untuk mengukur aspek kognitif dan observasi untuk aspek psikomotor. Data yang didapat dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji t-test dependent untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran gerak dasar lari terhadap hasil belajar lari jarak pendek 40 meter siswa kelas V SD Negeri Karang Dalam I Sampang dibuktikan dengan hasil t hitung > t tabel (7,734 > 2,013) pada taraf signifikansi sebesar 0,05. Peningkatan hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) dan sesudah perlakuan (posttest) sebesar 18,55%. Berdasarkan hasil tersebut disarankan pada guru untuk menggunakan pembelajaran gerak dasar lari sebagai alternatif dalam membelajarkan siswa tentang materi lari. Kata Kunci: pembelajaran gerak dasar lari, dan hasil belajar siswa Abstract Basically, a basic moving of human being is walking, running, jumping, and throwing. The basic moving of running is the basic from any kinds of other moving skills which need guidance, training, and development, in order children can do moving well. This fact based on observation and interview result of State Elementary School 1 Karang Dalam Sampang that penjasorkes lesson does not give appropriate learning yet to make students control the basic moving of running well. The learning for students is done expressly for guidance and training, it does not do yet. Therefore, moving running development based on process and result are needed for giving guidance, training, and development in  basic moving running for students, so that it will give influence for students basic moving running skill. So, the researcher emphasizes in 40 meters learning sprint as learning material which will be influenced by implementation concept of basic moving running education. This Observation’s focus is used to answer research questions, like: (1) the influence of basic moving running education toward the student’s learning outcomes on other running material. (2) How much student can improve their learning outcomes? Type of this research is quasi-experimental research which uses descriptive quantitative approach and the design of research uses one group pre-test post-test design. This research is done in State Elementary School 1 Karang Dalam Sampang which has 73 students in the V class as population. The choosing sample is done by cluster random sampling and VB class is selected by the number of grade 35 students sampled. Number of meetings is four times that done by one week of meetings. Data collection technique uses written tests to measure cognitive and observations for psychomotor aspects. The data can be analyzed by using descriptive analysis and dependent t-test to test the research’s hypothesis. The results showed that there was significant influence in basic moving running education toward learning outcomes sprinting 40 meters of students in V grade  at State Elementary School 1 Sampang which was evidenced by the results of the t > t table (7.734 > 2.013)  at a significance level of 0.05. Improved learning outcomes before treatment (pretest) and after treatment (posttest) are 18.55%. Based on these results, the teachers are suggested to use learning basic moving running as an alternative in teaching students about the running material Keywords: Basic running, and learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR RENANG GAYA DADA (STUDI PADA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER RENANG DI SMKN 3 KEDIRI) T. ARAFAT, RIF'AN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal di dalam kehidupan manusia. Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung seumur hidup. Tujuan pendidikan ialah membentuk anak menjadi anggota yang mempunyai kecakapan praktis dan dapat memecahkan masalah sosial sehari-hari dengan baik. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (Penjasorkes) memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Motivasi renang gaya dada merupakan suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya efektif dan reaksi untuk mencapai suatu teknik yang maksimal dalam melakukan renang gaya dada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar renang gaya dada pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler renang di SMKN 3 Kediri dengan jumlah sampel dua puluh orang. Data pada penelitian ini adalah nilai tes motivasi yang diperoleh siswa dengan mengisi angket motivasi belajar yang telah disiapkan peneliti. Pengisian angket dilakukan untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam mengikuti ekstrakulikuler renang khususnya renang gaya dada. Data diambil dengan cara siswa mengisi angket pre-test motivasi, pemberian treatment berupa model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT), dan mengisi angket post-test motivasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar renang gaya dada pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler renang di SMKN 3 Kediri sebesar 10,48%, yang dibuktikan dari hasil uji t hitung 5,57 > nilai t tabel 1,729 dengan taraf signifikan 0,05. Kata kunci: Teams Games Tournament (TGT), motivasi belajar, renang gaya dada. Abstract  Education is one of universal activity in human life. The essance of education is a consious effort to develop personality and ability in and out of school which will last a lifetime. The purpose of educataion is to form a child to become a member who has practical ability and able to solve daily social problem. Physical education, sport and health has important role in education as a process of lifetime human development. Motivation is a change in one’s personal energy whoch characterized with the onset of effectiveness and reaction to achieve a goal. Motivation can be either basic impulses or internal and external to get incentives or prizes. The purpose of this study was to determinte the effect of cooperative Teams Games Tournament (TGT) learning model on breaststroke learning motivation of participants in swimming extracurricular with a sample of 20 people. The data in this study is the motivation test scores obtained by the completed questionnaire that had been prepared. Questionairre was conducted to determine student’s motivation in participating in extracurricular especially breaststroke. Data collected by the motivtion pre-test, treatment in the form of Cooperative Teams Games Tournament (TGT), and a post-test questionnaire. From these results, can be concluded that there are significant influence on Cooperative Teams Games Tournament (TGT) learning model toward breaststroke learning motivation on participant of swimming extracurriculer in SMKN 3 Kediri is 10,48 % which proven by the result of rcount 5,57 > rtable 1,729 with significance level of 0,05. Keywords: TEAMS GAMES Tournament (TGT), learning motivation, breaststroke
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA AKTIVITAS SISWA YANG BERMUKIM DI RUMAH DENGAN AKTIVITAS SISWA YANG BERMUKIM DI PONDOK PESANTREN (PADA SISWA KELAS VIII DI MTS ATTANWIR BOJONEGORO) TEGUH KUSMINTO, PRIYO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu usaha untuk mengembangkan keolahragaan adalah melalui mata pelajaran pendidikan jasmani yang dilakukan di sekolah, karena mata pelajaran pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, kemampuan berpikir dan aspek sikap dengan cara melakukan aktivitas jasmani. Untuk itu kebugaran yang dimaksudkan adalah kebugaran yang mengarah pada kesehatan. Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari, tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Rendahnya tingkat kebugaran jasmani dapat disebabkan kurangnya gerak remaja masa kini. Untuk itu pendidikan jasmani dapat dijadikan sarana untuk memperbaiki dan membina tingkat kebugaran jasmani, selain untuk mencapai hidup sehat. Kurang tersedianya sarana dan prasarana yang memadai juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara aktivitas siswa yang bermukim di rumah dengan aktivitas siswa yang bermukim di pondok pesantren pada siswa kelas VIII di MTs Attanwir, dan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kebugaran jasmani antara aktivitas siswa yang bermukim di rumah dengan aktivitas siswa yang bermukim di pondok pesantren pada siswa kelas VIII di MTs Attanwir. Dalam penelitian ini, instrument yang akan digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kebugaran jasmani dengan menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) untuk mengukur kemampuan maksimal kerja jantung dan paru-paru dengan prediksi VO2 Max. Nilai daya tahan kardiorespirasi  yang dicerminkan oleh prediksi kapasitas VO2 Max merupakan indikator tingkat kebugaran jasmani. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasani antara siswa yang bermukim di pondok dengan dengan siswa yang bermukim di rumah, t hitung lebih kecil dari t tabel (0,792 < 1,990).  Tingkat kebugaran jasmani masing-masing kelas masuk dalam kategori kurang, baik siswa yang bermukim di pondok maupun siswa yang bermukim di rumah. Kata Kunci:  Tingkat Kebugaran Jasmani, Siswa bermukim di pondok pesantren dan di rumah   Abstract One of the efforts to develop the sport is through physical education subjects conducted in schools, because the subject of physical education is an integral part of education that aims to develop aspects of physical fitness, motor skills, thinking skills and attitudes aspects by means of physical activity. For it is meant fitness leads to health. Physical fitness is a person's body's ability to perform daily work tasks, without incurring significant fatigue. The low level of physical fitness can be due to lack of motion of today's youth. For the physical education as a way to improve and maintain physical fitness levels, in addition to achieving a healthy life. Lack of adequate infrastructure can also be a factor. The purpose of this study was to determine the difference between the activity level of physical fitness of students who live at home with the student activity residing in boarding school in eighth grade students in MTs Attanwir, and to know how big the activity level of physical fitness among students who live at home with activities of students who live in boarding school in eighth grade students in junior Attanwir. In this study, the instrument that will be used to collect the data is physical fitness tests using Multistage Fitness Test (MFT) to measure the maximum capability of the heart and lungs with a predicted VO2 Max. Cardiorespiratory endurance values are reflected by the prediction capacity of VO2 Max is an indicator of the level of physical fitness. The survey results revealed that there is no difference between the level of physical fitness students living in the Boarding school with the students who live at home, t is smaller than t table (0,792 <1,990). Physical fitness level of each class in the category less, both students who live in huts and students who live at home. Keywords: Level of Physical Fitness, students living in the Boarding school and at home
SURVEI PROSES PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN TERHADAP SISWA INKLUSI (STUDI PADA 9 SEKOLAH DASAR INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR NEGERI WILAYAH SURABAYA BARAT) HASAN BASYRI, AHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan inklusif di Indonesia mulai diberlakukan sejak diterbitkannya Permendiknas No 70 tahun 2009. Sedangkan di Surabaya pada tahun 2013 sudah terdapat 50 sekolah dasar negeri yang  ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk menjalankan program sekolah inklusif yang telah tersebar di seluruh wilayah dan persebaran sekolah inklusif dari wilayah yang dimaksud adalah 9 sekolah inklusif terletak di wilayah Surabaya utara, 14 di wilayah selatan, 6 di wilayah pusat, 12 di wilayah timur, dan 9 di wilayah barat. Hal ini merupakan pengalaman baru bagi para guru khususnya guru PJOK yang diharapkan  mampu mengadaptasi metode pengajaran yang sesuai dengan  tingkat dan jenis kebutuhan siswa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan optimal. Penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan menggunakan metode penelitian survei. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah menggeneralisasikan mengenai bagaimana proses pembelajaran guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap siswa inklusi. Mengingat  judul penelitian ini masih yang pertama, terbukti dengan pantauan peneliti di perpustakaan, maka yang menjadi fokus penelitian adalah hanya pada 9 sekolah dasar inklusif yang ada di sekolah dasar negeri yang terletak di wilayah Surabaya barat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1) proses pembelajaran guru PJOK terhadap siswa inklusi yang ada di wilayah Surabaya barat termasuk kategori “Cukup” dengan persentase sebesar 73,08 %. Sedangkan kategori dari persentase setiap sekolah yaitu kategori “Tidak Baik” sebanyak 0 sekolah, kategori “Kurang Baik” sebanyak 2 sekolah, kategori “Cukup” sebanyak 2 sekolah, kategori “Baik” sebanyak 5 sekolah. 2) faktor penunjang dan penghambat yang paling utama yaitu a) tidak adanya sarana dan prasarana yang memang sengaja dikhususkan untuk siswa inklusi; b) Kemampuan guru dalam mengenal dan memahami tingkat dan jenis kebutuhan siswa inklusi; c) Keberadaan GPK dalam membantu mendampingi siswa saat pembelajaran PJOK. 3) Metode yang digunakan adalah menggunakan metode keseluruhan. Simpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini bahwa proses pembelajaran guru PJOK terhadap siswa inklusi wilayah Surabaya barat dapat dikategorikan “Cukup”. Kata Kunci: Inklusi, PJOK. Abstract Inclusive education in Indonesia prevailed since the publication of Ministerial Regulation No. 70 in 2009. While in 2013 there have been 50 state elementary schools appointed by the Department of Surabaya Education to carry out the inclusive schools program that have spread throughout the region and the distribution of the inclusive schools in Surabaya are: 9 inclusive schools in the North Surabaya, 14 inclusive schools in the South of Surabaya, 6 inclusive schools in the Centre Surabaya, 12 inclusive schools in the East Surabaya, and 9 inclusive schools in the West Surabaya. This is a new experience for teachers, especially the education of physical, sport and healthy teachers which are expected to adapt their teaching methods which are suitable with the level and types of students’ need so that the learning process can run optimally. Research conducted by the author is using Survey Research Methods. It is intended to ease the generalization of how learning process conducted by education of sports physical education and health teachers to the inclusive students. Considering that this research is the first research, it is proved by the researcher’s watch-list in the library, so there are only 9 inclusive state elementary schools focused in the West Surabaya. The results obtained from this study are as follows: 1) the learning process of sports physical education and health teachers to the inclusive students in the West Surabaya categorized as "Enough" by percentage of 73.08%. While the percentage of each school which categorizes as  "Not Good" as much as 0 school, 2 schools categorized as “Less Good”, 2 schools categorized as “Enough”, and schools categorized as “Good; 2) the most important factors of supporting and inhibiting, namely: a) the lack of infrastructures and facilities that are deliberately devoted to the inclusion students; b) the ability of teachers to recognize and understand the level and type of inclusions student needs; c) the existence of GPK in helping to accompany students during the learning process of education of physical, sport, and healthy; 3) The method used is using a whole method. Conclusions that can be obtained from this study that the learning process of sports physical education and health teachers to inclusive students in West Surabaya can be categorized as "Enough". Keywords: Inclusion, Sports physical education and health.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERATURAN PEMAINAN BOLA BASKET PADA PESERTA DIDIK                             (STUDI PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 DLANGGU KAB. MOJOKERTO) TRI MADA, HARRIES
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan pembelajaran Pendidikan jasmani sering sekali muncul beberapa kendala serta hambatan. Dalam proses kegiatan belajar mengajar dalam materi bolabasket sering kali para peserta didik merasa kesulitan saat menghadapi soal-soal ujian tentang peraturan permainan bolabasket. Diduga hal ini terjadi karena pemahaman peserta didik dalam peraturan permainan bolabasket masih kurang. Mengingat pentingnya kemampuan siswa dalam bidang studi Pendidikan jasmani sebagai tolak ukur keberhasilan belajar, maka dirasa sangat penting segera menuntaskan kendala dan hambatan yang ada. Berbagai permasalahan yang menyebabkan rendahnya tingkat keterampilan dan penguasaan siswa dalam memahami materi peraturan permainan bolabasket. Dalam penelitian ini mencoba mencari tahu apakah dengan media audio visual dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap peraturan permainan bolabasket? Penelitian ini termasuk riset aksi atau PTK. Penelitian ini dibagi dalam tiga siklus dan terdiri dari tiga kali pertemuan. Tiap-tiap siklus pada PTK memiliki empat tahap, yaitu Planning (Rencana), Action (tindakan), Observation (Pengamatan), dan Reflection (Refleksi). Hasil penelitian menunjukkan, ternyata melalui media audio visual rerata tingkat ketuntasan belajar siswa secara individual pada tiap siklus pembelajaian terlihat ada peningkatan, dari 73,958% pada siklus I menjadi 77,856% pada ahkir siklus 2. Kemudian dilihat dari jumlah siswa yang tuntas belajarnya juga ada peningkatan, dimana pada siklus I ada 19 siswa yang telah tuntas dan pada siklus 2 sebanyak 26 siswa telah tuntas dalam pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini adalah pemahaman peserta didik terhadap peraturan permainan dalam pembelajaran bolabasket di kelas IX SMP Negeri 2 Dlanggu kab. Mojokerto hasilnya cukup baik. Kata Kunci : Pemahaman Peraturan Permainan, Penelitian Tindakan Kelas, Media audio visual. Abstract The physical education lesson activity often dealing with some problem. In the teaching basketball material most of student face some difficulty in answering exam question that has relation with basketball. This may happen because the student knowledge or understanding about basketball rule of the game is still less. Because of the importance about the student ability in physical education as the needed requirement, it is very impotant ability that should solve the problem occur in it. Many problems become the cause of less why student has less ability and knowledge in understanding basketball rule of the game. In this try to find whether the audio visual can improve the students’ understanding about basketball rule of the game? This research is an action research or PTK. This research is divided into three phase and it consists of three meetings. Each of the phase has four steps, that are Planning, Action, Observation, and Reflection. The research result showing that average students’ individually in every phase increasing, from 73,958 % in first phase become 77,856 in second phase. Which in first phase there are 19 students fulfill the exam and second pase there are 26 students complete the level of learning. The conclusion of this research is the student understanding to the basketball rule of the game in class IX  in SMP Negeri 2 Dlanggu Kab. Mojokerto is good enough                                                                               Keywords : Understanding to the rule of the game, Action Research, Audio Visual
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG MAKANAN YANG BERGIZI DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA KELAS ATAS MADRASAH IBTIDAIYAH MIFTAHUL HUDA PUNGGULREJO, RENGEL, TUBAN ALIF KUSHAR, AWANDA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak sebagai generasi penerus yang dalam pertumbuhannya memerlukan asupan gizi yang cukup. Pengetahuan anak tentang makanan yang bergizi adalah modal untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup, diharapkan semakin tinggi tingkat pengetahuan anak tentang makanan yang bergizi semakin baik asupan gizi yang diterima anak. Asupan gizi yang sesuai serta porsi makan yang cukup diharapkan akan membuat anak memiliki status gizi yang ideal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan siswa tentang makanan yang bergizi dengan status gizi. Dan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan tingkat pengatahuan siswa tentang makanan yang bergizi dengan status gizi. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dan desain yang digunakan adalah korelasional, dimana yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas atas MI Miftahul Huda Punggulrejo, Rengel, Tuban sebanyak 72 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa tentang makanan yang bergizi dan IMT/U untuk mengukur status gizi. Analisis data  yang digunakan adalah koefesien kontingensi. Berdasarkan hasil penelitian dengan populasi sebanyak 72 siswa, rata-rata status gizi siswa adalah normal dan tingkat pengetahuan siswa tentang makanan yang bergizi adalah sedang. Siswa dengan tingkat pengetahuan tentang makanan yang bergizi kurang yang memiliki status gizi sangat sangat kurus 4 siswa (5,6%), kurus 7 siswa (9,7%%), normal 14 siswa (19,4%). Siswa dengan tingkat pengetahuan tentang makanan yang bergizi sedang yang memiliki status gizi sangat kurus 4 siswa (5,6%), kurus 3 siswa (4,2%), normal 22 siswa (30,6%), gemuk 2 siswa (2,8%), gemuk 2 siswa (2,8%), obesitas 3 siswa (4,2%). Siswa dengan tingkat pengetahuan tentang makanan yang bergizi baik yang memiliki status gizi kurus 1 siswa (1,4%), normal 12 siswa (16,7%). Berdasarkan hasil analisis koefesien kontingensi tingkat pengetahuan siswa tentang makanan yang bergizi dengan status gizi memiliki nilai sig. 0,100>α 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan siswa tentang makanan yang bergizi dengan status gizi siswa MI Miftahul Huda Punggulrejo Rengel Tuban. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan Gizi, Status Gizi Abstract Children as the successor generation where in their growth need enough nutrition. Children’s knowledge of nutritious foods is a basic for getting enough nutrient. It is hoped higher childred’s knowledge of nutrient foods, better nutrition they will get. An appropriate nutrition and enough food portion is hoped to create a children with an ideal nutrient status. The aim of this research is to identify the correlation between the students knowledge level about nutritious food and nutrient status. In addition, to identify how much the role of students’ knowledge about nutritious food and nutrient status. This research is a non experimental research and using correlational design, where the population in this research are all of the students of high class Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Punggulrejo Rengel Tuban or about 72 students. The research instrument used in this research is in the form of quessionaires for measuring the students’ knowledge of nutritious foods, and IMT/U for measuring nutrient status. The data analysis used in this research is contingency coefficient.  Based on the research with 72 students population, on average students’ nutrient status are normal and their knowledge level about nutritious foods is medium. Students with low level of nutritious foods’ knowledge and have very thin nutrient food is 4 students (5.6%), thin 7 students (9.7%), normal 14 students (19.4%). Students with medium knowledge of nutritious food level and have a very thin nutrient status are 4 students (5.6%), thin 3 students (4.2%), normal 22 students (30.6%), fat 2 students (2.8%), obbesity 3 students (4.2%). Students with good knowlede of nutritious food level and have a very thin nutrient status is 1 student (1.4%), normal 12 students (16.7%). According to the result analysis of  contingency coefficient level of students’ knowledge about nutritious foods and nutrient level have a value sig. 0.100>α 0,05, so H0 accepted and Ha rejected. Therefore, we can conclude that there is not a significant correlation between students’ knowledge of nutritious foods and nutrient level of the students Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Punggulrejo, Rengel, Tuban. Keywords: Nutrition knowledge level, Nutrient status.
PENGARUH PENYELENGGARAAN UNESA CUP BASKET TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER  BOLA BASKET OKTAVIAN, OKKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada akhir-akhir ini kegiatan ekstrakurikuler sedang marak dikembangkan untuk peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Fenomena yang terjadi sekarang ini mengatakan bahwa melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah dapat membina dan meningkatkan prestasi siswa yang pada akhirnya juga akan dapat mengangkat nama baik sekolah. Kompetisi bolabasket di Indonesia banyak dan berkembang mulai dari profesional, semi profesional, mahasiswa, dan pelajar. Khusus untuk kalangan pelajar, salah satu kompetisi bolabasket antar pelajar yang diselenggarakan di Surabaya adalah UNESA CUP. Kompetisi ini diselengggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya yang bekerja sama dengan PERBASI (Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia) Jawa Timur. Berdasarkan pernyataan di atas, maka penulis ingin melakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh UNESA CUP terhadap motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak UNESA CUP terhadap motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMAN 1 Sooko. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode angket. Dari hasil penelitian terlihat bahwa, dari 40 siswa dengan pengetahuan tentang UNESA CUP terdapat 2 siswa dengan persentasi dibawah 50% dan 2 siswa dengan nilai diatas 80%. Sedangkan terlihat bahwa dari 40 siswa pada motivasi untuk mengikuti ekstrakulikuler bolabasket di SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto dengan motivasi tidak lebih dari  50% ada 2 siswa dan 20 siswa dengan motivasi lebih dari 80%. Terlihat dari data deskriptif motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bolabasket di SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto banyak siswa memiliki motivasi tinggi untunk mengikuti ekstrakurikuler bolabasket. Kata Kunci : UNESA CUP, motivasi, ekstrakurikuler, bolabasket Abstract Recently, the extracuricullar activity is being established to improve the qualified human resource. this phenomenom shows that trough extracuricullar activity, school can develop and increase student’s achievement. As the result, it can increase the credibility of the school also. There are a lot of basketball competition in Indonesia. It consist of competition for professional, semipro, university students, and secondary school students.UNESA CUP is basketball competition for students from Surabaya. This competition is brought to you by University Of Surabaya with PERBASI (Indonesia Basketball Association) East Java. Based on thos statement above, the writer would like to make a research to find out how much the effect of UNESA CUP for students motivation in joining the basketball extracuricullar activity. The purpose of this research is to find out the effect of UNESA CUP for student’s motivation in joining the basketball extracuricullar activity in SMAN 1 Sooko. This research is categorized as cuantitative research which uses questionnaire method. Based on research, it is know that from 40 students who know about UNESA CUP there is 2 student have score under 50% and 2 student have score higher then 80%. And then from 40 student the student’s motivation to join the basketball extracurricular activity in SMAN 1 Sooko Mojokerto 2 student don’t have score higher then 50% and the 20 student have score higher then 80%. Based on those descriptive data, most of students of SMAN 1 Sooko Mojokerto have good motivation in joining basketball extracurricular activity. Keywords : UNESA CUP, Motivation, Extracurricular, Basketball.

Page 34 of 109 | Total Record : 1082