cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS XI IPA DAN KELAS XI IPS (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEHERI 3 SIDOARJO) AZMI, ULUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-spritual-dan sosial), serta pembiasan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas XI IPA dengan siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 3 Sidoarjo Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 128 siswa. Sedangkan jumlah sampel pada penelitian ini keseluruhan adalah 64 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan  non eksperimen. Penelitian non ekspeimen adalah suatu penelitian yang tidak diberikan perlakuan atau manipulasi terhadap variabel yang mungkin berperan dalam munculnya suatu gejala, karena gejala yang diamati telah terjadi (ek-post-facto) (Maksum, 2009).  Berdasarkan hasil tes MFT siswa diketahui bahwa hasil Multistage Fitness Test siswa SMA NEGERI 3 Sidoarjo untuk kelas XI IPS memiliki nilai rata-rata sebesar 28,1600, nilai standar deviasi sebesar 7,29400, nilai varian sebesar 53,202, nilai terendah sebesar 20,70 dan nilai tertinggi sebesar 46,50, sedangkan untuk kelas XI IPA memiliki nilai rata-rata sebesar 27,4788, nilai standar deviasi sebesar 6,71504, nilai varian sebesar 45,092, nilai terendah sebesar 20,70, dan nilai tertinggi sebesar 46,50. Nilai F hitung sebesar 0,510, nilai probabilitas (Sig.) sebesar 0,748, dan nilai t hitung sebesar 0,386. Dari hasil analisis data, dapat dikatakan bahwa kebugaran jasmani siswa kelas XI IPA dan IPS di SMA Negeri 3 Sdoarjo dalam kondisi kurang. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani Abstract  Basically, physical education is a part of integral education system. Therefore, the implementation of physical education must be directed to achieve those goals. Physical education is a media to support the motoric development, physical skill, knowledge and reasoning, internalizing the values (attitude-mental-emotional-spritual-and social), and accustoming the healthy lifestyle to stimulate the balanced growth and development. This research aims to find the level of students’ physical fitness between eleventh grade of science and eleventh grade of social. The population in this research is 128 students. There aea 64 students become the research sample. This research used non experimental approach. Non experiment research is a reaserch which is not given treadment or manipulation in the variable wich is possible to create an indication, because the observed indication has been noticed (ek-post-facto) (maksum,2009). Based on the resultd of studdents’ MFT test, the result of the Students’ Multistage Fitness Test at SMA Negeri 3 Sidoarjo for the social class is 28,1600 for its everage score, the deviation standard score is 6,71504, the variant score is 53,202, the lowest score is 20,70, and the highest score is 46,50. The result of the Students’ Multistage Fitness Test at SMA Negeri 3 Sidoarjo for the science class is 27,4788 for its average score, the deviation standard score is 6,71504, the variant score is 45,092, the lowest score is 20,70, and based on the data analysis, can be stated that the students of eleventh grade of science and eleventh grade social at SMA Negeri 3 Sidoarjo are still lack of physical fitness. Keywords: physical fitness
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGUASAAN TEKNIK SMASH KEDENG (STUDI PADA EKSTRAKURIKULER SEPAK TAKRAW SMP NEGERI 2 GEDEG KABUPATEN MOJOKERTO) EKA PRASETIAWATI, HENY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses belajar-mengajar adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian komunikasi, proses penyampaian pesan dari sumber melalui saluran atau media tertentu kepada penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran atau media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Smash kedeng adalah pukulan smash yang dilakukan dengan menjulurkan kaki ke atas mengejar bola, tidak dilakukan dengan putaran badan (salto) di udara. Dalam pengajaran materi smash kedeng ini menggunakan media audio visual guna untuk meningkatkan hasil belajar smash kedeng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan besarnya media audio visual terhadap penguasaan teknik smash kedeng pada ekstrakurikuler sepak takraw SMP Negeri 2 Gedeg Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler sepak takraw sebanyak 24 siswa. Istrument penelitian ini berupa tes smash kedeng dengan pengambilan data dengan cara pre-test dan post-test. Hasil penelitian yang didapat adalah terdapat pengaruh media audio visual terhadap penguasaan teknik smash kedeng pada ekstrakurikuler sepak takraw SMP Negeri 2 Gedeg Kabupaten Mojokerto. Hal ini ditunjukkan dari perhitungan T-Test sampel sejenis bahwa nilai thitung (18,02) lebih besar dari ttabel (2,069) dengan menggunakan taraf signifikan 5% dan besar pengaruh media audio visual terhadap penguasaan teknik smash kedeng pada ekstrakurikuler sepak takraw SMP Negeri 2 Gedeg Kabupaten Mojokerto yaitu sebesar 21,53%. Kata Kunci: Media Audio visual, Smash Kedeng. Abstract Sport has the important role in national development and needs to be treated and developed. Training centers, clubs, and extracurricular activities should increase spritiual health, character, discipline, sportmanship, and the development of sporting achievement that can to be active participantin sports activities, especially in “sepak takraw”. “Kedeng smash” is a smash that that is done by sticking a leg up to chase the ball, it is not done with body rotation (somersault) in the air. Using audio visual as media in teaching kedeng smash to improve kedeng smash outcomes. The purpose of this study is to determine the effect and the influences of audio visual as a media for smash kedeng technique in the extracurriculer at SMPN 2 Gedeg, Mojokerto. This research is experimental study. The paticipants of this research are 24 students. The data instrument of this research is pre test and post test. The results are obtained audio visual media influence to master kedeng smash technique in sepak takraw extracurriculer junior high school of Mojokerto city. It showed from the calculation of the t-test (18,02) is greater from tabel (2,069) by using 5% sicnificant and the influence audio visual media for mastering smash kedeng technique in sepak takraw extracurriculer SMPN 2 Gedeng, Mojokerto are 21,53%. Keywords: Audio visual media, Smash Kedeng.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR  PASSING PADA  PERMAINAN SEPAKBOLA MELALUI METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG SISWA KELAS V SDN TULANGAN II SIDOARJO NOVAN KUSUMA WARDANA, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah secara umum peran guru masih sangat dominan sehingga siswa hanya menerima pelajaran dan mereka tidak dapat belajar sesuai dengan tahap perkembanganya. Oleh karena itu maka perlu diberikan suatu model pembelajaran yang lebih bervariatif seperti, pembelajaran langsungdengan variasi modifikasi media sehingga diharapkan siswa dapat berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran. Begitu juga yang terjadi pada siswa kelas V SDN Tulangan II Sidoarjo, sebanyak 83,3% siswa memiliki kemampuan yang rendah terhadap materi passing pada permainan sepakbola. Hal ini terjadi dikarenakan kurang maksimalnya pesan materi yang disampaikan guru yang dapat dipahami dan dimengerti oleh siswa, oleh sebab itu dibutuhkan cara yang lebih efektif dan efisien untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa kelas V terhadap hasil belajar passing pada permainan sepakbola melalui model pembelajaran langsung, 2) besarnya peningkatan hasil belajar siswa kelas V terhadap hasil belajar passing pada permainan sepakbola melalui model pembelajaran langsung. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Tulangan II Sidoarjo dengan jumlah siswa sebanyak 18 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode penelitian secara kontinyu dan berkesinambungan dari siklus ke siklus. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Penerapan pembelajaran langsung materi teknik dasar passing sepakbola yang diberikan pada siswa kelas V SDN Tulangan II Sidoarjo ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil tindakan kelas pada siklus 1 sampai pada siklus 2 menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa. 2) Peningkatan hasil belajar siswa dari studi awal sampai siklus 1 sebesar 28,5%; kemudian dari siklus 1 sampai siklus 2 meningkat sebesar 14,0%. Total peningkatan hasil belajar siswa dari studi awal sampai pada siklus 2 sebesar 42,5%. Kata Kunci: Pembelajaran Langsung, Passing, Sepakbola, Hasil Belajar. Abstract In teaching sport subject in the school, generally the teacher’s role is very dominant, thus the students only swallow whatever the teacher gives and they cannot learn something that is appropriate for their development of learning. Because of that, one needs to use appropriate teaching methods which is more creative. One of those is direct teaching method, and it is combined by using media. Hopefully, it can stimulate the students to be active in joining the learning and teaching process, especially for fifth graders V Tulangan II state elementary schools Sidoarjo. 83,3% of those students are less in doing Passing when they play soccer. It simply because the teacher could not deliver the knowledge of soccer to the students well. That is why, it is very important to have the effective and efficiency method to find that problem’s solution. The aim of this research is make one knows that: (1) the improvements of Passing skill in playing soccer by using direct teaching method for fifth graders and (2) the amount of improvement Passing skill in playing soccer by using direct teaching method for fifth graders. The subject if this research is 18 fifth graders V Tulangan II state elementary schools Sidoarjo and this research uses continuity method. The conclusion of this research can be concluded; (1) the implementation of direct teaching method in teaching the basic of passing skill that is given to the fifth graders V Tulangan II state elementary schools Sidoarjo can improve the result of students’ study. The action’s result from cycle 1 to cycle 2 shows that, there is an significant improvement of the students’ learning. (2) The improvement of students’ learning from the first study to cycle 1 is 28.5%, then from cycle 1 to cycle 2 is 14.0%. The total amount of the improvement from the first study to cycle is about 42.5%. Keywords: Direct Teaching Method, Passing Skill, Soccer, Result of Study.
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK (SISWA KELAS XI PERAWAT 2 SMK 10 NOVEMBER SIDOARJO) SYAIFUDIN HIDAYAT, AGASTA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tingkat kebugaran jasmani adalah tingkatan kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menimbulkan suatu kelelahan yang berarti. Kondisi kebugaran jasmani yang dimaksud disini adalah kondisi siswa dalam mengikuti kegiatan aktivitas disekolah baik pelajaran praktek penjasorkes dilapangan maupun kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Dengan tingkat kebugaran jasmani yang baik, maka akan diharapkan kondisi tersebut dapat mempengaruhi tingkat cara berfikir siswa, peningkatan pengetahuan dan pengembangan wawasan siswa yang diwujudkan dalam bentuk prestasi belajar. Kenyataan dilapangan menunjukkan masih banyak siswa yang merasa kelelahan dan kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes. Untuk itu seorang guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam memotivasi siswa agar pembelajaran penjasorkes lebih menyenangkan sehingga dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat kebugaran jasmani siswa dengan prestasi akademik siswa kelas XI Perawat 2 SMK 10 November Sidoarjo dan seberapa besar hubungan tingkat kebugaran jasmani siswa dengan prestasi akademik. Dengan menggunakan tes kesegaran jasmani Indonesia (TKJI). Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimen melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitan korelasional dengan hubungan sebab akibat. Populasi sebanyak 575 siswa yang terdiri dari 4 jurusan yakni : Farmasi Industri, Analisis Kesehatan, Farmasi Kesehatan dan Perawat Kesehatan. Dengan menggunakan cluster random sampling. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan maka didapatkan hasil bahwa nilai rhitung > dari rtabel (0.628 > 0.294), yang berarti bahwa  terdapat hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dengan prestasi akademik siswa kelas XI SMK 10 November Sidoarjo. Besarnya sumbangan yang diberikan variabel bebas (tingkat kebugaran jasmani) terhadap variabel terikat (prestasi akademik) ditemukan sebesar 39,4%. Dengan demikian dapat dibuat suatu kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dengan prestasi akademik siswa kelas XI SMK 10 November Sidoarjo. Kata Kunci: Tingkat Kebugaran Siswa, Prestasi Akademik Siswa. Abstract The level of physical fitness is a person's level of ability in performing daily activities without incurring a significant tiredness. The physical fitness condition, here, is referred to the condition of the students in following Penjasorkes lesson whether the learning process in classroom activities or practicing in the field. With a good condition of physical fitness, it will be expected to be able to affect the way of thinking of the students, increase the students' knowledge and develop their insight that is shown in learning achievement. The reality on the field shows that there are still many students who feel tired and lacking of spirit in following the Penjasorkes lesson. Thus, the teacher should be more creative and innovative in order to motivate students in learning Penjasorkes more fun in order to improve the physical fitness of students. This study aimed to determine whether there is correlation between physical fitness with the academic achievement of class XI students Nurses 2 SMK 10 November Sidoarjo and how much it is. This research is non-experimental research through quantitative descriptive with correlation research design and causal relationship. The populations are 575 students consisting of four departments namely: Industry pharmaceutical, health analysis, health pharmaceutical and health nurse. Whereas, the sampling technique uses cluster random sampling. From the analysis data that has been done, it shows that the value rhitung > of rtabel (0628 > 0294), which means that there is a significant relationship between the level of physical fitness with academic achievement of class XI students SMK 10 November Sidoarjo. The large contribution of independent variables (physical fitness level) on the dependent variable (academic achievement) was found 39.4%. Thus, for the conclusion, there is a significant relationship between the levels of physical fitness to academic achievement of class XI students of SMK 10 November Sidoarjo. Keywords: Level Fitness Students, Student Academic Achievement.
PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN KECIL DALAM PEMANASAN TERHADAP MINAT SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3  KAMAL, BANGKALAN) MAULANA ZULKARNAIN, ALIEF
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran penjasorkes tidak akan berjalan selaras jika tidak adanya interaksi yang seimbang antara guru dan siswa. Seperti halnya pembelajaran Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, tidak akan bisa berjalan lancar jika siswa tidak melakukan tugas gerak yang diberikan oleh guru dengan semangat. Hal itu dikarenakan metode dan pembelajaran yang monoton dan itu-itu saja. Untuk memberikan suntikan semangat itu seorang guru harus mampu membuat pembelajaran menjadi menarik dan tidak monoton, karena pembelajaran yang monoton akan membuat siswa menjadi bosan dan malas berinteraksi sehingga tujuan pembelajaran menjadi tidak tersampaikan. Salah satu metode agar siswa menjadi berminat  ialah memberikan permainan kecil dalam pemanasan yang digunakan dalam pembelajaran juga. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian permainan kecil dalam pemanasan terhadap minat siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan kelas VIII SMP Negeri 3 Kamal, Bangkalan  dan seberapa besar pengaruh itu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 29 siswa yaitu kelas VIII A. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket minat siswa. Untuk analisis datanya menggunakan t test atau uji t (dependent). Berdasarkan hasil penghitungan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian permainan kecil dalam pemanasan terhadap minat siswa dalam pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kamal, Bangkalan yang dibuktikan dari hasil nilai 9,498 > 2,048 dengan taraf signifikan 0,05. Besarnya pengaruh adalah 7,11%. Kata Kunci: Permainan Kecil Dalam Pemanasan, Minat Siswa, Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Abstract Learning physical education, sport and health will not run well of there is not a balance interaction between the teacher and student. Either Learning physical education, sport and health will not go well if the students do not do the movement assignment gived by the teacher enthusiasmly. It is because the monotonous and bored methods and learning process. To give the student enthuasism, the teacher must make the interesting learning process for the student. The monotonous and bored learning will make  the students boring and reluctant to interact so the goal of teacher learning will fail. One the methods to make students have enthusiasm to have lesson is by giving a traditional game in warming up. The aim of this research in to know the impacts of giving traditional game in warming up to the student interests in the learning physical education, sport and health, 8th grade SMPN 3 Kamal, Bangkalan and how big the impacts are. This research in the appearance experimental research with quantitaty descriptif approachment. The subject of this research is 29 students of VIIIA. The interpretation of technique sample is cluster random sampling. The instrument used is student interest questionnaire. Data analysis uses t (test) or uji t (dependent) Based on theresults of calculation can be concluded that there is a significant impact of giving traditional game in warming up to the students interests in the learninglearning physical education, sport and health  to the 8th grade students of SMPN 3 Kamal, Bangkalan that proved bytcount9,498 > ttable2,048with significance level0,05.The amount off effect was 7,11 %. Keywords: traditional game in warming up, studentinterests, learning physical education, sport and health
PERBANDINGAN TINGKAT VO2 MAX SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DENGAN EKSTRAKURIKULER BOLA BASKETDI  SMA NEGERI 1 DRIYOREJO LIBRA OKTAFANDI, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan untuk mengembangkan bakat siswa sesuai dengan minatnya. Pada kegiatan yang positif dan dapat lebih memperkaya keterampilan, memperluas wawasan, daya kreativitas, jiwa sportivitas, meningkatkan rasa percaya diri. Akan lebih baik lagi apabila siswa mampu memberikan prestasi yang gemilang di luar sekolah sehinggadapatmengharumkan nama sekolah. Melalui program yang ditetapkan, tersedia kesempatan bagi siswa semua untuk berlatih dan mengembangkan bakat serta meningkatkan VO2 max. Kegiatan ekstrakurikuler bolavoli dengan ekstrakurikuler bola basket mempunyai beberapa kesamaan dalam gerakannya itu ekstrakurikuler bolavoli gerak dasar passing atas hamper sama dengan gerak dasar passing atas bola basket yaitu gerakan overhad pass. Bolavoli untuk melatih latihan lompat saat smash dan bola basket untuk melatih jump ball dan lay up. Inti dari ekstarkurikuler bola basket dan ekstrakurikuler bolavoli adalah untuk melatih ketangkasan tangan  yang di dominan di gunakan dalam permaianan.Oleh karena itu rumusan masalah yang diajukan yaitu Adakah hubungan antara VO2 max dengan kegiatan ekstrakurikuler bola voli pada SMAN 1 Driyorejo?, Adakah hubungan antara VO2 max dengan kegiatan ekstrakurikuler bola basket pada SMAN 1 Driyorejo?, Adakah perbedaan antara VO2 max dengan kegiatan ekstrakurikuler bola voli dengan bola basket pada SMAN 1 Driyorejo?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai VO2Max siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli dengan bolabasket dibuktikan dengan hasil hitung uji t yaitu nilai Sig. >alpha (0,411 > 0,05). Berdasarkan nilai mean dari kedua kelompok, siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolabasket memiliki nilai VO2Max lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli dengan beda sebesar 2,267. Kata Kunci : VO2 Max, Ekstrakurikuler, Bola Voli, Bola Basket Abstract Extracurricular activities are activities to develop the talent of the students according to their interests. On a positive activity and can further enrich the skills, broaden horizons, creativity, spirit of sportsmanship, improve self-esteem. It would be better if the student is able to give a glorious achievement outside of school so it can be the name of the school. Through the set, provided an opportunity for all students to practice and develop their talents and to increase VO2 max. Extracurricular activities volleyball to basketball has some similarities in movements of extracurricular volleyball basic motion passing on almost the same as the basic motion of passing on basketball ieoverhad movement pass. Volleyball for training exercises when the jump smash and basketball to train jump ball and lay up. The essence of extracurricular basketball and volleyball is to train agility in the dominant hand is used in games. Therefore, the proposed formulation of the problem is there any relationship between VO2 max with extra curricular activities volleyball at SMAN 1 Driyorejo?, Is there a relationship between VO2 max with extracurricular activities basketball at SMAN 1 Driyorejo?, Are there differences between VO2 max with extracurricular activities volleyball with basketball at SMAN 1 Driyorejo?. The method use din this research his using descriptive analysis with quantitative approach. The results showed that there was nosignificant difference in VO2 max values of students who take extracurricular volleyball to basketball evidenced by the results of the t test calculated that the Sig. >alpha(0.411>0.05). Based on the mean values of the two groups, the students follow basketball extracurricular VO2 max values higher than students  take the difference of extracurricular volleyball with 2,267. Keywords : VO2 Max, Extracurricular, Volleyball, Basketball
PENGARUH MODIFIKASI PEMANASAN TERHADAP EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PASSING BAWAH BOLAVOLI ( STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 51 SURABAYA) HALIM, MOHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan hal yang penting, salah satunya adalah pendidikan jasmani. Namun, keberadaan pendidikan jasmani justru dianggap mengganggu perkembangan intelektual anak. Oleh karena itu sebaiknya guru penjasorkes memberikan model pembelajaran yang bervariasi kepada siswa-siswinya disetiap lembaga pendidikan, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Karena tujuan penjasorkes disini adalah untuk membantu siswa-siswi dalam meningkatkan kesehatan jasmaninya, keterampilan gerak dasar melalui pengenalan dan penanaman sikap positif dan pematangan sikap mental serta perilaku hidup sehat yang di implementasikan dalam berbagai aktifitas jasmani. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP Negeri 51 Surabaya, dimana pemberiaan materi passing bawah bolavoli dengan menggunakan modifikasi pemanasan. Penelitian ini dilakukan empat kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dan terakhir digunakan untuk mengambil nilai pretest dan posttest. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya perbedaan nilai antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian semu dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan terdiri dari 36 siswa pada kelompok eksperimen dan 35 siswa pada kelompok kontrol. Modifikasi pemanasan memberikan pengaruh positif terhadap efektifitas pembelajaran passing bawah bolavoli. Hasil thitung pada kelompok eksperimen adalah 6,574 sedangkan thitung  pada kelompok kontrol adalah 4,87. Kelompok eksperimen memberikan peningkatan hasil belajar sebesar 7,95% sedangkan kelompok kontrol sebesar 5,94%. Kata kunci : modifikasi pemanasan, efektifitas pembelajaran, passing bawah. Abstract Education in an important thing, one of them  is Physical Education.  But, nowaday Physical Education  is consider bothered  children’s intellectual development. So that, will be better if Physical Education’s teacher giving the variation of learning models to the students in every education institute, from Elementary School until University. Because Physical Education’s purpose is to help the students increase physical healthy, basic movement skill with introducing positive attitude and maturation mental attitude and also healthy live that implementation in every physical effectivity. This research was did to Junior High School 51 Surabaya students, where volleyball under passing is given with using warming up modification. This research was did fout times. In first and last learning was used to take pretest and posttest score. The purpose of the research is to prove the different score between eksperiment class and control class. The research is quasi research with quantitative approach. The sample that use is 36 students of eksperiment class and 35 students of control class. Warming up modification was given positive effects for volleyball under passing learning effectivity. The result of tscore in eksperiment class is 6,574 and tscore in control class is 4,87. Eksperiment class give increase 7,95% and control class 5,94%. Keywords: warming up modiification, learning effectivity, under passing.
PENGARUH METODE TUTOR SEBYA TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA MENGGANTUNG (STUDI PADA SISWA KELS VIII SMP NEGERI 1 MOJOANYAR MOJOKERTO) TRI SUSILO, YUDHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lompat Jauh adalah suatu bentuk gerakan melompat mengangkat kaki ke atas ke depan dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. Banyak metode pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai tehnik dasar lompat jauh. Akan tetapi dalam kenyataaannya masih banyak siswa yang belum mampu menguasai gerak dasar ini dengan metode yang diterapkan oleh para pendidik. Untuk itu diperlukan metode lain yang mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengusai materi lompat jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh metode tutor sebaya terhadap hasil belajar lompat jauh gaya menggantung di SMPN 1 Mojoanyar. (2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh metode tutor sebaya terhadap hasil belajar lompat jauh gaya menggantung di SMPN 1 Mojoanyar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Mojoanyar Mojokerto dan sampel kelas VIII E yang berjumlah 28 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes lompat jauh gaya menggantung. Analisis yang digunakan uji t sampel sejenis. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh metode tutor sebaya terhadap hasil belajar lompat jauh gaya menggantung dalam pembelajaran penjasorkes, diketahui bahwa metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya menggantung dalam pembelajaran penjasorkes sebesar 11,15%. Untuk hasil belajar lompat jauh gaya menggantung  ada peningkatan dari hasil pre-test dan post-test dengan hasil uji-t sampel berpasangan dengan t-hitung lebih besar dari t-tabel (10,28 > 1,70). Sehingga dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar lompat jauh gaya menggantung dalam pembelajaran penjasorkes pada siswa kelas VIII-E di SMP Negeri 1 Mojoanyar Mojokerto.  Kata Kunci: Metode Tutor Sebaya, Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Menggantung Abstract The long jump is a sorf of movement which lifts forward the foot as an attempt to bring the point of body weigh on the air as long possible (hovering the air) and it is done quickly to reach the longest distance. Many learning methods are used in order to enhance the student’s ability to master the long jump basic motion. However, there are many students still have not been able to master these basic movements with the methods applied. It required another method that can improve the ability of learners in improving their ability in long jump basic motion. The purpose of this study was (1) to determine the effect of peer tutoring methods on long jump hang style learning result in mojoanyar 1 junior high school (2) To determine the influence of peer tutoring on long jump hang style learning result in mojoanyar 1 junior high school. This is a quasi eksperiment research with one group pretest-posttest design. Population in this research is all student class VIII of SMPN 1 Mojoanyar Mojokerto and sample class VIII E that amounted of 28 student. Instrument in this research is a long jump hang style test. Data analysis applied is mean, standart deviation, variant, test distribution normal, paired sampels t test. Based on the results of research on the effects of peer tutoring methods on long jump hang style learning result, it is known that the peer tutoring methods to improve long jumph hang style learning result of 11,15%. For long jump hang style learning result there is an increase from the pre-test and post-test with the results of paired samples t-test with t-count is greater than t-table (10,28> 1,70). So in other words it can be concluded that there is significant influence through peer tutoring methods to improve long jump hang stylelearning result in class VIII-E in the Mojoanyar 1 junior high school Mojokerto. Keywords: Influence , Peer Tutoring, Long Jump Hang Style Learning Result
HUBUNGAN GURU BERKARAKTER PROGRESIF TERHADAP MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PRNDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN(STUDI PADA SISWA SMP NEGERI 2 ARJASA SUMENEP) BUDIONO,
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Minat merupakan salah satu aspek psikis manusia yang mendorong suatu kecenderungan untuk berinteraksi dengan suatu subyek disekitarnya. Minat timbul dalam diri manusia melalui keinginan untuk mengetahui atau mempelajari sesuatu yang menarik perhatiannya. Karakter progresif adalah karakter yang kuat dan baik. Sifat progresif adalah sifat kemajuan atau memajukan.  Karakter progresif merupakan sifat yang berpandangan maju. , memikirkan kemajuan dan ingin berbuat kemajuan. Karakter progresif selalu memberikan perubahan dari kondisi yang kurang baik menjadi lebih baik lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mrngetahui hubungan guru berkarakter progresif terhadap minat siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan, jasmani, olahraga, dan kesehatan serta seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. sampel yang digunakan dalam penelitian ini memakai teknik Purposive random samplingyaitu sampel yang diambil sesuai dengan kelas yang diajar guru tersebut di SMP Negeri 2 Arjasa Sumenep. Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan dan berdasarkan perhitungan diketahui bahwa nilai  0,476 >  0,205 dengan taraf signifikan 0,05. Dengan kata lain ada hubungan yang signifikan antara guru berkarakter progresif terhadap minat siswa. Kata kunci : Guru berkarakter progresif, minat siswa dalam pembelajaran Abstract Interest is one of the psychological aspects of human being that encourages a tendency to interact with a subject around it. The interest lives in human’s self through the willingness to know or learn something that makes him/her interest. Progressive character is a strong and good character. Progressive character is a progressing character. Progressive characteristic is the characteristic toward the progressive or improvement of the condition, thinks about progression, and has interest in acting for progression. Progressive character always gives a change from a less good to be better. The purpose of this research is to know the relationship of teacher who characterizes progressive toward the interest of students in joining the study of physical, sport andhealth education and also how big the influence. This research is non-experiment research with quantitative approach. The sample used in this research uses Purposive Random Sampling technique that is the sample taken correspond with the class that the teacher teaches in statejunior high school 2 Arjasa Sumenep. Based on the research and calculation, it is known that the value of rhitung is 0,476 > rtabel is 0,204 with significant standard is 0,05. In other word, there are significant relationships between the teachers who characterizes progressive toward students’ interest. Key Term: teacher who characterizes progressive, the interest of students in studying
PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING PADA PERMAINAN FUTSAL (STUDI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMP NEGERI 28 SURABAYA) HANAFI, IMAM
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran seorang pelatih adalah kunci utama dalam suatu kegiatan pelatihan ekstrakurikuler. Keberhasilanpelatih dalam kegiatan latihan dapat dilihat dari kualitas latihan dan juga hasil belajar siswa. Agar siswa dapat melakukan teknik shooting dalam permainan futsal dengan baik serta sesuai dengan teknik dasar, seorang pelatih harus menciptakan model-model latihan yang bervariasi berupa modifikasi permainan, yang pelaksanaannya lebih mudah dan dapat memotivasi siswa untuk melaksanakan belajar gerak secara maksimal. Dalam penelitian ini modifikasi permainan yang digunakan antara lain permainan tembaklah aku, estafet bola (lewat bawa paha dengan cara menendang bola), dan permainan lingkaran pinball.Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan modifikasi permainan terhadap hasil belajar shooting pada permainan futsal. 2) Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan dalam penerapan modifikasi permainan terhadap hasil belajar shooting pada permainan futsal.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dan subjek penelitiannya adalah peserta ekstrakurikuler futsal di SMP Negeri 28 Surabaya yang berjumlah 40 siswa.Dari hasil penelitian secara umum dan berdasarkan hasil penghitungan analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penerapan modifikasi permainanterhadap hasil belajar shooting pada permainan futsal dibuktikan dengan hasil t hitung > t tabel (6,194 > 1,685), dengan taraf signifikansi 0,05. Adapun pengaruh tersebut ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar sebesar 27,54 %, dilihat dari hasil belajar yang digunakan pada saat pre-test dan post-test yaitu lembar penilaian proses teknik dasar shooting pada permainan futsal (judgement expert). Kata Kunci: Modifikasi Permainan, Hasil belajar shooting futsal.  Abstract The role of a coach is the main key in an extracurricular training. The success of coach in a training activity can be seen from the training quality and the students’ learning result. In order for the students to be able to do the shooting technique wel in a futsal game and suitable with the basic technique, the coach has to create a variation in training models in shape of game modification that is easier and can motivate the students to do the learning movement maximally. In this research, the learning modifications used are “shoot me“ game, estafet ball (through below the leg by kicking the ball), and pinball game.The goals of this research are: 1) knowing if there is any effect from the use of game modification toward shooting learning result in futsal game. 2) Knowing how much the improvement are in the modification game implementation toward shooting learning result in futsal game.This research is quation research with quantitative descriptive approach. The research subject is the futsal extracurricular participant in SMP Negeri 28 Surabaya which are 40 students.From the general result of the research and from the data analysis calculation, it could be concluded that there was a significant influence in the implementation of game modification toward the learning result of shooting in futsal game, proven with the calculation of t test > t table (6,194 > 1,685), with grade significancy 0,05. While the influence showed the increase in the study result of 27,54 %, it was analyzed from the study result when pre-test and post-test were conducted by using process scoring sheet of basic shooting technique in the futsal game (expert judgement). Keywords: game modification, futsal shooting learning result.

Page 35 of 109 | Total Record : 1082