cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENGARUH PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN RENANG GAYA DADA TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA DADA (STUDI PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI DURUNG BANJAR SIDOARJO) PUTRA PRIWARDANA, ANGGARA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) di sekolah mempunyai arti, peran, fungsi yang penting dan strategis dalam upaya menciptakan suatu masyarakat yang sehat dan dinamis. Dalam pelaksanaannya aktivitas jasmani digunakan sebagai wahana pengalaman belajar siswa tumbuh dan berkembang untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam PJOK terdapat tujuh ruang lingkup yaitu permainan dan olahraga, aktifitas pengembangan, aktifitas senam, aktifitas ritmik, aktifitas air, pendidikan luar kelas, dan kesehatan. Diantara materi – materi yang tertera di atas semua aktifitas geraknya dilakukan di darat, hanya pendidikan aktifitas air yang dilakukan di dalam  air. Aktifitas air meliputi permainan di air, keselamatan saat di air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktifitas lainnya.Pengembangan pembelajaran ialah upaya pendidikan baik formal maupun nonformal yang di lakukan secara sadar, teratur dan bertanggung jawab dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan suatu dasar pengetahuan sesuai dengan bakat.Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Ingin mengetahui pengaruh pengembangan pembelajaran renang gaya dada terhadap hasil belajar renang gaya dada. 2. Ingin mengetahui seberapa besar pengaruh pengembangan pembelajaran renang gaya dada terhadap hasil belajar renang gaya dada. Dalam penelitian ini  saya menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan secara ketat untuk mengetahui hubungan sebab akibat diantara variabel. Dan pengambilan sampelnya saya menggunakan teknik cluster random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan melalui perhitungan data menggunakan SPSS 20.0 menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji beda rata-rata menunjukkan hasil t-hitung > t-tabel (13,76 > 1,721), maka Hipotesis kerja (Ha) diterima apabila t-hitung > t-tabel, Ho ditolak. Dari hasil uji hipotesis di atas, dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar renang gaya dada. Dengan hasil perhitungan tersebut juga dapat diketahui bahwa pengembangan pembelajaran renang gaya dada dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya dada sebesar 12%. Kata Kunci: Pengembangan pembelajaran renang gaya dada, Hasil belajar renanggaya dada. Abstract Education of physical exercise and health (PJOK) in schools have meaning, role, functions and strategic importance in the effort to create a society that is healthy and dynamic. In the implementation of physical activity is used as a vehicle for student learning experience to grow and evolve to achieve educational goals. In  PJOK scope that there are seven games and sports, development activities, activities of gymnastics, rhythmic activities, water activities, outdoor education classes, and health. Among the materials-materials that are listed above all activities carried out on the ground motion, only water education activities are carried out in the water. Water activities include games in the water, when in water safety, skill moves in the water, and swimming and other activities. Learning development effort is both formal and non-formal education that is done consciously, orderly and responsible in order to grow and develop a knowledge base in accordance with flair. The purpose of this study is 1. Want to know the effect of the development of breast stroke swimming lesson on learning outcomes swimming breaststroke. 2. Want to know how much influence the development of breast stroke swimming lesson on learning outcomes swimming breast stroke. In this study I use this type of quasi-experimental research using quantitative descriptive approach. Experimental research is research that is done strictly to determine the causal relation ship between variables. And taking the sample I used random cluster sampling technique. Based on the results of research and through the calculation of the data using SPSS 20.0 shows that the results of the calculation of the average difference test showed the results of the t-count > t-table (13.76>1.721), the working hypothesis (Ha) is accepted if t count>t tables, Ho is rejected. From the test results of the above hypothesis, it can be said that there is a significant effect on learning outcomes swimming breast stroke. With the results of these calculation scan also be seen that the development of breast stroke swimming learning can improve learning outcomes breast stroke swimming by 12%. Keywords: Development breast stroke swimming lessons, learning outcomes swimming breast stroke.
SURVEY TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLBASKET DAN EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DWI KURNIAWAN, PENNDY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler bolabasket dan sepakbola memiliki beberapa kesamaan diantaranya adalah sama-sama permainan beregu dan saling serang untuk mencetak poin sebanyak-banyaknya. Dari kesamaan tersebut maka perlu kiranya umtuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket dan sepakbola. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler sepakbola dan bolabasket. Metode yang digunakan untuk penelitian kebugaran jasmani ini adalah. Instrumen yang digunakan adalah MFT.Berdasarkan hasil tes tingkat kebugaran jasmani dengan menggunakan tes MFT (Multistage Fitness Test) maka di dapat hasil tentang kebugaran jasmani ekstrakurikuler sepakbola yaitu siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola yang masuk dalam kategori kurang sekali sebanyak 8 siswa (53 %), siswa yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 1 siswa (7 %), siswa yang masuk dalam kategori cukup sebanyak 5 orang (33 %), siswa yang masuk kategori baik 1 orang (7 %) dan kategori baik sekali tidak ada.Sedangkan hasil dari penghitungan kebugaran jasmani ekstrakurikuler bolabasket yaitu siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket yang masuk dalam kategori kurang sekali sebanyak 7 siswa (46 %), siswa yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 3 siswa (20 %), siswa yang termasuk kategori cukup adalah sebanyak 4 siswa (27 %), siswa yang masuk kategori baik 1 orang (7%) dan kategori baik sekali tidak ada.Dari data tersebut peneliti memiliki kesimpulan bahwa perbedaan tingkat kebugaran tersebut dipengaruhi karena aktivitas gerak dan faktor - faktor lain yang tidak bisa dikendalikan oleh peneliti seperti jadwal kegiatan sehari - hari siswa. Kata kunci : Kebugaran jasmani, Ekstrakurikuler, MFT Abstract Basket ball and foot ball extracurricular have some similar as both are  team games and attacking each other to gain score as much as possible. these similarities needs to know the student's level of physical fitness  in basketball and football extracurricular. The method we used to study physical fitness is survey, and use MTF for the instrument.Based on the results of physical fitness level test using test MFT (Multistage Fitness Test) it can resultin about extracurricular physical fitness football football extracurricular participants are students who fall into the category of least once as many as eight students (53%), students who fall into the category of less total 1 students (7%), students who fall into the category of pretty much as 5 people (33%), students are categorized as either 1 (7%) and either category does not exist.While the resultsofthe calculation ofthe physical fitness of students' extracurricular basketball is basketball extracurricular participants who fall intothe category ofleast onceas many assevenstudents(46%), studentswho are categorized aslessas3students(20%), studentswhoarefairlycategorizedas4students(27%), studentsare categorized aseither1(7%) andeither categorydoes notexist.From these datathe researchershaveconcludedthat thedifference infitness levelsare influencedby the activityof motionandfactors-other factorsthat can not becontrolledby the researcherasthe schedule ofthe day-thestudents .Keywords : Physical fitness, Extracurricular, MFT
HUBUNGAN SARAPAN PAGI DENGAN KONSENTRASI SISWA DI SEKOLAH AKBAR ARIFIN, LEO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak merupakan harapan masa depan. Karenanya perlu dipersiapkan agar kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, bermoral, dan berguna bagi masyarakat. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat sangat diperlukan dalam mengisi pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa indonesia. Salah satu upaya peningkatan derajat kesehatan adalah perbaikan gizi masyarakat. Tujuan ini dapat dicapai dengan berbagai cara, salah satunya adalah makan pagi atau biasa disebut dengan sarapan. Makan pagi atau sarapan mempunyai peranan penting bagi anak sekolah usia 6-14 tahun, yaitu untuk pemenuhan gizi di pagi hari, dimana anak-anak berangkat ke sekolah dan mempunyai aktivitas yang sangat padat di sekolah. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah hubungan sarapan pagi terhadap konsentrasi siswa di sekolah sdit al-fathimiyyah Surabaya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling, melalui pengujian hasil kuisioner terkait sarapan atau tidak sarapan. Subyek penelitian adalah siswa sdit al-fathimiyyah kelas VI A dan B dengan jumlah responden masing-masing kelas sebanyak 30 siswa kelas A dan 29 siswa kelas B, dan diambil keseluruhan 2 kelas. Dimana populasi seluruh siswa SDIT AL-FATHIMIYYAH Surabaya kelas VI sebanyak 59 siswa, dari seluruh total populasi tersebut diambil sampelnya sebanyak 59 siswa seluruhnya. Berdasarkan tingkat konsentrasi saja yaitu tingkat konsentrasi baik sebanyak 40 anak (67.8%), tingkat konsentrasi kurang baik sebanyak 19 anak (32.2%). Dari tabel tabulasi silang antara siswa tidak sarapan dan konsentrasi kurang baik adalah 12 siswa, siswa tidak sarapan dan konsentrasi baik adalah 1 siswa, siswa sarapan ringan dan konsentrasi kurang baik adalah 3 siswa, siswa sarapan ringan dan konsentrasi baik adalah 2 siswa, dan siswa sarapan berat dan konsentrasi kurang baik adalah 4 siswa, siswa sarapan berat dan konsentrasi baik adalah 37 siswa. sehingga nilai koefisien Spearman yang dihasilkan adalah 0,743 nilai ini mendekati nilai 1(satu) menandakan korelasi(hubungan) antara sarapan pagi dan konsentrasi siswa cukup kuat. Simpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara sarapan pagi dengan konsentrasi siswa SD AL-FATHIMIYYAH Surabaya dengan sumbangan 74,3% dan sisanya 25,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci : Sarapan pagi, konsentrasi siswa Abstract Children are the hope of the future. Therefore, it needs to be prepared in order to become qualified human resources, health,morals, and useful to society.  The improvisation of degree in public health is very necessary for the development program which implemented by the Indonesian nation. One of them is improvement of public nutrition. This purpose can be achieved in various ways, one of them is abreakfast. Breakfast it self has an important role for children aged 6-14 years, which is for fulfillment of the nutrientin the morning, in which children go to school and have a very busy activity at school. The expected goal of this study is to determine the existence of relationship of breakfast toward student’s concentration at school SDIT concentration AL-Fathimiyyah Surabaya. In this research the writer used purposive sampling method, through testing of related questionnaire results,breakfast or not breakfast. The subjects were students SDITAL-Fathimiyyah Viclass A and B, the number of respondents for each class were 30 students for A class and 29 students class B, and taken the entire class. The entire student population SDIT AL-Fathimiyyah Surabaya VI grade are 59 students, from the total population were sampled as many as 59 students all together. Based on the level of concentration,a good concentration level of 40 children (67.8%), poor concentration level is 19 children (32.2%). From the cross-tabulation table between students who are not having breakfast and lack of concentration are 12 students, student who is not having breakfast and good concentration is 1 student, students who are having light breakfast and have poor concentration are 3 students, students are having breakfast and have poor concentration are 4 students and students are having breakfast and have good concentration are 37 students. Thus, the resulting coefficient value of the Spearman is 0.743, this value approaches a value of 1(one) which indicatesthe correlation(correlation) between breakfast and student concentrationis strong enough. The conclusion of this research shows there is a significant relationship between breakfast with students’concentrations AL-Fathimiyyah Surabaya with 74.3% contribution and the remaining 25.7% is influenced by other factors. Keywords: Breakfast and Students’ Concentration
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (STUDI  PADA  SISWA  KELAS  XI  SMA NEGERI 1 PACET MOJOKERTO) LISTYANTO, ADITYA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Merokok merupakan salah satu bentuk perilaku yang berisiko terhadap kesehatan dan kebugaran jasmani seseorang, dimana pada sekarang ini semakin berkembang dan menjadi kebiasaan di kalangan anak muda dan remaja. Jadi pada intinya kebiasaan merokok dapat mengakibatkan gangguan kesehatan di kemudiaan hari dan juga dapat menurunkan aktifitas belajar terutama pelajaran pendidikan jasmani karena terbentur masalah kebugaran akibat terlalu banyak merokok. Kebugaran jasmani itu sendiri dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kebugaran jasmani adalah kebiasaan merokok. Hal itu terjadi pada siswa SMA Negeri 1 Pacet, ternyata banyak ditemukan siswa sedang melakukan kebiasaan merokok baik di dalam dan di luar sekolah. Kejadian ini cukup memprihatinkan dan menarik untuk dilakukan penelitian mengenai keterkaitan antara kebiasaan merokok yang dilakukan oleh siswa dengan tingkat kebugaran jasmaninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan kebiasaan merokok dengan tingkat kebugaran jasmani siswa, 2) seberapa besar sumbangan kebiasaan merokok terhadap tingkat kebugaran jasmani. Sasaran penelitian ini adalah siswa putra kelas XI SMA Negeri1 Pacet yang diambil sebanyak 30 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan tes Multistage Fitness Test (MFT). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis korelasional dengan persemaan regresi sederhana. Simpulan sebagai berikut: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pacet, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,539. Hal ini dapat dikatakan bahwa kebiasaan merokok mempunyai hubungan negatif kategori sedang dengan tingkat kebugaran jasmani. 2) Kebiasaan merokok memberikan sumbangan negatif sebesar 29,1% terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Kata Kunci: Kebiasaan Merokok, Kebugaran Jasmani, Siswa Abstract Smoking is one of habit which have a risk to human’s healthy and physical fitness, which nowaday more develope and become an habit in teenagers life. The point is smoking habit can cause health problem and also decrease learning activity especially physical education because of health problem that caused by to much smoking. Physical fitness is affected by two factors, internal and external factor. One of external factor which can influence physical fitness is smoking habit. In Senior High School 1 Pacet there are many students that smoking inside or outside school. This situation could be apprehensive and interesting to do for research about relation between smoking and student’s physical fitness. The purpose of the research to know: 1) Correlational between smoking habit and student’s physical fitness, 2) how smoking can be biggest effect for physical fitness. The target of this research  is 30 boy students of Grade XI Senior High School 1 Pacet. The accumulation technique in this research was using an inquiry and Multistage Fitness Test. Analysis technique that use in this research is korelasional analysis with simple regresi similarity. The conclution are: 1) there is significant relation between smoking ability and students of Grade XI Senior High School 1 Pacet physical vitality, with coefficient correlation -0,539. It means smoking ability have negative relation average category. 2) smoking ablity give negative effect 29,1% with student’s physical vitality. Keywords: smoking habits, physical fitness, students.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (PJOK) DI SMA NEGERISE-KABUPATEN JOMBANG KHUDHORI, M.
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurikulum 2013 telah diterapkan di seluruh sekolah formal di Indonesia pada tahun 2014, tepatnya pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015.Satu tahun sebelumnya, kurikulum 2013 telah dilaksanakan di beberapa sekolah percontohan.Menindaklanjuti hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013, khususnya mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMA Negeri se-Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Oleh sebab itu, penelitian ini mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data. Sampel dari penelitian ini dibagi menjadi lima wilayah yakni timur, selatan, barat, utara, dan tengah. Wilayah timur diwakili oleh SMA Negeri Mojoagung, wilayah selatan diwakili oleh SMA Negeri Jogoroto, wilayah barat diwakili oleh SMA Negeri Bandar Kedungmulyo, wilayah utara diwakili oleh SMA Negeri Ploso, dan wilayah tengah diwakili oleh SMA Negeri 1 Jombang. Penganalisisan data didasarkan pada hasil penghitungan persentase dari hasil pengisian instrumen angket oleh responden. Terdapat lima responden dalam penelitian ini yakni Guru PJOK, siswa, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Pengawas Sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMA Negeri se-Kabupaten Jombang sudah cukup baik dengan persentase 77,73%. Kata Kunci :Implementasi Kurikulum 2013, Penjasorkes. Abstract 2013 Curriculum has been applied throughout Indonesian’s formal school in 2014, precisely in the first semester of the school year 2014/2015. One year earlier, 2013 curriculum has been implemented in several representation schools. In relation with it, this study aimed to describe the implementation of 2013 curriculum toward Physical Education, Sport, and Health (PJOK) subject in Jombang Senior High School area. This study is a descriptive qualitative research. This study took the sample from one population and used the questionnaire as the data collection instrument. The sample of this study was divided into five regions i.e. eastern, southern, western, northern, and central Jombang. The eastern region was represented by SMA Mojoagung, the southern region was represented by SMA Jogoroto, the western region was represented by SMA Bandar Kedungmulyo, the northern region was represented by SMA Ploso, and the central region was represented by SMA Negeri 1 Jombang. The data analysis technique used in this study was based on the percentage result of questionnaires filled by the respondents. There were five respondents in this study i.e. PJOK teachers, students, principals, school committees, and school superintendent. The result of this study indicated that the implementation of the 2013 curriculum toward Physical Education, Sport, and Health (PJOK) subject Jombang Senior High School area is already well implemented by the percentage of 77.73%. Keywords: 2013 Curriculum implementation, Penjasorkes.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR START JONGKOK (STUDI PADA SISWA KELAS V SDN GELURAN II TAMAN SIDOARJO) HAJAR ARIFIAN, DARMAWAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran atletik materi start jongkok merupakan salah satu cabang olahraga yang masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah, oleh karena itu dalam rangka menumbuhkan peningkatan kualitas siswa pada pembelajaran atletik khususnya pada materi start jongkok, diperlukan bentuk-bentuk model pengajaran yang bervariasi dan menarik bagi siswa agar menimbulkan rasa senang dan gembira sehingga kemampuan siswa dalam melakukan start jongkok menjadi meningkat. Beberapa pendekatan dalam pembelajaran yang dapat diterapkan diantaranya adalah dengan model pembelajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Setiap pendekatan pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu menguasai materi dan memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga proses pembelajaran lebih efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih baik.Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar start jongkok antara model pembelajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas V di SDN Geluran II Taman Sidoarjo; (2) besar perbedaan hasil belajar start jongkok antara model pembelajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas V di SDN Geluran II Taman Sidoarjo. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Geluran II Taman Sidoarjo dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 25 siswa.Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik uji t paired sample t-test. Proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes start jongkok, dengan mencatat hasil nilai pretest maupun posttest pada masing-masing kelompok.Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Tidak ada perbedaan hasil belajar start jongkok antara model pembelajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas V di SDN Geluran II Taman Sidoarjo. Hal ini berdasarkan pada hasil SPSS t-test independent yaitu p value> 0,05 atau 0.124 > 0.05. (2) Model pembelajaran langsung memberikan peningkatan sebesar 70%, Sedangkan pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan peningkatansebesar 63% terhadap hasil belajar start jongkok. Jadi besar perbedaan hasil belajar start jongkok antara model pembelajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu sebesar 7%. Kata Kunci: Pembelajaran langsung, kooperatif tipe STAD, start jongkok. Abstract Athletic learning crouch start is one of the sports branch that included to education curriculum at school, therefore in order to improve student’s qulity improvement on athletic learning especially on crouch start matter, it needs varied learning model and interesting to student to growth happy and pleasant feelings so that student’s ability on crouch start become improved. Several approaches on learning that can applied are direct learning model and STAD cooperative learning model. Every learning approach have advantages and disadvantageous that can affect learning process and student’s learning result. Therefore, a teacher must be able to mastering matter and choose appropriated learning model based on student’s characteristic, so that learning more effective and able to improve better student’s learning result. The aim of these research are to find out: 1) differences between results of crouch start student’s learning result on direct learning and STAD cooperative learning model Studyto fifth grade Student of state elementary school Geluran II TamanSidoarjo; 2) the amount results differences of crouch start on direct learning and STAD cooperative learning model.. The subject of this research was fifth grade student of state elementary school Geluran II TamanSidoarjoand the amount of sample that taken are 50 students that divided to 2 groups with each group consisted of 25 students. Method in this analysis applying paired sample t-test statistical method. Data collecting process conducted by perform crouch start test, by recording pretest and posttest result on each group. Research results are as follow: 1) There is no significant differences on student’s crouch start learning result on direct learning model with STAD cooperative learning model that proved by SPSS t-test independent result namely p value > 0.05 or 0.124 > 0.05. 2) Direct learning gives improvement as big as 70% while STAD cooperative learning model gives improvement as big as 63% to crouch start learning result. So the amount of crouch start learning result differences between direct learning and STAD cooperative learning model is 7%. Keywords: direct learning, cooperative type STAD, crouch start.
PENGARUH EFIKASI DIRI, PENETAPAN TUJUAN DAN KEPUASAN KERJA PADA PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI  PADA  GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI SE-KOTA SURABAYA) MELATI PUTRI, RENATA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kompetensi professional sebagai salah satu pilar pendukung peningkatan kualitas guru perlu dikembangkan sejalan dengan kebutuhan lingkungan. Kompetensi professional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan subtansi isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan subtansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen korelasional dengan pendekatan bersifat kausal korelasional deskriptif yang ditandai oleh adanya analisis teknik regresi dan korelasi. Subyek penelitian sebanyak 30 guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang bersertifikat pendidik professional di SMA Negeri Se-Kota Surabaya. Efikasi diri, penetapan tujuan dan kepuasan kerja diungkap oleh angket penilaian sikap. Sedangkan pengembangan kompetensi professional diungkap oleh angket yang diadaptasi dari instrument Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB). Pembuktian hipotesis menggunakan rumus r product moment, ANOVA, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan efikasi diri guru termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 85,7%. Keadaan penetapan tujuan guru berada dalam kategori tinggi dengan persentase 76,3%. Sedangkan untuk keadaan kepuasan kerja juga berada dalam kategori tinggi dengan persentase 80,7%. Hasil uji hipotesis terdapat pengaruh efikasi diri, penetapan tujuan dan kepuasan kerja pada pengembangan kompetensi professional sebesar 27,9%. Kesimpulan: efikasi diri, penetapan tujuan, dan kepuasan kerja memberikan pengaruh yang cukup berarti dalam pengembangan kompetensi professional guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Kata kunci: kompetensi professional, efikasi diri, penetapan tujuan, kepuasan kerja. Abstract Professional competency is one of the pillars which supports the improvement of teacher’s quality that should be developed align with the needs of environment. Professional competency is the ability that related to mastery learning material study subject that covers in-depth mastery of material substance of the subject contents in school curriculum and the substance of science which covers curriculum materials, and gain teacher’s knowledge. This study is a non-experimental correlational with causal descriptive correlational approach characterized by the presence of regression and correlation analysis technique. The subjects of the study were 30 certified physical education, sports, and health teachers in State High School in Surabaya City. Self-efficacy, goal setting, and job satisfaction expressed by the assessment questionnaire. While the development of professional competency revealed by a questionnaire adapted from the instrument of Sustainable Competency Development (PKB). Analysis of hypothesis was product moment formula, ANOVA, and multiple regression analysis. The results showed that the state of teacher’s self-efficacy is in very high category with a percentage of 87%. The state of teacher’s goal setting is in high category with 76,3%. As for the state of job satisfaction is in high category with 80,7%. Hypothesis assessment indicates that self-efficacy, goal setting and job satisfaction have effected the development of professional competency for 27,9%. Conclusion: self-efficacy, goal setting and job satisfaction influence significantly on the development of professional competency of physical education, sports, and health teachers. Keywords: professional competency, self-efficacy, goal setting, job satisfaction.
SURVEI MINAT SISWA SMA NEGERI SE-KECAMATAN LAMONGAN MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA ROKHMAN, ATHO'UR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh. Dalam penelitian ini, minat siswa terhadap jurusan Pendidikan Olahraga Unesa adalah rasa ketertarikan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Unesa jurusan Pendidikan Olahraga. Pemilihan jenis pendidikan yang sesuai dengan minat sangat menentukan kesuksesan seseorang, karena minat merupakan masalah yang penting dalam pendidikan, apalagi  dikaitkan dengan aktifitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Minat yang ada dalam diri seseorang akan memberikan gambaran dalam aktifitas untuk mencapai tujuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi siswa kelas XII tahun ajaran 2014/ 2015 SMA Negeri se-kecamatan Lamongan sebanyak 891 siswa. Minat siswa terhadap jurusan Pendidikan Olahraga diungkap menggunakan angket yang diisi oleh 127 siswa yang merupakan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa terhadap jurusan Pendidikan Olahraga di Unesa dalam kategori sedang, dengan perolehan skor total pada keseluruhan indikator sebesar 7723 dengan rata-rata 62,3. Sedangkan hasil perhitungan persentase variabel motivasi sebesar 20,64%, persentase variabel sikap terhadap jurusan Pendidikan Olahraga sebesar 20,51%, persentase variabel keluarga sebesar 19,25%, persentase variabel fasilitas sebesar 21,35%, dan persentase variabel teman pergaulan sebesar 18,25%. Dari perhitungan tersebut faktor yang dominan mempengaruhi minat siswa SMA Negeri terhadap jurusan Pendidikan Olahraga Universitas Negeri Surabaya adalah fasilitas, hal itu dibuktikan dengan perolehan nilai persentase sebesar 21,35%. Kesimpulan: minat siswa SMA Negeri se-kecamatan Lamongan terhadap jurusan Pendidikan Olahraga Universitas Negeri Surabaya dikategorikan sedang, dan faktor dominan yang mempengaruhi minat siswa SMA Negeri se-kecamatan Lamongan terhadap jurusan Pendidikan Olahraga Universitas Negeri Surabaya adalah fasilitas. Kata Kunci: Minat, Siswa SMA Negeri, Jurusan Pendidikan Olahraga.     Abstract Interest is a sense of affectionand fascinated in a matter of activity, without being told. In this study, student’s interest towards Physical Education major in Surabaya State University is an interest to continue their education to this major in Surabaya State University. The education choice determines the success of a person, because interest is an important issue in education, associated with one’s daily activity. Interest will give an overview on activities to achieve the goal.This study uses quantitative descriptive approach. Population in this research is 12th grader in 2014/2015 academic year in State High School in Lamongan District with total of 891 students. Student’s interest towards physical education major revealed using a questionnaire completed by the sample of 127 students. The results showed that student’s interest towards physical education major in Surabaya State University is in medium category, with total score on the overall indicator of 7723. The average score is 62.3. while the results of the calculation in percentage of 20.64% motivation variables, the percentage of variable attitude towards physical education major in Surabaya State University of 20.51%, family variables is 19.25%, facility variable with percentage of 21.35%, and variable of 18 social circles is 25%. From these calculation, the dominant factor which affect the interest of the student in State High School in Lamongan district to continue their education to physical education major in Surabaya State University is facility variables, it is proved by the value of percentage of 21.35%. Conclusion: Interest of State High School students in Lamongan District towards physical education major in Surabaya State University is in medium category, and the dominant factor which affect their interest is Facility. Keywords: Interest, State High School Students, Physical Education Major.
PERBANDINGAN SPORTIVITAS ANTARA ATLET RELIGIUS DAN NON-RELIGIUS (STUDI PADA ATLET UNIT PELAKSANA TEKNIS SMA NEGERI OLAHRAGA JAWA TIMUR) SETIAWAN, DARUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga tidak hanya meliputi kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani semata. Namun olahraga sudah melingkupi aspek-aspek psikis manusia. Ada kaitan sistematis yang saling terhubung dan memengaruhi diantara ketiganya: 1) Jasmani, 2) Rohani, 3) Sosial. Sportivitas yang merupakan satu dari beberapa nilai esensial yang terdapat dalam olahraga, menjadi syarat tidak tertulis yang semestinya dimiliki individu yang bergelut dalam tataran praktis olahraga.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbedaan sportivitas antara atlet religius dan non-religius di UPT SMA Negeri Olahraga Jawa Timur dengan jumlah sampel 46 atletkelas XI IPA/ IPS yang terdiridari sembilan cabang olahraga di UPT SMA Negeri Olahraga Jawa Timur, yaitu: Judo, Silat, Gulat, Karate, Atletik, Renang, Sepak Takraw, Panjat Tebing, dan Voli. Data pada penelitian ini adalah nilai tes sikap religius dan sportivitas yang diperoleh dari siswa mengisi angket sikap religius dan sportivitas yang telah disiapkan peneliti. Pengisian angket dilakukan untuk mengetahui tingkat sportivitas atlet, setelah sebelumnya dkelompokkan berdasarkan hasil angket sikap religius menjadi atlet religius dan non-religius.  Data dikumpulkan dengan mengumpulkan seluruh siswa yang dijadikan sampel ke dalamdua kelas IPA dan IPS. Seluruh siswa mengisi angket bersama-sama dan angket yang telah diisi dikumpulkan untuk diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan sportivitas antara atlet religius dan non-religius di UPT SMA Negeri Olahraga Jawa Timur yang dibuktikan dari hasil uji t-hitung -2,45 >nilai t-tabel 2,015dengan taraf signifikan 0,05. Dimana sportivitas kelompok atlet non-religius lebih tinggi dengan nilai hitung rata-rata sebesar 128,47 dengan presentase 80%. Sedangkan atlet religius lebih rendah tingkat sportivitasnya dengan nilai t-hitung 123,13 dan persentase 75%. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Kata kunci: atlet religius dan non-religius, sportivitas Abstract Sport doesn’t only covers activities related to physical activity alone. But the sport also covers aspects of the human psyche. There is a systematic links interconnected and influence among the three: 1) Physical, 2) Spiritual, 3) Social. Sportsmanship is one of the few essential values in sport, become an unwritten requirement that should an individual who deals in a practical level sport. This study aims to determine the differences between athletes sportsmanship religious and non-religious in Sport Unit SMA East Java with a sample of 46 athletes XI IPA / IPS consisting of nine sports at Sport Unit SMA East Java, namely: Judo, Silat , Wrestling, Karate, Athletics, Swimming, Sepak Takraw, Climbing, and Volleyball. The data in this study is the value of a religious attitude and sportsmanship tests obtained from students completed questionnaires religious attitude and sportsmanship that has been prepared investigators. Filling the questionnaire was conducted to determine the level of sportsmanship athlete, having previously grouped based questionnaire results religious attitude becomes athlete religious and non-religious. Data collected by collecting all the students sampled into two science and social studies classes. All students complete a questionnaire together and completed a questionnaire collected for examination. From these results it can be concluded that there is a difference between athletes sportsmanship religious and non-religious in Sport Unit SMA East Java as evidenced from the results of t-test test -2.45> t-table value of 2.015 with a significance level of 0.05. Where sportsmanship non-religious groups of athletes is higher with the calculated value by an average of 128.47 with a percentage of 80%. While lower levels of religious athletessportmanship with value t-test count 123.13 and the percentage of 75%, thus Ha accepted and Ho rejected.  Keyword: religious and non-religious athlete, sportmanship
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR CHEST PASS BOLA BASKET OKTAVIAN, BILLY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Guru adalah kunci utama dalam suatu kegiatan pembelajaran. Keberhasilan guru dalam kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil belajar materi chest pass pada permainan bolabasket dapat ditinjau menggunakan lembar soal-soal essay untuk kognitif, skala sikap untuk afektif dan push pass for accuracy untuk psikomotor. Faktanya hasil belajar siswa pada materi chest pass bolabasket belum merata, buktinya terdapat 25 siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori sedang (antara 40 - 59) dan 7 siswa lainnya yang mendapatkan nilai dengan kategori baik (antara 60 - 79). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan dan besar peningkatan model pembelajaran contextual teaching and larning terhadap hasil belajar chest pass pada permainan bolabasket. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif  kuantitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI IPS-2 SMA Negeri 2 Mojokerto dengan jumlah siswa 32 siswa. Dari hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa selama 2 kali perlakuan, ada pengaruh yang signifikan nilai model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar chest pass pada permainan bolabasket yang dibuktikan dengan hasil t hitung > t tabel (8,70> 1,699) dari ketiga komponen hasil belajar yang digunakan pada saat pre-test dan post-test yaitu lembar soal-soal essay, skala sikap dan push pass for accuracy. Kata Kunci : Media pembelajaran contextual teaching and learning , Hasil belajar, chest pass bolabasket. Abstract Teacher is the main key in a learning activity. The success of the teacher in learning activities can be seen from learning outcomes. The results of studying the material of chest pass in the basketball game can be reviewed using sheets of essay questions for the cognitive, attitude scale to a affective and push pass for accuracy for psychomotor. The fact of student learning outcomes at chest pass material in basketball has not been evenly distributed, the evidences is still a lot of students (25 students) get that medium scored category (between 40 - 59) and the other (7 students) who get good valve category (between 60 - 79). This study aims to application and determine the effect of the increase in contextual teaching and learning model to study the result of chest pass in the basketball game. This study was a quasi-experimental with quantitative descriptive approach. Research subject is Social-2 of XI grade in senior high school 2 Mojokerto with totaling 32 students. From the research result can be conclude that during twice handling, There was a significant effect of the value of contextual teaching and learning model to study the result of chest pass on basketball game as evidenced by the results of the t > t table (8,70 > 1,699) from third components used in the current pre-test and post-test are sheets essay question, the attitude scale and push pass for accuracy. Keywords: contextual teaching and learning model, learning outcome, chest pass basketball

Page 36 of 109 | Total Record : 1082