cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU GAYA ORTODOKS MELALUI PENDEKATAN MODEL  PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) WIBOWO, PUGUH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) pada pelajaran penjaskesrek. Subjek penelitian ini adalah 33 orang siswa kelas V SDN Sendang II Senori Tuban semester II tahun 2013/2014. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari beberapa tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa,aktivitas belajar guru, kendala-kendala selama pembelajaran dan data hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran tipe STAD. Pengumpulan data dilakukan dengan alat evaluasi yang berupa tes untuk mengukur hasil belajar. Pada kegiatan pengumpulan data peneliti dengan di bantu tiga observer. Data dari penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Ketika proses pembelajaran berlangsung baik pada pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa aktivitas guru dapat meningkat, hal ini di indikasikan dengan peningkatan aktivitas guru pada siklus I ada kekurangan pada poin nomor 2 yaitu kurangnya menstimulus siswa agar memberikan penjelasan-penjelasan untuk tiap momornya  dan pada tindakan siklus II ada peningkatan karena semua poin sudah masuk dalam kriteria baik. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran, dari tindakan siklus I dan tindakan siklus II menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas siswa, dari tindakan siklus I ada kekurangan pada poin memahami teks dengan bekerjasama dalam kelompok dan saling membantu teman yang mengalami kesulitan  dan pada tindakan siklus II ada peningkatan karena semua poin sudah masuk dalam kriteria baik. Pada hasil belajar siswa yang diperoleh dari siklus I dan siklus II, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siklus I yaitu 70,12% dan nilai rata-rata hasil belajar pada siklus II yaitu 81,81% . Hal ini menunjukkan bahwa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD)  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sendang II Senori Tuban. Dengan demikian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar tolak peluru gaya ortodoks siswa. Kata Kunci : Model pembelajaran student teams achievement division (STAD), Belajar tolak peluru gaya ortodoks, Hasil belajar siswa. Abstract On Class Action Research has a purpose for increasing the result of student through cooperative learning model approach “student achievement division (STAD) type on physical and health education lesson. This research subject is 33 students of class 5th at Sendang II Elementary School Senori Tuban Semester II for 2013 – 2014’s years. This research consists of two ways and every way consists of some steps that are plan, action, observation, and reflection. This data could be submitted on this research is the student learning activities, the teacher learning activities, its problems during the learning time and the result of study after doing STAD Learning method. Data collection could be done through the evaluation device that is a test for checking the result of study. On data collection activity which is being helped by three observer. And data from this research could be analyzed quantitative descriptive. When the direct learning process in good by the first way and the second way showed that the teacher’s activity could be increased, this is indicated with the increasing of teacher’s activity on the first way which has the pointless on the second is not done yet to stimulate the student in order to give the explanations for every number and the second action which has the increasing one, because all the points had entered in the good criteria. The student activity is for the learning process, from the first action and the second action show the event of student activity in increasing, from the first action still has a bad point to understand the text with making a cooperation in the group and helping one of each other which has experienced the difficulty and the second action has the increasing one because all the points had entered in the good criteria. On the result of study for student had been got by the average of study on the second way that is 81,81%. This shows that is after the cooperative learning application student team achievement division (STAD) could increase the result of study for student class 5th at Sendang II Elementary School SenoriTuban. Indeed, cooperative learning application student team achievement division method (STAD) could increase the result of study Tolak Peluru orthodox style for student.  Keywords: The learning way student team achievement division (STAD), Studying for Tolak Peluru orthodox style, the result of study.
KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PJOK TINGKAT SMP PADA SEKOLAH SATU ATAP DI PULAU GILI KETAPANG DAN WILAYAH KABUPATEN PROBOLINGGO ARIEF SULTONI, MOCH.
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurikulum merupakan salah satu komponen penting dalam tercapainya tujuan pendidikan. Kurikulum bersifat dinamis dan dsesuaikan dengan tuntutan kompetensi siswa baik saat ini maupun dimasa yang akan datang. Saat ini, kurikulum yang berlaku di Indonesia yaitu kurikulum 2013 dan sudah berjalan selama hampir 2 tahun. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya secara bertahap untuk meningkatkan implementasi kurikulum 2013 serta memperluas jangkauan pemerataan dan jenjang pendidikan yang di berlakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat keterlaksanaan kurikulum 2013 untuk mata pelajaran PJOK tingkat SMP di wilayah kepulauan dan daratan di Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sekolah sasaran dalam penelitian ini yaitu SMPN 3 Sumberasih Satu Atap sebagai sekolah di Pulau Gili Ketapang dan SMPN 5 Lumbang Satu Atap sebagai sekolah sasaran di wilayah Kabupaten Probolinggo. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa kuisioner yang ditujukan kepada kepala sekolah, guru PJOK, siswa, komite sekolah dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya keterlaksanaan kurikulum 2013 mata pelajaran PJOK untuk kedua sekolah masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil analisis, di SMPN 3 Sumberasih Satu Atap mempunyai presentase sebesar 71,76% atau dalam kategori cukup. Sedangkan untuk SMPN 5 Lumbang Satu Atap yaitu sebesar 75,72% atau dalam kategori cukup. Dalam pelaksanaanya, keduanya masih mempunyai beberapa kendala yaitu (1) Pemahaman guru terkait proses pembelajaran masih kurang, (2) Kegiatan pelatihan dirasa masih kurang, (3) Tingkat pemahaman siswa, (4) Sarana prasarana penunjang pembelajaran, khususnya di SMPN 3 Sumberasih Satu Atap yang masih kurang, serta (5) Guru masih kesulitan dalam menerapkan sistem penilaian. Kata Kunci : Keterlaksanaan, Kurikulum 2013, PJOK.      Abstract Curriculum takes an important part in education component to reach the goal of education. Curriculum has dynamic characteristic and should be adapted with student’s competency that useful for this time or for their future. Nowadays, curriculum that applied in Indonesia is Kurikulum 2013, and the implementation has been applied for 2 years in formal education in Indonesia. The government has done some efforts gradually to increase the implementation of Kurikulum 2013 through expand prevalently and the educational level. The aims of this research is to know whether the implementation of Kurikulum 2013 Physical Education subject of junior high school level in Satu Atap among island area and land in Kabupaten Probolinggo. This research used descriptive method and used qualitative approach. The samples of this research are junior high school 3 Sumberasih Satu Atap and junior high school 5 Sumberasih Satu Atap in Kabupaten Probolinggo. In addition, the researcher used questionnaires for the headmaster, Physical Education teacher, students, and school committee and school superintendent as the instrument to collect the data. From the questionnaires’ result the researcher found that the implementation of Kurikulum 2013 Physical Education subject, both this schools is not fully implemented that Kurikulum 2013. Moreover, based on the analysis result, junior high school 3 Sumberasih Satu Atap has 71,76% percentage or included in “fair category” and junior high school 5 Lumbang Satu Atap has 75,72% percentage or included in “fair category”. During the implementation, both  school have some constraints, (1) Teacher’s comprehension in teaching and learning process is still deficient, (2) The training program is deficient, (3) The condition of student’s capability in learning process, (4) The infrastructures for studying program, especially in junior high school 3 Sumberasih Satu Atap is still deficient, and (5) The teachers still have some difficulties to apply the assessment system. Keywords: The implementation, Kurikulum 2013, Physical Education
PERANAN GURU PENDIDIKAN JASMANI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI (SMP) SE SUBRAYON 06 KABUPATEN BONDOWOSO SOFYAN FURQONI, RANDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesehatan adalah hal yang utama untuk melakukan semua aktivitas. Jika seseorang memiliki kesehatan yang baik, maka akan sanga tmudah sekali ia untuk melakukan apa yang diinginkan. Kesehatan dan pendidikan adalah hal yang berkaitan. Di sekolah misalnya, dapat kita jumpai pelajaran pendidikan kesehatan yang disampaikan oleh guru pendidikan jasmani saat proses belajar mengajar. Peran dan penyiapan tenaga pendidikan merupakan kunci dalam melakukan pendidikan kesehatan di tiap-tiap sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru pendidikan jasmani dan seberapa besar peran guru pendidikan jasmani dalam pembelajaran pendidikan kesehatan di Sekolah Menengah Pertama Negeri se subrayon 06 Kabupaten Bondowoso. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tertutup. Teknik analisis data menggunakan perhitungan Mean, persentase dan SPSS. Hasil dari penelitian ini adalah pendapat siswa terhadap peran guru pendidikan jasmani dalam pembelajaran pendidikan kesehatan di kategorikan baik dan pendapat guru dalam pembelajaran pendidikan kesehatan dikategorikan sangat baik. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan untuk guru penjas agar lebih aktif dalam penyampaian dan praktek kepada siswa tentang materi pendidikan kesehatan Kata Kunci : Guru Pendidikan Jasmani, Pendidikan Kesehatan, Sekolah Menengah Pertama Negeri se subrayon 06 Kabupaten Bondowoso Abstract Health is the principal thing to do all the activity .If a person has good health , it would be easy once it to do what is wanted .Health and education is it comes to dealing. At school for example, can we used to see health education lessons delivered by physical education teachers during learning process. The role of energy and the provision is the key to education in doing health education in every school. This research have a purpose to know how the role of physical education teacher and how big the role of the physical education teacher in health education learning to the junior high school subrayon 06 bondowoso regency. The research use quantitative research. The instrument of the research are closed questionnaire. The data would be analyzed using rates and spss. The result of the research are the students ’opinion of the role of the  physical education teachers in health education learning will be in good categorize and the teachers’ opinion in  health education learning will be in very good categorize.This research expected to be a reference to make the physical education teacher more active in deliver and practice of health education material for the student. Keywords: The physical education teachers , health education , Junior high school subrayon 06 Bondowoso regency.
MOTIVASI BELAJAR MATAKULIAH PENCAK SILAT PADA MAHASISWA PESERTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA PENCAK SILAT (STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA ANGKATAN 2014) CITRA AHLAM, AINUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Motivasi berperan penting dalam pencapaian keberhasilan belajar, khususnya dalam pembelajaran pencak silat di jurusan pendidikan olahraga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada mahasiswa jurusan pendidikan olahraga angkatan 2014 yang berkaitan dengan aspek motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, yang bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar matakuliah pencak silat pada mahasiswa peserta Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat. Penelitian ini menggunankan instrumen penelitian berupa angket dengan populasi mahasiswa jurusan pendidikan olahraga angkatan 2014 yang belum pernah mengikuti pencak silat, dan sekarang menjadi peserta Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat yang berjumlah 146 mahasiswa. Hasil penelitian dengan perhitungan persentase ini dibagi menjadi tiga kategori, tinggi, sedang, rendah. Motivasi belajar mahasiswa yang berkaitan dengan indikator motivasi intrinsik pada kategori tinggi memperoleh hasil 53,42% dengan frekuensi sebanyak 78, kategori sedang memperoleh hasil 13,70% dengan frekuensi sebanyak 20, indikator motivasi ekstrinsik pada kategori tinggi memperoleh hasil 25,34% dengan frekuensi sebanyak 37, kategori sedang memperoleh hasil 7,53% dengan frekuensi 11. Simpulan penelitian bahwa motivasi belajar matakuliah pencak silat pada peserta Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat dominan memiliki motivasi intrinsik dengan persentase sebesar 53,42% (kategori tinggi). Kata Kunci : Motivasi Belajar, Pencak Silat Abstract Motivation plays an important role in achieving success in learning, particularly in learning martial arts with a major in physical education. This research is descriptive in sports education students in 2014 with regard to aspects of intrinsic motivation and extrinsic motivation, which aims to find the motivation to learn martial arts courses on students participating in Pencak Silat Student Activity Unit. This study is using research instrument in the form of a questionnaire to a population of students majoring in physical education class of 2014 who has never participated in martial arts, and is now a participant. Pencak Silat Student Activity Unit totaling 146 students. Research results with the percentage calculation is divided into three categories, high, medium, low. Student learning motivation related to the indicators in the category of high intrinsic motivation to obtain the result of 53.42% with a frequency of 78, the category is gaining 13.70% results with a frequency of 20 indicators extrinsic motivation at a high category to obtain results with a frequency of 25.34% as many as 37, the category is gaining 7.53% results with a frequency of 11. The conclusions of research that motivation to learn martial arts course participants Pencak Silat Student Activity Unit dominant intrinsic motivation with a percentage of 53.42% (high category). Keywords: Motivation, Pencak Silat
PERBANDINGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMPN 2 GANDUSARI DAN MTSN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE FITRIAN RO'IS, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rasa percaya diri merupakan suatu keyakinan yanga ada pada diri seseorang dalam melakukan segala hal yang bertujuan untuk memperoleh suatu keberhasilan dan pencapaian prestasi seseorang sehingga mampu meningkatkan sumber daya manusia yang unggul. Kegiatan ekstrakurikuler mengajarkan pada seseorang akan pengembangan bakat, minat, kemampuan, keterampilan dan nilai – nilai kepribadian yang positif. Oleh karena itu melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate yang ada di sekolah diharapkan dapat meningkatkan percaya diri siswa. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat rasa percaya diri siswa SMPN 2 Gandusari dan siswa MTSN Gandusari Kabupaten Blitar yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 2 gandusari yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate yang berjumlah 25 siswa dan siswa MTSN Gandusari ekstrakurikuler pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate yang berjumlah 25 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket / kuisisoner untuk memperoleh data. Sedangkan untuk analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji beda ( t-test). Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai rata – rata siswa SMPN 2 Gandusari yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate sebesar 88,16 dengan standar deviasi 7,16 dan nilai rata – rata siswa MTSN Gandusari yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate sebesar 90,24 dengan standar deviasi 7,85. Sedangkan nilai signifikan variabel adalah 0,333 dan lebih besa dari alpha 0,05 Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara tingkat kepercayaan diri siswa SMPN 2 Gandusari dan MTSN Gandusari yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Kata kunci : Percaya Diri, Ekstrakurikuler Abstract A self confidence is a conviction that exist in every one in doing all things which has purpose to get succes and achievement. So they are able to increase excellent human resources. An extracurricular activities teach someone about  the development of talents, interest, abilities, skills and values positive personality. Therefore, through pencak silat persaudaraan setia hati terate extracurricular activities in schools is expected to increase the self confidence of students. The aim of this research is to know the differences of self students confidence’s level  in State Junior High School 2 Gandusari and State Islamic Junior High School Gandusari  who have joined pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate extracurricular. This research is included in non experimental observation and used quantitative approach with comparative design. The population of this research is all State Junior High School 2 Gandusari’s students who have joined pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate extracurricular as many as  25 students and State Islamic Junior High School Gandusari student who have joined extracurricular pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate as many as 25 students. Then, the instrument that used in this research is questionnaires as the data collection. While this research used balanced test ( t – test ) as the data analysis. According to the results of  data analysis, the mean score of students State Junior High School 2 Gandusari who have  joined pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate extracurricular is 88,16 with a standard deviation 7,16 and the mean score of students State Islamic Junior High School who have joined pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate extracurricular is 90,24 with a standard deviation 7,85. While the significant value of the variable is 0,333 and bigger than the alpha of 0,05. Therefore, it can be concluded that there are no differences in students self confidence’s level among State Junior High School and State Islamic Junior High School who have joined pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate extracurricular. Key words: self confidence, extracurricular. 
SURVEI KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SMP DAN MTS. NEGERI SE-KECAMATAN TEMBELANG KABUPATEN JOMBANG CHOIRIYAH NITA, WAHYU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan tempat membina generasi muda agar menjadi manusia yang berkualitas di masa depan. Salah satunya dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) di sekolah. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar keterlaksanaan kurikulum 2013 khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan populasi dan menggunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data. Populasi dari penelitian ini adalah 3 sekolah yaitu SMPN 1 Tembelang, SMPN 2 Tembelang dan MTs. Negeri Tembelang. Penganalisisan data hasil pengisian instrumen kuesioner oleh responden. Terdapat tiga responden dalam penelitian ini yakni Kepala Sekolah, Guru PJOK, Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SMP dan MTs. Negeri se-Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang sudah baik dengan persentase 80,5 %. Kata Kunci : Keterlaksaan Kurikulum 2013, PJOK Abstract Education is place to make young generation to be a human that have good quality in future. One of the Physical Education, Sport, and Health (PJOK) in school. The purpose of this research for knowed how to much 2013 curriculum holded expecially to in the junior high school and Islamic junior high school. This study is a descriptive qualitative research. This study took  the population and used the questionnaire as the data collection instrument. The population of this study was divided into three school are Junior High School 1 Tembelang, Junior High School 2 Tembelang, and Islamic Junior High School Tembelang.  The data analysis technique used in this study of questionnaires filled by the respondents. There were three respondents in this study is principals, PJOK teacher, Student. The result of this study indicated that the 2013 curriculum holded toward Physical Education, Sport, and Health subject Tembelang Jombang  Junior High School and Islamic Junior High School already well hold by the percentage of 80,5 %. Keywords: 2013 Curriculum Holded, Physical Education, Sport, And Health (PJOK).
SURVEI KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (PJOK) DI SMP DAN MTS SE- KECAMATAN SOKO TUBAN RATNA NUGRAHAWATI, DIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru yang diterapkan di Indonesia. Secara serentak kurikulum 2013 diterapkan pada pendidikan formal pada tahun ajaran 2014/2015 tepatnya pada semester ganjil. Tetapi di beberapa sekolah percontohan telah menerapkan lebih dulu kurikulum 2013 yakni pada tahun ajaran 2013/2014. Sehubungan dengan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kurikulum 2013 khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMP dan MTs se-kecamatan Soko Tuban. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu, penelitian ini mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Populasi dari penelitian ini adalah 6 sekolah di kecamatan Soko yakni SMPN 1 Soko, SMPN 2 Soko, SMP Muhammadiyah 5 Soko, MTs Tarbiyatul Islam, MTs Manbaul Islam, dan MTs Salafiyah. Dalam penelitian ini terdapat empat responden yakni pengawas, kepala sekolah, guru PJOK kelas VII, dan siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMP dan MTs se-kecamatan Soko Tuban pada semua aspek yang meliputi pengawas, kepala sekolah, guru PJOK, dan siswa kelas VII masuk dalam kategori  cukup baik dengan persentase 78,19%. Kata Kunci : Keterlaksaan Kurikulum 2013, PJOK. Abstract Kurikulum 2013 is the latest curriculum which have implemented in Indonesia. At the same time, the kurikulum 2013 had applied to formal education in the academic year 2014/2015 precisely on odd semester. But in some schools have implemented the first 2013 curriculum in the academic year 2013/2014. In this regard, the aim of this research is to know the implementation of kurikulum 2013 especially on the Physical Education, Sport, and Health (PJOK) subject in junior high schools and MTs level throughout the subdistrict Soko Tuban.  This research is a qualitative descriptive study. Therefore, this study took a sample of the population and using the questionnaire as a data collection instrument. The population of this study are 6 schools that is SMPN 1 Soko, SMPN 2 Soko, SMP Muhammadiyah 5 Soko, MTs Tarbiyatul Islam, MTs Manbaul Islam, and MTs Salafiyah. In this study, there are four respondents there are supervisors, principals, PJOK teachers, and students of class VII.  The results showed that indicated that the kurikulum 2013 which have implemented in the Physical Education, Sport, and Health (PJOK) subject in junior high schools and MTs level throughout the subdistrict Soko Tuban on all aspects including supervisors, principals, PJOK teachers, and students of class VII into the category quite well with the percentage 78.19%. Keywords:  Implementation Kurikulum 2013, PJOK.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MOTORIK ANTARA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH (STUDI PADA KELAS V DAN VI DI SDN SIDOWAYAH DENGAN MI DARUN NAJAH BEJI PASURUAN) YASMIN, ZULAICHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan gerak motorik anak pada tahap awal merupakan dasar untuk menunjang perkembangan gerak motorik lanjutan saat anak-anak mulai beranjak dewasa. Melalui pendidikan jasmani disekolah dasar diharapkan dapat mencapai tujuan dari pendidikan jasmani itu sendiri termasuk dalam meningkatkan kemampuan motorik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan motorik siswa di SDN Sidowayah dan MI Darun Najah yang memiliki kelebihan masing-masing dalam proses pelaksanaan pelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 dan 6 SDN Sidowayah dan MI Darun Najah sebanyak 98 siswa, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan motorik yaitu (1) tes shuttle run 4x10 meter, (2) tes lempar tangkap bola jarak 1 meter ke dinding, (3) tes stork stand positional balance, (4) tes lari cepat 30 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya, terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan koordinasi dimana siswa di SD lebih baik dari siswa di MI, sedangkan pada komponen keseimbangan siswa di MI lebih baik dari siswa di SD. Namun secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan pada kemampuan motoriknya dapat dilihat dari nilai thitung kemampuan motorik -0,675 < ttabel 1,658. Sehingga HO diterima dan H1 ditolak dengan taraf signifikasi 0,05. Hal tersebut ternyata membuktikan bahwa keadaan sekolah baik SD maupun MI tidak mempunyai pengaruh cukup besar terhadap kemampuan motorik siswa. Tidak adanya perbedaan tersebut juga dipengaruhi oleh aktivitas gerak siswa diluar sekolah. Kata Kunci : Kemampuan Motorik, Siswa Sekolah Dasar, Siswa Madrasah Ibtidaiyah.   Abstract The motor ability’s growth of children at the beginning is the fundamental of advanced motor ability’s growth when they become grown up. Through physical education in elementary school, it will be expected can reach the purpose of the physical education including children motor skill enhancement. The aim of this research is to know the comparison of students motor ability in SDN Sidowayah and MI Darun Najah, that each have excess in their physical education learning process.  This research is included in non experiment research that used quantitative design. Population and sample of this research are all the 5th and the 6th graders Extraordinary SDN Sidowayah and MI Darun Najah that as many as 98 students. This research used motor abilities test as the data collection, that is (1) shuttle run 4 x 10 meters test, (2) throw and catch the ball to the wall test, (3) stork stand positional balance test, (4) sprint 30 meters test. The result of this research showed that there are significant differences in coordination ability where the students in elementary school had better than islamic elementary students, while in  balance component the students of islamic elementary school had better than elementary school. However, there are no differences in motor ability overall. According to the value of taritmethic in motor ability is 0,675< t table 1,658. So Ho is accepted and Ha is rejected with 0,05 level of significance. That matter proved that the school’s situation among elementary school and islamic elementary school don’t have any influence against students motor ability. All in all, besides the factors explained above, the factor that makes there was no difference is that the existance of the students’ activities outside the school. Keywords : Motor Ability, Students Of Elementary School, Students Of Islamic Elementary School
UPAYA MENINGKATKAN GERAK DASAR LOKOMOTOR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL (PADA SISWA- SISWI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA TUNAS MULYA SURABAYA) INDAH UTARI, YUNIAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bermain merupakan cara seseorang untuk membebaskan diri dari berbagai tekanan yang kompleks dan merugikan. Melalui kegiatan bermain perasaan menjadi lega, bebas, dan berarti. Mengingat urgensinya bermain bagi anak tunagrahita, dewasa ini aktivitas bermain dikembangkan menjadi play therapy. Dalam pendidikan jasmani adaptif salah satu aktifitas yang cocok dengan jenis kecacatan tunagrahita adalah melalui pemainan tadisional. Dalam hal ini diharapkan mampu meningkatkan gerak dasar lokomotor anak tunagrahita ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan olahraga permainan tradisional dapat membantu anak tunagrahita ringan dalam meningkatan gerak dasar lokomotor dan seberapa besar peningkatan gerak dasar lokomotor siswa tunagrahita ringan di Sekolah Dasar Luar Biasa Tunas Mulya Surabaya. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan desain penelitian one group pretest – posttest design. Populasi dan sampel dari peneltian ini adalah seluruh siswa Sekolah Dasar Luar Biasa Tunas Mulya Surabaya yang sebanyak 9 siswa. Untuk mendapatkan hasil gerak dasar lokomotor digunakan bentuk performence test yaitu tes berjalan, berlari, dan melompat. Berdasarkan perhitungan data diperoleh hasil sebagai berikut, perbedaan hasil pretest dan posttest gerak dasar lokomotor adalah sebesar 6,274. Karena thitung lebih besar dari ttabel  (6,274 > 1,860) dengan taraf signifikasi 5% pada df 8, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan yang signifikan antara pembelajaran menggunakan permainan tradisional dalam meningkatkan gerak dasar lokomotor siswa tunagrahita ringan di Sekolah Dasar Luar Biasa Tunas Mulya Surabaya setelah diberikan permainan memindahkan barang dan engkleng gunung. Kata Kunci : Permainan Tradisional, Gerak Dasar Lokomotor, Tunagrahita ringan   Abstract Playing is an alternative for relaxing from burden in complexity of life. Playing can boost feelings to be more relieved, free and meaningful. Since the essence of playing for mentally disabled children is urging, nowadays, it has been developed playing for play therapy. According to adaptive physical education, one of alternative activity which can be applied for mentally disabled student is traditional game. Furthermore, the traditional game is expected to improve fundamental locomotor skill of the mild mentally disabled students. The objectives of this research are to determine whether applying traditional game can increase fundamental locomotor skill for mild mentally disabled students and also, the significance of the increasing in the fundamental locomotor skill of the mild mentally disabled students in the Extraordinary Elementary School Tunas Mulya Surabaya. This research is Quasi-Experiment in which the design is one group pretest - posttest design. The subject and the sample of this research are 9 students of Extraordinary Elementary school Tunas Mulya Surabaya. The data is collected through performance test which are walking test, running test, and jumping test. Based on the data analysis, the result showed that the difference between the result of pre test and post test is 6.274. Since t is higher than t-table with significance level 5% on df 8, therefore Ho is rejected yet Ha is accepted. Therefore, there is significant increasing of fundamental locomotor skill of mild mentally disabled students in Extraordinary Elementary School Tunas Mulya Surabaya after applying traditional game which are Moving Stuff Game and Engkleng Gunung. Key Word : Traditional game, Fundamental locomotor skill, mild retradation 
PEMANFAATAN MEDIA COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION (CAI) MODEL DRILLS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP MATERI AJAR UNDERHAND PASS PERMAINAN BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KREMBUNG) ERIKO DWIJAYA, OKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, guru harus bersikap kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru dituntut untuk mampu menentukan metode yang tepat dalam menyampaikan materi ajarnya supaya tujuan pembelajaran dapat tersampaikan secara maksimal. Penggunaan media pembelajaran dapat dijadikan salah satu cara efektif untuk menyampaikan materi ajar kepada siswa.  Salah satunya yaitu dengan menggunakan media berbasis komputer yakni computer assisted instruction (CAI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari penggunaan media computer assisted instruction (CAI) model drills terhadap peningkatan pemahaman materi ajar underhand pass permainan bolavoli pada siswa kelas X MIA 6 di SMA Negeri 1 Krembung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (praeksperimen) dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Krembung yang berjumlah 339 siswa. Cara menentukan sampel dengan menggunakan cluster random sampling sehingga didapat kelas X MIA 6 yang berjumlah 34 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada manfaat dari penggunaan media computer assisted instruction (CAI) model drills terhadap peningkatan pemahaman materi ajar underhand pass permainan bolavoli pada siswa kelas X MIA 6 di SMA Negeri 1 Krembung. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel (19,16 > 1,6905). Kata Kunci : Computer assisted instruction, Pemahaman, Passing Abstract The development of knowledge and technology, teachers should be creative and innovative in learning activity. Teachers are demanded to be able to determine the appropriate method in delivering their teaching material in order the teaching purposes can be delivered maximally. The uses of learning media can be one of the effective way to deliver the teaching material for the students. One of them is by using a media based on computer, computer assisted instruction (CAI). The purpose of this research is to find out the usage of a media, namely computer assisted instruction (CAI) in drills model toward the increasing of the understanding of the learning material about underhand pass of volleyball game for students of X MIA 6 in senior high school 1 Krembung. This research is a experiment (pre experiment) by using “one group pretest-posttest design” as the research design. This research population is all of students of ten grade in senior high school 1 Krembung, which is totally 339 students. The way in determining the sample by using cluster random sampling, therefore can be got 34 students from X MIA 6. Based on the research finding, it can be concluded that there is a usage of the using of computer assisted instruction (CAI) media in drills model toward the increasing of the understanding of the learning material about underhand pass of volleyball game for students of X MIA 6 in senior high school Krembung. It can be proved from the finding of the counting test t has shown that the value of t counting > t table (19,16 > 1,6905). Keywords: Computer assisted instruction, Understanding, Passing

Page 37 of 109 | Total Record : 1082