cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMANASAN TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS IV SDN JANTI II TULANGAN SIDOARJO) RIFKI SAPUTRA, KHOIRUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran pendidikan jasmani yang kurang efektif seringkali didapatkan oleh siswa, seperti pemanasan yang diberikan oleh guru tidak sesuai dengan materi inti yang akan diajarkan. Oleh karena itu, untuk membuat pembelajaran yang efektif guru harus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa dan dapat mendorong antusias siswa untuk mengikuti pembelajaran penjasorkes. Salah satunya dengan menerapkan permainan tradisional khususnya pada saat pemanasan. Penerapan permainan tradisional yang dilakukan pada saat pemanasan diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran penjasorkes dan menarik antusias siswa untuk mengikuti pembelajaran penjasorkes. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh penerapan permainan tradisional dalam pemanasan terhadap efektivitas pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas IV SDN Janti II Tulangan Sidoarjo, (2) besarnya pengaruh penerapan permainan tradisional dalam pemanasan terhadap efektivitas pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas IV SDN Janti II Tulangan Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang diambil pada penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah sebanyak 31 siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar kuisioner FCE (Formative Class Evaluation) dan lembar observasi kelas dikjasor. Hasil penelitian yang diperoleh dari lembar kuisioner FCE (Formative Class Evaluation) pada saat pertemuan pertama (pre-test) mendapatkan hasil sebesar 2,48%, sedangkan pada pertemuan ketiga (post-test) mendapatkan hasil sebesar 2,84%. Dari hasil pre-test dan post-test terjadi peningkatan sebesar 14,52%. Sedangkan dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon mendapatkan hasil Zhitung -4,493 > nilai Ztabel -1,96 dengan taraf signifikansi 0,05 (5%) dan dari hasil lembar observasi kelas dikjasor juga menunjukkan bahwa nilai akhir dari pertemuan kedua saat pemberian perlakuan (treatment) pertama sebesar 80,6% mengalami peningkatan pada pertemuan ketiga saat pemberian perlakuan (treatment) kedua menjadi 88,4% dengan kategori baik sekali. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penerapan permainan tradisional dalam pemanasan terhadap efektivitas pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas IV SDN Janti II Tulangan Sidoarjo. Penerapan permainan tradisional dalam pemanasan berpengaruh sebesar 14,52% terhadap efektivitas pembelajaran pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas IV SDN Janti II Tulangan Sidoarjo. Kata Kunci: permainan tradisional, efektivitas pembelajaran, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Abstract Physical education lessons that less effective often experienced by students, such as warming up given by teachers which not in accordance with the core material that would be taught. Therefore, to make effective learning teachers must be able to create a learning atmosphere in accordance with the character of students and can encourage the student’s enthusiasm to follow physical education learning. One of the effort is by applying traditional game especially in the warming up. The application of traditional game is expected to increase the effectiveness of physical education learning and to attract student’s interest and enthusiasm to follow physical education learning. The purpose of this research is (1) to find out the influence of the application of traditional game in warming up towards the effectiveness of learning physical education, sports and health in 4th grade students of SDN Janti II Tulangan Sidoarjo (2) to find out magnitude the influence of the traditional game in warming up towards the effectiveness of learning physical education, sports and health in 4th grade of SDN Janti II Tulangan Sidoarjo. The type of this research is quasi experiments with quantitative approach. The population of this research is taken from 4th grade students amounted to 31 students. The instrument used in data collection in this research are questioner Formative Class Evaluation and Physical Education Class Observation Sheet. The result from questioner Formative Class Evaluation in the first meeting (pre-test) amounted to 2,48%, while at the third meeting (post-test) get the result of 2,84%. From result of pre-test an post-test there is an increase of 14,52%. While the result of the hypothesis test of using Wilcoxon test, can be obtained the result value Zcount -4,493 > value Ztable -1,96 with the level of significance 5% (0,05) and from the result of the observation class dikjasor also indicated that the end of the second meeting while giving first treatment of 80,6% rise in the third meeting while giving second treatment being 88.4% in the category of very good. From the data, it can be concluded that there is a significance influence from the application of traditional game in warming up towards the effectiveness of learning physical education, sports and health in SDN 4th grade students of Janti II Tulangan Sidoarjo. The magnitude of the traditional game in warming up is 14,52% towards the effectiveness of learning physical education, sports and health in 4th grade students of SDN Janti II Tulangan Sidoarjo. Keywords: traditional game, learning effectiveness, physical education, sports and  health.
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN RESITASI TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE KANAN PADA PERMAINAN BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP MODEL TERPADU BOJONEGORO) KURNIAWAN ZULKARNAIN, DIMAS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dari pengamatan dan juga pengalaman mengajar di SMAN 1 Sumberjo terungkap bahwa banyak siswa yang tidak begitu mengingat materi dribble kanan pada permainan bola basket yang sudah pernah diajarkan. Padahal, materi dasar dribble kanan diberikan pada tingkat SMP. Metode resitasi ini dirancang untuk menjadikan siswa bisa selalu mengingat pembelajaran yang sudah diajarkan dengan melihat catatan tugas yang sudah dicatat atau dikerjakan dalam setiap materi ajar yang sudah didapatkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode resitasi terhadap hasil belajar dribble kanan bola basket dan seberapa besar pengaruh metode tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen pre-tes dan post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket pre test dan post test pengaruh penerapan metode resitasi  terhadap hasil belajar dribble kanan pada permainan bola basket dan juga digunakan untuk mengukur hasil belajar dribble kanan pada permainan bola basket. Subyek penelitian ini adalah 30 siswa dari 120 siswa kelas VII SMP Model Terpadu Bojonegoro. Berdasarkan hasil dari perhitungan uji beda, thitung lebih besar dari pada ttabel (11,23>2.045) dengan demikian sesuai dengan ketentuan jika thitung lebih besar daripada ttabel dengan taraf signifikan 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak. hipotesis yang berbunyi ada pengaruh metode resitasi terhadap hasil belajar dribble bola basket pada siswa kelas VII SMP Model Terpadu Bojonegoro. Dengan demikian dari hasil analisis compare means-paired sample t test tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dari penelitian yang berbunyi “ada pengaruh metode resitasi terhadap hasil belajar dribble kanan pada permainan bola basket pada siswa kelas VII SMP Model Terpadu Bojonegoro ”dapat diterima”. Kata Kunci : Metode Pembelajaran Resitasi, Hasil Belajar,Dribble Kanan Bola Basket Abstract From observation and teaching experience in Senior High School 1 Sumberjo revealed that many students who not remember about rigth dribble lesson of basketball that ever given. Actually, based lesson about rigth dribble give in junior high school. Resitasi methode make for  get student who always remember the lesson that ever given with see task note from the lesson.   This study included know influence resitasi method to study result of right dribble and how much resitasi methode influence. This study included a quantitative study and types of experiment research pre-test and post-test one group design. The subjects of this study were 30 of 120 students class VII Junior High School Integrated Model Bojonegoro. calculation of different test or t test showed t count> t table (11,23>2.045)so that the data is in accordance with what has become the provision, where if tcount greater than ttable with significance level of 5% then H0 Ha accepted and rejected. It  means that the hypothesis of  there are the application influence of resitasi method to study result of right dribble to basket ball game to student of clas VII Junior High School Integrited Model Bojonegoro.So, the results of the analysis of the compare means-paired sample t test, we can conclude that the hypothesis of the research that reads "there are influence of application resitasi method to result study of right dribble basketball game" acceptable. Keywords : Resitasi Learning Method, Result Study, Right Dribble Basket Ball.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA PROGRAM IPA DAN SISWA PROGRAM IPS KELAS XII DI SMA NEGERI 1 LAMONGAN YUDI ERWANTO, BAMBANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurikulum di jenjang SMA dilakukan penjurusan sesuai minat dan kemampuan siswa. Program penjurusannya adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Akselerasi. SMAN 1 Lamongan adalah salah satu sekolah yang mengutamakan prestasi akademik dan non akademik, sehingga menuntut siswanya memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik. Kurikulum yang digunakan di SMAN 1 Lamongan setara dengan SMA reguler lainnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti memperoleh data bahwa siswa program IPS lebih sulit diatur pada saat pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dibandingkan dengan siswa program IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa program IPA dan siswa program IPS. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII program IPA dan program IPS di SMAN 1 Lamongan. Besar populasi 329 siswa dan sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat kebugaran jasmani rata-rata siswa kelas XII IPA sebesar 13,21 dengan standar deviasi 1,452. Sedangkan pada kelas XII IPS  didapat rata-rata 13,26 dengan standar deviasi 2,049. Dengan perhitungan menggunakan statistical program for social science (SPSS). Hasil perhitungan dengan menggunakan taraf signifikan 5%. Sehingga dengan demikian maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani siswa kelas XII IPA dan siswa kelas XII IPS. Kata Kunci : Tingkat kebugaran jasmani, siswa kelas XII program IPA dan IPS. Abstract Senior high school curriculum is divided into the program based on the interest and ability of the students. The program are Science Program, Social Program, and Acceleration Programs. SMAN 1 Lamongan is one of the formal education institution that focuses on academic achievement and non-academic achievement, this condition demands the students to have good physical fitness level. The curriculum that is used by SMAN 1 Lamongan has the standart with the other reguler senior high school institution. Based on observation result and interview, the researcher gets data that social program student are more difficult to be disciplined during physical education activity than science program students. This research is non-experimental research with descriptive quantitative approach. The population of this research is the twelve grader students from Science Program and Social Program in SMAN 1 Lamongan. Large population of 329 students and a sample taken at random cluster sampling technique. The research instrument uses Indonesia Physical Fitness Test (TKJI). Based on the research result, the average of the twelve grader students from science program is 13,21 with the standart deviation of 1,452. Then, the average of the twelve grader students from social program is 13,26 with the standart deviation of 2,049. This result is calculated by using Statistical Program for Social Science (SPSS). The calculation result uses 5% of significant degree. The conclusion is Ho is accepted and Ha is rejected. There is not significant differences of physical fitness level between Science Program and Social Program of the twelve grader students. Keywords :  Physical fitness level, twelve grader students of science program and social program.
PENERAPAN TERAPI NLP (NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING) UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN DALAM MELAKUKAN LOMPAT KANGKANG PADA SISWA KELAS X WELDANI, FERI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam menuntut ilmu di sekolah, siswa dituntut untuk bisa menguasai semua bidang mata pelajaran, terlebih lagi dalam mata pelajaran penjasorkes yang menuntut siswa bisa melakukan berbagai macam tugas gerak, salah satunya yaitu materi lompat kangkang. Siswa seringkali cemas dalam melakukan lompat kangkang baik putra maupun putri. Peran terbesar terapi  NLP (Neuro Linguistic Programming) adalah membantu manusia berkomunikasi lebih baik dengan diri mereka sendiri, mengurangi ketakutan tanpa alasan, mengontrol emosi negative dan kecemasan. Oleh karena itu melalui penerapan terapi NLP diharapkan siswa yang mengalami kecemasan melakukan lompat kangkang dapat diturunkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan terapi NLP untuk menurunkan kecemasan dalam melakukan lompat kangkang pada siswa kelas X. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre Experimental dan jenis penelitian pre-tes dan post-test one group design. Subyek penelitian ini adalah 10 siswa dari 250 siswa kelas X MAN Mojosari. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket kecemasan melakukan lompat kangkang untuk mengetahui siswa yang mempunyai skor tinggi kecemasan melakukan lompat kangkang dan juga digunakan untuk mengukur hasil dari perlakuan terapi NLP. Sedangkan untuk analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji beda (t-test). Setelah dilakukan perhitungan nilai rata-rata siswa yang mengikuti penelitian ini yaitu 94,4 dengan standar deviasi 10,28 dan hasil uji beda atau uji t yaitu 29,05 menunjukkan bahwa thitung >ttabel (29,05>1,833) dengan taraf signifikan 5%. Dengan demikian dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dari penelitian yang berbunyi “terapi NLP dapat menurunkan kecemasan melakukan lompat kangkang siswa kelas X MAN Mojosari” dapat diterima. Kata Kunci : Terapi NLP(Neuro Linguistic Programming), Kecemasan, lompat kangkang Abstract In a study at the school, students are required to be able to master all subjects areas, especially in subjects penjasorkes that requires students can perform a wide range of motion tasks, one of which is material straddle jump. Students are often anxious to do a straddle jump both boys and girls. NLP (Neuro Linguistic Programming) therapy biggest role is to help people communicate better with themselves, reduce fear without reason, control negative emotions and anxiety. Therefore, through the application of NLP therapy is expected that students who experience anxiety do jump straddle can be derived. This study aims to examine the application of NLP therapy to reduce anxiety in doing straddle jump in class X. This study includes quantitative research with Pre Experimental approach and type of research pre-test and post-test one group design. The subjects of this study were 10 students of 250 in class X MAN Mojosari. Data collection method used was a questionnaire anxiety do straddle jump to find out students who have high anxiety scores did straddle jump and also used to measure the results of NLP therapy treatment. As for the data analysis in this study using a different test (t-test). After calculating the average value of students who take this study is 94.4 with a standard deviation of 10.28 and the results of different test or t-test is 29.05 shows that t count> t table (29.05> 1.833) with a significant level of 5% . Thus the results of the analysis can be concluded that the hypothesis of the research that reads "therapy NLP can reduce anxiety do a straddle jump class X MAN Mojosari" acceptable. Keywords: Therapy NLP (Neuro Linguistic Programming), Anxiety, straddle jump
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLESEPAK BOLA (STUDIPADASISWAKELAS X SMA AL-ISLAM KRIAN SIDOARJO) BENY ISWANTO, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran seorang guru sangatlah penting dalam suatu proses pembelajaran. Karena tujuan dari suatu pembelajaran adalah merubah kemampuan peserta didik dari yang tidak menguasai materi sama sekali menjadi dapat menguasai materi meskipun tidak secara sempurna. Dalam starategi pembelajaran banyak model pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru untuk melangsungkan suatu proses pembelajaran. Dengan menerapkan model pembelajaran yang menarik dan efektif dapat memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga mendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam penelitian ini, model pembelajaran yang diterapkan adalah model inkuiri pada pembelajaran dribble sepak bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar dribble sepak bola pada siswa kelas X SMA Al-Islam Krian Sidoarjo. (2) Besarnya pengaruh hasil belajar dribble sepak bola dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri pada siswa kelas X SMA Al-Islam Krian Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini, untuk menentukan sampel menggunakan cluster random sampling dari populasi kelas X SMA Al-Islam Krian Sidoarjo dengan jumlah siswa 613 siswa dari 16 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 04 dengan jumlah 42 siswa. Dari hasil penelitian secara umum dan berdasarkan hasil penghitungan analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar dribble sepak bola dibuktikan dengan hasil t hitung > t tabel (10,284 > 1,683). Adapun pengaruh tersebut ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar sebesar 7,39 %. Kata Kunci : Model inkuiri, Hasil belajar dribble sepak bola Abstract The role of a teacher is very important at the learning process. Because the purpose of the study is to change the ability of learners who don’t master the material at all be able to master thaought not perfect. In the learning stategy, the teacher chosen a model to carry out an interest learning. By applying the learning model that is attractive and effective to facilities teachers in performing their duties, so get learning outcomes in according the objective to be achived. In this research, applied learning model is a inquiry model on the learning football dribble. The purpose of this research to determine : (1) effect of application inquiry learning model to the learning result of football dribble to student at the high school of class X on Al-Islam Krian Sidoarjo. (2) the amount of influence learning result by applying inquiry model at the football dribble matter to student at the high school of class X on Al-Islam Krian Sidoarjo. This research was a quasi experimental research with quantitative and descriptive approach. At this research, to determine a sample using cluster random sampling system from high school of class X population on Al-Islam Krian Sidoarjo with the all of 613 students from 16 classes. Samples were students of class X sains 4 with all 42 students. From the results of this research in general and based on the calculation result of data analysis conclude that there was a significant influence on the implementation of inquiry learning model to football dribble learning result evidence by result t count > t table (10,284 > 1,683). the effect is shown by increase in learning outcomes for 7,9%. Keywords : inquiry model, result the football dribble learn.
PROFIL KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI YANG MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 (STUDI PADA SISWA KELAS IV DAN V SDN TANJUNGANOM 2 NGANJUK) WIDYA MARDIANA, AFRISCA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan motorik (motor ability) memegang peranan yang sangat penting dalam kegiatan manusia. Dengan kemampuan motorik seseorang dapat melakukan semua kegiatan dengan baik. Melalui pendidikan jasmani peserta didik dapat menyalurkan hasrat dan keinginan untuk bergerak, disamping itu dapat juga memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk terlibat secara langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tingkat  kemampuan  motorik siswa kelas IV dan V SDN Tanjunganom 2 Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. 2) Mengetahui profil hasil tingkat kemampuan motorik siswa kelas IV dan V SDN Tanjunganom 2 Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SDN Tanjunganom 2 Nganjuk dengan jumlah siswa kelas IV sebanyak 31 siswa dan kelas V sebanyak 32 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik penelitian survei, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tes yang meliputi tes kelincahan, tes koordinasi mata dan tangan, tes keseimbangan, dan tes kecepatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) kemampuan motorik siswa kelas IV SDN Tanjunganom 2 Nganjuk dapat dikategorikan sedang dengan rata-rata skor 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 6,45%, kategori baik 25,81%, kategori sedang 35,48%, kategori kurang 22,58%, dan kategori kurang sekali 9,68%. Kemampuan motorik siswa kelas V SDN Tanjunganom 2 Nganjuk dapat dikategorikan kurang dengan rata-rata 199,99, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 9,38%, kategori baik 18,75%, kategori sedang 31,25%, kategori kurang 37,50%, dan kategori kurang sekali 3,13%. Hasil keseluruhan kemampuan motorik siswa kelas IV dan V SDN Tanjunganom 2 Nganjuk dapat dikategorikan sedang dengan rata-rata 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 7,94%, kategori baik 22,22%, kategori sedang 33,33%, kategori kurang 31,75%, dan kategori kurang sekali 4,76%. Kata Kunci: Kemampuan Motorik, Siswa, Sekolah Dasar, Kurikulum 2013   Abstract Motor ability takes an important part in human actvities. Through motor abilitiy, someone can do their activities well. Through Physical Education, the students are able to do their passion in physical activities. Besides, it can give chance to the students to take a part in learning experiences through physical education.  The aims of this research are 1) Knowing about motor ability level of students class IV and V in State Elementary school Tanjunganom 2 Tanjunganom subdistrict Nganjuk regency. 2) Knowing the profile of motor ability level result of students class IV and V in State Elementary school Tanjunganom 2 Tanjunganom subdistrict Nganjuk regency. The population of this research is the students of class IV which have amount 31 students and class V which have amount 32 students. This research used survey research method.While as the data collection, this research used some tests which consist agility test, hand and eyes coordination test, balance test and speed test. Based on the result of this research, it can be concluded that 1) the motor ability of students in State Elementary School Tanjunganom 2 class IV can be cattegorized in fair cattegory which have average score 200, with percentage of students that classification of motor ability : very good cattegory 6,45%, good cattegory 25,81%, fair cattegory 35,48%, less cattegory 22,58%, less than once 9,68%. The motor ability of students in Elementary School Tanjunganom 2 Nganjuk class V State can be cattegorized in less cattegory which have average score 199,99, percentage of students that classification of motor ability :  very good cattegory 9,38%, good cattegory 18,75%, fair cattegory 31,25%, less cattegory 37,50%, less than once 3,13%. The overall result of students motor ability in State Elementary School Tanjunganom 2 class IV and V can be cattegorized in fair cattegory which have average score 200. with percentage of students that classification of motor ability : very good cattegory 7,94%, good cattegory 22,22%, fair cattegory 33,33%, less cattegory 31,75%, less than once 4,76%. Key Word : Motor Ability, Students, Elementary school, Kurikulum 2013
PENGARUH MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLA BASKET PADA SISWA TUNARUNGU (STUDI PADA SISWA TUNARUNGU DI SDLB TUNAS MULYA SEMEMI SURABAYA) CAHYA KHOIRUDDIN, ALFIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani adaptif merupakan salah satu alternatif untuk membantu siswa luar biasa dalam mengoptimalkan kemampuan di dalam gerak. Dalam pendidikan jasmani adaptif salah satu media pembelajaran yang cocok dengan jenis kecacatan tunarungu adalah melalui media video. Hal tersebut dikarenakan anak tunarungu tidak bisa mendengar bahasa, tetapi memiliki kelebihan dalam faktor melihat. Dalam hal ini diharapkan melalui media video mampu meningkatkan belajar shooting bola basket siswa tunarungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media video dalam pembelajaran penjasorkes terhadap hasil belajar shooting bola basket pada siswa  tunarungu di Sekolah Dasar Luar Biasa Tunas Mulya Sememi Surabaya. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan desain penelitian one group pretest – posttest design. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu siswa tunarungu kelas 5 dan 6. Untuk mendapatkan hasil belajar bola basket digunakan bentuk performence test yaitu tes shooting ke arah sasaran (ring). Berdasarkan perhitungan data diperoleh hasil sebagai berikut, perbedaan hasil pretest dan posttest shooting ke arah sasaran adalah sebesar 1,000 dan dengan taraf signifikasi 5% pada df 1, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran menggunakan media video dalam meningkatkan hasil belajar shooting bola basket siswa tunarungu di Sekolah Dasar Luar Biasa Tunas Mulya Sememi Surabaya setelah diberikan tayangan video tentang teknik pembelajaran bola basket. Kata Kunci : Media Video, Shooting Bola Basket, Tunarungu Abstract Adaptive sport education is on of the alternatives to help students with special needs optimize their ability in motion. In adaptive sport education, one of the suitable media to teach deaf children is by using video. It is because the deaf children cannot optimize their ears but have extra potency in using their eyes. It is hoped that through this media the children are able to increase their ability in shooting basketball. The objective of this study is to know how much the video as media in teaching physical learning affects deaf children’s basketball shooting ability in Extraordinary Elementary School Tunas Mulya Sememi Surabaya. This research uses quasi-experimental with one group pre-test post-test design. The samples of this research are taken by using purposive sampling which are the deaf children in 5th and 6th grades. To get the result, a performance test is used where the students are asked to shoot to the target (the basket). By calculating the data, the result is got as follows: the difference between pre-test and post-test of shooting is 1,000 and with significant rank in df 1, so that Ho is accpeted while Ha is denied. Thus, it can be concluded that there is no significant effect which affects deaf children’s basketball shooting ability in Extraordinary Elementary School Tunas Mulya Sememi Surabaya after the video has been implemented in  teaching-learning process. Keywords: video, media, basketball shooting ability, deaf children.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MOTORIK ANTARA SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA DENGAN SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA (STUDI PADA SISWA KELAS III-IV SDN BEDANTEN BUNGAH DAN SDN SIDOKUMPUL 1 GRESIK) HIDAYAH AWWALIYAH, NURUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan di sekolah dasar yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan gerak siswa. Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor terpenting dalam perkembangan setiap individu karena gerak dasar anak akan sangat berpengaruh bagi kemampuan motorik anak usia selanjutnya. Faktor lingkungan dan kebiasaan dalam bermain juga berpengarug terhadap kemampuan motorik siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampaun motorik antara siswa kelas III-IV SDN Bedanten Bungah yang terletak di desa dan SDN Sidokumpul 1 Gresik yang terletak di kota. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas III-IV SDN Bedanten Bungah sejumlah 31 siswa dan siswa kelas III-IV SDN Sidokumpul 1 Gresik sejumlah 83 siswa dengan jumlah total 111 siswa. Penelitian ini adalah non eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Kemampaun motorik siswa di ukur dengan 4 tes yaitu: Tes Kelincahan (shuttle run), tes koordinasi (lempar tangkap bola jarak 1 meter ke tembok), tes keseimbangan (stork stand positional balance), dan Tes Kecepatan (Lari cepat 30 meter). Teknik analisa yang digunakan adalah Uji-t sample independent. Berdasarkan hasil penelitian, dapat di ketahui bahwa rata-rata kemampuan motorik siswa SDN Bedanten bungah adalah 186,9665 dengan standar deviasi 35,48550. Sedangkan rata-rata kemampuan motorik SDN Sidokumpul 1 Gresik adalah 204,9273 dengan standar deviasi 24,81624. Pada komponen kelincahan, keseimbangan, dan kecepatan terdapat perbedaan yang signifikan SD di kota lebih baik daripada SD di desa. Pada komponen koordinasi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua sekolah. Sedangkan hasil pada program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) 20 di ketahui t-tabel 3,031 lebih besar daripada t-hitung 1,658. Sehinggga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan motorik siswa SD di desa dengan siswa SD di kota, siswa SD di kota kemampuan motoriknya lebih baik daripada siswa SD di desa. Kata Kunci: kemampuan motorik, siswa, sekolah dasar, di desa, di kota. Abstract Sport education is one of education in elementary school which has something to do with development of student’s skill. Motor development is the most important factor in individual development because all of activities of children give very big effect for their ability for the next. Environment and habitual also the way children play, have something to do with their motor. The purpose of this research to know how deep motor ability give effect to children between student third grade till sixth grade of Bedanten Bungah elementary school located in a village and student of Sidokumpul 1 Gresik elementary school in a Gresik city. The object of this research are student third grade till sixth grade of those elementary school, 31 students of Bedanten Bungah elementary school and 83 students of Sidokumpul 1 Gresik elementary school and all there are 111 students. This research is not kind of experiment by descriptive  quantitative. Student’s motor ability surveyed by 4 steps: agility testing, coordination testing, balance testing, speed testing. Analysis technique used T-test sample independent. Based on the results, known that the average student’s motor ability Bedanten Bungah is 186.9665 with a standard deviation of 35.48850. While the average motor ability SDN Sidokumpul 1 Gresik is 204, 9273 with a standard deviation 24,81624. In component agility, balance, and speed there is significant difference in the city elementary school better than elementeray school in the village. In coordination component, there is no significant difference in the two schools. While the results in SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) 20 known t-table 3,031 greater than 1,658. So, as we can conclude there is a significant difference between the motor ability of elementary school students in the village with elementary students in the city, elementary school students in the city of motor ability better than elementary school students in the village. Keywords : motor ability, students, elementary school, in the village, in the city.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA KURIKULUM 2013 TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TAMBAKBOYO TUBAN) EKO IVANTO, REZA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap warga negara. Tujuan pendidikan itu sendiri adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Sedangkan pendidikan jasmani merupakan pendidikan menuju keselarasan antara tumbuhnya badan, berkembangnya jiwa dan merupakan suatu usaha untuk membuat bangga Indonesia menjadi bangsa yang sehat lahir batin. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ini model yang digunakan adalah model pembelajaran discovery learning.  Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa untuk menemukan temuan baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ; 1) Pengaruh model pembelajaran discovery learning pada kurikulum 2013 terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tambakboyo Tuban, 2) Besarnya peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran passing bawah bolavoli. Jumlah sampel yang diambil adalah 30 siswa. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu, dengan desain one group pre-test post-test design. Kesimpulan hasil penelitian yaitu ada pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran discovery learning pada kurikulum 2013 terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tambakboyo Tuban, yang dibuktikan dengan hasil thitung  20,72 > ttabel 1,699 dan besar pengaruh model pembelajaran discovery learning pada kurikulum 2013 terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tambakboyo Tuban adalah sebesar 61,73%. Dari ketiga komponen hasil belajar yang digunakan pada saat pre-test dan post-test yaitu lembar soal-soal essay, skala sikap dan brumbach forem pass wall- volley test. Kata Kunci: Kurikulum 2013, Model pembelajaran discovery learning.  Abstract Education is an important assignment that must to be done for all public. The purpose of the education is developes student’s potentions to be a faithfull person, smart, healthy, creative, innovative and become a person that suitable with democrasy values. In the other physical education is an education that educates the student’s to be a person that have body and thinking that grow balance and it also tries  to makes indonesian healthier, stronger and smarter.In the physical education learning, the learning model that be used is the discovery learning model. This learning model is the learning that ask the student’s to find new discovery. The study aims to know ; 1) the influence of discovery learning model to the 2013 curriculum towards the student’s achievement of under pass volleyball on 11th graders of state senior high school 1 Tambakboyo Tuban, 2) the improving of student’s achievement of under pass volleyball learning. There are 30 students are taken as the samples. The research methodology is an abstract experimental research, with one group pre-test post-test design. The conclusion of this study there was a significant effect of the value aplication of discovery learning model to the curriculum 2013 towards the student’s achievement of under pass volleyball on 11th graders of state senior high school 1 Tambakboyo Tuban as evidenced by the results of the tcount 20,72 > ttable 1,699 and great influence of discovery learning model to the curriculum 2013 towards the student’s achievement of under pass volleyball on 11th graders of state senior high school 1 Tambakboyo Tuban is 61,73%. From third components used in the current pre-test and post-test are sheets essay question, the attitude scale and brumbach forem pass wall-volley test. Keywords: Curriculum 2013, Discovery learning model.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (STUDI PADA MAHASISWA ANGKATAN 2011 PERIODE GASAL 2013/2014 - GENAP 2013/2014) ARISTHA FIBRIANA, BETTY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Persepsi adalah kemampuan untuk membeda-bedakan, mengelompokkan, memfokuskan dan sebagainya yang selanjutnya diinterpretasikan. Persepsi mahasiswa adalah cara mahasiswa menilai sesuatu dari orang lain atau lingkungan sekitar sehingga menghasilkan interpretasi terhadap obyek yang diamati. Pelaksanaan proses belajar mengajar adalah kegiatan dari seorang dosen sebagai tenaga pengajar yang berhubungan dengan mahasiswa sebagai subjek belajar. Hal ini mengimplikasikan bahwa proses belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi dosen dengan mahasiswa yang bersifat mendidik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar di Jurusan Pendidikan Olahraga FIK Unesa. Populasi dari peneltian ini adalah 136 mahasiswa yang berasal dari kelas A, B, C, dan D. Sampel dari penelitian ini adalah 30% dari jumlah populasi yaitu 40 mahasiswa. Metode pengambilan sampel adalah random sampling. Berdasarkan perhitungan data diperoleh hasil sebagai berikut, persepsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga dapat dikategorikan “baik” dengan mean 111,4, standar deviasi 7, 38. Dalam persentase 67% mahasiswa menilai proses belajar mengajar masuk dalam kategori “sangat baik”; 30,2% mahasiswa menilai dalam kategori “baik”; 17,5% mahasiswa menilai dalam kategori “sedang”; 2,5% mahasiswa menilai dalam kategori “tidak baik”. Jadi dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar di jurusan Pendidikan Olahraga, FIK, Unesa dilakukan dengan baik, dinilai dari segi pembelajaran, keterampilan, penilaian dan beban kerja, bimbingan dan konseling, sumber pembelajaran, standar dan target serta dampak umum dan mutu. Kata Kunci : Persepsi, Siswa, implementasi proses belajar dan mengajar Abstract Perception is the ability to distinguish, categorize, focus and so on, in which will be interpreted on further steps. Student’s perception is how student assesses something from others or the environment, that resulting in the interpretation of the observed object. Implementation of the teaching and learning process is the activity of a teacher as a lecturer associated with the student as the subject. This implies that the teaching and learning process is an interaction process of lecturer who is educating students in order to achieve goals. The purpose of this study was to determine students' perceptions on the implementation of the teaching and learning process in the Department of Physical Education FIK UNESA. The populations of this research are 136 students, ranging from class A, B, C, and D. The sample of this study was 30% of the total population, which are 40 students. The sampling method is random sampling.  The calculation of the data is obtained as the following results; the perception of students of Department of Physical Education can be categorized as "good", with 111.4 of Mean, and 7, 38 for Standard Deviation. In the percentage of 67%, the students rated the teaching and learning process into the category of "very good"; 30.2% of students rated in the category of "good"; 17.5% of students rated in the category of "moderate"; and 2.5% of students rated in the category of "not good". So it could be concluded that the implementation of the teaching and learning process in the Department of Physical Education, FIK UNESA is done well. As they are assessed in terms of learning, skills, workload and assessment, guidance and counseling, learning resources, standards and targets, as well as the general. Keywords : Perception, student, implementation of teaching and learning process.

Page 38 of 109 | Total Record : 1082