cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PADA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SMA NEGERI DI KABUPATEN GRESIK SINTA DEWANTI, OKKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sarana dan prasarana juga dapat dikatakan sebagai sumber belajar. Proses pembelajaran yang efektif adalah dengan memanfaatkan fasilitas sumber belajar, salah satunya dengan memanfaatkan lapangan untuk kegiatan olahraga. Permasalahan yang ditemui bahwasanya masing-masing sekolah jenjang menengah atas tersebut berdiri di kecamatan yang berbeda di Kabupaten Gresik. Perbedaan wilayah tersebut mempengaruhi ketersedian sarana dan prasarana masing-masing instansi. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketersedian sarana dan prasarana prasarana pada pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA Negeri di Kabupaten Gresik. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas ketersediaan sarana dan prasarana, sedangkan variabel terikat pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Populasi dalam penelitian ini adalah SMA Negeri  di Kabupaten Gresik adalah 11 sekolah, sedangkan subjek penelitian yang diambil 4 sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket PDPJOI untuk ketersedian sarana dan prasarana dan RPP untuk pelaksanaan pembelajaran PJOK, khususnya kelas XII semester gasal. Berdasarkan analisis data diketahui kondisi sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Gresik dengan nilai 160 kategori “B” dan melaksanakan 12 RPP, namun terdapat  tiga materi pembelajaran yang  tidak memiliki sarana dan prasarana. Kondisi  sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Manyar  dengan nilai 140 katagori  “C” dan melaksanakan 9 RPP, namun tiga materi pembelajaran tidak terlaksana karena beberapa sarana dan prasarana yang tidak memenuhi. Kondisi sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Sidayu dengan nilai 230 katagori “A” dan melaksanakan 9 RPP, tiga materi pembelajaran tidak dilaksanakan walaupun sarana dan prasarana memenuhi. Kondisi sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Driyorejo dengan nilai 130 katagori “C” dan melaksanakan 4 RPP, 8 materi tidak dilaksanakan karena beberapa sarana dan prasarana tidak memenuhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana PJOK SMA Negeri di Kabupaten Gresik memenuhi sebagai media pembelajaran namun ada beberapa sekolah yang tidak melaksanaan pembelajaran. Kata Kunci : sarana dan prasarana, pelaksanaan pembelajaran PJOK. Abstract Facilities and infrastructure usually it can be as source of study. The effective of process study is used facilities source of study, one of them is used field for sport activity. The problems often visible if each senior high school built in different subdistrict at Gresik Regency. The different district influence facilities and infrastructure each institute. The aim of this research is to describe the availability of facilities and infrastructure on health, sport and physical education State Senior High School at Gresik Regency. This research is survey’s research with two variable Facilities and infrastructure is free variable and implementation learn health, sport and physical education is bunch variable. Population in this research is all Senior High School Negeri at Gresik Regency that amounted of eleven schools. While sample collection technique that applied is cluster with sample amount as big as four schools. Instrument in this research is uses an instrument PDPJOI for the availability of facilities and infrastructure, RPP book to implementation learn health, sport and physical education, in particular is twelve class of Senior High School first semester. Based on data analysis result it can be show that in facilities and infrastructure in the State Senior High School 1 Gresik is 160 categories “B” and implementation 12 RPP, but there are three learning material doesn’t have facilities and infrastructure. The facilities and infrastructure in the State Senior High School 1 Manyar is 140 categories “C” and implementation 9 RPP, but there are three learning material not implementation because doesn’t have facilities and infrastructure. The facilities and infrastructure in the State Senior High School 1 Sidayu is 230 categories “A” and implementation 9 RPP, but there are three learning material not implementation besides have facilities and infrastructure. The facilities and infrastructure in the State Senior High School 1 Driyorejo is 130 categories “C” and implementation 4 RPP, but there are 8 learning material not implementation because doesn’t have facilities and infrastructure. Thus, it can be conclude that the availability of facilities and infrastructure PJOK State Senior High School at Gresik Regency complete as media learning but several school not implementation learning. Keywords: facilities and infrastructure, implementation learning.
PENGARUH MODIFIKASI PEMBELAJARAN UNDERPASS PERMAINAN BOLAVOLI TERHADAP MINAT SISWA KELAS V SD DALAM MENGIKUTI MATA PELAJARAN PENJASORKES. (STUDI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 BANGUNSARI KABUPATEN PONOROGO) FAIZAL, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Paradigma yang terjadi selama ini tentang mata pelajaran Penjasorkes yaitu membosankan, monoton, dan kurang variatif. Keadaan seperti ini tentu saja memberikan kesan yang negatif terhadap peserta didik (siswa), sehingga menimbulkan perasaan tidak suka, malas, bosan dan lain-lain, terlebih peserta didik (siswa) yang masih berusia Sekolah Dasar dimana pada dasarnya anak usia tujuh sampai dua belas tahun suka mengeksplorasi gerakan yang membuat mereka senang & gembira. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modifikasi pembelajaran passing bawah bolavoli terhadap minat siswa kelas V SD dalam mengikuti mata pelajaran penjasorkes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dan desain yang digunakan adalah one group pre-test and post-test design, dimana yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah ssiswa kelas V Ki Hajar Dewantara SD Negeri 1 Bangunsari Ponorogo sebanyak 32 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner untuk mengukur seberapa besar minat siswa dalam mengikuti mata pelajaran penjasorkes. Berdasarkan hasil penelitian dengan sampel sebanyak 32 siswa, rata-rata ( pre-test ) yaitu didapat jumlah skor rata-rata sebesar 3,611 dengan standart deviasi 0,601, varian sebesar 0,362 dengan skor minimal adalah 2,47 dan skor maksimal adalah 5,00.Sedangkan hasil data yang diperoleh setelah diberikan perlakuan dengan modifikasi pembelajaran passing bawah bolavoli ( post-test ) yaitu didapat jumlah skor rata-rata sebesar 4,288 dengan standart deviasi 0,573, varian sebesar 0,329 dengan skor minimal adalah 2,47 dan skor maksimal adalah 5,00. Modifikasi pembelajaran passing bawah bolavoli yang diberikan pada siswa memberikan peningkatan minat siswa terhadap mata pelajaran penjasorkes sebesar 16,89%. Berdasarkan hasil analisis data tentang pengaruh modifikasi pembelajaran passing bawah bolavoli terhadap minat siswa dalam mengikuti mata pelajaran penjasorkes memiliki nilai sig. 4.663 > 1.6905, ttabel < thitung maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari modifikasi pembelajaran passing bawah bolavoli terhadap minat siswa kelas V SD dalam mengikuti mata pelajaran penjasorkes Kata Kunci: modifikasi pembelajaran passing bawah bolavoli, minat siswa Abstract Nowadays paradigm of Penjasorkes are bored, monotone, and less of creativity. These conditions surely create a negative impact to the students and make unwell feeling, laziness, bored etc. Moreover, the students in elementary school grades whom seven to twelve years old. They like explore some movements which can make them happy. The purpose of this research is to know how big the effect of underpass learning modification in volleyball games toward fifth grade students’ interest in joining Penjasorkes lesson. This research is a mien experimental research and uses “one group pre-test and post-test design” as the design where the sample of this research is thirty two students of Ki Hajar Dewantara in fifth grade state elementary school 1 Bangunsari Ponorogo. The research instrument is in the form of questionnaire for measuring how big the students’ interest in joing penjasorkes lesson. Based on the finding from the sample of thirty two students, the average (pre-test) can be found the total of average score about 3.611 with the deviation standard 0.601, variant of 2.47 and maximal score 5.00. Meanwhile, the data finding which has been got after giving the treatment with learning modification of underpass in volleyball games (post-test) can be found the average score about 4.288 with the deviation standard 0.573, variant 0.329 with the minimal score 2.47 and the maximal score 5.00. The underpass learning modification in volleyball which is given to the students can make the increasing of the students’ interest toward Penjasorkes lesson about 16.89%. Based on the data analysis about the effect of underpass learning modification in volleyball games toward fifth grade students’ interest in joining Penjasorkes lesson is sig. 4.663 > 1.6905, ttable < tcount so H0 is rejected and Ha is accepted. We can conclude from the finding that there is a significant influence from underpass learning modification in volleyball toward fifth grade students’ interest in joining Penjasorkes lesson. Keywords: underpass volleyball learning modification, student interest. 
PENGARUH PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN RENANG GAYA DADA TERHADAP KETERAMPILAN RENANG GAYA DADA (STUDI PADA SISWA EKSTRAKURIKULER RENANG SMP SANTA MARIA SURABAYA) ARITIANTO, ANDRI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah mempunyai arti, peran, fungsi yang penting dan strategis dalam upaya membentuk karakter dari siswa. Dalam pelaksanaannya aktivitas jasmani digunakan sebagai wahana pengalaman belajar siswa tumbuh dan berkembang untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam PJOK terdapat tujuh ruang lingkup yaitu permainan dan olahraga, aktifitas pengembangan, aktifitas senam, aktifitas ritmik, aktifitas air, pendidikan luar kelas, dan kesehatan. Diantara materi – materi yang tertera di atas semua aktifitas geraknya dilakukan di darat, hanya pendidikan aktifitas air yang dilakukan di dalam  air. Aktifitas air meliputi permainan di air, keselamatan saat di air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktifitas lainnya. Pengembangan pembelajaran ialah upaya pendidikan baik formal maupun nonformal yang di lakukan secara sadar, teratur dan bertanggung jawab dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan suatu dasar pengetahuan sesuai dengan bakat pada siswa. Keberhasilan dalam pembelajaran renang gaya dada dapat dilihat dari teknik dan gerakan yang benar dari rubrik penilaian keterampilan renang gaya dada. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh pengembangan pembelajaran renang gaya dada terhadap keterampilan renang gaya dada. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dari penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler renang yang belum bisa berenang gaya dada dalam jarak 25 meter. Sedangkan untuk analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji beda Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian melalui perhitungan data menggunakan program IBM Statistical Package for The Social Sciences (SPSS) Statistics 20 menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji beda menggunakan Wilcoxon menunjukkan bahwa p value < Alpha (0,003 < 0,05) . Sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test 61,75 dan post-test 64,56 pada tes keterampilan renang gaya dada. Dengan hasil perhitungan tersebut juga dapat diketahui bahwa pengembangan pembelajaran renang gaya dada dapat meningkatkan keterampilan renang gaya dada sebesar 4.55%. Kata Kunci : Pengembangan pembelajaran renang gaya dada, Keterampilan renang gaya dada Abstract Education of physical exercise and health in schools have meaning, role, functions and strategic to create character for students. In the implementation of physical activity is used as a vehicle for student learning experience to grow and evolve to achieve educational goals. In Education of physical exercise and health scope that there are seven games and sports, development activities, activities of gymnastics, rhythmic activities, water activities, outdoor education classes, and health. Among the materials - materials that are listed above all activities carried out on the ground motion, only water education activities are carried out in the water. Water activities include games in the water, when in water safety, skill moves in the water, and swimming and other activities. Learning development effort is both formal and non-formal education that is done consciously, orderly and responsible in order to grow and develop a knowledge base in accordance. The achievement on learning breaststroke can be see by technique and movement based on result of rubric skill breaststroke. The purpose of this study is want to know the effect of the development of breaststroke swimming lesson on learning skill swimming breaststroke. This research is quasi-experiment with using quantitative descriptive approach. Sampling technique which is used by the research was purposive sampling. The subject from this research is the extra curricular swimming who can not swim breaststroke in 25 meter. As for the data analysis in this study used a different test Wilcoxon. Based on the results of research and through the calculation of the data using IBM Statistical Package for The Social Sciences (SPSS) Statistics 20 shows that the results of the calculation of the average difference used Wilcoxon test showed the results of the p value < Alpha (0,003 < 0,05). So we can conclude that there are significant differences between pre-test 61,75 and post-test 64,56 breaststroke skill. With the results of these calculations can also be seen that the development of breaststroke swimming learning can improve learning outcomes breaststroke swimming by 4.55%. Keywords : Development breaststroke swimming lessons, swimming breaststroke skills
PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR, PRESTASI BELAJAR AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK ANTARA MAHASISWA  JALUR SNMPTN UNDANGAN DENGAN JALUR SPMB (STUDI PADA MAHASISWA PRODI S-1 PENJASKESREK ANGKATAN 2013 FIK UNESA) LASTYO UTOMO, FENDY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3,  disebutkan bahwa “ Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”. Dalam UU No. 12 tahun 2012 tentang undang-undang perguruan tinggi, pasal 6, bagian (g) juga disebutkan bahwa “Kebebasan dalam memilih program studi berdasarkan minat, bakat, dan kemampuan Mahasiswa.” Sesuai dengan undang-undang sisdiknas dan undang-undang perguruan tinggi diatas, maka perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan mempunyai peran untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan wajib menyelenggarakan proses seleksi masuk perguruan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa jalur SNMPTN undangan dan jalur SPMB, (2) untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar akademik antara mahasiswa jalur SNMPTN undangan dan jalur SPMB, (3) untuk mengetahui perbedaan prestasi non-akademik antara mahasiswa jalur SNMPTN undangan dan jalur SPMB, (4) untuk mengetahui mahasiswa mana yang lebih baik hasilnya dari ketiga aspek tersebut antara mahasiswa jalur SNMPTN undangan dan jalur SPMB. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimen dengan desain penelitiannya adalah desain komparatif. Populasi yang diambil dalam penelitian ini sesuai dengan karakter yang diinginkan oleh penulis yaitu mahasiswa jalur SNMPTN undangan dan jalur SPMB. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi belajar dan daftar Indeks Prestasi Komulatif (IPK). Teknik analisis statistik yang digunakan adalah SPSS (Statistical Product and Service Solution). Hasil penelitian yang diperoleh dari angket motivasi pada saat penelitian mendapatkan hasil analisis statistik motivasi belajar. Dalam perhitungan data motivasi belajar diperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,718 lebih besar dari taraf signifikasi 0,05 maka data dinyatakan tidak ada perbedaan. Dari hasil prestasi belajar akademik diperoleh diperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,131 lebih besar dari taraf signifikasi 0,05 maka data juga dinyatakan tidak ada perbedaan. Sedangkan dari hasil prestasi non-akademik diperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,002 lebih kecil dari taraf signifikasi 0,05 maka data dinyatakan ada perbedaan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan motivasi belajar dan prestasi belajar akademik, sedangkan pada prestasi non-akademik terdapat perbedaan antara mahasiswa jalur SNMPTN undangan dan jalur SPMB. Besar perbedaan prestasi non-akademik antara mahasiswa jalur SNMPTN undangan dan jalur SPMB adalah 2,49 dimana mahasiswa jalur SPMB lebih baik daripada mahasiswa jalur SNMPTN undangan. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata mahasiswa jalur SPMB sebesar 10,27 sedangkan mahasiswa jalur SNMPTN undangan sebesar 7,78. Kata Kunci : motivasi belajar, prestasi belajar akademik dan prestasi non-akademik. Abstract In Law no. 20 of 2003 under article 3 of the National Education System states that “National Education aims to educate the people of the nation and develop the whole Indonesian identity, which is faithful and devoted to God, noble character, well educated and skilled, physically and mentally healthy, controlled and independent personality, also a sense of social responsibility and nationality. In law no. 12 of 2012 under Article 6, part (g) on Higher Education Law, also states that “The freedom of choosing study program is based on the interest, talent, and the ability of students.” According to Law of National Education System and Higher Education above, it can be concluded that Higher Education as the education institution has role to achieve National Education Objectives and compulsorily conduct entrance selection. The objectives of this study were, (1) to examine whether there are differences between National Entrance Selection Students (SNMPTN) and Independent Entrance Selection Students (SPMB) in term of learning motivation, (2) academic achievement, (3) non-academic achievement, and also (4) to analyze which of those was the best in these three aspects. This study was non-experimental research, within comparative design research. The population was taken based on the characteristics of this study which was the National Entrance Selection Students (SNMPTN) and Independent Entrance Selection Students (SPMB). The research instruments used in this study were learning motivation questionnaire and the list of Grade Point Average. SPSS (Statistical Product and Service Solution) was used as the analysis data technique. The statistical Analysis of Learning motivation was obtained from motivation questionnaires. In the data analysis, the result of learning motivation was drawn from Sig. (2-tailed) of 0.718, higher than the significance 0.05; in conclusion, there was no difference in learning motivation between National Entrance Selection Students (SNMPTN) and Independent Entrance Selection Students (SPMB). The result from academic achievement showed Sig. (2-tailed) of 0.131 higher that the significance 0.05, in brief there is no difference in academic achievement. Whilst, the analysis of non-academic achievement was obtained Sig. (2-tailed) of 0.002 smaller than the significance 0.05, therefore, there is difference between National Entrance Selection Students (SNMPTN) and Independent Entrance Selection Students (SPMB) in term of Non-academic achievement. From the result above, it can be concluded that there was no difference between learning motivation and academic achievement; yet, there is difference in non-academic achievement between National Entrance Selection Students (SNMPTN) and Independent Entrance Selection Students (SPMB). The significance difference in non-academic achievement between National Entrance Selection Students (SNMPTN) and Independent Entrance Selection Students (SPMB) was 2.49 in which the Independent Entrance Selection Students (SPMB) was better than the National Entrance Selection Students (SNMPTN). It is due to the result showed in the average of value the Independent Entrance Selection Students (SPMB) was 10.27, meanwhile the National Entrance Selection Students (SNMPTN) was 7.78. Keywords: Learning motivation, academic achievement, non-academic achievement.
PENERAPAN PEMBELAJARAN RENANG GAYA BEBAS TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS (STUDI PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SMP SANTA MARIA SURABAYA) SUKMAWATI, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler di SMP Santa Maria Surabaya masih mendapat kesulitan dalam pembelajaran renang. Siswa hanya sekedar bisa dalam berenang gaya bebas tanpa mengetahui langkah-langkah yang benar dalam pembelajaran renang gaya bebas (crawl). Sehingga dengan adanya penerapan pembelajaran renang, siswa dengan mudah mempelajari tahap-tahap berenang gaya bebas. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara sistematis mengarah kepada perubahan yang positif yang kemudian disebut dengan proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan pembelajaran renang gaya terhadap hasil belajar renang gaya bebas dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMP Santa Maria Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dan desain yang digunakan adalah one group pre-test and post-test design, dimana yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler di SMP Santa Maria Surabaya sebanyak 17 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan 2 para ahli untuk mengukur seberapa besar hasil belajar siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler renang. Dari hasil penelitian dan perhitungan manual dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Science) dapat diketahui bahwa nilai pre-test memiliki skor rata-rata 54,41 dengan standart deviasi 5,397, varian sebesar 29,132 dengan skor minimal adalah 47, dan skor maksimal adalah 67. Sedangkan untuk post-test memiliki nilai skor rata-rata sebesar 80,71, dengan standart deviasi 7,157, varian sebesar 5,121, dengan skor minimal 73, dan skor maksimal adalah 93.  Berdasarkan hasil analisis data tentang pengaruh penerapan pembelajaran renang gaya bebas terhadap hasil belajar siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler memiliki nilai sig. 2,120 < 11,684, ttabel < thitung maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan pembelajaran renang gaya bebas terhadap hasil belajar siswa ekstrakurikuler SMP dalam mengikuti ekstrakurikuler renang gaya bebas. Penerapan pembelajaran renang gaya bebas terhadap hasil belajar renang gaya bebas di ekstrakurikuler memberikan peningkatan hasil belajar sebesar 48,14%. Kata Kunci : penerapan pembelajaran renang gaya bebas, hasil belajar renang gaya bebas. Abstract Students joining the extracurricular in SMP Santa Maria Surabaya were found to have difficulty in learning to swim. They did not master crawl swimming style with the appropriate steps. Thus, the learning of swimming needs to be implemented so that stidents can easily learn the steps in crawl. The learning outcome can be improved through a conscious effort done sistematically towards a positive change which is called as a learning process. This study aimed at measuring the effect of the crawl learning implementation to the crawl learning outcome in the extracurricular activity in SMP Santa Maria Surabaya. Seventeen students joining the extracurricular activity were involved in this quasi-experiment study by using one group pretest and posttest design. Besides, questionnaire with two experts were employed as the research instruments to measure the students' learning outcome in swimming extracurricular.  The SPSS (Statistical Package for the Social Science) analysis showed that the mean score of pretest is 54,41, the standard deviation is 5,397, the variant is 29,132 with the minimum score of 47 and the maximum score of 67. Meanwhile, the mean score of posttest is 80,71, the standard deviation is 7,157, the variant is 5,121 with the minimum score of 73 and the maximum score of 93. Based on the result of the data analysis on the effect of the crawl learning implementation to the students' learning outcome in the extracurricular activity, it was found that the significance value 2,120 < 11,684, ttable < tvalue thus H0 is rejected and Ha is accepted. In conclusion, there is a significant effect on the implementation of the crawl learning to the crawl learning outcome in the extracurricular activity in SMP Santa Maria Surabaya. The implementation of the crawl learning to the crawl learning outcome in the extracurricular activity gives improvement on the learning outcome as many as 48,14%. Keywords : crawl learning implementation, crawl learning outcome.
SURVEI TINGKAT DAYA TAHAN JANTUNG PARU MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA CAHYONO, SRI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi merupakan modal dasar yang harus dimiliki seseorang dalam melakukan aktivitas. Proses pembentukan energi sangat dipengaruhi oleh kinerja jantung paru. Melalui aktivitas fisik diharapkan tingkat daya tahan jantung paru seseorang dapat mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya tahan jantung paru mahasiswa Pendidikan Olahrahraga angkatan 2012, 2013, dan 2014 Fakultas Ilmu Keolahragaan Univeristas Negari Surabaya pada tahun 2014/2015. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan adalah Multistage Fitness Test (MFT). Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 483 mahasiswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya, tingkat daya tahan jantung paru mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga angkatan 2012 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya tahun 2014/2015 dalam kategori baik (5%), cukup (18%), kurang (52%), dan sangat kurang (25%). Tingkat daya tahan jantung paru mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga angkatan 2013 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya tahun 2014/2015 dalam kategori luar biasa (2,5%), baik (5%), cukup (34%), kurang (27,5%), dan sangat kurang (30%). Tingkat daya tahan jantung paru mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga angkatan 2014 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya tahun 2014/2015 dalam kategori baik (5%), cukup (35%), kurang (22,5%), dan sangat kurang (37,5%). Kata Kunci : Daya Tahan Jantung Paru, Mahasiswa, Jurusan Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya. Abstract Energy is the basic capital must be having by all of people to do their activities. The process of energy formation is influenced cardiorespiratory performance. Through physical activity, hopefully cardiorespiratory endurance level a person can be increase. The purpose of this research is to know cardiorespiratory endurance level of students in Physical Education Department 2012, 2013, and 2014 level, Sport Science Faculty Surabaya State University 2014/2015. This research is kind of non-experiment research using quantitative approach, while the instrument research used Multistage Fitness Test (MFT). The population of this research is 483 students, and the sampling technique use simple random sampling technique. The result of research indicate that, cardiorespiratory endurance level student of Physical Education Department 2012 level Sport Science Faculty of Surabaya State University 2014/2015 in category good (5%), fair (18%), less (52%) and very less (25%). Cardiorespiratory endurance level student of Physical Education Department 2013 level Sport Science Faculty of Surabaya State University 2014/2015 in category excellence (25%), good (5%), fair (34%), less (27,5%), very less (30%). Cardiorespiratory endurance level student of Physical Education Department 2014 level Sport Science Faculty of Surabaya State University 2014/2015 in category good(5%), fair (35%), less (22,5%) and very less (37,5%). Keywords : Cardiorespiratory Endurance Level, Students, Physical Education Department, State University Of Surabaya
SURVEI PEMAHAMAN GURU TERHADAP PENILAIAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (STUDI PADA  SMPN YANG MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN BLITAR) ENDANG WAHYUNI, TRI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penilaian merupakan sebuah rangkaian kegiatan untuk memperoleh dan mengolah hasil data dari peserta didik tentang hasil pembelajaran yang dilakukan baik selama, proses atau akhir pembelajaran. Didalam kurikulum 2013 proses melakukan penilaian meliputi 10 komponen. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pemahaman guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap penilaian kurikulum 2013 di SMPN. Jenis penelitian ini adalah survei, dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data. Populasi dari penelitian ini adalah yaitu guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan kelas VII dan VIII di SMPN 1 Kesamben, SMPN 1 Garum, SMPN 1 Srengat, dan SMPN 2 Srengat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman untuk aspek sikap 93,67%; aspek pengetahuan 92,87%; dan aspek keterampilan 91%, dengan persentase rata-rata 92,6%. Maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman guru terhadap penilaian kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SMPN se-Kabupaten Blitar baik sekali. Kata Kunci : Penilaian Kurikulum 2013; pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Abstract Assessment is a series of activities to acquire and process the resulting data from learners on learning outcomes which performed well during the process or the end of the lesson. In 2013 the process of assessing the curriculum includes 10 components. The purpose of this study was to determine how much understanding of physical education teachers, sports, and health to the curriculum in 2013 in the junior high school assessment. The research is a survey research design qualitative descriptive. In this study using a questionnaire as a data collection instrument. The population of this study is that teachers of physical education, sports, and health classes VII and VIII in SMPN1 Kesamben, SMPN1 Garum, SMPN1 Srengat, and SMP 2 Srengat. The results showed that the understanding of aspects of the attitude of 93,67%%; aspects of knowledge 92,87%%; and aspects skills of 91%, with an average percentage of 92,6%. It can be concluded that teachers' understanding of the curriculum assessment in 2013 on the subject of Physical Education, Sport, and Health in the SMPN Blitar well. Keywords: curriculum assessment 2013, physical education, sports, and health
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR ROLL DEPAN KAKI TEKUK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS IV SIDOMLANGEAN, KEDUNGPRING, LAMONGAN) WAHYUDI, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan ujung tombak bangsa Indonesia untuk mencerdaskan anak bangsa. Dalam Implementasinya, pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan. Perubahan yang terjadi adalah pergantian kurikulum. Kebijakan pengembangan kurikulum bertujuan menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang teritegrasi. Pada Kurikulum 2013 yang diterapkan di SDN Sidomlangean, mengalami kesulitan dalam penerapan model pembelajaran, dengan mengambil salah satu materi yaitu roll depan kaki tekuk diharapkan bisa meningkatkan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar roll depan kaki tekuk pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada siswa kelas IV di SDN Sidomlangean, Kedungpring, Lamongan. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan desain penelitian one group pretest – posttest design. Populasi dari peneltian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Sidomlangean, Kedungpring, Lamongan yang sebanyak 21 siswa. Untuk mendapatkan hasil belajar digunakan bentuk test kognitif, afektif, dan psikomotor yaitu test roll depan kaki tekuk (expert jugment). Berdasarkan perhitungan data diperoleh hasil sebagai berikut. Karena t hitung lebih besar dari t tabel (11,14 > 1,725) dengan taraf signifikasi 0,05 pada df 20, maka Ha diterima dan Ho ditolak dengan besar peningkatan 65,53%.Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar roll depan kaki tekuk pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada siswa kelas IV di SDN Sidomlangean, Kedungpring, Lamongan setelah diberikan model pembelajaran berbasis masalah. Kata Kunci : Kurikulum 2013, Roll depan kaki tekuk, Kelas IV Sekolah Dasar. Abstract Education is the spearhead for Indonesia to educate its children. In the implementation, education in Indonesia has experienced various changes. The occuring changes is that of the curriculum. Curriculum development policy aims to produce a productive, creative, innovative, and effective human resource through the integrated strengthening of attitudes, skills, and knowledge. In Curriculum 2013 applied an SDN Sidomlangean, there are difficulties in the application of learning models, and by taking one of the materials which roll front legs buckling is expected to improve learning outcomes. The purpose of this study is to determine how much influence the application of problem-based learning model has to the learning outcomes of buckling front roll front legs buckling in learning physical education, sports, and health in the fourth grade students at SDN Sidomlangean, Kedungpring, Lamongan. This study is a quasi-experimental research design with one group pretest - posttest design. The population of this research is the entire fourth grade students of SDN Sidomlangean, Kedungpring, Lamongan consiting of 21 students. To get the data  the researcher used a form of cognitive, affective, and psychomotor test for buckling  front roll test (expert judgment). Based on the calculation of the data the following results, can be obtaianed Because t is greater than t table (11.14> 1,725) with the significance level of 5% on 20 df, then Ha is accepted and Ho rejected by number of increase of 65.53%. So, it can be concluded that there is a significant influence in application of problem-based learning model to the learning outcomes of roll front legs buckling in physical education, sports, and health in the fourth grade students at SDN Sidomlangean, Kedungpring, Lamongan after problem-based learning model is applied.  Keywords: Curriculum 2013, Roll front legs buckling, Class IV Elementary School.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH DI KABUPATEN MAGETAN CHOIRUL SANI, FAISOL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) merupakan bagian dari proses pendidikan, dan hasilnya adalah pola perilaku gerak seseorang. Sedangkan salah satu tujuan PJOK adalah unutuk meningkatkan kebugaran jasmani para peserta didik. Pada hakekatnya inti dari pelajaran PJOK adalah gerak. Gerak dan motorik merupakan istilah yang tidak bisa dipisahkan dalam perkembangan manusia, karena diantara keduanya terdapat hubungan sebab akibat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan motorik siswa sekolah dasar di dataran tinggi dan dataran rendah di kabupaten magetan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian perbandingan, selain itu penelitian ini adalah penelitian non-eksperimen, untuk desain penelitiannya menggunakan desain komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang bersekolah di dataran tinggi Kecamatan Panekan dan di dataran rendah Kecamatan Maospati. Untuk sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V SDN Ngiliran 1 (dataran tinggi) dan Kelas V SDN Sugihwaras 3 (dataran rendah). Dalam pengambilan data, peneliti menggunakan instrumen tes kemampuan motorik yang terdiri dari tes kelincahan dengan test shuttle run, koordinasi dengan lempar tangkap bola jarak 1 meter, keseimbangan dengan test strok stand positional balance, dan kecepatan dengan tes lari cepat 30 meter. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa perbandingan kemampuan motorik siswa Kelas V SDN Ngiliran 1 (dataran tinggi) dan Kelas V SDN Sugihwaras 3 (dataran rendah) adalah (0,602) < (2,031) dengan menggunakan taraf signifikan 0,05. Dari perhitungan analisis data dapat disimpulkan bahwa diterima dan ditolak, jadi kesimpulannya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan motorik dan siswa yang besekolah di dataran tinggi dan yang bersekolah di dataran rendah. Kata Kunci: kemampuan motorik, siswa yang besekolah di dataran tinggi, siswa yang bersekolah di dataran rendah Abstract Physical Education is the part of education process which creates the way of thinking of someone as the result. In addition, the purpose of Physical Education is to enhance the body refreshment of the students. Fundamentally, the focusing aspect of Physical Education is movement. Movement and motor skills are can not separated in the human development because there is a causal-effect amongst them. The significant of the reserach is trying to find out is there any differentiation about motor skills aspect of the elementary student on highland and the lowland in Magetan. The type of research that used in this research is comparative research, non-experimental research, and also comparative design is selected as research design for this study. The selected object of this study are the student who study on highland of Panekan sub-district and the lowland in Maospati sub-district. The samples of this research are fifth grade student in Ngiliran 1 Elementary School (highland) and fifth grade in Sugihwaras Elementary School (lowland). In this study, the researce use instrumens a motor skill of agility test with shuttle run test , coordination of caught throwing ball a distance of 1 meter, balance with stroke stand positional balance and also the velocity with quick run a distance of 30 meters. Based on the calculation, it is found that the comparative of motor skills of fifth grade student in Ngiliran 1 Elementary School (highland) and fifth grade student of Sugihwaras 3 Elementary School is (0,602) < (2,031) by utilizing a standard sognificant 0,05. Due to the computation of the result above, it can be concluded that is accepted and is rejected. So, there is no significant correlation between motor skills and the student on highland or lowland at all. Keywords: motor skills, student on highland, student on lowland
PERBANDINGAN TINGKAT KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR AKREDITASI A DENGAN SISWA SEKOLAH DASAR AKREDITASI B (STUDI PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI SEKECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK) SYARIFATUL HIDAYAH, SITI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan proses mengajar dapat mendorong tercapainya tujuan pembelajaran, dengan proses tersebut dapat ditempuh anak-anak dengan cara yang paling menyenangkan yaitu bisa  dalam permainan gerak yang terdapat dalam pendidikan jasmani, dimana dalam pendidikan jasmani anak didik khususnya peserta didik di sekolah dasar , dalam jenjang sekolah dasar pada umumnya mereka lebih menyukai aktivitas gerak, penyelenggaraan pendidikan jasmani di sekolah dasar belum dikelola dengan sebagaimana mestinya, sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perembangan peserta didik, baik dari segi kognitif, motorik maupun afektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan motorik antara siswa berada di sekolah yang memiliki akreditasi A dengan siswa yang berada di sekolah yang memiliki akreditasi B dan untuk mengetahui kemampuan motorik siswa sekolah dasar yang mempunyai kategori yang lebih baik antara sekolah yang memiliki akreditasi A dengan sekolah yang memiliki akreditasi B. Populasi penelitian ini adalah siswa sekolah dasar negeri kelas V sekecamatan Bungah Kabupaten Gresik dengan menggunakan “Purposive Random Sampling”. Teknik analisis data menggunakan mean, standart deviasi, T-score, uji normalitas, danuji-T. Dan hasil dalam penelitian ini adalah, di ketahui Nilai thitung kemampuan motorik dengan mann withney test diperoleh Z= -0,310 dan asymp. Sig.(2-tailed) 0,757. Sehingga H0 di tolak dan H1 diterima degan taraf signifikasi 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan motorik antara siswa SDN akreditasi A dengan siswa SDN akreditasi B, dimana siswa SDN akreditasi A lebih baik daripada siswa SDN akreditasi B. Terdapat perbedaan yan signifikan kemampuan motorik antara siswa SDN akreditasi A dengan siswa SDN akreditasi B dimana SDN akreditasi A lebih baik daripada SDN akreditasi B, hal tersebut dikarenakan dua komponen kelincahan dan koordinasi akreditasi A lebih baik daripada SDN akreditasi B. Namun  tidak ada perbedaan yang signifikan pada komponen keseimbangan dan  dan kecepatan antara siswa SDN akreditasi A dengan siswa SDN akreditasi B. Kata Kunci :kemampuan motorik, akreditasi A, dan akreditasi B Abstract Education is one of the learning process which can stimulate the achievement of the goal of learning. This process can be achieve by the student with the most fun technique. One of which is motion games which applied in sport education, here sport education looks like unpopular in elementry school based on the growing level in the aspect of cognitive, motoric, and affective. The purpose of this research is to know the differences of motoric skills between “Accreditation A” students and “Accreditation B” students. This research is using  the population of students in elementary school fifth grade in  kecamatan Bungah kabupaten Gresik. With purposive random sampling. The technique of analysis are using mean, standart deviasion, T-score, normality check, and T-check. The result of the research is we know the value of t-hitung motoric skills with mann withney test the result is Z= -0,310  and asymp . sig. (2-tailed) 0,757. Therefore H0 is reject an H1 is accepted with the signification 0,05. Thus we can conclude that there are differences between “Accditation A” student and “Accreditation B” student. As the result are ”Accreditaion A” student is much more better than “Accreditation B” student.  There is a significant difference yan motor skills among students “Accredidation A”student elementary school be better than “Accredidation B” school, it is because the two components of agility and coordination of “Accreditation A” better than “Accreditation B”. But there was no significant difference the components and the balance between the speed and students with student elementary school “Accreditation A” school and “Accreditation B” school. Keywords: motor skills, accreditation A, and accreditation B

Page 39 of 109 | Total Record : 1082