cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENGARUH PERMAINAN MODIFIKASI TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE BOLA TANGAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS V-C SD NEGERI BABATAN 1 SURABAYA) AMELIA, MITHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mempersiapkan anak-anak dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang. Pendidikan jasmani merupakan bagian dari pendidikan yang berlangsung melalui aktivitas yang melibatkan mekanisme gerak tubuh manusia dengan menghasilkan perubahan  perilaku yang bertujuan untuk membentuk kesehatan jasmani secara utuh, melalui jalur pendidikan formal yang di dalamnya terdapat pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Pada proses belajar mengajar, materi yang disampaikan tentang teknik dasar permainan bola tangan yang termasuk dalam permainan bola besar. Ada beberapa macam teknik dasar bola tangan, salah satunya adalah dribble. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, desain penelitian one grup pre test-post test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Babatan 1 Surabaya.   Pengambilan sampel dengan menggunakan cluster random sampling dengan jumlah sebanyak 27 siswa. Instrumen penelitian menggunakan judgement expert, yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dribble bola tangan. Hasil penghitungan statistik dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan permainan modifikasi terhadap hasil belajar dribble bola tangan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan dibuktikan dari nilai thitung 3,403 > ttabel 1,714. Dengan taraf signifikan 0,05 dan besar pengaruh 19,231%.  Kata Kunci : permainan modifikasi, hasil belajar, dribble bola tangan. Abstract Education is a very important activity to prepare children to be ready to welcome the future. Physical education, sports, and health is a part of the formal education aiming to change human habits through the activity that involve human body movement mecanism to build a complex health. In a learning process, the given subject is about the basic hand ball dribble techniques that included in the big ball game material. Hand ball game is a kind of a big ball games. It has some of basic techniques like dribble. This research is using descriptive quantitative method and one group pre test-post test as the research design. The population of this research is the whole 5th grade students in Elementary School Babatan 1 Surabaya. In this research, cluster random sampling is a method that is used to take the sample that involve 27 students. The instrumen of this reasearch is using judgement expert aims to know the final result of hand ball dribble learning The conclusion of the statistic calculation using the value of tcount 3,403 > ttable 1,714 is that there is an influence there is a significance of the game modification to the result of hand ball dribble learning in physic education, sports, and health studies. with the significance level of 5% and by number increase of 19,231%. Keywords : game modification, learning result, hand ball dribble
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA SMP NEGERI 28 SURABAYA DAN SISWA SMP NEGERI 1 BALONGPANGGANG PRAWIRA NEGARA, DAMAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani berfungsi untuk meningkatkan jiwa dan raga yang mempengaruhi semua aspek kehidupan sehari-hari seseorang atau keseluruhan yang mencakup organik, motorik, maupun afektif. Kualitas kejasmanian seseorang berkaitan erat dengan kebugaran jasmani atau dapat disebut dengan physical fitness. Kemampuan organ tubuh seseorang dalam menjalankan fungsinya juga dapat digambarkan melalui kebugaran jasmaninya. Oleh karena itu kesehatan dan kebugaran jasmani merupakan hal yang perlu diperhatikan, khususnya kesehatan dan kebugaran jasmani siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 28 Surabaya dan siswa SMP Negeri 1 Balongpanggang. Selain itu, untuk mengetahui mana yang lebih baik tingkat kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 28 Surabaya dan siswa SMP Negeri 1 Balongpanggang. Jenis penelitian ini termasuk penelitian non eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling yang mengambil 1 (satu) kelas saja. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai  siswa Kelas VIII-E SMP Negeri 28 Surabaya adalah 27,29 ml/kg/menit dengan standar deviasi 2,20. Sedangkan rata-rata nilai  siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Balongpanggang adalah 27,07 ml/kg/menit dengan, standar deviasi 4,74. Dengan perhitungan melalui aplikasi komputer SPSS diperoleh bahwa  lebih kecil dari hasil  sehingga  diterima dan ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kebugaran jasmani yang signifikan antara siswa SMP Negeri 28 Surabaya dan siswa SMP Negeri 1 Balongpanggang. Kata kunci: Kebugaran jasmani,  Abstract Physical education is used to improve the mind and body that affects all aspects of daily life of a person that includes organic, motoric, and affective. A bodily quality of a person is related to his/her physical fitness. The ability of person’s body to perform its function can be described also through physical fitness. Therefore the health and physical fitness are things that need to be considered, especially the health and physical fitness of students. The purpose of this research was to determine the level of students’ physical fitness at SMP Negeri 28 Surabaya and SMP Negeri 1 Balongpanggang. Besides, it also used to find out the better level of students’ physical fitness at SMP Negeri 28 Surabaya and SMP Negeri 1 Balongpanggang. This research is included into non-experimental research with descriptive quantitative approach. This research used cluster random sampling technique that takes one class only. The analysis technique used in this research is -test technique. The result of this research, shows that the average score of  of the VIII-E grade students of SMP Negeri 28 Surabaya is 27,29 ml/kg/minutes with the deviation standard of 2,20. While the average score of  of the VIII-B grade students of SMP Negeri 1 Balongpanggang is 27,07 ml/kg/minutes with the deviation standard of 4,74. By using computer application, SPSS, it is known that the is  and the  is  1,99,  which means that the  is less than  . Therefore,  is accepted and  is rejected. As the result, there is no significant difference of the physical fitness between the students at SMP Negeri 28 Surabaya and the students at SMP Negeri 1 Balongpanggang. Keyword: physical fitness,
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING (ORTODOK) (PADA SISWA KELAS V DI SDN LAKARSANTRI  II / 473 SURABAYA) HARTONI, RIBUT
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat secara aktif menerima pelajaran dengan baik. Peningkatan hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang berasal dari diri siswa (faktor internal) maupun dari luar siswa (faktor external). Faktor internal diantaranya adalah minat, bakat, motivasi dan tingkat intelegensi. Sedangkan faktor external diantaranya adalah metode pembelajaran dan lingkungan. Problem bagi guru pendidikan jasmani menghadapi yang demikian ini dibutuhkan upaya yang kreatif untuk menyampaikan materi pelajaran supaya dapat diterima siswa, hal ini berkaitan bahwa pembelajaran jasmani yang mana penekanannya dominasi domain psikomotor paling besar bila dibandingkan domain–domain yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui perbedaan penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan metode demonstrasi terhadap hasil belajar tolak peluru gaya menyamping (ortodok) pada siswa kelas V di SDN Lakarsantri II Surabaya. (2) Untuk mengetahui besarnya perbedaan penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe teams games tournaments (TGT) dengan metode demonstrasi terhadap hasil belajar tolak peluru gaya menyamping (ortodok) pada siswa kelas V di SDN Lakarsantri II Surabaya. Sampel penelitian ini adalah SDN Lakarsantri II Surabaya kelas VA yang berjumlah 32 siswa dan kelas VB yang berjumlah 32 siswa yang sudah mengetahui hasil pengundian maka diberikan pembelajaran atau perlakuan (treatmen) menggunakan metode demonstrasi dan model pembelajaran kooperatif tipe (TGT). Hasil penelitian diperoleh ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) terhadap hasil belajar tolak peluru gaya menyamping SDN Lakarsantri II/473 Surabaya. kelompok eksperimen yaitu thitung > ttabel yaitu 13,126 > 1,697 dan  terjadi peningkatan sebesar 25%.  Kata Kunci: Model, pembelajaran, Kooperatif, demonstrasi, Tolak peluru Abstract Education is a ware effort and planned to actualized conditioning lesson and learning process in order to the students can actively receiving the lesson well, the increasing of lesson’s result wtich reached by the students are affected by several factor,both internal and external factors, the internal factors such as interest,talent motivation and intellegence grade. External factor such as learning methods and environment the problems for physical education teacher to face those conditions above,they need a creative trial to tell the lesson that can be receive by students, it has relation between the physical education and the stress of domain domination of psycomotor mostly comparing with other domain. The ams of the research is = ( 1 ) to know the comparisson of applying the cooperative learning mode of Teams Games Tournaments ( TGT ) using demonstration method to the education result of shot put ortodox style for students grade five in SDN Lakarsantri II / 473 Surabaya. ( 2 ) to know how big the comparisson of applying the cooperative learning Mode of Teams Games Tournament ( TGT ) type using Demonstration method to the education result of shot put orthodox style for students grade five in SDN Lakarsantri II / 473 Surabaya. The research sample is SDN Lakarsantri II / 473 Surabayastudents of grade V-A with 32 students and class V-B with 32 students who had knew the lottery result then gwen the learning or treatment using demonstration method and cooperative learning mode TGT type. For result of the research there is an affect of applying cooperative learning type TGT to the education result of shot put othodox style in SDN Lakarsantri II / 473 Surabaya the experiment group is tcount thitung > ttable  it is 13,126 > 1,697 and got increase 25%. Keywords: Model, education, Cooperative, demonstration, shot put
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR UNDER BASKET SHOOT PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 51 SURABAYA SABARIMAN, MOH.RIDHO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Pendidikan merupakan hal yang penting, salah satunya adalah pendidikan jasmani. Namun, keberadaan pendidikan jasmani justru dianggap mengganggu perkembangan intelektual anak. Oleh karena itu sebaiknya guru penjasorkes memberikan model pembelajaran yang bervariasi kepada siswa-siswinya disetiap lembaga pendidikan, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Karena tujuan penjasorkes disini adalah untuk membantu siswa-siswi dalam meningkatkan kesehatan jasmaninya, keterampilan gerak dasar melalui pengenalan dan penanaman sikap positif dan pematangan sikap mental serta perilaku hidup sehat yang diimplementasikan dalam berbagai aktifitas jasmani. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP Negeri 51 Surabaya, dimana pemberian materi under basket shoot dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Penelitian ini dilakukan empat kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dan terakhir digunakan untuk mengambil nilai pretest dan posttest. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya perbedaan nilai antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian semu dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan terdiri dari 35 siswa pada kelompok eksperimen dan 37 siswa pada kelompok kontrol. Model pembelajaran CTL memberikan pengaruh terhadap efektifitas pembelajaran under basket shoot. Hasil thitung pada kelompok eksperimen adalah 13.556 dan thitung  pada kelompok kontrol adalah 1.761. Kelompok eksperimen memberikan peningkatan hasil belajar sebesar 2,6% dan kelompok kontrol sebesar 1,03%. Kata kunci : Model Pembelajaran CTL, Under Basket Shoot. Abstract Education is an important thing, one of them  is Physical Education. But, Physical Education is consider bothered children’s intellectual development. So that, will be better if Physical Education’s teacher give the variation of learning models to the students in every education institute, from Elementary School until University. Because Physical Education’s purpose is help the students to increase physical healthy, basic movement skill with introducing positive attitude and maturation mental attitude and also healthy live that implementation in every physical effectivity. This research was held in Junior High School 51 Surabaya students, where under basket shoot was given with using CTL learning model. This research was did four times. In first and last learning to take pretest and posttest score. The purpose of the research is to prove the different score between exsperiment class and control class. The research is quasi research with quantitative approach. The sample that use is 35 students of exsperiment class and 37 students of control class. CTL leaerning model’s was given effects for under basket shoot learning effectivity. The result of tscore in exsperiment class is 13.556 and tscore in control class is 1.761. Exsperiment class give increase 2.6% and control class 1.03%. Keywords: CTL Learning Model, Under basket Shoot.
SURVEI TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SMA/SMK/MA NEGERI SE-KABUPATEN LAMONGAN ZUHROTIL ANWAR, AHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang dilakukan melalui aktivitas jasmani. Pelaksanakan pembangunan disektor pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan kebutuhan pokok yang bertujuan meningkatkan proses pembelajaran agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien serta tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMA/SMK/MA Negeri se-Kabupaten Lamongan dengan menggunakan instrumen Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI). Dalam Instrumen ini terdapat 4 aspek yaitu: 1. Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga, 2. Ketersediaan tenaga pelaksana, 3. Hasil kerja kurun waktu satu tahun, 4. Prestasi dan penghargaan satu tahun lalu. Hasil rekapitulasi data kemajuan pendidikan jasmani olahraga, dan kesehatan di SMA/SMK/MA Negeri se-Kabupaten Lamongan yaitu: Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga rata-rata mendapatkan kategori “C” tergolong cukup baik dengan nilai 113. Ketersediaan tenaga pelaksana rata-rata mendapatkan kategori “A” tergolong sangat baik dengan nilai 209. Hasil kerja kurun waktu satu tahun rata-rata mendapatkan kategori “B” tergolong baik dengan nilai 238. Prestasi dan penghargaan satu tahun terakhir rata rata mendapat kategori “E” tergolong sangat kurang dengan nilai 28. Kesimpulannya data tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMA/SMK/MA Negeri se-Kabupaten Lamongan secara keseluruhan mendapatkan kategori “C” tergolong cukup baik dengan nilai 588. Kata Kunci : Tingkat kemajuan Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, SMA/SMK/MA Negeri. Abstract Physical education, sport, and health are an integral part of overall education system which is done through physical activities. The implementation of physical education, sport, and health sector development is a basic requirement aimed to improve the learning process to be able to work effectively and efficiently. Thus, the learning objectives achieved. This study was conducted to determine the level of advancement condition of physical education, sport, and health in State High School (SMA/SMK/MA) in District of Lamongan using Data Base Physical Education and Sport Indonesia (PDPJOI) instruments. There are four aspects in this instrument, namely: 1. The availability of sport facilities and infrastructure, 2. The availability of execution, 3. The working period of one year, 4. The achievements and awards one year ago. The recapitulation result shows “C” in average for availability of sport facilities and infrastructure respectively which means quite good with value of 113. The of execution shows “A” in average which means excellent with value of 209. Furthermore, the working of one year in average shows “B” which means quite good with value of 238. Lat but not least, the achievements and awards one year ago shows “E” which means very less with value of 28. In conclusion the advancement level of progress physical education, sport, and health in Lamongan state high school shows “C” in average which means quite good with value of 588. Keywords : The level of progress physical education, sport, and health, State High School.
PENGARUH AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL GERAK PENCAK SILAT SENI TUNGGAL STUDI PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SMAN 1 GAYAM KABUPATEN SUMENEP ASYARI, NURZAKINA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pencak silat adalah Olahraga beladiri yang cukup terkenal, selain itu terdapat beberapa kategori didalamnya yaitu, kategori Tanding, kategori, Tunggal, kategori Ganda, dan kategori Beregu, bahkan disekolah-sekolah sudah ada ekstrakurikuler pencak silat diantaranya seni tunggal. Dimana seorang pesilat memperagakan kemahirannya dalam jurus baku tunggal secara benar, tepat, dan mantap, penuh penjiwaan  dengan tangan kosong, dan senjata. Terdiri dari 7 jurus tangan kosong, 3 jurus senjata golok, dan 4 jurus senjata tongkat. Seorang pesilat memperagakan rangkaian gerak sesuai dengan ketentuan yang ada. Dalam jurus baku tunggal ini juga terdapat ekspresi, penghayatan, dan stamina menurun tidaknya dari awal jurus sampai akhir jurus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan Sampel dan menggunakan form penilaian jurus tunggal. Sampel  dari penelitian ini adalah 4 orang siswa yang mahir dalam kategori seni tunggal, dan pernah berprestasi disekolah yaitu SMAN 1 Gayam Kabupaten Sumenep. Penganalisisan data hasil pengisian form penilaian jurus tunggal terdapat tiga responden dalam penelitian ini yakni 2 wasit juri, dan siswa ekstrakurikuler pencak silat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh audio visual terhadap hasil gerak pencak silat seni tunggal pada siswa ektrakurikuler SMAN 1 Gayam Kabupaten Sumenep tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kata Kunci : Audio Visual, Hasil Gerak tunggal. Abstract Pencak Silat is one of famous martial art sport beside, there are some category inside such as competition category, individual category, double category and group category also, in many schools have already extracurricular pencak silat the example is art individual. In which a pencak silat player do their skill in the individual base step with good, correct, steady and full of feeling with zero hand and gun. It consist of seven step zero hand, three step machete gun, four step cane gun. A pencak silat player do the series movement based on the rule. In individual base step also has expression, full of comprehension, and power,  low or not from the start until the last step. Type of these research is descriptive quantitative. So these research using Sampel and form score step individual. These research using sampel from four student who have good skill in individual art category and ever got achievement in their school SMAN 1 Gayam Sumenep Regency. Data analysis as the result of scoring form individual step there are three responden in these research the example are two umpire judge and pencak silat extracurricular students. As the result of these research, it show the influence of visual audio into the result of movement in individual pencak silat art by extracurricular students of SMAN 1 Gayam in Sumenep Regency there are no significant differences. Keywords : visual Audio, result of movement, pencak silat individual art.
PENERAPAN PERMAINAN BOLAVOLI DAPAT MENINGKATKAN AKTIVITAS GERAK SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS V SDN MARGOREJO V/407) TRIHARJONO, AGUS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada masa sekarang ini,pendidikan merupakan sebuah hal yang sangat penting sekali baik untuk masyarakat maupun orang tua maupun anak-anak. Akan tetapi sungguh memprihatinkan sekali bahwa pendidikan itu dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat kita. Padahal pendidikan amatlah mutlak diperlukan. Pendidikan berperan penting demi kemajuan suatu bangsa,agar hal tersebut lebih meningkat perlu dukungan oleh masyarakat yang majemuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui penerapan permainan bolavoli dapat meningkatkan aktivitas gerak siswa kelas V SDN Margorejo V/407. Lokasi penelitian ini di SDN Margorejo V/407,subjek penelitian terdiri dari 27 siswa. Dari penerapan permainan kippers ini dapat meningkatkan aktivitas gerak siswa. Sedangkan metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas beberapa siklus penelitian. Di mulai dari awal pra siklus sampai siklus ke tiga. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dalam proses belajar mengajar hendaklah seorang pendidik dapat melihat hasil yang harus dicapai dalam pembelajarannya.Tidak memberikan beban yang dapat menyulitkan bagi siswa. Guru dapat menerapkan sebuah permainan kecil sehingga siswa lebih aktif bergairah,lebih aktif bergerak dan dapat meningkatkan aktivitasnya. Dari hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan bolavoli pendidikan jasmani,kesehatan dan olahraga di SDN Margorejo V/407 dapat meningkatkan aktivitas gerak siswa kelas V SDN Margorejo V/407. Kata Kunci : penerapan,permainan bolavoli,aktivitas gerak siswa Abstrack In the present,education is a very important thing in life weather it is for society,parent or children. But it is so wistful because people consider that education is not too important,whereas it is so neccessary for everybody. Education has a very important role to progress a country,and to improve it more,it must be supported by the people. The purpose of the research is to know if the applications of bolavoli game can improve the students’ motion activity in the fifth grade elemantary school students in Margorejo V/407.    Margorejo V/407 is the location of this research with 27 students as the subject of the research. The applications of bolavoli game can improve the students’ motion activity. The research uses the action class research method or it is well-kknown as PTK that consists of some cycles of research started from precycle until the third cycle. Based on the result of the research,the teachers are suggested to be able to see the expected result of the study and not give a difficult load for the students in learning and teaching process. The teacher can imply a little game to make the students enthusiastic,more active in moving and can improve their activity. From the whole result of the action class research,it can be concluded that the application of bolavoli game in physical,physical execise and health education in primary school of Margorejo V/407 is able to improve the students’ motion activity of the fifth grade primary school students in Margorejo V/407. Keywords : Application,bolavoli game,the students’ motion activity
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK DALAM PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMPK KARITAS 3 SURABAYA) AKBAR ARU, FERSATI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak    Pertumbuhan tubuh sangat pesat perkembanganya pada masa remaja. Masa remaja merupakan masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada fisiknya, pertumbuhan dan perkembangan anak akan diikuti dengan meningkatnya kemampuan motorik anak juga. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu faktor pendukung kemampuan motorik  yaitu status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kemampuan motorik pada siswa kelas VIII SMPK Karitas 3 Surabaya. penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain non-eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMPK Karitas 3 Surabaya dengan jumlah 140 siswa dan sampel penelitian ini adalah kelas VIII C dengan jumlah 28 siswa, dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling yaitu memilih kelompok atau area. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan  pengukuran status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) dan pengukuran kemampuan motorik melalui barrow motor ability test dan untuk analisis data dalam penelitian ini menggunakan norma pengukuran untuk membuat kategori, korelasi product moment dan koefisien determinasi. Dari hasil perhitungan statistik dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi terhadap kemampuan motorik dalam pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, terbukti dari nilai 14Rhitung">  0,307 < 14Rtabel">  0,374 dengan taraf signifikan 0,05. Sedangkan besar pengaruhnya sebesar 9,4 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kemampuan motorik, karena ada bebrapa faktor lain yang berpengaruh terhadap kemampuan motorik misalnya usia, fisik, lingkungan, jenis kelamin, latihan dan pengalaman. Kata Kunci : Status gizi, kemampuan motorik Abstract Human body development has a fast growth during pubert period. This period becomes a determiner period because children have many physical changes, children’s  growth and development followed by the increasing of motor ability which influenced by many factors, one of the supporting factor is nutrition status. This study aimed to know the relationship between nutrition status and children’s motor ability of students in VIII SMPK Karitas Surabaya. this is a corelational study with non-experiment design. Population in this study was VIII SMPK Karitas 3 Surabaya which consists of 140 students and sample in this study was VIII C which consists of 28 students and using Cluster Random  Sampling (selecting group or area) as the technique in taking the sample. Instrument in this study using nutrition status measurement based on Indeks Masa Tubuh menurut Umur (IMT/U) and motor ability measurement by Barrow Motor Ability Test and in analyzing data in this study, norm mesurement was used in making category, moment of corelation product and determination coefficient. From the statistic counting, can be concluded that there is no significance relationship between nutrition status and motor ability in physical education learning, sport and health, it was proved from the value of  r count 0,307 < r table 0,374 with significance level 0,05. While the effect of 9,4%. From the result, can be stated that there is no relationship between nutrition status and motor ability, because of many factors which affected toward motor ability such as age, physical, envitronment, gender, training and experience Keywords : nutrition status, motor ability.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DAN NON OLAHRAGA DI SDN 1 RENGEL, KAB. TUBAN TAHUN AJARAN 2014 – 2015 TOHIRON, ALMA'I
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gerak dan motorik merupakan dan istilah yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, karena diantara kedua istilah tersebut terdapat hubungan sebab akibat. Di era modern pada saat ini kemajuan teknologi sangat berkembang pesat dan terbatasnya lahan untuk bermain mengakibatkan pola hidup anak-anak menjadi berubah, yang biasa aktif bergerak menjadi pasif/malas untuk bergerak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kemampuan motorik siswa kelas atas SDN 1 Rengel yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan yang mengikuti ekstrakurikuler non olahraga, dan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan kemampuan motorik siswa kelas atas SDN 1 Rengel yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan yang  mengikuti ekstrakurikuler non olahraga. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan yang mengikuti ekstrakurikuler non olahraga kelas atas SDN 1 Rengel Tuban yang berjumlah 118. Teknik analisis data menggunakan mean, standart deviasi, T-score, uji normalitas, dan uji-T. Hasil dari penelitian ini adalah, di ketahui Nilai thitung kemampuan motorik 0,695 lebih kecil dari ttabel 1,645 (thitung < ttabel).Sehingga H0 diterima dan H1 di tolak Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan motorik antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler non olahraga. Hasil olah data menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan motorik yang signifikan antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan yang mengikuti ekstrakurikuler non olahraga. Akan tetapi dari komponen koordinasi, keseimbangan, dan kecepatan diperoleh hasil bahwa siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga lebih mendominasi daripada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler non olahraga. Kata Kunci : kemampuan motorik, ekstrakurikuler olahraga, ekstrakurikuler non olahraga Abstract Movement and motor are related terms and cannot be separated each other, because it has a cause-effect relation. In this modern era, technology has a great development and there was a limitation of field for playing. This phenomenon causes a changing of children life style that active in playing out door become passive to have some movement. The aims of this research are for finding out the differences of high class students’ motor skills who join sport extracurricular and who join non-sport extracurricular, and also for finding out how far the difference of SDN 1 Rengel high class students’ motor skills who join sport extracurricular and who join non-sport extracurricular. The population of this research is totally 118 students who join sport extracurricular and students who join non-sport extracurricular.in SDN 1 Rengel Tuban. This research uses mean, deviation standard, T-Score, normality test, and T-Test. The finding of this research is can be known tcount motoric skill is 0.695 smaller from ttable 1.645 (tcount<ttable). Therefore, H0 is accepted and H1 is rejected and this can be concluded that there is not a significant difference motor skill of students who join sport extracurricular and who join non-sport extracurricular. From the result of data processing, shows that there is not a significant difference motor skill of students who join sport extracurricular and who do not. However from the result of coordination component, balance and speed, students who join sport extracurricular more dominant than students who join non-sport extracurricular. Keywords: motor skill, sport extracurricular, non-sport extracurricular.
SURVEY TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS IV DAN V SD IT UTSMAN BIN AFFAN SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 RISQI AMIRULLAH, AHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran seseorang sangat berperan penting terhadap kemampuan dalam melakukan aktivitas pekerjaan selama masa hidupnya, karena faktor tersebut sangat menunjang terhadap produktifitas yang kita lakukan dalam kegiatan sehari-hari misalnya pada waktu melakukan aktifitas olahraga. Pendidikan jasmani sangat berpengaruh pada aktifitas fisik siswa, untuk menunjang kelancaran penerapan pendidikan jasmani, maka diharapkan siswa dituntut dapat memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas IV dan V. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V di SD IT Utsman Bin Affan Kota Surabaya. Besar populasi 38 siswa dan penelitian ini merupakan penelitian populasi. Instrumen penelitian menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat kebugaran jasmani rata-rata siswa kelas IV sebesar 4,07, median sebesar 4 dengan standar deviasi 0,68.  Sedangkan pada kelas V  didapat rata-rata 3,72, median sebesar 4 dengan standar deviasi 0,65. Dengan perhitungan menggunakan Microsoft Excel 2010. Sehingga dengan demikian tingkat kebugaran jasmani siswa kelas IV dan siswa kelas V adalah termasuk kategori kurang. Kata Kunci: Survey, Tingkat Kebugaran Jasmani, SD Abstract Fitness someone very important role in the ability to perform work activities during his lifetime, because of these factors is very supportive of the productivity that we do in daily activities such as when doing sports activities. Physical education is very influential on students' physical activity, to support the smooth implementation of physical education, it is expected that the students are required to have a good level of physical fitness. This study aims to describe the level of physical fitness among students of grade 4th and 5th. This research is quantitative descriptive. Population in this research is grade 4th and 5th in Integrated primary schools Utsman Bin Affan Islamic Surabaya. 38 students and a large population of this research is the study population. The research instrument using Indonesian Physical Fitness Test. Based on this research, it is known that the level of physical fitness average grade 4th of 4.07, the median at 4 with a standard deviation of 0.68. While in class  gained an average of 3.72, the median at 4 with a standard deviation of 0.65. By calculations using Microsoft Excel 2010. There is thus a level of physical fitness grade 4th and 5th grade students are less category. Keywords: survey, physical fitness, elementary school

Page 43 of 109 | Total Record : 1082