cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
SURVEI TINGKAT PEMAHAMAN GURU PJOK TERHADAP PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI SE-SURABAYA SELATAN ANGGA PRAKASA, PUTRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Guru berperan penting dalam meningkatkan kualitas belajar peserta didik serta memiliki integritas dan kreatifitas yang luas. Sebagai guru dalam bidang studi pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada kurikulum 2013 dituntut untuk mampu mengaplikasikan materi ke dalam bentuk tematik integratif yaitu model pembelajaran yang diarahkan pada pendidikan yang berkarakter serta  mengintegrasikan isi pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) terhadap pelaksanaan kurikulum 2013 di SMP Negeri Se-Surabaya Selatan. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, serta kuesioner sebagai alat pengumpulan data, yaitu monitoring dan evaluasi proses pembelajaran kurikulum 2013 yang bersumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian disebarkan pada guru kelas VII (tujuh) dan VIII (delapan) pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di 9 SMP Negeri Se-Surabaya Selatan yang berjumlah 18 guru. Kemudian hasil penelitian dianalisis data persentase dan dirata-rata (mean) menggunakan diskriptif kuantitatiaf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman guru PJOK terhadap pelaksanaan kurikulum 2013 di SMP Negeri Se-Surabaya Selatan dengan nilai rata-rata 72,94% yang kemudian dikonversi ke dalam nilai kategori “tinggi”. Kata Kunci :  Tingkat pemahaman guru, kurikulum 2013, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan  Abstract Teachers have an important role in improving the quality of learners as well as having extensive integrity and creativity. As a teacher in the field of study Physical Education Sports and Health in curriculum 2013  required to apply the material in the form of thematic integrative teaching model that was aimed at integrating character education and learning content in order to determine the extent to which teachers' understanding level Physical Education, Sports, and Health on the implementation of the in curriculum  2013 in all of junior high school in south surabaya. This type of research is non experiment using survey design and questionnaire as a data collection tool, the monitoring and evaluation of the learning process of curriculum 2013 are sourced from the Ministry of Education and Culture, then spread to teachers VII (seven) and VIII (eight) Physical Education, Sports, and Health in nine all of junior high school in south surabaya, amounting to 18 teachers. Then percentageof encode analysis and mean use descriptive quantitative. The results showed that the teachers' understanding of the implementation of the Physical Education Sports and Health curriculum 2013 in all of junior high school in south surabaya with an average percentage of 72.94% which then converted into the value category with the value of the category “high”. Keywords: Level understanding teachers, curriculum  2013, physical education sport and health.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GULING BELAKANG KAKI TEKUK DENGAN MEDIA ALAT BANTU BIDANG MIRING DAN MEDIA AKTIF (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PORONG) SUDARWANTO, DADANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dibutuhkan alat bantu yang dapat meningkatkan hasil belajar. Pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan salah satu pembelajaran yang membutuhkan media dalam meningkatkan mutu hasil pembelajarannya. Banyak macam dan bentuk metode pembelajaran, diantaranya metode ceramah, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, pemberian tugas, demonstrasi, eksperimen, simulasi, penemuan, pengajaran unit dan lain-lain. Untuk itu diperlukan suatu metode yang dapat mendukung keberhasilan pembelajaran gerak pada mata pelajaran pendidikan jasmani..Dalam penelitian ini, ingin mencoba menerapkan penggunakan media alat bantu bidang miring dan media aktif selama proses pembelajaran guling belakang kaki tekuk. Media bidang miring adalah suatu alat yang permukaannya datar dan memiliki suatu sudut, yang bukan sudut tegak lurus terhadap permukaan horizontal, sedangkan media aktif adalah suatu bantuan yang dilakukan oleh pengajar atau pelatih terhadap siswa untuk melakukan gerakan dorongan dan menjaga keseimbangan pada saat siswa melakukan gerakan guling belakang kaki tekuk. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Ingin mengetahui pengaruh penggunaan media alat bantu bidang miring terhadap hasil belajar guling belakang kaki tekuk. (2) Ingin mengetahui pengaruh penggunaan media aktif terhadap hasil belajar guling belakang kaki tekuk. (3) Ingin mengetahui mana yang lebih baik antara penggunaan media alat bantu bidang miring dan media aktif terhadap hasil belajar guling belakang kaki tekuk. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan Cluster Random Sampling diambil satu kelas dengan jumlah sampel sebanyak 32 siswa dari jumlah populasi sebanyak 336 siswa yang terbagi menjadi 10 kelas. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan media alat bantu bidang miring dapat meningkatkan hasil belajar guling belakang kaki tekuk sebesar 26,33%, Sedangkan untuk penggunaan media aktif dapat meningkatkan hasil belajar guling belakang kaki tekuk sebesar 18,99%. Untuk hasil belajar media alat bantu bidang miring ada peningkatan dari hasil pre-test dan post-test dengan hasil uji-t sampel berpasangan dengan t-hitung > dari t-tabel (-5,111 > 2,145), Sedangkan untuk media aktif menunjukkan hasil t-hitung > t-tabel (-4,572 > 2,145). Sehingga dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa penggunaan media alat bantu bidang miring lebih baik untuk dilakukan sebagai bahan pengajaran pada materi guling belakang kaki tekuk khususnya pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Porong Kata Kunci: Media, Guling Belakang Kaki Tekuk, dan Hasil Belajar Abstract In the learning process, there is needed a media to increase the learning outcomes. In this case, the study of sport and healthy is one of the studies that need a media to increase the learning outcomes. There are a lot of methodologies, such as speech, asking and answer questions, discussing, teamwork, a task, demonstration, experiments, simulation, unit teaching and so on. That is why, a methodology is needed to support the success of motion study in sport. In this research, the researcher want to use the implementation of inclined plane media and active media in teaching learning back roll bend legs. Inclined plane media is a flat tool which has an angle, not an angle perpendicular for a horizontal surface, while active media is a help from the teacher or the couch to the students for doing push motion and maintaining balance due to back roll bend legs. the purpose of this research are (1) to know the learning outcomes of the students in learning back roll bend legs using inclined plane media, (2) to know the learning outcomes of the students in learning back roll bend legs using active media, (3) to know which one is better in the learning outcomes of back roll bend legs, using inclined plane media or active media. The sampling technique in this research is Cluster Random Sampling from one class of 32 students from the population of 336 students which is divided into 10 classes. According to the research result, known that the using of inclined plane media in back roll bend legs is able to increase the learning outcomes of the students as much as 26,33% , while the using of active media in back roll bend legs as much as 18,99%. For the using of inclined plane media in back roll bend legs, there is a rising of pre-test and post-test by the test result of t-sample paired with t-sum is higher than t-table (-5,111 > 2,145), while for using active media showed t-sum is higher than t-sum (-4,572 > 2,145). It can be concluded that the using of inclined plane media is better to use in teaching back roll bend legs especially for students of grade tenth SMA Negeri I Porong. Key words: Media, back roll bend legs, and learning outcome.
PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN BOLA BASKET MINI TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN. (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 43 SURABAYA) MEKA, DARMA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani dan sekaligus merupakan proses pendidikan untuk meningkatkan kemampuan jasmani. Untuk mencapai tujuan aktivitas gerak yang seluas-luasnya maka perlu adanya modifikasi baru guna menunjang pencapaian aktivitas tersebut. Pada saat ini dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, para guru masih menggunakan modifikasi pembelajaran yang standar umum, jadi pada proses belajar mengajar masih kurang lancar dan tidak ada pengembangan, serta kurangnya pengayaan gerak sehingga anak didik kurang timbul rasa senang dan gembira. Akhirnya anak didik dalam mengikuti pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di sekolah menjadi bosan dan motivasi anak dalam mengikuti pembelajaran berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan motivasi belajar siswa pada pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan melalui modifikasi pembelajaran bola basket mini. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 43 Surabaya dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 40 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif deskriptif dan komparatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuisioner skala likert dengan pilihan ganda. Hasil analisa uji-t paired sample t-test didapatkan nilai thitung 2,262 > 1,697 ttabel. Dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan dengan taraf signifikasi antara belajar siswa kelas VIII SMPN 43 Surabaya pada pembelajaran PJOK sebelum dan sesudah penerapan modifikasi pembelajaran bola basket mini. Hal ini dapat dikatakan bahwa penerapan modifikasi pembelajaran bola basket mini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII SMPN 43 Surabaya pada pelajaran PJOK. Penerapan modifikasi pembelajaran bola basket mini ternyata memberikan peningkatan minat belajar siswa SMPN 43 Surabaya pada pembelajaran pendidikan jasmani sebesar 2,308%. Kata Kunci: Modifikasi Pembelajaran Bola Basket Mini Bermain, Motivasi Belajar Abstract Physical education, sports and health education is the process through physical activity and is a process of education to increase physical ability. To achieve the goal of motion activity broadest hence the need for a new modification to support the achievement of these activities. At this point in learning physical education, sports and health, teachers are still using a modified common learning standards, so the learning process is still substandard and there is no development, as well as the lack of enrichment of motion so that the students are less arises a sense of fun and joy. Finally the students in following the physical education, sport and health in school children become bored and motivation in following the reduced learning. For it to process health physical education and sports in schools run smoothly and demand by the students of physical education teachers, sports and health are expected to be good at creating variations or modifications varasi pembejaran, The purpose of this study was to determine the extent of the increase in student motivation in physical education lessons, sport and health through modification of instructional basketball mini. The targets of this research is class VIII SMP Negeri 43 Surabaya and the number of samples taken by 40 students. The method in this analysis using quantitative descriptive and comparative statistics, while the process of data collection is done by using a questionnaire or Likert scale questionnaire with multiple choice. Results of t-test analysis paired sample t-test is obtained tcount 2.262> 1.697 ttabel. In other words that there are differences in the level of significance between class VIII student of SMPN 43 Surabaya on learning PJOK before and after implementation of a mini basketball instructional modifications. It can be said that the implementation of the learning modification basketball mini have a significant influence on the improvement of student motivation class VIII SMP Negeri 43 Surabaya on PJOK lesson. Application of learning modification basketball mini turns giving improving learning Elementary School fifth grade SMPN 43 Surabaya in physical education learning at 2.308%. Keywords: Modified Mini Playing Basketball Learning, Learning Motivation
SURVEI TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (STUDI PADA SD NEGERI SE-KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO) ERLANGGA DJATI, YUDHY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Dalam hal ini tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di sekolah memiliki peranan penting. Ini bertujuan agar proses pembelajaran berjalan secara efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SD Negeri se-Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan instrumen Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI). Dalam instrumen tersebut terdapat 4 aspek yang meliputi: 1. Ketersediaan sarana prasarana olahraga, 2. Ketersediaan tenaga pelaksana, 3. Hasil kerja kurun 1 tahun lalu, dan 4. Prestasi dan penghargaan 1 tahun lalu. Hasil rekapitulasi tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SD Negeri se-Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo yaitu: 1. Ketersediaan sarana prasarana olahraga rata-rata mendapatkan nilai 118,2 dengan kategori “C” yang termasuk dalam kategori cukup baik, 2. Ketersediaan tenaga pelaksana rata-rata mendapatkan nilai 210,3 dengan kategori “A” yang termasuk dalam kategori sangat baik, 3. Hasil kerja kurun 1 tahun lalu rata-rata mendapatkan nilai 193,3 dengan kategori “B” yang termasuk dalam kategori baik, dan 4. Prestasi dan penghargaan 1 tahun lalu rata-rata mendapatkan nilai 35,9 dengan kategori “E” yang termasuk dalam kategori kurang sekali. Kesimpulannya yaitu dari hasil yang diperoleh untuk tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SD Negeri se-Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo mendapatkan nilai 557,7 dengan kategori “B” yang termasuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dan satuan pendidikan sekolah dasar. Abstract Basically physical education, sport, and health are integral part of the overall education system. In this case, the level of progress physical education, sport, and health in school have important role. This alms to make the process of learning to run effectively and the purpose of learning can be achieved. This research was did to know the level of progress physical education, sport, and health in public elementary school at subdistrict of Taman, Sidoarjo regency by using the instrument Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI). In the instrument, there are four aspect which are included: 1. The avaibility of sport facility and infrastructure, 2. The avaibility of teachers, 3. The result of working for last year, and 4. Achievement and apreciation last year. The recapitulation result of level of progress physical education, sport, and health in public elementary school at subdistrict of Taman, Sidoarjo regency there are: 1. The avaibility of sport facility and infrastructure get average value 118,2 to category “C” which is included rather good category, 2. The avaibility of teachers get average value 210,3 to category “A” which is included in the execellent category, 3. The result of working for last year get average value 193,3 to category “B” which is included good category, and 4. Achievement and apreciation last year get average value 35,9 to category “E” which is included very bad category. The conclusion of results is obtained for the level of progress physical education, sport, and health in public elementary school at subdistrict of Taman, Sidoarjo regency get value 557,7 to category “B” which is included good category. Keywords:  The level of progress physical education, sport, and health and elementary school education unit.
PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN PART PRACTICE DAN WHOLE PRACTICE TERHADAP HASIL BELAJAR SERVICE BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMPN 2 ARJASA SUMENEP TAHUN AJARAN 2014 – 2015) RIANTO, HERMAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani dan sekaligus merupakan proses pendidikan untuk meningkatkan kemampuan jasmani. Untuk mencapai tujuan aktivitas gerak yang seluas-luasnya maka perlu adanya metode-metode baru guna menunjang pencapaian aktivitas tersebut. Pada saat ini dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, para guru banyak metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Akan tetapi kenyataannya masih belum bisa membawa perubahan yang berarti dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai gerak dasar servis. Maka dari itu perlu suatu metode yang sesuai yang di anggap bisa mempermudah siswa untuk belajar tentang servis bawah bolavoli. Metode yang akan digunakan ialah Part Practice dan Whole Practice diharapkan dengan metode ini bisa mempermudah dalam pembelajaran servis bawah bolavoli. Khususnya bagi siswa kelas VII SMPN 2 Arjasa Sumenep dilihat letak geografis serta keadaan sekitar yang jauh dari perkotaan maka peneliti berupaya melakukan penelitian di sekolah tersebut. Dalam penelitian ini apakah metode Part Practice dan Whole Practice berpengaruh terhadap hasil belajar servis bawah bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih efektif mana dan lebih bagus mana metode pembelajaran Part Practice dan Whole Practice Terhadap hasil belajar service bawah bolavoli Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMPN 2 Arjasa dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 27 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif. Hasil analisa uji-t paired sample t-test. Part Practice di dapat thitung 14,111 > 2,179 ttabel dan Whole Practice di dapat thitung 9,385 > 2,179 ttabel. Dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan dengan taraf signifikasi antara Part Practice dengan Whole Practice kelas VII SMPN 2 Arjasa. Hal ini dapat dikatakan bahwa perlakuan metode Part practice dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan gerak servis bawah bolavoli sebesar 50% dan perlakuan metode whole practice dapat meningkatkan hasil belajar sebesar 36,36% adalah signifikan dan dapat diberlakukan (digeneralisasikan) ke populasi. Dari penjelasan di atas di simpulkan bahwa penerapan metode Part practice lebih baik daripada metode whole practice. Kata Kunci: Metode Part practice dan  whole practice, Hasil Belajar Abstract Physical education, sports and health education is the process through physical activity and is a process of education to increase physical ability. To achieve the goal of motion activity broadest hence the need for new methods to support the achievement of these activities. At this point in learning physical education, sports and health, the teacher Many teaching methods used by teachers. But the fact still can not bring meaningful change to improve students' ability to master the basic motion servicing. Hence the need for a suitable method that is considered to facilitate the students to learn about the services under volleyball. The method to be used is Part Practice and Practice Whole is expected by this method can simplify the servicing of learning under volleyball. Especially for students of class VII SMPN 2 Arjasa Sumenep seen the geographical location and circumstances that are far from urban areas, the researchers seek to study at the school. In this study whether the method of Part Practice and Practice Whole effect on learning outcomes under volleyball serve. The purpose of this study was to find out more and better evektif where where teaching methods Part Practice and Practice Against Whole service learning outcomes under volleyball targets were students of Class VII SMPN 2 Arjasa and number of samples taken as many as 27 students. The method in this analysis using quantitative statistical methods. Results of t-test analysis paired sample t-test. Part Practice in can thitung 14.111> 2.179 ttabel and Whole Practice in can thitung 9.385> 2.179 ttabel. In other words that there are differences in the level of significance between the Whole Practice Practice Part VII SMPN 2 Arjasa class. It can be said that the treatment methods Part practice can improve learning outcomes under volleyball servicing motor skills by 50% and the whole practice treatment methods can improve learning outcomes by 36.36% is significant and may be enforced (generalized) to the population. From the above it concluded that the application of Part method of practice is better than a whole method of practice. Keywords: Part Method whole practice and practice, Learning Outcomes
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMA NEGERI 2 BOJONEGORO (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 BOJONEGORO) CHOIRUL HUDA, MUKAMAT
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani merupakan terjemahan dari istilah Physical Fitness. Dalam kehidupan sehari-hari kebugaran jasmani sangat mempengaruhi seseorang dalam menjalankan aktivitas fisik maupun non fisik. Kemajuan teknologi yang dicapai saat ini, malah mengungkung anak-anak dalam lingkungan kurang gerak. Tidak mengherankan bila ada kerisauan bahwa kebugaran anak-anak semakin menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Negeri 2 Bojonegoro. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro yang terdiri dari 8 kelas adalah 255 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling, terdiri dari 4 kelas yaitu kelas X-MIA 2, X-MIA 3, X-IIS 2, dan X-IIS 3 adalah 128 siswa. Teknik analisis data menggunakan mean, standart deviasi, varian. Hasil dari penelitian ini adalah, diketahui rata-rata(mean), standart deviasi, dan varian tingkat kebugaran jasmani siswa.Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro sangat kurang. Hasil olah data menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro rata-rata mempunyai tingkat kebugaran jasmani sangat kurang. Hal itu dilihat dari  hasil tes kebugaran jasmani lari 2.4 Km Cooper yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bojonegoro. Kata Kunci :kebugaran jasmani, kelas X, SMA Negeri 2 Bojonegoro Abstract Physical fitness is known as ‘kebugaran jasmani’ in Bahasa Indonesia. Physical fitness has a big influence of someone daily life in doing physical or non-physical activities. Technologies developments nowadays have made nowadays adults fall into lack of movement life. It is not amazed if there is an issue of the decreasing in children fitness. The aim of this research is to find out the students physical fitness level at SMA Negeri 2 Bojonegoro. The population of this research is tenth grade students of SMA Negeri 2 Bojonegoro which consist of 8 classes is 255 student. The sample used for this research is a cluster random sampling consist of four X-MIA 2, X-MIA 3, X-IIS 2, X-IIS 3 classes with total 128 students. The data analysis technique uses mean, deviation standard, and variant. The finding of this research has been shown the value of mean, deviation standard, and variant of student physical fitness levels. Therefore, it can be concluded that the average of physical fitness level of the tenth grade students at SMA Negeri 2 Bojonegoro is truly less. The finding of the data processing shows that the average of physical fitness level of the tenth grade students at SMA Negeri 2 Bojonegoro is truly less. It can be seen from the result of physical fitness running test in 2.4 Km Cooper that is held in SMA Negeri 2 Bojonegoro. Keywords : Physical Fitness, tenth grade, SMA Negeri 2 Bojonegoro
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VIIC SMPN 1 TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO) GHUFRON IS CAHYANTO, AHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Modifikasi passing atas bolavoli adalah salah satu usaha menyederhanakan materi pembelajaran passing atas bolavoli mulai dari gerakan yang mudah ke yang sulit sesuai karakteristik siswa agar siswa dalam mengikuti pembelajaran lebih mudah memahami materi yang diberikan guru serta senang dan tidak takut cidera dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Mengetahui adanya pengaruh modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Tulangan Kabupaten Sidoarjo. 2. Seberapa besar pengaruh modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa kelas VII SMPN 1 Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design. Dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 1 tulangan Kabupaten Sidoarjo yaitu kelas VIIC dengan jumlah 38 siswa. Pengambilan data ini dilakukan dengan menggunakan tes passing atas dengan pedoman penilaian Face Wall-Volume Test  Dari Aapher. Dari hasil penelitian melalui perhitungan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing atas bolavoli yang dibuktikan dengan hasil uji t, didapat nilai thitung -2,749 > ttabel -1,684 dengan taraf signifikasi 0,05 (5%). Dengan hasil perhitungan analisa data dapat diketahui besar pengaruh modifikasi permainan terhadap hasil belajar passing atas bolavoli sebesar 6,60%. Kata Kunci : Modifikasi Permainan, Passing Atas Bolavoli Abstract Modifications passing on volleyball is one of the efforts to simplify the learning material passing on volleyball started from easy movement to difficult appropiate the characteristics of the students so that students in learning to follow more easily understand the material provided by teacher and happy and not afraid of injury in the following study.The purpose of this study : 1. Knowing the effect of modifications to the learning outcomes passing game on volleyball to the VII class grade students of State Junior High School 1 Tulangan, Sidoarjo. 2. How much influence modifications to the learning outcomes passing game on volleyball to the VII  class  grade students of State Junior High School 1 Tulangan, Sidoarjo. This type research used in this study is quasi experimental. And research design used in this study is one group pretest-posttest design. In this study is the seventh grade of State Junior High School 1 Tulangan, Sidoarjo is VIIC class with a number of 38 studdents. Data retrieval is performed using the test passing on the assessment guidelines Face Wall Volume Test From Aapher. From the results of research through analysis calculations can be concluded that there is a significant influence on the modification of the learning outcomes passing game on volleyball as evidenced by the t test results, obtained tcount -2,749 > ttable  -1,684 with significance level of 0,05 (5%). With calculation results of data analysis can be seen the influence of modifications to the learning outcomes passing games on volleyball at 6,60%. Keywords : Modification Games, Passing Over Volleyball
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII, VIII DAN IX SMPN 5 SIDOARJO (STUDI PADA SISWA KELAS VII, VIII DAN IX SMP NEGERI 5 SIDOARJO) MIFTAKUL HUDA, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani adalah suatu keadaan ketika tubuh masih memiliki sisa tenaga untuk melakukan kegiatan-kegiatan ringan yang bersifat rekresi atau hiburan setelah melakukan kegiatan atau aktifitas fisik yang memerlukan kekuatan, daya tahan dan kelenturan. Kebugaran jasmani sangat dibutuhkan oleh para siswa dan siswi untuk melakukan kegiatan didalam sekolah maupun diluar sekolah agar para siswa dan siswi dapat melakukan kegiatan tersebut dengan baik dan penuh semangat (Afriwardi, 2011: 37). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa di SMPN 5 Sidoarjo, (2) Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kebugaran jasmani siswa di SMPN 5 Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional model atau pendekatan silang, karena penelitian ini dilakukan pada satu waktu terhadap beberapa kelompok, di mana kelompok-kelompok yang usianya lebih banyak dipandang sebagai pengganti kelompok usia terkecil pada masa-masa berikutnya. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel cluster random sampling yang tiap kelasnya hanya diwakilkan satu kelas saja, yaitu terdiri dari kelas VII, VIII dan IX SMPN 5 Sidoarjo. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan TKJI untuk dapat mengetahui tingkat kebugaran jasmani seorang anak harus melakukan kelima butir tes secara beruntun sesuai dengan urutan butir TKJI sedangkan waktu antara tes yang satu ke tes yang berikutnya hanya diberi waktu 3 menit tidak lebih. Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil tes TKJI siswa-siswi kelas VII memiliki nilai rata-rata 15,16 nilai standar deviasi 1,76 dengan nilai terendah 12 dan nilai tertinggi 19. Sedangkan hasil tes TKJI siswa-siswi kelas VIII memiliki nilai rata-rata 14,50 nilai standar deviasi 4,26 dengan nilai terendah 11 dan nilai tertinggi 20. Sedangkan hasil tes TKJI siswa-siswi kelas IX memiliki nilai rata-rata 14,66 nilai standar deviasi 2,73 dengan nilai terendah 10 dan nilai tertinggi 20. Kata Kunci : tingkat kebugaran jasmani Indonesia.  Abstract        Physical fitness is a state when one’s body still possesses residual force to do undemanding activities which is classified as recreation or leisure after doing activities which requires power, stamina, and flexibility. Physical fitness is needed by the students to do any kinds of activities within or outside the school powerfully (Afriwardi, 2011: 37)The purposes of this study are (1) to indentify the rate of physical fitness of the students of State Junior High School 5 Sidoarjo, (2) to indentify the extent of the rate of physical fitness of the students of State Junior High School 5 Sidoarjo. This is a non-experimental research with the model of cross-sectional approach, because this study was conducted in a particular period of time towards several groups in which the groups of older students is considered as the substitution of the group of younger students in the following. The technique of sample drawing used in this study is cluster random sampling which each level of grade is represented only by one class; they are the class of seventh, eight, and ninth grade of State Junior High School 5 Sidoarjo. The research instrument used in this study is the Indonesian Physical Fitness Test. It was used to indentify the rate of students’ physical fitness by providing five subsequent entries of test in accordance to the items of Indonesian Physical Fitness of Test. The time interval between the administration of one test and another is around three minutes. The mean score of the result of the Indonesian Physical Fitness Test towards the seventh graders is 15.16 and the standard deviation score is 1.67 with the lowest score is 12 and the highest is 19. The mean score of the result of the Indonesian Physical Fitness Test towards the eight graders is 14.50 and the standard deviation score is 4.26 with the lowest score is 11 and the highest is 20. Keywords : Rate of Indonesian physical fitness.
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS X, XI DAN XII SMAN 3 NGANJUK HARIS AKBAR, MOHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani yang berkaitan dengan seorang siswa merupakan komponen penting yang harus dijaga. Untuk mempertahankan kebugaran jasmani, peserta didik dituntut untuk dapat menjaga kebugaran dengan teratur berolahraga dan memperoleh asupan makanan yang bergizi. Dengan begitu, peserta didik akan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik dan tenaganya digunakan untuk beraktivitas di sekolah. Tingkat kebugaran jasmani siswa yang baik sangat dibutuhkan oleh setiap siswa. Untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa apakah telah memenuhi standar apa belum, maka perlu diadakan tes untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa, yaitu dengan menggunakan metode Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X, XI, dan XII di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Nganjuk dan Seberapa besar tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X, XI, dan XII di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Nganjuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Nganjuk  Jl. Bengawan Solo 109 Nganjuk Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, XI, dan XII Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Nganjuk Kabupaten Nganjuk yang seluruhnya 30 kelas terdiri dari kelas X 10 kelas, kelas XI 10 kelas dan XII 10 kelas. Teknik pengambilan sampel adalah random cluster sampling. Sampel dalam penelitian ini 3 kelas yang terdiri dari; kelas X sebanyak 1 kelas, kelas XI 1 kelas dan kelas XII 1 kelas. Data diambil menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X, XI, dan XII Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Nganjuk Kabupaten Nganjuk Sebagian besar menunjukkan kriteria kurang yaitu di mulai dari kelas X sedang (21 %), kurang (67 %), kurang sekali (12 %), kemudian kelas XI baik (4%), sedang (18 %), kurang (64 %), kurang sekali (14%), selanjutnya kelas XII baik (3 %), sedang (37 %), kurang (60 %). Sehingga dari data yang sudah didapat tesebut dapat dikatakan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X, XI, dan XII Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Nganjuk Kabupaten Nganjuk menunjukkan kategori kurang. Kata Kunci : kebugaran jasmani, survei, tingkat kebugaran jasmani Abstract The physical fitness is associated with a student is an important component must must maintained. To maintain physical fitness, students are required to be able to keep the  fitness of a regular exercise and obtain nutritious food intake. By doing so, students will have a good level of physical fitness and energy used to move at school. The physical fitness good students are needed by all the students. To determine the level of physical fitness of students whether it has met the standard of what is not, we need to hold a test to determine the level of physical fitness of students, by using the method of Indonesian Physical Fitness Test (TKJI). The purpose of this research was to determine the level of physical fitness of students of class X, XI, and XI at Senior High School 3 Nganjuk and what degree of physical fitness of students of class X, XI, and XII at Senior High School 3 Nganjuk. This type of research is a survey research. The location research was conducted at Senior High School 3 Nganjuk Jl. Bengawan Solo 109 District of Nganjuk. The population in this research were students of class X, XI, and XII Senior High School 3 Nganjuk 30 class consists entirely of class X 10 classes, 10 classes XI and XII 10 classes. The sampling technique was, random cluster sampling. The sample in this research consisted of three classes; X class as a class 1, class 1 class XI and XII class 1 class. Data retrieved using Indonesian Physical Fitness Test (TKJI). The level of physical fitness of students of class X, XI, and XII Senior High School 3 Nganjuk most show less criteria that at the start of class X was (21%), less (67%), less so (12%), then both class XI (4%), moderate (18%), less (64%), less so (14%), the next class XII good (3%), moderate (37%), less (60%). So from the data that has been obtained proficiency level can be said that the level of physical fitness of students of class X, XI, and XII Senior High School 3 Nganjuk show less category. Keywords : physical fitness, surveys, level of physical fitness.
SURVEY MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER PERMAINAN HOKI DI SMA NEGERI 1 WONOAYU-SIDOARJO (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 WONOAYU-SIDOARJO) SETYA AJI, ANANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran sekolah ataupun di luar sekolah untuk memperkaya, memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang di pelajari dalam kurikulum. Ekstrakurikuler juga merupakan kegiatan pendidikan yang dapat dilakukan di luar jam pelajaran kelas, kegiatan tersebut dilaksanakan di dalam atau di luarlingkungan sekolah untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan menginternalisasi nilai-nilai atau aturan-aturan. Dengan kata lain, ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran yang ditujukan untuk membantu perkembangan peserta didik, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa terhadap ekstrakurikuler permainan hoki di SMA Negeri 1 Wonoayu-Sidoarjo serta untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka, serta untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab social peserta didik dan untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Wonoayu Sidoarjo dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 80 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistic kuantitatif deskriptif dan komparatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuisioner skala likert dengan pilihan ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Wonoayu – Sidoarjo  yang terdiri dari 8 kelas yaitu 6 kelas MIA dan 2 kelas IIS berjumlah keseluruhan 273 siswa yang terdiridari 119 laki-laki dan 154 perempuan. Metode dalam analisa ini menggunakan jenis penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuisioner skala likert dengan pilihan ganda. minatsiswa terhadap ekstrakrikuler permainan hoki dapat diukur melalui 4 aspek yaitu: aspek keinginan, aspek alasan, aspek perasaan, dan aspek tujuan. Hal inidapatdikatakan minat ekstrakulikuler permainan hoki di SMA Negeri 1 Wonoayu – Sidoarjo sangatlah tinggi.asil analisa serta hasil penelitian bahwa Tingkat minat siswa terhadap ekstrakurikuler permainan hoki di SMA Negeri 1 Wonoayu-Sidoarjo dapat dikatakan Tinggi dengan nilai presentase keseluruhan mencapai 61,7% dengan masing-masing aspek memiliki presentase sebagai berikut: aspek keinginan 55,65%, aspek alasan 60,25%, aspek perasaan 67,17% dan aspek tujuan 66,17%. Kata Kunci: Ektrakulikuler Permainan Hoki, Minat Siswa Abstract Extracurricular is the activitiesthat conducted at outside school hours or outside the school to enrich, broaden students’s knowledge and skills learned in the curriculum. Extracurricular also an educational activity that can be done outside hours of classroom lessons, the activities carried out within or outside the school to expand knowledge, improve skills, and the values ??or rules. In other words, extracurricular is an educational activities outside school hours aimed at helping the development of learners, according to the needs, potential, talents, and interests through activities specially organized by educators or education personnel are capable and in authority at school. Extracurricular activities have some functions, that are to develop the ability and creativity of learners in accordance with the potential, their talents and interests, as well as to develop the ability and sense of social responsibility of learners and to develop career readiness of learners. The targets of this research were students of X classat SMA Negeri 1Wonoayu- Sidoarjo and number of samples taken is80 students. The method in this analysis using quantitative descriptive and comparative statistics, while the process of data collection is done by using a questionnaire or using multiple choiceLikert scale questionnaire. The population in this study is the overall class X SMA Negeri 1 Wonoayu - Sidoarjo consisting of 8 classes, that are 6 science class and 2 social class that have the overall amount to 273 students consisting of 119 men and 154 women. This analysis method using non-experimental research with a quantitative approach, while the process of data collection is done by using a questionnaire or using multiple choiceLikert scale questionnaire. Results of this research, data analysis and discussion of students' interest towards hockey game extracurricular can be measured through four aspects: the desire aspect, the aspect of reason, feeling aspects, and aspects of the destination. The questionnaire results show that the score of desire aspect is 55,56%, the score of reason aspect is 60,25%, the score of feeling aspect is 67,17% and the score of destination aspect is 66,17%. The average scores from all of the aspect is 61,7%. The score reveal that the student interest of hockey game extracurricular in SMA Negeri 1 Wonoayu-Sidoarjo are high. Keywords: Hockey Games Extracurricular, Student Interests

Page 44 of 109 | Total Record : 1082