cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
SURVEI PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) (STUDI PADA SD, SMP, DAN SMK NEGERI SE-KECAMATAN MOJOANYAR KABUPATEN MOJOKERTO) RIZQY HARYADI, AHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak UKS merupakan suatu bentuk layanan kesehatan yang ada di lingkungan sekolah yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan semua pihak yang terkait dengan sekolah, atau warga sekolah khususnya peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan usaha kesehatan sekolah (UKS) di SD, SMP, dan SMK Negeri se Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKS di SD, SMP, dan SMK Negeri se Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto yang berjumlah 20 sekolah, terdiri dari 17 SD, 2 SMP, dan 1 SMK. Penelitian ini adalah penelitian populasi maka tidak ada sampel di dalamnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan menggambarkan secara akurat dan fakta mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah non eksperimen dengan menggunakan metode survei, yang mana data diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara dengan guru PJOK atau petugas UKS di sekolah mengenai pelaksanaan UKS dalam kurun waktu 1 tahun, yang mana data diambil dengan menggunakan lembar observasi pelaksanaan UKS SD, SMP, dan SMA. Hasil penelitian kegiatan pendidikan kesehatan menunjukkan hasil yang cukup baik, yaitu 15 SD berada di strata standart dan 2 SD berada di strata optimal, dengan masing-masing persentase 88,24% dan 11,76%. Untuk 2 SMP dan 1 SMK ketiga sekolah tersebut berada strata standart dengan persentase 100%. Untuk kegiatan pelayanan kesehatan, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil yang masih kurang baik, yaitu 17 SD berada di strata minimal dengan persentase 100%, dan dengan persentase yang sama yaitu 100%, 2 SMP dan 1 SMK menempati strata standart. Sedangkan untuk pembinaan lingkungan sekolah sehat, masih menunjukkan hasil yang kurang baik, yaitu 13 SD berada di strata minimal dengan persentase 76,47%, hanya 23,53% SD menempati strata standart dengan jumlah sekolah 4 sekolah, 1 SMP menempati strata minimal dan 1 lagi menempati strata paripurna dengan persentase masing-masing 50%, sedangkan satu-satunya SMK di Kecamatan ini berada di strata minimal dengan persentase 100%. Kata Kunci : Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Abstract School provides health services on a daily basis through the School Health Unit (SHU). SHU is a form of health care that exist in school that have purpose to maintain and improve the health of all parties associated with the school, or the school citizen, especially students. The purpose of this research is knowing the implementation of School Health Unit (SHU) at Elementary School, Junior High School (JHS), and Senior High School (SHS) at District of Mojoanyar, Mojokerto. The population in this research are all SHU in Elementary School, JHS, and SHS at District of Mojoanyar, Mojokerto which amounts to 20 schools, containing of 17 Elementary School, 2 JHS and 1 SHS. This research is population research, then there is no sample is in it. This research use descriptive research which purpose to describe accurately and facts about the population or about a particular field. Design used in this research is non experiment with using the survey method, in which the data obtained by observation and interviews with physicl education, sport, and health teacher or SHU official at school about the implementation of the SHU in the last year, which the data taken with observation sheet implementation of SHU  in Elementary School, Junior High School, and Senior High School. Results of research activitiy for health education programs showed good enough, 15 Elementary School in standard position and 2 Elementary School in optimal position with each 88.24% and 11.76%. For 2 JHS and 1 SHS in standard position with 100%. For service health activity, based on the result experiments showed a less good, 17 Elementary School in a minimum position with 100%, and with same percent of 100%, 2 JHS and 1 SHS in standart position. While for the establishment of healthy school environment, still showed a less good, 13 Elementary Shool at minimal position with 76.47%, only 23.53% in standard position with the number of school 4 schools, 1 JHS in minimal position and 1 more at paripurna position which 50%, while the only one SHS in the districk at minimum position with 100%. Keywords: the implementation of the School Health Unit (SHU)
SURVEI PENDIDIKAN JASMNI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA MI SE-KECAMATAN SEMPU KABUPATEN BANYUWANGI ROHIM, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang dilakukan melalui aktifitas jasmani. Pelaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan memiliki peranan penting yaitu agar proses pembelajaran berjalan secara efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada MI se-Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan instrumen Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI). Dalam instrumen tersebut terdapat 4 aspek yaitu: 1. Ketersediaan sarana prasarana olahraga, 2. Ketersediaan tenaga pelaksana, 3. Hasil kerja kurun satu tahun lalu, 4. Prestasi dan penghargaan satu tahun lalu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan desain kuantitatif non eksperimen. Penelitian dalam penelitian ini yaitu seluruh MI se-Kecamatan sempu Kabupaten Banyuwanhi yang berjumlah 12 sekolah Hasil rekapitulasi data pelaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada MI se-Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi yaitu: Ketersediaan sarana prasarana olahraga rata-rata mendapatkan kategori “C” cukup baik dengan nilai 111,7. Ketersediaan tenaga pelaksana rata-rata mendapatkan kategori “C” cukup baik dengan nilai 123,3. Hasil kerja kurun satu tahun lalu rata-rata mendapatkan kategori “C” dengan nilai 155,8. Prestasi dan penghargaan satu tahun lalu rata-rata mendapatkan kategori “E” dengan nilai 31,67. Kesimpulannya dari data yang diperoleh untuk pelaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada MI se-Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi mendapatkan kategori “C” cukup baik dengan nilai 429,2. Kata Kunci: Pelaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan  Abstract Physical education sport and health is an integral part of the overall education system is done through physical activity. Implementation of sports physical education and health has an important role, namely that the learning process runs effectively and learning objectives can be achieved. This study was conducted to determine the implementation of sports physical education and health at MI in the District of Banyuwangi Sempu using instruments Data Base Physical Education and Sport Indonesia (PDPJOI). In these instruments there are four aspects, namely: 1. The availability of sports infrastructure, 2. The availability of executing, 3. The work of over one year ago, 4. Achievements and awards one year ago. This research using the description research with the mode of quantity’s non experiment. The population of the research is all of MI in the District of Banyuwangi Sempu. Results of data summary execution of sports physical education and health at MI in the District of Banyuwangi Sempu namely: availability of sports infrastructure average gain category "C" pretty good with a value of 111.7 . The availability of executive power on average to get the category "C" pretty good with a value of 123.3. The work over the past year the average gain category "C" with a value 155.8. Achievements and awards one year ago the average gain category "E" with a value of 31.67. The conclusion from the data obtained for the implementation of sports physical education and health at MI throughout the District Sempu Banyuwangi in getting the category "C" is quite good with a value of 429.2. Keywords: Implementation of physical education and sport and health
SURVEI TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SD NEGERI SE-KECAMATAN TULUNGAGUNG, KABUPATEN TULUNGAGUNG PERMANA PUTRA, RONY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian PDPJOI sebelumnya yang dilakukan tahun 2011 mengenai tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dalam mata kuliah Dasar-Dasar Penjasorkes di salah satu SD Negeri yang ada di Kecamatan Tulungagung, yaitu SD Negeri 1 Kepatihan dan hasil yang didapatkan untuk tingkat kemajuan penjasorkes di sekolah tersebet termasuk kategori “C” (Cukup) dengan nilai 580. Menindak lanjuti hal tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keadaan kemajuan penjasorkes di SD Negeri lain yang ada di Kecamatan Tulungagung, untuk itu sebagai alternatif dilakukan survei tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SD Negeri se-Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Dalam penelitian, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan instrumen PDPJOI sebagai alat pengumpulan data. Untuk metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi kepada pihak yang terkait di SD Negeri se-Kecamatan Tulungagung. Data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dan ditampilkan dalam bentuk nilai dan kategori. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi tingkat kemajuan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SD Negeri se-Kecamatan Tulungagung termasuk kategori “C” dengan nilai rerata 574. Kata Kunci: Tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan Abstract In the PDPJOI’s previous study that was conducted in 2011 on the development of physical, sports, and health education in the course of basics Penjasorkes in one of state elementary schools in Tulungagung, SD Negeri 1 Kepatihan. The result was SD Negeri Kepatihan got “C” category with the value of 580. Based on the previous study, this study aims to determine how is the penjasorkes progress in other State Elementary School in the sub-district Tulungagung. Thus, as an alternative, a survey conducted on the development of physicals, sports, and health education in the State Elementary Schools throughout the sub-district Tulungagung. This research uses a descriptive qualitative method with PDPJOI as an instrument to collect the data. For the data collection method was done with interviews and documentations to the relevant parties in the State Elementary Schools throughout the sub-district Tulungagung. The collected data was processed and showed in the form of value and category. The result of this study showed that the condition of a survey on the development of physicals, sports, and health education in the State Elementary Schools throughout the sub-district Tulungagung included in “C” category with an average value of 574. Keywords : The level of advancement of phisycal education, sport, and health
KONTRIBUSI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS XI MIA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 11 SURABAYA) PAPUA YUDHA, METANA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani mengandung pengertian bagaimana kemampuan jasmani seseorang dalam melakukan tugas kejasmanian sehari-hari secara optimal. Mata pelajaran kebugaran jasmani memiliki beberapa latihan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan kebugaran. Peningkatan tersebut dapat dilihat dengan berbagai cara, salah satunya adalah hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah tingkat kebugaran jasmani siswa memiliki konstribusi dalam penentuan hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK). Asumsi yang ditemukan yaitu prestasi belajar siswa memiliki hubungan dengan tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki. Namun, batasan penelitian ini hanya terbatas pada pengukuran berdasarkan MFT (Multistage Fitness Test) yang dilakukan terhadap siswa kelas XI MIA Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional, serta desain (non-eksperimen). Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling yaitu memilih 1 dari 8 kelas yang tersedia pada Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Surabaya yang berjumlah 39 orang. Berdasarkan hasil pelaksanaan tes kebugaran jasmani menggunakan MFT (Multistage Fitness Test) dan hasil belajar mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) yang kemudian kedua data tersebut dikonversikan dengan tujuan untuk mengetahui adanya kontribusi diperoleh rhitung 0,599 > rtabel 0,316 dengan koefisien determinasi (R2) = 0,358. Sehingga dapat dinyatakan hubungan antara tingkat kebugaran jasmani (X), dengan hasil belajar (Y) nilainya signifikan. Kata Kunci : kebugaran jasmani, hasil belajar, MFT Abstract Physical fitness implies how one's physical ability to perform daily tasks optimally. The subject of physical fitness has some physical exercises aimed at improving and maintaining fitness. Such improvements can be seen in various ways, one of which is the result of learning. This study aims to determine the level of physical fitness weather students have a contribution in determining the learning outcomes of physical education, sports and health (PJOK). Assuming that found that student achievement has a relationship with the level of physical fitness held. However, limitations of this study is limited to measurements based MFT (Multistage Fitness Test) conducted on MIA class XI State Senior High School 11 Surabaya. This research is a quantitative research with the correlation approach, as well as design (non-experimental). Samples were taken at random cluster sampling technique that choose one of eight classes available at the National High School 11 Surabaya, amounting to 39 people. Based on the results of the physical fitness test execution using MFT (Multistage Fitness Test) and the results of study subjects physical education, sports and health (PJOK) were then both the data is converted in order to determine the contribution of acquired rhitung 0.599> 0.316 rtabel with a coefficient of determination (R2 ) = 0.358. So that it can be stated relationship between the level of physical fitness (X), with the learning outcomes (Y) value is significant. Keywords : physical fitness, learning outcomes, MFT
SURVEI PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA SATUAN PENDIDIKAN SD, SMP, SMA NEGERI SE-KECAMATAN DONGKO KABUPATEN TRENGGALEK ABRIAN PRATAMA, SAKTI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelaksanaan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah mempunyai peranan yang penting, selain itu juga dapat menunjang prestasi pada bidang pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Maka pelaksanaan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan harus ditunjang oleh sarana dan prasarana, ketersediaan tenaga pelaksana, hasil kerja kurun satu tahun terakhir dan prestasi dan penghargaan kurun satu tahun terakhir. Untuk merealisasikan hal di atas, tim Asisten Deputi Olahraga Pendidikan (Asdep Ordik) deputi pemberdayaan Pemuda dan Olahraga, Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, telah menyediakan perangkat laporan yang disebut Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Pelaksanaan PJOK pada SD, SMP dan SMA Negeri se-Kecamatan Dongko Tahun Ajaran 2014/2015. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian non eksperimen dengan menggunakan desain survei. Dari tiga satuan pendidikan yang di teliti, satuan pendidikan yang mendapatkan nilai lebih bagus adalah satuan pendidikan SMPN, karena mendapatkan ketersediaan sarana  prasarana kategori "C", ketersediaan tenaga pelaksana kategori "A", hasil kerja kurun satu tahun kategori "B", prestasi dan penghargaan kategori "D", dan total keseluruhan mendapatkan kategori B. Kesimpulannya rekapitulasi data dari Pelaksanaan PJOK pada tingkat SD, SMP, SMA Negeri adalah rata-rata Pelaksanaan PJOK pada satuan pendidikan SD Negeri adalah total 589,33 kategori "C" (cukup), pelaksanaan PJOK pada satuan pendidikan rata-rata SMP Negeri total 626,67 kategori "B" (baik), pelaksanaan PJOK pada satuan pendidikan rata-rata SMA Negeri total 589 kategori "C" (cukup). Kata kunci : Pelaksanaan PJOK, SD Negeri, SMP Negeri, SMA Negeri  Abstract The implementation of sport physical and health education in school is not only has the important roles but also can improve the achievement especially in sport physical and health education's lesson. That is why the implementation of sport physical and health education must be supported by good infrastructure, amount stock of implementer of teacher, work result in one last year, achievement and reward in one last year. For realizing those things, Assistant  Deputy   Sport Education Team, enablenss young and sport deputy, Young and Sport Republic Indonesia Ministry. Have been preparing the set of report called as Basic Data Physical Education and Sport Indonesia. The purpose of this research is to know the real condition of implementation of sport physical and health education in all elementary schools District Dongko in period 2014/2015, all state junior high schools District Dongko in period 2014/2015, all state senior high schools in period 2014/2015. Method of investigation use non experiment investigation with use survey design. From third education unit of investigated, education unit of  get good value is junior high school, because get supported by good infrastructure "C" category, amount stock of implementer of teacher "A" category, work resulting one the last year "B" category, achievement and reward in one last year "D" category, and all total get "B" category. The conclusion of the research about the implementation of sport and health education in grade of state elementary school, junior high school, and senior high school are in the following sentence. The average score in education unit of state elementary school total is 589, 33 and it is including in “C” category, in education unit of state junior high school total is 626, 67 and it is including in “B” category, and in education unit of state senior high school total is 589 and it is including in ”C” category. For additional information, “B” category is good and “C” category is not really good (adequate). Keywords: The implementation of PJOK, state elementary school, junior high school, senior high school.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA KELAS VIII REGULER DAN KELAS VIII UNGGULAN (STUDI PADA SISWA MTSN NGAWI KELAS VIII TAHUN AJARAN 2014/2015) SETYAWAN WICAKSANA, EDWIN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas VIII reguler dan kelas VIII unggulan di MTsN Ngawi serta untuk mengetahui manakah yang lebih baik tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas VIII reguler dan kelas VIII unggulan di MTsN Ngawi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas VIII reguler dan siswa kelas VIII unggulan di MTsN Ngawi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian perbandingan (comparative research). Penelitian ini dilakukan di lapangan MTsN Ngawi yang beralamatkan di Jalan Kenari No.38 Beran, Kabupaten Ngawi dan dilaksanakan selama 2 minggu. Penelitian ini menggunakan teknik Cluster Random Sampling dalam teknik pengambilan sampel yaitu peneliti bukan memilih individu melainkan kelompok atau area. Pemilihan kelas sampel dilakukan secara acak dan diambil 2 kelas yaitu 1 kelas diambil dari kelas reguler dan dari kelas unggulan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia. Uji T dua kelompok berbeda adalah teknik statistik yang dipergunakan untuk menguji signifikansi atau uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti kelas reguler dengan kelas unggulan. Siswa yang mengikuti kelas reguler memiliki tingkat kebugaran jasmani yang sama-sama berkategori sedang terhadap siswa yang mengikuti kelas unggulan dengan nilai rata-rata sebesar 15,83, dengan demikian selisih nilai rata-rata hanya sebesar 1,7. Kata Kunci : Tingkat Kebugaran Jasmani, Reguler, Unggulan Abstract The purpose of the study was to determine the difference between the physical fitness level of class VIII regular and class VIII excellent in MTsN Ngawi and to know which is better of physical fitness level among class VIII regular and class VIII excellent in MTsN Ngawi. The hypothesis of this study is that there are differences in the physical fitness level among class VIII regular and class VIII excellent in MTsN Ngawi. This study is a comparative research. This research was conducted in the field MTsN Ngawi are addressed in Kenari Street 38, Beran, Ngawi and held for 2 weeks. This study used cluster random sampling technique in a sampling technique that researchers not choose individual but group or area. The selection of a random sample class and taken two classes: 1 class is taken from regular class and excellent class. Data collection was performed by using Indonesian Physical Fitness Test. T test two different groups is a statistical technique used to test the significance or the hypotheses. Based on the results of the study, showed that there is no difference between the physical fitness levels of students who take regular classes with excellent class. Students who take regular classes have the same level of physical fitness are both on middle categorized as being of the students who take excellent class with an average value of 15.83, thus the difference in the average value of only 1.7. Keywords: Level of Physical Fitness, Regular, Excellent
SURVET TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMA NEGERI 11 SURABAYA ARIFIANTO, IVAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilaksanakan diluar jam mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai kebutuhan, potensi, bakan dan minat siswa, Ekstrakulikuler futsal, bola basket, bulu tangkis, bola voli dan taekwondo memiliki beberapa kesamaan diantaranya adalah sama-sama untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Dari kesamaan tersebut maka perlu kiranya untuk mengetahui gambaran tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler futsal, bola basket, bulu tangkis, bola voli dan taekwondo Metode yang digunakan untuk penelitian kebugaran jasmani ini adalah instrument yang di gunakan dalam MFT (Multistage Fitness Test).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal, bola basket, bulu tangkis, bola voli, dan taekwondo  di SMA Negeri 11 Surabaya. Pengambilan sampel dilakukan metode Purposive sampling yaitu cara pengambilan sampel yang ciri karakteristiknya sudah di ketahui lebih dulu bedasarkan ciri atau sifat populasi. Kriteria sampel ditentukan peneliti sendiri sesuai dengan tujuan penelitian.Bedasarkan hasil tes tingkat kebugaran jasmani dengan menggunakan tes MFT (Multistage Fitness Test} maka di dapat hasil tentang kebugaran jasmani ekstrakurikuler futsal yaitu siswa peserta ekstrakurikuler futsal  yang masuk dalam kategori kurang sekali sebayak 14 siswa (93%), siswa yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 1 siswa (7%), Sedangkan hasil dari perhitungan kebugaran jasmani ekstrakurikuler bola basket yaitu peserta  masuk dalam kategori kurang sekali sebanyak 17 siswa (85%), siswa yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 3 siswa (15%).Sedangkan hasil dari penghitungan kebugaran jasmani ekstraurikuler bulu tangkis yaitu siswa yang masuk dalam kategoi kurang sekali sebanyak 13 siswa (86%), siswa yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 2 siswa (13%), Sedangkan hasil dari penghitungan kebugaran jasmani ekstrakurikuler bola voli yaitu siswa yang masuk dalam kategori kurang sekali sebanyak  15 siswa (75%), siswa yang masuk  dalam kategori kurang sebanyak 4 siswa (20%), siswa yang masuk dalam kategori cukup sebanyak 1 siswa (5%), Sedangkan hasil dari penghitungan kebugaran jasmani ekstrakurikulet taekwondo yaitu siswa yang masuk dalam kategori kurang sekali sebanyak 2 siswa (40%), siswa yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 3 siswa    (60%), Kata Kunci : Kebugaran jasmani, Ekstrakurikuler, MFT Abstract Extracurricular activities which arecarried outoutside thehours of courses and counseling services to assist in the development of students asneeded,potential,trapand interests of students,extracurricular futsal,basketball,badminton, volleyball andtaekwondo has some similaritie samong them ise qually to improve fitness. From these similarities then it is necessary toknow the description of physical fitnesslevelof participants extracurricular futsal, basketball, badminton, volleyball and taekwondo method used to study physical fitnessis the instrument that is usedin theMFT(Multistage Fitness Test) This studyaims to determinehow big thephysical fitness of students who take extraindor soccer, basketball, badminton, volleyball and taekwondo at SMAN11 Surabaya. Sampling was done purposive sampling method that is characteristic of the way the sampling characteristics already in the know first characteristics or properties population. Sample criteriais determined according to theresearcher's own research purposes. Based on the results of tests of physical fitness levels using test MFT (Multistage Fitness Test} then can result on extracurricular physical fitness futsal extracurricular participants are students who fall into the category of less once sebayak 14 students (93%), students who fall into the category of less total 1 student (7%), while the results of the calculation of extracurricular physical fitness of basketball that participants in the category of least once as many as 17 students (85%), students who are categorized as less as 3 students (15%). While the results of counting fitness ekstraurikuler physical badminton is students who entered in kategoi least once as many as 13 students (86%), students who fall into the category of less as much as two students (13%), while the results of the counting of physical fitness extracurricular volleyball is students who fall into the category of less once as many as 15 students (75%), students who fall into the category of less as many as four students (20%), students who fall into the category of pretty much as 1 students (5%), while the results of the counting of physical fitness ekstrakurikulet taekwondo ie students who entered in category least once as many as two students (40%), students who fall into the category of less as much as 3 students (60%), Keywords : Fitness physical, Extracurricular
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL ( VIIDEO) TERHADAP KEMAMPUAN PASSING BAWAH DALAM PEMBELAJARAN BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PURWOASRI KEDIRI) PRIYANTORO, BAMBANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media pembelajaran merupakan suatu komponen yang mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar. Media audio visual  adalah suatu alat untuk merangsang pikiran, perhatian dan minat siswa dalam menerima informasi dan menyampaikan informasi dengan baik. Dengan diterapkannya media siswa menjadi antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar sehingga hasil belajar bisa lebih meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh hasil belajar passing bawah bolavoli sebelum dan sesudah penerapan media audio visual (video) dalam pembelajaran bola voli di SMP Negeri 1 Purwoasri Kediri (2) Untuk mengetahui seberapa besar penerapan media audio visual (video) terhadap kemampuan passing bawah dalam pembelajaran bolavoli kelas VIII SMP Negeri 1 Purwoasri Kediri. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan deskriktif kuantitatif desain penelitian pre-test post-test design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling, karena sampel dipilih secara acak. Kemampuan passing bawah dalam pembelajaran bolavoli dapat dilihat dari hasil belajar siswa melalui tess keterampilan psikomotor yang diukur    dalam Brumbach forearms pass wall-volly test. Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil perhitungan uji wilcoxon test, maka dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh penerapan media audio visual (video) terhadap kemampuan passing bawah  dalam pembelajaran bolavoli pada kelas VIII di SMP Negeri 1 Purwoasri Kediri. Dapat dilihat dari hasil z hitung > dari z tabel df 27 yaitu -4,764 > -1,96  maka data dinyatakan terdapat pengaruh. Dari hasil perhitungan dapat dijelaskan bahwa besarnya pengaruh treatment 49,57% dari hasil selisih pre-test dan post-test dibagi mean pre-test ­lalu dikalikan 100%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan media audio visual (video) terhadap kemampuan passing bawah dalam pembelajaran  bolavoli dari studi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Purwoasri Kediri. Kata Kunci : Media Audivisual, Passing Bawah Bolavoli. Abstract Learning media is a component that has an important role  in the learning process. Audio visual media is a tool to stimulate student’s mind, attention, and interest in well receiving and communicate information. The implementation of the media can make student enthusiastic to follow the learning process so that can increasing the study result. This research aims to determine whether there is influence before and after audio-visual media application in learning under passing volleyball at SMP Negeri 1 Purwoasri Kediri, to find out how much the application of audio-visual media (video) on the ability of learning under passing volleyball in 8th grade at SMP Negeri 1 Purwoasri Kediri. The type of this research is experimental which approach to quantitative descriptive and pre-test post-test research design. The sampling technique that used in this research is cluster random sampling because the sample was randomly selected. Ability of under passing in volleyball can be seen from the result of student’s psychomotor skills test that measured in Brumbach forearms pass wall-volly test. The research’s result that obtained from the result of Wilcoxon test was expalined that there are significant influence in audio-visual media application on the ability of under passing volleyball in 8th grade at SMP Negeri 1 Purwoasri Kediri. The result can be seen from Z count > Z table df 27 that -4,764 > -1,96 so it can be stated there are significant influence. From the result’s calculation can be explained that the magnitude of the treatment effect is 49,57% which that percentage result obtained from the pre-test minus post-test, then divided with mean pre-test and multiplied by 100%. From these data, it can be concluded that there is influence of audio-visual media (video) on the student’s ability of learning under passing volleyball in 8th grade at  SMP Negeri 1 Purwoasri Kediri. Keywords : Audio-visual media, under passing volleyball
PERSEPSI GURU PJOK TERHADAP PERUBAHAN KURIKULUM 2013 KE KTSP PADA MATAPELAJARAN PJOK DI SMA NEGERI SE-KOTA BLITAR WINARKO, AMINU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bedasarkan UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, pendidikan merupakan suatu proses pembinaan dan pembudayaan siswa yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tersaji rasa tanggung jawab kemasyarakat dan kebangsaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru PJOK terhadap perubahan kurikulum 2013 ke KTSP pada matapelajaran PJOK di SMA Negeri Se-Kota Blitar. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimen dengan desain penelitian kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena respondennya adalah seluruh populasi yaitu guru PJOK SMA Negeri Se-Kota Blitar.  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuisioner, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh dari angket persepsi guru PJOK terhadap perubahan kurikulum 2013 ke KTSP memiliki jumlah total nilai angket dari SMAN Se-Kota Blitar sebesar 1030. Hasil rata-rata sebesar 103 dengan persentase sebesar 68,67%. Dari data tersebut dapat disimpulkan rata-rata persepsi guru PJOK terhadap perubahan kurikulum 2013 ke KTSP SMA Negeri Se-Kota Blitar adalah setuju dengan perubahan kurikulum 2013 ke KTSP Kata Kunci : kurikulum 2013 dan kurikulum KTSP Abstract Based on the Law of Indonesian Republic Number 22 Year of 2003 concerning the National Education system, education is a process of supervising and civilizing students which runs for always. National education purposes to educate the nation and develop the citizens of Indonesia who are faithful to the God, courteous, vigorous physically and spiritually, independent, and responsible for the society and the nation. The purpose of this study is to identify the perception of the physical, sport, and healthiness education teacher towards the alteration of 2013 Curriculum to KTSP within the physical, sport, and healthiness subject in all State Senior High Schools in Blitar City. This study is non-experimental study using quantitative research design. This study is a population study since the respondents are the entire population of physical, sport, and healthiness education teacher of all State Senior High Schools in Blitar City. The instruments used are questionnaire, observations, and documentations. Based on the results of the study obtained by analyzing the questionnaires, it can be stated that the perception of physical, sport, and healthiness education teacher towards the alteration of 2013 Curriculum to KTSP reached 1030 for the total scores of the questionnaires. The mean score is as much as103 and the percentage is 68,67%. It can be concluded form the data above that in average the PJOK teacher’s perception about changing curriculum 2013 to KTSP all State Senior High Schools in Blitar City is agree with the changing curriculum 2013 to KTSP Keywords : 2013 Curriculum and KTSP
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TYPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR BOLAVOLI PASSING ATAS HARI PRASTYO, WAWAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan menuntut guru harus berperan kreatif dan inovatif sehingga guru harus dapat memilih model-model pembelajraan yang tepat pada anak didiknya agar dalam pembelajaran anak didik atau siswa dapat memperoleh pembelajran yang mudah dimengerti dan dipahami sehingga tertuju pada tujuan pendidikan.  Dalam PJOK ( Pendidikan, Jasmani, Olahraga dan Rekreasi) terdapat 7 ruang lingkup salah satunya dalah permainan. Dalam permainan juga terpecah antara lain permainan bola besar dan permainan bola kecil. Dalam permainan bola besar salah satunya adalah bolavolli . keberhasilan dalam permainan bolavolli dalam didunia pendidikan terdapat 3 aspek yang mempengaruhi antara lain kognitif, psikomotor, afektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adakah peningkatan dalam penerapan kooperatif Type Jjigsaw terhadap hasil belajar bolavoli passing atas. 2. Seberapa besar peningkatan yang diperoleh siswa dalam penerapan koopertif Type Jigsaw. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu sengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas IPA 4 SMAN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan perhitungan IBM Stastical For The Social Sciences (SPSS) Stastics 20. Menunjukan bahwa meningkat 23,3 %  peningkatan tersebut banyak diperoleh dari Kognitif siswa Kata Kunci: Kooperatif, Jigsaw, passing atas bolavoli Abstract The success in volleyball game in education world have 3 influential aspect namely cognitive, psychomotor, and The development of knowledge required teacher must playing role creatively and actively so that teacher must be able to choose appropriated learning models on its student in order to make student in learning received understandable lesson that directed on education objective. In PJOK (education, physical, sport and recreation) contained 7 scopes one of them is game. In game also divided such as big ball game and small ball game. On big ball game one of them is volleyball. affective. The aim of this research were : 1) to determine is there any improvement in cooperative learning model type jigsaw application to volleyball overhead passing learning result, 2) how big was the improvement that received by student in the application of cooperative learning model type jigsaw. This research applied pseudo-experiment with descriptive quantitative approach. Research subject was Class IPA 4 SMAN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto. Based on research result by applied IBM Stastical for the Social Sciences (SPSS) Stastics 20 calculation showed that there is improvement 23.3% whereas those improvement mostly obtained from students cognitive. Keywords: cooperative, Jigsaw, volleyball overhead passing

Page 45 of 109 | Total Record : 1082