cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL BERMAIN PERAN TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING SEPAK BOLA  SDN KEPANJEN 2 JOMBANG HENNY PURWOKO, ANDRIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Passing adalah salah satu metode mengoper bola dari obyek satu ke obyek yang lain di lapangan dengan menggunakan kaki. Tujuan mengoper bola antara lain untuk menyerang, bertahan dan mengatur permainan bola, serta menguasai jalannya permainan. Ada banyak model pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar passing pada siswa. Akan tetapi banyak siswa yang belum mampu menguasai gerak dasar passing dengan model yang sudah diterapkan oleh guru. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran lain yang mampu meningkatkan kemampuan peserta didik khususnya pada siswa kelas IV SDN Kepanjen 2 Jombang dalam menguasai gerak dasar passing sepakbola. Tujuan dari penilitian ini adalah : 1) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran bermain peran mampu meningkatkan hasil belajar siswa, 2) untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran bermain peran terhadap hasil belajar passing sepakbola pada siswa kelas IV SDN Kepanjen 2 Jombang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kepanjen 2 Jombang dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model bermain peran meberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap hasil belajar passing sepakbola yaitu sebesar 13,03%. Kata kunci : Gerakan dasar Passing sepakbola, model Bermain Peran, Hasil Belajar. Abstract Passing is one of the methods pass the ball from one object to another object in the field using feet. The purposes of passing the ball  are to attack, defend and set up the game ball, and control the course of the game. There are many models of learning used in order to improve the ability of the students passing the basic motion. However, many students who have not been able to master the basic motion passing with a model that has been implemented by the teacher. Therefore, we need another learning model that is able to enhance the ability of learners, especially in the fourth grade students of elementary school Kepanjen 2 Jombang in mastering the basic motion of passing football. The purposes of this research are: 1) to determine the effect of the learning model is able to play a role improve student learning outcomes, 2) to determine the influence of role-play learning model the learning outcomes of passing football in the fourth grade students of elementary school Kepanjen 2 Jombang. The subjects of this study were fourth grade students of elementary school 2 Jombang Kepanjen with a sample size of 30 students. Based on the results, it can be concluded that learning by using the model gave the role to play a very significant effect on learning outcomes of passing football that is equal to 13.03% Keywords: Passing basic movements football, models Role Playing, Learning Outcomes
PERBANDINGAN SPORTIVITAS ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DENGAN EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMK SUNAN GIRI MENGANTI JUNAEDI, ANAS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran seorang guru sangat penting dalam proses suatu pembelajaran. Karena tujuan pembelajaran adalah untuk menambah kemampuan peserta didik dari yang tidak bisa menjadi bisa dan membentuk karakter siswa yang kurang baik menjadi lebih baik. Ekstrakurikuler merupakan salah satu sarana untuk membentuk karakter peserta didik agar mempunyai sikap sportif dalam berolahraga. Dalam penelitian ini, peneliti ingin membandingkan sportivitas antara ekstrakurikuler bola voli dengan ekstrakurikuler futsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Perbandingan sportivitas antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli dengan ekstrakurikuler futsal pada siswa SMK Sunan Giri Menganti. (2) Besarnya perbandingan sportivitas antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli dengan ekstrakurikuler futsal di SMK Sunsn Giri Menganti. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, tidak menggunakan sampel atau disebut penelitian populasi. Dari hasil penelitian secara umum dan berdasarkan perhitungan analisis data, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada siswa yag mengikuti ekstrakurikuler bola voli dengan futsal dibuktikan dengan hasil thitung<ttable (1,701<1,703). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli dengan futsal di SMK Sunan Giri Menganti. Kata Kunci : Sportivitas, Ekstrakurikuler Abstract The role of a teacher is very important in a learning process. Because the purpose of learning is to change the ability of learners of which could not be able to and shape the character of students is not good for the better. Extracurricular is one means for shaping the character of students to have an attitude of sportsmanship in sports. In this study, researchers wanted to compare the sportsmanship between extracurricular volleyball with extracurricular futsal. This study aims to determine: (1) Comparison of sportsmanship among students who take extracurricular volleyball with extracurricular futsal at Sunan Giri Menganti vocational students. (2) The amount of sportsmanship comparison between students who take extracurricular extracurricular volleyball with futsal in vocational Sunan Giri Menganti. This research is non experiment with quantitative approach. In this study, do not use a sample or called population research. From the results of research in general and is based on the calculation of data analysis, it can be concluded that there was no significant difference in students' extracurricular volleyball Yag followed by futsal evidenced by the tresults   < t table (1.701 <1.703). It can be concluded that there was no significant difference between students who take extracurricular volleyball with futsal in vocational Sunan Giri Menganti. Keywords : Sportsmanship, Extracurricular
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI SMP NEGERI 3 MAGETAN DAN SMP NEGERI 1 MAGETAN ANGGESHA, FILANTRIKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler yang bersifat olahraga tentunya akan berpengaruh terhadap kebugaran jasmani.  Contohnya cabang olahraga pencak silat mempunyai aktifitas gerak yang bermacam-macam dan cenderung mempengaruhi keterampilan gerak, kecepatan, kekuatan bahkan kondisi kebugaran jasmani. Sehingga latihan fisik yang dilakukan dalam latihan olahraga tersebut akan berpengaruh terhadap kondisi kebugaran jasmani siswa. Dari penjelasan diatas, penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SMP Negeri 3 Magetan dan SMP Negeri 1 Magetan. Dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif karena hasil penelitian disajikan dalam bentuk statistik yaitu dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai t hitung yang diperoleh sebesar 0,757 dan nilai t tabel sebesar 2,0105, maka dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak, Ho diterima, karena nilai t hitung 0,757 <lebih kecil dari nilai t tabel 2,0105. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam mencapai hasil tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengiuti ekstrakurikuler pencak silat di SMP Negeri 3 Magetan dan SMP Negeri 1 Magetan. Kata Kunci: kebugaran jasmani, ekstrakurikuler, pencak silat Abstract Extracurricular sport  is certainly going to affect the physical fitness. The example is pencak silat which have many kinds of movement activities and affect the movement skills, speed, strength even physical fitness condition.  So physical excercise that performed in this sport will take effect to the physical fitness condition of students. According to the explanation above, this research is aimed to know the comparison of students physical fitness level who participating in pencak silat Extracurricular in state junior high school 3 magetan and state junior high school 1 magetan. This research used quantitative descriptive method because the result of this research is presented in ststistical form which using Uji-t. Based on the data analysis, can be know that the value of tcount is 0,757 and the value of ttable is 2,0105, so it can be concluded that Ha is rejected and Ho is accepted because the value of tcount 0,757 < ttable 2,0105. So it can be concluded that there is no significant difference in achieving physical fitness result between the students who participating in pencak silat Extracurricular in state junior high school 3 magetan and state junior high school 1 magetan. Keywords : physical fitness, extracurricular, pencak silat
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBUATAN RPP KURIKULUM 2013 DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN OLAHRAGA (PJOK) SE-KECAMATAN GUNUNGANYAR KOTA SURABAYA (STUDI PADA GURU PJOK SD NEGERI KELAS IV SEMESTER GENAP SE-KECAMATAN GUNUNG ANYAR KOTA SURABAYA) PRASTYO, ZOGY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan juga harus mampu dalam membuat perencanaan dalam pembelajaran, salah satunya adalah rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran  merupakan perangkat pembelajaran yang dibuat oleh seorang guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran dengan beberapa pertemuan atau tatap muka. Selain itu juga, seorang guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan juga harus dapat melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajarannya. Dalam kurikulum 2013 tentunya terdapat berbagai kompetensi yang harus diterapkan oleh guru dan harus dipenuhi oleh peserta didik untuk terwujudnya sumber daya manusia yang lebih baik dan maju. Di Kecamatan Gunung Anyar terdapat 4 Sekolah Dasar Negeri yaitu: SDN Gununganyar 273, SDN Rungkut Menanggal I/582, SDN Rungkut Menanggal II/583, dan SDN Gununganyar Tambak 628. Jadi seluruhnya  dapat diteliti tetapi untuk instrumen penilaian perencanaan pembelajaran dan penilaian pelaksanaan pembelajaran setiap sekolah hanya diambil 1 guru pendidikan jasmani pada kelas 4 dari setiap SD Negeri se-Kecamatan Gunung Anyar. Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang diambil, hasil analisis guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan SD Negeri se-Kecamatan  Gunung Anyar Kota Surabaya dalam pembuatan pencana pelaksanaan pembelajarann nilainya adalah 30,24 dengan persentase 75,62% dan dapat dikatakan dalam kategori baik. Kemudian untuk nilai pelaksanaan pembelajaran nilainya adalah 147,08 dengan persentase 71,75%  dan dapat dikatakan dalam kategori baik. Kata Kunci:  Kemampuan guru, Rencana pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013, Pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan Abstract Teacher is a profesional educator with their main task such as educating, teaching, guiding, directing, training, scoring, and evaluating the students pn early childhood education with formal education way, primary education, and secondary education. A physical education, sport, and health teacher should be able to make a plan in learning such as learning implementation plan. Learning implementation plan is learning tools which made by a techer in learning activities planning with some meetings or face to face. In addition, a physical education, sport, and health teacher should be able to do some learnings which is suitable with learning activites planning. In the curriculum of 2013, there are many kind of competencies that must be implemented by teachers and students have to fullfill it for the establishment of human resources to be better and advanced. In Gununganyar District, there are 4 public elementary schools. There are SDN Gununganyar 273, SDN Rungkut Menanggal I/582, SDN Rungkut Menanggal II/583, and SDN Gununganyar Tambak 628. So, all of them can be studied but for the instrument of assesment of learning plan and  assesment of learning implementation in each school only taken one physical education teacher at class 4 from each elementary school at Gununganyar district. Based on the analysis of research data which is taken, the analysis results of physical education, sport, and health teacher of elementary school at Gununganyar district, Surabaya, in making of  learning implementation plan, is 30,24 with a percentage of 75,62% and it can be said that the result is in good category. Then, the value of learning implementation is 147,08 with a percentage of 71,75% and it can be said that the result is in good category. Keywords:            Teacher’s ability, Curriculum of  learning implementation plan 2013, Learning implementation of  sport physical education, sport, and health.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI SE KABUPATEN SITUBONDO RIFAN DWI K, AGUS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Curriculum 2013 is the latest curriculum implemented by the government in mid-July 2013. Situbondo has implemented the curriculum in 2013 of the first implementation of this curriculum. Therefore, this study aims to determine the curriculum implementation in 2013 subjects physical education, sports, and health (PE) senior high school in Situbondo District. This research is a survey because this study using a questionnaire Monitoring Implementation of Curriculum 2013 as the data collection instruments. The population is all teacher  Class X, XI, and XII. But the sampling technique by means of purposive sampling that take teacher only class X and XI because it uses the curriculum of 2013. Analyzing data based on the calculation of the percentage of respondents. The results showed that the implementation of the curriculum in 2013 on the subject of physical education, sports, and health (PE) Senior High School in Situbondo District already well underway reaching average percentage 77.92%. Keywords: Implementation of Curriculum 2013, PE. Abstrak Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru yang diterapkan oleh pemerintah pada pertengahan bulan Juli 2013. Kabupaten Situbondo telah melaksanakan kurikulum 2013 dari pertama diterapkannya kurikulum ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013 mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) di SMA Negeri se Kabupaten Situbondo. Jenis penelitian ini adalah survei karena penelitian ini menggunakan angket Monitoring Implementasi Kurikulum 2013 sebagai instrumen pengumpulan data. Populasinya adalah  semua Guru PJOK kelas X, XI, dan XII. Tetapi teknik pengambilan sampel dengan cara Purposive Sampling yaitu hanya menagambil Guru PJOK kelas X dan XI karena sudah menggunakan kurikulum 2013. Penganalisisan data didasarkan pada hasil perhitungan persentase dari responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) di SMA Negeri se Kabupaten Situbondo sudah berjalan dengan baik mencapai rata-rata persentase 77,92%. Kata Kunci: Implementasi Kurikulum 2013, PJOK.
PERBANDINGAN KESEHATAN PRIBADI SISWA KELAS IV ANTARA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI DI DATARAN TINGGI DENGAN DAERAH PESISIR (STUDI PADA SISWA KELAS IV SDN 1 BESUKI DAN SDN 1 MUNJUNGAN) RAHARDI, MUDHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masa sekolah dasar ialah merupakan di mana siswa mengalami perkembangan. Peran guru sebagai pihak yang berpengaruh terhadap peningkatan kesehatan siswa harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi upaya untuk mengoptimalkan peningkatan kesehatan pribadi siswa. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah lingkungan fisik dikarenakan disetiap daerah mempunyai lingkungan yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kesehatan pribadi siswa kelas 4 SDN 1 Besuki di dataran tinggi dengan siswa kelas 4 SDN 1 Munjungan di daerah pesisir. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan menggunakan metode eks-post-facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDN 1 Besuki dan siswa SDN 1 Munjungan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sample atau sampel bertujuan, yang mengambil sampel kelas 4 saja. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah t test. Berdasarkan hasil dari penelitian, diketahui bahwa rata-rata nilai kesehatan pribadi siswa kelas 4 SDN 1 besuki adalah 78,02 dengan standar deviasi 5,2. Sedangkan pada SDN 1 Munjungan didapat nilai rata-rata 79,56 dengan standar deviasi 2,47. Dengan penghitungan melalui program PASW statistic 16 (Predictif Analytic Software) diketahui bahwa thitung 1,112 yang berarti thitung lebih kecil dari ttabel pada df 31 sebesar 2,0315. Sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kesehatan pribadi siswa di dataran tinggi dan daerah pesisir. Kata Kunci : Kesehatan pribadi, dataran tinggi, dan daerah pesisir. Abstract Moments in elementary school are the moments where students gained their fundamental development. Teachers, who have important role in giving influence to the students development, have to pay a very great attention to factors which are potential to affect the students personal hygiene, so that the students can get a maximum development in their personal hygiene. Factors which need to be noticed are the physical environment. The purpose of this research is to know the differences of the personal hygiene between the fourth grade students of Besuki 1 State Elementary School in highland area and Munjungan 1 State Elementary School in littoral area. This is non-experiment research which uses ex-post-facto method. The population of this research is students of Besuki 1 State Elementary School and Munjungan 1 State Elementary School. This research uses purposive sample, which takes the sample of the fourth grade students only. Data analysis technique which is used in this research is t-test. Based on the result of the research, it is known that the average score for the personal hygiene of the fourth grade students of Besuki 1 State Elementary School is 78,02 with the deviation standard of 5,2. While, the average score for the personal hygiene of the fourth grade students of Munjungan 1 State Elementary School is 79,56, with the deviation standard of 2,47. By using 16.00 statistic program, PASW (Predictive Analytic Software), it is known that the tcalculation is 1,112 which means that tcalculation is less than ttable on df 31 of 2,0315. Therefore, H0 is accepted and H1 is rejected. As the result, there is no significant difference of the personal hygiene between the students in the highland area and the other fourth grade students in the littoral area. Keywords : Personal hygiene, highland area, and littoral area.
PERBANDINGAN KONDISI DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI MAHASISWA ANGKATAN 2013 JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA DI TAHUN 2013 DENGAN DI TAHUN 2015 (STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA ANGKATAN 2013 KELAS C) EDNA SAFITRI, SYELVIA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kondisi daya tahan kardiorespirasi adalah suatu keadaan atau kesanggupan jantung (sistem peredaran darah) dan paru paru (sistem pernapasan) untuk berfungsi secara optimal saat melakukan aktivitas sehari-hari dalam waktu cukup lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Daya tahan sangat diperlukan oleh mahasiswa jurusan pendidikan olahraga. Untuk menyiapkan guru pendidikan jasmani yang berkapasitas dan berintegritas, maka secara individual menciptakan calon pendidik yang secara fisik mempunyai daya tahan yang baik atau mempunyai kebugaran yang baik. Mahasiswa jurusan pendidikan olahraga angkatan 2013 saat ini sudah menempuh perkulihan selama 3 semester, dengan jumlah mata kuliah sebanyak 29 buah yang  terdiri dari  9 mata kuliah praktek lapangan dan 20 mata kuliah  teori di dalam kelas.  Dengan jumlah mata kuliah teori yang lebih banyak dibandingkan dengan mata kuliah praktek lapangan maka mahasiswa jurusan pendidikan olahraga angkatan 2013 dapat mengalami adanya penurunan kondisi daya tahan. Untuk mengetahui kondisi daya tahan seseorang dapat dilakukan tes daya tahan, tes daya tahan kardiorespirasi menggunakan tes lari 2400 m, jalan cepat 4,8 km, harvard step test dan lain-lain. Tujuan  penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui perbedaan kondisi daya tahan kardiorespirasi mahasiswa angkatan 2013 jurusan pendidikan olahraga di tahun 2013 dengan di tahun 2015 setelah mendapatkan materi perkuliahan selama 3 semester.  2) untuk mengetahui besarnya prosentase perbedaan kondisi daya tahan kardiorespirasi mahasiswa angkatan 2013 jurusan pendidikan olahraga di tahun 2013 dengan di tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain  penelitian jenis perbandingan.  Sampel penelitian diperoleh dari mahasiswa angkatan 2013 kelas C pada tahun 2013 dan tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). kondisi daya tahan kardiorespirasi mahasiswa angkatan 2013 jurusan pendidikan olahraga di tahun 2013 dengan di tahun 2015 setelah mendapatkan materi perkuliahan selama 3 semester menunjukan tidak ada perbedaan yang nyata pada signifikansi 0,05, 2). terdapat penurunan kondisi daya tahan kardiorespirasi mahasiswa angkatan 2013 di tahun 2015 dibandingkan di tahun 2013 yaitu sebesar 3,65 %. Hasil penurunan ini disebabkan karena  jumlah mata kuliah teori yang lebih banyak dibandingkan dengan mata kuliah praktek di lapangan. Sehingga mahasiswa angkatan 2013 tidak memiliki waktu yang lebih untuk menambah latihan dan aktivitas gerak mereka. Kata Kunci : daya tahan kardiorespirasi dan mahasiswa angkatan 2013 C Abstract The cardiorespiration endurance is the condition when the heart and lungs to have optimum function when doing daily activities in a long period without having exhaust. The endurance is very important for the sport science students in order to prepare as sport teachers who have capacities and intregities. Thus, the expected teachers must have endurance and good physical condition. The students of sport science major have been studied for 3 semesters with 29 subjects to study. Those subjects divided into 9 practice subjects and 20 theoretical subjects taught in class. With those more theories subjects than practice. There is decreasing in the condition and endurance in the students 2013 year period. To check the condition of the endurance of somebody. It can be done with doing endurance test,cardiorespiration endurance using 2400 m run test, walk fast 4,8 km, Harvard step test and so on. The purpose of the research is 1). to know the differences between cardiorespiration endurance of 2013 year period students in 2013 and 2015 after got some lessons for 3 semesters, 2). to know the persentage of the differences between 2013 year period sport science students cardiorespiration endurance in 2013 and 2015. This research is using comparison research design type. Samples research are collected from 2013 year period students on class C in 2013 and 2015. The result of the research shows that 1). There are no differences with significance value 0,05 after received some lessons for 3 semesters in 2013 year period sport science students in 2013 and 2015, 2). There are small decreasing point in amount of 3,65 percent on 2013 year period students cardiorespiration endurance condition in 2015 compare to 2013. Those decreasing result cause of the more portion of theories subjects than practice subjects given to the students. In result,  2013 year period students do not have more time to improve themselves with practices because most subjects had been taught in the class rather than in the field or outdoor activities. Keywords: cardiorespiration, endurance
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (STUDI PADA KELAS V SDN LEMINGGIR KEC. MOJOSARI KAB. MOJOKERTO) HADI SANTOSO, BACHRUDIN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Motivasi merupakan daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu atau daya penggerak dari subyek untuk melakukan suatu perbuatan dalam suatu tujuan. Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya kegiatan belajar siswa. Pembelajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang ada pada diri siswa. Motivasi dalam pembelajaran yang dipengaruhi oleh penggerak, salah satunya adalah pemberian reward. Pemberian reward adalah bentuk pembelajaran bagi para tenaga pengajar atau guru khususnya pada bidang pelajaran yang menuntun siswa aktif dalam pembelajaran tersebut agar dapat tercipta suasana kegiatan belajar yang optimal. Siswa yang melakukan tingkah laku dengan di ikuti konsekuensi yang menyenangkan maka individu akan mengulangi tingkah laku itu sesering mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Mengetahui Apakah ada pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran service bawah bolavoli pada siswa SD Negeri Leminggir Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. 2. Mengetahui besarnya pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran service bawah bolavoli pada siswa SD Negeri Leminggir Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil penelitian dan melalui perhitungan data menggunakan SPSS 21.0 menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji beda menunjukkan hasil t hitung 9,192 > t tabel 2,074 dengan taraf signifikan 5%. Dari hasil uji hipotesis di atas, dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada motivasi belajar siswa dalam pembelajaran service bawah bolavoli. Dengan hasil perhitungan tersebut juga dapat diketahui bahwa pemberian reward dapat meningkatkan motivasi belajar service bawah bolavoli sebesar 13,36%. Kata Kunci : Pemberian reward, motivasi, service bawah bolavoli. Abstract Motivation is an effort that encourages a person to do something or the driving force of the subject to perform an act within a goal. Motivation determines the success or failure rate of students'. Intrinsically motivated learning is learning according to the needs, drives, motives, interests that exist on students. Motivation in learning is affected by the movers, one of which is the reward. Reward is a reference of learning for teachers or teachers, especially in the field of learning that guides students actively in the learning atmosphere in order to create optimal learning activities. Students who perform behavior with unpleasant consequences that follow individuals will repeat the behavior as often as possible. The purpose of this study is 1. Knowing Is there a reward to influence student motivation in learning volleyball service under the Elementary School students Leminggir, Mojosari Subdistrict, District of Mojokerto. 2. Knowing how much influence the reward for students' motivation in learning volleyball service under the Elementary School students Leminggir, Mojosari Subdistrict, District of Mojokerto. Based on the results of research and through the calculation of the data using SPSS 21.0 shows that the results of the calculation of the average difference test showed the results of the t 9,192> t table 2.074 with 5% significan. It can be said that there is a significant effect on students' motivation in learning volleyball under service. With the results of these calculations can also be seen that the reward system can increase the motivation to learn volleyball under service at 13,36%. Keywords: giving reward, motivation, volleyball  under service.
IDENTIFIKASI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWI SMK WIDYA KARYA TAHUN AJARAN 2014 – 2015 (STUDI PADA SISWI SMK WIDYA KARYA, KABUPATEN SIDOARJO) ETNA WULANSARI ADHA, DEA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) adalah bagian dari pendidikan, yang berusaha mengembangkan pribadi siswa secara keseluruhan yang merupakan bekal di masa depannya. Penjasorkes adalah salah satu pelajaran yang wajib diikuti oleh peserta didik di sekolah. Penjasorkes mempunyai peranan penting dalam pembentukan kebugaran jasmani. Sebagai salah satu komponen pendidikan yang wajib diajarkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kebugaran jasmani siswi SMK Widya Karya. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes TKJI dan pengukuran. Berdasarkan analisis penelitian dari hasil penelitian dan pembahasan adalah sebagai berikut: hasil nilai rata-rata kebugaran jasmani siswi kelas X SMK Widya Karya adalah 78,84 dan masuk dalam kategori kurang, untuk siswi kelas XI SMK Widya Karya adalah 90,60 dan masuk dalam kategori sedang, sedangkan untuk  siswi kelas XII SMK Widya Karya adalah 80,14 dan masuk dalam kategori kurang. Dari rata-rata nilai kebugaran jasmani siswi kelas X, dan XII di SMK Widya Karya dapat disimpulkan masuk dalam kategori kurang. Sedangkan nilai kebugaran jasmani untuk siswi kelas XI SMK Widya Karya yang terbaik adalah dengan nilai 90,60. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani siswi SMK Widya Karya perlu melakukan peningkatan kebugaran jasmani yang tepat dalam aktifitas pendidikan jasmani di sekolah. Kata Kunci : Tes Kebugaran Jasmani Indonesia Abstract The learning model Problem Based Instruction (PBI) is a learning model on the practice of learning, theacher give a Physical education, sports, and health (Penjasorkes) is part of education that seeks to develop student’s overall personal which is a provision in the future. Penjasorkes  is one of the lessons that must be followed by learners at school. Penjasorkes has an important role in the formation of physical fitness. As one component of compulsory education taught in school. This study aims to determine how the level of physical fitness of students SMK Widya Karya. This research method using a quantitative method with a descriptive approach. Collecting data using TKJI test and measurement. Based on research analysis of the results of research and discussion are as follows : the results of value – average physical fitness of students of class X SMK Widya Karya is 78,84 and into the category of less, for class XI student of SMK Widya Karya is 90,60 and into the category of being, whereas for class XII student of SMK Widya Karya was 80,14 and in the category of less. Than average value of physical fitness classes X and XII student in SMK Widya Karya can be summed up in the category of less. While the value of physical fitness for class XI student of SMK Widya Karya is best with a value of 90,60. Based on the results of this study concluded that the physical fitness of students of SMK Widya Karya need to do a proper improvement of physical fitness in physical education activities in schools. Keywords : Physical Fitness Test Indonesia
PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN BOLAVOLI TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SEKARAN LAMONGAN) ALHASHFI, DANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran seorang guru sangatlah penting dalam proses pembelajaran. Karena tujuan dari suatu pembelajaran adalah merubah kemampuan peserta didik dari yang tidak menguasai materi sama sekali menjadi dapat menguasai meskipun tidak sempurna. Dalam strategi pembelajaran banyak model pembelajaran yang dapat dipilih dan guru harus dapat memilih strategi dan model pembelajaran yang tepat untuk dapat diterapkan pada peserta didik sesuai dengan kondisi yang ada. Dengan penerapan model pembelajaran yang efektif diharapkan dapat memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan memberikan pembelajaran yang bervariasi dengan model pembelajaran yang dikemas secara menarik, sehingga siswa akan lebih aktif dan mudah menguasai materi pembelajaran yang diajarkan secara keseluruhan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini, model pembelajaran yang diterapkan adalah modifikasi permainan padapembelajaran bolavoli. Penelitian ini untuk mengetahui : (1) pengaruh modifikasi permainan bolavoli terhadap efektivitas pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada siswa kelas XI SMAN 1 Sekaran Lamongan. (2) besarnya pengaruh modifikasi permainan bolavoli terhadap efektivitas pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan kepada siswa kelas XI SMAN 1 Sekaran Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, untuk menentukan sampel menggunakan cluster random sampling dari populasi  kelas XI SMA Negeri 1 Sekaran Lamongan dengan jumlah siswa 180 dari 6 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 1 dengan jumlah 30 siswa. Dari penelitian secara umum dan berdasarkan hasil perhitungan analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penerapan modifikasi bolavoli terhadap efektivitas pembelajaran dibuktikan dengan hasil penghitungan nilai t hitung  3,043 > nilai t tabel 1,699 dengan taraf signifikasi 5% (0,05). Adapun pengaruh tersebut ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar sebesar 5,26%. Kata Kunci: Modifikasi Permainan Bolavoli, efektivitas  Abstract The role of a teacher is very important in the learning process. Since the purpose of a lesson is to chance the ability of learnes of wich do not master  the material at all be able to master though not perfect. In many learning strategy, there are many learning models that can be selected and the teacher should be able to choose a strategy and appropriate to the learning model that can be applied to learning in accordance with existing condition. With the implementation of effective learning model wich is expected to facilitate teacher in implementing the learning by providing a variety of learning with learning models that are attractive in containers, so that student will be more active and easier to master learning materials in teaching as a whole to achieve the learning objectives. In this research, the learning model that applied is a modifications game of vollyball learning. This research objective are : (1) the effect of implementation modification volleyball game on the effectiveness of physical education learning sports and health to the graders of SMA Negeri 1 Sekaran Lamongan. (2) The amount effect of implementation modification volleyball game on the effectiveness of physical education learning sports and health to the graders of SMA Negeri 1 Sekaran Lamongan. This research belongs to semi experimental research that use quantitative aprroach. In this research, to determine the samples is used Cluster random sampling from the population of XI graders SMA Negeri 1 Sekaran Lamongan with amount of 180 student from six classes. This sample research is XI student science 1 with amount of 30 student. From general result of this research and based on the counting analysis data result, it can be concluded that the significant effect of the implementation modification volleyball game on the learning effectiveness proven by t Count > t Table (3,043 > 1,699). With a signifikant level 5%(0,05). Ultimately the effect shows the improvement of learning result 5,26%. Keywords: Modification volleyball game, effectiveness

Page 41 of 109 | Total Record : 1082