cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIRING-SHARING (TPS) STUDI PADA SISWA KELAS V SDN SIMOKERTO V/138 SURABAYA SUPRIYONO,
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pembelajaran penjasorkes di SDN Simokerto V-138 Surabaya telah melaksanakan pembelajaran passing bawah bolavoli namun belum mencapai hasil yang optimal. Pada pembelajaran sebelumnya guru menggunakan model pembelajaran langsung yang memiliki kelemahan, yaitu: guru mendominasi dalam pembelajaran, kurangnya hubungan timbal balik, siswa individualis dan kurang kerjasama. Hal ini terlihat dari penilaian yang sudah dilakukan pada kelas V SDN Simokerto V-138 Surabaya, terdapat 27 siswa atau 79,41 % mendapat kriteria kurang dan 7 siswa mendapat nilai 70 ke atas atau 20,59 % mendapat kriteria baik. Maka penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pairing-Sharing(TPS) yang menekankan pembelajaran dalam berpasangan dan kelompok serta kerjasama antar anggota kelompok. Pembelajaran Think-Pairing-Sharing(TPS) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil atau berpasang-pasangan secara heterogen, yang merupakan campuran tingkat prestasi, jenis kelamin, latar belakang sosial dan suku dengan harapan pembelajaran tersebut akan meningkatkan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pairing-Sharing(TPS) studi pada siswa kelas V SDN Simokerto V-138 Surabaya. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan dalam ruang lingkup kelas yakni penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SDN Simokerto V-138 Surabaya. Hal ini dikarenakan semua permasalahan yang muncul terdapat dikelas ini. Adapun jumlah seluruh siswa-siswinya berjumlah 34 siswa dengan karakteristik jenis kelamin, laki-laki sebanyak 17 orang, sedangkan perempuan sebanyak 17 orang. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pada siklus 1, berhasil melampaui KKM sebanyak 18 siswa atau 52,94 % dikatakan hasil penerapan metode pembelajaran belum tuntas. Pada siklus 2, berhasil melampaui KKM sebanyak 30 siswa atau 88,23 %. Karena persentase lebih besar 75,00%, maka hal ini dapat dikatakan tuntas. Untuk rata-rata ketuntasan passing bawah bolavoli, studi awal hasilnya sebesar 20,59% dan studi akhir hasilnya 88,23%. Maka peningkatan hasil belajar passing bawah bolavoli sebelum dan setelah menerima metode Think-Pairing-Sharing(TPS) yaitu sebesar 18,26%. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pairing-Sharing(TPS), passing bawah bolavoli. Abstract In sport and art lesson in SDN Simokerto V-138 Surabaya volleyball low pasing learning but optimum result has not been obtained. In previous learning teacher used direct learing model with following limitations: teacher dominated in learning, lack of feedback, students became individualist and had less cooperation. It was shown from assessment conducted at grade V of SDN Simokerto V-138 Surabaya where 27 students or 79.41% obtained poor criteria and 7 students had 70 or above or 20.59% obtained good criteria. Hence this study used Think-Pairing-Sharing (TPS) type which emphasize on learning in pairing and group and cooperation among group members. Think-Pairing-Sharing (TPS) learning is one cooperative learning model using small groups or in pairs heterogenously which is mix of achievement level, gender, social and ethnic background in the hope that the learning would improve learning result. This research aimed to identify volleyball low passing learning result improvement using Think-Pairing-Sharing (TPS) cooperative learning model on student at grade V of SDN Simokerto V-138 Surabaya. This research was experiment research using action research approach in class scope or class action research (PTK). Subject of research was student at grade V of SDN Simokerto V-138 Surabaya. It was due to all problems raised were exist in this grade. Number of student were 34 students consisting of 17 males and 17 females. Research results were following: at cycle 1, 18 students or 52,94% were succed to surpass KKM and it was said that learning method application result has not been completed. At cycle 2, 30 students or 88.23% were succed to surpass KKM. Since the percentage is greater than 75,00% hence it could be said complete. For volleyball low passing completeness mean, initial study showed 20.59% and the final study resulted in 88,23%. Hence volleyball low passing learning result improvement before and after receiving Think-Pairing-Sharing (TPS) method was 18.26%. Keywords: Class Action Research (PTK), Think-Pairing-Sharing (TPS) type Cooperative Learning Model, volleyball low passing.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN GERAK DASAR SISWA BERDASARKAN DENGAN KONDISI GEOGRAFIS (STUDI PADA SISWA KELAS V SDN 1 SUKOSARI, SDN 1 PULE DAN SDN 1 NGLEBENG) ROSYIDI, LUQMAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Peran guru sebagai pihak yang berpengaruh terhadap perkembangan siswa harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi gerak dasar, supaya perkembangan gerak siswa bisa maksimal. Salah satu faktor yang perlu di diperhatikan adalah lingkungan fisik. Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman letak geografis diantaranya adalah dataran rendah, dataran tinggi, dan daerah pesisir. Kondisi yang demikian ini ternyata mempunyai hubungan yang erat dengan aktivitas manusianya. Sehingga kemampuan gerak dasarnya kemungkinan berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan gerak dasar siswa kelas 5 SDN 1 Sukosari yang berada di dataran rendah, siswa kelas 5 SDN 1 Pule yang berada di dataran tinggi, dan siswa kelas 5 SDN 3 Nglebeng yang berada di daerah pesisir. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan menggunakan metode eks-post-facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDN 1 Sukosari, siswa SDN 1 Pule, dan siswa SDN 3 Nglebeng. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sample atau sampel bertujuan, yang mengambil sampel kelas 5 saja. Untuk mengetahui tingkat kemampuan gerak dasar siswa diukur dengan Carpenter Motor ability tes. Analisis data yang digunakan Kruskal Wallis dengan analisis data lanjutan Mann Whitney. Berdasarkan hasil dari penelitian, diketahui bahwa rata-rata nilai kemampuan gerak dasar siswa kelas 5 SDN 1 Sukosari yang mewakili dataran rendah 31,45. Sedangkan pada siswa kelas 5 SDN 1 Pule yang mewakili dataran tinggi 40,47. Sedangkan untuk siswa kelas 5 SDN 3 Nglebeng yang mewakili daerah pesisir 49,90. Dengan penghitungan melalui program SPSS 20.0 diketahui bahwa nilai signifikansi 0,021 yang berarti jika nilai sig < alpha (0,05) maka Ho tidak diterima karena terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kemampuan gerak dasar. Kata Kunci : Kemampuan gerak dasar, kondisi geografis  Abstract The teacher's role as the party that influence the development of students should pay attention to the factors that influence the motion of the base, so that the development of the student movement can be maximized. One factor that needs to be considered is the physical environment. Indonesia is a country that has a diversity of geographical location including the lowlands, highlands, and coastal areas. This condition turns out to have a close relationship with human activity. So the ability of motion essentially distinct possibility.The purpose of this study was to determine differences in basic motor skills 5th grade students at SDN 1 Sukosari are located in the lowlands, the Grade 5 students at SDN 1 Pule is located in the highlands, and fifth grade students of SDN 3 Nglebeng residing in coastal areas. This research is non experiment with using ex-post-facto. The population in this study were students at SDN 1 Sukosari, SDN 1 Pule students, and students of SDN 3 Nglebeng. This study used a technique aimed purposive sample or sample, which took samples 5th grade only. To determine the level of basic motor skills of students measured by Carpenter Motor ability tests. Analysis of the data used Kruskal Wallis with advanced data analysis Mann Whitney. Based on the results of the research, it is known that the average value of the basic motor skills 5th grade students at SDN 1 Sukosari representing lowland 31.45. While in the fifth grade students at SDN 1 Pule representing 40.47 plateau. As for the 5th grade students of SDN 3 Nglebeng 49.90 representing coastal regions. By counting by SPSS 20.0 is known that the significance value of 0.021, which means if the value of sig <alpha (0.05), then Ho is not acceptable because there is a significant proportion. It can be said that there is a significant comparison base level of motor skills. Keywords: basic motion capability, geographical conditions 
PENGARUH AKTIVITAS GERAK PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KELINCAHAN SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS IV SDN NGAMPELSARI CANDI, KABUPATEN SIDOARJO) MARTHA AGUSTIN, SILVIA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada dasarnya anak-anak gemar bermain, bergerak, bernyanyi dan menari, baik dilakukan sendiri maupun berkelompok. Bermain adalah kegiatan untuk bersenang-senang yang terjadi secara alamiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh permainan tradisional terhadap kelincahan gerak siswa kelas IV SDN Ngampelsari kecamatan Candi kabupaten Sidoarjo. Dengan mengetahui pengaruh permainan tradisional terhadap kelincahan siswa diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu, dalam usaha meningkatkan perkembangan gerak, khususnya kelincahan gerak dasar untuk siswa kelas IV SD serta dapat memperkenalkan permainan tradisional kepada siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen semu yaitu adanya perlakuan pada kelompok subjek tanpa adanya kelompok kontrol. Sasaran penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV SDN Ngampelsari kecamatan Candi kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 54 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes lari bolak-balik (Perkembangan olahraga Terkini, 2003 : 27). Adapun data tentang kelincahan tersebut setelah dilakukan tes lari bolak balik oleh peneliti sebagai data post-test. Teknik analisis data menggunakan T-test dengan dibantu menggunakan Program SPSS (Statistical Package For Social Science) dengan tingkat kepercayaan 95%. Dari data yang terkumpul, diolah dan di analisa, rata-rata bahwa hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,000(p < 0,05) artinya ada pengaruh yang signifikan permainan tradisional yaitu permainan beteng-betengan dan gobak to door terhadap kelincahan siswa kelas IV SDN Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Kata Kunci : Kelincahan, Permainan Tradisional Abstract Basically kids like to play, move, sing, dance, both individually and group. Playing is an activity to having fun that occurs naturally. The purpose of the research is to determine wheather there is influence of traditional game towards the agility of elementary school state Ngampelsari for 4th grade student or not. By determining in influence of traditional game toward the student agility with the approach of giving the example of distribution to the science developer within trying increase the movement developing expecially basic movement agility for 4th grade student and also able to introduce the traditional game to them. This research is quantitative research by using appearance experimental approach which there is treatment to a primary group without controllable group. The target of the research is for 54 of 4th grade student of elementary school state Ngampelsari. The instrument that used is back and forth running test (sport development nowadays, 2003 : 27) Data analysis technic uses T-test and helped by using SPSS program with 95% trustness level. From the data that has been collected processed and analyzed, the average result of the research shows that p = 0,000 (p < 0,05) it means that there is a signifivant influence to traditional game such as fortifications in Indonesian is go back to door towards the 4th student agility in elementary school state  Ngampelsari. The conclusion within this research there is same treatment giving the influence towards increasing of student aqility in elementary school state  Ngampelsari. Keywords : Agility, Traditional Game
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KESEIMBANGAN PADA ANAK TUNARUNGU KELAS BAWAH SDLB TUNAS MULYA SEMEMI SURABAYA TRI BUDI PRAKARSO, DENNY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh ketika di tempatkan diberbagai posisi, keseimbangan ada dua jenis yaitu keseimbangan diam dan keseimbngan dinamis. Keseimbangan dapat di miliki oleh setiap orang apabila di iringi dengan keseiapan sistem saraf, kekuatan otot untuk menopang berat tubuh dan kesetabilan yang tinggi serta latihan yang tepat. Akan tetapi kesiapan seperti itu orang satu dengan orang lain berbeda, apalagi anak berkebutuhan khusus seperti tunarungu perkembangan sistem saraf mereka cenderung lebih lama jika dibandingkan dengan anak normal. Maka dari itu guru penjas adaptif di tuntut harus lebih kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Karena keseimbangan merupakan salah satu hal yang wajib dimiliki setiap anak agar mampu melakukan aktivitas gerak dengan baik, guru harus mampu menentukan metode yang tepat dalam menyampaikan materi ajarnya supaya tujuan pembelajaran dapat tersampaikan secara maksimal. Penggunaan media pembelajaran dapat dijadikan salah satu cara efektif untuk menyampaikan materi ajar kepada siswa. Salah satunya yaitu dengan menggunakan media permainan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan permainan tradisional dapat membantu keseimbangan pada anak tunarungu pada siswa kelas kelas bawah SDLB Tunas Mulya Sememi Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas kelas bawah SDLB Tunas Mulya Sememi, Surabaya. Cara menentukan sampel dengan menggunakan purposivie sampling yaitu semua siswa kelas bawah SDLB Tunas Mulya Sememi Surabaya yang memiliki klasifikasi kekhususnya tunarungu yang berjumlah 9 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perubahan dari penerapan permain tradisional terhadap keseimbangan pada anak tunarungu kelas bawah SDLB Tunas Mulya Sememi, Surabya. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel (7,51 > 2,306). Kata Kunci : Keseimbangan pada anak tunarungu dan permainan tradisional Abstract Balancing is skill to standing position of body when put it on different position. Two types of balancing are static balancing and dynamic balancing. Every people have balancing if their nerve system well ready, strength muscle to prop up the weight and high stability also appropriate training. But one people to other is different, especially children with special need development of their nerve system are longer than normal children. So, sport adaptive teacher should more creative innovative in learning. Because balancing is important thing to children to do activity. Teacher need to find a method to deliver the material which could deliver the learning purpose. Using media learning to deliver the material to students is more effective. Using traditional games as media is one of the way. The research purpose is to know what will the traditional games help balancing to deaf children inside the low class at SDLB Tunas Mulya Sememi Surabaya. This research using quasi experiment research which use research design one group pretest-posttest design. The population are whole student in the low class at . SDLB Tunas Mulya Sememi, Surabaya. To determine the sample using purposivie sampling is a whole students in the low class  SDLB Tunas Mulya Sememi Surabaya which have classification especially nine deaf students. Based on the research which conclude there are transformation from applying traditional game to the balancing of deaf students in the low class SDLB Tunas Mulya Sememi, Surabaya. It prove by the calculating results of test t which showing of score t calculate > t tabel (7,51 > 2,306). Key word : balancing to deaf students and traditional games. 
IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI AKTIF SISWA KELAS X SMAN 1 KEDIRI ALFAN HABIBI, MOH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Partisipasi aktif siswa dalam mengikuti pembelajaran adalah hal yang sangat penting karena dengan keaktifan siswa dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran merupakan salah satu indikator tercapainya kompetensi. Khusus di pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), partisipasi aktif siswa menitikberatkan pada keaktivan siswa dalam mengikuti setiap aktivitas belajar gerak. Partisipasi aktif siswa dapat ditingkatkan melalui kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menarik salah satunya dengan menerapkan permainan tradisional. Dengan penerapan permainan tradisional tersebut diharapkan mampu membuat siswa senang sehingga mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang (1) implementasi permainan tradisional dalam pembelajaran PJOK di kelas X-MIA-C SMAN 1 Kediri tahun pelajaran 2014/2015 dan (2) peningkatan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran melalui implementasi permainan tradisional siswa kelas X-MIA-C SMAN 1 Kediri tahun pelajaran 2014/2015.  Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi melalui instrumen Analisa Proporsi Fokus (APF). Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X-MIA-C SMAN 1 Kediri dan jumlah sampel yang diambil adalah 33 siswa. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu, dengan desain one group pre-test post-test design. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari implementasi permainan tradisional terhadap peningkatan partisipasi aktif siswa yang dibuktikan dengan hasil chi-square hitung > chi-square tabel (58> 41,337) dengan prosentase peningkatan sebesar 88,76%. Kata Kunci : permainan tradisional, partisipasi aktif siswa. Abstract Student’s involvement in following learning is the important aspect because the student’s involvement in following every learning stage is one of indicators to achieve the competency. In physical education, sports, and health learning, student’s involvement focuses on the activeness of students in joining each learning activity motion. Involvement of students can be increased with innovative learning and interesting activity, one of them is by applying traditional games. By applying traditional games, it is expected to make students happy so they can increase the involvement. The purpose of this study is to get description about (1) Implementation of traditional games within physical education, sports, and health learning in class X-MIA-C SMAN 1 Kediri 2014/2015 and (2) enhancement of student’s involvement for learning through traditional games implementation on X-MIA-C SMAN 1 Kediri2014/2015. This research method is used quantitative descriptive. The data is collected using observation technique by Proportion Analysis Focus instrument. The target of this research is students on X-MIA-C SMAN 1 Kediri the number of sample taken is 33 students. This type of study is aquasi-experimental research, which is designed one group pre-test post-test design.    The result of this research shows that there is a significant impact by applying traditional games which is proven with the result of chi-square count > chi-square table (58 > 41,337) with increasing 88.76%. Keywords             : traditional games, student’s involvement.
SURVEI KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PJOK DI TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI SE-KOTA MOJOKERTO SEPTIAN SYAHPUTRA, ANGGER
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di awal tahun 2013 pemerintah gencar mensosialisasikan perubahan kurikulum pengganti, dari kurikulum lama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke Kurikulum baru yang di beri nama Kurikulum 2013. Tetapi sangat disayangkan karena kurangnya sosialisasi dan banyaknya kendala yang muncul bagi para tenaga pendidik dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ini, sehingga di awal tahun 2015 ini kurikulum 2013 di berhentikan sementara untuk dievaluasi dan dikaji ulang, untuk sekolah-sekolah sudah lama dan mantap menggunakan kurikulum 2013 bisa terus lanjut menggunakan, dan Kota Mojokerto memilih bertahan menggunakan kurikulum 2013 di beberapa sekolah termasuk SMA Negeri di Kota Mojokerto, yakni SMAN 1 Mojokerto, SMAN 2 Mojokerto, dan SMAN 3 Mojokerto. Menindak lanjuti hal tersebut,  penelitian ini bertujuan  mencari informasi tentang keterlaksanaan kurikulum 2013 khususnya pada mata pelajaran Penjasorkes kelas XI tahun ajaran 2014/2015 di SMA Negeri Se-Kota Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang termasuk dalam kategori kuantitatif. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan sampel dari satu populasi serta menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Subyek penelitian ini adalah  SMA Negeri Se-Kota Mojokerto yaitu SMA Negeri 1 Mojokertro, SMA Negeri 2 Mojokerto dan SMA Negeri 3 Mojokerto. Penganalisisan data didasarkan pada perhitungan persentase dari hasil pengisian instrumen kuesioner oleh responden. Terdapat 3 responden dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa kelas XI . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan kurikulum 2013 khususnya pada mata pelajaran Penjasorkes kelas XI tahun ajaran 2014/2015 di SMA Negeri Se-Kota Mojokerto ini sudah berjalan dengan cukup baik dengan persentase 79,62%. Kata Kunci : Keterlaksanaan Kurikulum 2013, Penjasorkes Abstract In the beginning of 2013, Indonesian government socialized the changes of substitution curriculum, from the old KTSP to the new curriculum called 2013 curriculum. However, unfortunately because of lack of socialization and lots of obstacle happened in implementing 2013 curriculum, therefore in the beginning of 2015, 2013 curriculum was discontinued for a certain time to be evaluated and revised. Some of the schools which had implemented 2013 curriculum could continue this curriculum and some schools which had implemented this curriculum in Mojokerto city were SMAN 1 Mojokerto, SMAN 2 Mojokerto, and SMAN 3 Mojokerto. Regarding the issue of 2013 curriculum, this study was aimed to find out the information about the implementation of 2013 curriculum in eleventh grade of senior high school particularly in Sport subject year of 2014/ 2015 in senior high schools in Mojokerto. This study was survey study which is belongs to quantitative approach. Therefore, this study used sample from one population and questioner as the instrument to collect the data of this study. The subject of this study was senior high schools in Mojokerto; SMAN 1 Mojokerto, SMAN 2 Mojokerto, and SMAN 3 Mojokerto. Percentage counting was used to analyze the data from the questionnaire by respondents. There were three respondents in this study; the headmaster, Sport teacher, and eleventh grader students. The result of this study showed that the implementation of 2013 curriculum especially in Sport subject at eleventh grade of senior high schools in Mojokerto year of 2014/ 2015 has successfully  well-implemented with the percentage 79.62%. Keywords: implemented curriculum 2013, Physical Education
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI SISWA KELAS VI SDN KALIPECABEAN CANDI SIDOARJO DWI WAHYUDI, ARIF
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hubungan emosional antara orang tua dan anak akan berpengaruh dalam keberhasilan belajar anak. Biasanya setiap orang tua mempunyai spesifikasi pola asuh terhadap anaknya. Jika orang tua menerapkan pola asuh secara efektif, anak akan tumbuh dengan baik dan mengalami perubahan yang positif pada diri mereka sesuai yang diharapkan sehingga kegiatan atau aktifitas yang dilakukan anak tidak menghawatirkan saat di luar pantauan orang tua. Pola asuh orang tua adalah salah satu faktor dan aspek penting yang dapat mendukung perilaku siswa untuk berprestasi. Pola asuh orang tua juga berpengaruh terhadap pengembangan intelektual siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar pendidikan jasmani siswa kelas VI SDN Kalipecabean Candi Sidoarjo, Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriftif dan desain penelitian yang digunakan korelasional. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas 6 yang berjumlah 98. Teknik sampling menggunakan cluster  random sampling, sehingga terpilih kelas VI dengan jumlah sebanyak 34 siswa. Data dalam penelitian ini diambil melalui angket pola asuh dan nilai raport penjas. Analisis data menggunakan koefisien kontingensi. Berdasarkan hasil penelitian dari sampel yang berjumlah 34 siswa, siswa tergolong dalam tipe pola asuh 3 dengan jumlah sebesar 28 siswa dengan rincian 7 siswa kategori prestasi belajar cukup, 15 siswa kategori prestasi belajar baik, 6 siswa kategori prestasi belajar sangat baik, siswa tergolong dalam tipe pola asuh 2 dengan jumlah sebesar 4 siswa dengan rincian 1 siswa kategori prestasi belajar cukup, 2 siswa kategori prestasi belajar baik, 1 siswa kategori prestasi belajar sangat baik, siswa tergolong dalam tipe pola asuh 1 dan 4 dengan jumlah sebesar 1 siswa dengan rincian 1 siswa kategori prestasi belajar cukup, sedangkan untuk siswa kategori prestasi belajar baik dan sangat baik tidak ada. Kemudian dari analisis koefisien kontingensi didapatkan hasil sebesar 0,362 Jadi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VI SDN Kalipecabean Candi Sidoarjo dengan sumbangan sebesar 1,31% dan sisanya 98,86% dipengaruhi oleh faktor yang lain. Kata Kunci : pola asuh orang tua, prestasi belajar Abstract Emotional relationship between parents and children will affect children's achievement. Generally, parents have specific parenting behavior toward their children. If they effectively apply the parenting, the child will grow up with good and positive changes in themselves as expected so the activities which children doing outside the parents monitoring will not necessary to be worried. Parenting behavior plays a significant role in supporting student to gain academic achievements. Moreover, parenting behavior also affects the student’s intelligence. The purpose of this study to determine the relationship between parenting behavior with academic achievement of physical students of 6th grades students in SDN Kalipecabean Candi Sidoarjo, In this study, the researcher uses two types of descriptive research and correlational research design. The populations in this study are 98 6th grades students. The sampling technique using cluster random sampling, the 6th C grade which consist of 34 students as the main role. The data in this study were taken through a questionnaire parenting behavior and value report cards. The data analysis is using coefficient of contingency. Based on the results from the sample of 34 students, students are classified into three types of parenting behavior within 28 students,specifyat  7 students in enough of academic achievement category, 15 students are in good academic achievement, 6 students of academic achievement are in excellent category, students are classified into number 2 parenting behavior in the amount of 4 students which are 1 enough in academic achievement, of 2 good academic achievements students, and the last category is the excellent student, the student classified in first and fourth parenting behavior types and 1 student classified as an enough academic achievement, mean while none of them are in good and excellent academic achievements categories. And then the coefficient of contingency analysis results obtained for 0.362. So there is no significant relationship between parenting behavior within 6th grades student’s academic achievementsin SDN Kalipecabean Candi Sidoarjo with a contribution of 1.31% and the remaining 98.86% influenced by other factors. Keywords: parenting behavior, academic achievement
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH MITRA ARDIKA, WAHYU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada dasarnya Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) merupakan bagian dari pendidikan secara keseluruhan yang mengutamakan aktivitas fisik dan untuk mewujudkan banyak cara dilakukan oleh pemerintah misalnya pembinaan olahraga dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah-sekolah. Kita tahu bahwa pendidikan sekolah menengah pertama merupakan jenjang dari pendidikan di sekolah. Disamping itu usia anak sekolah merupakan usia penggalian bakat dan pembentukan gerak motorik anak dalam berupanya peningkatkan kualitas gerak menuju kebidang olahraga dan bidang lainnya. Dengan hal ini pendidikan jasmani diharapkan dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa yang nantinya akan meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebugaran jasmani siswa terhadap hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiya 17 Surabaya. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kualitatif non eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 17 Surabaya yang berjumlah 30 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi produk moment. Hasil pengolahan data dengan perhitungan manual dan program SPSS didapat beberapa kategori tingkat kebugaran jasmani yaitu kategori sangat baik (0%), baik (0%), sedang (30%), kurang (70%), dan kurang sekali (0%) dengan rata-rata 12,73 dan standar deviasi 1,371.  Sedangkan persentase hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kategori sangat baik (3,3%), baik (53,33%), sedang (43,33%) dan kurang (0%) dengan rata-rata 81,13 dan standar deviasi 2,816. Nilai r hitung sebesar 0,0910 dan r tabel 0,361, sehingga r hitung ≥ r tabel (0,0910 ≥ 0,361). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan sehingga H0 diterima H1 ditolah. Dengan koefisien determinasi 1,366%. Antara tingkat kebugaran jasmani siswa dengan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. Kata Kunci : tingkat ke bugaran jasmani, hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Abstract Basically, Physical Education and Health (PJOK) is part of the overall education that promotes physical activity and to realize the many ways done by the government and Physical Education and Heal (PJOK) sports coaching in schools. We know that education is the first secondary school level of education in schools. Besides school age children are aged excavation talent and establishment motor movement child in motion towards the improvement of the quality of fields for sports and other fields. With this physical education is expected to increase the physical fitness of students that will improve learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK). This assessment aims to determine the relationship between the level of physical fitness of students' learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK) in school at the eighth grade students of SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. This type of research used in this study is qualitative non-experimental research. The design used in this study are correlational design. The subjects were students of class VIII SMP Muhammadiyah 17 Surabaya consisting of 30 students. Data analysis techniques in this study using product moment correlation. The results of data processing with manual calculations and SPSS acquired some physical fitness level  categories are categorized as very good (0%), good (0%), moderate (30%), less (70%), and less so (0%) with a mean -rata 12.73 and a standard deviation of 1.371. While the percentage of learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK) excellent category (3.3%), good (53.33%), sufficient (43,33%) and less (0%) with a mean of 81,13 and a standard deviation of 2,816. R values of 0.0910 and r count 0,361 tables, so the count r ≥ r table (0.0910 ≥ 0.361). This indicates that there is no significant so H0 H1 were rejected. With a coefficient of determination of 1.366%. relationship between the level of physical fitness with learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK) the eighth grade students of SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. Keywords: level of physical fitness, learning outcomes Physical Education and Heal (PJOK).
PERBANDINGAN METODE PART PRACTICE DENGAN METODE WHOLE PRACTICE DALAM PEMBELAJARAN SHOOTING BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS XI AK 3 DAN AK 2 YP SMK TRISILA SURABAYA) LAKSONO PUTRO, BIJAK
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan mulai dari merencanakan, menyelenggarakan melaksanakan sampai kepada penilaiannya serta menyelenggarakan tindak lanjut apa dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam menyampaikan pembelajaran harus mempunyai metode yang sesuai agar dapat berjalan secara evektif, karena pembelajaran yang akan disampaikan adalah pembelajaran shooting bola basket yang mengandung unsur gerak, membutuhkan kerjasama antar individu untuk mencapai hasil belajar lebih baik, untuk itu peneliti membandingkan 2 metode part practice dengan metode whole practice mana metode yang lebih baik untuk pembelajaran shooting bola basket. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Apakah ada perbedaan hasil belajar shooting bola basket menggunakan metode part practice dengan metode whole practice.2. Seberapa besar perbandingan metode bagian dengan metode keseluruhan terhadap hasil belajar shooting bola basket pada siswa kelas XI YP SMK Trisila Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian dan melalui perhitungan data menggunakan SPSS 20.0 menunjukkan bahwa perhitungan uji beda rata-rata, metode bagian dan metode keseluruhan. t-hitung> t-tabel (7,07 >1,69), maka Hipotesis kerja (Ha) diterima apabila t-hitung> t-tabel, Ho ditolak. Dan daritabel 4.4 di atas dapat memberikan penjelasan bahwa hasil perhitungan uji beda rata-rata metode keseluruhan menunjukkan hasil t-hitung> t-tabel (4,25 >1,69), maka Hipotesis kerja (Ha) diterima. Dari hasil uji hipotesis di atas, dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada peningkatan hasil belajar shooting bola basket baik metode bagian dan metode keseluruhan pada siswa YP SMK Trisila Surabaya, siswa sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemberian metode bagian atau metode keseluruhan. Dengan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa metode bagian dapat meningkatkan hasil belajar sebesar 12,8%. Sedangkan metode keseluruhan dapat meningkatkan hasil belajar  sebesar 8,45%. Dari data diatas  dapat disimpulkan bahwa metode bagian, lebih baik dari metode keseluruhan dalam pembelajaran shooting bola basket perbandinganya 12,8% untuk metode bagain dan 8,45% untuk metode keseluruhan. Kata Kunci : Metode bagian, metode keseluruhan, perbandingan  pembelajaran Shooting bola basket. Abstract Learning and teachingprocess is combination that begin from planning, holding doing, until rating and step for learning and teaching activity. Or convey learning must has a appropriate metked so that learning can be effective, because learning that will be convey is a basketball shoot learning which has move substance. Need together ness between one and others to reach the better product learning because of that. Researcher compared part practice and whole practice to know the best method for basketball shoot learning. The purposes of this research are 1)is there any different of the result of basketball shooting learning with part practice and whole practice?  2) how big the amount of part practice and whole practice method comparison to basketball shooting learning result to 11th grade student of YP SMK Trisila Surabaya. Based on research result and through data calculation using SPSS 20.0 it show that mean difference test, part method and whole practice. tcount > ttable  (7.07 >1,69), so Ha can be accepted if tcount > ttable, Ho is rejected. And from table 4.4 above it can give explanation that from the maen calculation result of whole method show that tcount > ttable (4.25 > 1.69), so Ha is accepted. From the hypothesis test above, it can be said that there is significant effect on basketball shooting learning result improvement whether on part practice method and whole practice method to students of YP SMK Trisila Surabaya, student’s pretest and posttest of part and whole practice application. With those calculation results it can be known that part practice was able to improve learning results as big as 12.8%. while whole practice method can improve learning results as big as 8.45%. From data above, it can be conclude that part method, was better than whole method on basketball shooting learning whereas the comparison was 12.8% for part method and 8.45% for whole method. Keywords : part method, whole method, basketball shooting learning comparison.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEMAMPUAN GERAK DASAR SISWA DI SDN KALIASIN III SURABAYA (STUDI PADA SISWA KELAS III SEMESTER GENAP TAHUN  2014/2015) RUBIARKO, INDRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gizi merupakan faktor vital dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia, terutama anak sekolah. Gizi dibutuhkan anak sekolah untuk pertumbuhan dan perkembangan, energi, berpikir, beraktivitas fisik dan daya tahan tubuh. Asupan gizi yang berkualitas merupakan hal terpenting bagi sumber tenaga. Terutama bagi siswa yang sering atau suka melakukan olahraga, karena dalam olahraga terdapat banyak unsur-unsur kemampuan fisik yang diperlukan untuk mencapai hasil yang efisien dalam belajar gerak. Seperti daya tahan, kekuatan, kelentukan dan kelincahan. Kemampuan gerak dasar merupakan kemampuan yang biasa siswa lakukan guna meningkatkan kualitas hidup. Pola gerak dasar dibagi menjadi tiga bentuk gerak sebagai berikut, gerak lokomotor, gerak non-lokomotor, gerak manipulatif. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar siswa kelas III di SDN Kaliasin III Surabaya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian korelasional (non-eksperimen). Populasi dalam penelitian ini sebesar 120 siswa. Dengan menggunakan cluster  random sampling, maka yang terpilih menjadi sampel penelitian ini adalah siswa kelas III A dengan jumlah siswa sebanyak 39 siswa. Data dalam penelitian ini diambil melalui status gizi dan gerak dasar. Analisis data menggunakan koefisien kontingensi. Berdasarkan hasil penelitian dari sampel yang berjumlah 39 siswa, sebanyak 14 siswa tergolong dalam kategori obesitas dengan persentase sebesar 35,89%, dengan rincian 3 siswa kategori gerak dasar kurang, 8 siswa kategori gerak dasar cukup, 3 siswa kategori gerak dasar baik, siswa yang tergolong normal sejumlah 12 siswa, dengan rincian 10 siswa kategori gerak dasar cukup, 2 siswa kategori gerak dasar baik, siswa yang tergolong gemuk sejumlah 10 siswa, dengan rincian 1 siswa kategori gerak dasar kurang, 7 siswa kategori gerak dasar cukup, 2 siswa kategori gerak dasar baik dan siswa tergolong dalam status gizi kurang dengan jumlah sebesar 3 siswa dengan rincian 1 siswa dengan jumlah sebesar 1 siswa kategori gerak dasar kurang, 1 siswa kategori gerak dasar cukup, 1 siswa kategori gerak dasar baik. Kemudian dari analisis koefisien kontingensi didapatkan hasil sig sebesar 0,552. Jadi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar siswa kelas III SDN Kaliasin III Surabaya dengan sumbangan sebesar 11,2% dan sisanya 88,8% dipengaruhi oleh faktor yang lain. Kata Kunci: status gizi, kemampuan gerak dasar Abstract Nutrition is a vital factor in human growth and development, especially school children. Nutritional needs of school children for growth and development, energy, thinking, physical activity and endurance. Quality nutrition is the cornerstone for a power source. Especially for students who often or like to do sports, because in sports there are many elements of the physical abilities necessary to achieve efficient results in the study of motion. Such as endurance, strength, flexibility and agility. Basic motor skills is the ability of normal students do in order to improve the quality of life. Basic motion patterns are divided into the following three forms of motion, motion locomotor, non-locomotor movement, motion manipulative. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and basic motor skills in the third grade students of SDN Kaliasin III Surabaya. In this study, researchers used a quantitative descriptive research with correlational research design (non-experimental). The population of 120 students. By using cluster random sampling, then selected a sample of this research is class III A with enrollment of 39 students. The data in this study were taken through nutritional status and basic motion. Data analysis using contingency coefficient. Based on the results from the sample of 39 students, 14 students classified as obese category with a percentage of 35.89%, with details of 3 students lacking basic motion category, 8 students fairly basic categories of motion, 3 students good basic motion category, students were classified as normal number of 12 students, with details of 10 students pretty basic motion category, 2 students good basic motion category, students were classified as obese number of 10 students, with details 1 students lacking basic motion category, 7 students pretty basic motion category, two students both basic categories of motion and students belonging to poor nutrition status in the amount of 3 students with details of one student in the amount of 1 students lacking basic motion category, one student category of the basic motion enough, one student category of good basic motion . Later analysis showed sig contingency coefficient of 0.552. So there is no significant relationship between nutritional status and basic motor skills third grade students of SDN Kaliasin III Surabaya with a contribution of 11.2% and the remaining 88.8% influenced by other factors. Keywords:  nutrition status, basic motion ability

Page 42 of 109 | Total Record : 1082