cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
SURVEY MINAT SISWA KELAS VII  DAN VIII DI SMPN 1 BANGIL DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER RENANG HAMSA, MUKHAMMADI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan yang dapat dilakukan di luar jam pelajaran kelas, kegiatan tersebut dilaksanakan di dalam atau di luar lingkungan sekolah untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan menginternalisasi nilai-nilai atau aturan-aturan. Dengan kata lain, ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran yang ditujukan untuk membantu perkembangan peserta didik, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa terhadap ekstrakurikuler renang, serta untuk  mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka, serta untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik dan untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas vii dan viii. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif dan komparatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuisioner skala likert dengan pilihan ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Bangil yang terdiri dari 61 siswa. Minat siswa terhadap ekstrakrikuler renang dapat diukur melalui 4 aspek yaitu: aspek keinginan, aspek alasan, aspek perasaan, dan aspek tujuan. Hal ini dapat dikatakan minat ekstrakulikuler renang di SMP Negeri 1 Bangil Kategori Sedang. Hasil analisa serta hasil penelitian bahwa Tingkat minat siswa terhadap ekstrakurikuler renang di SMP Negeri 1 Bangil dapat dikatakan Sedang dengan nilai presentase keseluruhan mencapai 60,73% dengan masing-masing aspek memiliki presentase sebagai berikut: aspek keinginan 60,92%, aspek alasan 64,67%, aspek perasaan 58,09% dan aspek tujuan 53,3%. Kata Kunci : Ekstrakurikuler Renang, Minat Siswa Abstrak Extracurricular is educational activities that can be done outside of class hour, these activities conducted in or outside the school environment to expand the knowlege, improve skill, and menginternalisasi values or the rules .In other word, extracurricular activity education outside of hours devoted to help the development of school tuition , in accordance with needs , the potential , talent , and the interest of them through activities that specifically organized by educator or teaching staff and a capable in school. This research aims to understand the interest of students on extracurricular swimming , and to develop the ability and creativity learners in accordance with the potential , the talent and their interest , and to develop the ability and a sense of social responsibility and learners to develop the readiness of the career of school tuition .The objective of this research is a student VII 1 in state schools and VIII bangil consisting of 61 students .Swimming ekstrakrikuler interest can be measured against students through 4 aspects i.e. aspects of desire , the aspect of the reason , the aspect of feeling , and the aspect of the purpose. This can be said interest in junior high school swimming ekstrakulikuler bangil land of the analysis result was a category 1 and the results of research that the level of interest to students in junior high school extracurricular swimming 1 bangil land can be said was with the value of the percentage a whole reached 60,73 % with each of the aspect of having a percentage as follows: 60,92 % aspects of desire , the aspect of the reason 64,67 % , the aspect of feeling 58,09 % and the aspect of the purpose of 53,3 % .  Keywords : extracurricular swimming , the interest of students
PENGARUH MODIFIKASI SASARAN BALON TERHADAP MINAT SISWA PADA EKSTRAKURIKULER PANAHAN SMP NEGERI 1 MANTUP AUFAR RIZQI, ROBBY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Minat adalah suatu bentuk rasa yang lebih suka atau suatu hal atau aktivitas, tanpa paksaan dan dilakukan dengan sukarela. Pada keterikatan pada dasarnya minat adalah suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri, apabila semakin kuat keterikatannya maka semakin besar pula minatnya.Sering kali siswa merasa kurang tertarik dan cepat bosan terhadap ekstrakurikuler panahan, dikarenakan itu untuk mebuat siswa lebih tertarik dengan ekstrakurikuler panahan tersebut, peneliti melakukan eksperimen dengan menambahkan media balon sebagai modifikasi pada sasaran panahan. Dengan modifikasi ini diharapkan bisa meningkatkan minat siswa pada ekstrakurikuler panahan. Modifikasi panahan ini dilakukan dengan menambahkan media balon pada tiap tiap sasaran, ada 4 sasaran panahan yang ada pada satu target.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat siswa terhadap ekstrakurikuler panahan setelah diberikan perlakuan yaitu penambahan media balon pada sasaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa anggota siswa ekstrakurikuler panahan SMPN 1 Mantup. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa ada perubahan minat yang terjadi pada siswa anggota ekstrakurikuler panahan SMPN 1 Mantup, hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel (8,381> 2.056). Kata Kunci : minat dan modifikasi sasaran balon Abstract Interest is a form of human feeling when they feel more interested in something without coercion and voluntary. Basically, interest is a relationship between something from inside and outside ourselves, if more stronger the students attachment, the more greater it will be. Sometimes the students do not feel interested and also get bored with archery extracurricular, to make the students more interested in archery extracurricular, the researchers conduct an experiment by using balloons media as a modification on archery target. With this modification, the researcher expected that is can increase the students’ interest in archery extracurricular. This study was experimental research which used one group pretest-posttest design. The researcher used archery’s book in this study to scales the students’ result before and after using balloons modification on archery target. The samples of this study were all of the students’member of extracurricular archery SMPN1 Mantup. This is eviceded by the result of the t test showed that the calculated value > table ( 8,381 >2,056) KeywordS : interest and modification ballon target 
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SEKOLAH SMAN, MAN DENGAN SMKN (STUDI PADA SISWA KELAS X DI SMAN 1 MOJOSARI, SISWA KELAS X MAN MOJOSARI DAN SISWA KELAS X DI SMKN 1 PUNGGING) RACHMAWATI, ALFI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penjasorkes merupakan mata pelajaran wajib yang masuk dalam kurikulum sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Salah satu tujuan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (penjasorkes) adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani mengandung pengertian tentang kemampuan jasmani seseorang dalam melakukan tugas kejasmanian sehari – hari secara optimal dan masih dapat melakukan kegiatan jasmani lainya tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas X SMAN 1 Mojosari, MAN Mojosari, dan SMKN 1 Pungging. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimen dengan menggunakan model pendekatan komparatif atau disebut deskriptif komparatif. Siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa dari masing-masing sekolah. Teknik pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling. Tingkat kebugaran jasmani siswa diukur dengan menggunakan tes MFT atau Multistage Fitness Test. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan anova dan kruskal wallis. Adapun hasil penelitian ini, rata – rata tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X SMAN 1 Mojosari sebesar 28,90. Rata – rata tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X MAN Mojosari sebesar 21,40. Rata – rata tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X SMKN 1 Pungging sebesar 29,48. Selanjutnya data dianalisis menggunakan penghitungan SPSS didapat, nilai sig. 0,000 < alpha (0.05), hal ini dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X antara SMAN 1 Mojosari, MAN Mojosari, dan SMKN 1 Pungging. Jadi terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kebugaan jasmani antara siswa kelas X antara SMAN 1 Mojosari, MAN Mojosari, dan SMKN 1 Pungging, dengan tingkat kebugaran jasmani yang paling baik adalah siswa SMKN 1 Pungging. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Multistage Fitness Test (MFT) Abstract Physical education, health and recreation is a obligatory subject that included to school curriculum, starting from elementary school, junior high school, and senior high school. One of the aims were to give opportunities to student to improve physical fitness. Physical fitness contained definition about someone’s ability in executed daily physical activities optimally and still able to perform other physical activities without caused meaningful exhausted. The aim of this research was to determine the extent ofthe physical fitness comparison between tenth grade students of Country High School 1 Mojosari,Madrasah AliyahCountryMojosari, andVocational School 1 Pungging. This was a quantitative non-experiment research by applied comparative approach or namely descriptive comparative. Students that become sample of this research as many 30 students from each school. Sampling technique through cluster random sampling. Student’s physical fitness measured by MFT test or Multistage Fitness Test. Data analysis technique in this research applied anova and kruskal wallis. The result of research were, the mean of tenth grade student’s physical fitness of Country High School 1 Mojosari as big as 28,90. The mean of tenth grade student’s physical fitness of Madrasah AliyahCountryMojosari as big as 21,80. The mean of tenth grade student’s physical fitness of Vocational School 1 Pungging as big as 29,48. Later, data analyzed by SPSS calculation and obtained sig. value 0,000 < alpha (0.05), it can be said that there was significant difference between student’s physical fitness from Country High School 1 Mojosari, Madrasah AliyahCountry Mojosari, andVocational School 1 Pungging. So, there was significant difference between tenth grade students of Country High School 1 Mojosari, Madrasah AliyahCountryMojosari, andVocational School 1 Pungging with the most better physical fitness was student ofVocational School1 Pungging. Keywords: physical fitness, Multistage Fitness Test (MFT)
INTERAKSI EDUKATIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA MADRASAH IBTIDAIYAH  SE- KECAMATAN KOTA BOJONEGORO S, ADI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Madrasah Ibtidaiyah adalah satuan pendidikan formal yang menyeleng-garakan pendidikan umum dengan kekhasan agama islam yang terdiri dari enam tingkat pada jenjang pendidikan dasar. Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di MI adalah interaksi siswa dengan guru dengan sumber belajar yang berupa aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang kuriku-lumnya terdapat di sekolah dengan tujuan pembimbingan perilaku hidup sehat seutuhnya yang pelaksanaannya dilakukan di MI. Kegiatan pembelajaran yang efektif pada umumnya meliputi 7 aspek salah satunya adalah interaksi edukatif antara guru dengan siswa. Untuk menciptakan pembelajaran yang bernilai interaksi edukatif yang baik tidaklah mudah ada komponen edukatif yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, alat, sumber dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi edukatif antara guru dengan siswa pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yakni sebanyak 7 guru dan 90 siswa kelas 5. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa (1) berdasarkan kuesioner guru interaksi edukatif proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan nilai rata-rata 228,14 yang kemudian dikonversi ke dalam nilai kategori untuk kuesioner guru dengan nilai kategori “baik”, (2) berdasarkan kuesioner siswa interaksi edukatif proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan nilai rata-rata 84,16 yang kemudian dikonversi ke dalam nilai kategori untuk kuesioner guru dengan nilai kategori “baik”, (3) berdasarkan lembar pengamatan interaksi edukatif proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan nilai rata-rata 51.13 yang kemudian dikonversi ke dalam nilai kategori untuk kuesioner guru dengan nilai kategori “kurang”. Simpulan penelitian bahwa interaksi edukatif pada proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Madrasah Ibtidaiyah Se-Kecamatan Kota Bojonegoro dengan nilai rata-rata 430,24 yang kemudian dikonversi ke dalam nilai kategori “cukup”. Kata Kunci: interaksi edukatif, guru, pendidikan jasmani, olahraga, kesehatan Abstract Education is a conscious and planned effort to create such atmosphere of learning process so that the students are actively developing potential their to have the spiritual power, good attitude, and also skills required for themselves, society, country, and nations. Madrasah Ibtidaiyah is united formal education which held educating system with islamic characteristic and consists of 6 grades in elementary school. Phsyical education, exercise and health learning in MI is an interaction between teachers and student based on physical action, exercise, and health as the curriculum says. The purpose of this learning to guide healthy life behavior that held in MI. Effective learning activities generally involves seven aspects, one of them is educational interaction between teachers and students. To create valued educative interaction isn’t easy. There are some aspects that have to be completed it involves the learning purposes, teaching materials, learning process, methods, tools, sources and evaluation. This study aims to determine the educational interaction between teacher and student on the learning process of physical exercise and health education in Madrasah Ibtidaiyah Sub District Bojonegoro. Samples were taken by purposive sampling, a total of  7 teachers and 90 students. The results showed that (1) based on teachers questionnaires educational interaction learning process of sport, health and physical education with an average value of 228,14 which then converted into value category for the teacher questionnaire with value “good” category, (2) based on student questionnaires educational interaction learning process sport, health and physical education with an average value of 86,16 which then converted into value category for the teacher questionnaire with value “good” category, (3) based on the observation sheet educational interaction learning process of sport, health and physical education with an average value of 51,13 which then converted into value category for the teacher questionnaire with value “less” category. On conclusion that the study of educational interaction in the learning process of sport, health and physical education in Madrasah Ibtidaiyah subdistrict Bojonegoro with an average value of 430,2 which then converted into the value category with the value of the category “enough”. Keywords: educational interaction, sport, health, and physical education.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT PADA MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JETIS, PONOROGO) CITASONY FRIDA GALING, DIFKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semakin berkembangnya media pembelajaran menuntut guru harus berperan kreatif, inovatif dan efeftif, sehingga materi pelajaran dapat dipahami oleh siswa secara benar dan tepat. Melihat masalah di SMP Negeri 1 Jetis guru menggunakan metode ceramah untuk penyampaian materi passing atas bolavoli. Peneliti ingin menerapkan media pembelajaran PowerPoint pada model pembelajaran langsung passing atas bolavoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen (preexperimental). Penelitian eksperimen digunakan untuk mengetahui variabel bebas terhadap variabel terikat. Teknik sampel yang digunakan adalah cluster random sampling, subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A yang berjumlah 32 siswa. Dari hasil penelitian disimpulkan  uji t berpasangan rata-rata hasil belajar  keterampilan hasil belajar passing atas bolavoli pretest  adalah 2.1111 dengan standar deviasi 49207. Posttest didapat rata-rata hasil belajar passing atas adalah 2.5000 dengan standar deviasi 52648, nilai T 11.751. Dengan besar peningkatan 18,42 %, maka dapat disimpulkan Ha  diterima sehingga ada perbedaan pengaruh media pembelajaran power point pada model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar passing atas bolavoli dengan signiffikan antara pretest dan posttest. Kata Kunci :PowerPoint, Passing Atas, Pembelajaran Langsung. Abstract The increase of media for learning force the teacher to be more creative, inovative, and effective in order to make students not only easy for learning but also correct. Based on the fact that the teacher in 1 Jetis Junior High School was using explanation method for informing the material about volly ball passing-up, here the researcher want to apply learning media by PowerPoint to direct learning model of volly ball passing-up. The researcher used experiment (preexperimental) research design in this study. Those design was used for knowing free variable into bound variable. The sample was taken by cluster random sampling which the subject of this study were 32 students of eighth graders (class A). The result of this study could be conclude that t-test in pair had average from the pretest 2.1111 with standart deviation 49207. Posttest showed the result of passing -up was 2.5000 with standart deviation 52648,  and T score was 11.751. Because the increase was significant deifferent 18,42 %, it could be concluded that Ha  acceptable in order to show differences between the influence of learning media powerpoint through direct learning model to the learning result of  passing-up volly ball with significant result in pretest  and posttest. Keywords : PowerPoint, overhead pass, direct learning.
SURVEI TINGKAT KETERLAKSANAAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI SURABAYA SELATAN NURDIANSYAH, INGGIT
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang dilakukan melalui aktifitas jasmani. Keterlaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan memiliki peranan penting yaitu agar proses pembelajaran berjalan secara efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keterlaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada SMP Negeri Surabaya Selatan dengan menggunakan instrumen Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI). Dalam instrumen tersebut terdapat 4 aspek yaitu: 1. Ketersediaan sarana prasarana olahraga, 2. Ketersediaan tenaga pelaksana, 3. Hasil kerja kurun satu tahun lalu, 4. Prestasi dan penghargaan satu tahun lalu. Hasil rekapitulasi data keterlaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada SMP Negeri Surabaya Selatan yaitu: Ketersediaan sarana prasarana olahraga rata-rata mendapatkan kategori “D” kurang dengan nilai 90. Ketersediaan tenaga pelaksana rata-rata mendapatkan kategori “A” sangat baik dengan nilai 232,22. Hasil kerja kurun satu tahun lalu rata-rata mendapatkan kategori “B”  baik dengan nilai 215,56. Prestasi dan penghargaan satu tahun lalu rata-rata mendapatkan kategori “D”  kurang dengan nilai 66,67. Kesimpulannya dari data yang diperoleh untuk keterlaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada SMP Negeri Surabaya Selatan  mendapatkan kategori “B” baik dengan nilai 604,44.. Kata Kunci : Keterlaksanaan PDPJOI, Satuan Pendidikan SMPN Surabaya Selatan. Abstract Physical education and health is an integral part of the overall education system is done through physical activity. The held of physical education and health has an important role, namely that the learning process runs effectively and learning objectives can be achieved. This study was conducted to determine how the held of physical education and health at State Junior High School Of South Surabaya using instruments Data Base Physical Education and Sport Indonesia (PDPJOI). In these instruments there are four aspects, namely: 1. The availability of sports infrastructure, 2. The availability of executing, 3. The work of over one year ago, 4. Achievements and awards one year ago. Recapitulation the held of physical education and health at State Junior High School Of South Surabaya namely: availability of sports infrastructure average gain category "D" with a value less than 90. The availability of implementing the average gain category "A" Excellent by the value 232, 22. The work over the past year the average gain category "B" either with the value 215.56. Achievements and awards one year ago the average gain category " D " with a value less than 66.67. The conclusion from the data obtained for the enforceability of physical education and health at State Junior High School Of South Surabaya obtain a category "B" either to the value of 604.44 Keywords : The held of PDPJOI, State Junior High School of South Surabaya
PERBANDINGAN METODE PROBLEM SOLVING DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR SHOOTING DENGAN PUNGGUNG KAKI PADA SISWA MAN MOJOSARI KAB. MOJOKERTO FATONI, MOHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada dasarnya pendidikan jasmani adalah pendidikan yang berkaitan dengan jasmani dan perlu diberikan di lembaga pendidikan karena aktivitas jasmani yang berbentuk latihan memberikan manfaat bagi peserta didik dalam bentuk kesegaran jasmani dan pemeliharaan kesehatan. Dalam proses pembelajaran, guru mrmpunyai pilihan mengenai strategi mengajar dan metode pembelajaran serta media yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian tentang perbandingan metode problem solving dengan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar shooting dengan punggung kaki permainan sepakbola.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbandingan antara metode problem solving dan metode pemberian tugas terhadap ketuntasan belajar shooting dengan punggung kaki pada siswa MAN Mojosari Kab. Mojokerto. (2) seberapa besar perbandingan metode problem solving dan metode pemberian tugas terhadap ketuntasan belajar shooting dengan punggung kaki pada siswa MAN Mojosari Kab. Mojokerto.Penelitian ini menggunakan desain the static group pretest-posttest design. Populasi yang dijadikan subyek penelitian adalah kelas X siswa MAN Mojosari dengan jumlah siswa 320 dari 10 kelas. Kemudian diambil acak dua kelas perlakuan yaitu kelas X4 dengan jumlah siswa 30 dan Kelas X2a dengan jumlah siswa 30 yang berjumlah keseluruhan 60 siswa menjadi sampel penelitian. Sedangkan hasil yang diperoleh pada Uji Independent sample t-test nilai t-hitung lebih kecil dari pada t-tabel (thitung 0,212 < ttabel 2,045). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perbandingan antara siswa diberi perlakuan dengan metode problem solving dan siswa yang diberi perlakuan dengan metode pemberian tugas tidak mempunyai perbedaan yang bermakna. Kata Kunci : metode problem solving, metode pemberian tugas, ketuntasan belajar shooting dengan punggung kaki sepakbola. Abstract Actually physical education is related education with bodily and needs to be given in educational institutions becouse phisical activity in the form of training provide benefits for students in the form of physical fitness and sanitation in learning process, theachers  have a choice regarding teaching strategies and learning method using media appropriate to the material submitted for the achievement of learning objectives. In this research study, Researchers do the research study of learning outcomes shooting with the instep game of football.This study aims to know:  (1) the comparison between themethodsof problem solvingandthe method of administrationtasks tocomplete learnshootingwiththe instepin studentsof MAN Mojosari Mojokerto. (2) how biga comparisonmethodof problem solvingandthe method of administrationtaskstocomplete learnshootingwiththe instepin students of  MAN Mojosari Mojokerto. This study This design using the static group pretest-posttest design. Populationis used asthe subject ofresearchis a class X student of MAN Mojosari the number of 320 students from 10 classes. then randomly drawn two classes, namely treatment thatthe numberof students 30 and Class 30 X2a the numberof studentsthat total 60 students as sample.While the result obtained in Test Independent sample t-test t-count value are smaller than the t-tabel (thitung 0,212 < ttabel 2,045). Thus it can be said that the comparison between students who were treated with the method of problem solving and students are treated with the method of giving the task do not have significant differences. Keywords : problem solving methods, the method of administration tasks, learning outcomes shooting with the instep of football.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKULIKULER FUTSAL DI SMAN 2 LAMONGAN DAN SMKN 1 LAMONGAN FARID ROFIYANTO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMA Negeri 2 Lamongan dan SMK Negeri 1 Lamongan adalah sekolah yang di anjurkan untuk memilih ekstra kulikuler berdasarkan minatnya, dan dari di antara ekstrakulikuler yg paling di gemari adalah ekstra kulikuler futsal. cabang olahraga ini mempunyai aktivitas gerak yang sangat melelahkan dan olahraga futsal cenderung mempengaruhi keterampilan gerak, daya tahan, kekuatan bahkan kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa program ekstrakulikuler futsal SMA Negeri 2 Lamongan dan SMK Negeri 1 Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakulikuler di SMA Negeri 2 Lamongan dan SMK Negeri 1 Lamongan. Besar populasi 28 siswa dan sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Tes multistage fitness test (MFT).  Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat kebugaran jasmani rata-rata siswa ekstrakulikuler futsal SMA Negeri 2 Lamongan sebesar 42,5dengan standar deviasi 4,988448. Sedangkan pada siswa ekstrakulikuler futsal SMK Negeri 1 Lamongan didapat rata-rata 38,64dengan standar deviasi 5,41518. Dengan perhitungan menggunakan statistical program for social science (SPSS). Hasil perhitungan dengan menggunakan taraf signifikan 5%. Sehingga dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi  terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakulikuler di SMA Negeri 2 Lamongan dan SMK Negeri 1 Lamongan yaitu 3.85 Kata Kunci: Tingkat kebugaran jasmani, Ekstrakulikuler futsal Abstrak All state high schools and state vocational schools in Lamongan is recommended for choosing extracurricular program based on students interest, and the extracurricular programs which favored is futsal. This sports have exhausting physical activities and futsal tends to affect movements skill, endurance, strenght even physical fitness. This research is aimed to know the difference of physical fitness level among students who participate futsal extracurricular program in all state high schools and state vocational schools of kecamatan Lamongan. This research is included in non experiment research  and used quantitative descriptive approach. The population of this research are students who participate futsal extracurricular in all state high schools and vocational schools of kecamatan lamongan. The population are 110 students and the sample is determined by cluster random sampling technique. This research used multistage fitness test (MFT) as the data collection. Based on the result of this research is showed that the average of students physical fitness level in futsal extracurricular of SMAN 2 Lamongan is 42,5 with standard deviation 4,988448, while the students in futsal extracurricular of SMKN 1 Lamongan have average 38,64 with standard deviation 5,41518. This calculation used statistical program for social science (SPSS). The calculation result used 5% level of significance. Therefore, Ho is rejected and Ha is accepted. So, there is a significant difference of physical fitness level among students who participate futsal extracurricular in SMAN 2 Lamongan and SMKN 1 Lamongan that it 38.5. Keywords : Physical fitness level, Futsal extracurricular
SURVEI TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SMA, SMK, DAN MA NEGERI SE-KABUPATEN GRESIK JUNAEDI, ANAS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada dasarnya merupakan bagian rekontruksi dari sistem pendidikan nasional secara menyeluruh. Dalam hal ini tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di satuan pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan berjalan berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMA, SMK, dan MA Negeri se-Kabupaten Gresik khususnya pada sarana dan prasarana pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan menggunakan instrumen Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI). Dalam instrumen tersebut terdapat 4 aspek yang meliputi: 1. Ketersediaan sarana prasarana olahraga, 2. Ketersediaan tenaga pelaksana, 3. Hasil kerja kurun 1 tahun lalu, dan 4. Prestasi dan penghargaan 1 tahun lalu. Hasil rekapitulasi tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMA, SMK, dan MA Negeri se-Kabupaten Gresik yaitu: 1. Ketersediaan sarana prasarana olahraga mendapatkan nilai 112 dengan kategori “C” yang termasuk dalam kategori cukup baik, 2. Ketersediaan tenaga pelaksana mendapatkan nilai 198 dengan kategori “B” yang termasuk dalam kategori  baik, 3. Hasil kerja kurun 1 tahun lalu mendapatkan nilai 178,67 dengan kategori “C” yang termasuk dalam kategori cukup baik, dan 4. Prestasi dan penghargaan 1 tahun lalu mendapatkan nilai 62,667 dengan kategori “D” yang termasuk dalam kategori kurang. Kesimpulannya yaitu dari hasil yang diperoleh untuk tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMA, SMK, dan MA Negeri se-Kabupaten Gresik mendapat nilai total 551,333 dengan kategori “C” yang termasuk dalam kategori cukup baik. Kata Kunci: Kemajuan PDPJOI, SMA, SMK, MA Negeri. Abstract Basically, physical education, sport, and health are the reconstruction branch of national education system. In this case, the enhancement’s level of physical education, sport, and health in education division is significant for generating an effective learning and keep it on the right way. This research is conducted for discerning the enhacnement’s level of physical education, sport, and health at Senior High School, Vocationaled High School, and MA State in Gresik Regency especially on infrastructure of physical education, sport, and health by using instrument of Center of Physical Education and Sport Data of Indonesia. The instrument classified into 4 aspect : 1. Availibility of Sports Infrastructure, 2. Availibility of Employee, 3. One year of work result, and 4. One year of achievement and appraisal. The overview about the enhancement level of physical education, sport, and health at Senior High School, Vocationaled High School, and MA State in Gresik regency are showing some results: 1. Availibility of Sports Infrastructure got score 112 with “C” category which classiefied as good enough category, 2. Availibility of Employee got score 198 with “B” category which classified as good category, 3. One year of work result got score 178,67 with “C” category which classified as good enough category, and 4. One year of achievement and appraisal got 62,667 with “D” category which classified as poor category. At the conclusion, the result for discerning the enhancement level of physical education, sport, and health at High School, Vocationaled High School, and MA State in Gresik Regency got a total score 551,333 with “C” category which classified as good enough category. Keywords : Enhacnement’s of PDPJOI, Senior High School, Vocationaled High School, MA State.
PENERAPAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM GERAK SENAM LANTAI (MERODA, FORWARD ROLL, HAND STAND) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA INDAH NUR WAHYUNI, LULUK
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan bagian dari pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan bersih dan melelui  aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan tersebut yang telah disusun dan direncanakan secara sistematis akan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional. Untuk mencapai tujuan pembelajaran di atas banyak faktor yang mempengarui proses belajar mengajar. Salah satunya adalah hasil belajar, hasil belajar adalah kemampuan yang di miliki oleh peserta didik setelah mereka menerima pengalaman pembelajaran. Yang mana pengalaman belajar siswa siswi SMPN 2 Trawas dirasa kurang baik denganpenggunaan media audiovisual untuk mempermudah siswa dalam proses pembelajaran Dengan adanya media tersebut, diharapkan pembelajaran bisa berjalan dua arah dan siswa lebih mudah menyerap apa yang diajarkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 27 siswa kelas VIII SMPN 2 Trawas. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes perlakuan gerak meroda, guling depan, berdiri dengan ke dua tangan dengan menggunakan metode expert judges. Hasil penelitian  yang dapatkan adalah perbedaan nilai terendah 66,7 pada pre test dan 66,7 pada pos test dan nilai tertinggi 100 pada pre test dan 100 pada  pada pos test  sehingga ada perbedaan antara nilai guling depan, berdiri dengan ke dua tangan dan meroda pada hasil pre test dan post test. Peningkatan hasil belajar gerak senam lantai guling depan, berdiri dengan ke dua tangan dan meroda dari pre test dan pos test kelompok eksperimen sebesar 15%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran audio visual dapat mempengaruhi hasil belajar siswa pada gerak senam lantai guling depan, berdiri dengan ke dua tangan dan meroda. Kata Kunci: media, hasil belajar, audiovisual, siswa, senam lantai. Abstract Sport education is part of many education that it aims to develop aspects of physical fitness, motor skills, critical thinking skills, social skills, reasoning, emotional stability, moral action, aspects of healthy lifestyles, and the introduction of a clean ienvironment and through physical activity, sports, and health, which has been conceived and planned systematically will be able to achieve the goals of national education. To achieve the goal of learning over many factors that influence the learning process. One is the result of learning, learning outcomes is the ability which is owned by the students after they receive the learning experience. In which the learning experience of students of SMPN 2 Trawas is less well with the use of audiovisual media to facilitate students in the learning process with the media, is expected to run a two-way learning and students more easily absorb what is being taught.This research used experimental research with a quantitative approach to the design of the study one group pretest-posttest. Subjects in this study were contain of 27 students of class VIII SMPN 2 Trawas. Instruments in this study were using the test treatment cartwheel motion sequence, forward roll, hand stand used expert judges. The Research results get is a difference in the lowest score of 66,7 on the pre-test and 66,7 on the post-test and the highest value 100 at the pre-test and 100 on the post test so that there is a difference between the value of roll front, standing with two hands and meroda on the results of pre-test and post test. Improved learning outcomes motion of the front roll gymnastics floor, standing with two hands and meroda of pre test and post test experimental group by 15%. IIt can be concluded that the audio-visual learning media can affect student learning outcomes in motion a series of floor exercises Forward Roll, Hand Stand and cartwheel. Keywords: media, audiovisual, learning outcomes, student, Floor exercise.

Page 46 of 109 | Total Record : 1082