cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
SURVEI KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (PJOK) DI TINGKAT SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN LAKARSANTRI SURABAYA WAHYU HARIJAYA, CHANDRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2015): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia di era globalisasi seperti sekarang ini menjadi sesuatu yang sangat penting bagi suatu bangsa. Bangsa-bangsa di dunia ini harus memiliki sumber daya manusia yang memadai jika tidak ingin tergilas oleh bangsa lain yang memiliki sumber daya manusia yang lebih tinggi. Bangsa Indonesia juga harus berusaha meningkatkan sumber daya manusia jika ingin dapat bertahan menghadapi persaingan global. Satu-satunya jalan untuk meningkatkan sumber daya manusia adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas. Salah satu komponen penting yang menentukan kualitas pendidikan adalah kurikulum. Sampai pada tahun ajaran 2014/2015 ini Sekolah Dasar-Sekolah Dasar Negeri di Kota Surabaya masih melaksanakan Kurikulum 2013 untuk kelas I, II, IV, dan V. Sehubungan dengan permasalahan pro dan kontra di atas mengenai Kurikulum 2013 dan Kota Surabaya masih menerapkan Kurikulum 2013 tersebut sebagai calon pendidik, peneliti ingin mengetahui bagaimana keterlaksanaan Kurikulum 2013, khususnya pada tingkat Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Lakarsantri Surabaya untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang termasuk dalam kategori kualitatif. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan sampel dari satu populasi serta menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Subyek penelitian ini adalah  Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Lakarsantri Surabaya. Analisis data didasarkan pada perhitungan persentase dari hasil pengisian instrumen kuesioner oleh responden. Terdapat 3 responden dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dan siswa kelas I, II, IV, dan V . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan Kurikulum 2013 khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di tingkat sekolah dasar negeri se-Kecamatan Lakarsantri Surabaya ini sudah berjalan dengan baik dengan persentase 83,40%. Kata kunci : keterlaksanaan Kurikulum 2013, PJOK Abstract Human resources in the era of globalization has become something that is very important for a nation. The nations of the world must have adequate human resources if you do not want to be crushed by other nations who have the human resources higher. Indonesian nation must also try to improve the human resources if it is to be able to withstand global competition. The only way to improve human resources is to improve the quality of education. Quality education will produce quality human beings. One of the important components that determine the quality of education is the curriculum. Until this school year 2014/2015 elementary school-State Elementary School in Surabaya still implement Curriculum 2013 for class I, II, IV, and V. With regard to the problems over the pros and cons of the curriculum in 2013 and the city of Surabaya is still implementing Curriculum 2013 such as prospective educators, researchers want to know how the enforceability of Curriculum 2013, particularly at the level of state elementary school throughout the District Lakarsantri subjects Surabaya for Physical Education, Sports, and Health (PJOK). This study is survey study of qualitative study. Therefore, this study takes samples of population by giving questioner for data collection. The subject of study is almost all of the state elementary schools in Lakarsantri sub district, Surabaya. The analysis data is based on the percentage of the result of respondent’s response in questioner for data collection. This study takes three respondent such head master, health, physical, and sports education teacher, and student in I, II, IV, and V grades.  The result of study reveal the enforceability of curriculum of 2013 especially in health, physical, and sports education (PJOK) of almost all the state elementary schools in Lakarsantri sub district, Surabaya have been running well on the percentage of 83,40%. Keywords: curriculum 2013 implementation, physical education
SURVEI TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATANDI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI SE-KABUPATEN BANGKALAN YUSUF, JOHANDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian PDPJOI sebelumnya yang dilakukan tahun 2011 mengenai tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dalam mata kuliah Dasar-Dasar Penjasorkes di salah satu SMA Negeri yang ada di Kabupaten Bangkalan, yaitu SMA Negeri 3 Bangkalan dan hasil yang didapatkan untuk tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di sekolah tersebet termasuk kategori “B” (Baik) dengan nilai 620. Menindak lanjuti hal tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keadaan kemajuan penjasorkes di SMA Negeri lain yang ada di Kabupaten Bangkalan, untuk itu sebagai alternatif dilakukan survei tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMA Negeri se-Kabupaten Bangkalan. Dalam penelitian, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan instrumen PDPJOI sebagai alat pengumpulan data. Untuk metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi kepada pihak yang terkait di SMA Negeri se-Kabupaten Bangkalan. Data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dan ditampilkan dalam bentuk nilai dan kategori. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi tingkat kemajuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMA Negeri se-Kabupaten termasuk kategori “C” atau cukup dengan nilai rerata 560. Kata kunci: Tingkat kemajuan PJOK Abstract Previous  PDPJOI Research conducted in 2011 the levels of  progress regarding  Physical Education, Sports and Health in    “Dasar- Dasar Penjasorkes” subjects(Physical Education, Sports and Health Basic  subjects) in one of the State Senior High Bangkalan Regency, namely, State Senior High School 3 Bangkalan and the results obtained to the extent of the progress of of physical education, sports and health the school included the category "B" (good) with a value of 620. Crack down on these things up, this research aims to find out how things progress of penjasorkes in  other State Senior High school Bangkalan Regency, for that as an alternative to survey the level of progress of physical education, sports and health in State Senior High School Bangkalan Regency. In the research, using a type of quantitative descriptive study with PDPJOI instruments as a means of data collection. For the method of data collection was done with interviews and documentation to the parties concerned in  State Senior High School Bangkalan Regency. Data  already collected further processed and displayed in the form of grades and categories.               The Conclusion  research results indicate that the initial condition is the level  Progress Physical Education, Sports, and Health in  State Senior High School Bangkalan Regency  including Category "C" or simply the average value of 560. Keywords: The  Level of Progress PJOK
HUBUNGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI TERHADAP HASIL PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN(STUDI PADA SISWA KELAS III DI SDN PACARKEMBANG I SURABAYA) RIYAN PAMUNGKAS, AGGI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Penelitian ini telah dilakukan sebelumnya pada siswa kelas V di SDN wuluh 02 Jombang pada tahun ajaran 2012/2013. Perbedaan penelitian yang penulis lakukan dengan penelitian sebelumnya terdapat pada pengambilan sampel penelitiannya. Pada penelitian sebelumnya dilakukan pada siswa kelas atas (Kelas V Sekolah Dasar) sedangkan pada penelitian ini mengambil sampel siswa kelas bawah (Kelas III Sekolah Dasar). Alasan peneliti mengambil sampel kelas III Sekolah Dasar, dikarenakan pada siswa kelas III Sekolah Dasar belum terlalu mengenal aktifitas fisik sehingga hal tersebut dapat berpengaruh pada tingkat kesegaran jasmaninya. Pada usia 6-9 tahun adalah masa anak bergerak aktif, dengan mengenalkan kesegaran jasmani sedini mungkin diharapkan siswa dapat berprestasi di bidang akademik dan non akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kesegaran jasmani dan prestasi belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan pendekatan korelasional. Dalam penelitian ini mengambil sampel siswa kelas III di SDN Pacarkembang I Surabaya, dengan jumlah sebanyak 38 siswa yang terdiri dari 22 siswa laki – laki dan 25 siswi perempuan. Instrument penelitian menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) dan nilai prestasi belajar PJOK diambil dari nilai rapor kelas II tahun ajaran 2014/15. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat kesegaran jasmani rata-rata sebesar 13,79 dengan standar deviasi 3,63. Sedangkan nilai rata-rata hasil prestasi belajar PJOK sebesar 3,18 dengan standar deviasi 0,01. Dengan perhitungan menggunakan IBM statistical program for social science 21 (SPSS). Hasil r hitung diperoleh 0,459 sedangkan pada r tabel dengan N = 38, df = N-2 diperoleh 0,320 untuk taraf 5%. Sehingga dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi ada hubungan antara tingkat kesegaran jasmani terhadap hasil prestasi belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas III di SDN Pacarkembang I Surabaya. Kata kunci: Hubungam tingkat kesegaran jasmani prestasi belajar PJOK. Abstract This study has been conductedtowards the Fifth Grade students in SDN Wuluh II Jombang in the academic year 2012/2013. The difference between this study and the previous one is on the samples of the research. The previous study took the Fifth Grade students as the samples, whereas this study takes the Third Gradestudents. The reason why the samples (The Third Grade students) are taken is because the Third Grade students have not been familiar with the physical activities, so it can affect their physical fitness. Ages around 6 – 9 are the ages in which kids move actively. By introducing physical health earlier, it is expected that the students can get excellent achievement not only in academic matters, but also in non-academic matters. This study aimsto determine the correlation between physical health and learning achievement of physical education. This study is a quantitative non-experimental correlation approach. In this study, the samples are the third Grade students in SDN Pacarkembang I Surabaya which consist of 38 students (17 boys and 21 girls). The instrument research is using Indonesian Physical Health Test (TKJI) and the student physical education score which taken from their school report card in the second class of theacademic year 2014/2015. According to the result of the study, it is known that the average of the physical health is 13,79 with a standard division 3,63. While the averageachievementof the physical education score is 3,18 with a standard division 0,01. In calculating, this study used IBM statistical program for social science21 (SPSS). The result of calculating r is 0,459 while the table with N = 38, df = N-2, is obtained 0,320 for 5% level. It means that Ho is rejected while Ha is accepted. In conclusion, there is significant correlation between physical health and the achievement of the study in learning physical education among the Third Grade students in SDN Pacarkembang I Surabaya. Keyword: the correlation the level of physical fitness and the achievement of the study in learning physical education.
SURVEI KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA GURU PJOK DI SMA NEGERI SE KABUPATEN NGANJUK ROKIM, MOH.
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Guru berperan penting dalam meningkakan kualitas belajar peserta didik, serta memiliki integritas dan kreatifitas yang luas. Sebagai guru dalam bidang studi pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada kurikulum 2013 dituntut untuk mampu menerapkan materi ke dalam bentuk tematik integratif, yaitu model pembelajaran yang diarahkan pada pendidikan karakter dan mengintegrasikan isi pembelajaran dengan mata pelajaran lainnya. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana keteraksanaan kurikuum 2013 pada guru bidang studi pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMAN se-Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan menggunakan desain penelitian berupa survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data, yaitu monitoring dan evaluasi proses pembelajaran kurikulum 2013 yang bersumber dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian disebarkan pada guru PJOK kelas X dan XI di SMA Negeri se Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 8 guru. Kemudian hasi peneitian di rata-rata dan dianalisis data persentase dan menggunakan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil perhitungan data diperoleh hasil sebagai berikut: Hasil persentase menunjukkan bahwa SMAN I Kertosono sebesar 71,81%, SMAN 1 Nganjuk sebesar 64,89%, SMAN 2 Nganjuk sebesar 77,87%, dan SMAN 3 Nganjuk sebesar 67,27%. Ketuntasan klasikal mencapai 75,63%.  Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan tingkat pemahaman guru terhadap pelaksanaan pembelajaran pada kurikulum 2013 bidang pendidikan PJOK termasuk dalam kategori paham. Kata Kunci : survei keterlaksanaan kurikulum 2013, Guru PJOK, Abstract Teacher to role in improving the quality of learners, as well as having integrity and creativity. As teacher in of sport physical education and  health  in curriculum 2013 is required to apply the material in the form of thematic integrative learning model that form on character education and integrating the learning cotent with other subject. Therefore this research to purpose knowing how the understanding of teacher to the curriculum implementation 2013  in material sport physical education and health the  SMAN Nganjuk Regency. This type of research is non experiment with research design and questionnaire survey as a data collectio, the monitoring and evaluation of the learning process of curriculum 2013 are sourced from the Ministry of Education and Culture. The data collection techniques in this quantitative descriptive. The result of this research showed that in SMAN 1 Kertosono was 71,81%, SMAN 1 Nganjuk was 64,89%, SMAN 2 Nganjuk was 77,87%, and the last at SMAN 3 Nagnjuk was 67,27%. While the class classical completeness was 75,63%. Based on research the result of the level understanding of teacher the implementation in the sport physical education and health curriculum 2013 included in the category are very familiar. Keywords : Curriculum 2013, sport, physical education, and health,  teachers understanding
HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI(STUDI PADA SISWA KELAS X-1 SMAN 1 SENORI, TUBAN) YUSUF ALI, M
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang dilakukan melalui aktifitas jasmani. Pelaksanaan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan memiliki peranan penting yaitu agar proses pembelajaran berjalan secara efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kestabilan emosi terhadap hasil belajar pendidikan jasmani di SMAN 1 Senori Tuban. Dalam proses belajar mengajar tidak hanya aspek akademik saya yang dapat menunjang kesuksesan belajar tetapi kestabilan emosi siswa juga dapat berperan penting, jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperiment dengan pendekatan diskriptif kuantitatif, untuk desain penelitiannya menggunakan desain korelasional. Populasi  dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X SMAN 1 Senori Tuban. Untuk sampel dalam penelitian ini siswa Kelas X-1 SMAN 1 Senori Tuban. Dalam pengambilan data peneliti menggunakan instrumen angket kestabilan emosi dan data mentah hasil belajar pendidikan jasmani. Berdasarkan hasil penghitungan didapat bahwa hubungan kestabilan emosi berdasarkan perhitungan product moment maka didapatkan nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0,049 > 0,361). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ha ditolak dan h0 diterima atau dengan kata lain tidak ada hubungan kestabilan emosi terhadap hasil belajar pendidikan jasmani kelas X-1 SMAN 1 Senori Tuban. Kata Kunci: Kestabilan Emosi, Hasil Belajar. Abstract Physical education and health are integral part of the entire system of education which is done by holding physical activity. The implementation of physical education and health takes an important role for supporting the learning process and also the purpose. The research is done to know the correlation of emotional stability toward the result of the study of physical education in senior high school senori 1 Tuban. Within learning process, it is not academic aspect only deciding the success of the learning, but student emotion also. This is kind of non-experimental research by using quantitative descriptive approach. Correlation is used within the research. The object of the study is that 10th grader of senior high school senori 1 Tuban. Data collection technique uses questionnaire instrument of emotional stability and also unrefined study result of physical education. The result shows that the correlation of emotional stability based on the product moment measurement the score of rcount is higher than rtable which is 0,049 > 0,361. It can be concluded that there is no influence of emotional stability toward the study result of physical education among 10th grader of senior high school senori 1 Tuban. Keywords: Emotional Stability, Result of Study.
HUBUNGAN TINGKAT KONSENTRASI SISWA DENGAN HASIL UNDERHAND PASS BOLAVOLI  (STUDI PADA SISWA KELAS XI IIS 4 SMA NEGERI 1 KREMBUNG, SIDOARJO) DWI FREDYANTO, YOGA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bolavoli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh grup berlawanan, masing-masing memiliki enam orang pemain. Olahraga bolavoli dinaungi FIVB (Federation Internationale de Volleyball) sebagai induk organiasi induk internasional, sedangkan di Indonesia dinaungi oleh PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). Underhand pass adalah salah satu teknik penting permainan bolavoli. Pada saat melakukan underhand pass siswa fokus berkonsentrasi agar bisa lebih maksimal dalam melakukan underhand pass yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsentrasi siswa dengan hasil underhand pass bolavoli. Dan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan tingkat konsentrasi siswa dengan hasil underhand pass bolavoli. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dan desain yang digunakan adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas XI SMA Negeri 1 Krembung. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 4 SMA Negeri 1 Krembung sebanyak 31 siswa. Dalam menentukan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket Grid Concentration Test untuk mengukur tingkat konsentrasi siswa dan Brumbach Forearms Pass Wall-Volley Test Borrenvik untuk mengukur hasil underhand pass bolavoli. Analisis data  yang digunakan adalah koefesien korelasi. Berdasarkan hasil penelitian dengan sampel sebanyak 31 siswa, rata-rata status konsentrasi siswa adalah 10,39 dan hasil underhand pass bolavoli adalah 36,13. Berdasarkan hasil analisis korelasi  porduct moment tingkat konsntrasi siswa dengan hasil underhand pass bolavoli memiliki nilai sig. (0,191<03,55), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsentrasi siswa dengan hasil underhand pass bolavoli pada siswa kelas XI IIS 4 SMA Negeri 1 Krembung, Sidoarjo. Kata Kunci : Konsentrasi Siswa, Underhand pass Bolavoli Abstract Volleyball is a game of two different groups, each group consist of six players. Volleyball is shaded by FIVB (Federation Internationale de Volleyball) as the main international organization, besides in Indonesia is shaded by PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). Underpass is one of the important techniques in volleyball games. In doing underpass, the students should be concentrated and maximal in doing the right underpass. The purposes of this research are for finding out the relation between the students’ concentration level with the result of underpass of volleyball and to find out how much the contribution of the student’s concentration level with the result of underpass volleyball. This research is a non experimental and correlation design where the sample of this research are 31 the students of XI IIS 4 SMA Negeri 1 Krembung, Sidoarjo. This research uses questionnaire of “Grid Concentration Test” to measure student concentration level and also “Brumbach Forearms Pass Wall-Volley Test Borrenvik” to measure the result of underpass as the research instruments. This research uses correlation coefficient as the data analysis. Based on the research finding with totally 31 population, the concentration status of the students are on average 10.39 and the result of underpass is 36.13. Based on the correlation analysis “product moment” the value level of student concentration with the result of underpass sig. (0,191<03,55), so H0 is accepted and Ha is rejected. It can be concluded that there is not a significant correlation between the students’ concentration level with the result of underpass in volleyball done by students of XI IIS 4 SMA Negeri 1 Krembung, Sidoarjo. Keywords: Concentration level, underpass in Volleyball
SURVEI PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DAN PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI DI SMP SE-KECAMATAN MOJOWARNO KABUPATEN JOMBANG HABIBIE, MAHDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA DENGAN HASIL BELAJARPENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN(STUDI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 SUKORAME LAMONGAN) WIDODO, ANDRIS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan merupakan proses pendidikan yang memfokuskan pada aktivitas fisik dan kesehatan yang menghasilkan individu secara keutuhan baik dari sisi fisik, mental meupun emosional. Pendidikan sekolah menengah pertama merupakan masa peralihan dari usia kanak-kanak ke usia remaja. Hal tersebut perlu ditingkatkan aktivitas fisik dan pengembangannya agar dapat memberikan dasar pembentukan pribadi manusia yang nantinya akan memiliki kemampuan dan keterampilan dasar sebagai bekal untuk pendidikan selanjutnya. Dalam hal ini pendidikan jasmani dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa yang nantinya akan meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan tingkat kebugaran jasmani siswa dengan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olaraga dan Kesehatan (PJOK) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukorame, Lamongan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dengan jumlah 247 siswa dan jumlah sampel 34 siswa. Instrumen penelitian menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) dan nilai proses belajar mengajar (PBM) pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada materi lompat jauh. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ada hubungan antara tingkat kebugaran jasmani siswa dengan hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII D SMP Negeri Sukorame Lamongan. Hal tersebut dibuktikan dari nilai rhitung 0,543 > rtabel 0,339 dengan taraf signifikan 5%. Hal ini dapat dikatakan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa memberikan hubungan yang signifikan terhadap hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Besarnya hubungan antara tingkat kebugaran jasmani siswa dengan hasil belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukorame Lamongan sebesar 29,4%. Kata Kunci : Tingkat Kebugaran Jasmani, Hasil Belajar PJOK. Abstract Physical education, sport and health (PJOK) is an educational proces that focuses on physical activity and health that produce individual integrity both in tersm of physical, mental or emotional. Junior high school is a transition time from children to teenager age. It need to improve physical activity and its development in order to give basis to human personality shaping that later will have ability and basic skill as a modal to next education. In this matter, physical education can improve student’s physical education that later will improve physical education learning result. The aim of this research was to found out the relation of student’s physical fitness to physical education learning result to eight grade student of SMP Negeri 1 Sukorame, Lamongan. This was a non-experiment research through quantitative approach with correlational design. Population in this research was eight grade the number 247 of student and the number sampels of 34 students. The instrument research is using Indonesian Health Test (TKJI) and the student physical education score teaching and learning process in the material long jump. Data analysis technique that applied in this research was correlation product moment. According to the result of the study, it is known that the average of the. In conclusion there is significant correlation between physical health and the achievement of the study in learning physical education among the Eight Grade students in SMPN 1 Sukorame Lamongan. It proved of value rhitung 0,543 > rtabel 0,339 with a significant level 5%. It can be said that the level of physical fitnes of students provide a significant relationship to the learning outcomes of physical education sport and health. The magnitude of the relationship between the level of physical fitnes of students with learning outcomes of physical education, sports and health the eight grade students in SMP Negeri 1 Sukorame Lamongan as big as 29,4%. Keywords : level of physical fitness, learning outcomes of physical education, sports and health.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN INOVATIF (MODEL IU-07-1) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH DAN SERVIS BAWAH BOLAVOLI EKA MASEGA, RAMA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberadan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah sangat dibutuhkan, selain untuk meningkatkan kebugaran jasmani tetapi juga memberi kecukupan gerak dan juga menanamkan nilai-nilai positif sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mata pelajaran PJOK segala aktivitas yang dipelajari harus sesuai dengan apa yang ingin dicapai, sehingga siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran dapat memperoleh informasi, memahami, dan memiliki keterampilan tertentu. Aspek – aspek yang ditanamkan dalam PJOK antara lain adalah aspek kognitif, aspek psikomotor, dan aspek afektif. Dari hasil observasi yang dilakukan pada tangal 4 Februari 2015 di SMP Negeri 3 Kertosono oleh peneliti, maka ditemukan permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran PJOK, yaitu siswa tidak bisa menjelaskan secara teori tahapan – tahapan passing bawah dan servis bawah bolavoli, sehingga siswa belum mampu memenuhi aspek kognitifnya, kalau salah satu aspek tidak tercapai maka tujuan hasil belajar siswa tersebut tidak terpenuhi. Maka peneliti menggunakan model PJOK inovatif (model IU-07-1) untuk mengetahui apakah model tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP negeri 3 Kertosonp, khususnya pada materi passing bawah dan servis bawah bolavoli. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Cara untuk memperoleh data adalah dengan menggunakan tiga unsur tes yaitu tes kognitif, tes psikomotor, dan penilaian afektif, sehingga untuk memperoleh hasil yang diharapkan maka peneliti menggunakan pendapat para ahli. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kertosono khususnya pada materi passing bawah dan servis bawah bolavoli, setelah diberikan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan inovatif (model IU-07-1) menunjukkan peningkatan sebesar 19%. Sehingga dapat dikatakan bahwa model tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci: model pembelajaran PJOK inovatif, hasil belajar, passing bawah, servis bawah. Abstract The existence of Physical Education, Sport and Health (PJOK) in schools is needed, in addition to improving physical fitness but also gives the adequacy of motion and also instill positive values ??that can be applied in everyday life. In subjects studied PJOK all activities must be in accordance with what is to be achieved, so that the students after learning activities can obtain information, understand, and have certain skills. Aspects - aspects PJOK invested in, among others, are cognitive, psychomotor aspects, and affective aspects. From the results of observations made on the date February 4, 2015 in SMP Negeri 3 Kertosono by researchers, it was found that problems occur in the learning process PJOK, that students can’t explain in theory stage - passing under and servicing stages under volleyball, so that students are not able to meet cognitive aspects, if one aspect is not achieved the goal of student learning outcomes are not met. The researchers used an innovative PJOK models (model IU-07-1) to determine whether the model affect the learning outcomes of students of class VII SMP 3 Kertosonp country, especially at the bottom and servicing of material passing under volleyball. This research is a quasi-experimental research with a quantitative approach. The way to obtain data is to use the three elements of the test is a test of cognitive, psychomotor tests, and affective assessment, so as to obtain the expected results, the researcher uses expert judgment. From the results of this study indicate that the learning outcomes of students of class VII SMP Negeri 3 Kertosono especially at the bottom and servicing of material passing under volleyball, after being given a teaching model of physical education, sports, health and innovative (model IU-07-1) showed an increase of 19%, So it can be said that the model effect on student learning outcomes. Keywords PJOK innovative learning model, learning outcomes, passing down, the service down.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DENGAN TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BABADAN PONOROGO) WAHYU ANGGGA KISWARA, SEPTIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan model yang cocok, efektif dan lebih mudah dilakukan dalam proses belajar mengajar , yaitu model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) dan model pembelajaran TGT (Team Games Tournamen)  model pembelajaran tersebut sangat berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan dan untuk memotivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Akhirnya dapat dipahami bahwa penggunaan model yang tepat dan bervariasi akan dapat menjadi alat motivasi kegiatan belajar mengajar disekolah dan itu juga bisa membuat proses belajar mengajar menjadi efektif dan optimal.siswa sendiri akan lebih aktif, percaya diri dan bersemangat untuk mengikuti proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar perbedaan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) dengan model pembelajaran TGT (Team Games Tournamen)  terhadap hasil belajar dribble sepak bola pada studi siswa kelas X SMA Negeri 1 Babadan Ponorogo dalam mengikuti mata pelajaran PJOK. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dan desain yang digunakan adalah The Static Group Pretest – Posttest Design, dimana yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X  SMA Negeri 1 Babadan Ponorogo. Berdasarkan hasil penelitian. Hasil  (pre-test) model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) adalah rata- rata skor 39.26 standar deviation sebesar 10.50220 dengan variant 110.297 pada model pembelajaran TGT (Team Games Tournament) adalah rata- rata skor 34.87 standar deviation sebesar 9.64247 dengan variant 92.977. Hasil (post-test) model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division)  adalah rata-rata skor 36.74 standar deviation sebesar 10.15316 dengan variant sebesar 103.087 dan Hasil skor test dribble sesudah diberikan perlakuan (post-test) pada model pembelajaran TGT (Team Games Tournamen) adalah adalah rata-rata skor 31.98 standar deviation sebesar 7.57956 dengan variant sebesar 57.450. Dengan demikian siswa kelas X SMA Negeri Babadan Ponorogo lebih meningkat hasil belajar dribble sepak bola dimana presentase peningkatan untuk hasil belajar dribble sepak bola pada kelompok model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) saat sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran langsung yaitu sebesar 6.42 %. Sedangkan presentase peningkatan untuk hasil belajar dribble sepak bola pada kelompok model pembelajaran TGT (Team Games Tournamen) yaitu  sebesar 8.03 %. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar dribble sepak bola untuk kelompok model pembelajaran TGT terdapat peningkatan yang cukup dari pada kelompok model pembelajaran STAD. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Dribble sepak bola, Siswa X SMA Negeri 1 Babadan Abstract Based on the suitable models, effective and easier that can be applied on learning process is STAD (Student Teams Achievemen Division) learning model and TGT (Team Games Tournamen) learning model. Both are very functional to relieve boredom and motivate the students in learning process. Finally, can be understood that apply the appropriate model and have variation can motivate the learning process and it can make the learning process become effective and optimal. the purpose of this research is to know the differnce between STAD (Student Teams Achievemen Division) learning model and TGT (Team Games Tournamen) learning model to the foot ball dribble learning outcomes of the students class  X  SMAN 1 Babadan Ponorogo in following Physical Education subject. This research is included in pre experiments and have the static group pretest-postest design. The sample of this research is the students of class X  SMAN 1 Babadan Ponorogo. Based on the result of this research, the result (pretest) of STAD (Student Teams Achievemen Division) learning model have average score 39.26, standard deviation score 10.50220 and variant score 110.297. while the TGT (Team Games Tournamen) learning have average score 34.87, standard deviation score 9.64247, variant score 92.977. The result (post-test) of STAD (Student Teams Achievemen Division) learning model have average score 36.74, standar deviation score 10.15316, variant score 103.087 and the dribble test score after treatment (post-test) of TGT (Team Games Tournamen) learning model have average score 31.98, standar deviation score 7.57956 and variant score 57.450. Therefore, the students of class X SMAN 1 Babadan have an increased in football dribble learning outcomes  by using STAD (Student Teams Achievemen Division) learning model which have percentage improvement 6.42%. While the enhancement of football dribble learning outcomes by using TGT (Team Games Tournamen) learning model have percentage 8.03%. Acccording to the explanation, can be concluded that the football dribble learning outcomes of TGT (Team Games Tournamen) learning model group have an increased sufficient than STAD (Student Teams Achievemen Division) learning model group. Keywords : Learning model, Football dribble, Students X SMAN 1 Babadan

Page 47 of 109 | Total Record : 1082