cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PEMANFAATAN MEDIA COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION (CAI) MODEL DRILLS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP MATERI AJAR DRIBBLE PERMAINAN BOLA BASKET MASLIKAH, SITI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat memudahkan dalam dunia pendidikan. Sehingga menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola pembelajaran. Guru harus mampu menentukan metode pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan secara maksimal. Karena perkembangan IPTEK yang semakin canggih, guru dapat memanfaatkan penggunaan media berbasis komputer yakni computer assisted instruction (CAI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari penggunaan media computer assisted instruction (CAI) model drills terhadap peningkatan pemahaman materi ajar dribble permainan bola basket pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (praeksperimen) dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 3 Bojonegoro yang berjumlah 240 siswa. Cara menentukan sampel dengan menggunakan cluster random sampling sehingga didapat kelas X IPS 4 yang berjumlah 26 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman materi ajar dribble permainan bola basket pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Bojonegoro menggunakan media computer assisted instruction (CAI) model drills. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel (8,839 > 2,060). Kata Kunci: Computer Assisted Instruction, Pemahaman, Dribble Abstract Today, the development of science and technology makes everything easier for education. So, teachers need to be more creative and innovative in managing the learning activities. Teachers should be able to determine which appropriate learning method that can be applied so that the purpose of the learning can be achieved. Since the science and technology are increasingly developed, teachers can use one of computer-based media namely Computer Assisted Instruction (CAI) to be applied in the teaching and learning process. The purpose of this study is to know the benefits of the use of computer assisted instruction (CAI) by using drills model to improve the understanding of dribble basketball game teaching material to the X IPS 4 students in SMA Negeri 3 Bojonegoro. This study is an experimental research using one group pretest-posttest design. The population of this study is the tenth graders of SMA Negeri 3 Bojonegoro with the number of 240 students. The way to determine the sample of the research is by using cluster random sampling which finally gets the X IPS 4 class with the number of 26 students as the sample. Based on the result of this study, it can be concluded that there were improvement in students’ comprehension of dribble basketball game teaching material to the X IPS 4 students in SMA Negeri 3 Bojonegoro by using computer assisted instruction (CAI) with drills model. It was proven by the t-test calculation which shows that the t-value > t-table (8,839 > 2,060). Keywords: Computer Assisted Instruction, Kognitif, Dribble
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MOTORIK MAHASISWA YANG MENGIKUTI UKM OLAHRAGA DENGAN MAHASISWA YANG HANYA MENERIMA MATA KULIAH PRAKTEK (STUDI PADA MAHASISWA ANGKATAN 2014 JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA, FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN, UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAWAID BIRRIY, A.
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan pendidikan adalah untuk membuat hidup lebih sehat, sehingga pendidikan jasmani dibutuhkan. Guru pendidikan jasmani harus bisa untuk memberikan demonstrasi gerakan kepada siswanya. S-1 pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi memiliki tujuan menghasilkan pendidikan unggul dalam keterampilan akademik, belajar, latihan dan  memiliki  keterampilan hidup  (Buku Pedoman, 2012/2013: 75).  Di  dalam pendidikan formal  tentu  memiliki kegiatan ekstrakurikuler atau unit kegiatan mahasiswa yang dapat menampung mahasiswanya. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan keterampilan motorik antara siswa yang mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa olahraga dengan mahasiswa yang hanya mengikuti praktek kuliah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa putra, jurusan Pendidikan Olahraga, UNESA. Tes yang digunakan untuk mengetahui keterampilan motorik adalah Barrow Motor Ability Test. Berdasarkan hasil data penelitian, diketahui bahwa keterampilan motorik rata-rata siswa yang mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa olahraga adalah 145.26 dan keterampilan motorik rata-rata siswa yang hanya mengikuti praktek- praktek perguruan tinggi adalah 130,39. Dalam hasil perhitungan menggunakan SPSS 20, diketahui thitung (-3,040) lebih besar dari ttabel  (1,671). Dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara keterampilan motorik siswa yang mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa olahraga dengan siswa yang hanya menerima kuliah praktek. Kata Kunci:  Keterampilan motorik, Mahasiswa, UKM, Kuliah praktek Abstract The purpose of education is to  make life more healthy, so that physical education is required. Physical education teachers should be able to give their students a demonstration movement. S-1 physical education, health and recreation have the goal of producing a superior education in academic skills, learning, training and life skills (Buku Pedoman, 2012/2013: 75). In the formal education certainly have extracurricular activities or student activity unit can accommodate students. While the purpose of this study was to determine the ratio between the motor skills of students who take the Student Activity Unit Sports students with students who just received a lecture practice. This study is a non- experimental study using a quantitative approach. Subjects were male college students, sports education, UNESA. The tests used to determine motor skills is a Barrow Motor Ability Test. Based on the results of research data, it is known that the average motor skills of students who take the sport student activity unit was 145.26 and the average motor skills of students who only follow college practices is 130.39. In the calculation results using SPSS 20, known tcount (-3.040) is greater than ttable (1.671). It can be concluded there is a significant difference between the motor skills of students who take the Student Activity Unit Sports with students who just received a lecture practice. Keywords:  Motor skills, Students, Sports Student Activity Unit, A courses practice
PERBANDINGAN PERILAKU HIDUP SEHAT ANTARA SISWA SMP NEGERI 2 WONOAYU DENGAN SMP ULUL ALBAB DWI APRILIAN, YANUAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan tempat dimana anak-anak memperoleh pendidikan. Sekolah terbagi dalam sekolah negeri dan sekolah swasta. Sekolah negeri adalah sekolah yang dikelola oleh pemerintah sedangkan sekolah swasta adalah sekolah yang tidak dikelola oleh pemerintah. Perbedaan pengelolaan antara kedua sekolah tersebut membuat perbedaan salah satunya adalah perilaku hidup sehat siswa yang dipengaruhi oleh lingkungan, program UKS dan adanya pendidikan kesehatan. Kesehatan mempunyai peran penting dalam menunjang generasi penerus bangsa untuk menjalani pendidikan yang baik. Maka dari itu pendidikan kesehatan harus diberikan sejak anak usia dini sehingga anak mampu mengetahui pengetahuan dan menjaga akan perilaku hidup sehatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat perilaku hidup sehat siswa di SMP Negeri 2 Wonoayu dan di SMP Ulul Albab. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen dengan desain penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Wonoayu dan siswa SMP Ulul Albab dengan jumlah 1109 siswa dan sampel penelitian ini adalah kelas 8C, 7C, 9C, 9H, 7H, 8F di SMPN 2 Wonoayu dan kelas 9E, 8D, 7A, 9A, 7B, 8C di SMP Ulul Albab dengan jumlah 341 siswa, dimana teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan angket perilaku hidup sehat dengan 33  butir pertanyaan terkait kebersihan pribadi, tidak merokok dan tidak menggunakan NAPZA, olahraga secara teratur, pola makan dan membuang sampah. Untuk analisis data yang digunakan adalah Uji-T atau uji beda dengan Independent Sample. Berdasarkan hasil perhitungan statistik menunjukkan mean dari hasil angket siswa SMP Negeri 2 Wonoayu sebesar 81,2240 sedangkan mean dari hasil angket siswa SMP Ulul Albab sebesar 81,8403. Hasil analisis data dan pembahasan yang dilihat dari uji Independent Sample Test  menunjukkan bahwa nilai signifikan (0,355) lebih besar dari alpha (5%) atau 0,05. Sehingga dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak. Jadi tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat perilaku hidup sehat antara siswa SMP Negeri 2 Wonoayu dengan siswa SMP Ulul Albab. Hal ini menunjukkan bahwa siswa SMP Negeri 2 Wonoayu dan SMP Ulul Albab memiliki tingkat perilaku hidup sehat yang sama. Kata Kunci :   Sekolah Negeri, Sekolah Swasta, Perilaku Hidup Sehat Abstract The School is a place where students get an education. schools are divided into state schools and private schools. A public school is a school run by the government while the private school is a school that is not run by the government. The difference between the management of both schools make a difference one of which is the health behavior of students are influenced by the environment, UKS program and health education. Health has an important role in supporting the future generation to live a good education. Therefore health education must be given since early childhood so that children are able to determine their knowledge and maintain healthy living behaviors. This study aimed to compare the rate of healthy behavior of students in SMPN 2 Wonoayu and in SMP Ulul Albab. This study is a non-experimental design comparative research. The population in this study were students of SMP Negeri 2 Wonoayu and students of SMP Ulul Albab with the number of 1109 students and a sample of this research is class 8C, 7C, 9C, 9H, 7H, 8F in SMPN 2 Wonoayu and class 9E, 8D, 7A, 9A, 7B, 8C in SMP Ulul Albab with a number of 341 students, where the technique is used for sampling is stratified random sampling. Instruments in this study using healthy behavior questionnaire with 33 items of personal hygiene-related questions, do not smoke and do not use drugs, regular exercise, eating and taking out the trash. For the analysis of the data used is Test-T or a different test with Independent Sample. Based on the results of statistical calculations determining the mean of the results of the questionnaire students of SMP Negeri 2 Wonoayu amounted to 81.2240 while the mean of the junior high student questionnaire results Ulul Albab of 81.8403. The results of data analysis and discussion of the views of the Independent Sample Test showed that significant value (0.355) is greater than alpha (5%) or 0.05. So therefore H0 is accepted and H1 is rejected. So there is no significant difference between the rate of healthy behavior students of SMP Negeri 2 Wonoayu with students OF SMP Ulul Albab. This shows that students of SMP Negeri 2 Wonoayu and students of of SMP Ulul Albab have the same level of healthy behavior. Key words: Public Schools, Private Schools, Healthy Lifestyle
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SAHUDIN WIBOWO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEHARI-HARI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS 5 SDN LIDAH WETAN II/462, KOTA SURABAYA) MAGHFUD HADI, NIDAUM
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRATORI ANTARA SISWA SMA DARUL ULUM 2 UNGGULAN BPPT JOMBANG DENGAN SISWA SMA NEGERI PLANDAAN JOMBANG NOVAN TRI STYAWAN, M.
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daya tahan kardiorespiratori atau kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan optimal tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas berikutnya. Siswa harus mempunyai daya tahan kardiorespiratori yang baik sehingga dapat melaksanakan proses belajar dengan optimal. Mata pelajaran yang berperan untuk membuat daya tahan kardiorespiratori siswa baik adalah mata pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan). Di SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang mata pelajaran PJOK dilaksanakan selama dua jam pelajaran sedangkan SMA Negeri Plandaan dilaksankaan selama tiga jam pelajaran. Tujuan penelitian ini untuk : 1) Untuk mengetahui perbandingan daya tahan kardiorespiratori antara siswa SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang dengan siswa SMA Negeri Plandaan Jombang. 2) Untuk mengetahui mana yang lebih baik daya tahan kardiorespiratori antara siswa SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang dengan siswa SMA Negeri Plandaan Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian Perbandingan dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian non-eksperimen. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan tes MFT (Multistage fitness test). Untuk analisis data yang digunakan adalah Mann Whitney Test. Berdasarkan hasil perhitungan statistik dengan menggunakan uji mann whitney test menunjukkan bahwa nilai signifikan (0,009) lebih kecil dari alpha (5%) atau 0,05. Sehingga dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Selain itu  hasil tes MFT siswa SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang sebesar 29,9  sedangkan hasil tes MFT siswa SMA Negeri Plandaan Jombang sebesar 22,75.Jadi ada perbandingan yang signifikan daya tahan kardiorespiratori antara siswa SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang dengan siswa SMA Negeri Plandaan Jombang. Hal ini menunjukkan bahwa siswa SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang memiliki daya tahan kardiorespiratori yang lebih baik dari pada siswa SMA Negeri Plandaan Jombang. Kata Kunci : Daya Tahan Kardiorespiratori, Abstract Cardiorespiratory durability or physical fitness is someone’s ability to do daily activity optimally without feeling significant fatigue and still have backup power to do the next activity. Students must have a good cardiorespiratory durability in order to do the laearning process optimally. Lesson which can make a good cardiorespiratory durability for students is PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) lesson. In SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang, PJOK lesson is done in 2 periods of leraning time meanwhile in SMA Negeri Plandaan it is done in 3 periods of learning time. This study aimed to: 1) To know the comparative cardiorespiratory durability between students of SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang and students of SMA Negeri Plandaan Jombang. 2) To know which one has a better cardiorespiratory durability between students of SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang and students of SMA Negeri Plandaan Jombang. This is comparison study with non-experiment design. Sample taking in this study used cluster random sampling technique. The instrument which was used in this study was MFT (Mulstisatge fitness test). Mann Whitney Test was used to analyze the data. The analyses data result and discussion which is seen from Man Whitney Test showed that significant score (0,009) is smaller than alpha (5%) or 0,005. So that Ha is accepted and Ho is refused.Based on statistic counting, the MFT result showed that median students of SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang is 22,9 meanwhile the median of MFT result students of SMA Negeri Plandaan Jombang is 22.75. Therefore there is significant comparative cardiorespiratory durability between students of SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang and students of SMA Negeri Plandaan Jombang. This showed that students of SMA Darul Ulum Unggulan BPPT Jombang have better cardiorespiratory durability than students of SMA Negeri Plandaan Jombang. Keywords : Cardiorespiratory, 
PENGUKURAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI TAHUN AJARAN 2014 – 2015 (STUDI PADA SISWA KELAS III DAN IV SDN SIDOKARE II SIDOARJO) PUTRI ALFIANI, ALNO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui gambaran kemampuan motorik siswa kelas III, IV di SD Negeri Sidokare II sidokare.2) Mengetahui tingkat kemampuan motorik siswa kelas III, IV di SD Negeri Sidokare II Sidoarjo. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III dan IV SDN Sidokare II Sidoarjo dengan jumlah siswa dari kelas III sebanyak 75 siswa, dan kelas IV sebanyak 82 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan beberapa tes yang meliputi tes kelincahan, tes koordinasi mata dan tangan, keseimbangan dan kecepatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan motorik siswa kelas III SDN Sidokare II Sidoarjo dapat dikategorikan sedang dengan rata-rata skor 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 6,67%, kategori baik 25,33 %, kategori sedang 33,33%, kategori kurang 30,67%, dan kategori kurang sekali 4%. (2) Kemampuan motorik siswa kelas IV SDN Sidokare II Sidoarjo dapat dikategorikan sedang dengan rata-rata skor 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 7,32%, kategori baik 25,61%, kategori sedang 37,80%, kategori kurang 29,39%, dan kategori kurang sekali 4,88%. Kata Kunci: Kemampuan Motorik, Siswa, Sekolah Dasar Abstract The aim of this research were: 1) To determine the description of 3rd and 4th grades student’s motor ability of SDN Sidokare II Sidoarjo. 2) To determine the description of 3rd and 4th grades student’s motor ability level of SDN Sidokare II Sidoarjo. Population in this research were third grade and fourth grade students of SDN Sidokare II as many 75 students, and 82 students respectively. Method in this analysis applied descriptive quantitative statistical method, while for dat collecting method conducted through several tests that covered agility test, hand-eye coordination test, balance and speed tests. Based on research results it can be conclude that: 1) Third grades student’s motor ability of SDN Sidokare II Sidoarjo can be categorized moderate with scores mean as big as 200, with student’s motor ability criterion classification percentage namely: very good category 6.67%, good category 25.33%, moderate category 33.33%, poor category 30.67%, and very poor category 4%. 2) Fourth grades student’s motor ability of SDN Sidokare II Sidoarjo can be categorized moderate with scores mean as big as 200, with student’s motor ability criterion classification percentage namely: very good category 7.32%, good category 25.61%, moderate category 37.80%, poor category 29.39%, and very poor category 4.88%. Keywords: motor ability, student, elementary school
PENERAPAN METODE BERMAIN “LOMPAT GEMBIRA” UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS VII.D MADRASAH TSANAWIYAH TERPADU ROUDLOTUL QUR’AN LAMONGAN FEBRIANTO PERDANA, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes, catatan lapangan. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus 1 hasil tes tindakan pada post tes sudah cukup baik jika dilihat dari nilai persentase diantaranya pada aspek teknik awalan tingkat kesalahan pada saat melakukan awalan sebanyak 14%  dan siswa yang benar mencapai 86%, aspek teknik tumpuan tingkat kesalahan pada saat melakukan tumpuan sebanyak 43% dan siswa yang benar mencapai 57%, aspek teknik melayang  tingkat kesalahan pada saat melayang sebanyak 43% dan siswa yang benar mencapai 57%, aspek teknik mendarat tingkat kesalahan pada saat mendarat sebanyak 24% dan siswa yang benar mencapai 76%. Dari hasil tersebut menunjukan peningkatan terhadap penguasaan keterampilan lompat jauh gaya jongkok khususnya pada teknik melayang di udara yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada akhir penerapan. Untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan penguasaan keterampilan lompat jauh gaya jongkok. Hasil tes tindakan pada post tes siklus 2 sudah baik dari pada siklus 1 jika dilihat dari nilai persentase diantaranya pada aspek teknik awalan tingkat kesalahan pada saat melakukan awalan 9%  dan siswa yang benar mencapai 91%, aspek teknik tumpuan tingkat kesalahan pada saat melakukan tumpuan 14%  dan siswa yang benar mencapai 86%, aspek teknik melayang tingkat kesalahan pada saat melayang 19% dan siswa yang benar mencapai 81%, aspek teknik mendarat tingkat kesalahan pada saat mendarat 0% dan siswa yang benar mencapai 100%. Berdasarkan hasil penellitian ini, metode bermain dapat dijadikan alternatif  pilihan dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok karena  berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode bermain dapat meningkatkan keterampilan gerak lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VII.D MTs. Terpadu Roudlotul Qur’an Lamongan. Kata kunci: Peningkatan, Keterampilan, Lompat Jauh Gaya Jongkok, Metode Bermain.”Lompat Gembira” Abstract   This study is a classroom action research with quantitative descriptive approach. The execution of this study is in two cycles with each cycle consists of four steps; (1) planning, (2) applying, (3) observing and (4) reflection. The data collection instruments used in this study are observation, documentation and test. The findings of this study are proven to be qualified to improve students’ skill in each cycle. In the first cycle from the prefix technique 86%, pedestal technique 57%, drifting technique 57%, landing technique 76%. The finding shows that there is an improvement in the skill of squat style long jump which is observable from the comparison of the pre-test results obtained before the application process and the post test result obtained in the final process of the application. In the second cycle, students’ skill in the squat long jump technique also improved. For the prefix technique 91%, pedestal technique 86%, drifting technique 81%, landing technique 100%. Based on the findings of the study, “ Fun Jump” playing method can be used as one of the alternatives in teaching squat style long jump. “ Fun Jump” playing method proven to be successful to improve the skill in Squat style long Jump of grade VII.D student of   MTs. Terpadu Roudlotul Qur’an Lamongan. Keywords: Raising, Skill, Squat Style Long Jump, Playing Method “Fun Jump”
KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR AKREDITASI B (STUDI PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN WIDANG KABUPATEN TUBAN) SALVIANA, RINA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) merupakan salah satu pendidikan di sekolah dasar yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan gerak siswa. Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor terpenting dalam perkembangan setiap individu karena gerak dasar anak akan sangat berpengaruh bagi kemampuan motorik anak usia selanjutnya. Faktor lingkungan dan kebiasaan dalam bermain juga dapat berpengaruh terhadap kemampuan motorik siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kemampuan motorik siswa sekolah dasar negeri yang memiliki akreditasi B se-Kecamatan Widang Kabupaten Tuban, (2) mengetahui unsur kemampuan motorik yang memiliki kategori lebih baik. Metode penelitian ini adalah penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 5 sekolah yaitu pada siswa kelas V Sekolah Dasar se – Kecamatan Widang Kabupaten Tuban yang terakreditasi B. Kemampuan motorik siswa dapat diketahui menggunakan tes kemampuan motorik yang terdiri dari 4 macam tes yaitu: tes kelincahan (shuttle run), koordinasi (lempar tangkap bola dengan jarak 1 meter dengan tembok), keseimbangan (berdiri dengan satu kaki dengan mata terpejam) dan kecepatan (lari 30 meter), untuk menentukan kategori menggunakan norma, dan norma yang digunakan adalah skala lima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa kemampuan motorik siswa kelas V SDN Patihan rata – rata adalah 246.67 dengan kategori sedang, SDN Ngadipuro rata – rata 200.00 dengan kategori sedang, SDN Ngadirejo rata – rata 200.00 dengan kategori sedang, SDN Widang I dengan kategori sedang, dan SDN Widang III rata – rata 200.00 dengan kategori sedang. Kesimpulan: kemampuan motorik siswa Sekolah Dasar Negeri se – Kecamatan Widang Kabupaten Tuban khususnya pada siswa kelas V masuk dalam kategori sedang, sehingga harus ditingkatkan lagi. Kata Kunci : kemampuan motorik, siswa, sekolah dasar. Abstract Physical education, sports and health (PJOK) is one of the subjects in elementary school that aims to develop the skills of student’s movement. Motor development is one of important factors in the development of every individual because children’s basic movement will impact the motor skill in later age. Environmental factors and playing habits may affect the motor skill of the students. The aim of this study is (1) determine motor skills student public elementary school that has accreditation B sub-district widang, (2) know the elements of motor skills have a better category. The research method used in this study was descriptive qualitative approach. The subjects of this study were fifth grade students in five schools with B accreditation in Widang Sub-district, Tuban Regency. Students’ motor skill can be known by using motor skill test which consist of four kinds of tests namely: the agility test (shuttle run), coordination test (throw and catch the ball in a distance of 1 meter with a wall), balance test (standing on one leg with eyes closed) and speed test (30-meter run), to determine the category using the norm and the norm used is the scale of five. Based on the result of this research, it was known that the average of motor skill of fifth graders in SDN Patihan was 246.67 in moderate category, the average of SDN Ngadipuro was 200.00 in moderate category, the average of SDN Ngadirejo was 200.00 in moderate category, SDN Widang I in moderate category, and SDN Widang III with the average of 200.00 in moderate category. So, it can be concluded that motor skill of elementary school students throughout Widang Sub-district, Tuban Regency especially for fifth graders were in moderate category, so it must be improved in the future. Keywords: Motor Skill, Students, Elementary School.
PERBANDINGAN PENERAPA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) AN TIME TOKEN TERHADAP KETUNTASAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS BOLA VOLI DWI NUGROHO, MAHIR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam permainan bola voli ada beberapa macam teknik dasar salah satunya adalah passing atas. Untuk melakukan passing atas siswa akan menggunkanakan ke sepuluh jari tangan untuk mendapatkan hasil passing atas yang benar dan maksimal. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dan Time Token, seberapa besar perbedaannya dan mana yang paling besar pengaruhnya terhadap ketuntasan belajar passing atas bola voli pada siswa kelas VII SMP Negeri 42 Surabaya. TAI merupakan salah satu model pembelajaran dengan sistem kelompok, dengan bantuan individu bagi siswa yang memerlukannya. Time Token adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dimana menekankan pada aspek sosial atau interaksi. Dengan diterapkannya model pembelajaran TAI dan Time Token akan diketahui model yang paling besar pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar passing atas bola voli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumalah 80 siswa, yang terdiri dari 40 siswa kelas VII-F sebagai kelompok eksperimen X1 TAI dan 40 kelas VII-E sebagai kelompok Eksperimen X2 Time Token. Dari perhitungan Uji t independent dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan model TAI dan Time Token terhadap ketuntasan hasil belajar passing atas bola voli yang dibuktikan dari nilai thitung = 1,66 lebih kecil dari ttabel (1,66 < 1,99) model pembelajaran kooperatif yang lebih besar pengaruhnya terhadap ketuntasan hasil belajar passing atas bola voli pada siswa kelas VII SMP Negeri 42 Surabaya, adalah tipe TAI dengan besar peningkatan 0,376 % Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif, Passing atas bola voli Abstrak In the game of volleyball are some basic techniques, one of them is Overhead pass. To perform Overhead pass, the students will be using ten fingers to get the correct and maximum result of Overhead pass. The Formulation of te problem posed in this study is whether there are differences in the implementation of cooperative learning model type TAI and Time Token, how big is the difference and where the greatest effect on learning completeness Overhead pass volleyball in the sevent grade student of SMPN 42 Surabaya. TAI is One model of learning by group system, with individual help for who need them. Time Token is one model of cooperative learning where the emphasis on aspect of social interaction. with the implementation of learning model Time Token, TAI and will be known the model which has the greatest effect on learning outcome Overhead pass volleyball.This study was an experimental study with quantitative descriptive approach. the sample in this study amounted to 80 students, consisting of 40 students of class VII-F as X1 for TAI experimental group and 40 Students of class VII-E as an experimental group X2 for Time Token. From the independent t-test calculation can be conclude that there is no difference model of TAI and Time Token toward mastery leraning outcomes Overhead pass volleyball as evidence from tvalue = 1,66 is smaller than ttable (1,66 < 1,99). Cooperative learning model that has greater influence on the throroughness of learning outcomes Overhead pass volleyball in the seventh grade students of SMPN 42 Surabaya, is a type of TAI with a huge increase of 0,376 % Keywords : cooperative learning, Overhead pass volleyball

Page 53 of 109 | Total Record : 1082