cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP GERAK DASAR MOTORIK SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA KELAS V SDN MARGOMULYO 1 BOJONEGORO RUSMAWATI, ITSNA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sebagai upaya untuk melaksanakan fungsi pendidikan nasional maka peran guru dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh. Terutama pada anak usia sekolah dasar merupakan individu yang selalu aktif melakukan pemberontakan baik dengan dirinya sendiri, maupun terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka tidak hanya selalu ingin tahu tentang sesuatu, tetapi mereka juga selalu ingin mencoba dan mengalami, mereka juga merupakan individu yang aktif dalam bergerak seperti berlari, melompat, melempar, menangkap sampai koordinasi. Pada dasarnya anak telah mempunyai kemampuan gerak dasar yang telah dimiliki sejak lahir atau bawaan. Gerak dasar pada anak ini adalah gerak dasar motorik yaitu gerak dasar lokomotor, non lokomotor (stabilitas) dan manipulatif. Penelitian ini bertujuan 1.) Untuk mengetahui pengaruh penerapan permainan tradisional terhadap gerak dasar motorik dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas V SDN Margomulyo 1 Bojonegoro. 2.) Untuk mengetahui besarnya pengaruh penerapan permainan tradisional terhadap gerak dasar motorik dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas V SDN Margomulyo 1 Bojonegoro dengan jumlah populasi 58 siswa. Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penerapan permainan tradisional terhadap gerak dasar motorik siswa dalam pembelajaran PJOK pada kelas V SDN Margomulyo 1 Bojonegoro. Hal ini berdasarkan dari perhitungan menggunakan wilcoxon yaitu Zhitung (-2,770 ) > Ztabel (-1,96) dengan taraf signifikan 0,05. Besarnya pengaruh penerapan permainan tradisional terhadap gerak dasar motorik dalam pembelajaran PJOK sebesar 14,22%. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Gerak Dasar Motorik  Abstract National education has function to develop ability, create disposition and build dignity civilization of nation in order to create smart life of nation. It aims to develop the potential of each student in order to be human that have a faith and devote to Almighty God, good attitude, health, educated, creative, independent, and become a democratic and responsible citizen. As the effort to execute the functions of national education, the role of teachers in learning process is very influential, especially for elementary school students that are actuve in some rebellion, whether to theirsef their surroundings. They are not only curious about something, but also they want to try it. They aro also active children who like running, jumping, throwing, catching, and having coordination. Basically, a chil has been gifted ability of basic movement since born. That basic movement are including basic movement of locomotor, non locomotor (stability) and manipulative. The aims of study 1.) Are knowing the effect of implementing traditional games toward the motoric basic movement in Sport Learning process of 5th grade SDN Margomulyo 1 Bojonegoro. 2.) Are knowing how big the effect of implementing traditional games toward the motoric basic movement in Sport Learning process of 5th grade SDN Margomulyo 1 Bojonegoro is with the population of students is 58 students. The result of this study can be concluded that there is no significant influence of applying the traditional games toward basic movements of motor skills in 5th grade of SDN Margomulyo 1 Bojonegoro. The result of the research was calculated based on wilcoxon calculation, that is Zcount (-2,770) > Ztable (-1,96), with significance level of 0,05. The magnitude of the effect of applying traditional games toward basic movements of motor skills in learning aducation of body, sport and health is 14,22%. Keywords: Traditional games, Basic movements of motor skills
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PEMAHAMAN PERATURAN PERWASITAN BOLA BASKET (STUDI PADA WASIT BOLA BASKET UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA) DERISMA VARMADA, AFRIN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kegiatan latihan wasit bola basket media adalah salah satu komponen yang mempunyai peran penting. Media berperan sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses latihan wasit bola basket universitas negeri surabaya. Media audio visual dapat memperjelas penyampaian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar proses belajar dan meningkatkan hasil belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh wasit bola basket universitas negeri surabaya. Cara memperoleh data menggunakan tes pemahaman peraturan perwasitan bola basket dengan tes pemahaman yang telah divalidasi oleh ahli dibidang perwasitan bola basket. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 21, saat pretest didapatkan rata-rata 58,7754, median 58,5300, nilai minimum 51,38, nilai maksimum 77,12, standar deviasi 7,25796, serta varian 52,678. Sedangkan hasil yang didapat saat posttest didapatkan rata-rata 71,2808, median 74,2600, nilai minimum 51,38, nilai maksimum 85,70, standar deviasi 9,44720, dan varian 89,250. Jadi besar pengaruh antara pretest dan posttest sebesar 21,28%. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) adanya pengaruh yang signifikan pada pemanfaatan media audio visual terhadap pemahaman peraturan perwasitan bola basket, 2) terdapat penigkatan pemahaman peraturan perwasitan bola basket dengan menggunakan media audio visual. Hal ini terbukti dari penghitungan besar pengaruh media audio visual pada peningkatan pemahaman peraturan perwasitan bola basket sebesar 21,28%. Kata kunci: Media Audio Visual, wasit. Abstract Practice the referee basketball media is one of the components that have an important role. The media acts as communication tools to streamline process exercise referee basketball State University of surabaya. Audio visual media can clarify the delivery of messages and information so as to facilitate the process of learning and improving learning outcomes. Type of research is quasi experiment with quantitative descriptive approach. While the research design used was one group pretest – posttest design. The population in this research is the entire referee basketball State University of surabaya. How to obtain the test data using the understanding of basketball refereeing rules test with the understanding that has been validated by experts in the field of refereeing basketball. Results of the analysis using computer applications SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 21, during a pretest obtained an average of 58.7754, median 58.5300, minimum value 51.38, maximum value of 77.12, standard deviation 7.25796, and Variant 52.678. While results obtained a posttest obtained an average of 71.2808, median 74.2600, minimum value 51.38, maximum value of  85.70, standard deviation 9.44720, and Variant 89.250. So, great an influence between pretest and posttest of 21,28%. Results of this research are as follows 1) the existence of significant effects on utilization of audiovisual media towards understanding the regulation of refereeing basketball, 2) there are penigkatan understanding of basketball refereeing rules by using audio visual media. This is evident from the large tally of audio visual media influence on increasing the understanding of the rules of referee basketball 21,28%. Keywords: Audio Visual Media, referee.
PROFIL KESEHATAN PRIBADI SISWA SDN DINOYO 2, KECAMATAN JATIREJO, KABUPATEN MOJOKERTO INTANIA SARI, INES
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR BOUNCE PASS BOLA BASKET DALAM PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN WICAKSONO, GANJAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pembelajaran kooperatif adalah metode yang saat ini banyak diteliti oleh pakar pendidikan karena pembelajaran kooperatif terbukti efektif meningkat hasil belajar siswa. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan sebagai salah satu mata pelajaran wajib di sekolah saat ini juga memerlukan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa. Untuk itulah penelitian ini menerapkan pembelajaran kooperatif metode Student Team Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran bounce pass bola basket dalam Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif metode Student Team Achievement Division (STAD) terhadap ketuntasan hasil belajar bounce pass bola basket dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Untuk mengetahui pengaruh metode tersebut digunakan metode penelitian kuantitatif true experiment dengan menggunakan satu instrumen penelitian yaitu lembar penilaian ketuntasan hasil belajar siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-b dan VIII-c SMPN 2 Tegalombo Tegalombo Pacitan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran metode Student Team Achievement Division (STAD) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil ketuntasan belajar bounce pass bola basket, yaitu sebesar 11,51%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif metode Student Team Achievement Division(STAD) dapat digunakan untuk meningkatkan hasil ketuntasan belajar bounce pass bola basket dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII SMPN 2 Tegalombo Tegalombo Pacitan.  Kata Kunci              : Pembelajaran Kooperatif, STAD, Bounce Pass, Bola Basket.   Abstract  Cooperative learning is a method that is now widely studied by education experts because cooperative learning proven effective in increasing student learning outcomes. Physical Education and Health as a compulsory subject in schools today require effective learning methods to improve the completeness of student learning outcomes. For that reason this study implementing cooperative learning methods Student Team Achievement Division (STAD) in the learning of basketball bounce pass in Physical Education Sport and Health.The purpose of study was obtaining knowledge about the effect of cooperative learning methods Student Team Achievement Division (STAD) toward bounce pass basketball outcomes completeness in the physical education and health. To gain the effect of method, it used true experiment quantitative research. This research used one research instruments that was sheet completeness assessment of student learning outcomes. And the sample of research was the students of eight grade (B & C Class) at SMPN 2 Tegalombo, Tegalombo Pacitan.The result of research showed that the cooperative learning methods Student Team Achievement Division (STAD) gave the effect to the bounce pass basketball outcomes completeness significantly. And the improvement reached 11,51%. So, it can be conclude that the cooperative learning methods Student Team Achievement Division (STAD) can be used to improve an bounce pass basketball outcomes completeness into the physical sport and health education at eight grade students of SMPN 2 Tegalombo, Tegalombo Pacitan. Keywords: Cooperative Learning, STAD, Bounce Pass, Basket Ball.
PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN BAGIAN DAN METODE PEMBELAJARAN KESELURUHAN TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR UNDERHAND PASS BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VIII MTS DARUL HIKAM TRACAL KARANGGENENG LAMONGAN) BUKHORI,
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak metode pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan hasil belajar underhand pass bolavoli. Akan tetapi dalam kenyataan dan praktek dilapangan masih banyak siswa yang masih belum paham dan mampu melakukan apa yang telah disampaikan pada saat pembelajaran. Untuk itu diperlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat agar siswa bisa lebih mudah dalam menguasai gerakan-gerakan underhand pass pada bolavoli. Tujuan penelitian ini untuk : 1) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar underhand pass bolavoli dengan diterapkan metode pembelajaran bagian dan metode pembelajaran keseluruhan 2) Untuk mengetahui metode apakah yang lebih baik antara metode pembelajaran bagian dengan metode pembelajaran keseluruhan terhadap hasil belajar underhand pass bolavoli. Sasaran untuk penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Darul Hikam Tracal Karanggeneng Lamongan yang yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VIII-A berjumlah 20 siswa dan Kelas VIII-B berjumlah 20 siswa.  Berdasarkan hasil perhitungan statistik menunjukkan mean dari hasil belajar underhand pass bolavoli kelas VIII-B dengan metode pembelajaran bagian yaitu26,365 sedangkan mean dari hasil belajar underhand pass bolavoli kelas VIII-A dengan metode pembelajaran keseluruhan yaitu 24,960. Untuk presentase peningkatan hasil belajar underhand pass bolavoli untuk metode bagian yaitu 58%, sedangkan presentase peningkatan hasil belajar underhand pass bolavoli untuk metode keseluruhan yaitu 57%.  Hasil analisis data dan pembahasan yang dilihat dari uji Indpendent Sample Test  menunjukkan bahwa nilai t hitung (0,728) lebih kecil dari pada t tabel (2,013). Sehingga dengan demikian Ha ditolak dan Ho diterima. Jadi tidak ada perbedaan yang signifikan antara metode pembelajaran bagian dan metode pembelajaran keseluruhan terhadap peningkatan hasil underhand pass bolavoli studi pada siswa kelas VIII MTs Darul Hikam Tracal Karanggeneng Lamongan. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran bagian lebih baik dari pada metode pembelajaran keseluruhan. Kata Kunci : Metode Bagian Dan Keseluruhan, Underhand Pass Abstract A lot of learning methods used in order to improve volleyball underhand pass result. Yet, in real life and practice in the yard, there are many students who still do not understand and be able to do what have been delivered in learning process. Therefore, it is needed a suitable learning method so that students can master the movements in volleyball underhand pass easily. This study aimed to: 1) To know the result differences of volleyball underhand pass using part and whole learning method 2) To know whether part or whole learning method is better to the result of learning volleyball underhand pass. The target of this study is VIII grade students of MTs Darul Hikam Tracal Karanggeneng Lamongan which consists of 2 classes that are VIII-A class with 20 students and VIII-B class with 20 students. Based on statistic counting result, mean of volleyball underhand pass learning result of VIII-B class with part learning method is 26,365 whereas mean of volleyball underhand pass learning result of VIII-A with whole learning method is 24,960. The percentage of result improvement of learning volleyball underhand pass with part learning method is 58%, meanwhile the percentage of result improvement of learning volleyball underhand pass with whole learning method is 57%. Data analyses result and discussion can be seen from Independent Sample Test which chows that count t (0,728) smaller than table t (2,013). Thus Ha is refused and Ho is accepted. Therefore there is no significant difference between part and whole learning method in result improvement of volleyball underhand pass to VIII grade students of MTs Darul Hikam Tracal Karanggeneng Lamongan. This shows that part learning method is better than whole learning method. Keywords: Part and Whole Method, Underhand Pass
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA DI SMA NEGERI PLANDAAN JOMBANG MIFTAHUL LAILI RAMADHANA, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan optimal tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas berikutnya. Dalam kebugaran jasmani ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan ekstenal. Faktor internal antara lain adalah genetik, umur, jenis kelamin sedangkan faktor eksternal adalah status gizi, aktivitas fisik, kebiasaan olahraga dan lain-lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa di SMA Negeri Plandaan Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain penelitian non-eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri Plandaan Jombang dengan besar populasi 346 siswa dan sampel penelitian ini adalah kelas X-2, XI-IPS1 dan XII-IPA1 dengan jumlah 80 siswa, dimana teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan pengukuran status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) sedangkan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani menggunakan instrumen tes MFT (Multistage fitness test). Untuk analisis data yang digunakan adalah Koefisien korelasi gamma.Dari hasil perhitungan statistik menunjukkan value sebesar 0.276 dan sig sebesar 0.564, hal ini menunjukkan bahwa sig (0.564) > alpha 0.05 yang berarti bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa di SMA Negeri Plandaan Jombang, karena ada beberapa faktor lain yang berpengaruhterhadap tingkat kebugaran jasmani misalnya aktivitas fisik dan kebiasaan berolahraga. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Status Gizi Abstract Physical fitness is someone’s ability to do daily activity optimally without experiencing significant fatigue and still have backup power to do the next activity. There are some factors that influence physical fitness which are internal factor and external factor. The internal factors are genetic, age, gender, meanwhile the external factors are nutrition status, physical activity, sport habit etc.This study aimed to know the correlation between nutrition status and student’s physical fitness level in SMA Negeri Plandaan Jombang. This is correlational study with non-experiment design. Population in this study was students of SMA Negeri Pelandaan Jombang which 346 population of students and sample of this study was X-2, XI-IPS-1 and XII-IPA 1 which consists of 80 students, where the technique which was used to take the sample was stratified random sampling. The Instrument in this research using nutrition status measurement based on body mass index for age (BMI/age) meanwhile to measure the physical fitness level used MFT (Multistage fitness test) test instrument. For analyzing the data used gamma correlation Coefficient.From the statistic counting, the result that showed value of count 0,276 and sig 0,564, showed that sig (0,564) > 0.05 alpha which means that H0 is accepted and H1 is refused.The result can be concluded that there is no significant correlation between nutrition status and students’ physical fitness level in SMA Negeri Plandaan Jombang, because there are other factors that influence the physical fitness level such as physical activity and sport habit. Keywords: Physical Fitness, Nutrition status
PERBANDINGAN TINGKAT STATUS GIZI BERDASARKAN LETAK GEOGRAFIS SISWA SD KELAS BAWAH DI KABUPATEN NGANJUK MAULVI ROZY, HASBI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMANFAATAN MEDIA COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION (CAI) MODEL DRILLS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA  TERHADAP MATERI AJAR PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN NARKOBA DAN PSIKOTROPIKA (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 NGANJUK) RAMADHANI, FANDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan penggunaan teknologi pembelajaran dalam dunia pendidikan sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa. Guru dituntut untuk mampu menentukan metode yang tepat dalam menyampaikan materi ajarnya supaya tujuan pembelajaran dapat tersampaikan secara maksimal. Penggunaan media pembelajaran dapat dijadikan salah satu cara efektif untuk menyampaikan materi ajar kepada siswa.  Salah satunya yaitu dengan menggunakan media berbasis komputer yakni computer assisted instruction (CAI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan media computer assisted instruction (CAI) model drills terhadap peningkatan pemahaman siswa terhadap materi ajar pencegahan dan penanggulangan narkoba dan psikotropika pada siswa kelas XI MIA 3 dan XI MIA 4 di SMA Negeri 2 Nganjuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian randomized control group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Nganjuk yang berjumlah 339 siswa. Penentuan sampel menggunakan cluster random sampling, sehingga didapat kelas XI MIA 3 sebagai kelompok kontrol (33 siswa) dan XI MIA 4 sebagai kelas eksperimen (32 siswa). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media computer assisted instruction (CAI) model drills terhadap peningkatan pemahaman materi ajar ajar pencegahan dan penanggulangan narkoba dan psikotropika  pada siswa kelas XI MIA 3 dan MIA 4 di SMA Negeri 2 Nganjuk. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel (10,388 > 2,039) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga bisa disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media computer assisted instruction (CAI) model drills untuk meningkatkan pemahaman siswa materi ajar pencegahan dan penanggulangan narkoba dan psikotropika pada siswa kelas XI MIA  SMA Negeri 2 Nganjuk dengan peningkatan murni sebesar 31,71% yang didapat dari peningkatan eksperimen – peningkatan kontrol = 57,41% - 25,70% = 31,71%. Kata Kunci : Computer Assisted Instruction, Pemahaman, Narkoba dan Psikotropika Abstract Technology Development which more advance causes the using of teaching technology in educational world has big influence to the process and student’s study result. The Teacher has to decide the appropriate methods in delivering teaching material in order to reach the goal maximaly. The using of teaching media can be one of the effective ways  in delivering teaching material to the students. One of them is by using computer based media named computer assited intructions (CAI). The goal of this study is to know  the influence of computer assited intructions (CAI) media in drills models toward teaching material of drugs and psycotropic prevention of eleventh MIA 3 and eleventh MIA 4 in SMAN 2 Nganjuk. Study method uses experimental study and study design uses randomized control group pretest-posttest design. Population of this study is 339 students of eleventh grades SMAN 2 Nganjuk. Sample decision using cluster random sampling, there are eleventh MIA 3 as control group (33 students) and eleventh MIA 4 as experimental group (32 students). Based on the study result, it can be concluded that there is influence between the using of computer assited intructions (CAI) media in drills models toward the increasing of drugs and psycotropic prevention material mastering of eleventh MIA 3 and MIA 4 SMAN 2 Nganjuk. It can be proved from T test that show value of T > T table (10,388 > 2,039) means Ha is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that there is influence of computer assited intructions (CAI) media in drills models to increases student’s mastering in drugs and psycotropic prevention material of  eleventh grade MIA SMAN 2 Nganjuk with the increasing number 31,71% that is gotten from experimental increasing – control increasing = 57,41% - 25,70%  = 31,71%. Keywords : Computer assisted instruction, Mastering, drugs and psycotropic
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA SMA NEGERI 2 DENGAN SISWA SMA NEGERI 4 KOTA PROBOLINGGO MUSLIH, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani yang dilaksanakan sebagai proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran jasmani. Karena pendidikan jasmani, merupakan sebuah investasi jangka panjang dalam pembinaan mutu sumber daya manusia Indonesia. Karena Kebugaran jasmani mengandung pengertian bagaimana kemampuan seseorang dalam melakukan tugas kejasmanian sehari-hari secara optimal bahkan masih dapat melakukan kegiatan jasmani tambahan lainnya tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.Dari penjelasan di atas, peneliti ingin mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa yang memperoleh pengalaman belajar pendidikan jasmani yang relatif sama yaitu  antara siswa kelas X SMA Negeri 2dengan siswa kelas X SMA Negeri 4Kota Probolinggo dengan menggunakan tes TKJI. Tujuan penelitian iniuntuk : 1)Untukmengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas X SMA Negeri 2dengan siswa kelas X SMA Negeri 4Kota Probolinggo. 2) Untuk mengetahui sekolah mana yang lebih baik tingkat kebugaran jasmaninya. Dari kedua sekolah populasinya sebanyak 388 dan di ambil sampel 59 siswa dengan mengunakan cara cluster random sampling pada siswa kelas X di kedua sekolah. Berdasarkanhasilperhitunganstatistikmenunjukkanmedian dari hasil tes TKJI siswa SMA Negeri 2 Kota Probolinggo sebesar 10,50 sedangkan median dari hasil tes TKJI siswa SMA Negeri 4 Kota Probolinggo sebesar14,00. Hasil analisis data dan pembahasan yang dilihat dari uji Mann Whitney Test  menunjukkan bahwa nilai signifikan (0,002) lebih kecil dar alpha (5%). Sehingga dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi, ada perbedaan yang signifikan tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas X SMA Negeri 2 dengan siswa kelas X SMA Negeri 4 Kota Probolinggo. Kata Kunci :Tingkat Kebugaran Jasmani Abstract Sport education is implemented as a reagularly and continuity education process to acquire knowledge, personality, skill, healthy, and fitness. It is because sport education is a long term invensment in constructing human resources in Indonesia. Sport education also has an understanding of how one’s capability to cope with daily physical activities optimally and even capability of doing other additional physical activities without causing meaningful exhausted. From the explanation above, the researcher wants to find out the fitness level of students which has had relatively the same sport education experience; those are the Tenth Graders of SMA Negeri 2and Tenth Graders of SMA Negeri 4Kota Probolinggo through TKJI Test. The aim of this research: 1) To find out the physical fitnes level comparison between Tenth Graders of SMA Negeri 2and Tenth Graders of SMA Negeri 4Kota Probolinggo. 2) To find out which school had better fitness level. From both school, the population is 388 students which 59 of them are taken as the sample through cluster random sampling from the tenth graders in both school. As the result of statistic measurement, it shows that the median from tenth graders of SMA Negeri 2 Kota Probolinggo result is 10,50 whereas the median from tenth graders of SMA Negeri 4 Kota Probolinggo result is 14,00. Data analysis result and discussion which is measurred from Mann Whitney Test shows that significant value (0,002) is smaller than alpha (5%). Hence, Ha is accepted and HO is rejected. Thus, there is significantly different of fitness level between Tenth Graders of SMA Negeri 2and Tenth Graders of SMA Negeri 4Kota Probolinggo. Keywords : Physical Fitness Level.
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI SISWA KELAS X SMK N 1 CEPU RUSSETYA ARTHAMARA, SHALLY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemenuhan gizi dalam tubuh manusia terutama di kalangan remaja yang tidak seimbang akan menyebabkan gangguan gizi. Hal ini berhubungan dengan kondisi nutrisi, asupan makanan sehari-hari, makanan sehat ataukah makanan yang tidak sehat. Ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi kurang atau masalah gizi lebih. Status gizi adalah keadaan tubuh yang diakibatkan oleh konsumsi, penyerapan dan penggunaan makanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran status gizi siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi siswa SMK N 1 Cepu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif . Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah menggunakan desain penelitian survey. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji korelasi. Instrumen penelitian ini menggunakan perhitungan IMT / U dan angket. Sampel dalam penelitian ini, yaitu dua kelas di SMKN 1 Cepu dengan total siswa sebanyak 52 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh gambaran status gizi sebagai berikut: status gizi normal sebanyak 41 siswa (78,85%) dan status gizi tidak normal 11 siswa (21,15%). Sedangkan faktor dominan yang mempengaruhi status gizi siswa kelas X SMK N 1 Cepu adalah status gizi ayah dan pola makan, khususnya sayur. Kata Kunci: Faktor-Faktor, Status Gizi, Siswa Abstract The unbalanced nutrition fulfillment inside human body especially for teenager causes nutrition disorder. This is related with the nutrition condition, the daily food which does not know whether it is healthy or not. The unbalanced between food consumed and the teenager needs will cause  lack  nutrition or excess nutrition. Nutrition status is the body condition which is caused by food consumption, food absorption and the way food consumed. The purpose of this study is to identify the students’ nutrition status and factors which affects it in SMK N 1 Cepu. The study belongs to descriptive qualitative. The research design used in this study is survey study. The data analysis technique which is used in this research is a correlation test analysis. Moreover, the instrument of this research is IMT/U calculation and questionnaire. The sample used in this research is the two classes in SMKN 1 Cepu which consist of 52 students. Based on the result of the research, it can be concluded that the nutrition status of students in SMKN 1 Cepu can be explained as follows; normal nutrition status reached 41 students (78,85%) and abnormal nutrition status reached 11 students (21,15%). In addition, the factors which affect the nutrition status of students in SMKN 1 Cepu is caused more by father’s nutrition status and eating pattern especially eating vegetable. Keywords: factors, nutrition status, students

Page 54 of 109 | Total Record : 1082