cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENERAPAN AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL GERAK PENCAK SILAT SENI BEREGU BAKU IPSI (STUDI PADA SISWA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI SMK PGRI 1 PONOROGO) ADI NUGROHO, FRENDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan  pengamatan dan wawancara dengan pelatih ekstrakurikuler pencak silat di SMK PGRI 1 Ponorogo cukup banyak yeng mengikuti ekstrakurikuler  pencak silat, tetapi untuk seni beregu masih kurang yang berminat,  khususnya  diponorogo banyak kejuaraan antar pelajar tapi peminatnya untuk kategori seni beregu sangat sedikit sehingga saya melihat peluang untuk berprestasi lebih besar dikategori seni beregu. Oleh karena itu peneliti menerapkan  media pembelajaran  audio visual diharapkan siswa ekstrakurikuler mampu mempraktikkan seni beregu baku IPSI dengan tepat dan benar. Pencak silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama. Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat,yaitu 1) Aspek Mental Spiritual, 2) Aspek Seni Budaya, 3) Aspek Bela Diri, 4) Aspek Olahraga. Dari keempat aspek tersebut terdapat aspek olahraga dimana didalamnya dituntut untuk berprestasi.Dalam pencak silat prestasi terdapat dua kategori yaitu kategori tanding dan kategori seni. Kategori  seni regu adalah pertandingan pencak silat yang menampilkan tiga orang pesilat dari kubu (tim) yang sama memperagakan kemahiran dalam jurus baku regu, secara benar, tepat, mantap penuh penjiwaan dan kompak dengan tangan kosong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Oleh sebab itu penelitian ini menggunakan sampel dan form penilaian jurus beregu IPSI. Sampel dari penelitian ini adalah 24 siswa ekstrakurikuler pencak silat di SMK PGRI 1 Ponorogo yang akan dibagi menjadi 8 kelompok dimana satu kelompok terdapat 3 siswa. Penganalisisan data hasil pengisian form penilaian jurus beregu terdapat empat responden dalam penelitian ini yakni 3 wasit juri, dan siswa ekstrakurikuler pencak silat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan audio visual terhadap hasil gerak pencak silat seni beregu baku IPSI pada siswa ekstrakurikuler pencak silat di SMK PGRI 1 Ponorogo tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: Audio Visual, Hasil Gerak Seni Beregu. Abstrak Based on observations and interviews with the extracurricular coach of Pencak Silat in SMK PGRI 1 Ponorogo,thereare quite a lot who follows Pencak Silat extracurricular, but for the group art still less interested, especially in Ponorogo.There are many Students Championship but still less interested in Group arts, so i saw a big chance for us to have many achievements in group arts category.Because of that,Researchers applied Audio Visual learning media, soextracurricular students can practice the IPSIformal group artawithprecise and correct. As we know,Pencak Silat has many shapes and patterns,but they have similar aspects. There are four main aspects in Pencak Silat, which are 1) Mental Spiritual Aspect, 2) Art and Culture Aspect, 3) Martial Arts Aspect, 4) SportAspect. Between the four aspects there are aspects of sports which is required to excel.In pencak silatthere are two categories,Fighting categoryand art category. The group art category is a martial arts match featuring three folks from the same squad demonstrating the skill in the standard stance of the squad, correctly, precisely, steadily full of inspiration and compact with empty hands. This type of research is descriptive quantitative.Because of that, Thisresearchused sample dan score forms from IPSI team stance.The sample of this research is 24 students of extracurricular pencak silat in SMK PGRI 1 Ponorogo which will be divided into 8 groups which consist of 3 students. The analyzed data resultfrom the group stance score form, there are four respondentthat is 3 referee of jury, and student extracurricularof pencak silat. The result of the research shows that the application of audio visual to the result of motion of IPSI groups martial arts standard on pencak silat extracurricular students in SMK PGRI 1 Ponorogo is there are no significant difference. Keywords : Audio Visual, Group art moves result.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA PGRI 2 JOMBANG) SURYANTO, DONY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ada beberapa teknik permainan bola basket yang harus bisa di kuasai seperti halnya teknik mengoper bola (passing), teknik dasar menggiring (dribbling),dan teknik dasar menembak (shooting). Shooting merupakan suatu teknik dasar terpenting dalam permainan bola basket karena dalam permainan bola basket regu yang memasukan bola terbanyak diakhir pertandingan dinyatakan sebagai pemenang. Oleh karena itu memasukan bola ke ring dianggap penting, dengan demikian setiap pemain harus dilatih atau diajarkan cara memasukan bola ke keranjang sehingga mereka memiliki keberanian untuk melakukanya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar shooting bola basket pada siswa kelas XI SMA PGRI 2 jombang Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA PGRI 2 jombang sebanyak 40 siswa. Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal penulis menggunakan tes keterampilan (skill) shooting bola basket. Dari hasil penelitian pengaruh pemberian reward  terhadap hasil belajar shooting bola basket memiliki rata-rata pretest 6,25 sedangkan hasil rata-rata posttest memiliki rata-rata sebesar 10,25. Dengan standart deviasi pretest sebesar 3,631, dan posttest sebesar 3,812, yang memiliki nilai varians pretest  sebesar 13,187, dan posttest sebesar 14,537. Dengan nilai terendah pretest sebesar 1 dan posttest  sebesar 4. Untuk nilai tertinggi pretest sebesar 16 dan posttest sebesar 19. Dari hasil uji normalitas menyebutkan data hasil pretest sebesar (Kolomogrov-Smiroiv Z = 754). Sedangkan dari data hasil posttest sebesar (Kolomogrof-Smirnov Z = 638). Karena hasil data keduanya lebih besar dari (5%) maka hal ini menunjukan bahwa hasil pretest dan posttest adalah normal. Untuk mengetahui nilai koefisien Paired Sampel t-test (uji beda rata-rata berpasangan). Hasil penelitian mengatakan bahwa analisa Paired Sampel t-test didapatkan : nilai thitung  (7,352) > ttabel (1,685). Dari hasil data yang dikumpulkan didapat dari perhitungan  yaitu sebesar 54,4%. Dengan kata lain bahwa terdapat pengaruh pada pemberian reward terhadap hasil hasil belajar shooting bola basket pada siswa kelas XI IPA 2 SMA PGRI 2 Jombang dengan peningkatan sebesar 54,4%. Kata Kunci: pemberian reward, hasil belajar, shooting bola basket. Abstract There are several techniques basketball game that must be mastered as well as techniques to pass the ball (passing), basic techniques lead (dribbling), and the basic techniques of shooting (shooting). Shooting is one of the most important basic techniques in a basketball game because the game of basketball teams who enter the highest end of the game the ball is declared the winner.Therefore enter the ball into the ring is important, so every player must be trained or taught how to enter the ball into the basket so that they have the courage to do it. The purpose of this study was to determine how much influence the reward system to the learning outcomes shooting basketball in grade students of SMA PGRI 2 jombang xi This study is quasi-experimental research design with one group pretest-posttest design. Samples of this research is class xi SMA PGRI 2 jombang 40 students. To get the maximum learning authors use a test of skills (skills) shooting a basketball. From the research the effect of reward on learning outcomes shooting basketball has average pretest 6.25 whereas the average posttest results had an average of 10.25. With a standard deviation of 3.631 pretest and posttest of 3.812, which has a value of 13.187 variance pretest and posttest at 3.812. With the lowest value of 1 pretest and posttest for 4. For the highest score of 16 pretest and posttest by 19. From the results of the normality test result data pretest mention of (Kolomogrov-Smirniv Z = 754). While the data from posttest results for (Kolomogrof-Smirnov Z = 638). Because the data results are both greater than (5%) then this shows that the pretest and posttest results are normal. To determine the value of the coefficient Paired samples t-test (mean difference test in pairs). Research suggests that the analysis Paired samples t-test is obtained: tcount (7.352)> t table (1.685). Data collected from the results obtained from the calculation of the MD / Mpre X 100%, ie by 54.4%. In other words that there is an influence on the outcome of reward learning outcomes shooting basketball in class XI IPS 2 SMA PGRI 2 Jombang with an increase of 54.4%. Keywords: reward, learning outcomes, shooting a basketball.
PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN JAM PEMBELAJARAN KE 1, 2, DAN 3 DENGAN JAM PEMBELAJARAN KE 6, 7, DAN 8 PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 3 SIDOARJO ANISA NICHMATUS SURIYANTO, EKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PJOK merupakan salah satu mata pelajaran yang ada dalam kurikulum satuan pendidikan mulai dari SD, SMP,SMA dengan fokus pembelajaran melalui aktifitas gerak. salah satunya adalah motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru di lapangan. Salah satu unsur yang mendukung motivasi belajar adalah lingkungan. Jam pelajaran adalah waktu yang tertentu lamanya untuk memberikan pelajaran. Jam pembelajaran setiap mata pelajaran berbeda-beda tidak terkecuali PJOK. Di SMPN 3 Sidoarjo ada jam pembelajaran yang waktu pelaksanaan pembelajaran sangat berbeda, yaitu jam pembelajaran ke 1, 2 dan 3 dengan jam pembelajarannya ke 6, 7 dan 8. Waktu inilah yang membuat siswa mengalami perubahan tingkah laku karena cuaca yang sangat berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani , olahraga dan kesehatan siswa pada jam pembelajaran ke 1, 2 dan 3 dengan siswa jam pembelajaran ke 6, 7 dan 8. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan siswa pada jam pembelajaran ke 1, 2 dan 3 dengan siswa pada jam pembelajaran ke 6, 7 dan 8 di SMP Negeri 3 Sidoarjo yang dibuktikan dari hasil uji t hitung 0,373 < nilai t tabel 1,836 dengan taraf signifikan 0,05. Kata Kunci: jam pembelajaran ke 1, 2 dan 3 dengan  jam pembelajaran ke 6, 7 dan 8, motivasi belajar Abstract PJOK is one of the subjects in education curriculum in all school graders; elementary school, junior high school and senior high school. The subject focus on the learning through movement. One of them is the motivation of students to follow lessons given by teachers in the field. One that elements that support the learning motivation is the environment. Period lessons are the time spending for lessons. Every period lessons of PJOK in each graders are different from one to another. In SMPN 3 Sidoarjo thereare so many differences of period lesson. There is 1st, 2st and 3th student period lesson and 4th, 5th and 6th student period lesson. This period making students changing in behaviour because the weather is different. The purpose of this study was to determine differences of motivation learning in Physical Education, Sport and Health in 1st, 2nd and 3th period lesson students and 6th, 7th and 8th period lessons in SMPN 3 Sidoarjo. From this results  it can be conlcluded that there was no difference in learning motivation of Physical Education, Sport and Health in student period lesson to 1st, 2nd and 3th and 6th, 7th and 8th period in SMPN 3 Sidoarjo as evidenced from the result of the t test 0,373< t table 1,836 at 0,05 significance level Keywords: 1st, 2nd and 3th period lesson with 6th, 7th and 8th period, Learning motivation on physical education, sport and health.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DAN YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER NON OLAHRAGA (STUDI PADA SISWA SMPN 22 SURABAYA) PRASTYO UTOMO, DODY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manusia dalam kehidupan sehari-hari melakukan gerak untuk meraih sesuatu atau melakukan pekerjaan. Manusia yang sering melakukan aktivitas olahraga yang rutin cenderung memiliki tingkah laku yang berbeda dari mereka yang tidak pernah melakukan aktivitas olahraga sama sekali. Perkembangan teknologi dan era globalisasi saat ini telah mendominasi seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dengan teknologi. Fungsi teknologi sendiri adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia, namun seiring berjalannya waktu manusia terlalu menggantungkan hidupnya menggunakan teknologi. Sehingga secara tidak langsung menganggu pola hidup, manusia menjadi pasif dan malas melakukan gerak. Tujuan penelitian ini adalah mengentahui perbedaan kemampuan motorik siswa SMPN 22 Surabaya yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan yang mengikuti ekstrakurikuler non olahraga, dan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan kemampuan motorik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan yang mengikuti ekstrakurikuler non olahraga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. subjek penelitia adalah siswa SMPN 22 Surabaya yang berjumlah 90 siswa. Tes yang digunakan adalah Barrow Motor Ability Test dan teknik analisis data menggunakan mean, standar deviasi, varian , dan uji-T. Berdasarkan hasil data penelitian, diketahui bahwa keterampilan motoric rata-rata siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga adalah 4276,62 dan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler non olahraga adalah 3071,87. Dalam hasil perhitungan menggunakan SPSS 22, diketahui t_hitung (5.379) lebih besar dari t_tabel (1.98729). dapat disimpukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara keterampilan motorik siswa yang megikuti ekstrakurikuler olahraga dan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler non olahraga. Kata Kunci: Kemampuan Motorik, Ekstrakurikuler, Olahraga, Non Olahraga.  Abstract In the daily life, humans always do motion to reach or to do something. Humans who often do regular sport activities tend to have a different behavior than those who never do sport activities. Nowadays, the technological development and the globalization era have dominated all of the human aspects. Humans, in their daily life, cannot be separated from the technology. The technology has the function to make the human’s job easier and it makes human rely their life to the technology. So, it disrupts the lifestyle; humans become more passive and lazier to do the activities. This study aims to find out and to know how much the motor ability’s differences of students in SMPN 22 Surabaya who join sport extracurricular and those who join non-sport extracurricular. This study is a kind of non-experimental research and it used quantitative research. The subjects of this study were 90 students of SMPN 22 Surabaya. The instrument of this study was Barrow Motor Ability Test and it was analyzed using mean, standard deviation, variant, and T-test. Based on the data, it can be found that the mean of the motor ability of the students who joined sport extracurricular was 4276,62 and those who joined non-sport extracurricular was 3071,87. In the analysis using SPSS 22, it can be found that t-values (5.379) were higher than t-table (1.98729). So, it can be concluded that the difference of students’ motor ability who joined sport extracurricular and those who joined non-sport extracurricular was significant. Keywords: Motor Ability, Extracurricular, Sport, Non-Sport
PERBANDINGAN PERILAKU HIDUP SEHAT ANTARA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KOTA DENGAN DI DESA (STUDI PADA SMA NEGERI 3 SIDOARJO DENGAN SMA NEGERI 1 KREMBUNG) WIBOWO, FEBRIANTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan tempat dimana anak-anak memperoleh pendidikan. Perbedaan letak goegrafis sekolah diduga memberikan perbedaan kondisi perilaku hidup sehat siswa yang tinggal di kota dan di desa, letak geografis antara kedua sekolah tersebut membuat perbedaan salah satunya adalah perilaku hidup sehat siswa yang dipengaruhi oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku hidup sehat siswa SMA Negeri 3 Sidoarjo di kota dengan siswa SMA Negeri 1 Krembung di desa. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen dengan desain penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 3 Sidoarjo kelas X dan XI, jumlah keseluruhan 720 siswa, dan SMA Negeri 1 Krembung, kelas X dan XI, jumlah keseluruhan 768 siswa. Besar populasi keseluruhan dari kedua sekolah tersebut adalah 1.488 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan angket perilaku hidup sehat. Data dianalisis menggunakan Uji-T atau uji beda dengan Independent Sample. Hasil perhitungan statistik menunjukkan mean dari hasil angket siswa SMA Negeri 3 Sidoarjo sebesar 83.9671 sedangkan mean dari hasil angket siswa SMA Negeri 1 Krembung sebesar 84.186. Uji Independent Sample Test menunjukkan bahwa nilai signifikan (0,653) lebih besar dari alpha (0,05), sehingga dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak. Simpulan dalam penelitian ini, tidak ada perbedaan yang signifikan perilaku hidup sehat antara siswa SMA Negeri 3 Sidoarjo di kota dengan siswa SMA Negeri 1 Krembung di desa. Kata Kunci : Letak Geografis Sekolah, Perilaku Hidup Sehat. Abstract School is a place where children get an education. The geographic difference of the school give differences in healthy living behavior of students who live in the city and the village, the geographical location between two schools makes a difference, one of them is the healthy behavior of students affected by the environment. This study aims to determine the difference in healthy life behavior between the students of SMA Negeri 3 Sidoarjo in the city and the students of SMA Negeri 1 Krembung in the village. This research is a non-experimental research with comparative research design. The population of this study were students of SMA Negeri 3 Sidoarjo class X and XI, total 720 students, and SMA Negeri 1 Krembung, class X and XI, total 768 students. The total population of both schools is 1,488 students. Samples were taken using by stratified random sampling technique. Instruments of this study used a questionnaire of healthy living behavior. Data were analyzed used T-Test or different test with Independent Sample. The results of statistical calculations show that the mean of the results of student questionnaires of SMA Negeri 3 Sidoarjoamounted to 83.9671 while the mean of the results student questionnaire of SMA Negeri 1 Krembung 84.186. The Independent Sample Test shows that the significant value (0.653) is greater than alpha 0.05, So therefore H0 is accepted and H1 is rejected. The conclusion of this research is that there is no significant difference of healthy life behavior between the students of SMA Negeri 3 Sidoarjo in the city and the students of SMA Negeri 1 Krembung in the village. Keywords: School Geography, Healthy Living Behavior.
PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA SISWA JAM PEMBELAJARAN KE 1 DAN 2 DENGAN JAM KE 11 DAN 12 (STUDI PADA SISWA KELAS X SMK PGRI 1 GESIK) AMIN FACHRUDIN, FATHUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era sekarang, pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi. Untuk mendapatkan hasil maksimal di dunia pendidikan, perlu perbaikan di bidang terkait. Dalam upaya penyelenggaraan pendidikan dapat diimplementasikan dalam kurikulum yang disiapkan oleh pemerintah dan unit pendidikan yang bersangkutan. Pendidikan jasmani dan olah raga adalah mata pelajaran di sekolah. Dalam kegiatan belajar mengajar, pembelajaran fisik dan interaksi olahraga diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang aktif. Ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi. Salah satunya adalah motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan di lapangan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan siswa belajar jam 1 dan 2 dengan jam ke 11 dan 12, dan 2. Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan Siswa pada jam 1 dan 2 dengan jam ke 11 dan 12. Sasaran dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMK PGRI 1 Gresik dan jumlah sampel sebanyak 70 siswa. Metode analisis ini menggunakan metode statistik kuantitatif. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket adopsi dari Mayasari. Hasil analisis t hitung hitung adalah nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 1,115 <3,984 dengan tingkat signifikansi 0,05. Dengan kata lain tidak ada perbedaan motivasi belajar PJOK pada siswa jam pembelajaran ke 1 dan 2 dengan jam 11 dan 12. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Pendidikan Jasmani      Abstract In the present era, education is an absolute thing to be fulfilled. To get maximum results in the world of education, need improvement in the related areas. In the effort of implementation of the education can be implemented in curriculum prepared by government and educational unit concerned. Physical education and sports are the subjects in school. In a learning activity teaching physical education and sports interaction is required to create an active learning. This is not independent of the factors that affect. One is the motivation of students to follow the learning given in the field by the teacher. The purpose of this study is 1. To know the difference motivation learning physical education, sports, and health students learning hours 1 and 2 with hours to 11 and 12, and 2. To find out how much difference motivation learning physical education, sports, and health Students at 1 and 2 hours with the hours to 11 and 12. The target of this study is the students of class X SMK PGRI 1 Gresik and the number of samples of 70 students. This method of analysis uses quantitative statistical methods. While the data retrieval process is done by using the adoption questionnaire from Mayasari. The result of t test counting analysis is t-count value smaller than t-table that is, 1,115 < 3,984 with level of significance 0,05. In other word that there is no difference of learning motivation of PJOK at student of 1st and 2nd hour learning with hour 11 and 12 Keywords : Learning Motivation, Physical Education
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH DAN PASSING ATAS BOLAVOLI PADA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 BAURENO KECAMATAN BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO NOVIYANTO, ARI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan merupakan suatu proses seseorang sebagai individu ataupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik, melalui kegitan dalam berbagai rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan dan pembentukan watak atau karakter. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani, berhasil tidaknya pembelajaran ditentukan oleh peran guru sebagai pendidik yang berarti meneruskan dan mengembangkan keterampilan gerak kepada peserta didik, sehingga proses pembelajaran pendidikan jasmani dapat berjalan dengan baik. Didalam pembelajaran banyak metode pembelajaran yang diterapkan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasain gerak dasar passing bawah dan passing atas bolavoli. Akan tetapi dalam kenyataanya dalam praktik di lapangan masih terdapat banyak siswa yang masih belum paham akan materi yang disampaikan oleh guru. Untuk itu diperlukan suatu metode pembelajaran lain yng dirancang dengan menggunakan kemaampuan teman sebaya pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Baureno Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Tujun penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar passing bawah dan passing atas bolavoli pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Baureno kecamatan Baureno kabupaten Bojonegoro. 2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh penerapan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar passing bawah dan passing atas bolavoli pada siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 33 siswa. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar passing bawah dan passing atas bolavoli, yang dibuktikan dari nilai passing atas mempunyai nilai T hitung sebesar 11,390 ≥ T tabel 1,694 dengan Sig = 0,000 ≤ α = 0,05 dengan besar peningkatan 24,99%. Dan passing bawah mempunyai nilai T hitung sebesar 10,063 ≥ T tabel 1,694 dengan Sig = 0,000 ≤ α = 0,05 dengan besar peningkatan 22,28% Kata Kunci: Tutor sebaya, hasil belajar, passing Abstract Physical Education, Sports and Health is a process of a person as an individual or a member of society which is done consciously and systematically, through activity in various order to acquire ability and skill of body, growth, intelligence and character formation or character. In learning physical education, the success or failure of learning is determined by the role of teachers as educators which means continuing and developing the skills of motion to learners, so that the physical education learning process can run well. In learning many learning methods are applied in order to improve the ability of students in dominate basic movement of underhand pass and overhand pass of the volleyball. However, in reality in practice in the field there are still many students who still do not understand the material presented by the teacher. For that needed another learning method yng designed by using peer ability in student class XI in SMK Negeri 1 Baureno District Baureno Bojonegoro District. The purpose of this research is 1) To know the effect of peer tutor learning to the learning result of underhand pass and overhand pass of the volleyball on the students of class XI SMK Negeri 1 Baureno Baureno sub-district Bojonegoro district. 2) To know the effect of the application of peer tutor to the learning result of underhand pass and overhand pass the volleyball on the students, with the number of samples of 33 students. Based on the research that has been done can be concluded that there is significant influence of peer tutor to the learning result of underhand pass and overhand pass of the volleyball, as evidenced from the underhand pass value has a value of T arithmetic of 11.390 ≥ T table 1.694 with Sig = 0,000 ≤ α = 0 , 05 with a large increase of 24.99%. And the overhand pass has a value of T arithmetic of 10.063 ≥ T table 1.694 with Sig = 0,000 ≤ α = 0.05 with a large increase of 22.28% Keywords: Peer tutor, learning outcomes, passing
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBLLE BOLABASKET (STUDI PADA SISWA KELAS XI MAN 1 PAMEKASAN) TAMMIMI, NAHDIY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran demonstrasi merupakan cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang disertai penjelasan secara lisan. Dengan model pembelajaran demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap materi pembelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Hal ini karena siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan saat proses pelajaran berlangsung. Tujuan dari penelitian ini untuk : 1. Untuk mengetahui adanya pengaruh dan besarnya peningkatan hasil belajar dengan model pembelajaran demonstrasi terhadap hasil belajar dribble bolabaket pada siswa kelas XI  MAN 1 Pamekasan. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi-experiment) dengan melakukan pendekatan kuantitatif. Siswa yang menjadi subyek penelitian sebanyak 36 anak. Pengambilan data dengan cara menggunakan tes dribble (Pre-test) dan tes dribble (Post-test) pada permainan bolabasket. Hasil penelitian ini diperoleh adanya pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran demonstrasi terhadap hasil belajar dribble siswa kelas XI MAN 1 Pamekasan. Hasil uji t menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan dribble bolabasket siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran demonstrasi (thitung 20,028 > t tabel 2,032) dan pembelajaran demonstrasi ternyata memberikan pengaruh peningkatan hasil belajar dribble siswa sebesar 37,12%. Kata Kunci: Demonstrasi, hasil belajar, Dribble, Bolabasket. Abstract The demonstration learning model is a way of presenting lesson material by demonstrating or displaying to students a particular process, situation, or object being studied, whether actual or imitative, accompanied by an oral explanation.With the model of demonstration learning, the process of student acceptance of learning materials will be more memorable in depth, thus forming a good and perfect understanding. This is because students can observe and pay attention to what is shown during the learning process. The purpose of this study is to: 1. To determine the effect and magnitude of the increase in learning outcomes with the model of demonstration learning to dribble the basketball learning outcomes in the students of  the state Islamic senior high school 1 Pamekasan class XI. The type used in this experiment is the quasi-experiment research with quantitative approach. Students who became the subject of this research are as many as 36 children.The data collected by using dribble test (Pre-test) and dribble test (Post-test) on a Basketball game. The result of the test shows that there is a significant difference between the basketball dribbling ability of students before and after the implementation of the demonstration learning model (tcal 20,028> t table 2.032) and the demonstration learning turns out to increase the result of the dribble learning by 37,12%. Keywords: Demonstration, learning result, Dribble, Basketball.
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER HOKI RUANGAN DI SMA/SMK SE KABUPATEN SIDOARJO PRAKOSO S, ROBI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam melakukan aktivitas sehari-hari manusia membutuhkan kondisi tubuh yang bugar. Kebugaran jasmani sangat dibutuhkan oleh manusia, karena kebugaran jasmani sangat menunjang suatu aktivitas yang dilakukan sehari-hari, misalnya bekerja, bersekolah, berolahraga, dan lain-lain. Kebugaran jasmani sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk  melakukan kegiatan didalam sekolah, misalnya mengikuti ekstrakurikuler hoki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler hoki ruangan di SMA/SMK se kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler hoki ruangan di SMA/SMK se kabupaten Sidoarjo dengan jumlah 37 siswa yang terdiri dari 20 siswa putra dan 17 siswa putri. Instrumen dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan tes MFT (Multistage Fitness Test) untuk mengukur kemampuan maksimal kerja jantung dan paru-paru dengan prediksi VO2max. Berdasarkan hasil anasis data maka diperoleh hasil nilai rata-rata tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler hoki ruangan di SMA/SMK se kabupaten Sidoarjo yaitu sebesar 30.1 untuk putri dan 38.14 untuk putra, standar deviasi sebesar 3.916 untuk putri dan 4.518 untuk putra, nilai tertinggi 36.7 untuk putri dan 45.2 untuk putra, nilai terendah 23.0 untuk putri dan 27.6 untuk putra. Berdasarkan kategori dan persentase siswa yang masuk dalam kategori sangat kurang sebanyak 6 siswa dengan persentase 16.22 %, siswa yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 11 siswa dengan persentase 29.72%, siswa yang masuk dalam kategori sedang sebanyak 18 siswa dengan persentase 48.68%, siswa yang masuk dalam kategori baik sebanyak 2 siswa dengan persentase 5.40%, dan siswa yang masuk dalam kategori baik sekali dan kategori luar biasa sebanyak 0 siswa dengan persentase 0%. Maka disimpulkan persentasi  terbesar adalah tingkat kebugaran jasmani kategori sedang dengan persentase sebesar 48.64%. Kata Kunci: Kebugaran jasmani, ekstrakurikuler hoki ruangan Abstract In performing daily activities humans need a fit body condition. Physical fitness is needed by humans, because physical fitness is very supportive of an activity that is done everyday, for example work, school, exercise, and others. Physical fitness is needed by students to do activities within the school, for example follow extracurricular indoor hockey. The purpose of this study is to determine the condition of physical fitness level of students who follow extracurricular indoor hockey in High School / Vocational High School throughout Sidoarjo district. This research is a kind of non-experimental research using quantitative approach with survey research design. Subjects in this study were students who followed extracurricular indoor hockey in High School / Vocational High School of all districts of Sidoarjo with a total of 37 students consisting of 20 students and 17 boys daughter. Instruments in this study were taken by using MFT (Multistage Fitness Test) test to measure maximal ability of heart and lung work with prediction of VO2max. Based on the result of data analysis, the result of the average score of physical fitness level of students who follow the extracurricular indoor hockey in High School / Vocational High School of all districts of Sidoarjo is 30.1 for daughter and 38.14 for son, deviation standard 3,916 for daughter and 4,518 for son , Highest score of 36.7 for princess and 45.2 for son, lowest score 23.0 for daughter and 27.6 for son. Based on the category and percentage of students included in the category is very less as many as 6 students with percentage of 16.22%, students who fall into the category less as many as 11 students with percentage 29.72%, students who are in the medium category as many as 18 students with percentage 48.68%, In both categories as much as 2 students with percentage 5.40%, and students who are in excellent category and category extraordinary as 0 students with 0% percentage. So it is concluded the largest percentage is the level of physical fitness category with a percentage of 48.64%. Keywords : Physical fitness, extracurricular indoor hockey.
HUBUNGAN KEBIASAAN BEROLAHRAGA DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (STUDI PADA SISWA KELAS XI MIA 6 SMAN 1 DRIYOREJO GRESIK) FARIZAL ANDRIANO, MOHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang dilaksanakannya penelitian ini adalah sesuai observasi di SMAN 1 Driyorejo Gresik terdapat masalah mengenai tingkat kebugaran jasmani dari hasil tes MFT yang dilakukan oleh guru pada siswa sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan kebiasaan berolahraga dengan tingkat kebugaran jasmani. Jenis penelitian ini menggunakan non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Driyorejo Gresik  dengan jumlah total 347 siswa. sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah kelas XI MIA 6 yang berjumlah 38 siswa. Cara memperoleh data dengan cara melakukan pengisian angket kebiasaan berolahraga dan tes MFT. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 20 dapat diketahui hasil FIT dari 38 peserta memiliki rata-rata 49,62 nilai median 53,57 nilai standar deviasi 30,44 nilai minimum 0,00 dan nilai max 100. Sedangkan untuk hasil MFT memiliki rata-rata 26,12 nilai median 23,35 nilai standar deviasi 6,23 nilai minimum 20,10 dan nilai max 43,60. Besarnya pengaruh kebiasaan berolahraga dengan tingkat kebugaran jasmani adalah 0,590. Berdasarkan perhitungan SPSS Statistic 20 dari hasil tersebut diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya ada hubungan kebiasaan berolahraga dengan tingkat kebugaran jasmani. Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan berolahraga memiliki sumbangan terhadap tingkat kebugaran jasmani dengan nilai persentase sebesar 34,81% pada siswa kelas XI MIA 6 SMAN 1 Driyorejo Gresik. Kata Kunci : Kebiasaan Berolahraga, Kebugaran Jasmani Abstract The background of this research is based on observation in SMAN 1 Driyorejo Gresik, there is a problem about the level of physical fitness from prior MFT test result done by teacher to student. The purpose of this study was to determine the relationship of exercise habits with the level of physical fitness. This type of research uses non experimental with quantitative approach. The research design used in this research is correlational. The population in the study were all students of class XI SMAN 1 Driyorejo Gresik with a total of 347 students. While the sample of the research is class XI MIA 6 which amounted to 38 students.The Data obtain by filling out the habitual exercise questionnaire and the MFT test. From the results of analysis using SPSS computer application (Statistical Package for the Social Sciences) version 20 can be seen FIT results from 38 participants have an average of 49.62 median value 53.57 standard deviation value 30.44 minimum value 0.00 and max value 100. As for the result of MFT has average 26,12 median value 23,35 value of standard deviation of 6,23 minimum value 20,10 and max value 43,60. The magnitude of the effect of exercise habits with physical fitness levels is 0.590. Based on the calculation SPSS Statistic 20 of the results obtained sig 0.000 <0,05 then it can be concluded Ha accepted and Ho rejected, which means there is a relationship of exercise habits with physical fitness level.It can be concluded that exercise habits have a contribution to the level of physical fitness with a percentage of 34.81% of students in grade XI MIA 6 SMAN 1 Driyorejo Gresik Keywords : Habit Exercise, Physical Fitness

Page 66 of 109 | Total Record : 1082