cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
KONTRIBUSI STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER HOKI DI SMA/SMK SE SIDOARJO FATKHUR SYAIROZI, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk melakukan kegiatan di dalam sekolah maupun di luar sekolah agar para siswa dapat melakukan kegiatan tersebut dengan baik. Idealnya kebugaran jasmani yang cukup digunakan untuk mengikuti pelajaran di sekolah dari pagi sampai siang hari, bahkan sampai sore hari. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kebugaran fisik tubuh yaitu dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga sehingga dengan adanya latihan, kebugaran fisik akan tetap terjaga. Selain kondisi tubuh yang bugar, kecukupan gizi juga berperan dalam menunjang perkembangan dan pertumbuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontribusi status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SMA/SMK yang mengikuti ekstrakurikuler hoki se Sidoarjo dan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode korelasional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan MFT (Multi-stage Fitness Test) untuk mengukur kemampuan maksimal kerja jantung dan paru-paru sedangkan untuk status gizi menggunakan IMT/U. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Gamma untuk mengukur kuat hubungan antar variabel yang bertipe data ordinal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil status gizi dengan kategori normal berjumlah 30 siswa, kurus berjumlah 3 siswa, gemuk berjumlah 3 siswa dan Obesitas berjumlah 1 siswa. Sedangkan hasil dari tes MFT dengan kategori sangat kurang 2 siswa, kategori kurang 5 siswa, kategori sedang 11 siswa dan kategori baik 2 siswa. Hasil perhitungan data menggunakan korelasi Gamma dan koefisien determinasi dengan hasil sebesar 89,9%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh dari status gizi pada tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ektrakurikuler hoki SMA/SMK se sidoarjo mempunyai hubungan yang kuat. Kata Kunci: Status Gizi, Kebugaran Jasmani, Ekstrakurikuler. Abstract Physical fitness is needed by students to do activities in school and outside the school so that students can perform these activities well. Ideally enough physical fitness is used to attend school lessons from morning until noon, even into the afternoon. One of the things that can be done to maintain physical fitness of the body is to follow extracurricular activities in the field of sports so that with the exercise, physical fitness will be maintained. In addition to the condition of a fit body, nutritional adequacy also plays a role in supporting the development and growth of students. This study aims to determine the contribution of nutritional status to the level of physical fitness of high school / vocational students who follow extracurricular hockey throughout Sidoarjo and to find out how big the contribution. This type of research is non experimental quantitative research with correlational method. Instruments used in this study using MFT (Multi-stage Fitness Test) to measure the maximum ability of heart and lung work while for nutritional status using Body Mass Index/Age. The data analysis used is Gamma correlation to measure strong relationship between variables of type ordinal data. Based on the results of the study obtained nutritional status with normal categories amounted to 30 students, lean amounted to 3 students, obese amounted to 3 students and Obesity amounted to 1 student. While the results of MFT test with the category is very less 2 students, less 5 students, 11 moderate category and 2 students good category. The results of data calculations using Gamma correlation and coefficient of determination with the result of 89.9%. This shows that the effect of nutritional status on the level of physical fitness of students who follow the extracurricular hockey High School / Vocational High School se sidoarjo have a strong relationship. Keyword: Nutrition Status, Physical Fitness, Extracurricular.
PENGARUH METODE PENUGASAN TERHADAP HASIL BELAJAR LAY UP SHOOT BOLA BASKET PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEMBANGBAHU KABUPATEN LAMONGAN HERTAFAH LEFI, DIMAS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PJOK adalah salah satu mata pelajaran yang digemari pada siswa sekolah menengah atas.karena pada usia ini pada umumnya mereka sangat aktif melakukan kegiatan gerak dalam berbagai kegiatan olahraga.sejalan dengan tujuan PJOK yaitu berusaha meningkatkan ketrampilan dan pembelajaran PJOK siswa. Dari data analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS(statistical product and sevice solutions) versi 20, saat pretest didapatkan nilai maksimum 62,80 dan nilai minimum 37,90 kelompok eksperimen untuk nilai kelompok kontrol maksimum 60,80 minimum 35,40. Sedangkan hasil posttest untuk kelompok experimen nilai maksimum 82,80 minimum 57,40 Sedangkan kelompok kontrol nilai maksimum 74,10 dan nilai minimum 50,90.rata rata kelompok eksperimen saat pretest 50,74 dan posttest 68,61 sedangkan rata rata kelompok kontrol pretest 46,64 posttest 60,76.besar perbedaan kolompok eksperimen dan kontrol waktu pretest 2,88% peningkatan 7,1%. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) adanya pengaruh metode penugasan terhadap hasil belajar lay up shoot bola basket.hal ini terbukti dari hasil penghitungan terhadap hasil belajar lay up shoot sebesar 7.1%. Kata Kunci : Metode Penugasan, Hasil Belajar Lay Up Shoot Bola Basket Abstract PJOK is one of the favorite subjects of high school students. Because at this age they are generally very active in performing motion activities in various sports activities. The path with the aim of PJOK is trying to improve the skills and learningPJOK students. From data analysis using SPSS (statistical product and sevice solutions) version 20 computer application, when pretest obtained maximum value 62,80 and minimum value 37,90 experiment group for maximum control group value of 60,80 minimum 35,40. While the result of posttest for experiment group maximum value 82,80 minimum 57,40 while control group maximum value 74,10 and minimum value 50,90. average of experimental group at pretest 50,74 and posttest 68,61 mean while control group pretest 46,64 posttest 60,76 big difference experiment group and pretest time control 2,88% increase 7,1%. Keywords : Assignment Method, Basketball Lay Up Shoot Learning Outcome
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL (VIDEO) TERHADAP HASIL BELAJAR PUKULAN DROP SHORT DALAM PEMBELAJARAN BULUTANGKIS (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 NGIMBANG LAMONGAN) HENDRAWAN, SETYA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan media teknologi dapat membantu memudahkan guru dalam penyampaian materi pengajaran yang akan di berikan kepada para siswa nantinya. Media sendiri banyak mengandung informasi yang berupa pesan atau model gerakan yang hendak disampaikan kepada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui adanya perbedaan dari hasil belajar pukulan drop short bulutangkis siswa sebelum dan sesudah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan penerapan media audio visual (video). Sampel dalam penelititan ini diambil dengan menggunakan cara Claster Random Sampling dimana pengambilan sampelnya dilakukan dengan mengundi seluruh kelas VIII yang ada di SMP Negeri 1 Ngimbang dimana dalam pengundian setiap kelas diwakili oleh ketua kelas masing-masing yang akan mengambil kertas yang bertuliskan sampel dan tidak dan yang mendapatkan kertas yang bertuliskan sampel maka kelas tersebut menjadi sampel peneliti. Penelitian ini merupakan penelititan pra eksperimen dan desain yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design dengan analisis data memakai aplikasi SPSS. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 35 siswa. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kategori kemampuan pukulan drop shot dari tiap sudut.Bedasarkan analisis data diketahui  p value pretest sebesar 0.168 dan  p value posttest sebesar 0.157 dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh dari hasil pretest adalah data normal karena p value lebih besar dari nilai alpha yaitu 0,05. Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pada penggunaan media audio visual terhadap hasil belajar pukulan drop shot pada pembelajaran bulutangkis. Berdasarkan dari perhitungan peningkatan dengan hasil 70.16%maka dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar pukulan drop short pada pembelajaran bulutangkis  dengan pembelajaran menggunakan media Audio Visual. Kata Kunci: Media Audio Visual, Pukulan drop short bulutangkis Abstract The use of media technology can help facilitate teachers in the delivery of teaching materials that will be given to the students later. Media itself contains a lot of information in the form of messages or models of movement to be conveyed to students. The purpose of this research is to know the difference of learning result of blow drop shot badminton students before and after get learning by applying audio visual media (video). The sample in this research is taken by Cluster Random Sampling where the sampling is done by drawing all the class VIII in SMP Negeri 1 Ngimbang where in the drawing each class is represented by the chairman of each class who will take the paper that read sample and not and which Get the paper that read sample then the class become sample of researcher. This research is experimental pre experiment and design used is One Group Pretest-Posttest Design with data analysis using SPSS application. The number of samples used in this study were 35 students. The research instrument used in this research uses the categories of drop short blow ability from every angle.Based on the analysis of data known p value pretest of 0.168 and p value posttest of 0.156 can be concluded that the data obtained from the pretest results was normal data because p value was greater than the alpha value of 0.05. Then Ha was accepted and Ho was rejected. From these results it can be said that there was influence on the use of audio visual media to the learning results of blow drop shot on badminton learning. Based on the calculation of the increase with the result of 70.16% it can be said that there was improvement in learning results of blow drop short on badminton learning by learning using Audio Visual media. Keywords: Audio Visual Media, Badminton drop short blow
PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SWASTA (STUDI PADA SMP NEGERI 2 TARIK SIDOARJO DAN SMP AT-TAQWA SURABAYA) ENGGAL K., PAHLEFI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam sebuah aktivitas belajar mengajar penjasorkes diperlukan adanya interaksi sehingga tercipta pembelajaran yang aktif. Hal ini tidak terlepas dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, apakah itu faktor dari luar ataupun dari dalam. Salah satunya adalah motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan di lapangan oleh guru. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa sekolah negeri dan sekolah swasta di SMP Negeri 2 Tarik Sidoarjo dan SMP At-Taqwa Surabaya. Berdasarkan rumusan masalah yang telah tergambar, penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat suatu perbedaan motivasi belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa sekolah negeri dan sekolah swasta di SMP Negeri 2 Tarik Sidoarjo dan SMP At-Taqwa Surabaya yang dibuktikan dari hasil uji t hitung 1,835 < nilai t tabel 1,996 dengan taraf signifikan 0,05. Kata Kunci: Sekolah negeri, Sekolah Swasta, Motivasi Olahraga Abstract In a learning activity physical education, sport and health required for interaction in order to create active learning. It is not released in the presence of the factors that influence, whether it was a factor from the outside or from within. One of them is the motivation of students to follow lessons given by teachers in the field. In the course of learning, motivation can be considered as the overall driving force in students that lead to learning activities. The purpose of this study was to determine differences in learning motivation of physical education, sport and health on state school and private school in SMP Negeri 2 Tarik Sidoarjo and SMP At-Taqwa Surabaya. Based on the formulation of the problems that have been illustrated, this research is included in the type of quantitative descriptive research. From these results it can be concluded that there was no difference in learning motivation of physical education , sport and health on state school and private school in SMP Negeri 2 Tarik Sidoarjo and SMP At-Taqwa Surabaya as evidenced from the results of the t test 1.835 < t table value 1.996 at 0.05 significance level. Keywords: State school,  Private School,  Sport Motivation
PEMBERIAN METODE PART-PRACTICE DAN METODE WHOLE-PRACTICE PADA TEKNIK OPEN SMASH BOLA VOLI PADA EKSTRAKURIKULER (STUDI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMA NEGERI 1 PELAOSAN) HARYANTO, BUDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan tempat untuk membina dan mengembangkan suatu pengetahuan dan bakat minat siswa. Didalam sebuah sekolah terdapat satu kegiatan yang biasanya menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat siswa yaitu sebuah kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan yang diadakan sekolah seperti aktifitas keolahragaan maupun non-keolahragaan. Ekstrakurikuler khususnya olahraga dapat menjadi wahana membangun karakter dan membina perkembangan individu. Banyak metode pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai gerakan smash pada bolavoli. Akan tetapi dalam kenyataan dan praktik di lapangan masih terdapat banyak siswa yang masih belum paham dan mampu melakukan apa yang telah di sampaikan pada saat pembelajaran.Untuk itu di perlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat agar siswa bisa lebih mudah dalam menguasai gerakan-gerakan smash pada bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam melakukan smash bolavoli saat penerapan metode bagian dan keseluruhan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bolavoli dengan sampel semua siswa putra yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah SMAN 1 Plaosan. Berdasarkan hasil penelitian dan melalui perhitungan data menggunakan SPSS 20.0 menunjukkan hasil bahwa ada perbedaan tetapi tidak signifikan pada kemampuan smash bolavoli siswa setelah penerapan metode pembelajaran sebagian dan keseluruhan, sehingga tidak terdapat metode yang lebih baik antara metode pembelajara sebagian dan keseluruhan. Hal itu dibuktikan dengan nilai  thitung(1,21) <  ttabel (1,633) dengan taraf signifikan 0,05. Kata Kunci: Metode Pambelajaran Bagian Dan Keseluruhan, Kemampuan Smash Bolavoli. Abstract School is a place to educate and develop knowledge and the student’s interest. There is a common activity to develop the student’s interest and talent, which is named as extracurricular. Extracurricular is an activity which is organized by each school, such as sport activity or non-sport activity. Extracurricular, especially sport, can be a place to build character and individual’s development. Many learning methods that are used to increase student’s ability in volleyball smash. However, in fact and practical, there are some students who still do not understand and able to do what have been delivered in the learning activities. Therefore, it is necessary to find a proper learning to make the students are easier to master the volleyball smash. The aim of this study: to know the on student’s ability in doing volleyball smash with part-method and whole-method. Research samples are 10th and 11th graders who join in volleyball extracurricular in State Senior High School of 1 Plaosan. Based on research result and data calculation using SPSS 20.0 shows that there are differences in volleyball smash ability after the applying of part-method and whole-method but it does not significant, so there are no better method in part-method and whole-method. This is showed by count value (1,21) < T-table (1,633) with significant degree 0.05. Keywords: Part-method and whole-method, volleyball smash ability.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PJOK MENGGUNAKAN MEDIA BAN PADA MATERI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 PONOROGO) MAHENDRAYANA, TRI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap warga negara. Selain itu pendidikan juga merupakan bagian penting untuk kehidupan manusia karena pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang. Materi lompat jauh merupakan salah satu nomor aletik yang diajarkan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelas bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara.kerumitan bahan yang akan disampaikan pada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Dengan demikian, anak didik lebih mencerna bahan dari pada tanpa bantuan media. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa model pembelajaran efektif yang diterapkan pada pembelajaran lompat jauh? Tujuan penelitian ini ada untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran lompat jauh untuk kelas VII dengan media alat bantu ban yang diukur pada : 1) pengukuran kemampuan lompat jauh 2) pendapat siswa (FCE) 3) lembar observasi (Dikjasor). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 5 Ponorogo. Besar populasi 260 siswa. Sampel yang diambil adalah kelas VII B sebanyak 26 siswa dengan cara cluster sampling. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) efektifitas pembelajaran PJOK dengan menggunakan media alat bantu ban berdasarkan pendapat siswa (FCE), menunjukkan hasil dengan kategori baik. 2) efektifitas pembelajaran PJOK dengan menggunakan media alat bantu ban berdasarkan hasil pengamatan (observasi) guru dan siswa, menunjukkan hasil dengan kategori baik. 3) efektifitas pembelajaran PJOK berdasarkan penilaian kemampuan lompat jauh dapat  dikatakan bahwa: pembelajaran lompat jauh menggunakan media alat bantu ban memberi peningkatan positif pada siswa sebesar 11,6%. Maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan lompat jauh siswa sebelum dan sesudah treatment dengan menggunakan media alat bantu ban. Kata Kunci: efektifitas, media ban, lompat jauh Abstract Education is one of the obligations that must be implemented by every citizen. In addition, education is also an important part of human life because education is a process to improve the quality of human resources in the future. The long jump material is one of the alike numbers taught in the learning of Physical Education of Sport and Health (PJOK). In the process of learning to teach the presence of media has a significant meaning. Because in such activities the unclear material presented can be helped by presenting the media as an intermediary. The complexity of materials to be presented to students can be simplified with the help of the media. Thus, the students digest ingredients more than without media help. This study was conducted to find out what kind of effective learning model applied to learning long jump? The purpose of this research is to know the effectiveness of the distance jump model for class VII with tire tool media as measured at: 1) measurement of long jump ability 2) student opinion (FCE) 3) observation sheet (Dikjasor). This research is experimental research. The population of this research is class VII of SMP Negeri 5 Ponorogo. Large population of 260 students. Samples taken are class VII B as many as 26 students by way of cluster sampling. The results of this study are as follows: 1) the effectiveness of learning PJOK by using the media of tire aids based on student opinions (FCE), showing results with good category. 2) the effectiveness of learning PJOK by using the media of the tire aids based on the observation (observation) of teachers and students, showing results with good category. 3) the effectiveness of PJOK learning based on the assessment of long jump ability can be said that: learning long jump using the tire tool media gives a positive increase in students of 11.6%. So it can be concluded there is a significant difference between the ability of long jump students before and after treatment by using media tire aids. Keywords: effectiveness, media tire, long jump.
PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ANTARA SISWA PEROKOK DAN SISWA TIDAK PEROKOK (STUDI PADA SISWA EKTRAKURIKULER BELADIRI SHORINJI KEMPO MAN PURWOASRI  DAN SMKN 1 NGASEM KABUPATEN KEDIRI) SETYAWAN, WAHYU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI SISWA IPA DAN IPS KELAS X SMA NEGERI 17 SURABAYA FARA D W, DELLA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebiasaan makan remaja pada era globalisasi ini menimbulkan masalah gizi, seperti kegemaran mengkonsumsi makanan cepat saji menjadi pilihan tanpa melihat nutrisi yang terkandung didalam makanan tersebut. Hal ini yang dapat menimbulkan masalah gizi, salah satunya adalah kelebihan berat badan. Asupan makanan adalah jumlah dan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi tiap-tiap individu berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan energi yang diperlukan tubuhnya. Asupan makanan yang salah, baik berupa kekurangan maupun kelebihan, dapat berakibat buruk terhadap kesehatan yang pada akhirnya akan menimbulkan salah gizi (malnutrition). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan makan dengan status gizi siswa IPA dan IPS  kelas X SMAN 17 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan desain penelitian korelasional yang menghubungkan satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 siswa kelas X IPA dan 36 siswa X IPS dengan menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran antropometri dan penyebaran food recall 24 jam. Uji statistik yang digunakan adalah analisis deskriptif, korelasi gamma, koefisien determinasi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi siswa terbanyak adalah kategori kurang (77,5%), asupan protein siswa terbanyak adalah kategori baik (45,1%), asupan lemak terbanyak adalah kategori kurang (76,1%), asupan karbohidrat terbanyak adalah kategori kurang (81,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan asupan makanan dengan status gizi siswa dengan nilai signifikan sebesar 0,110 > 0,05 dengan nilai value 0,456, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan asupan makan dengan status gizi siswa IPA dan IPS  kelas X SMAN 17 Surabaya  dan besar sumbangan asupan makan dengan status gizi siswa kelas X IPA dan IPS sebesar 21%. Kata Kunci : Asupan Makan, Status Gizi Abstract The habit of eating in this era globalization cause nutritional problems, such as the desire to eat fast food into an option without seeing the nutrition contained in the food. This can lead to nutritional problems, one of wich is overweight. Food intake is the quantity and types of food and beverage that consumed by different individuals, is adjusted with the needs of energy which is needed by the body. Wrong food intake, wither in the form of deficiency or excess, can have a bad result towards the health that in the end will caused malnutrition. The goal of this research is to determine the relation between food intake and the student nutritional status on science and social class X of SMAN 17 Surabaya. The type of this research is non-experiment with the correlational research design that connects one independent variable and one dependent variable. The total samples in this research are 37 students of X science class and 36 students of X social class by using cluster random sampling technique. Data gathering was done by anthropometry measurement and spreading food recall for 24 hours. Statistic test that was used is descriptive analysis, gamma correlation, coefficient determination and percentage. The result of this research shows that the most category of student’s energy intake is deficient category (77,5%),the most category of student’s protein intake is decent category (45,1%), the most category of student’s fat intake is deficient category (76,1%), the most category of student’s carbohydrate intake is deficient category (81,7%). The result shows that there is no relation of student’s food intake with student’s nutritional status with significant value of 0,110 > 0,05 with value 0,456, then Ho is accepted and Ha is rejected. It can be concluded that there is no correlation between  food intake with nutritional status of science and social class X students of SMAN 17 Surabaya and large contribution of between  food intake with nutritional status of science and social class X students of SMAN 17 Surabaya 21%. Keywords: Food Intake, Nutritional Status 
KONTRIBUSI KECEPATAN GERAKAN TANGAN DAN GERAKAN  KAKI TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS 25 METER (STUDI PADA SISWA SMP HANG TUA 5 YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER RENANG) SETYO WICAKSONO, DENI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam olahraga renang kecepatan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu dorongan dan hambatan. Dorongan adalah daya yang dapat menyebabkan perenang dapat bergerak maju. Hal ini disebabkan oleh gerakan tangan dan kaki yang dilakukan perenang yang berhasil mendorong air ke belakang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi dorongan tangan dan kaki terhadap kecepatan renang gaya bebas. Untuk mengetahui kontribusi dorongan tangan dan kaki terhadap kecepatan renang gaya bebas, dalam penelitian ini digunakan penghitungan statistik yang berkaitan dengan nilai korelasi antara dorongan tangan dan kaki  dengan kecepatan renang gaya bebas terhadap 16 siswa SMP Hang Tua 5 Candi, Sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) terdapat kontribusi yang signifikan antara kecepatan gerakan tangan terhadap kecepatan renang gaya bebas dengan presentase sebesar 52,27%. 2) terdapat kontribusi yang signifikan antara kecepatan gerakan kaki terhadap kecepatan renang gaya bebas dengan presentase sebesar 45,97%. Kata Kunci: dorongan tangan, dorongan kaki, kecepatan renang gaya bebas. Abstract In swimming, speed is influenced by two factors, namely propulsion and resistance. Propulsion is force that can make the swimmer moving forward. It is caused by arms and legs movement of swimmer who  can pushed the water backward. The purpuseof this research is to find out the contribution of arms and legs propulsion toward front crawl swimming speed. To find out the contribution of arms and legs propulsion toward front crawl swimming speed, this research used the statistical calculations method related the the value of cerrelation between arms and legs propulsion with front crawl swimming speed toward 16 students students of SMP Hang Tua 5 join the extracurricular swimming. The result of the research showed that 1) There is significance contribution between arms propulsion with front crawl swimming speed amount 52,27%. 2) There is significance contribution between legs  propulsion with front crawl swimming speed amount 45,97%. Keywords: arms propulsion, legs propulsion and front crawl swimming speed 25 meter.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS V SDN KEDONDONG I KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO FARID, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam bermacam pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis . untuk menunjang aktivitas jasmani tersebut, dibutuhkan kecukupan gizinya. Kecukupan zat gizi akan menunjang perkembangan dan pertumbuhan siswa, baik pertumbuhan fisik maupun psikologisnya. Status gizi merupakan ukuran keadaan gizi seseorang. Kecukupan gizi yangdiperoleh dari zat-zat makanan sehari-hari, status gizi yang baik akan mencerminkan kualitas fisik yang baik. Status gizi yang kurang akan mencerminkan fisik yang rendah dan akan memberikan dampak pada tingkat kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V SDN Kedondong 1 kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo dan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan status gizi terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V SDN Kedondong 1 kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimen dengan merode korelasional. instrument yang digunakan untuk mengukur status gizi mengunakan IMT/U dan untuk mengukur kebugaran jasmani menggunakan TKJI (Tes Kebugaran Jasmani Indonesia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan status gizi gemuk tidak ada yang ke kategori kebugaran jasmani yang baik, tetapi mereka yang gemuk masuk ke dalam kategori kebugaran jasmani yang sedang sebnyak 7 siswa. Sementara siswa yang mempunyai status gizi normal sebanyak 13 siswa, dengan rincian 6 orang siswa mempunyai tingkat kebugaran jasmani sedang dan 7 orang siswa mempunyai tingkat kebugaran jasmani baik. Dengan menggunakan perhitungan SPSS 20 menunjukkan hasil nilai koefesien gamma sebesar -,907, Hal ini berarti terdapat hubungan negatif antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani dan nilai signifikansi dapat dilihat pada kolom approx. Sig, yakni sebesar 0,000, karena nilai signifikansi kurang dari taraf signifikansi 5% (0,000< 0,05) yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V SDN Kedondong 1 Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci: status gizi, kebugaran jasmani Abstract The physical education, sports and health ( PJOK ) gives the students a chance to be directly involved in the various learning experiences through physical activities, playing and exercising sistematically. For supporting those activities, it is needed a proper nutrition. The proper nutrition will enhance the development and growth of the students, not only physical fitnes but also the psychologic. Nutrition status is a measurement the condition of somebody’s nutrition. Proper nutrition which is gained from food essences in daily life. A good nutrition status will reflect the good physical quality. A lack of nutritional status will reflect a lower physic and will be affected in physical fitness level. This research is aimed to know the correlation between nutrition status with level of physical fitness of the fifth grader students of SDN Kedodong I District of Tulangan, Sidoarjo and to find out how big the contibution of nutrition status to the students’ physical fitness level of grade V of SDN Kedondong I district Tulangan, Sidoarjo. The type of thisresearch is a non – experiment quantitative with correlational methode. The instruments are used to measure nutrition status using IMT/U and to measure physical fitness level using TKJI ( Indonesian physical fitness test ). The result of the research shows that students with obese nutritional status are not classified to the good physical fitness categoriy, that are as many as 7 students. While students who have normal nutrition status 13, with the specifically 6 students have a moderate level and 7 students in a good. Using spss 20.0 show results the valeu of gamma -,907, this means there are negative relationship between nutritional status of with a fitness and value of signifikansi less than standard significance 5% (0,000 < 0,05) it the H0 were rejected and H1 accapted namely there are a significanct relation exists between the nutritional status with fitness jasmani students on significance level of 5%. So the result of this research can be concluded that there is a significant relationship between nutrition status with of  the fifth grader students of SDN Kedodong, District of Tulangan, Sidoarjo. Keywords : Nutrition status, physical fitnes

Page 67 of 109 | Total Record : 1082