cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI FAST FOOD,AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI (SECARA GENETIK) DENGAN GIZI LEBIH (STUDI PADA SISWA KELAS VII, VIII, DAN IX DI MTS. BUDI DHARMA, WONOKROMO, SURABAYA) INDAH ARMADANI, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan serta seberapa besar sumbangan dari hubungan konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih. Jenis penelitian yang digunakan adalah non eksperimen dengan desain penelitian korelasional (correlation research). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX di MTs. Budi Dharma Surabaya tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 110 siswa. Hasil penelitian memperlihatkan hubungan antara konsumsi fast food dengan gizi lebih dapat dijabarkan bahwa dengan menggunakan hasil value sebesar 1,190 dan sig 0,275. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara konsumsi fast food dengan gizi lebih. Hubungan antara aktivitas fisik dengan gizi lebih dapat dijabarkan bahwa dengan menggunakan hasil value sebesar 23.394 dan sig 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan gizi lebih. Hubungan antara status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih dapat dijabarkan bahwa dengan menggunakan hasil value sebesar 0,748 dan sig 0,387. Sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih. Hubungan antara konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih dapat dijabarkan bahwa apabila dilihat dari model mendapatkan nilai chi square 23.146 dengan nilai sig 0,000. Dari nilai sig yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara hubungan konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih. Besar sumbangan antara hubungan konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) terhadap gizi lebih variabel konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) memberikan sumbangan sebesar 0,269 atau 26,9% terhadap terjadinya gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya. Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat dilihat dan disimpulkan bahwa Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi fast food dengan gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya. Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi remaja (secara genetik) dengan gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya. Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya. Namun yang memiliki hubungan yang bermakna hanya terdapat pada variabel aktivitas fisik saja. Besar sumbangan dari hubungan konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) terhadap gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya sebesar 26,9%, sedangkan 73,1% dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci : Gizi Lebih, Fast Food, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi (Secara Genetik), MTs. Budi Dharma Surabaya. Abstract The purpose of this research is to determine the relation and how much the contribution of fast food consumption, physical activity, and nutritional status (genetically) by adolescents obesity. The type of research used is non-experiment with correlational research design (correlational research). The population research is all students of class VII, VIII, and IX in MTs. Budi Dharma Surabaya academic year 2016/2017 with consisted of 110 students. This study was conducted on April 2017 by using research instruments of chief/open questionnaires and anthropometry measurement (stepping on a scale and high of body). The result of the study shows that the correlation between consumption fast food to nutrition morelikely to elaborated that with used the results of the value 1,190 and sig 0,275. So that it can beconcluded that means there was no connection meaningful between consumption fast food to more nutrition. The correlation between physical activity to more nutrition are more likely to elaborated that with used the results of the value of 23.394 and sig 0,000. So that it can be concluded that there was a correlation meaningful between physical activity to more nutrition. The correlation between nutritional status (genetically) to more nutrition likely to elaborated that with used the results of the value of 0,748 an sig 0,387. So that it can be concluded that there was no connection meaningful between nutritional status (genetically) to more nutrition. The correlation between consumption fast food, physical activity, and nutritional status (genetically) to more nutrition likely to elaborated that if seen from model received a value of chi square 23.146 with the sig 0,000. The value of sig obtained a conclusion can be drawn that there was a correlation meaningful between correlation consumption fast food, physical activity, nutritional status (genetically) to more nutrition. The large contributions between correlation consumption fast food, physical activity, and nutritional status (genetically) contributed of 0,269 or 26,9% against an onset more nutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya. Based on result, it can be seen and concluded that there was no correlation meaningful between consumption fast food to more nutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya. There wasn’t no correlation meaningfull between nutritional status of arenas (genetically) to more nutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya. There are meaningful correlation between consumption fast food, physical activity, and nutritional status (genetically) to morenutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya. But has a meaningful only there are on the variables just physical activity. The large contributions of correlation consumption fast food, physical activity, and nutritional status (genetically) to more nutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya of 26,9%, while 73,2% can be influenced by the other factors. Keywords : More Nutrition, Fast Food, Physical Activity, And Nutritional Status (Genetically), MTs. Budi Dharma Surabaya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS X TKR 1 SMK AL-BASYARIYAH PILANGKENCENG KABUPATEN MADIUN) AJI KURNIAWAN, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan penerapan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada studi siswa kelas X SMK Al-Basyariyah Pilangkenceng Kabupaten Madiun dalam mengikuti mata pelajaran PJOK. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dan desain yang digunakan adalah One  Group Pre-test – Post-test Design, dimana yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Al-Basyariyah Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa nilai mean pretest pada aspek kognitif sebesar 65,14 menjadi sebesar 68,29 saat posttest, meningkat sebesar 4,8%. Pada aspek afektif, nilai mean pretest sebesar 61,89 menjadi 69,34 saat posttest, meningkat sebesar 12,0%. Sedangkan pada aspek psikomotor, nilai mean pretest sebesar 51,71 menjadi 60,00 saat posttest, meningkat sebesar 16,0%. Berdasarkan nilai tigas aspek tersebut, dapat dihitung mean nilai akhir pretest sebesar 57,80 menjadi 64,69 saat posttest, meningkat sebesar 11,9%. Peningkatan tersebut dinyatakan signifikan dengan dibuktikan hasil hitung t-test dependent yaitu t-hitung sebesar 3,755 dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05. Kata Kunci : Model Pembelajaran, kooperatif, STAD, Passing bawah bolavoli, dan hasil belajar siswa. Abstract The purpose of this study is to find out how big the application of STAD learning model (Student Teams Achievement Division) to the learning outcomes underhand pass on the study of students of class X SMK Al-Basyariyah Pilangkenceng Madiun in following the subjects of PJOK. This research is a quasi experimental research and the design used is One Group Pre-test - Post-test Design, where the sample in this research is the students of class X SMK Al-Basyariyah Pilangkenceng Madiun Based on the results of the research (Pre-test) yields the number as the lowest score on the cognitive aspect 30, the highest score 90 mean 65.14, the standard deviation of 13.14, the variant 172.77. On the affective aspect the lowest score is 40, the highest score is 87, mean 61.89, the standard deviation of 11.33, the variant is 128.57. On the psychomotor aspect the lowest score of 10, the highest score 100, the mean 51.71, standard deviation 26.29, variant 691.09. Pre-test Score End of lowest 33 highest score 91 mean 57,80, standard deviation 14,13, variant 199,87. Lowest score on cognitive aspect 30, highest score 90, mean 68,29, standard deviation 15,04, variant 226,38 . On the affective aspect the lowest score of 47, the highest score 87, mean 69.34, standard deviation 9.59, variant 92.05. On the psychomotor aspect the lowest score of 10, the highest score 100, mean 60, standard deviation 26.56, variant 705.88. Post-test Score Final score lowest 31, highest score 91, mean 64,69, standard deviation 14,36, variant 206,28. Thus the students of class X TKR 1 SMK Al-Basyariyah Pilangkenceng Madiun experienced increased learning passing under the volleyball where the percentage increase for the results of learning passing under volleyball of 11.9%. Keywords: Learning model, cooperative, STAD, underhand pass volleyball, and student learning outcomes
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR LAY-UP BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 35 SURABAYA) AKBAR, MAULANA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Shooting adalah salah satu teknik dasar dalam permainan bola basket. Jika dalam permainan bola basket tidak dapat melakukan shooting maka tidak akan  adanya poin yang tercipta. Lay-up merupakan teknik shooting yang paling efektif, dikarenakan dalam teknik ini dilakukan dengan jarak dekat dengan ring seakan bola diletakkan kedalam ring yang didahului dengan gerakan dua langkah. Dalam kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani, hal yang berkaitan terjadinya proses belajar secara efektif pada siswa adalah kemampuan guru menggabungkan berbagai kondisi belajar kedalam kegiatan belajar, penggabungan kondisi belajar tersebut dilakukan dalam bentuk metode pengajaran. Penerapan metode pembelajaran tutor sebaya dapat diterapkan apabila siswa merasa takut dan malu untuk menyampaikan apa yang menjadi kendala pada saat pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar lay-up bola basket studi pada  siswa kelas VIII di SMP Negeri 35 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain one group pre-test post-test design. Sample dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 35 Surabaya. Cara pengambilan data dilakukan selama 4 kali pertemuan yang terdiri dari pretest, treatment, dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian metode pembelajaran tutor sebaya berpengaruh terhadap hasil belajar lay-up bola basket, hal ini dibuktikan dari hasil peningkatan hasil belajar dengan rata-rata pretest sebesar 53,1% dan 69,2% rata-rata keterampilan. Berdasarkan hasil penelitian, metode pembelajaran tutor sebaya dapat digunakan untuk membantu untuk meningkatkan hasil belajar lay-up bola basket. Kata kunci: Metode pembelajaran, tutor sebaya, dan hasil belajar lay-up bola basket. Abstract Shooting is one of some basic techniques in basketball game. The point will never be created if the player cannot do shooting well. Lay-up is one of the most effective shooting technique. This is due to the technique is done in a close distance to the ring preceded by two steps move. In the learning activity of physical education, one factor which take an important role for establishing an effective learning process is the ability of the teacher in combining various conditions to the learning activity. Those combining efforts are implemented into one teaching method. The application of the same age tutor learning method is suitable for the student. This is due to the fact that student will not feel shy or even afraid to deliver something that become the difficulty for them in the learning activity to the tutor. Also, the relation between one student with another is closer rather than the relation with the teacher. The research aims to know the influence of the same age tutor toward the study result of lay-up in basketball based on the study of 8th grader student of SMP Negeri 35 Surabaya. This is kind of quasi experiment which involves one group pre-test post-test design. The object of the experiment is student of 8th grader VIII E class of SMP Negeri 35 Surabaya. The data are gained through pretest, treatment, and postest done within 4 meetings. Based on the research, the method of same age tutor affects the study result of lay-up in basketball. It is proved by 53,1% significant increase of knowledge competence, and 69,2% of ability competence. It can be concluded that the method of same age tutor is able to increase the study result of lay-up in basketball. Keywords: Learning method, the same age tutor,  the study result of lay-p in basketball
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS IV SDN KEMBANGSRI MOJOKERTO WIRA AGAM HIDAYAT, TRY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan gerak motorik anak pada tahap awal sangatlah penting karena pada tahap awal ini akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan motoriknya  di saat dewasa. Kemampuan motorik anak dapat tumbuh dan berkembang secara baik apabila anak mempunyai pengalaman gerak yang beraneka macam. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu faktor pendukung kemampuan motorik yaitu status gizi. Dimana jika pertumbuhan dan perkembangan itu tidak dibarengi dengan asupan gizi yang cukup, maka akan berpengaruh juga kepada kemampuan motorik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kemampuan motorik pada siswa kelas IV SDN Kembangsri Mojokerto. Objek penelitian ini adalah salah satu sekolah dasar negeri di Mojokerto. Subyek dari penelitian ini sebanyak 50 siswa yang berasal dari kelas IVA dan IVB. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan pengukuran status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U), pengukuran umur menggunakan biodata siswa dari sekolah dan pengukuran kemampuan motorik melalui motor ability test. Metode analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan korelasi gamma dibantu dengan software SPSS 13.0. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase klasifikasi status gizi dengan kategori sangat kurus 1%, kategori kurus 14%, kategori normal 58%, kategori gemuk 20% dan kategori obesitas 6%. Sedangkan persentase kemampuan motorik dengan kategori sangat tinggi 8%, kategori tinggi 16%, kategori sedang 46%, kategori rendah 22% dan kategori sangat rendah 8%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi  dengan kemampuan motorik siswa kelas IV SDN Kembangsri Mojokerto. Kata Kunci: Sekolah Dasar Negeri, Status Gizi, Kemampuan Motorik Abstract The development of motor ability of children in the early stages is very important because at this early stage will greatly affect the motor ability in adulthood. Motor ability of children can grow and develop well if the child have experience motion of various kind. This is influenced by many factors, one of the factors supporting motor ability is the nutrition status. Where if growth and development is not accompanied by adequate nutrition intake, it will also affect the motor ability of children This study aims to know the correlation between nutrition status with motor ability in  IV students SDN Kembangsri Mojokerto. The object of this study is one of the state elementary schools in Mojokerto. The subjects in this study were 50 students from IVA and IVB classes. Instruments in this study used nutrition status measurement based on body mass index by age (IMT/U), age measurement using student biodata from school and motor ability measurement through motor ability test. Data analysis method used is by using gamma correlation assisted with software SPSS 13.0. The results of this study indicate the percentage of nutrition status classification with very thin category 1%, thin category 14%, normal category 58%, obese category 20% and obesity category 6%. While the percentage of motor ability with very high category 8%, high category 16%, medium category 46%, low category 22% and very low category 8%. Based on these results it can be concluded there is a significant correlation between nutrition status with students motor ability of IV grade SDN kembangsri Mojokerto. Keywords: State Elementary School, Nutrition Status, Motor ability
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN  KEBUGARAN JASMANI SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS XII SMA MUHAMMADIYAH 4 PORONG) KRISTIAN ANANTA, A.Ma., VERRY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi dan sumber daya peserta didik untuk mencapai masyarakat unggul baik secara watak dan ilmu khususnya di SMA, salah satunya melalui mapel pendidikan jasmani yang membimbing setiap siswa untuk memiliki kebugaran jasmani yang lebih baik. Namun demikian kebugaran jasmani yang baik juga perlu didukung oleh asupan gizi yang berkualitas. Karena gizi merupakan faktor vital dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia, terutama anak sekolah untuk menghasilkan energi, berpikir beraktifitas fisik dan daya tahan tubuh dalam menempuh proses belajar dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa, dan berapa besarnya sumbangan status gizi terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa kelas XII di SMA MUHAMMADIYAH 4 Porong dengan jumlah populasi 41 siswa. Desain dalam penelitian ini merupakan desain penelitian non-eksperimen dengan teknik analisis statistik uji korelasi gamma. Dari hasil pengujian untuk ada atau tidak adanya hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani menunjukkan hasil yang memenuhi syarat penerimaan H0, karena nilai signifikansi sebesar 0,607 lebih besar dari pada taraf nyata 0,05 dan hasil koefisein gamma sebesar -0,176 yang berarti terdapat hubungan yang negatif antara status gizi dengan kebugaran jasmani dan hubungan yang ada relatif kecil yaitu  hanya 17,6%, sedangkan sisanya 82,4% kebugaran jasmani dipengaruhi faktor lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yaitu status gizi tidak memiliki  hubungan yang signifikan dengan variabel terikat yaitu kebugaran jasmani siswa pada kelas XII SMA Muhammadiyah 4 Porong Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci: Status Gizi, Kebugaran Jasmani, Siswa Abstract The purpose of national education is to develop the potential and resources of learners to achieve superior community both in character and science especially in high school, one of them through a physical education mapel that guides each student to have better physical fitness. However, good physical fitness also needs to be supported by a qualified nutritional intake. Because nutrition is a vital factor in the growth and development of humans, especially school children to generate energy, thinking physical activity and endurance in the learning process in everyday life. Objectives to be achieved by researchers is to know the corelationship between nutritional status with the level of physical fitness of students, and how much the contribution of nutritional status to the level of physical fitness of grade XII students in SMA MUHAMMADIYAH 4 Porong with a population of 41 students. The design in this study is a non-experimental research design with statistical analysis techniques of gamma correlation test. From the test results for the presence or absence of corelationship between nutritional status with physical fitness showed results that qualify the acceptance of H0, because the significance value of 0.607 greater than the real level of 0.05 and the result of gamma coefisein of -0.176 which means there is a negative corelationship Between nutritional status with physical fitness and relation that there is relatively small that only 17,6%, while the rest 82,4% physical fitness influenced by other factor. So it can be concluded that the independent variables are nutritional status does not have a significant corelationship with the dependent variable of physical fitness of students in class XII SMA Muhammadiyah 4 Porong Sidoarjo. Keywords: Nutrition Status, Physical Fitness, Student
PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ANTARA SISWA PEROKOK DAN SISWA TIDAK PEROKOK (STUDI PADA SISWA EKTRAKURIKULER BELADIRI SHORINJI KEMPO MAN PURWOASRI  DAN SMKN 1 NGASEM KABUPATEN KEDIRI) SETYAWAN, WAHYU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN KENAKALAN REMAJA PADA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DENGAN SISWA YANG TIDAK MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI SMPN 6 TRENGGALEK SETYA WIDARTA, BRIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kenakalan remaja merupakan suatu permasalahan besar yang dihadapi orang tua dan para guru di sekolah. Kenakalan reamaja menjadi fenomena negativ di dunia pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dekriptif dengan metode survei. Penelitian deksriptif ini digunakan untuk mendeskripsikan  atau menggambarkan secara sistimatik fakta dengan akurat tentang gejala (phenomena) tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bentuk kenakalan remaja pada siswa yang mengikuti exstrakurikuler pencak silat dengan siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SMPN 6 Trenggalek. Hal itu ditunjukkan dengan hasil uji T (Independent sample test) diperoleh nilai Sig ( 2 – tailed ) 0,838 > 0,05 ( taraf sig ), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan untuk kenakalan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat dengan siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SMPN 6 Trenggalek. Kata Kunci : Kenakalan, Siswa, dan Pencak Silat   Abstract Juvenile delinquency is a big problem faced by parents and teachers at school. Reamaja misbehavior becomes a negativ phenomenon in education Indonesia. This research uses descriptive quantitative research method with survey method. This descriptive study used to describe or depict systematically with accurate facts about the symptoms (phenomena) specific. The results showed that there was no difference in the form of juvenile delinquency in students who followed the extracurricular pencak silat with students who did not follow extracurricular pencak silat in SMPN 6 Trenggalek. This is indicated by the results of T test (Independent sample test) obtained by the Sig (2 - tailed) 0.838> 0.05 (sig level), so that it can be concluded that there was no significant difference for the misbehavior of students who take extracurricular martial arts with students Do not follow extracurricular pencak silat in SMPN 6 Trenggalek. Keywords : Juvenile Delinquency, Student, and Martial Art
PENGARUH PENERAPAN ALAT BANTU PULL BUOY DAN PAPAN LUNCUR TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS (CRAWL STROKE) (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP PAHLAWAN MOJOSARI, KAB. MOJOKERTO) BAGUS APRILIYANTO, RICO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN LANGSUNG BASKET MINI TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE BOLA BASKET (STUDI PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI SATU ATAP LESANPURO 2 MALANG) RESI WARDANA, AKHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk mencapai masyarakat unggul secara watak dan ilmu. Dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk mengembangkan potensi dalam bidang olahraga perlu memperhatikan kemampuan dan bakat peserta didik secara menyeluruh,dalam pelaksanaan permainan bola basket oleh siswa sekolah dasar tentu akan mengalami kesulitan sehubungan dengan kemampuan serta tingkat usia. Banyaknya aturan dan belum sesuai untuk melakukan bola basket dengan ukuran yang standart dan pemberian materi pembelajaran juga disesuaikan dengan usia, pertumbuhan, perkembangan siswa. Sehingga akan lebih baik diberikan materi bola basket mini karena permainan ini memang untuk anak usia sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan basket mini melalui pembelajaran langsung terhadap tingkat keberhasilan dribble bola basket dan seberapa besar pengaruh penerapan basket mini melalui pembelajaran langsung terhadap tingkat keberhasilan dribble bola basket. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SD Satu Atap Lesanpuro 2 Malang dengan jumlah populasi 26 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-postest design. Berdasarkan hasil pada penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar dribble bola basket pada siswa kelas V SD Negeri Satu Atap Lesanpuro 2 Malang hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa hitung > t tabel (5,020>2,060). Kata Kunci : Basket Mini, Hasil Belajar, Dribble  Abstract The purpose of national education is to develop the potential of learners to achive superior society in nature and science. In physical education, sports and healthto develop the potential in the field of sports need to consider the abilities and talents of learners as a whole, in the implementation of the game of basketball by elementary school students would experience difficulties with respect and age levels. Many rules and not according to the standard size basketball and the provision of learning materials are also adjusted for age, growth and development of students. So it would be better given material mini basketball because this game is for elementary school-age children. The purpose of this study was to determine the effect of the aplication is there any mini basketball through direct learning to dribble success rate basketball and how much influence the implementation of the mini basketball through direct learning to dribble success rate basketball. This research target is the Public School fifth grade student of One Roof Lesanpuro 2 Malang with a total population of 26 student. Kind of research is experimental research using the design study one group pretest-posttest design. Based on the result of the study concluded that there is a learning outcome dribble a basketball in the fifth grade Public School student One Roof Lesanpuro 2 Malang, this can be proved from the calculation of the t-test showed that the count > t-table (5,020>2,060). Keywords : Mini Basketball, Learning Outcomes, Dribble
PENGARUH PERMAINAN KECIL BERKELOMPOK TERHADAP KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN. (PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 SAMPANG) FEBRI RAMADHAN, ACH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani adalah pendidikan melalui aktivitas jasmani yang dijadikan sebagai media untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan kecil berkelompok terhadap kerjasama siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII SMPN 1 Sampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh permainan kecil berkelompok terhadap kerjasama siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada kelas VIII SMPN 1 Sampang dibuktikan dengan hasil t-hitung sebesar 0,871< t-tabel 1,697 dengan sig = 0,001>α = 0,05 yang sesuai dengan kriteria pengujian. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Kata Kunci: Permainan Kecil, Kerjasama Siswa Abstract Physical education is the education through physical activities that serve as a medium to achieve overall development of an individual. The purpose of this research is to investigate the influence of group small games to student’s cooperation in physical education, sport and health in the 8th grader of junior high school 1 Sampang. The result showed learning process there is now influence of group small game to student’s team work in physical education, sport and health learning process in 8th grader student’s of junior high school 1 Sampang, proved by the result of t-count of 0.871<t-table 1.697 with sig = 0.001>α= 0.05 that suits the test criteria. This means that H0 is accepted and Ha is rejected. Keywords: Small Games, Cooperation Student

Page 68 of 109 | Total Record : 1082