cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENGARUH PENDEKATAN MODIFIKASI TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK SILA SEPAK TAKRAW (STUDI PADA SISWA KELAS X SMAN 1 KARANGAN, KAB. TRENGGALEK) SUSANTI, RINI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang diadakannya penelitian ini adalah berdasarkan observasi dengan guru PJOK.  Menurut pengakuan guru tersebut pembelajaran sepak sila sepak takraw pada siswa kelas X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek pernah diajarkan akan tetapi siswa kesulitan karena belum terbiasa menggunakan bola takraw yang keras, akibatnya pembelajaran belum tersampaikan secara maksimal. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar sepak takraw (tidak sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal), oleh karena itu perlunya pendekatan modifikasi berupa bola spons sebagai pengganti bola takraw untuk membantu penyampaian teknik sepak takraw supaya dapat meningkatkan kemampuan sepak sila sepak takraw. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendekatan modifikasi terhadap hasil belajar sepak sila sepak takraw dan seberapa besar pengaruh pendekatan modifikasi terhadap hasil belajar sepak sila sepak takraw studi pada siswa kelas X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian yaitu kelas X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek.yang memiliki 9 kelas yaitu dengan jumlah 342 siswa. Sampel didapatkan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA-3 di SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek sebanyak 40 siswa dengan jumlah 16 laki-laki dan 24 perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur aspek keterampilan adalah tes keterampilan sepak sila berpasangan dengan rubrik penilaian. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur aspek pengetahuan adalah tes tulis uraian. Teknik analisis data yang digunakan berupa rata-rata, standar deviasi, varian, uji normalitas, uji t, dan peningkatan. Hasil analisis data menunjukan bahwa ada pengaruh pendekatan modifikasi terhadap hasil belajar sepak sila sepak takraw dengan peningkatan hasil belajar sebesar 16,76% pada aspek keterampilan dan 39,04 % pada aspek pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian pendekatan modifikasi dengan menggunakan bola spons dapat digunakan untuk membantu penyampaian pembelajaran sepak sila sepak takraw supaya meningkatkan hasil belajar sepak takraw siswa SMA. Kata kunci: modifikasi, bola spons, hasil belajar, dan sepak sila. Abstract The background this research was based on observations with PJOK teacher. According to teacher’s recognition, sepak sila sepak takraw teachers teaching in Class X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek ever taught but the difficulties students because they were accustomed to using takraw ball hard, learning outcomes have not been submitted to the fullest. This leads to poor learning outcomes sepak takraw (not appropriate minimum completeness criteria), therefore the need for modification approach in the form of a spons ball as subtitute of takraw ball to help the delivery of sepak takraw technique in order to improve skills sepak sila sepak takraw. The purpose of this study was to determine whether any modification approach effect on learning outcomes sepak sila sepak takraw and how much influence a modified approach to the study of sepak sila sepak takraw learning outcomes in Class X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek. This research included in this type of quasi-experimental study with single group pretest-posttest design. The study population Class X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek that have 9 classes, with the number of 342 students. Samples were obtained bytechnique. random cluster sample. Samples in this study were students of class X IPA-3 at SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek of 40 students with the amount of 16 male and 24 female. The research instrument used to measure aspects of sepak sila skills test with the assessment rubric. The research instrument used to measure aspects of knowledge is a written test. The data analysis technique used is the average, standard deviation, variance, normality test, t test, and repair. The result of data analysis showed that there was a effect modification approach to the learning outcomes sepak takraw precepts with increase outcomes 39.04% in the knowledge aspect and 16,76% in the skills aspect. Based on research results using spons balls can be used to assist the delivery of learning sepak sila sepak takraw to increase improved learning outcomes sepak takraw high school students. Keywords: modification, spons ball,learning outcomes and sepak sila.
PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN KECIL TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PADA SISWA KELAS XI SMAN I KECAMATAN PULUNG, KABUPATEN PONOROGO) Sahroni, Bahar
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, ketrampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Namun banyak kita jumpai bahwasanya banyak guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang mengajar secara monoton kepada siswa dalam pembelajaran karena terbatasnya sarana dan prasarana, sehingga motivasi siswa pada pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan cenderung menurun. Oleh karena itu, alternatif solusinya yaitu dengan memberikan suatu permainan yang belum pernah mereka mainkan, misalnya permainan permainan kecil yang sedemikian rupa agar motivasi belajar siswa dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan bisa meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Permainan Kecil Terhadap Motivasi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada Siswa Kelas XI  SMA Negeri 1 Kecamatan Pulung,  Kabupaten Ponorogo. 2) Mengetahui besarnya Pengaruh Penerapan Permainan Kecil Terhadap Motivasi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada Siswa Kelas XI  SMA Negeri 1 Kecamatan Pulung,  Kabupaten Ponorogo. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kec. Pulung Kab. Ponorogo dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 33 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif deskriptif. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket skala likert. Hasil analisa statistik didapatkan thitung sebesar 3,741 ≥ ttabel 1,697 dengan Sig = 0,001 ≤ α = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga ada Pengaruh Penerapan Permainan Kecil Terhadap Motivasi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada Siswa Kelas XI  SMA Negeri 1 Kecamatan Pulung,  Kabupaten Ponorogo. Besarnya pengaruh penerapan permainan kecil terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran PJOK sebesar 9 %. Kata Kunci: Permainan Kecil, Motivasi Belajar Siswa  Abstract Physical, sports and health education is an integral part of the education system as a whole; it is intent to develop aspects of health, physical fitness, critical thinking skills, emotional stability, social skills, reasoning and moral action through physical activity and sport. But many of us have encountered that many teachers of physical, sport and health education who teach their students in a monotonous manner because of the limited facilities and infrastructures, so the motivation of students in physical, sports, and health education lesson tends to decline. Therefore, an alternative solution is to provide a game which never they have played such as small games to motivate the students in physical, sports and health education be increased. The purpose of this research is 1) To know the Effect Application of Small Games to Motivate in Learning Physical, Sport and Health Education for Class XI students of SMAN 1 Pulung, Ponorogo. 2) To know the sum of Influence Application of Small Games to Motivate in Learning Physical, Sport and Health Education for Class XI students of SMAN 1 Pulung, Ponorogo. The goal of this research is the students of class XI in SMAN 1 Pulung, Ponorogo and the number of samples has been taken as many as 33 students. The method of this analysis is using descriptive of quantitative statistical methods. While the process of data collection was conducted using a Likert scale questionnaire. Statistical analysis values obtained tcount 3,741 ≤ ttable 1,697 with Sig = 0,001 ≥ α = 0.05, indicating that H0 is accepted and Ha rejected, so there Effect Application of Small Games to Motivate In Learning Physical, Sport and Health Education in Class XI SMAN 1 Pulung, Ponorogo. The magnitude of the effect of applying a small game to motivate students in learning physical, sport and health education is 9%. Keywords: Small Games, Motivation of Student Learning
PENERAPAN LATIHAN PART TERHADAP HASIL DRIBBLE BOLA BASKET SISWA PUTRA KELAS VII DAN VIII YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET DI SMP NEGERI 1 BEJI, KABUPATEN PASURUAN RAMADHAN, BINTANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kegiatan ekstrakurikuler metode part adalah salah satu komponen yang mempunyai peran penting. Metode part merupakan bentuk latihan keterampilan yang dilakukan secara bertahap dari keterampilan yang dipelajari. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta putra ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Beji, Kabupaten Pasuruan. Cara memperoleh data menggunakan tes dribble dengan 3 kali kesempatan dan akan diambil waktu terbaik dari 3 kali kesempatan tersebut. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 20, saat ­pretest didapatkan rata-rata 73,1667, nilai minimum 61,00, nilai maksimum 84,00, standart deviasi 8,51558, serta varian 72.515. Sedangkan saat posttest didapatkan rata-rata 91,6667, nilai minimumnya 83,00, nilai maksimum 100,00, standart deviasi 5.91352, serta varian 34,970. Jadi besar pengaruh antara pretest danposttest sebesar 25,28%. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) adanya pengaruh yang signifikan pada penerapan metode part terhadap hasil dribble bola basket, 2) terdapat peningkatan hasil belajar dengan menggunakan metode part. Hal ini terbukti dari penghitungan besar pengaruh metode part pada peningkatan hasil belajar dribble sebesar 25,28%. Kata Kunci : Metode Part, Hasil Dribble Bola Basket. Abstract Part in extracurricular activities method is one of the components that have an important role. Part method is a form of skills training is done gradually from a learned skill. This type of research is quasi experiment with quantitative descriptive approach. While the design of the study is a one-group pretest-posttest design. The population in this study were all participants in extracurricular son SMP Negeri 1 Beji, Pasuruan district. How to obtain data using test dribble with 3 times the chance and will be taken 3 times the best time of the occasion. From the analysis using SPSS computer application (Statistical Product and Service Solutions) version 20, pretest obtained an mean 73.1667, the minimum value of 61.00, the maximum value of 84.00, standard deviation of 8.51558, as well as 72.515 variants. While at posttest obtained an mean 91.6667, the minimum value of 83.00, the maximum value of 100.0, standard deviation of 5.91352, as well as 34.970 variants. So great influence between pretest and posttest amounted to 25.28%. The results of this study are as follows 1) any significant influence on the implementation of the method part of the results dribble a basketball, 2) there is an increasing learning outcomes by using part. This proved of major influence calculation part method on improving learning outcomes dribble amounted to 25.28%. Keywords : Part Method, The Results of Dribble Basketball.
MINAT SISWA MTSN 1 PARON NGAWI PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET NUR MAULUDA HIDAYATI, CHARISMA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan peran penting dalam proses pengembangan potensi setiap manusia yang hidup di dunia ini. Pendidikan mengacu pada peningkatan sumber daya manusia agar lebih maju dan dapat berkembang sebagai manusia yang dapat berguna bagi nusa dan bangsa indonesia. Pendidikan disekolah merupakan hal yang utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pembelajaran dalam jam pelajaran (intrakurikuler) maupun kegiatan di luar jam sekolah (ekstrakurikuler). Dengan keduanya dapat dilakukan secara seimbang dan beriringan diharapkan mampu meningkatkan potensi siswa di sekolah maupun di luar sekolah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah minat siswa MTsN 1 Paron pada kegiatan ekstrakurikuler bola basket dan faktor minat apakah yang paling dominan yang dimiliki siswa MTsN 1 Paron dalam mengikuti ekstrakurikuler bola basket. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket. Dari hasil perhitungan angket, diperoleh hasil dari masing-masing indikator antara lain : pada indikator keinginan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket 424, indikator presepsi pada kegiatan ekstrakurikuler bola basket adalah 858, indikator perasaan saat mengikuti kegiatan adalah 457 dan indikator tujuan mengikuti kegiatan adalah 243. Dari hasil data keseluruhan menunjukkan minat siswa MTsN 1 Paron pada kegiatan ekstrakurikuler bola basket 1982 dengan rata-rata 142 ( Tinggi ). Indikator yang paling dominan yang dimiliki oleh siswa MTsN 1 Paron pada kegiatan ekstrakurikuler bola basket yaitu  indikator presepsi pada kegiatan ekstrakurikuler bola basket. Hal ini membuktikan bahwa presepsi pada kegiatan ekstrakurikuler bola basket di MTsN 1 Paron sangat tinggi dengan perolehan 858 dan dengan presentase 35,01%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa MTsN 1 Paron mempunyai minat yang sangat tinggi pada kegiatan ekstrakurikuler bola basket. Kata kunci : minat siswa dan ekstrakurikuler bola basket. Abstract Education is a crucial role in the process of developing the potential of every human being living in this world. Education refers to the increase in human resources to be more advanced and can evolve as a human being that can be useful for the country Indonesia. School education is a priority in creating quality human resources through learning in school hours (intra) as well as activities outside school hours (extracurricular). With both can be done in a balanced and concomitantly expected to increase the potential of the students in the school and outside of school. The problem of this research is how MTsN 1 Paron student interest in basketball extracurricular activities and interest factor is the most dominant of the students MTsN 1 Paron in participating in extracurricular basketball. This study uses a quantitative approach with descriptive research. The instrument used in this study is the use of a questionnaire. From the calculation of the questionnaire, the results obtained from each of the indicators, among others: the indicator of the desire to follow the activities of extracurricular basketball 424, indicators of perception in extracurricular activities basketball is 858, indicator of feelings while following activities are 457 and objective indicators to follow the activities is 243. from the results of the overall data showed MTsN 1 Paron student interest in basketball extracurricular activities in 1982 with an average of 142(High). Indicators of the most dominant possessed by students MTsN 1 Paron on basketball extracurricular activities are indicators of perception in basketball extracurricular activities. This proves that the perception in basketball in extracurricular activities MTsN 1 Paron very High with the acquisition of 858 and with a percentage of 35.01%. The conclusion of this study were students MTsN 1 Paron has a very high interest in basketball extracurricular activities. Keyword : Student’s interest and extracurricular basketball
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) DENGAN TIPE JIGSAW TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SRENGAT) HADI WIJAYA, DEDE
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran penjasorkes sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa baik dari segi fisik maupun pendidikan karakter. Model pembelajaran harus disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada disekolah dan disampaikan oleh guru dengan baik agar siswa merasa tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan salah satu model pembelajaran yang mendukung munculnya motivasi dalam pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif. Dari beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif, tipe TGT (Team Games Tournament) dan tipe Jigsaw mempunyai keunggulan dalam memunculkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara model pembelajaran Kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Srengat berjumlah 69 siswa, yang terdiri dari 35 siswa kelas XI IPS4 mendapat pembelajaran dengan model Kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) dan 34 siswa kelas XI IPS7 mendapat pembelajaran dengan model Kooperatif tipe Jigsaw dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan angket motivasi belajar dan analisis data menggunakan t test atau uji t (independent). Hasil perhitungan statistik membuktikan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) dengan rata-rata nilai motivasi belajar 126,66 lebih rendah dibandingkan tipe Jigsaw dengan rata-rata nilai motivasi belajar 136,44 dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan serta terbukti dari nilai  3,674 >  1,990 dengan taraf signifikan 0,05. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) dan Tipe Jigsaw, Motivasi Belajar Siswa, Pembelajaran Penjasorkes. Abstract The learning model used in learning penjasorkes influence on student learning outcomes in terms of both physical and character education. The learning model must be adapted to the existing facilities and infrastructure in schools and delivered by teachers with good to make students feel interested and motivated to keep learning. In Physical Education, Sport and Health one model of learning that supports the emergence of motivation in learning is cooperative learning model. Of some type in cooperative learning model, the type of TGT (Team Games Tournament) and Jigsaw has an advantage in generating student motivation. This study aims to determine the ratio between the type cooperative learning model TGT (Team Games Tournament) with the type cooperative learning model Jigsaw on the students motivation in learning physical education, sports and health. This research is a comparative study with quantitative descriptive approach. The sample in this study is a class XI student of SMAN 1 Srengat totaled 69 students, consisting of 35 students of class XI IPS4 got a learning model Cooperative type TGT (Team Games Tournament) and 34 students of class XI IPS7 got a learning model Cooperative Jigsaw with using a random cluster sampling technique. This research instruments using learning motivation questionnaire and analyzed using t test or independent t test. The results of statistical calculations to prove that there is a significant difference between the type cooperative learning model TGT (Team Games Tournament) with an average value of learning motivation 126.66 Jigsaw lower than the average value of 136.44 learning motivation in teaching physical education, sport and health as well as the proven value of 3.674 > 1.990 with significance level of 0.05. Keywords: Cooperative Learning Model TGT (Team Games Tournament) and Type Jigsaw, Student Motivation, Physical education, Sports, and, Health Learning
ANALISIS MINAT SISWA KELAS V SD SE-GUGUS WONOSOBO KECAMATAN SRONO KABUPATEN BANYUWANGI TERHADAP PERMAINAN TEE BALL FURQON, FAJAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk mencapai masyarakat unggul secara watak dan ilmu. Untuk mengembangkan potensi dalam bidang olahraga pendidikan perlu memperhatikan kemampuan, minat dan bakat peserta didik secara menyeluruh baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan seharusnya mengenalkan permainan-permainan yang menyenangkan dan terdapat nilai karakter di dalamnya. Permainan Tee Ball terdapat banyak nilai karakter seperti kerjasama, tanggung jawab dan disiplin serta juga terdapat komponen fisik seperti melempar, menangkap, lari dan memukul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat siswa terhadap permainan Tee Ball. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SD Se-Gugus Wonosobo Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah populasi 173 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode stastitik kuantitatif. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket minat siswa dengan uji validitas 0,246-0,672 dan uji reabilitas 0,876. Hasil analisa statistik didapatkan nilai prosentase minat siswa terhadap permainan Tee Ball sebagai berikut: SDN 1 Wonosobo 45,65% kategori sangat tinggi dan 54,35% kategori tinggi, SDN 2 Wonosobo 68,97% kategori sangat tinggi dan 31,03% kategori tinggi, SDN 3 Wonosobo 44,44% kategori sangat tinggi, 48,15% kategori tinggi dan 7,41% kategori sedang, SDN 4 Wonosobo 60% kategori sangat tinggi dan 40% kategori tinggi, SDN 5 Wonosobo 94,44% kategori sangat tinggi dan 5,56 kategori tinggi, SDN 6 Wonosobo 40% kategori sangat tinggi dan 60% kategori tinggi, SDN 8 Wonosobo 66,67% kategori sangat tinggi dan 33,33% kategori tinggi, SDN 9 Wonosobo 81,25% kategori sangat tinggi dan 18,75% kategori tinggi. Jadi, minat siswa kelas V SD Se-Gugus Wonosobo Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi termasuk kategori sangat tinggi. Kata Kunci: Minat Siswa, Permainan Tee Ball Abstract The purpose of national study is developing of student potency for make excellent society with character and knowledge. In order to developing the student potency on sport education areas need to pay attention in their skills, interests, and talents comprehension through direct teaching or extracurricular. Physical Education teacher have to introduce several kind of fun sport games which are have character values. In Tee Ball game contains fairy characters values such as cooperative, responsible and discipline that includes physical such as throwing, catching, running, and hitting. This study intention is to know about student interest toward Tee Ball games. The object of this study are 5th grade elementary school students around Wonosobo cluster Srono sub district, Banyuwangi regency in which population counted around 173 students. This analysis is using statistic quantitative methodology. Furthermore, taking sample process data is done by adopted from student interest questionnaire instrument with validity tested 0,246-0,672 and reliability tested 0,876. Based on the analysis, the result of student interest toward Tee Ball games are following: Wonosobo 1 elementary school with highest category around 45,65% and high category around 54,35%, Wonosobo 2 elementary school with highest category around 68,97% and high category around 31,03%, Wonosobo 3 elementary school with highest category around 44,44%, high category around 48,15% and medium category around 7,41%, Wonosobo 4 elementary school with highest category around 60% and high category around 40%, Wonosobo 5 elementary school with highest category around 94,44% and high category around 5,56%, Wonosobo 6 elementary school with highest category around 40% and high category around 60%, Wonosobo 8 elementary school with highest category around 66,67% and high category around 33,33%, Wonosobo 9 elementary school with highest category around 81,25% and high category around 18,75%. In conclusion, 5th grade elementary school student interest around Wonosobo Cluster Srono sub district Banyuwangi Regency toward Tee Ball games belong to in highest category. Keywords: Student Interest, Tee Ball Games
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MANDIRI BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS PENDEK BULUTANGKIS (STUDI DI KELAS XI SMA NEGERI 19 SURABAYA) HAKIKI, HAYA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh dan seberapa besar pengaruh Metode pembelajaran Mandiri Berstruktur terhadap hasil belajar Servis Pendek Bulutangkis siswa kelas XI SMA Negeri 19 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 19 Surabaya yang berjumlah 37 siswa.setiap kelas yang diambil secara cluster sampling, dengan jumlah siswa 30 yang terdiri atas22 siswa putra dan 15 siswa putri. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Metode pembelajaraan mandiri berstruktur terhadap hasil belajar servis pendek BuluTangkis pada siswa kelas XI SMAN 19 Surabaya. Hal tersebut diukur dengan proses post-test dan pre-test yang diantara prosesnya diselingi dengan treatment. Adapun treatment yang dilakukan yaitu pembiasaan melewatkan shuttle cock diantara shuttle cock lain,pengayunan raket, dan menjatuhkan sloop cock dengan gerakan servis pendek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) terdapat Pengaruh yang signifikan dalam penggunaan Metode pembelajaran Mandiri Berstruktur terhadap hasil belajar servis pendek Bulutangkis di siswa kelas XI SMAN Negeri 19 Surabaya, yang ditunjukkan bahwa H? diterima dan Ho ditolak karena nilai Zhitung (-5,043) berada pada zona H? diterima dan nilai Ztabel (-1,96) berada pada zona Ho ditolak. Jadi artinya ada pengaruh penggunaan Metode Pembelajaran Mandiri Berstruktur terhadap servis pendek Bulutangkis di SMA Negeri 19 Surabaya.52,91%. Kata Kunci: Metode pembelajaran Mandiri Berstruktur, hasil belajar servis pendek Bulutangkis. Abstract This study for to determine the influence is there and how much influence learning method for learning outcomes Structured Self Servis Short Badminton class XI student of Senior High School 19 Surabaya . This research isa quasi experiment research .Population in this study were all students of class XI Senior High School 19 Surabaya which amounted to 37 student. Each class taken by cluster sampling , with 30 students consisting of 22 boys and 15 female student.To determine the effect of using a structured method of learning outcomes in research badminton short service in a class XI student of Senior High School 19 Surabaya. It is measured by the post-test and pre-test between the process interspersed with treatment . The treatment is done is habituation miss the shuttle cock among other shuttle cock, swing racket and dropped sloop cock with a short service movement. The results of this study indicate that ; (1) there is a significant influence in the use of learning methods Independent Unstructured the learning outcomes of short service badminton in class XI student of Senior High School 19 Surabaya Affairs , indicated that Hi Ho accepted and rejected because the value Zhitung (-5.043) are in the Hi zone received and value Ztabel ( -1.96 ) are in the zone of Ho rejected. So that means there is the effect of using Independent Learning Method Structured against short service badminton at Senior High School 19 Surabaya . 52.91 % . Keywords: method for learning outcomes Structured,Self Servis Short Badminton.
PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS X MIPA SMA NEGERI 2 PONOROGO) SUKMA KHAIRUN NIAM, LAILI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam suatu proses belajar dibutuhkan kerjasama karena kerjasama adalah fakta yang terpenting dalam sebuah pembelajaran. Dalam hubungan kerjasama dengan kegiatan belajar yang terpenting adalah bagaimana menciptakan suatu proses belajar yang mengarahkan siswa untuk dapat menumbuhkan kerjasama agar dapat melakukan aktivitas belajar yang baik. Salah satu cara untuk menumbuhkan kerjasama adalah dengan menerapkan permainan tradisional dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Diharapkan dengan menerapkan permainan tradisional dalam pembelajaran mampu memaksimalkan pendidikan karakter pada siswa terutama kerjasama antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian permainan tradisional terhadap kerjasama siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Ponorogo berjumlah 64 siswa, yang terdiri dari 32 siswa kelas X MIPA 6 menjadi kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas X MIPA 4 menjadi kelompok kontrol dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan angket kerjasama dan analisis data menggunakan t test atau uji t (independent). Dari hasil perhitungan statistik dapat menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian permainan tradisional terhadap kerjasama siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan terbukti dari nilai  4,871 > 1,999 dengan taraf signifikan 0,05. Sedangkan besar pengaruhnya sebesar 5,53% untuk kelompok eksperimen dan 0,83% untuk kelompok kontrol. Jadi kenaikan keseluruhan sebesar 4,7%. Kata Kunci: SMA, Kerjasama Siswa, Permainan Tradisional. Abstract In a learning process required cooperation because cooperation is the most important fact in a study. In a collaborative relationship with learning the important thing is how to create a learning process that lead students to be able to foster cooperation in order to do a good learning activity. One way to foster cooperation is to apply a traditional game in teaching physical education, sports and health. Expected by applying traditional games in learning to maximize the character education to students, especially cooperation among students. This study aimed to determine the effect of the traditional games on the cooperation of students in physical education, sports and health. This research is experiment with descriptive quantitative approach. The samples in this study were students of SMAN 2 Ponorogo totaling 64 students, which consisted of 32 students of class X Science 6 into the experimental group and 32 students of class X Science 4 a control group using a random cluster sampling technique. The study instrument is using a questionnaire cooperation and data analysis usingt test or independent t test. From theresults of statistical calculations it can be concluded that there is asignificant effect of a relay race game against the cooperation of students in learning physical education, sport and health as proven from the value oft count 4.871 > ttable 1.999 with asignificance level of 0.05. While much influence at 5.53% for the experimental group and 0.83% for the control group. So overall increase of 4.7%. Keyword: Senior High School, StudentCooperation, Traditional Game.
HUBUNGAN ANTARA KECUKUPAN GERAK FISIK HARIAN DENGAN TINGKAT KEBUGARAN SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS XI MIA 3 SMA NEGERI 1 GRESIK) SAIDUD DAAROIN, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani dimana siswa diarahkan untuk belajar sehingga terjadi perubahan tingkat perilaku, tidak hanya menyangkut aspek fisikal, tetapi juga intelektual, emosional, sosial dan moral dengan maksud kelak anak muda itu akan menjadi percaya diri, berdisiplin, sehat, bugar, dan hidup bahagia. Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Olahraga (PJOK) harus mampu memberikan aktifitas fisik yang cukup untuk siswanya agar memiliki kebugaran jasmani yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecukupan gerak fisik harian dengan tingkat kebugaran siswa. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen melalui pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Gresik kelas XI. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kecukupan gerak fisik harian dengan analisis data korelasi product moment. Berdasarkan hasil angket diketahui nilai terendah KGFH adalah 16,7 sedangkan nilai tertingginya 125,4. Nilai rata-rata sebesar 53,93 dengan standart deviasi sebesar 27,92. Nilai terendah untuk MFT yaitu 20,1 sedangkan nilai tertingginya 34,30 dengan nilai rata-rata 24,19 dan standard deviasi 4,25. Hasil analisis korelasi product moment pada taraf signifikansi 0,05 dengan n=30 menunjukkan bahwa Rhitung lebih kecil dari pada Rtabel (Rhitung 0,155? Rtabel 0,364). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan kecukupan gerak fisik harian dengan tingkat kebugaran siswa studi pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gresik. Kata Kunci : KGFH, Kebugaran Jasmani, MFT. Abstract Physical education is a process of education through physical activities in which students are directed to learn to change the behavioral level, not only concerning aspects of the physical, but also intellectual, emotional, social and moral with the intention of later the young man will be a confident, disciplined, healthy, fit and a happy life. Learning of Physical Education, Health, and Sports (PJOK) should be able to provide enough physical activity for students to have a good physical fitness. The purpose of this study was to determine the relationship of the adequacy of physical movement daily fitness level of students. This study was non-experimental research with a quantitative approach. The population of this study were students of XI MIA 3 in SMAN 1 Gresik. The instrument of this research was a questionnaire adequacy of daily physical activity with analyze data product moment correlation. Based on the analysis, it showed that the lowest value of KGFH was 16.7, while the highest value was 125.4. The average value was 53.93 with a standard deviation of 27.92. The lowest value of MFT was 20.1 while the highest value was 34.30 with the average value of 24.19 and a standard deviation of 4.25. The results of the analysis product moment correlation at significance level of 0.05 with n = 30 indicates that rcalculation smaller than the rtable (rcalculation 0,155? rtable 0.364). Thus, it can be concluded that there was no significant relationship between adequacy of daily physical activity with fitness level students of XI MIA 3 class student in SMAN 1 Gresik. Keywords: KGFH, Physical Fitness, MFT.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP EFEKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 24 SURABAYA) AINUN NADHIFAH, ROSY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan bagian integral dari pendidikan dan merupakan alat pendidikan. Oleh karena itu program PJOK wajib diikuti oleh semua siswa. Tujuan yang ingin dicapai pada PJOK bersifat menyeluruh atau kognitif, afektif dan psikomotor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian reward terhadap efektivitas gerak siswa dalam PJOK. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas VIII kemudian menggunakan cluster random sampling untuk menentukan sampel. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII D yang berjumlah 36 siswa dan VIII G yang berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket Formative Class Evaluation (FCE) dan Lembar Kelas Dikjasor. Berdasarkan tabel  FCE kelompok eksperimen dalam tiga tatap muka masing-masing mendapatkan skor 5, 4, 4 dapat dikatakan dalam kategori baik. Berdasarkan tabel  FCE kelompok kontrol dalam tiga tatap muka masing-masing mendapatkan skor 4, 4, 4 dapat dikatakan dalam kategori baik. Berdasarkan tabel lembar observasi kelas dikjasor kelompok eksperimen yang dilakukan tiga tatap muka masing-masing mendapatkan skor 70,66%, 69,60% dan 66,56% dapat dikatakan dalam kategori baik. Berdasarkan tabel  lembar observasi kelas dikjasor kelompok kontrol yang dilakukan tiga kali tatap muka masing-masing mendapatkan skor 69,43%, 63,65%, dan 66,81% dapat dikatakan dalam kategori baik. Berdasarkan tabel  uji normalitas kelompok eksperimen diketahui Pvalue pada pertemuan pertama hingga ketiga yaitu 0,000, 0,045 dan 0,009. Dapat disimpulkan bahwa data pada pertemuan pertama hingga pertemuan akhir adalah berasal dari data yang tidak normal karena Pvalue < alpha yaitu < 0,05. Berdasarkan tabel  uji normalitas kelompok kontrol diketahui Pvalue pada pertemuan pertama hingga ketiga 0,108, 0,188 dan pertemuan 0,087. Dapat disimpulkan bahwa data pada pertemuan pertama hingga pertemuan akhir adalah berasal dari data yang normal karena Pvalue   > alpha yaitu 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada data FCE dan lembar observasi kelas dikjasor tidak ada pengaruh pemberian reward terhadap efektivitas siswa dalam pembelajaran PJOK. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi hasil FCE pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu kondisi fisik siswa, minat siswa dan keadaan cuaca pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pada data uji normalitas kelompok eksperimen menunjukkan data yang tidak normal yaitu < 0,05 sedangkan pada data uji normalitas kelompok kontrol menunjukkan data yang normal yaitu > 0,05. Kata Kunci: Reward, efektivitas. Abstract Physical Education, Sport and Health (PJOK in Bahasa) is an integral part of education and an educational tool. Therefore PJOK program is mandatory for all students. The objectives in physical education, sports, and holistic health or cognitive, affective and psychomotor. The aims of this study was to determine the effect of reward on the effectiveness of the student movement in PJOK. This study is a quasi-experimental research with a quantitative approach. The population in this research is VIII grade then using cluster random sampling to determine the sample. The sample in this research is class of VIII-D and VIII-G. The instrument used in this study was a questionnaire Formative Class Evaluation (FCE) and Class Sheet of Dikjasor. According to the table FCE experimental group in three face each get a score of 5, 4, 4 can be said to be in both categories. According to the table FCE control group in the three face each get a score of 4, 4, 4 can be said to be in both categories. Based on classroom observation sheet table of Dikjasor experimental group performed three face each get a score of 70.66%, 69.60% and 66.56% can be said in both categories. Based on classroom observation sheet table of Dikjasor control group performed three times face each get a score of 69.43%, 63.65%, and 66.81% can be said in both categories. Based on the test table normality Pvalue experimental group known at the meeting of the first three, namely 0,000, 0,045 and 0,009. It can be concluded that the data in the first meeting until the end of the meetings is derived from data that is not normal for Pvalue <alpha is <0.05. Based on the test table normality Pvalue control group known at the meeting of the first three 0.108, 0.188 and 0.087 meetings. It can be concluded that the data in the first meeting until the end of the meetings is derived from data that is normal because Pvalue > alpha of 0.05. It can be concluded that the data FCE and classroom observation sheets of Dikjasor has no influence on the effectiveness of reward students in learning PJOK. On the data normality test experimental group showed data that is not normal is <0.05, while the control group of data normality test showed normal data that is > 0.05. Keywords: Reward, effectiviness

Page 70 of 109 | Total Record : 1082