cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK HARIAN DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 CANDI, SIDOARJO) PRASETYO FERDIANTO, TEGAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH METODE TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE BOLABASKET (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KRAKSAAN) IBRAHIM NASUTION, TAUFIQ
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN STATUS GIZI ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DENGAN SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER NON-OLAHARAGA PADA SISWA KELAS X1 SMA NEGERI 1 BULULAWANG KABUPATEN MALANG AKBAR ILHAM GUMELAR, GILANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Status gizi merupakan keadaan tubuh seseorang atau sekelompok orang akibat dari konsumsi, penyerapan dan penggunaan zat gizi makanan. Dengan menilai status gizi seseorang atau sekelompok orang, maka dapat diketahui apakah seseorang atau sekelompok orang tersebut status gizinya baik atau tidak baik. Hal tersebut mempengaruhi tingkat keaktifan siswa saat mengikuti kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler adalah kegiatan siswa diluar jam belajar intrakurikuler yang dapat dibedakan menjadi ekstrakurikuler olahraga dan ekstrakurikuler non-olahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status gizi antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dengan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler non-olahraga. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan desain komparatif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah IMT/U. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bululawang Kabupaten Malang yang mengikuti ekstrakurikuler dengan jumlah 40 siswa. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan persentase dan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dengan status gizi normal memiliki persentase sebesar 65 % dari 20 siswa, sedangkan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler non-olahraga dengan gizi normal memiliki persentase sebesar 80 % dari 20 siswa. Berdasarkan hasil analisa menggunakan uji chi-square yaitu diperoleh nilai asymp sig. sebesar 0,288. Karena nilai asymp sig. (0,288) > alpha (0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan status gizi antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga dengan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler non-olahraga. Kata kunci: Status gizi, ekstrakurikuler. Abstract Nutritional status is body condition by personal or group of people as effect of food consumption and nutrient essence using. It is distinguished among good nutrition, bad nutrition, and less nutrition. Children that have good nutrition status look skill full, active and always enthusiastic joining all activities. Meanwhile bad nutrition status on the children can intrude on their growing and effect low physical quality. That affected the level of students activity while attending intracurricular and extracurricular activities.  Extracurricular is students activities outside intracurricular activities which can be divided into extracurricular sports and non-sports. The purpose of this study was to know nutritional status difference between the students who take extracurricular sports and the students who take extracurricular non-sports. This study is a non-experimental study with a comparative design. The instrument in this study used IMT/U. The population in this study was the eight grade students SMA Negeri Bululawang who take extracurricular amounts 40 students. Data analysis techniques in this study used percentages and chi-square test.Based on the results of the study that, students who take extracurricular sports with normal nutritional status have the percentage amounts 65 % of 20 students, meanwhile students who take extracurricular non-sports with normal nutritional status have the percentage amounts 80% of 20 students. According to the result of analysis using chi-square test, it is obtained score of asymp sig. amounts 0,288. Because of the score of asymp sig. (0,288) > alpha (0,05), so H0 is accepted and Ha is regected. Thus it can be concluded that there is no difference of nutrional status between the students who take extracurricular sports and students who take extracurricular non-sports. Keywords : nutritional status, extracurricular
PENGARUH MEDIA KARDUS TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK (STUDI PADA SISWA KELAS V SDN BIBIS 113 SURABAYA) RAMADAN, M.DWIKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas guru dalam rangka optimalisasi proses pembelajaran adalah sebagai fasilitator yang mampu mengembangkan kondisi belajar yang inovatif agar tercipta susana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif tentunya guru harus mempunyai terobosan-terobosan baru seperti media. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, guru diharapkan mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar dalam permainan dan olahraga, nilai-nilai sportivitas, kejujuran, kerjasama, dan lain-lain, serta pembiasaan pola hidup sehat. Media kardus merupakan media dengan menggunakan sebuah karton yang berbentuk kardus indomie yang bisa di gunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran lompat jauh. Penggunaan media ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok serta memudahkan proses pembelajaran khususnya dalam bidang pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil belajar dan besar pengaruh media kardus terhadap pembelajaran lompat jauh gaya jongkok siswa kelas V SDN Bibis 113 Surabaya tahun ajaran 2016-2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen berjenis pre experimental yang difokuskan pada One Group Pre-test Post-test design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa, lembar evaluasi pre-test dan post-test. Dianalisis menggunakan rumus rerata dan uji signifikansi.              Hasil penelitian menunjukkan penerapan media kardus berjalan lancar dan dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok. Hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan juga mengalami peningkatan, dari jumlah rerata 6,3  menjadi 9,5. Hal ini juga terbukti berdasarkan penghitungan uji-t terlihat bahwa nilai ttabel pada uji t-test for Equality of Means dengan taraf signifikan kedua kelas tersebut 1,697. Untuk data pre-test dan post-test nilai kritis t untuk taraf nyata 0,05 dan df = 35 adalah 29,076 dan 39,346. Dimana 1,697 ≤ 29,076 dan 39,346 atau ttabel ≤ thitung, maka H0 ditolak sehingga H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil pre test dan post test siswa dalam penerapan media kardus terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok di kelas V. Kata kunci: Media, kardus, hasil belajar, lompat jauh,gaya jongkok. Abstract The task of the teacher in order to optimize the learning process is as a facilitator who is able to develop innovative learning conditions in order to create susana learning fun for students. To create an innovative learning course, teachers must have new breakthroughs such as the media.. In the learning process of physical education, teachers are expected to teach a variety of basic movement skills in games and sports, the values of sportsmanship, honesty, cooperation, etc., as well as habituation healthy lifestyle. Cardboard media is a medium by using a cardboard box-shaped indomie that can be used as a tool in learning long jump. The use of this medium is expected to improve student learning outcomes in learning style long jump squat and facilitate the learning process, especially in the field of physical education and sports health. This study aims to find out the results of a large study and cardboard media to influence learning style long jump squat fourth grade students of SDN Bibis 113 Surabaya 2016-2017 school year. This research is a type of experiments that focused on the pre-experimental one group pre-test post-test design. Data collection techniques used observation and tests. The instrument used in the form of teacher activity sheets and student observation, evaluation sheets pre-test and post-test. Analyzed using the average formula and test of significance. The results suggest the application of cardboard media to run smoothly and can motivate students in learning the long jump squat style. Learning outcomes before and after implementation also increased, from a mean number of 6.3 to 9.5. It is also proved by the t-test calculation shows that the value ttabel the t-test for Equality of Means with a significant level of these two classes 1,697. For the data pre-test and post-test critical value of t for the real level of 0.05 and df = 35 is 29 076 and 39 346. Where 1.697 ≤ 29.076 and 39.346 or ttabel≤ thitung, then H0 is rejected and H1 accepted. So, it can be concluded that there are differences in the average results of the pre test and post test students in the application of cardboard media on learning outcomes in the long jump squat style in fourth class. Keywords             : Media, cardboard, learning outcomes, long jump, squat style.
PENERAPAN  PENDEKATAN TAKTIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SHOOTING DALAM SEPAK BOLA SETIA INDRAJATI, BIMA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2018): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang dilaksanakannya penelitian ini adalah sesuai observasi di SMP Negeri 3 Maospati bahwa peserta didik kurang antusias dalam pembelajaran PJOK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan Model Pendekatan Taktis terhadap hasil belajar shooting dalam sepak bola. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design. Dalam desain ini tidak ada kelompok kontrol dan subjek tidak ditempatkan secara acak. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP 3 Maospati dengan jumlah total 188 peserta didik. sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah kelas VII C yang berjumlah 21 siswa. Cara memperoleh data dengan cara melakukan pre-test, perlakuan dan post-test yang dilakukan 4 kali pertemuan. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 20 dapat diketahui hasil pre-test dari 21 peserta memiliki rata-rata 8,190 nilai standar deviasi 0,749 dan nilai varian 0,652. Sedangkan untuk hasil post-test dari 21 peserta memiliki rata-rata 10,477 nilai standar deviasi 0,813 dan nilai varian 0,662. Berdasarkan perhitungan SPSS Statistic 20 test dengan ketentuan penguji jika nilai signifikansi dari nilai hitung, thitung lebih besar dari ttabel dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sedangkan jika nilai signifikansi dari nilai thitung < ttabel dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dari hasil tersebut diperoleh nilai thitung > ttabel (10,477 > 2,086) dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05, maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam Uji Paired Sample T-Test, maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya ada pengaruh yang dari hasil tes setelah pemberian treatment dengan nilai persentase sebesar 27,9% pada peserta didik kelas VII C SMP 3 Maospati. Kata Kunci : Model Pendekatan Taktis, Shooting, Sepak Bola Abstract The background of this research is based on observation in SMP Negeri 3 Maospati that students are less enthusiastic in learning PJOK. The purpose of this research is to know the influence of application of Model of Tactical Approach to shooting learning result in soccer. This type of research uses quasi experiment with quantitative approach. The research design used in this research is One Group Pretest-Posttest Design. In this design there is no control group and the subject is not placed randomly. The population in the study were all students of class VII of SMP 3 Maospati with total of 188 students. While the sample of the research is class VII C, amounting to 21 students. How to get data by doing pre-test, treatment and post-test conducted 4 times meeting. From the result of analysis using SPSS computer application (Statistical Package for the Social Sciences) version 20 can be seen the result of pre-test from 21 participants have average 8,190 standard deviation value 0,749 and variant value 0,652. While for the post-test results from 21 participants had an average of 10.477 standard deviation values of 0.813 and a variance value of 0.662. Based on the calculation of SPSS Statistic 20 test with the provision of testers if the value of significance of the calculated value, t count is greater than ttable with significance level of 5% or 0.05 then Ha accepted and Ho rejected. Whereas if the significance value of t count <ttabel with significance level 5% or 0.05 then Ho accepted and Ha rejected. From these results obtained tcount> ttable (10,477> 2.086) with a significance level of 5% or 0.05, then according to the basis of decision making in Paired Sample T-Test, it can be concluded Ha accepted and Ho rejected, which means there is influence Of the test results after treatment with a percentage value of 27.9% in students class VII C SMP 3 Maospati. Keywords: Model of Tactical Approach, Shooting, Football
PENGARUH PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA DADA (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SIDOARJO) RIZAL BASTOMI, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2018): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Renang gaya dada merupakan renang yang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Metode pembelajaran media audio visual adalah metode pembelajaran yang mengkombinasikan audio dan visual atau bisa disebut media pandang-dengar. Audio visual akan dijadikan  penyajian bahan ajar kepada siswa semakin lengkap dan optimal. Sebab, penyajian materi diberikan media auido visual, dan guru bisa menjadi fasilitator belajar, yaitu memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian media audio visual terhadap hasil belajar renang gaya dada studi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain one group pre-test post-test design. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas VIII-H di SMP Negeri 3 Sidoarjo, sejumlah 36 siswa. Cara pengambilan data dilakukan selama 4 kali pertemuan yang terdiri dari pretest, treatment, dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian pemberian media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar renang gaya dada, hal ini dibuktikan dari hasil rata-rata pretest adalah 34,75 sedangkan rata-rata posttest adalah 56,21 dan nilai t-hitung sebesar 7,679 dengan signifikansi 0,00. Nilai t-tabel pada signifikansi α = 0,05 adalah 1,6896. Dari penjelasan diatas diketahui bahwa nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel (t h> t t). Oleh karena t-hitung lebih besar dari t-tabel (7,679>1,6896), maka hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh media audio visual terhadap hasil belajar renang gaya dada pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sidoarjo dinyatakan diterima dengan peningkatan sebesar 61,85% terhadap hasil belajar reang gaya dada. Kata kunci: Renang Gaya Dada, Media Audio visual,  Hasil  Belajar. Abstract Swimming breaststroke is the most popular swimming pool for recreation. The position of the body and the head can be out of water for a long time. Our body movements imitate the movement of frogs are swimming that called of frog style. The Audio visual media learning method is a learning method that combines audio and visual or can be called the media view-listening. Audio visual will serve as the presentation of teaching materials to students more complete and optimal. Therefore, the presentation of  material is replaced by the media, and the teacher can become a facilitator of learning, which makes it easy for students to learn. The purpose of this study is to determine the effect of giving audio visual media to the learning result of chest pool in the study of class VIII students in SMP Negeri 3 Sidoarjo. This research is a quasi-experimental research using one group pre-test post-test design. The selected object is the students of class VIII-H in SMP Negeri 3 Sidoarjo. Method of data retrieval is done during fou times meeting which consist of pretest, treatment, and posttest. Based on the results of the study of audio visual media effect on the learning results of breaststroke pool, this evidenced from the average pretest result is 34.75 while the average posttest is 56.21 and the t-count value of 7.679 with significance 0.00. The t-table value at significance α = 0.05 is 1.6896. From the above explanation note that the value of t-count is greater than the value of t-table (t h> t t). Because t count is bigger than t-table (7,679> 1,6896), hence hypothesis expressing influence of audio visual media to learning result of chest pool at student of class VIII SMP Negeri 3 Sidoarjo stated accepted with increase equal to 61,85 % of the learning results of breaststroke reagents. Keywords: Breaststroke Style, Audio Visual Media, Learning Result.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI (PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SIDOARJO) PRASONGKO SEPRIANTO, GANIS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2018): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani adalah bagian dari pendidikan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan rohani yang sehat untuk pertumbuhan dan perkembanganan jasmani, mental, serta emosional yang sepadan dan seimbang. Guru sebagai pendidik berkewajiban membimbing para siswa dengan cara  memberikan pengetahuan dan memfasilitasi proses pembelajaran berlangsung secara kreatif dan sistematik Untuk itu diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapa t mengembangkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada siswa kelas X SMAN 1 Sidoarjo. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas X SMAN 1 Sidoarjo, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 siswa. jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni  dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain randomized control group pre test – post test design. Bersdasarkan hasil analisis SPSS 20.0 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli dibuktikan dengan Thitung 22,6025 > Ttabel 1,99444 dengan taraf signifikansi  0,00 < 0,05 yang berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diteima, sedangkan besar pengaruh 24,50 %. Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif tipe NHT, Hasil belajar, Passing bawah bolavoli. Abstract Physical education is part of education that focuses on a physical activitiy and spiritual activity to improveng and grow physical, mental, and emotional in balance. Teachers as educators are obliged to guide the students by providing knowledge and facilitate the learning process creatively and systematically.  Therefore, it is necessary a learning model that can develop student learning outcomes using cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) on tenth graders students of SMAN 1 Sidoarjo. This study aims to determine whether there is influence of cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) to the learning outcomes of volleyball underhand pass and to find out how much the coperative learning model type Numbered Head Together (NHT) influences the volleyball underhand pass learning of tenth graders students of SMAN 1 Sidoarjo, with 36 students as sample. This research is true experiment research, while the approach is quantitative and the design is randomized control group pre test - post test design. Based on the result of 20.0 SPSS analysis, it can be concluded that there is a significant influence of cooperative learning model type Numbered Head Together (NHT) toward volleyball underhand pass learning, proved from Tcount 22,6025 > Ttable 1,99444 with significant value of  0,00 < 0,05  means that H0 was rejected and Ha is accepted with influence value to 24,50%. Keywords: Cooperative learning type NHT, Learning outcomes, Volleyball  Underhand Pass.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL SHOOTING PADA PERMAINAN FUTSAL” (STUDI PENELITIAN PADA TIM FUTSAL SMA AL-ISLAM KRIAN SIDOARJO) ICHWANUDDIN, RISQI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2018): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Audio visual adalah gabungan dari audio dan visual bahkan bisa dikatakan sebagai media pandang dengar. Dalam penyajian bahan ajar siswa yang semakin sulit audio visual dapat menjadi solusi untuk memberikan variasi dalam penyampaian materi. Selain itu, peran dan tugas guru dapat digantikan dalam batas-batas tertentu sebagai fasilitator belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan media audio visual terhadap hasil shooting pada permainan futsal. 2) untuk mengetahui seberapa besar beda pengaruh penerapan media audio visual terhadap hasil shooting pada permainan futsal tim futsal SMA Al-Islam Krian Sidoarjo. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian Non Randomized Control Group Pretest-postest design. Hasil penelitian diperoleh dari perhitungan wilcoxon test dijelaskan bahwa terdapat pengaruh penerapan media audio visual terhadap hasil shooting pada permainan futsal pada tim futsal SMA Al-Islam Krian Sidoarjo. Hasil dari penelitian wilcoxon signifikan lebih kecil dari alpha (,000 < 0,05) dengan demikian sesuai dengan ketentuan jika signifikan < a dengan taraf signifikan 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak sedangkan hasil dari perhitungan prosentase pengaruh antara hasil pretest-postest dengan skor 27% pada kelompok eksperimen dan 20% pada kelompok kontrol. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh setelah diberikan treatmen dan meteri audio visual pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol tanpa diberikan materi audio visual. Kata Kunci: Audio visual, hasil shooting pada permainan futsal Abstract Visual audio is a combination of audio and visual which can be called as a visual audio media. In the teaching materials’ presentation that increasingly difficult, visual audio can be a sulusion to provide variation in material presentation. In addition, teachers’ roles and duties can be substituted in certain limits as learning facilitators. The purposes of this research are (1) To know the effect of visual audiomedia application on futsal game shooting result. (2) To know how effective the implementation of visual audio media on SMA Al-Islam Krian Sidoarjo futsal team game shooting result is. This research uses quasi-experimental research method with quantitative approach. The research  design is Non Randomized Control Group Pretest-posttest design. The result of this research is obtained from the accumulation of wilcoxon test, it is explained that there is effect of  visual audio media implementation on SMA Al-Islam Krian Sidoarjo futsal team game shooting results. The result of wilcoxon is significantly smaller than alpha (000 <0.05) therefore it is in accordance with the determination that if the significant <a with significance level of 5% then Ha is accepted and Ho is rejected while the result of effect percentage accumulation between pretest-postest result with 27% scorein the experimental group and 20% in the control group. From the data, it can be concluded that there is effect after the groups given the treatments and visual audio material, the experimental group is higher in its level than the control group which visual audio material was not given. Keywords: Visual audio, futsal game shooting result.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SERVICE BAWAH DAN PASSING ATAS MATERI PERMAINAN BOLAVOLI (STUDI PADA KELAS X SMA NEGERI 4 PAMEKASAN) IRHAMY, ARIEF
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2018): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran  kooperatif adalah  model pembelajaran yang lebih mengutamakan kerja kelompok dan diarahkan oleh guru. Pembelajaran kooperatif sangat baik untuk siswa dan guru dalam meningkatkan sikap positif terhadap lingkungan belajar, kerja sama, kemampuan  nalar, keterlibatan emosional, dan dukungan sosial. Pembelajaran kooperatif model Teams Game Tournament (TGT) merupakan jenis model pembelajaran yang mudah untuk diterapkan, seluruh siswa terlibat dalam pembelajaran, berperan sebagai tutor sebaya dan terdapat permainan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar service bawah dan passing atas materi permainan bolavoli dalam pembelajaran PJOK, mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar service bawah dan passing atas materi permainan bolavoli dalam pembelajaran PJOK. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan. Sampel diambil dengan cara cluster random sampling untu menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar service bawah dan passing atas bolavoli dalam pembelajaran PJOK pada kelas X di SMA Negeri 4 Pamekasan dengan perhitungan nilai sig (2tailed) atau p value service bawah sebesar 0,881 dan p value passing atas sebesar 0,074. Maka diketahui nilai  p value lebih besar dari 0,05. Besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar siswa pada materi service bawah dibuktikan dengan perhitungan presentase pengaruh yaitu sebesar 3,40%, sedangkan materi passing atas dibuktikan dengan perhitungan presentase pengaruh yaitu sebesar 2,41%. Kata Kunci : Teams Games Tournment (TGT), Service Bawah, Passing Atas Bolavoli. Abstrack Cooperative learning is a larger form that include all type working group and all preferences form by teacher. Cooperative learning is aimed to increase positive attitude of students for learning environment that cover, teachers, ability to work in group , logical thinking. The management of emotional  and social support. The aim of this research is to know the impact of cooperative learning model type TGT toward the result of down service and top passing learning in the volley ball game material PJOK 2. This research is experimental research with quantitative exposure, and the subject of this research is students in X grade SMA Negeri 4 Pamekasan. Sample was taken by using cluster random sampling to determine the experiment and control class. The result of this research shows there is an impact of cooperative learning model type TGT toward the result of down service and top passing learning in the volley ball game material PJOK for X grade in SMA Negeri 4 Pamekasan with score sig (2talled) or p value service around 0.881and p value top passing 0,074. Then It can be inferred p value bigger than 0,05. The amount of impact in the implementation of cooperative learning model type TGT toward the result of down service, proven around 3,40%, and top passing with the amount 2,41%. Keywords : Teams Games Tournament (TGT), Underhand Serve, Overhead Pass
PENGARUH METODE DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR GULING BELAKANG (STUDI PADA SISWA KELAS VII  SMPN 2 BUDURAN SIDOARJO) HARSONO, SONY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2018): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penjasorkes merupakan bagian dari kurikulum yang diberikan pada tingkat sekolah dasar (SD) sampai pada tingkat sekolah menengah atas (SMA). Salah satu jenis aktivitas penjas adalah senam lantai. Untuk tingkat SMP kelas VII tertera di RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) indikatornya siswa menejelaskan rangkaian gerak guling belakang dengan benar. Berdasarkan pengalaman PPP ( Progam Pengelolaan Pembelajaran) penulis menemukan bahwa siswa  SMPN 2 Sidoarjo tidak pernah diberikan pembelajaran guling belakang. oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian tentang berjudul adalah “Pengaruh Metode Demonstrasi  Terhadap Hasil Belajar Guling Belakang Kaki Tekuk”. penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi  penelitian ini seluruh siswa kelas VII  SMPN 2 Sidoarjo dengan besar populasi 320  dengan cara Cluster Random Sampling sehingga yang terpilih sebagai sampel adalah kelas VII C dan dibagi 2 group kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan cara ordinal pairing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapatnya pengaruh metode demonstrasi terhadap pembelajaran guling belakang yang signifikan karena pada uji Independent Samples Test 0,043 < 0,05. Dan dibuktikan dengan kelokmpok eksperimen terdapat peningkatan sebesar (49,65%) dengan rata-rata pretes (30,8083) dan posttest (45,2083). Kata Kunci: Metode demonstrasi,hasil belajar dan guling belakang Abstract Penjasorkes is part of the curriculum which is given at the elementary level (SD) level to high school level (SMA). One type of its activity is gymnastics. For Junior High School grade VII listed in RPP (Learning Implementation Plan) the indicator of student’s explanation about series of backward rolling movement correctly. Based on the experience of PPP (Learning Management Program), the writer found that the students of SMPN 2 Sidoarjo have never been given the back-bump learning. Therefore, the authors are interested in doing research about it with a title is "Influence Demonstration Method on Learning Results Back Belly Foot Bend". The method of this research is experimental research with quantitative approach. The population in this study is, all students of class VII SMPN 2 Sidoarjo with a large population of 320 students. By wy of cluster random samplimg so that the selected as a is sample class VII C and divided into 2 groups of experimental groups and control groups by ordinal pairing. The results of this study showed that there was influence of demonstrasion method toward the result of backward-rolling between control group and experimental group, because of the result of Independent Samples Test test 0,043 <0.05. and the experimental group had an increase of (49.65%) evidenced by the pretest average (30,8083) and posttest (45,2083). Keywords: Methods of demonstration, learning outcomes and backward roll

Page 73 of 109 | Total Record : 1082