cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
SURVEI SARANA PRASARANA DAN KETERSEDIAAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN TULUNGAGUNG SEPTIA PUTRA PERMADI, DHIKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam mata pelajaran PJOK sarana prasarana merupakan salah satu faktor utama penunjang keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar. Bukan hanya sarana prasarana saja namun peran guru juga sangat penting untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia khususnya mata pelajaran PJOK. Kedua hal tersebut saling berkaitan untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sarana prasarana dan ketersediaan guru dalam bidang PJOK yang ada di SMA Negeri se-Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian yang mengambarkan suatu peristiwa secara langsung. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan PDPJOI. Dari hasil penelitian didapatkan hasil sebagai berikut: 1) untuk ketersediaan sarana prasarana, 6 sekolah yang mendapat kategori “C” , 4 sekolah yang mendapat kategori “D” dan 1 sekolah yang mendapat kategori “E”. 2) untuk ketersediaan guru, 6 sekolah yang mendapat kategori “A”, 4 sekolah yang mendapat kategori “B” , dan 1 sekolah yang mendapatkan kategori “C”. Jadi rata-rata ketersediaan sarana prasarana yang ada di SMA Negeri se-Kabupaten Tulungagung sebesar 38% dengan kategori “D” (Kurang) dan rata-rata ketersediaan guru yang ada di SMA Negeri se-Kabupaten Tulungagung memperoleh 79% dengan kategori “B” (Baik). Kata kunci: Sarana prasarana, Guru   Abstract  In Physical Education, Health, and Recreation class, infrastructure is one of main factor to support implementation in learning and teaching activities. Not just infrastructure but also role of the teachers is important to improve quality education in Indonesia especially Physical Education, Health, and Recreation class. Those two is related to each other for achievement of learning objectives. This research’s purpose is to know depiction of infrastructures and teachers in Physical Education, Health, and Recreation class in Public Senior High School Tulungagung Regency. It is descriptive research, a research that illustrates an event directly. Instrument in this research use PDPJOI. The results of the research is : 1) for infrastructure availability, 6 schools got “C” category, 4 schools got “D” category, and 1 schools got “E” category. 2) for teacher availibility, 6 schools got “A” category, 4 schools got “B” category, and 1 schools got “C” category. Average infrastructure availibility in Public Senior High School Tulungagung Regency is 38% with “D” category (low) and average teacher availibility in Public Senior High School Tulungagung Regency is 79% with “B” category (good). Keywords : Infrastructure, Teacher
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AKTIVITAS FISIK (STUDI PADA SMP NEGERI 02 WLINGI KAB. BLITAR) ULFA RIMAYANTI, FEBI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aktivitas fisik merupakan komponen penting bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menunjang kebugaran fisik. Aktivitas fisik yang kurang akan berdampak buruk terutama bagi  siswa yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka, siswa menjadi  mudah lelah  jika melakukan sedikit aktivitas, selain itu siswa rentan terhadap segala penyakit serta mengakibatkan resiko kegemukan (obesitas). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan mengetahui seberapa besar pengaruh teknologi informasi terhadap aktivitas fisik siswa di SMP Negeri 02 Wlingi Kab. Blitar. Total subjek penelitian ini menggunakan 620 siswa sebagai populasi dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 68 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan angket penggunaan teknologi informasi harian dan kartu aktivitas fisik. pengelolahan data menggunakan SPSS  for windows release 21.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara pengunaan teknologi informasi terhadap aktivitas fisik siswa. Rata-rata penggunaan teknologi informasi sebesar 317,50 dengan standar deviasi sebesar 72,47 sedangkan nilai terendah 120 dan nilai tertinggii 480, untuk hasil rata- rata aktivitas fisik sebesar 5370,23 dengan standar deviasi 2460,87 sedangkan nilai terendah 1233,14 dan nilai tertinggi 16342. Hasil analisis koefisien korelasi gamma sebesar -0,153 dengan nilai signifikan 0,475 > 0,05, sedangkan  hasil data koefisien determinasi dihasilkan pengaruh sebesar 2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan teknologi informasi dengan aktivitas fisik. Kata kunci: Pengaruh, Teknologi Informasi, Aktivitas Fisik   Abstract Physical activity is essential component for human being which enhance humans vitality in everydays life. The lack of physical activity will give bad impact especially for students which can disrupt their daily activities. Students will easily get tired although on doing little activity, they can be susceptible on any disease, and also can cause obesity risk. It is a descriptive quantitative research which highlighting two research problems: to know the influence of information and technology on students physical activities and how far information and technology influence their physical activities at SMP Negeri 02 Wlingi Kab. Blitar. The total subject of the research was 620 students as population and using 68 students as the sample. Data collection was done by giving questionnaire about the use of information and technology in daily activities and also using physical activities’ card. Data analysis was done by using SPSS version 21.0 for windows release. The result of this research showed that there is no influence of using information and technology on students’ physical activities. The average proportion of the use of information and technology was 317.50 with deviation standard was 72.47. The lowest score was 120 and the highest score was 480. The average result on physical activities was 5370.23 with deviation standard 2460.87 while the lowest score was 1233.14 and the highest score was 16342. The result of correlation coefficient was -0.153 with significant value 0.475 > 0.05 while the result of data determination coefficient was 2%. It can be concluded that there was no significant influence between the use of information and technology with students’ physical activities. Keywords: the influence, information and technology, physical activities
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PART PRACTICE TERHADAP HASIL BELAJAR LAY UP BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP N 2 TAMAN SIDOARJO) ROSA SEPTIANA, AYU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Materi bola basket merupakan salah satu permainan bola besar yang diajarkan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan ( PJOK ). Terdapat beberapa ketrampilan yang harus dikuasai dalam permainan bola basket yaitu dribble, passing, shooting dan lay up. Banyak kendala yang dialami saat pembelajaran bola basket dengan materi lay up dikarenakan kurangnya pemahaman peserta didik dalam tehnik lay up. Hal tersebut disebabkan karena pada saat proses pembelajaran PJOK guru tidak menjelaskan langkah demi langkah melakukan lay up, sedangkan lay up terdapat banyak langkah yang harus dilakukan dengan tepat agar bias menghasilkan sebuah gerakan yang baik. Kurangnya kreativitas dan inovasi guru PJOK dalam memilih metode pembelajaran bola basket pada materi lay up. Metode pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan metode bagian (part practice) agar peserta didik lebih memahami penjelasan setiap langkah pada saat melakukan lay up. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran part practice terhadap hasil belajar lay up bola basket pada siswa kelas VIII A di SMP N 2 Taman Sidoarjo. Serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan metode pembelajaran part practice terhadap hasil belajar lay up bola basket pada siswa kelas VIII A di SMP N 2 Taman Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuantitatif semu dengan menggunakan desain one group pretest post-test design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A SMP N 2 Taman Sidoarjo. Cara pengambilan data dilakukan selama 4 kali pertemuan yang terdiri dari pretest,treatment,dan  post-test. Berdasarkan hasil penelitian metode pembelajaran part practice berpengaruh terhadap hasil belajar lay up bola basket, hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan uji T, t hitung lay up kanan (37,38), t hitung lay up kiri (41,13) dan t tabel (2,024) dengan demikian sesuai dengan ketentuan jika t hitung lebih besar dari t tabel dengan taraf signifikan 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak dan presentase pengaruh yaitu pengetahuan 28,073%, ketrampilan lay up kanan 32,14% dan lay up kiri 30,198%. Kata Kunci : Metode part practice, lay up bola basket Abstract Material basketball is one big ball games that are taught in the learning of Physical Education and Health. There are some skills that must be mastered in a basketball game that dribble, passing, shooting, pivot, and lay-up. Many obstacles encountered when teaching basketball to the material lay-up due to a lack of understanding of learners in a lay-up techniques. This is because during the learning process Physical Education and Health teacher did not explain step by step process of doing lay-up, while the lay-up there are many steps that must be done properly in order to prduce a result and a lack of creativity and innovation of teachers Physical Education and Health in choosing learning methods appropriate for teaching basketball on a lay-up material. Appropriate learning methods to overcome this problem is by using part (part practice) so students can understand every step at the time of lay-up. The purpose of this research is to know the influence of the application of part practice learning method on the results basketball lay-up based on the study of  grader student of SMP Negeri 2 Taman Sidoarjo. This research is a quasi-quantitative experimental research using one group pretest post-test design. The object of the experiment is student of   grader VIII A class of SMP Negeri 2 Taman Sidoarjo. The data are gained through pretest,treatment,dan  post-test done within 4 meetings. Based on the result of the research, part practice learning method influenced the result of learning basketball lay up, it is proved from the result of T test, right lay up calculated t (37,38), left lay up calculated t (41,13) and t table (2.024) thus according to provisions if calculated t is greater than t table with significant level of 5% then accept Ha and reject Ho and the percentage of influence that is 28.073% knowledge, 32.14% right lay up skills and 30.198% left lay up. Keywords: part practice learning method, basketball lay up.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN KARDIOVASKULAR ANTARA SISWA JALAN KAKI DENGAN SISWA YANG NAIK SEPEDA SAAT KE SEKOLAH PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KREJENGAN, KECAMATAN KREJENGAN, KABUPATEN PROBOLINGGO MUKMININ, AMIRIL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran kardiovaskular merupakan kemampuan dari jantung, paru-paru, dan peredaran darah di dalam tubuh dalam menyuplai oksigen keseluruh tubuh dengan baik dan maksimal, yang dapat mempengaruhi kebugaran jasmani dalam kehidupan seseorang. Kebugaran kardiovaskular merupakan faktor utama yang penting dalam kehidupan manusia untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Siswa harus mempunyai kebugaran kardiovaskular yang baik, sehingga dapat melaksanakan proses belajar dengan optimal. Salah satu kegiatan yang berperan dalam membentuk kebugaran kardiovaskular siswa adalah aktivitas siswa saat berangkat dan pulang sekolah. Di SMP Negeri 2 Krejengan terdapat perbedaan aktivitas siswa ketika berangkat dan pulang sekolah yakni jalan kaki dan naik sepeda. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui perbandingan tingkat kebugaran kardiovaskular antara siswa jalan kaki dengan siswa yang naik sepeda. 2) Untuk mengetahui kebugaran kardiovaskular yang lebih baik antara siswa jalan kaki dengan siswa yang naik sepeda. Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan dengan pendekatan kuantitatif dan merupakan jenis penelitian non-eksperimen. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis dianalisis secara statistik untuk menguji hipotesis menggunakan uji-t (beda antar kelompok). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Krejengan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes MFT (Multistage Fitness Test). Berdasarkkan hasil tes MFT (Multistage Fitness Test) menunjukkan bahwa nilai signifikan (0,04) lebih kecil dari alpha (5%) atau 0,05. Selain itu hasil tes MFT siswa jalan kaki didapatkan nilai rata-rata kebugaran kardiovaskular sebesar (27,20) dan standart deviasi (4,19), sedangkan siswa naik sepeda didapatkan nilai rata-rata kebugaran kardiovaskular sebesar (24,34) dan standart deviasi (2,32). Sehingga dengan demikian dapat dikatakan Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti ada perbandingan yang signifikan antara tingkat kebugaran kardiovaskular antara siswa jalan kaki dengan siswa yang naik sepeda saat ke sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbandingan yang signifikan tingkat kebugaran kardiovaskular antara siswa jalan kaki dengan siswa yang naik sepeda saat kesekola pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Krejengan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Hal ini menunjukkan bahwa siswa jalan kaki memiliki tingkat kebugaran kardiovaskular yang lebih baik dari pada siswa naik sepeda pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Krejengan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Kata kunci: Kebugaran Kardiovaskular, Jalan Kaki, Naik Sepeda   Abstract Cardiovascular fitness is the ability of the heart, lungs, and blood circulation inside the body to supply oxygen into the whole body in good and maximum condition, which affects somebody’s physical fitness. Cardiovascular fitness is the main factor for human to do daily activities. Students must have a good cardiovascular fitness, so they can do the learning process optimally. One of the activities that influences the development of student’s cardiovascular fitness is their daily routine when they go to school and go back home. In Krejengan 2 Junior High School, there are differences in students daily routine when they go to school and go back home, that is by walking and by riding bicycle.  The purposes of this research are: 1) To investigate the comparison of cardiovascular fitness level between students who go to school by walking and by riding bicycle. 2) The examine which exhibits better, cardiovascular fitness. This research is a non-exsperimental comparison research with quantitative approach. The sampling technique in this research is purposive sampling technique.  Hypothesis is analyzed statistically to using T-test (difference between groups). The subjects of this research are 7th grade students of Krejengan 2 Junior High School, Krejengan, Probolinggo. The instrument used in this research is MFT (Multistage Fitness Test). The result of MFT, the shows that significant value (0,04) is smaller than alpha (5%) or 0,05. Furthermore, the MFT result of students who go to school by walking shows the average value of cardiovascular fitness of (27,20) and deviation standard of (4,19). While for the students who go to school by riding bicycle, the cardiovascular fitness level is (24,34) and the standard deviation is (2,32). Therefore it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected, which indicates a significant difference in the cardiovascular fitness level between students who go to school by walking and by riding bicycle. In clonclusion, the resarech reveals that there is a significant difference in cardiovascular fitness between students who go to school by walking and by riding bicycle  on 7th grade students of Krejengan 2 Junior High School, Krejengan, Probolinggo. This result signifies that students who go to school by walking have better cardiovascular fitness level than students who go to school by riding bicycle in 7th grade students of Krejengan 2 Junior High School, Krejengan, Probolinggo. Keywords : Cardiovascular Fitness, Walking, Riding Bicycle 
PENERAPAN METODE SMALL SIDED GAMES TERHADAP GERAK DASAR CONTROL DAN PASSING DENGAN KAKI BAGIAN DALAM SEPAK BOLA FATA ISNANI, QASAMUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan satu usaha yang paling penting dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia. Pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari- hari, dengan pendidikan yang baik individu  diharap agar peserta didik secara aktif  mengembangkan potensi, baik sepiritual keagamaan maupun pengendalian diri . Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan bagian penting  dari pendidikan keseluruhan, bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani  keterampilan gerak belajar sportif dan unsur-unsur lainya. Olahraga sepak bola adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh masyarakan baik usia muda hingga usia tua, dan dapat dimainkan scara  kebersamaan maupun klompok kecil, skarang dengan adanya small sided games maka permainan sepak bola bias dimainka dengan cara mengurangi jumlah pemain dan memperkecil lapangan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar  pengaruh penerapa metode small sided games terhada  gerak dasar control dan passing dengan kaki bagian dalam sepak bola. ( study pada siswa kelas IV SD Negeri lidah wetan II/462 Surabaya yang berjumlah 35 siswa). Penelitian ini menggunakan  jenis experimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil data peneliti posttest ternyata lebih besar daripada hasil pretest dengan adanya treatment small sided games yang dilakukan sebanyak 2 kali pertemuandengan hasil rata-rata setelah treatment meningkat 5% .Berdasarkan hasil hitung uji T thitung > ttabel (4,018 > 2,042) dengan demikian thitung > ttabel dengan taraf signifikan 5% maka HA diterimadan HO ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh penerapan metode small sided games terhadap hasil belajar control dan passing dengan kaki bagian dalam sepak bola. Dibuktikan dengan hasil thitung 4,018 > ttabel 2,042 dengan taraf signifikan 0,05 dan Besarnya pengaruh penerapan metode small sided games terhadap hasil belajar control dan passing dengan kaki bagian dalam sepak bola dibuktikan dengan perhitungan presentase pengaruh yaitu sebesar 48,15%. Kata Kunci : small sided games, control, passing, kaki bagian dalam, sepak bola Abstract Education is one of the most important factor in human resources developmnet. Education can not be separated in our life, well education is designed to help students achieve their individual potential and create a positive future for themselves, both spiritual and emotionalcontrol. Physical sporrts and health education is the important thing of overall education, aimed to maintaining physical fitness of sports-learning skills and other elements. Sports football is one of the most favored sports by people of both young and old age, and can be played together or small groups, with small sided games, football games can be dimmed by reducing the number of players and minimizing the existing field. The purpose of this study is to determine how much influence the method of small sided games to the basic motion control and passing with foot inside football. (Study is base on 35 students, fourth grade of Lidah wetan II / 462 elementary school). This research uses a kind of quasi-experiment with quantitative approach. Based on the data of posttest researcher was bigger than the result of pretest with the existence of small sided games treatment which was done 2 times meeting with the average result after treatment increased 5%. Based on the result of T test count> ttable (4.018> 2.042) T test count> ttable with significant level 5% then HA accepted and HO rejected. The conclusion of this research is the influence of application of small sided games method to the result of learning control and passing with foot in foot soccer. It is proved by the result of tcount 4.018> ttable 2.042 with a significant level of 0.05 and the magnitude of the influence of small sided games method implementation on the result of control and passing learning with foot in foot soccer proved by the percentage of influence that is equal to 48.15%. Keywords: small sided games, control, passing, inner feet, football
SURVEI  TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN ( STUDI PADA SD, SMP, DAN SMA NEGERI SE-KECAMATAN PRAMBON NGANJUK) PURBATIN, YULI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang bertujuan untuk melatih mental individu serta dapat mengembangkan aspek emosional, penalaran dan tindakan moral. Kemajuan PJOK di sekolah sangatlah penting untuk menunjang kinerja fisik serta mental siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemajuan PJOK pada SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk dengan menggunakan instrument Pangkalan Data Pendidikan Jasmani Olahraga Indonesia (PDPJOI). Dalam instrument tersebut terdapat 4 aspek yaitu: ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan tenaga pelaksana, hasil kerja kurun 1 tahun lalu  dan prestasi penghargaan kurun 1 tahun lalu. Hasil rekapitulasi data tingkat kemajuan PJOK pada SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk yaitu: ketersediaan sarana dan prasarana mendapatkan nilai 135 masuk dalam kategori “C” cukup, ketersediaan tenaga pelaksana mendapatkan nilai 320 masuk dalam kategori “C” cukup, hasil kerja kurun 1 tahun lalu mendapatkan nilai 197 masuk dalam kategori “B” baik, dan prestasi penghargaan kurun 1 tahun lalu mendapatkan nilai 77 masuk dalam kategori “D” kurang. Kesimpulannya adalah hasil yang diperoleh untuk tingkat kemajuan PJOK pada SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk mendapat total nilai 547 masuk dalam kategori “C” cukup. Kata Kunci: Kemajuan PJOK PDPJOI Abstract    Physical education, sport, and health (PJOK) is an educational process that utilizes physical activity that aims to train individual mental and can develop emotional aspects, reasoning and moral action. Progress of PJOK in schools is very important to support the physical and mental performance of students. This research was conducted to know the level of  PJOK progress in elementary, junior and senior high schools in Prambon Nganjuk sub-district by using instrument database of Physical Education Sport Indonesia (PDPJOI). In the instrument there are 4 aspects: the availability of facilities and infrastructure, the availability of executive staff, the work of the period 1 year ago and achievement awards the period of 1 year ago. Result of recapitulation of data of education level of physical, sport and health education at elementary, junior and senior high school in Prambon Nganjuk sub-district that is: availability of facility and infrastructure get value 135 enter in category "C" enough, availability of executor get value 320 inside category "C" is enough, the work of the period 1 year ago get the value of 197 entered in the category "B" good, and achievement awards last year 1 get 77 scores into the category "D" less. The conclusion is that the results obtained for the level of PJOK progress in Primary, Junior and Senior High Schools in Prambon Nganjuk sub-district received a total of 547 points in the "C" category is sufficient. Keywords: Progress of PJOK PDPJOI
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN UNDER HAND PASS DAN UNDER HAND SERVE PADA PEMBELAJARAN BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 TUBAN) SHOFIUDIN, FADLI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan menuntut guru harus berperan kreatif dan inovatif sehingga di mana sebuah tujuan pembelajaran tersebut tersampaikan secara benar dan tepat. Maka penulis ingin menerapkan suatu alat bantu pengajaran berbentuk Media Audio Visual. Keberhasilan dalam pembelajaran Under Hand pass dan Under Hand Serve Bolavoli dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang dihasilkan melalui proses pre test dan post test aspek psikomotor. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-eksperimen) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X IPA-4 sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 28 siswa dan siswi. Dari hasil penelitian secara umum yang dapat disimpulkan bahwa selama 4 kali perlakuan, dengan menggunakan aspek psikomotor hasil belajar yang digunakan pada saat pre test  dan post test didapatkan Dari hasil penelitian siswa kelas X memiliki rata-rata nilai Rata-rata  mean pre test hasil belajar Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Under Hand Pass Bolavoli adalah 56,11, dengan standar deviasi pre test 5,94, nilai paling rendah 50 , nilai paling tinggi 69 . Untuk  rata-rata mean post test hasil belajar Under Hand Pass Bolavoli adalah 73,43, dengan standar deviasi post test 9,41, nilai paling rendah 63, nilai paling tinggi 100. Dari hasil tersebut di peroleh peningkatan sebesar 30,87%. Sedangkan Rata-rata  mean pre test hasil belajar Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Under Hand Serve Bolavoli adalah 68,75, dengan standar deviasi pre test 10,48, nilai paling rendah 56 , nilai paling tinggi 94 . Untuk  rata-rata mean post test hasil belajar Under Hand Serve Bolavoli adalah 73,43, dengan standar deviasi post test 9,41, nilai paling rendah 63 , nilai paling tinggi 100. Dari hasil tersebut di peroleh peningkatan sebesar 6,80%. Kata Kunci: Audio Visual, Under Hand Pass dan Under Hand Serve Bolavoli. Abstract The development of science requires teachers to play a creative and innovative role so that where a learning objective is delivered correctly and correctly. So authur want to apply a teaching tool in the form of Audio Visual Media. Success in learning Under Hand pass and Under Hand Serve Bolavoli can be seen from the results of student learning is produced through the process of pre test and post test psychomotor aspects. The type of research used is quasi-experiment with quantitative descriptive approach. The sample technique used is purposive random sampling. The subjects of this study are the students of class X IPA-4 as the experimental group of 28 students and the students. From the results of general research that can be concluded that during the 4 treatments, using psychomotor aspects of learning outcomes used at the time of pre test and post test obtained From the results of research students class X has average value Mean mean pre test learning outcomes Influence Audio Visual Media Against Ability Under Hand Pass Volleyball is 56,11, with standard deviation of pre test 5,94, lowest value 50, highest value 69. For mean post test mean learning outcomes Under Hand Pass Volleyball is 73,43, with standard deviation of post test 9,41, lowest value 63, highest score 100. From these results obtained an increase of 30,87%. Whereas Mean Mean Pre Test Learning Outcomes The Influence of Audio Visual Media To The Ability Of Hand Serve Volleyball is 68,75, with standard deviation of pre test 10,48, lowest value 56, highest value 94. For mean post test mean learning result of Under Hand Serve Volleyball is 73,43, with standard deviation of post test 9,41, lowest value 63, highest value 100. From these results obtained an increase of 6,80%. Keywords: Audio Visual, Under Hand Pass and Under Hand Serve Volleyball.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA MENENGAH PERTAMA NEGERI DAERAH PESISIR (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 TUBAN DAN SMPN 6 TUBAN) NURCHAKIM, ADITYA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH VARIASI GERAK DASAR LARI, LOMPAR DAN LEMPAR TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK SISWA (PADA SISWA KELAS IV SDN MADE 4 LAMONGAN) FERDIANSYAH A, HAIDAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di SD pada hakikatnya mempunyai arti dan peran yang sangat vital dan strategis dalam upaya membangun dan mengembangkan potensi individual siswa. Hal ini dapat dimengerti karena siswa usia SD adalah kelompok masyarakat yang sedang tumbuh dan berkembang yang memerlukan pembinaan dan bimbingan. Pendidikan jasmani di SD bertujuan merangsang pertumbuha, perkembangan jasmani, keterampilan gerak dan intelektual, mengingat siswa usia SD sangat menyukai aktivitas gerak. Untuk mengoptimalkan kemampuan gerak, perlu didukung dengan pembelajaran gerak dasar dalam program pendidikan jasmani yang dikemas dengan benar sesuai dengan tungkat pertumbuhan dan perkembangan siswa. Dengan memberikan variasi gerak dasar lari, lompat dan lempar diharapkan siswa lebih aktif bergerak dan meningkatkan keterampilan motorik dalam PJOK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi gerak dasar lari, lompat dan lempar terhadap peningkatan keterampilan  motorik siswa dalam PJOK pada siswa kelas IV SDN Made 4 lamongan dan untuk mengetahui besarnya pengaruh pada penelitian ini, sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV A dan kelas IV B dengan jumlah siswa 53 siswa, yang terdiri dari 27 siswa laki – laki dan 26 siswa perempuan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain one group pretest – posttest design. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu ada pengaruh yang signifikan dari penerapan variasi gerak dasar lari, lompat dan lempar terhadap peningkatan kketerampilan motorik siswa dalam PJOK pada siswa kelas IV SDN Made 4 Lamongan. Hal tersebut berdasarkan hasil perhitungan prosentase peningkatan variasi gerak dasar lari, lompat dan lempar terhadap peningkatan keterampilan motorik siswa, untuk prosentase pada kelincahan 0,2%, pada koordinasi 0,5%, pada keseimbangan 0,6% dan pada kecepatan 0,3%.  Kata Kunci: Keterampilan motorik, Gerak dasar. Abstract The physical of education, sport and  health in elementary school basically encompass important  role in effort of building and developing student’s potential . It shows from the indicator of students in elementary grade is a typical of people that having a golden age to grow and develop, therefore they need an assistance. This education is purposed to initiate the development of student physical and movement skill. In order to maximize the movement skill, education basic skill is needed. Therefore, education of physical is being package properly based on the development level on each students. It can be inferred into presenting some varieties in basic activities such as running, jumping, and  throwing  in which it is purposed to motivate the students will be more active and enchant the skill in PJOK. The goal of this research is to know the impact of implementing some variation in basic action such as running, jumping , and throwing toward the skill of students in PJOK for students in IV grade Made 4 lamongan. It is also being purposed to find out the amount of impact for this research. The subject of this research is the students in class IV A and IV  B with the total of students is around 53. They are consists of 27 male and 26 female. The type of this research is false experiment with quantitative exposure and group pretest- posttest design. The result of this research is there is a significant impact from the implementation of variation  from basic action such as running, jumping, and  throwing toward the enhancement of movements skill in PJOK for the students in IV SDN Made 4 Lamongan.  It is from the result of the presentation from the enhancement variation of basic movements such as running , jumping , and throwing  toward movement skill of the students. The result is for  agility 0,2%, for  coordination 0,5%,  balance 0,6% and for the speed 0,3%.  Keywords : Motor skills, Fundamental.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI SISWA (STUDI PADA SISWA SDN PRAJURIT KULON 1 KOTA MOJOKERTO) SELVI, THERESYA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masa sekolah adalah masa dimana anak-anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Di masa itu, anak-anak cenderung bergerak dan bermain. Untuk melakukan aktivitas gerak yang baik dibutuhkan makanan bergizi. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang normal akan berlangsung dengan baik apabila ditunjang dengan asupan gizi yang tercukupi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak antara lain: faktor genetik dan faktor lingkungan (keluarga, gizi dan budaya). Orang tua mempunyai harapan agar anaknya dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menghindari makanan yang dapat merugikan kesehatan. Banyak orang tua yang memiliki pendidikan relatif rendah tidak mengetahui cara pengelolaan makanan yang benar sehingga kebutuhan gizi makanan yang dikonsumsi sehari-hari berkurang. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan status gizi siswa, 2) untuk mengetahui besarnya sumbangan tingkat pendidikan orang tua kepada status gizi siswaSDN Prajurit Kulon 1 Kota Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah  IMT/U dan data  pendidikan orang tua. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Prajurit Kulon 1 kota Mojokerto dengan besar populasi 210 siswa. Penelitian ini adalah penelitian populasi.Teknik analisis data menggunakan persentase, korelasional dan determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada  tingkat pendidikan orang tua yang tidak sekolah, 3 anak dengan status gizi siswa normal dan 1 siswa obesitas, orang tua dengan tingkat pendidikan dasar  menunjukkan bahwa 3 siswa dengan status gizi kurus, 34  siswa normal, 12 siswa gemuk dan 3 obesitas, orang tua dengan tingkat pendidikan menengah menunjukkan bahwa 3 siswa dengan status gizi sangat kurus, 3 siswa  kurus, 74 siswa normal, 18 siswa gemuk dan 17siswa obesitas, orang tua dengan tingkat pendidikan tinggi menunjukkan bahwa  2 siswa  dengan status gizi kurus, 28 siswa normal, 6 siswa gemuk, 3 siswa obesitas. Simpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan orang tua dengan status gizi siswa SDN 1 Prajurit Kulon 1 kota Mojokerto dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,204. Besar sumbangan tingkat pendidikan orang tua kepada status gizi siswa adalah 4,1%. Kata Kunci: tingkat pendidikan, status gizi. Abstract School period is a period where the children experience with the right growth and development. In this period, the children disposed to playing. To doing good movement activity, it is needed nutriment. Growth and development of the normal children took place well if it is supported by nutrient fulfilled. There are several factors that can influence growth and development, such as: genetic and environmental factor (family, nutrient and culture).Most of parents have expectation that their children consumed nutriment and avoid damage food for health. Whereas, most of them have low education and did not know how to process good food, so the needed nutriment lessen. The aimed of this study is to know the relationship between parents’ education level and students’ nutritional status in SDN Prajurit Kulon 1 Mojokerto and to know how big the contribution of parents’ educational level and students’ nutrient status. This study used non-experimental correlation design, it also used the percentage, correlation and determination as the data collection techniques. The IMT/U and the data of parents’ educational level used as the intruments of this study. The researcher took 210 students in SDN Prajurit Kulon 1 Mojokerto as the subject of the study. The results of the study showed that the frequency of parents’ educational level who did not get education have3 children with nutritional status normal students and 1 obese student, parents of the primary educational level have 3 children with nutritional status  thin students, 34 normal students, 12 fat students and 3 obese students, parents of the middle-level education have 3 children with nutritional status very skinny students, 3 thin students, 74 normal students, 18 fat students and 17 obese students, parents of the higher educational level have 2  children with nutritional status thin students, 28 normal students, 6 fat students, 3 obese students. The study revealed that there was no significant relationship between parents’ educational level and students’ nutritional status of students in SDN Prajurit Kulon 1 Mojokerto. The contribution of parents’ educational level and students’ nutritional statues was 4,1%. Keywords : Parents’ education, Nutrient status.

Page 72 of 109 | Total Record : 1082