cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
SURVEI JENIS DAN PENCEGAHAN CEDERA PADA EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMP NEGERI 2 SEDATI SIDOARJO RAHMAN YUNIAWAN, ARIF
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler olahraga adalah kegiatan sekolah di luar jam sekolah yang terkait dengan olahraga. Dalam kegiatan kegiatan ekstrakurikuler siswa olahraga sering mengalami cedera olahraga. Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat meningkatkan keterampilan dengan bentuk-bentuk latihan spesifik sesuai dengan olahraga yang diikuti. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan berjalan dengan baik, tetapi tanpa siswa menyadari melupakan pentingnya keselamatan. Dari kegiatan ini siswa dapat terluka. Cedera olahraga dapat didefinisikan sebagai cedera yang terjadi selama kegiatan olahraga atau latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis cedera dan mengetahui pencegahan cedera pada olahraga ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Sedati Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode survei desain penelitian rcorrelational. Populasi dalam penelitian ini menggunakan semua siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dalam olahraga futsal, bola basket dan bola voli. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan masing-masing pelatih, kuesioner dan dokumentasi. Uji statistik yang digunakan adalah persentase menggunakan Microsoft excel dan dibantu dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis cedera olahraga yang terjadi dalam olahraga futsal ekstrakurikuler, bola basket dan bola voli adalah cedera ringan sebesar 68,46% yang umumnya terjadi di leher, bahu, siku dan pergelangan tangan serta lokasi cedera olahraga yang sering terjadi. adalah bagian atas tubuh 54,66%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari wawancara yang dapat disimpulkan bahwa siswa yang telah mengalami cedera preventif pertama bahwa pelatih melakukan peregangan pada tubuh,jika ada pelatih cedera yang sangat berat akan membawa siswa ke pusat kesehatan terdekat Kata Kunci: Jenis dan Pencegahan cedera, Ekstrakurikuler Olahraga Abstract Extracurricular sports are school activities outside of school hours associated with sports. In extracurricular activity activities of sports students often experience sports injuries. Through extracurricular activities students can improve skills with specific forms of exercise in accordance with the sport that followed. Extracurricular activities are expected to run well, but without students realize forget the importance of safety. From these activities students can get injured. Sports injuries can be defined as injuries that occur during sports or exercise activities. The purpose of this research is to know the types of injuries and to know the prevention of injuries on the extracurricular sports in SMP Neegeri 2 Sedati Sidoarjo. The type of research is non experimental research with rcorrelational research design survey method. The population in this study used all students who follow extracurricular activities in futsal sport, basketball and volleyball. The data were collected through interviews with each trainer, questionnaire and documentation. Statistical test used is percentage using Microsoft excel and assisted with SPSS software. The results of this study indicate that the types of sports injuries that occur in the extracurricular sports futsal, basketball and volleyball are mild injuries of 68.46% which generally occur in the neck, shoulders, elbows and wrists and the location of sports injuries that often occur is the upper body of 54.66%. Based on the results obtained from interviews that it can be concluded that students who have experienced the first preventive injury that the trainer is doing a stretch on the body, if there is a very heavy injury coach will bring students to the nearest health center. Keywords: Type and Injury prevention, Extracurricular sport
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAKEM TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PJOK CHOIRUL MAKNUN, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, ketrampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, ketrampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Di dalam proses pembelajaran terdapat model pembelajaran yang digunakan untuk merancang materi belajar. Salah satunya adalah model pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Tujuan dari penelitian ini adalah1)Untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap motivasi dan hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas XI AK 1 di SMK Prapanca 2 Surabaya, 2)Untuk mengetahui besar pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap motivasi dan hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas XI AK 1 di SMK Prapanca 2 Surabaya.Berdasarkan output ?Test Statistics? di atas, diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 lebih kecil dari < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ?Ha diterima?. Artinya ada perbedaan antara hasil belajar PJOK untuk pre-test dan post-test, sehingga dapat disimpulkan pula bahwa ?ada pengaruh pembelajaran PAKEM terhadap hasil belajar siswa kelas XI AK 1 SMK Prapanca 2 Surabaya dan ada peningkatan sebesar 24,78%. Kata kunci: Model PAKEM, motivasi dan hasil belajar PJOKAbstractPhysical Education is the foundation in the form of the education system that has purposed to develop the aspects of helath, physical fitness, critical thinking skills, emotional stability, social skills, intelectual and moral activity through the physical exercise. In the learning process activity there were a learning model used to design the learning materials. One of the learning model are Active, Creative, Effective, and Fun learning (PAKEM) which has purposed to improve the student learning outcomes.There are two purposes on this research. First, is to know the influence of learning model of PAKEM toward the students motivation and learning outcomes of physical education to the students of XI AK 1 at SMK Prapanca 2 Surabaya. Second, is to know the effect of PAKEM learning model of physical education toward the students of XI AK 1 at SMK Prapanca 2 Surabaya.Based on the "Test Statistics" output above, Asymp.Sig. known (2-tailed) is worth 0.000. Since the 0.000 value is less than <0.05, it can be concluded that "Ha is accepted". It means that there is a difference on PJOK learning outcomes between pre-test and post-test, it can be concluded that "there is an effect of PAKEM learning process toward the student learning outcomes of XI AK 1 SMK Prapanca 2 Surabaya that there were 24.78% increase on the result.Keywords: PAKEM model, motivation and learning outcomes of PJOK
PENGARUH PENDEKATAN BERMAIN TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS ATAS BOLAVOLI (STUDI PADA SISWA KELAS VIII MTS NEGERI TERATE SUMENEP) ISMUL HAQ ZULFIYANTONO, SULAIMAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menumbuhkan minat belajar disetiap kegiatan belajar mengajar PJOK, membutuhkan sebuah kondisi dengan terpenuhinya semua unsur penunjang secara kondusif demi tercapainya kompetensi hasil belajar secara tuntas. Baik dari sisi spirituil, sikap, pengetahuan dan keterampilan. Kondisi ini menuntut guru pengajar untuk lebih inovatif dan kreatif di setiap metode dan strategi pembelajarannya. Pendekatan belajar dengan teknik yang tepat dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Perndekatan bermain adalah salah satunya, dengan menerapkan konsep bermain diharapkan mampu membawa kondisi belajar kearah lebih kondusif dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beserta besarannya penggunaan metode pembelajaran dengan menggunakan pendekatan bermain terhadap hasil belajar servis atas bolavoli pada peserta didik Kelas VIII MTs Negeri Terate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitiannya menggunakan Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 74 dari kelas 8 MTs Negeri Terate dengan teknik cluster random sampling. Data diperoleh dari hasil tes belajar ranah keterampilan melalui instrumen AHHPER dan ranah pengetahuan menggunakan instrumen tes rubrik penilaian ranah pengetahuan berupa soal pemahaman konsep dasar servis atas bolavoli. Berdasarkan hasil analisis SPSS IBM 2.1 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran pendekatan bermain terhadap hasil belajar servis atas bolavoli, dibuktikan dengan Thitung 3,333 > Ttabel 1,994 dengan taraf signifikansi 0,001 < 0,05 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, sedangkan besar pengaruh 10,96 %. Kata Kunci : Bermain, Hasil belajar, dan Servis Abstract Growing interest to learning in every PJOK?S teaching and learning activities, requires a condition with the fulfillment of all supporting elements that are conducive to the achievement of the competence of learning results thoroughly. From the spiritual side, attitude, knowledge and skill. This condition requires teachers to be more innovative and creative in every method and learning strategy. A learning approach with the right techniques can influence students learning outcomes. Playing Approach is one of them, by applying the playing concept is expected to bring learning conditions towards more conducive and effective. This study aims to determine the effect and magnitude of the use of learning methods by using playing approach to upperhand servis on Volleyball in Grade VIII students of MTs Negeri Terate. The method used in this research is quantitative with Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. The sample of research is 74 from 8th grade of MTs Negeri Terate with cluster random sampling technique. The data obtained from the results of skill learning test through AHHPER instruments and the knowledge domain using the scoring rubric assessment tool about the concept of basic service concept on volleyball. Based on the result of 2.1 SPSS IBM analysis, it can be concluded that there is a significant influence of learning model of play approach toward volleyball upperhand servis learning, proved from Tcount 3,333 > Ttable 1,994 with significant value of 0,001 < 0,05 means that Ho was rejected and Ha is accepted with influence value to 10,96%. Keyword : Playing, Learning Outcomes, and Service
PERBANDINGAN TINGKAT KONSENTRASI DAN MOTIVASI SISWA ANTARA JAM KE 1 DAN 2 DENGAN JAM KE 4 DAN 5 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA KELAS VII SMPN 5 SIDOARJO PURWANTO, GAGUK
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PJOK merupakan salah satu mata pelajaran yang ada dalam kurikulum satuan Pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dengan fokus pembelajaran melalui aktifitas gerak. Konsentrasi dan motivasi merupakan komponen penting dalam pembelajaran POK yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan dan mengetahui seberapa besar perbandingan tigkat konsentrasi dan motivasi siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Subjek penelitian ini menggunakan 264 siswa sebagai populasi dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 66 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes konsentrasi dengan gride concentration test dan angket motivasi belajar siswa. pengelolahan data menggunakan manual dan SPSS for windows release 21.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan terhadap tingkat konsentrasi antara siswa jam ke 1 dan 2 dengan siswa jam ke 4 dan 5 dalam pembelajaran PJOK. Pada tingkat motivasi belajar siswa diketahui mempunyai nilai thitung sebesar 2.419 ? ttabel 1,668 dengan Sig = 0,018 ? ? = 0,05 yang sesuai dengan kriteria pengujian. Hal ini berarti menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga ada perbedaan motivasi siswa antara jam ke 1 dan 2 dengan jam ke 4 dan 5 dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Sidoarjo. Motivasi siswa jam ke 1 dan 2 memiliki rata-rata sebesar 171,96 dan siswa jam ke 4 dan 5 memiliki rata-rata motivasi sebesar 162,87. Kata kunci: Tingkat Konsentrasi dan Motivasi Belajar, Jam Pembelajaran. Abstract Sport and Health Education is the one of existing subjects in Education Unit curriculum in elementary, junior high school, and high school which focused on motion activity. Concentration and motivation are important components in Sport and Health Education learning that can support learning activities. The aim of this research was to knowing the information about students comparison and concentration in Sport and Health Education learning. The subjects of this research was using 264 students as a population 66 students for sample. The type of research is non experimental with quantitative approach. The data were collected by giving concentration test with grid concentration test and student motivation questionnaire, and using SPSS for windows release 21.0 to analyze the data. The results of the research showed that there was no differences between fisrst and second schedule learning with students at fourth and fifth schedule learning. At the students motivation level there are several different factors between fisrst and second schedule learning with students at fourth and fifth schedule learning. In the same variant assumed the acquisition of t value equal to 2,419 and significance level p = 0,018. The results show that p <0.05, meaning there was a difference of them. Keywords: level concentration and motivation to learn, Hours of learning.
SURVEI ANALISIS KECUKUPAN ENERGI PADA SISWA CABANG OLAHRAGA KARATE SMA NEGERI OLAHRAGA JAWA TIMUR SENIYA BINTARI, ELVIRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Karate merupakan cabang olahraga yang berasal dari Jepang, yang kini banyak digemari masyarakat Indonesia dan berkembang cukup pesat. Dalam upaya untuk mencapai prestasi yang optimal di karate selain membutuhkan latihan yang teratur siswa juga membutuhkan kecukupan gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecukupan energi, karbohidtar, protein dan lemak siswa cabang olahraga karate SMA Negeri Olahraga Jawa Timur. Desain penelitian menggunakan penelitian survei dengan menggenakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 19 siswa cabang olahraga karate. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian food recall 24 jam serta pengukuran tinggi badan dan berat badan pada seluruh siswa cabang olahraga karate Sma Negeri Olahraga Jawa Timur. Berdasar kan hasil analisis tingkat kecukupan energi siswa dengan cabang olahraga karate SMA Negeri Olahraga Jawa Timur rata rata siswa termasuk kategori baik 13 siswa (68%). Tingkat kecukupan karbohidrat dengan rata rata 10 siswa dalam kategori cukup (54%). Tingkat kecukupan protein dengan rata rata 14 siswa dalam kategori baik (74%). Tingkat kecukupan lemak siswa dengan rata rata 15 siswa termasuk dalam kategori baik (79%). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat kecukupan energi, lemak dan protein masuk dalam kategori baik sedangkan untuk kebutuhan karbohidrat masih berada dalam kategori cukup. Implimikasi dari penelitian ini adalah kebutuhan energi dibutuhkan para atlet untuk meraih prestasi yang optimal. Sehingga pihak sekolah dapat memperhatikan nutrisi dalam makanan setiap atletnya. Kata kunci : Kecukupan energi, karate. Abstract Karate is sport witch from Japan, now much loved Indonesian society and now grow rapidly. To get optimal achievement in karate beside needs continued excercise, karate sport student also need good nutrition in their body. The purpose of this research was to found out the description of energy sufficiency, carbohydrate, protein and fat on karate sport student sport state senior high school East Java. Research design applying in survei with quantitative approach. Sampel in this researc is 19 student karate sport. Data collecting applying food recall 24, height and weight measurements for all karate sport student sport state senior hight school East Java. Data analysis using manual calculation to know frekuency and mean. From the analysis of energy sufficiency its known that karate sport student sport state senior high school into good category are 13 student (68%). Carbohydrate sufficiency into bad category are 10 student (53%). Protein sufficiency into good category are 14 student (74%). Fat sufficiency into good category are 15 student (79%). Teh result above show that most levels of energy, protein and fat sufficiency in the good category while carbohydrate sufficiency still in bad categoru. Implimikasi from this research is energi requirement needed by athlete to reach optimal achievement. So the school can attention to nutrition in the day of every athlete. Keywords: Energy sufficiency, Karate.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR LAY UP BOLA BASKET SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 SIDOARJO NUR ALAMSYAH, YUDHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan proses dimana guru dan siswa berinteraksi timbal balik satu sama lain yang bersifat mempengaruhi dan dipengaruhi. Keberhasilan suatu KBM ditentukan dari banyak faktor terutama dari dalam guru dan siswa itu sendiri. Inti dari proses belajar mengajar adalah tingkat keefektifan dari pelaksanaan KBM tersebut. Tingkat efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh perilaku guru dan siswa. Perilaku guru yang efektif antara lain mengajar dengan jelas, menggunakan variasi model pembelajaran, memperdayakan siswa dan lain sebagainya. Sedangkan perilaku siswa antara lain disiplin belajar, semangat belajar, kemandirian belajar, aktif belajar dan sikap belajar yang lebih baik. Kebanyakan siswa kelas X SMA Negeri 2 Sidoarjo kurang berminat walaupun guru sudah menerapkan model pembelajaran saintifik dalam proses KBM.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran contextual teaching adn learning (CTL) terhadap hasil belajar lay up bola basket pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Sidoarjo.2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar lay up bola basket pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Sidoarjo.Disimpulkan bahwa ada pengaruh pada penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar lay up bolabasket siswa kelas X SMA Negeri 2 Sidoarjo, hal ini dibuktikan dari hasil analisis statistik bahwa nilai thitung -5,112? ttabel 1,697 dengan Sig = 0,000 ? ? = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Kata kunci: model, Contextual Teaching and Learning, hasil belajar Abstract Teaching and Learning Activity is a interaction process between teacher and students that influenced each other. The success of the process is determined by many factors, especially from within teacher and students themselves. The level of effectiveness is influenced by both teacher and student?s behavior. For the example of the effective behavior are teaching clearly, using various learning models, empowering students, etc. While effective behavior of students are discipline, passion of learning, learning independence, active to learn, and another good learning behavior. Most of the tenth grade of the second state senior high school of Sidoarjo are not interested on learning activity even the teacher applied saintific learning model.The research purposes are 1. To know the influence of the contextual teaching and learning model application to basketball?s lay up learning result of the tenth grade students of the second state senior high school of Sidoarjo. 2. To know the magnitude of influence of the contextual teaching and learning model application to basketball?s lay up learning result of the tenth grade students of the second state senior high school of Sidoarjo.It is concluded that there is an influence of the contextual teaching and learning model application to basketball?s lay up learning result of the tenth grade students of the second state senior high school of Sidoarjo. This is proved by statistical analysis value, with tcount ? ttable (-5,112 ? 1,697), with 0,000 significance. It is indicated that H0 is accepted and Ha is rejected. Keyword(s): Learning Model, Contextual Teaching and Learning, Learning Result.
PENGARUH PERMAINAN DART TERHADAP HASIL TEMBAKAN PADA EKSTRAKURIKULER PANAHAN DI SMA AL HIKMAH GARUM KABUPATEN BLITAR SEPTIAR WISNU PRADANA, DICKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dart adalah sebuah olahraga melempar anak panah ke sebuah papan sebagai sasaran. Dalam bermain dart membutuhkan konsentrasi supaya hasil lemparannya tepat mengenai saasaran yang dituju. Dart disebut juga sebagai miniatur dari olahraga panahan, karena bentuk sasaran dan anak panahnya. Dalam olahraga panahan konsentrasi juga dibutuhkan, supaya hasil tembakan yang didapat tepat mengenai sasaran yang dituju. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian permainan dart terhadap peningkatan hasil tembakan siswa ekstrakurikuler panahan SMA Al ? Hikmah Garum Kabupaten Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 22 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada penelitian ini menggunakan instrumen permainan dart dan tes scoring panahan untuk memperoleh data. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t sampel bebas. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui hasil pre-test kelompok eksperimen memiliki rata ? rata 33,4545 nilai standart deviasi 16,31174 dan varian 266,073, dan hasil post-test memiliki rata ? rata 45.09 nilai standart deviasi 12.54157 dan varian 157.291. Sedangkan hasil pre-test kelompok kontrol memiliki rata ? rata 27,1818 nilai standart deviasi 19.88375 dan varian 395,364. Hasil post-test 35,8182 nilai standart deviasi 17,87634 dan varian 319.564. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan uji t antara kelompok ekperimen dan kelompok kontrol, tapi pada pre ? test dan post ? test kelompok eksperimen ada perbedaan yang signifikan pada hasil tembakan siswa ekstrakurikuler panahan SMA Al ? Hikmah Garum Kabupaten Blitar dengan peningkatan sebesar 35%. Kata kunci: Permainan dart, ekstrakurikuler panahan, hasil tembakan Abstract Dart is a sport throwing an arrow to a board as a target. In the play dart requires concentration so that the results of the right throw about the intended target. Dart is also called miniature of archery sport, because of its target shape and its arrows. In archery sport concentration is also required , in order to obtain the right shot on the intended target . The purpose of this research is to know the effect of giving of game dart to increase the result of shot of student of extracurricular archery of SMA Al - Hikmah Garum, Blitar Regency. This research is a quasi-experimental research . Subjects in this study were 22 students divided into two groups, namely the experimental group and the control group. In this study using darts and archery scoring test to obtain data. While the data analysis in this study using free sample t test. Based on the calculation result known h acyl pre-test experimental group had mean - mean value of the standard devi ation 33.4545 16.31174 and 266.073 variants and post-test results have average - average 45.09 standard deviation value 157 291 12.54157 and variants. While the pre-test of the control group had an average of 27.1818 standard deviation values of 19.88375 and 395,364 variants. Post-test results 35.8182 standard deviation value 17.87634 and 319.564 variants . It can be concluded that there is no significant difference between the experimental group and the control group, but in the pre-test and post-test of the experimental group there is a significant t test difference in the result of the students extracurricular shot of SMA Al-Hikmah Garum Blitar Regency with an increase of 35% . Keyword: Darts, extracurricular archery, shot result
ANALISIS STATUS GIZI BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN PENDAPATAN ORANG TUA (STUDI PADA SISWA SDN KETIMANG SIDOARJO) AINUL HIDAYAT, MOCHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan mengenai gizi pada anak merupakan salah satu masalah pokok masyarakat dari dulu hingga sekarang. Usia sekolah merupakan usia tumbuh kembang anak paling pesat sehingga membutuhkan perhatian untuk kondisi kesehatannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan orang tua yang nantinya akan menentukan keadaan gizi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan orang tua dengan status gizi siswa SDN Ketimang.Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimen dengan desain penelitian korelasional yang menghubungkan tiga variabel bebas dengan satu variabel terikat. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, karena seluruh subyek diteliti semua. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I hingga kelas VI SDN Ketimang yang berjumlah 152 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran antropometri. untuk data umur, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan orang tua didapat dari administrasi sekolah. Uji statistik yang digunakan adalah analisis korelasi gamma dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan orang tua terbanyak adalah pendidikan menengah (61%), pekerjaan orang tua terbanyak adalah sebagai karyawan swasta (82%), pendapatan orang tua terbanyak adalah pada kategori Rp. 1,000,000 - Rp. 1,999,999 dan Rp. 2,000,000 - Rp. 4,999,999 masing-masing (38%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pekerjaan orang tua dengan status gizi dengan nilai signifikan sebesar 0.074 > 0.05, maka Ho1 diterima dan Ha1 ditolak. Ada hubungan antara pekerjaan orang tua dengan status gizi dengan nilai signifikan sebesar 0.017 < 0.05, maka Ha2 diterima dan Ho2 ditolak. Ada hubungan antara pendapatan dengan status gizi siswa dengan nilai signifikan sebesar 0.006 <0.05, maka Ha3 diterima dan Ho3 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan pendidikan, pekerjaan dan pendapatan orang tua dengan nilai signifikan sebesar 0.492 dan kontribusi ketiga variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 22.2%. Kata Kunci: Status gizi, Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan. Abstract The problem of nutrition in children is one of the main problems of society from the past until now. School age is the fastest growing childs growth so needs attention for her health condition. Several factors affecting nutritional status are indirectly influenced by the level of education, occupation and income of parents who will determine the nutritional status of children. The purpose of this study is to determine whether or not the relationship between the level of education, employment and income parents with nutritional status of students SDN Ketimang. This type of research is non-experimental research with correlational research design that connects three independent variables with one dependent variable. This study is a population study, because all subjects were studied all. The population in this study are all students from grade I to grade VI SDN Ketimang which amounted to 152 students. The data were collected by anthropometric measurement. for age, education, employment and parent income data obtained from the school administration. The statistical test used is gamma correlation analysis and logistic regression. The results showed that most parents education is secondary education (61%), most parents work as private employees (82%), parents income is in the category of Rp. 1,000,000 - Rp. 1,999,999 and Rp. 2,000,000 - Rp. 4,999,999 respectively (38%). The results showed no relationship between parent work with nutritional status with significant value of 0.074 > 0.05, then Ho1 accepted and Ha1 rejected. There is relationship between parent work with nutritional status with significant value of 0.017 < 0.05, then Ha2 accepted and Ho2 rejected. There is a relationship between income with nutritional status of students with significant value of 0.006 < 0.05, then Ha3 accepted and Ho3 rejected. It can be concluded that there is no correlation between nutritional status with education, occupation and income of parents with significant value of 0.492 and contribution of three independent variable to dependent variable equal to 22.2%. Keywords: Nutritional status, Education, Employment, Income.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS ATAS DI SDIT UTSMAN BIN AFFAN SURABAYA AULIA F M, AHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan optimal tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas berikutnya. Tingkat kebugaran jasmani yang baik akan mendukung tubuh untuk melakukan pekerjaan sehari-hari dengan maksimal. Dalam kebugaran jasmani ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain adalah genetik, umur, jenis kelamin sedangkan faktor eksternal adalah status gizi, aktivitas fisik, kebiasaan olahraga dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas atas di SDIT Utsman Bin Affan Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain penelitian non-eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas atas (kelas 4 dan 5) SDIT Utsman Bin Affan Surabaya dengan total populasi 50 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian populasi, karena siswa diambil semua sebagai subyek penelitian. Instrumen pada penelitian ini menggunakan pengukuran status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) sedangkan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani menggunakan instrumen tes TKJI (Tes Kebugaran Jasmani Indonesia). Untuk analisis data yang digunakan adalah korelasi gamma untuk mengukur kuat hubungan antar variabel yang bertipe data ordinal. Dari hasil perhitungan data menggunakan korelasi gamma menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas atas di SDIT Utsman Bin Affan Surabaya dengan nilai korelasi -0,667 dengan sig 0,00 (0,00<0,05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak dan koefisien determinasi dengan hasil sebesar 66,7%. Jadi terdapat hubungan yang siginifikan status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas atas di SDIT Utsman Bin Affan Surabaya terdapat hubungan. Kata Kunci : Status Gizi, Kebugaran Jasmani Abstract Physical fitness is someone?s ability to do daily activity optimally without experiencing significant fatigue and still have backup power to do the next activity. A good physical fitness level will support the body to daily activity maximally. There are some factors that influence physical fitness which are internal factor and external factor. The internal factors are genetic, age, gender, meanwhile the external factors are nutritional status, physical activity, sport habit etc. This study aimed to know the correlation between nutrition status with upper clash students? physical fitness level in SDIT Utsman Bin Affan Surabaya. This is correlational study with non-experiment design. The population in this study are upper class students (grade 4 and 5) SDIT Utsman Bin Affan Surabaya with a total population of 50 students. This study included population research, because students were taken as all research subject. The instrument in this research using nutritional status measurement based on body mass index for age (BMI/ age) meanwhile to measure the physical fitness level used TKJI test instrument. For analyzing the data used gamma correlation to measure strong relationship between variables of type ordinal data. The results of data calculations using gamma correlation showed that there is a significant relationship between nutritional status with upper clash students? physical fitness level in SDIT Utsman Bin Affan Surabaya with correlation value of -0.667 with sig 0.00 (0.00 < 0.05), so Ha accepted and Ho rejected and coefficient of determination with the result of 66.7%. Thus it can be concluded that there is a significant relationship between nutritional status with the level of physical fitness of upper class students? at SDIT Utsman Bin Affan Surabaya. Keywords: Nutritional Status, Physical Fitness
PERBANDINGAN STATUS GIZI ANTARA SISWA FULL DAY SCHOOL DENGAN NON FULL DAY SCHOOL MALIK HAKIM, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStatus gizi merupakan gambaran keadaan tubuh sebagai akibat dari makanan yang telah dikonsumsi oleh tubuh yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan. Status gizi normal menggambarkan keseimbangan antara asupan gizi dan konsumsi makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Seseorang yang mempunyai status gizi normal bisa dikatakan bahwa orang tersebut telah terpenuhi zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi siswa SMA full day school dengan non full day school. Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan dengan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah SMA Abdul wahid hasyim dan SMA Negeri Jogoroto dengan besar populasi 766 siswa SMA Abdul Wahid Hasyim dan 736 siswa SMA Negeri Jogoroto. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 68 siswa SMA Abdul Wahid Hasyim dan 65 siswa SMA Negeri Jogoroto siswa dan total sampel 131 siswa. Instrumen pada penelitian ini menggunakan pengukuran status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).Dari hasil perhitungan data menggunakan chi-square menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan status gizi antara siswa SMA Abdul Wahid Hasyim dengan siswa SMA Negeri Jogoroto dengan nilai sig 0,001 (0,00<0,05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi terdapat perbedaan yang siginifikan status gizi siswa SMA Abdul Wahid Hasyim dengan siswa SMA Negeri Jogoroto dengan status gizi yang lebih baik adalah SMA Abdul Wahid Hasyim. Kata kunci: Status Gizi, Full Day, Non Full Day. Abstract Nutritional status is a picture of the state of the body as a result of food that has been consumed by the body indicated by weight and height. Normal nutritional status describes the balance between nutritional intake and food consumption required by the body. Someone who has normal nutritional status can be said that the person has met the nutrients needed by the body. This study aims to determine differences in nutritional status of high school students full day school with non full day school. This research is a comparative study by using non-experimental quantitative approach. The population in this study were Abdul Wahid Hasyim High School and Jogoroto State High School with a large population of 766 high school students Abdul Wahid Hasyim and 736 high school students Jogoroto State. The sample was taken by cluster random sampling technique of 68 high school students Abdul Wahid Hasyim and 65 students of State Junior High School Jogoroto students and total sample 131 students. The instrument in this study used the measurement of nutritional status based on Body Mass Index by Age (IMT / A). From the calculation of data using chi-square showed a significant difference in nutritional status between high school students Abdul Wahid Hasyim with high school students Jogoroto State High School with a value of 0.001 sig (0.00 <0.05), so Ha accepted and Ho rejected. So there is a significant difference in the nutritional status of high school students of Abdul Wahid Hasyim with high school students of Jogoroto State with better nutritional status is Abdul Wahid Hasyim High School. Keyword: Nutrition Status, Full Day, Non Full Day

Page 81 of 109 | Total Record : 1082