cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENERAPAN SMALL SIDE GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING SEPAK BOLA (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 SURABAYA) SITI FATIMAH, PUPUT
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Small Side Games didesain dalam bentuk model pembelajaran dimana siswa dihadapkan pada situasi yang hampir sama dengan permainan sebenarnya, dan siswa diharapkan bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam Shooting sepak bola. Model pembelajaran Small Side games dapat dilakukan di area terbuka tempat bermain, taman dan tidak harus menggunakan lapangan sepak bola yang sebenarnya. Tanpa menggunakan lapangan yang sebenarnya model ini juga dapat dirancang dengan berbagai variasi, bisa menambah atau mengurangi bola atau pemain yang ada di lapangan. Small Side games diharapkan mampu membuat siswa semakin cepat dalam bereaksi dan perkenaan bola lebih banyak, misalnya setelah menerima umpan, siswa diharapkan bisa memberikan umpan kepada rekan satu timnya dengan cepat dan tepat, karena arena lapangan yang kecil dan pembatasan sentuhan terhadap bola lebih banyak, maka ruang gerak semakin sempit. Hal ini akan membuat siswa bereaksi cepat agar bola tidak dapat direbut oleh lawan dan ini diharapkan berpengaruh baik bagi kemampuan siswa tersebut.Dari data pre test kelompok eksperimen diperoleh rata-rata sebesar 60,40 dengan standar deviasi sebesar 5,63, sedangkan untuk kelompok kontrol diperoleh rata-rata sebesar 54,90 dengan standar deviasi sebesar 5,04.Dari data post test kelompok eksperimen diperoleh rata-rata sebesar 70,82 dengan standar deviasi 4,54, sedangkan untuk kelompok kontrol diperoleh rata-rata sebesar 52,77 dengan standar deviasi sebesar 3,97.Untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara hasil belajar shooting sepak bola pada kelompok eksperimen yang diberi perlakuan model small Side games dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan dilakukan T-Test independent sample sebagai uji beda. Kriteria pengujiannya adalah jika p value < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, sedangkan jika p value > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil pengujian hipotesis pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai p value (0,000) dengan taraf signifikan 0,05 yang bermakna bahwa nilai p value lebih kecil daripada 0,05.Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kelompok eksperimen, yang berarti hipotesis yang diajukan H0 ditolak dan Ha diterima.Dari hasil penghitungan diperoleh peningkatan hasil belajar penerapan model small Side games pada kelompok eksperimen sebesar 8,40%,sedangkan untuk kelompok kontrol sebesar 5,65%.Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penerapan model small Side games pada kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan penerapan model small Side games memiliki peningkatan yang lebih signifikan dari pada hasil belajar shooting sepak bola pada kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan dengan penerapan model small Side games. Kata Kunci: Small Side Games,Shooting Sepak Bola. Abstract Small Side Game is designed into a form of learning model where students have to face the situation which is almost the same with the real game situation. Also, students are expected to be able to make a quick and proper decision, thus, students could improve their shooting skills. Small Side game learning model can be done in an open area, such as park and it does not have to use the real football field. Without using the football field, this learning model can be designed with many variations, such as adding or reducing the ball or player in the field. Small Side Gameis expected to make students react quickly in receiving and giving feed to their friends. Since, the field is small and the touch restriction of the ball becomes more, thus it makes the space becomes narrower. This will make students react quickly, so that the ball will not be seized by the opponent.The average from the experimental group pre test results is 60,40 with the standard deviation5,63, while for the control group is 54,90 with the standard deviation 5,04. The average from the experimental group post test results is 70,82with the standard deviation4,54, whereas the control group is 52,77 with the standard deviation3,97.To see whether there is a significant impact or not on learning shooting outcomes to the experimental group that given small side game treatment with the control group that is not given the treatment. The testing criteria is if p value< 0,05 that H0 rejected and Ha accepted, while if p value> 0,05 that H0 accepted and Ha rejected. The results of the hypothesis testing to the experimental group showed that p value (0,000) with significant level 0,05 which means that p value is smaller than 0,05. Thus, there is a significant impact on the experimental group which means the hypothesis proposed H0 rejected and Ha accepted.From the obtained calculation there is a 8,40% improvement of the learning outcomes using Small Side Game to the experimental group, while 5,65% for the control group. According to the testing results, it can be concluded that the use of Small Side Game to the experimental group has a significant improvement rather than the control group that is not given Small Side Game treatment. , Keyword: Small side games, Football Shooting.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MANDIRI BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR SMASH BULUTANGKIS FAHMI, ALI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah hidup, pendidikan adalah segala pengalaman belajar secara berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Sedangkan dalam Undang ?Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pada Bab I Pasal 1 menyebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran mandiri berstruktur terhadap hasil belajar Smash Bulutangkis pada siswa kelas XI SMAN 1 Torjun dan untuk mengetahui berapa besar sumbangan metode pembelajaran mandiri berstruktur terhadapa hasil belajar Smash Bulu Tangkis pada siswa kelas XI SMAN 1 Torjun. Sasaran penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Torjun Kab. Sampang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif (eksperimen). Instrumen penelitian ini menggunakan real test. Analisa yang digunakan adalah Kolmogorov-smirnov test.Berdasarkan perhitungan data melalui uji Kolmogorov-smirnov test didapatkan hasil nilai alpha sebesar 0.660, sehingga apabila dibandingkan dengan alpha 0.05 (0.660>0.05), diyatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi ada perbedaan yang signifikan pengaruh penggunaan metode pembelajaran mandiri berstruktur terhadap hasil belajar smash bulutangkis. Analisis lebih lanjut juga membuktikan besar pengaruh yaitu sebesar 57.59%. Kata Kunci : Pembelajaran, Hasil Belajar, Smash. Abstrack Educatiion is living. There are experience of studies in every aspect education is self-growing this lift. When, in Undang-Undang Republic of Indonesia No. 20 in year?s 2003 abaut Sistem Pendidikan Nasional in Bab 1 Pasal 1 said education was consious and planned effort to was realizing the studies atmosphere and process that student can be actived to developed self potencial. It was have strong spiritual, self omitional, personality, intelligency and good behavior to indonesian. The goal in this research to get impact and value of application smash badminton with learning by self-structure methods in XI class of SMAN 1 Torjun. The object in this research was students XI class of SMAN r Torjun Kab. Sampang. The methods was quantities descriptive or experiments. Intrument in this research was using real test. This analysis was using kolmogorov-smirnov test.The results of kolmogorov-smirnov test get alpha value 0.660, while be compared alpha 0.05 (0.660>0.05), indicated Ha be accepted and Ho be rejected. So, there was different impact of application smash badminton with learning by self-structure methods. The further analysis was proved to impact 57.59%. Keywords : self-structure methods, results, smash.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL (VIDEO) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH DAN PASSING ATAS BOLAVOLI (PADA SISWA KELAS XI DI SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA) , NURFANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu seorang guru dalam menyampaikan pesan dan informasi. Media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Media audiovisual merupakan salah satu media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Media ini digunakan karena mempunyai kemampuan lebih yaitu menggunakan dua indera secara bersamaan, yaitu indera pendengaran dan indera penglihatan sehingga dapat mengefektifkan komunikasi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan besarnya media pembelajaran audiovisual (video) terhadap hasil belajar passing bawah dan passing atas bolavoli pada siswa kelas XI SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi-experiment) dengan melakukan pendekatan kuantitatif. Siswa yang menjadi subyek penelitian sebanyak 33 anak. Pengambilan data dengan cara menggunakan tes pengetahuan berupa 20 soal objektif dan tes keterampilan passing bawah dan passing atas bolavoli. Hasil penelitian ini diperoleh adanya pengaruh yang signifikan dengan hasil uji t menunjukkan bahwa aspek pengetahuan adalah 4.972 > 2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05, berarti ada pengaruh yang signifikan. Aspek keterampilan passing bawah 5.033 > 2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05, berarti ada pengaruh yang signifikan. Aspek keterampilan passing atas 5.510 > 2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05. Peningkatan pada aspek pengetahuan sebesar 16 %, keterampilan passing bawah sebesar 48 %, dan keterampilan passing atas sebesar 10 %. Kata kunci: Audiovisual, passing bawah, passing atas bolavoli Abstract Learning media is tools that can help an inner teacher deliver message and information. Learning media could improve motivation and interest learn students. Audiovisual media is wrong one medium used in the learning process. This media used because have ability more that is use two sense on simultaneously, that is sense hearing and sense vision so could streamline communication between teachers and students in the learning process at school. The purpose of this research this is for knowing influence and the amount of learning media audiovisual (video) against result learn passing under and passing on volleyball on students class XI senior high school Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Type research experiment quasi (quasi-experiment) with do approach quantitative. Students who became subject research as many as 33 children. Data retrieval with way use test knowledge in the form of 20 questions objective and test skills passing under and passing on volleyball. Results research this obtained exixtence a significant influence with results t test shows that aspect knowledge is 4.972 > 2.042 and value significant p of 0.00 < 0.05, means there is a significant influence. Aspect skills passing under 5.033 > 2.042 and value significant p of 0.00 < 0.05, means there is a significant influence. Aspect skills passing on 5.510 > 2.042 and value significant p of 0.00 < 0.05. Enhancement on aspect knowledge by 16 %, skill passing under by 48 %, and skills passing on by 10 %. Keywords: Audiovisual, passing under, passing on volleyball
ANALISIS TINGKAT KECUKUPAN ENERGI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT PSHT DI SMA NEGERI 2 BLITAR SAFINATUN NAJAH, THOLIK
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Dalam kegunaannya pada tubuh energi berfungsi sebagai zat tenaga untuk metabolisme, pertumbuhan, pengaturan suhu dan kegiatan fisik. Begitu pula siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat PSHT yang ada di SMA Negeri 2 Blitar termasuk dalam usia remaja memiliki rentang usia antara 16-18 tahun memerlukan energi yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa, karena pada remaja terjadi proses pertumbuhan jasmani yang pesat serta perubahan bentuk dan susunan jaringan tubuh, di samping aktivitas fisik yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kecukupan energi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat PSHT di SMA Negeri 2 Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan formulir food recall 24 jam untuk mengetahui tingkat kecukupan energi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat PSHT di SMA Negeri 2 Blitar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian populasi dengan besar subyek yang digunakan yaitu 30 orang siswa. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan cara melakukan penghitungan rata-rata.Berdasarkan hasi analisis yang telah dilakukan, tingkat kecukupan energi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat PSHT di SMA Negeri 2 Blitar termasuk dalam kategori sangat kurang sejumlah 24 siswa (80%), tingkat kecukupan karbohidrat termasuk dalam kategori sangat kurang sejumlah 23 siswa (76,67%), tingkat kecukupan lemak termasuk dalam kategori sangat kurang sejumlah 24 siswa (80%), tingkat kecukupan protein termasuk dalam kategori sangat kurang sejumlah 14 siswa (46,67%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebutuhan energi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler termasuk dalam kategori sangat kurang dengan rata-rata 1247,02 kkal. Kata kunci : Ekstrakurikuler pencak silat, kecukupan energiAbstract Energy is one result of metabolism of carbohydrates, proteins and fats. In its usefulness in the body energy serves as a power substance for metabolism, growth, temperature regulation and physical activity. Similarly, students who follow extracurricular activities pencak silat PSHT existing in SMAN 2 Blitar included in the teenagers has an age range between 16-18 years requires greater energy than adults, because in adolescents occurs a rapid process of physical growth and changes in the shape and structure of body tissues, in addition to high physical activity. The purpose of this study to analyze the level of energy sufficiency of students who follow extracurricular pencak silat PSHT in SMAN 2 Blitar. This research uses descriptive design with quantitative approach. Methods of data collection using 24 hour food recall form to determine the level of energy sufficiency of students who follow extracurricular pencak silat PSHT in SMAN 2 Blitar. This study included in the study population with large subjects used were 30 students. The data analysis technique used is by doing the average calculation. Based on the results of the analysis that has been done, the level of energy sufficiency of students who follow the extracurricular pencak silat PSHT in SMAN 2 Blitar included in the category is very less with the number of students 24 people (80%), carbohydrate adequacy level included in the category is very less with the number of students 23 people (76,67%), fat sufficiency rate included in category very less with the number of students 24 people (80%), protein sufficiency level included in category very less with the number of students 14 people (46,67%). Thus it can be concluded that the energy needs of students who follow extracurricular included in the category is very less with an average of 1247.02 kcal. Keywords : Extracurricular pencak silat , energy sufficiency
PENERAPAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING SEPAKBOLA PADA SISWA KELAS VIII SMPN 19 SURABAYA FAHRUDDIN, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang dilaksanakannya penelitian ini adalah sesuai observasi di SMPN 19 Surabaya tidak adanya lahan untuk menyampaikan materi sepakbola.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan small sided games terhadap hasil belajar dribbling sepakbola. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design. Popuasi dalam peelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 19 Surabaya dengan jumlah total 420 siswa. Sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah kelas VIII-E yang berjumlah 24 siswa. Cara memperoleh data dengan cara melakukan pre-test , perlakuan dan post-test yang dilakukan 4 kali pertemuan. Dari hasil analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 20 dapat diketahui hasil pre-test dari 24 peserta memiliki rata-rata 57.04 nilai standar deviasi 5.521 dan nilai varian 30.476. Sedangkan untuk hasil post-test dari 24 peserta memiliki rata-rata 68.96 nilai standar deviasi 11.914 dan nilai varian 141.995. Adapun hasil penelitian yaitu pada uji t nilai signifikan pada t hitung (0,00) < t tabel (0,05) berarti Ha dapat diterima dan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap penerapan small sided games terhadap hasil belajar dribbling sepakbola di SMPN 19 Surabaya.aBesarnya presentase peningkatan pada hasil belajar dribbling sepakbola kelas VIII E sebesar 21 % dan pada kelas VIII F sebesar -0,15 %.aDari hasil perhitungan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh penerapan small sided games terhadap hasil belajar dribbling sepakbola pada siswa kelas VIII E SMPN 19 Surabaya. Kata kunci : Model Small Sided Games, dribbling, sepakbola. Abstract Background implementation of this research is appropriate observation in SMPN 19 Surabaya absence of land to deliver material of football. The purpose of this study was to determine the effect of the application of models of small-side games on learning outcomes dribbling with inside feet football. This research uses quasi experiment with a quantitative approach. The research design used in this study is one group pretest-posttest design. The population in the study were all students of class VIII SMPN 19 Surabaya with total number of 420 students. while the research samples are class VIII E totaling 24 students. How to obtain data by doing a pre-test, treatment and post-tests conducted 4 times. Results of the analysis using SPSS version 20 can be seen the pre-test of the 24 participants had an average of 57.04 standard deviation 5.521 and variance 30.476 As for the post-test results of the 24 participants had an average of 68.96 standard deviation 11.914 and variance 141.995. The result of the research is the t-test significant value on t count (0,00) < t table (0,05) means Ha is acceptable and there is application small sided games to learning result dribbling football at SMPN 19 Surabaya. The magnitude increase percentage of learning outcomes dribbling football class VIII E 21 % and in class VIII F -0,15 %. From the above calculation results can be concluded that there is effect the use of application small sided games the results learning dribbling football on class VIII E SMPN 19 Surabaya. Keywords : Small Sided Games,dribbling, football.
PENGARUH PEMBELAJARAN PENCAK SILAT DENGAN PENDEKATAN MUSIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 4 SIDOARJO MARUFAH, SITI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMotivasi merupakan faktor penting dari pembelajaran efektif. Motivasi sebagai salah satu masalah yang terjadi di dalam pembelajaran, khususnya motivasi terhadap pembelajaran pencak silat di SMAN 4 Sidoarjo. Mayoritas siswa menyatakan bahwa pencak silat kurang modern dan didominasi unsur kekerasan. Selain itu, guru PJOK yang tidak percaya diri karena tidak memiliki inovasi dalam memberikan pembelajaran pencak silat yang efektif dan efisien, sehingga menyebabkan pembelajaran tidak kondusif dan berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, alternatif solusinya yaitu dengan memberikan pembelajran pencak silat pencak silat yang menarik, misalnya dengan memberikan pembelajaran pencak silat dengan pendekatan musik sehingga motivasi siswa dapat meningkat.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran pencak silat dengan pendekatan musik terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMAN 4 Sidoarjo. 2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh pembelajaran pencak silat dengan pendekatan musik terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMAN 4 Sidoarjo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan desain praeksperimen (Preexprerimental Design) dengan prinsip one grup pretest-postest design, yang bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh serta seberapa besar pengaruh pembelajaran pencak silat dengan pendekatan musik terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMAN 4 Sidoarjo. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X IPA 4 dengan jumlah 36 siswa. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket skala likert.Hasil perhitungan statistik diperoleh thitung sebesar 5,320 ? ttabel dengan Sig = 0,000 a = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga ada pengaruh pembelajaran pencak silat dengan pendekatan musik terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMAN 4 Sidoarjo. Besarnya pengaruh tersebut yaitu sebesar 8,7 %. Kata Kunci : Motivasi belajar, pencak silat. Abstract Motivation is an important factor of effective learning. Motivation as one of the problems that occur in the learning, especially the motivation of learning martial art in Senior Hight School 4 Sidoarjo. The majority of students stated that martial art is less modern and dominated by violence. In addition, Physical Education teachers are not confident because they have no innovation in providing effective and efficient martial art learning, which leads to less conducive learning and impact on the low motivation of student learning. Therefore, the alternative solution is to provide interesting martial art learning, for example by providing martial art learning with a musical approach so that student motivation can increase. The purpose of this research is 1) To know the influence of martial art learning with music approach to student learning motivation of grade X Senior Hight School 4 Sidoarjo. 2) To know the magnitude of the influence of learning martial art with a musical approach to the motivation of learning students of grade X Senior Hight School 4 Sidoarjo. This research is a kind of quasi-experimental research with quantitative approach. The design of this research uses pre-experimental design (Pre experimental Design) with the principle of one group pretest-posttest design, which aims to know the influence and how much influence of martial art learning with music approach to student learning motivation of grade X Senior Hight School 4 Sidoarjo. The sample in this research is class X IPA 4 with 36 students. The process of data retrieval is done by using a Likert scale questionnaire. The result of statistical calculation is tcount equal to 5,320 ? ttable with Sig = 0,000 a = 0,05 which means show that H0 is rejected and Ha accepted, so there influence of martial art learning with music approach to student learning motivation class X Senior Hight School 4 Sidoarjo. The magnitude of that effect is equal to 8,7 %. Keywords: Learning motivation, martial art
PERBANDINGAN TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI ANTARA SISWA YANG BERMUKIM DI PESANTREN DAN SISWA YANG BERMUKIM DI RUMAH (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP AL-AZHAR MENGANTI, GRESIK) GIRVINA, YOLANDA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi adalah zat yang diperlukan makhluk hidup untuk mempertahankan hidup dan melakukan aktifitas sehari-hari dimana biasanya bisa diperoleh dengan mengkonsumsi makanan. Indikator untuk melihat kecukupan energi seseorang bisa dilihat dari status gizi. Selain itu tempat tinggal anak juga akan mempengaruhi kecukupan energi yang akhirnya berimbas ke status gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat kecukupan energi dan status gizi antara siswa yang bermukim di rumah dengan siswa yang bermukim di pesantren. Metode penelitian menggunakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 34 siswa yang bermukim di rumah dan 22 siswa yang bermukim di pesantren. Pengambilan data menggunakan angket food recall 24 jam yang diisi selama 3 hari berselang dan dengan pengukuran berat badan serta tinggi badan. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil data yang diperoleh dibedakan antara siswa yang bermukim di rumah dengan siswa yang bermukim di pesantren, kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil analisa kecukupan energi diperoleh nilai sig sebesar 0,000 < 0,05, maka ada perbedaan yang bermakna. Hasil kecukupan lemak diperoleh nilai sig 0,636 > 0,05, maka tidak ada perbedaan yang bermakna. Hasil analisa kecukupan protein diperoleh nilai sig 0,033 < 0,005, maka ada perbedaan yang bermakna. Hasil analisa kecukupan karbohidrat diperoleh nilai sig 0,347 > 0,05, maka tidak ada perbedaan yang bermakna. Dan hasil analisa status gizi diperoleh nilai sig 0,668 > 0,05, maka tidak ada perbedaan yang bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan pada tingkat kecukupan energi dan protein sedangkan untuk kecukupan lemak dan karbohidrat tidak ada perbedaan antara siswa yang bermukim di rumah dan di pesantren. Tidak ada perbedaan pada tingkat status gizi antara siswa yang bermukim di rumah dan di pesantren. Kecukupan energi dan protein siswa yang bermukim dirumah lebih baik dari pada yang di pesantren sedangkan tingkat kecukupan lemak dan karbohidrat relatif sama. Status gizi siswa yang bermukim di rumah dan di pesantren relatif sama.Kata Kunci : Kecukupan Energi, Status Gizi, Rumah, Pesantren AbstractEnergy is a necessary substance of living things to substain life and perform daily activities which can usually be obtained by consuming food. Indicators to see the energy adequacy of a person can be seen from the nutritional status. In addition, the precise stay of children will also affect the adequacy of energy that ultimately impact to nutritional status. The purpose of this study was to compare the level of energy intake and nutritional status between students living in homes with students living in pesantren. The research method used non experimental research with quantitative approach. The sample in this study consists of 34 students who lived in the house and 22 students who lived in the pesantren. Data collection using a 24-hour food recall questionnaire filled for 3 days ago and with antropometric measurement. The statistical test used is Chi-Square.Results of data obtained in differentiation between students who live in the house with students who live in pesantren, then analyzed using SPSS. Result of energy intake analysis obtained sig value equal to 0,000 <0,05, then there is significant difference. The results of fat sufficiency obtained sig value 0.636> 0.05, then there is no significant difference. Result of protein adequacy analysis obtained sig value 0,033 <0,005, then there is significant difference. Results of carbohydrate adequacy analysis obtained sig value 0.347> 0.05, then there is no significant difference. And the result of nutrient status analysis obtained sig value 0,668> 0,05, then there is no significant difference.The conclusion of this research is there are differences in the level of energy and protein intake while for the intake of fat and carbohydrate there is no difference between students who lived at home and in pesantren. There was no difference in the level of nutritional status between students lived at home and in pesantren. The intake of energy and protein of students who lived in the home is better than those in pesantren while the level of fat and carbohydrate intake is relatively the same. Nutrition status of students who lived at home and in pesantren is relatively the same. Keywords : Energy Intake, Nutrition Status, Home, Pesantren
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI SISWA KELAS X MAN KOTA MOJOKERTO SETYA ANDIKA PRIBADI, PANGKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang semakin maju serta memudahkan segala pekerjaan manusia dalam berbagai aspek menyebabkan meningkatnya aktivitas sedentari seseorang. Hal ini juga digambarkan oleh siswa kelas X MAN Kota Mojokerto yang memiliki kebiasaan sedentari. Hampir seluruh siswa menggunakan kendaraan berupa sepeda motor dan menghabiskan waktu dirumah untuk bermain handphone, menonton televisi, dan lain-lain yang membutuhkan energi sedikit untuk dikeluarkan. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami kegemukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi siswa kelas X MAN Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimen. Sampel penelitian adalah semua siswa kelas X yang berjumlah 284 siswa. Data aktivitas sedentari diperoleh dengan memberikan Kuesioner Aktivitas Sedentari Remaja dan data status gizi diperoleh dengan mengukur berat badan dan tinggi badan siswa. Analisis data menggunakan uji analisis koefisien gamma. Aktivitas sedentari siswa rata-rata 487,3 menit/hari dengan persentase kategori tinggi sebanyak 79,2%, sedang 19,4%, dan rendah 1,4%. Sedangkan status gizi siswa dengan nilai IMT rata-rata 21,1, standar deviasi 4,46, dan persentase kategori normal sebanyak 74,3%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan status gizi siswa kelas X MAN Kota Mojokerto dengan nilai signifikan 0,011 (<0,05) dengan sumbangan sebesar 36,4%. Kata Kunci: aktivitas sedentari, status gizi, siswa. Abstract The development of advanced technology all human work in various aspects leads to increased sedentary activity someone. It is also described by 10th grade students of MAN Kota Mojokerto who have a sedentary habit. Almost all students use vehicles such as motorcycles and spend time at home to play mobile phones, watch television, and others that require less energy to be expelled. These habits can cause a person to be overweight. The purpose of this research was to determine the correlation between sedentary activity with nutritional status of 10th grade students MAN Kota Mojokerto. This research uses non-experimental descriptive method. The sample of research is all student of 10th grade which amounted to 284 students. The sedentary activity data was obtained by giving the Adolescent Sedentary Activity Questionnaire and the nutritional status data obtained by measuring body weight and body height of the student. Data analysis using gamma coefficient analysis test. Student sedentary activity average 487,3 minutes/day, with percentage of high category as much as 79,2%, medium 19,4% and low 1,4%. While the nutritional status of students with an average IMT score of 21.1, standard deviation of 4.46, and the percentage of normal category as much as 74.3%. The analysis result shows that there is a significant correlation between the activity of sedentary with the nutritional status of 10th grade students MAN Kota Mojokerto with significant value 0,011 (<0,05) and contribution equal to 36,4%. Keywords: sedentary activity, nutritional status, students.
KONTRIBUSI PENYELENGGARAAN KEJUARAAN DEVELOPMENTAL BASKETBALL LEAGUE TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET (STUDI PADA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 12 SURABAYA) PUTRA PRADANA, DIKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakEkstrakurikuler adalah kegiatan yang diadakan oleh sekolah untuk menunjang dan mengembangkan peserta didik sesuai kebutuhan, potensi dan minat yang dimiliki. Biasanya ekstrakurikuler disekolah tidak lepas dari kegiatan yang mampu membuat siswa meraih prestasi seperti seni, pramuka, palang merah remaja, futsal, bola voli,bola basket, dan lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya kontribusi seberapa besar kontribusi penyelenggaraan kejuaraan Developmental Basketball League terhadap motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola basket pada ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 12 Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 12 Surabaya sebanyak 36 siswa-siswi. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuisioner sebagai alat untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data menggunakan rumus korelasi 2 variabel. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa nilai rhitung 0,291 ? rtabel 0,329. Adapun hasil penelitian adalah tidak ada kontribusi penyelenggaraan kejuaraan Developmental Basketball League terhadap motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler bola basket di SMA Negeri 12 Surabaya. Kata Kunci: ekstrakurikuler, kejuaraan Developmental Basketball League, motivasi. Abstract Extracurricular activities are organized by the school to support and develop learners according to their needs, potential and interests. Usually extracurricular in school can not be separated from the activities that can make students achieve such achievements as art, scout, juvenile red cross, futsal, volleyball, basketball, and others. The purpose of this study is to know the contribution of how much contribution ofchampionship competition Developmental Basketball League to the students motivation in following the extracurricular basketball on the extracurricular basketball of SMA Negeri 12 Surabaya. The population in this study is all students of basketball extracurricular SMA Negeri 12 Surabaya as many as 36 students. In this study using the type of quantitative research by using questionnaires as a tool to collect data. The data analysis technique used 2 variable correlation formula. Based on the result of the research, it can be seen that nilai rcount 0,291? rtable 0,329. As for result of research is no contribution ofchampionship Developmental Basketball League to student motivation in following extracurricular basketball in SMA Negeri 12 Surabaya. Keywords: extracurricular, Developmental Basketball League championship, motivation.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR LAY UP SHOOT BOLA BASKET MEGA PRAHASTIWI, CONNY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam Permendikbud No. 24 tahun 2016, kompetensi dasar PJOK yang ada di kelas VIII adalah mempraktekkan variasi gerak spesifik dalam berbagai permainan bola besar sederhana atau tradisional.Permainan bola besar meliputi bola basket, sepak bola, dan bola voli. Dalam bola basket terdiri dari beberapa teknik dasar salah satunya adalah shooting. Shooting merupakan gerakan terpenting dalam bola basket untuk memperoleh poin, dimana lay-up termasuk dalam gerakan shooting.Lay-up merupakan teknik paling mudah dan efektif, karena dalam teknik ini dilakukan dengan jarak dekat ring kemudian bola diletakkan ke dalam ring yang didahului dengan dua langkah. Sesuai dengan karakteristik siswa SMP, kebanyakan dari mereka cenderung masih suka bermain secara berkelompok. Disamping itu guru harus memahami dan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa, pada masa usia tersebut seluruh aspek perkembangan anak baik itu kognitif, afektif dan psikomotorik mengalami perubahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar lay-up shoot bola basket pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tulangan Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desai one group pretest-posttest design, dan kelas VIII K sebagai sampelnya. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan, yaitu pretest, treatment, dan posttest. Berdasarkan hasil analisa statistik dari metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar lay-up shoot bola basket, dapat dibuktikan dengan rata-rata nilai pretest 49,19% dan pada saat posttest menjadi 65,48% sehingga ada selisih 16,29% pada rata-rata nilai siswa dengan peningkatan hasil belajar sebesar 33,11%. Dengan demikian metode pembelajaran tutor sebaya dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran PJOK. Kata Kunci: Pengaruh, Pembelajaran Tutor Sebaya, Lay-up shoot bola basket. Abstract Inregulation of minister education and culture of republic Indonesia (Permendikbud) No. 24, 2016, basic competence Sports Physical Education and Healthy (PJOK) in 8th class is practicing a specific motion variation in various big ball game simple or traditional. Big ball games include basketball, soccer, and volleyball. In basketball consists of a few one basic techniques is shooting.Shooting is the most important movement in basketball to earn points, which lay-up are included in the motion. Lay-up shootis the most simple and effective technique, because this technique is done with a short distance with ringand then the ball is put into the ringwhich was preceded by two steps. In accordance with the characteristics of junior high school students, most of them tend to still like to play in groups. Besides, teachers should understand and pay attention to the characteristics and needs of students, during the age of all aspects of child development be it cognitive, affective and psychomotor changes. The purpose of this study was to determine the effect of peer tutoring learning method on learning outcomes lay-up shootthe basketball in 8th class of SMP Negeri 1 Tulangan Sidoarjo. This study was an experimental study using one group pretest-posttestdesaign, and VIII K as a sample. Collecting data in this study performed a total of 4 meetings, namely pretest, treatment, posttest. Based on the results of the statistical analysis of peer tutoring learning method on learning outcomes lay-up shootthe basketball, can be demonstrated with an average value of pretest 49.19% and at posttest be 65.48%, 16.29% so that there is a difference in the mean average value of students with learning outcome amounted to 33.11%. Thus peer tutoring learning method can be used in the process of learning to improve student learning outcomes, especially in subjects Sports Physical Education and Healthy (PJOK). Keywords:Influence, Peer Tutor Lesson, Lay-up shoot basketball.

Page 79 of 109 | Total Record : 1082