cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PENGARUH REWARD TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN SERVICE BAWAH DAN SERVICE ATAS BOLA VOLI (STUDI PADA KELAS X MIPA 3 SMA NEGERI 3 SIDOARJO) MUKHLIS, MOH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah proses pembelajaran, pendidikan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan dan tujuan untuk mengembangkan aspek-aspek kesehatan, kebugaran, keterampilan, kecerdasan, keterampilan sosial, hukum dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Motivasi adalah sebagai penggerak atau dorongan untuk melakukan pekerjaan yang diperlukan. Motivasi proses yang memberi semangat, arah dan kegihgihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. Motivasi dalam pelajaran yang digambarkan oleh penggerak, salah satunya adalah pemberian hadiah Pemberian rewardmerupakan hal yang mengembirakan bagi anak-anak dan dapat menjadi dorongan bagi belajarnya. Djahmara (2011: 160) dalam Utomo (2015: 8) Saat bersama dengan sesuatu yang menyenangkan ( Reward), maka tingkah laku tersebut terlihat untuk diulang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1); Mengetahui tidak ada hasil dari hadiah untuk membantu siswa dalam layanan pembelajaran bawah dan layanan atas bola voli di SMA Negeri 3 Sidoarjo. (2); Mengetahui biaya untuk memberikan penghargaan kepada para siswa dalam konteks layanan bawah dan layananatas bola voli di SMA Negeri 3 Sidoarjo. Hasil temuan Berdasarkan Penelitian dan hasil temuan Analisa statistik didapatkan t-hitung sebesar 4.456 ? t-tabel 1.695 DENGAN sig 0,000 ? ? = 0005 Yang Berarti menunjukan bahwa Ho ditolak Dan Ha diterima, sehingga ADA pengaruh Pemberian penghargaan Terhadap Motivasi belajar Siswa hearts Pembelajaran layanan Bawah Dan layanan atas bola voli pada siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 3 Sidoarjo. Besarnya pengaruh hadiah bagi para siswa dalam pembelajaran layanan bawah dan layanan atas bola voli sebesar 13, 82% Kata kunci : hadiah reward, motivasi belajar siswa Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan adalah proses melalui aktivitas fisik, latihan yang dipilih untuk mencapai tujuan pendidikan dan bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran fisik, keterampilan berpikir kritis, stabilitas emosi, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas fisik. dan olahraga. Motivasi adalah penggerak atau dorongan untuk melakukan suatu tindakan dalam suatu tujuan. Motivasi proses yang mendorong, arah dan pengerahan perilaku yang berarti perilaku termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan tahan lama. Motivasi dalam belajar yang dipengaruhi oleh mover, salah satunya adalah pemberian reward. Reward adalah hal yang menyenangkan bagi siswa dan dapat menjadi dorongan untuk belajar. Djahmara (2011: 160) dalam Utomo (2015: 8) ketika penampilan perilaku diikuti oleh sesuatu yang menyenangkan (Reward), maka perilaku tersebut cenderung berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1); Untuk mengetahui apakah atau tidak hasil pemberian reward kepada motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran di bawah hand serve dan overhead melayani pada bola voli di SMA Negeri 3 Sidoarjo. (2); untuk mengetahui besarnya penerapan pemberian reward terhadap motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran under hand serve dan overhead serve pada bola voli di SMA Negeri 3 Sidoarjo. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis statistik diperoleh t-hitung 4,456 ? t-tabel 1,695 dengan sig 0,000 ? ? = 0,005 yang berarti menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga ada pengaruh reward terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran under hand serve dan overhead serve pada bola voli siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 3 Sidoarjo. Besarnya pengaruh reward terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran di bawah servis tangan dan overhead melayani pada bola voli sebesar 13,82% Kata kunci: pemberian reward, motivasi belajar siswa
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN SOFTBALL TERHADAP MINAT SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN CESAR PRATIKTA, GILANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Minat dalam suatu proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, karena minat akan mempengaruhi siswa tersebut dalam mengikuti suatu kegiatan belajar mengajar. Materi permainan softball merupakan materi yang baru bagi siswa kelas X SMA Negeri 1 Krembung, akan tetapi keterbatasan lahan maupun perlatan dan rumitnya aturan permainan menjadi kendala untuk menyampaikan materi permainan softball. Oleh karena itu modifikasi menjadi alternatif supaya materi tersampaikan dengan baik. Melalui modifikasi permainan softball diharapkan minat siswa dalam pembelajaran PJOK menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modifikasi permainan softball terhadap minat siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Krembung dan jika ada, seberapa besar pengaruh modifikasi permainan softball terhadap minat siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Krembung. Sampel penelitian ini menggunakan 2 kelompok, yaitu kelas X-IPS 1 dengan jumlah siswa 30 sebagai Kelompok Eksperimen dan kelas X-IPA 7 dengan jumlah siswa 26 sebagai Kelompok Kontrol. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh modifikasi permainan softball terhadap minat siswa dalam Pembelajaran Pendiidkan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Krembung karena dari hasil analisis menunjukan bahwa nilai thitung 0,928 ? ttabel 1,699 dengan Sig = 0,361 ? ? = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Kata Kunci: Modifikasi permainan softball, Minat. Abstract Interest in a learning process is very important, because interest will affect the student in following a teaching and learning activities. Softball game material is a new material for students of grade X Senior Highschool 1 Krembung, but the limitations of land and equipment and the complexity of the game rules become obstacles to deliver softball game material. Therefore, modification becomes an alternative to the material delivered properly. Through softball game modification is expected student interest in learning phsycal education to be better. The purpose of this research is to know effect of softball game modification to students interest in physical education education, sport and health in grade X students of Senior Highshcool 1 Krembung and if any, how much influence softball game modification to student interest in learning physical education, sports and health in grade X students Senior Highshcool 1 Krembung. The sample of this study used 2 groups, namely class X-IPS1 with the number of students 30 as Experiment Group and X-IPA 7 class with the number of students 26 as the Control Group. Based the analysis results can be concluded that there is no effect of softball game modification on student interest in Learning Physical, Sports and Health Education in the students of class X Senior Highshcool 1 Krembung because of the analysis results show that the value of tcount 0.928 ? ttabel 1.699 with Sig = 0.361 ? ? = 0.05 which means indicating that H0 is received and Ha is rejected. Keyword(s): Softball game modification, interest.
PENGARUH MEDIA BOLA GANTUNG TERHADAP HASIL BELAJAR LOB FOREHAND BULUTANGKIS PADA SISWA KELAS V SD LABORATORIUM UNESA NUSANTARA SURYA PUTRA, BERLIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), salah satu aktivitas fisik melalui permainan bulutangkis. Dalam permainan bulutangkis sendiri terdapat beberapa pukulan dalam memukul shuttlecock. Salah satunya pukulan lob, ada tiga teknik untuk melakukan pukulan lob yaitu lob forehand, backhand lob, overhead lob. Teknik pukulan lob forehand merupakan teknik yang paling ringan dilakukan dalam permainan bulutangkis karena pada saat memukul dilakukan dengan posisi badan rilek dengan salah satu kaki didepan berat badan menumpu kebelakang kemudian shuttlecock dipukul diatas kepala dengan ayunan raket kedepan dan meluruskan lengan serta pergelangan tangan kedepan. Dalam bulutangkis terdapat beberapa alat bantu sebagai penunjang untuk memperbaiki teknik pukulan lob forehand, salah satunya adalah bola gantung. Bola gantung diharapkan mampu membantu siswa agar teknik pukulan yang diajarkan menghasilkan teknik pukulan yang baik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media bola gantung terhadap hasil belajar lob forehand bulutangkis pada siswa kelas V SD Laboratorium Unesa dan untuk mengetahui besarnya pengaruh media bola gantung terhadap hasil belajar lob forehand bulutangkis pada siswa kelas V SD Laboratorium Unesa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V-A dan kelas V-C SD Laboratorium Unesa dengan jumlah total 42 siswa.Berdasarkan hasil penelitian, pemberian media bola gantung berpengaruh terhadap hasil belajar lob forehand, hal ini dibuktikan dari hasil rata-rata pretest dan postest pada kelompok eksperimen yang telah diberi perlakuan media bola gantung, sebelum diberi perlakuan yaitu pretest sebesar 39,04 dan setelah diberi perlakuan perlakuan yaitu posttest sebesar 55,11. Oleh karena itu hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh media bola gantung terhadap hasil belajar lob forehand bulutangkis pada siswa kelas V SD Laboratorium Unesa dapat diterima dengan peningkatan pada nilai keterampilan sebesar 41,15% . Kata Kunci: Lob forehand bulutangkis, Bola gantung, Hasil Belajar. Abstract Physical Education, Sport and Health (PJOK), one is physical activity through badminton game. In the badminton itself there are some punches in hitting shuttlecock. One of them is lob punch, there are three techniques to do a lob punch that are lob forehand, backhand lob, and overhead lob. Lob forehand punch techniques is the lightest technique performed in badminton game because at the time of hitting is done with rilex body with one foot in front of another body weight backwards then shuttlecock beaten on the head with swing racket forward and straighten arms and wrists fore. In badminton there are several aids to support the technique of lob forehand punch, one of them is a hanging ball. Hanging balls is expected to be able to help students to make the hitting techniques that has been taught create a good hitting technique. The purpose of this study is to determine the effect of the use of hanging media on the learning results of lob forehand badminton in grade V students of Unesa Laboratory School and to know the magnitude of the effect of hanging ball media on the learning result of lob forehand badminton at grade V students of Unesa Laboratory School. The sample of this research is V-A class and V-C Class of Unesa Laboratory School with total of 42 students. Based on the result of this research, the giving of hanging media influenced the learning result of lob forehand, it is proved from the result of pretest and posttest average in the experimental group which has been treated with hanging ball media, before being treated the pretest is equal to 39.04 and after being treated the posttest is 55.11. Therefore, the hypothesis that there is influence of hanging ball media on the learning result of lob forehand badminton at grade V students of Unesa Laboratory can be accepted with an increase in skill value of 41.15%. Keyword(s): Lob forehand badminton, Hanging Ball, Learning Outcomes.
PERBANDINGAN TINGKAT STATUS GIZI ANTARA SISWA SEKOLAH BERSTATUS NEGERI DENGAN SWASTA MENURUT IMT/U DI PULAU BAWEAN (STUDI PADA KELAS XII SMAN 1 SANGKAPURA DAN SMA UMAR MASUD SANGKAPURA) FAHMI, ZULFA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manusia membutuhkan energi yang cukup untuk dapat menjalankan proses belajar yang efektif, energi tersebut dapat diperoleh dengan cara mengkonsumsi makanan. Bila makanan yang dikonsumsi tidak lengkap dan jumlahnya kurang, tubuh akan mengalami kekurangan zat gizi. Hal tersebut akan berdampak pada kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sekolah menengah atas (SMA) di Pulau Bawean terbagi menjadi dua yaitu sekolah negeri dan swasta. Sekolah negeri adalah sekolah dirancang oleh pemerintah, mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Sedangkan Sekolah swasta adalah sekolah dirancang non-pemerintah/swasta, penyelenggara berupa yayasan pendidikan yang mengikuti rancangan peraturan pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat status gizi siswa kelas XII pada SMAN 1 Sangkapura dan SMA Umar Ma?ud Sangkapura. Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan yang menggunakan metode multistage random sampling dengan kriteria inklusi usia 19 tahun 0 bulan untuk menentukan sampel penelitian. Jumlah sampel yang didapat 85 dari jumlah populasi 88 siswa. Instrumen penelitian ini adalah IMT/U. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi-Square. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa SMAN 1 Sangkapura mempunyai siswa dengan kategori normal berjumlah 37 siswa (69,8%), kategori kurus berjumlah 10 siswa (18,9%), kategori sangat kurus berjumlah 4 siswa (7,5%), kategori gemuk berjumlah 1 siswa (1,9%) dan kategori obesitas berjumlah 1 siswa (1,9%). Sedangkan SMA Umar Mas?ud Sangkapura mempunyai siswa dengan kategori normal berjumlah 22 siswa (68,8%), kategori sangat kurus berjumlah 6 siswa (12,5%), kategori kurus berjumlah 4 siswa (12,5%). Hasil perhitungan SPSS 21.0 menunjukkan hasil value 3,831 dan sig 0,429. Dapat ditarik kesimpulan bahwa sig (0,429) > ? (0,05) yang berarti Ha ditolak dan H0 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat status gizi yang signifikan antara siswa SMA Negeri 1 Sangkapura dan SMA Umar Mas?ud Sangkapura Kata Kunci :Status Gizi, Status Sekolah. Abstract Humans need enough energy to be able to run an effective learning process which can be obtained by consuming food. If the food consumed is incomplete and the amount is lacking, the body will experience nutritional deficiencies. It will affect both short-term and long-term health. Senior high school (SMA) in Bawean Island is divided into two namely public and private schools. Public schools are schools designed by the government, from primary school to college. Private schools are non-government or private designed schools, organizers of educational foundations that follow government regulation drafts. The purpose of this research was to know the difference of nutritional status level of students in class XII at SMAN 1 Sangkapura and SMA Umar Masud Sangkapura. This was a comparative study using multistage random sampling method with inclusion criteria aged 19 years 0 months to determine the study sample. The number of samples obtained was 85 from the total population of 88 students. The instrument of this research was IMT/U. The analysis used in this research was Chi-Square. Based on the data analysis, it was known that SMAN 1 Sangkapura had students with normal category of 37 students (69,8%), thin category of 10 students (18,9%), very skinny category of 4 students (7.5%), fat category of 1 student (1.9%) and obesity category of 1 student (1.9%). While SMA Umar Masud Sangkapura had students with normal category of 22 students (68.8%), very skinny category of 6 students (12.5%), thin category of 4 students (12.5%). The calculation result of SPSS 21.0 showed the values of 3,831 and sig of 0,429. It can be concluded that sig (0.429) > ? (0.05) which means Ha is rejected and H0 is accepted so it can be concluded that there is no significant difference in nutritional status between SMA Negeri 1 Sangkapura and SMA Umar Masud Sangkapura. Keywords: Nutrition Status, School Status.
PENGARUH PENERAPAN ICE BREAKING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GEDANGAN SIDOARJO HENDRO PURWOKO, DWI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemecah es adalah bentuk permainan atau aktivitas yang dapat digunakan untuk mengubah suasana. Pemecahan es dalam pikiran dapat diartikan sebagai pemecah pikiran yang membuat perasaan menjadi senang. Ice breaking untuk menciptakan suasana belajar dari pasif menjadi aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab) dan dari jenuh menjadi riang. Pemecahan es dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang diberikan pada materi sehari-hari dapat dilakukan saat membuka pelajaran, jeda penyampaian materi dan pada saat penutupan Pelajaran agar siswa lebih termotivasi pembelajaran kompilasi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan ice breakingdan berapa besar pelajaran belajar siswa di kelas X- IPS 1 di SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo pada bulan Maret hingga April 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen satu kelompok pra tes pasca tes desain , sampel yang diambil secara purposive sampling yang hanya menggunakan satu kelompok. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket motivasi belajar pendidikan yang digunakan untuk mempelajari berbagai penelitian, memberikan informasi sebelum pembelajaran diberikan dan kemudian diberikan, sehingga akan lebih baik jika dibandingkan dengan statistik ?t?. Dari hasil penghitungan diperoleh nilai thitungsebesar 11,753 ? ttabel 2,032 dengan Sig = 0,00 0 ? ? = 0,05. Maka H0 ditolak dan Haived, Nilai tertinggi 26,559% yang terjadi pada kelas X IPS 1 setelah hasil selisih data pre test dan post test. DAPAT disimpulkan ADA pengaruh penerapan ice breaking Saat Pembelajaran Pendidikan Jasmani PADA Waktu di Kelas, Terhadap peningkatan Motivasi belajar Siswa Kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Kata Kunci: Ice Breaking , Peningkatan Motivasi Belajar Abstrak Ice breaking adalah suatu bentuk permainan atau aktivitas yang berfungsi untuk mengubah atmosfer es dalam suatu kelompok. Pemecahan es dalam belajar dapat diartikan sebagai situasi pemecah yang membekukan pikiran sehingga membuat perasaan senang. Pemecah es digunakan untuk menciptakan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku ke gerak (akrab) dan dari kejenuhan menjadi riang. Pemecahan es dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang diberikan pada saat materi pelajaran dapat dilakukan saat membuka pelajaran, jeda pengiriman materi dan pada saat menutup pelajaran sehingga siswa lebih termotivasi ketika pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan ice breaking dan seberapa besar peningkatan motivasi belajar siswa pada siswa kelas X-IPS 1 di SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo pada bulan Maret sampai April 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah pre experiment one group pre test posttest design, sampel diambil secara purposive sampling yang hanya menggunakan satu kelompok. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket motivasi belajar pendidikan jasmani yang diadopsi dari penelitian sebelumnya, pemberian angket motivasi belajar sebelum memberikan perlakuan dan setelah pemberian perlakuan, maka nilai perolehan akan dibandingkan kemudian hasilnya diuji melalui statistik ?t?. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung sebesar 11,753 ? t tabel 2,032 dengan Sig = 0,000 ? ? = 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga menunjukkan peningkatan sebesar 26,559% terjadi di kelas X IPS 1 berdasarkan hasil selisih data pre test dan posttest. Kata kunci: Ice Breaking, Peningkatan Motivasi Untuk Belajar
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PART PRACTICE TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLABASKET RAHMATUL NAVIDHIYA RAMADHAN, SUCI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani adalah pendidikan mengajarkan tentang gerak untuk meningkatkan kebugaran setiap peserta didik sehingga dalam proses pembelajaran peseta didik dapat belajar dengan baik. Dalam penelitian ini peneliti lebih berfokus pada shooting two point. Karena pada saat observasi masih banyak siswa yang belum bisa melakukan shooting, dan shooting two point lebih memudahkan siswa melakukan pembelajaran dikarenakan jarak dari ring dengan tempat shooting tidak terlalu jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui pengaruh hasil belajar shooting bola basket dengan menggunakan metode part practice 2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hasil belajar shooting bola basket dengan menggunakan metode part practice. Sasaran dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Kota Probolinggo sebanyak 29 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yaitu suatu ?penelitian yang dilakukan secara ketat untuk mengetahui hubungan sebab akibat diantara variabel. Sasaran penelitian ini yaitu seluruh siswa klas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Kota Probolinggo. Pengambilan data dilakukan dengan mengisi angket dan pengambilan video pembelajaran. Uji statistik yang digunakan adalah mean, standar deviasi, varian, uji normalitas, uji-T, dan dibantu dengan software SPSS. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket pengetahuan permainan bola basket. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar shooting bola basket melalui metode pembelajaran part practice pada siswa kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 2 Kota Probolinggo. Dibuktikan dengan hasil t-hitung NKPRE-NKPOST -17.361> t-tabel 2160 dengan taraf signifikan 0.000, NKPREK-NKPOSTK dengan nilai t-hitung-20.045 > t-tabel 2144 dengan taraf signifikan 0.000, NPPREK-NPPOSTK dengan nilai hasil t-hitung -20.662 > t-tabel 2144, NPPOST-NPPRE memiliki data tidak normal maka data tersebut dilakukan perhitungan menggunakan Wilcoxon yang mempunyai nilai signifikan .001, dan Z -3.317b. .Besarnya pengaruh untuk ketuntasan hasil belajar shooting bola basket melalui metode pembelajaran part practice dengan perhitungan presentase peningkatan untuk nilai keterampilan sebesar 59%. Sedangkan nilai akhir pada nilai pengetahuan kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar 50%, dan peningkatan pada nilai keterampilan kelompok kontrol sebesar 54%. Kata Kunci: metode part practice, shooting Abstract Physical education is education teaches about the motion to improve the fitness of each learner so that in the learning process learners can learn better. In this study the researchers focused more on shooting two points. Because at the time of observation there are still many students who have not been able to do shooting, and shooting two points easier for students to do learning because the distance from the ring with the shooting is not too far away.The purpose of this study is 1. To determine the effect of learning results shooting basketball by using the part practice method 2. To find out how much influence the learning results shooting basketball by using the method of practice. The target of this research is the students of class XI IPA 1 SMA Negeri 2 Kota Probolinggo as many as 29 students.The type of research used is experimental research that is a "research conducted strictly to determine the causal relationship between variables. Target of this research is all student of class XI IPA 1 SMA Negeri 2 Town Probolinggo. Data collection is done by filling in questionnaires and taking video lessons. The statistical tests used were mean, standard deviation, variant, normality test, T-test, and assisted with SPSS software. While the process of data retrieval is done by using questionnaire knowledge of basketball game.There is a significant influence on the improvement of basketball shooting learning outcomes through the method of part practice learning in the students of grade XI IPA 1 in SMA Negeri 2 Kota Probolinggo. Proved with result of t-count NKPRE-NKPOST -17.361> t-table 2160 with significant level 0.000, NKPREK-NKPOSTK with t-count value-20.045> t-table 2144 with significant level 0.000, NPPREK-NPPOSTK with value of t-count -20.662> t-table 2144, NPPOST-NPPRE has abnormal data then the data is calculated using Wilcoxon which has significant value .001, and Z -3.317b. The amount of influence for the completeness of learning results shooting basketball through the method of learning part practice with the percentage of the increase for skill score of 59%. While the final score on the control group knowledge score increased by 50%, and an increase in the control group skill score of 54%. Keywords: part practice method, shooting
IMPLEMENTASI MEDIA AUDIOVISUAL (VIDEO) DAN MEDIA GAMBAR (POSTER) TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLABASKET SETYO PUTRO, SURYANTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu seorang guru dalam menyampaikan pesan dan informasi. Media pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar siswa. Media ini digunakan karena mempunyai kemampuan lebih yaitu menggunakan dua indera secara bersamaan, yaitu indera pendengaran dan indera penglihatan sehingga dapat mengefektifkan komunikasi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan besarnya media pembelajaran audiovisual (video) dan media gambar (Poster) terhadap hasil belajar shooting bolabasket pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Driyorejo. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi-experiment) dengan melakukan pendekatan kuantitatif. Siswa yang menjadi subyek penelitian sebanyak 36 anak. Pengambilan data dengan cara menggunakan tes pengetahuan berupa 3 soal objektif dan tes keterampilan shooting bolabasket. Hasil penelitian ini diperoleh adanya pengaruh yang signifikan dengan hasil uji t menunjukkan bahwa aspek pengetahuan media gambar adalah 4.694 > 2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05, berarti ada pengaruh yang signifikan. Aspek keterampilan media gambar 9.544 > 2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05, berarti ada pengaruh yang signifikan. Aspek pengetahuan media video 9.604 > 2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05, berarti ada pengaruh yang signifikan. Aspek keterampilan media video 7.693 > 2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05. Peningkatan pada aspek pengetahuan media gambar sebesar 33,51%, aspek keterampilan media gambar sebesar 33,07%, aspek pengetahuan media video sebesar 30,83%, aspek keterampilan media video sebesar 41,28% Kata Kunci: Audiovisual, Poster, shooting bolabasket Abstract Learning media is a tool that can help a teacher in conveying messages and information. Learning media can enhance the learning interest of students. This media is used because it has more capabilities i.e. use two senses simultaneously, i.e. the sense of hearing and vision senses so as to streamline communication between teachers and students in the learning process in schools. The purpose of this research is to know the magnitude of the influence and audiovisual learning mediums (video) and media image (Poster) against the results of the study was shooting at students of Class XI 1 Driyorejo high school. Experimental research on pseudo type (quasi-experiment) and a quantitative approach. Students who become the subject of research as much as 36 children. Data retrieval by using the knowledge test in the form of 3 reserved objective and was shooting skills test. The results of this research obtained the existence of significant influence by the t test results show that aspects of the knowledge media image is 4,694 > 2,042 and significant value of 0.00 p < 0.05, means there is a significant influence of the skill Aspects of image media. 9,544 > 2,042 and significant value of p 0.00 < 0.05, means there is significant influence. video media knowledge Aspect 9,604 > 2,042 and value significant p of 0.00 < 0.05, means there is significant influence. video media skills Aspects of 7,693 > 2,042 and significant value p of 0.05 0.00 <. Increased knowledge on media images of 33.51%, media skills aspect of the image of 33.07%, aspects of knowledge media video of 30.83%, video media skills aspect of 41.28% Keywords: Audiovisual, Poster, shooting basketball.
UPAYA MENIGKATKAN PARTISIPASI AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK MELALUI MODIFIKASI PERMAINAN SOFTBALL UNTUK SISWA KELAS X IPA 5 SMAN 1 PORONG UTOMO, BUDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran PJOK SMA terdapat 7 ruang lingkup pendidikan jasmani, pada pada kompetensi dasar materi softball termasuk dalam ruang lingkup yang pertama yaitu permainan dan olahraga. Guru PJOK yang tidak menyampaikan materi softball untuk siswa kelas X karena terbatasnya sarana dan prasarana yang menunjang untuk menyampaikan materi softball. Masalah lain pada kelas X IPA 5 yaitu pastisipasi aktif siswa yang kurang karena penyampaikan materi monoton dan tidak adanya inovasi baru. Modifikasi pada pendidikan jasmani merupakan salah satu cara untuk menyampaikan tujuan pembelajaran meskipun tanpa alat yang standart. Dengan adanya perlengkapan modifikasi diharapkan mampu tersampaikannya materi softball dan mampu meningkatkan pastisipasi aktif siswa mencapai indikator keberhasilan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan dimana ditandai dengan adanya siklus-siklus untuk memecahkan masalah yang ada, instumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen APF yang berguna untuk mengukur pasrtisipasi aktif siswa dalam pembelajran PJOK. Dalam penelitian tindakan diperoleh hasil pasrtisipasi aktif siswa sebagai berikut. Hasil awal sebesar 54.79% pada siklus I mengalami peningkatkan menjadi 60.33% dan pada siklus II mengalami peningkatkan mencapai 86 %. Dari hasil data tersebut penelitian tindakan ini berahir karena indikator keberhasilan tercapai pada siklus II. Kata kunci: Modifikasi softball, Partisipasi aktif. Abstract Learning PJOK SMA contains seven scope of physical education, on the basics of softball material, included in the first scope of games and sports. PJOK Teachers who do not provide softball material for X class students because of the limited facilities and infrastructure that support for softball material. Another topic in class X IPA 5 is the activity that students use because of the submission of monotonous material and the absence of new innovations. Modification to physical education is one way to convey the purpose of learning without a standard tool. By using the equipment, you can use existing materials and be able to improve the performance of your blog to achieve success indicators. This research uses action research conducted by using existing data, which in this research is APF instrument which is useful to measure pasrtisipasi person in learning PJOK. In this context, the key words are used as follows. Initial results of 54.79% in the first cycle increased to 60.33% and in the second cycle underwent an increase of 86%. From the results of these data, this action research is on the success indicator in cycle II. Keyword(s): Softball modificate, Active participation.
PERBEDAAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER INDOOR HOCKEY , ANDRIANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler indoor hockey di SMA Negeri 1 Menganti dan SMA Negeri 16 Surabaya yang mempunyai prestasi non akademik sangat baik di cabang olahraga indoor hockey. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimen dengan menggunakan model pendekatan komparatif atau disebut dengan deskriptif komparatif. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian populasi yang berjumlah masing-masing SMA Negeri 1 Menganti berjumlah 47 siswa dan SMA Negeri 16 Surabaya berjumlah 25 siswa yang kemudian akan di lakukan penelitian secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan pada masing-masing sekolah selama satu kali pertemuan.Data penelitian ini adalah hasil Test MFT ( Multi Stage Fitnest Test ) di SMA Negeri 1 Menganti dan SMA Negeri 16 Surabaya. Test MFT ( Multi Stage Fitnest Test ) dilakukan untuk mengukur kebugaran jasmani dengan mengetahui tingkat VO2max atau penyerapan oksigen oleh masing-masing siswa anggota ekstrakurikuler indoor hockey. Diketahui dari hasil analisis dimana thitung 0,912 < ttabel 2,546. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa thitung < ttabel sehingga HO diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler indoor hockey di SMA Negeri 1 Menganti dan SMA Negeri 16 Surabaya. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Ekstrakurikuler Indoor Hockey Abstract This research has a purpose for knowing the level of physical fitness of student who following indoor hockey extracuricular in SMA Negeri 1 Menganti dan SMA Negeri 16 Surabaya who have excellent non-academic achievement in indoor hockey. This research uses non experimental quantitative research type by using a comparative approach model or called comparative descriptive. This research included in the population research of each amount in SMA Negeri 1 Menganti amounted to 47 student and SMA Negeri 16 Surabaya amounted 25 student which then will be done research as a whole.This research was conducted at each school during one meeting. Data in this reserch is test results MFT (Multi Stage Fitnest Test ) in SMA Negeri 1 Menganti and SMA Negeri 16 Surabaya. MFT Test ( Multi Stage Fitnest Test ) done to measure physical fitness with knowing VO2max levels or absorption of oxygen by each member of the estracurricular indoor hockey member. Knowed from the analysis where tcount 0,912 < ttable 2,546. Based on the result of these calculation can be deduced that tcount < ttable so HO accepted which means there is no diference in physical fitness level between students who follow extracurricular indoor hockey in SMA Negeri 1 Menganti and SMA Negeri 16 Surabaya. Keywords : Physical Fitness, Extracurricular Indoor Hockey
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PERILAKU SEHAT SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 BLITAR) Oktavia Aryawati, Liana
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses perubahan diri seseorang untuk mencapai derajat sehat. Pendidikan kesehatan bertujuan mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat baik pada individu, kelompok, dan masyarakat. Siswa yang berperan sebagai subjek dalam pembelajaran pendidikan kesehatan diharapkan mampu menerapkan hidupan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Tanggung jawab kesehatan seseorang dapat dilihat melalui kebiasaan perilaku siswa pada kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pendidikan kesehatan yang terintregasi dengan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan guru sebagai pendidik seharusnya mampu mewujudkan perubahan perilaku siswa yang memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan diri siswa sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang pendidikan kesehatan dengan perilaku sehat siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Blitar, sedangkan sampel yang digunakan adalah 60 siswa yang diambil menggunakan cluster random sampling. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah XI IPS 4 dan XI IPA 3. Dari hasil penelitian pengetahuan tentang pendidikan kesehatan yang dimiliki siswa menunjukan keseluruhan pengetahuan tentang pendidikan kesehatan yang dimiliki siswa sudah baik. Sedangkan secara keseluruhan perilaku sehat siswa sudah sangat baik. Analisis korelasi diperoleh hasil nilai signifikan = 0,016 sehingga ada hubungan antara pengetahuan tentang pendidikan kesehatan dengan perilaku sehat siswa. Kata Kunci: Pengetahuan pendidikan kesehatan, perilaku sehat. Abstract Health education is one of the process to get healthier life. Its aims is to change the unhealthy behaviour into the healthy one for the individual, group, and society. Students as the subject in learning health education are expected to apply this healthy life in everyday life. A person health?s responsibility could be seen from their habits. Through the health education that is integrated with the subject of Physical Education Sport and Health, teachers as the educators should be able to create the responsibility of healthy life in student?s behaviour. The aims from this research is to analyse the correlation between health education and student?s. This research uses quantitative method with correlational design. The subject in this research were the students from grade IX SMA Negeri 4 Blitar, with 6 students as the sample in this study who were taken using cluster random sampling. Students form grade IX IPS 4 and IX IPS 3 are the main sample in this study. In Conclusion, the knowledge about health education that owned by students is good. While the overall behaviour of healthy students is very good. Correlation analysis result of significance value are 0,016 so there is relation between knowledge about health education with student healthy behaviour. Key word: Health education, healthy behaviour

Page 82 of 109 | Total Record : 1082