cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI SE-GUGUS GENTENG KULON KECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI NAUVAL PRAMANA, BYAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKOlahraga merupakan hak dan kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Sebagai sebuah hak seperti halnya hak yang lain, hak melakukan olahraga perlu mendapatkan perhatian yang serius dan perlu diperjuangkan sayangnya hak untuk dapat melakukan aktivitas berolahraga belum sebangun dan sejajar dengan hak yang lainnya seperti hak mendapatkan pekerjaan, hak berpolitik dan hak berekonomi. Hal ini sudah dirasakan di Gugus Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi yang dulunya banyak lahan kosong yang bisa dijadikan sebagai tempat olahraga jumlahnya sudah mulai berkurang, tidak hanya itu sejumlah prasarana olahraga seperti lapangan voli, lapangan basket, lapangan bulutangkis dan lapangan sepakbola yang dulunya sering digunakan sebagai tempat berolahraga sudah dialihfungsikan menjadi tempat bisnis seperti rumah makan, tempat penjualan , perumahan dan lain-lain. Dengan dialihfungsikannya sejumlah prasaana olahraga ini maka mengakibatkan berkurangnya fasilitas olahraga. Rencana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Genteng kulon Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian yang digunakan merupakan non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dimana peneliti sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk memberikan perlakuan atau manipulasi terhadap variabel yang mungkin berperan dalam munculnya suatu gejala, karena gejala yang diamati telah terjadi. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V (lima) Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Genteng Kulon, Kec. Genteng, Kab. Banyuwangi yang berjumlah 205 siswa dari 6 sekolah. Berdasarkan perhitungan dari hasil tes TKJI kemudian data yang didapat diolah menggunakan perhitungan manual dan SPSS besarnya tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Genteng Kulon Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangiyaitu siswa dengan kriteria kebugaran jasmani baik sekali berjumlah 0 dari 205 siswa dengan persentase 0%, sedangkan siswa dengan kriteria kebugaran jasmani yang baik berjumlah 2 orang dari 205 siswa dengan persentase 1%, sedangkan tingkat kebugaran jasmani dengan kriteria sedang berjumlah 35 orang dari 205 siswa dengan persentase 17%, untuk kriteria kurang jumlah siswa sebanyak 108 orang dari 205 siswa dengan persentase 53%, sedangkan tingkat kebugaran jasmani dengan kriteria kurang sekali jumlah siswa sebanyak 60 orang dari 205 siswa dengan persentase 29%. Kata Kunci : Survei, Kebugaran Jasmani.ABSTRACTSports is the basic rights and needs of every human being. As a right as well as other rights, the right to exercise needs to get serious attention and needs to be fought for unfortunately the right to be able to exercise is not yet equal and equal to other rights such as the right to work, political rights and economic rights. This has been felt in the Genteng Kulon Cluster, Genteng Subdistrict, Banyuwangi Regency which used to be a lot of vacant land that can be used as a sporting place. The number has begun to decrease, not only a number of sports infrastructure such as volleyball courts, basketball courts, badminton courts and football fields that were once often used as a place of exercise has been converted into a business place such as restaurants, places of sale, housing and others. With the conversion of a number of sports skills, this has resulted in reduced sports facilities. This research plan aims to determine the level of physical fitness of the fifth grade students of public elementary schools as kulon cluster in Genteng sub-district, Banyuwangi regency. The type of research used is a non-experiment with a quantitative approach where researchers have absolutely no opportunity to give treatment or manipulation of variables that may play a role in the appearance of a symptom, because the observed symptoms have occurred. The population taken in this study were all students in grade V (five) of State Primary Schools in the Genteng Kulon Cluster, Kec. Genteng, Kab. Banyuwangi which numbered 205 students from 6 schools. Based on the calculation of the TKJI test results then the data obtained were processed using manual calculation and SPSS the physical fitness level of the fifth grade students of Public Elementary Schools in Genteng Kulon Cluster, Genteng Subdistrict, Banyuwangi Regency, ie students with excellent physical fitness criteria totaling 0 out of 205 students with a percentage 0%, while students with good physical fitness criteria amounted to 2 out of 205 students with a percentage of 1%, while the level of physical fitness with moderate criteria amounted to 35 people out of 205 students with a percentage of 17%, for criteria less number of students were 108 people out of 205 students with a percentage of 53%, while the level of physical fitness with the criteria of the number of students is as many as 60 people from 205 students with a percentage of 29%. Keywords: Survey, Physical Fitness..
SURVEI PELAKSANAAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) LUKMAN AL HAKIM, ARI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia, karena sehat merupakan modal utama bagi setiap orang untuk melakukan aktifitas. Segala aktifitas yang dilaksanakan oleh seseorang akan menghasilkan kinerja yang maksimal jika didukung oleh kondisi tubuh yang sehat. Usaha Kesehatan Sekolah merupakan wahana untuk meningkatkan derajat kesehatan sedini mungkin pada peserta didik dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan tingkat pendidikan menengah termasuk perguruan agama dan lingkungan sebagai sasarannya.Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah SMP se-Kecamatan Mantup. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan menggunakan alat pengungkap data yang utama adalah observasi (sumber data primer), teknik penunjang studi wawancara dan dokumentasi (sumber data sekunder), menggunakan desain penelitian non eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, metode pengumpulan data menggunakan angket, Dengan rincian SMP Negeri berjumlah 2 Sekolah dan SMP Swasta berjumlah 4 sekolah. Jadi total populasi pada penelitian ini 6 sekolah..Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan pendidikan kesehatan di SMP se-kecamatan Mantup menunjukan hasil sebagai berikut, dari 6 sekolah yang berada di kecamatan Mantup 2 sekolah berstrata standar. Pelayanan kesehatan menunjukan besar sekolah menempati strata standar dan hanya 1 sekolah yang menempati strata minimal. Pembinaan lingkungan sekolah sehat menunjukan 1 sekolah berstrata standar, 3 sekolah berstrata optimal dan 2 sekolah berstrata paripurna. Menunjukan bahwa hasil survei mengenai pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah SMP se-Kecamatan Mantup yang berjumlah 6 SMP sudah berada pada kategori standar yang mencakup pelaksanaan pendidikan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Kata Kunci : Usaha Kesehatan Sekolah Abstract Health is a basic human need because health is the main capital for everyone to do activities. All activities implemented by someone will produce maximum performance if supported by a healthy body condition. School Health Business is a vehicle to improve health status as early as possible for students. from basic education to secondary education including religious and environmental colleges as targets.The aim of the research was to know the implementation of the business health program of Junior High Schools in Mantup District. Type of research using descriptive with the main data disclosure tool was observation (primary data source), interview study support techniques and documentation (secondary data source), used nonresearch designs experiment with a quantitative approach, collection method the data uses questionnaires, with details of State Junior High Schools totaling 2 Schools and Private junior high schools number 4 schools. So the total population in this study was 6 school.Based on the results of the study it is known that the implementation of education health in junior high schools in Mantup district shows the following results, from 6 schools in the subdistrict Mantup 2 standard schools. Service health shows the size of the school occupies the standard strata and only 1 schools that occupy the minimum strata. Development of a healthy school environment shows that 1 standard school, 3 optimal level schools, and 2 schools complete data show that the results of the survey were about implementation the number of Health Schools in the District of Mantup is 6 programs Middle school is in the standard category which includes the implementation of education, health services and fostering a healthy school environment. Keywords : School Health Programme
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK BOLA PASSING KAKI BAGIAN DALAM STUDI PADA SISWA KELAS X SMAN 1 CERME RIZKI MIROJ UMATJINA, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PJOK SMA Negeri 1 Cerme dan pengamatan yang dilakukan saat pembelajaran materi passing kaki bagian dalam pada permainan sepak bola berlangsung terdapat banyak kekurangan diantaranya siswa yang cenderung masih individual dengan teman lainnya dan kuranganya kerjasama antar teman yang mengakibatkan siswa yang tidak bisa memahami materi tersebut cenderung enggan melakukan materi yang diajarkan oleh gurunya dan membuat ramai pada saat pembelajaran sedang berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) Terhadap hasil belajar passingkaki bagian dalam sepak bola. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen murni (true experiment) dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Randomized Control Group Pretes-Posttest Design. Cara memperoleh data dengan cara melakukan pre-test dan post-test yang dilakukan 4 kali pertemuan. Berdasarkan perhitungan SPSS (Statistical Package For Sosial Science) for windows evaluation rerleas 20 dengan ketentuan penguji jika nilai signifikansi dari nilai hitung, thitung > dari ttabel dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sedangkan jika nilai signifikansi dari nilai thitung < ttabel dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dari hasil tersebut diperoleh nilai thitung> ttabel (3,013 > 1,669) dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05, maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam Uji T-Test Sampel Berbeda, maka dapat disimpulkan Ha diterima Ho ditolak, yang artinya ada pengaruh yang signifikan dari hasil tes setelah pemberian treatment dengan nilai presentase sebesar 30,69%. Sedangkan pada kelompok kontrol memiliki nilai presentase sebesar 23,14%. Jika dibandingkan keduanya memiliki selisih nilai presentase sebesar 7,55%. Jadi kelompok eksperimen dengan treatmentstudent team achievement division (STAD) pengaruh presentase lebih besar daripada kelompok kontrol pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Cerme. Kata kunci :Kooperatif, Student Team Achievement Division (STAD), Belajar, Passing Sepak Bola . Abstract Based on the results of interviews with PJOK 1 Cerme State High School teachers and observations made during the learning of the inside of the foot passing material on the football game, there were many disadvantages including students who tendto be still individual with other friends and lack of cooperation between friends which resulted in students who could not understand the material tends to be reluctant to do the material taught by the teacher and makes it crowded during learning.The purpose of this study was to determine the effect of cooperative learning model type student team achievement division STAD) on the learning outcomes of passing the foot in football. This type of research uses a true experiment with aquantitative approach.How to obtain data by doing a pre-test and post-test conducted 4 meetings. Based on the calculation of SPSS (Statistical Package For Social Science) for windows evaluation rerleas 20 with the provisions of the examiner if the significance value of the calculated value, t count > t table with a significance level of 5% or 0.05 then Ha is accepted and H0 is rejected. Whereas if the significance value of t count <t table with a significance level of 5% or 0.05 then H0 is accepted and Ha is rejected. From these results obtained tcount> t table (3,013 > 1.669) with a significance level of5% or 0.05, then according to the basis of decision making in the Sample T-Test Different, it can be concluded Ha accepted Hois rejected, which means there is a significant influence from the test results after giving the treatment with a percentagevalue of 30,69%. While the control group has a percentage value of 23,14%. When compared, both have a percentage differenceof 7,55%. So the experimental group with the treatment of student team achievement division (STAD) influence the percentageis greater than the control group in class X students of Cerme 1 State High School. Keywords :Cooperative, Student Team Achievement Division (STAD), Learning, Football Passing
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR LAY UP BOLABASKET (STUDI PADA KELAS XI SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA) YUDISTIRA, FARHAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan merupakan mata pelajaran yang memiliki fungsi dan peranan dalam peningkatan kemampuan peserta didik baik dari kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran lay up bolabasket guru sepenuhnya mengambil peran dalam kegiatan belajar mengajar, sedangkan siswa lebih cenderung untuk mengikuti intruksi guru. Pembelajaran dengan metode tutor sebaya dapat dijadikan sebagai salah satu cara efektif untuk meningkatkan hasil belajar lay up bolabasket. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar lay up bolabasket dalam pembelajaran PJOK dan seberapa besar pengaruh pada siswa kelas XI SMA di SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Randomized Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas tahun ajaran 2017-2018 yang terdiri dari 2 kelas yaitu XI IPA dan XI IPS, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 dan XI IPS 4 dengan jumlah siswa sebanyak 63 siswa. Penentuan pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling yang pemilihan kelas atau sampelnya dengan pilihan secara acak dan tidak mengistimewakan kelas atau kelompok masing-masing. Hasil analisis perhitungan diketahui bahwa hasil uji T mendaptkan peningkatan hasil belajar lay up bolabasket pada aspek pengetahuan dan keterampilan kelas XI IPA 4 kelompok eksperimen di SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Hal ini ditunjukan dengan nilai t hitung aspek pengetahuan lay up bolabasket adalah 3.063 > 1.696 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05,adanya peningkatan. Nilai t hitung untuk aspek keterampilan lay up bolabasket 4.569 > 1.696 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05,adanya peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan pada aspek pengetahuan lay up bolabasket sebesar 16% dan peningkatan pada aspek keterampilan lay up bolabasket sebesar 59%. Kata Kunci : Pengaruh metode tutor sebaya, hasil belajar lay up bolabasket. Abstract Physical Education, Sports and Health are subjects that have functions and roles in enhancing the ability of students both from the competence of knowledge and skills. In the process of learning and learning basketball teachers fully take a role in teaching and learning activities, while students are more likely to follow teacher instruction. Learning with peer tutoring methods can be used as one of the effective ways to improve learning outcomes in lay-up basketball. The purpose of this study was to determine whether or not the influence of peer tutoring learning methods on learning outcomes in basketball lay-up in PJOK learning and how much influence on class XI students in SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. The type of research used is pseudo experimental research with a quantitative approach and the research design used in this study is Randomized Group Pretest Posttest Design. The population in this study were all students of class XI High School 2017-2018 school year consisting of 2 classes namely XI IPA and XI IPS, the sample used in this study were students of class XI IPA 4 and XI IPS 4 with a total of 63 students . Determination of sample selection using cluster random sampling that selects the class or sample with a random choice and does not privilege each class or group. The results of the calculation analysis, it is known that the results of the T test show that there is an increase in the learning outcomes of lay up basketball on aspects of knowledge and skills in the XI IPA class 4 experimental groups in Kemala Bhayangkari 1 High School 1 Surabaya. This is indicated by the t value of the knowledge aspect of the basket lay up knowledge is 3,063> 1,696 and the significant value p is 0.00 <0.05, meaning that there is a significant influence. T count values ??for skill aspects of basketball lay-up were 4,569> 1,696 and significant values ??of p were 0.00 <0.05, meaning that there was a significant effect. This is indicated by an increase in the knowledge aspect of basketball lay up by 16% and an increase in the skills of basketball lay-up skills by 59%.Keywords: Effect of peer tutoring methods, learning outcomes of lay-up basketball.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DAN STATUS GIZI (IMT/U) ANTARA SISWA DI SEKOLAH SWASTA DAN SISWA DI SEKOLAH NEGERI MAKHMUDIN, AINUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani dan status gizi (IMT/U ) antara siswa di sekolah swasta dan siswa di sekolah negeri dan juga untuk mengetahui manakah yang lebih baik tingkat kebugaran jasmani dan status gizi antara sekolah swasta dan sekolah negeri. Metode penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian perbandingan (Comparative research). Penelitian perbandingan adalah suatu penelitian yang membandingan satu kelompok sampel dengan kelompok sampel yang lainnya berdasarkan variabel atau ukuran-ukuran tertentu (Maksum,2012:74) Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen karena tidak adanya perlakuan kepada sampel yang akan di teliti oleh peneliti. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif yaitu dimana penelitian diarahkan untuk membandingkan suatu kelompok sampel dengan kelompok sampel yang lainnya. (Maksum. 2012:104). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani dan status gizi pada siswa di sekolah swasta dan siswa di sekolah negeri. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan IBM al Program For Social Science (SPSS) for windows v20 diketahui bahwa p value 0,247 Lebih besar dari batas keritis 0,05. sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pada tingkat kebugara jasmani antara siswa di sekolah swasta dengan siswa di sekolah negeri. Hal tersebut mungkin disebabkan pada tingkat aktifitas fisik yang relatif sama pada saat di sekolah maupun di luar sekolah antara siswa sekolah swasta dan siswa sekolah negeri. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan IBM al Program For Social Science (SPSS) for windows v20 diketahui bahwa diketahui bahwa p value 0,875 Lebih besar dari batas keritis 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan pada status gizi siswa sekolah swasta dengan siswa sekoah negeri. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh tingkat konsumsi makanan pada saat di luar sekolah yang di konsumsi oleh siswa di sekolah swasta dan siswa di sekolah negeri relatif sama. Kata kunci: Tingkat Kebugaran Jasmani, Status Gizi. Abstract The purpose of this study was to determine differences in the level of physical fitness and nutritional status (BMI / U) between students in private schools and students in public schools and also to find out which physical fitness and nutritional status was better between private schools and public schools. This research method uses non-experimental research with a quantitative descriptive approach. This type of research is comparative research. Comparative research is a study that compares one sample group with another sample group based on certain variables or measurements (Maksum, 2012: 74). This research is a non-experimental study because there is no treatment of the sample to be examined by researchers. The design of this study uses a comparative research design that is where research is directed at comparing a sample group with other sample groups. (Maksum. 2012: 104). This research was conducted to find out whether there were differences in physical fitness and nutritional status in students in private schools and students in public schools. Based on the results of data analysis using IBM al Program For Social Science (SPSS) for Windows v20 it is known that p value is 0.247 Greater than the keritis limit of 0.05. so it can be concluded that there is no difference in the level of physical fitness between students in private schools and students in public schools. This might be due to the relatively similar level of physical activity at school and outside school between private school students and public school students. Based on the results of data analysis using IBM al Program for Social Science (SPSS) for Windows v20, it is known that p value 0.875 is greater than the keritis limit of 0.05, so it can be concluded that there is no difference in the nutritional status of private school students with public school students. This might be due to the level of food consumption at the time outside the school consumed by students in private schools and students in public schools are relatively the same. Keywords: Level of Physical Fitness, Nutritional Status.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA PROGRAM PESERTA DIDIK CERDAS ISTIMEWA (PDCI) DAN PROGRAM REGULER SISWA KELAS X MAN 1 MOJOKERTO NASRUL HIDAYAT, IMAM
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rendahnya tingkat kebugaran jasmani disebabkan kurangnya gerak remaja masa kini. Untuk itu pembelajaran PJOK dapat dijadikan sarana pendukung untuk membina tingkat kebugaran jasmani. Dalam penelitian ini dilakukan di MAN 1 Mojokerto pada program Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI), siswa pada program Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) kegiatannya sangat padat dibandingkan dengan siswa Program reguler. Siswa program Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) di MAN 1 Mojokerto pelajarannya dimulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB dikarenakan ada materi tambahan sepulang sekolah. Sedangkan siswa program reguler memulai kegiatan pembelajaran mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 13.45 WIB dikarenakan tidak ada materi tambahan sepulang sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani dan manakah yang lebih baik antara siswa program Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) dan siswa program Regular pada siswa kelas X MAN 1 Mojokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dengan jumlah 320 siswa, Pemilihan kelas untuk dijadikan sampel menggunakan teknik Multistage Random Sampling dan menghasilkan kelas Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) dan kelas X 2 (Reguler). Dalam penelitian ini untuk mengukur kebugaran jasmani siswa menggunakan tes TKJI pusat kebugaran jasmani dan rekreasi yang kategorinya dapat digunakan oleh 4 kelompok umur masing-masing 1) umur 6 s/d 9 tahun, 2) umur 10 s/d 12 tahun, umur 13 s/d15 tahun dan 4) umur 16 s/d 19 tahun. Kategori yang membedakan pula dengan jenis kelamin dimana kategori putra dan putri dibedakan. Berdasarkan hasil penghitungan dengan SPSS bahwa hasil tes TKJI Putri Program PDCI dan Reguler mempunyai hasil (0,148)>? (0,05), maka Ho diterima dengan kata lain tidak ada perbedaan signifikan antara kebugaran jasmani Program PDCI dan Reguler Putri, kemudian untuk hasil perhitungan Program PDCI dan Reguler Putra memiliki nilai (0,118)>? (0,05), maka Ho diterima dengan kata lain tidak ada perbedaan signifikan antara Program PDCI dan Reguler Putra. Maka dapat dikatakan tingkat kebugaran jasmani untuk Program PDCI dan Reguler Putri serta Putra MAN 1 Mojokerto Relatif sama. Kata Kunci: Kebugaran Jasmani Abstract The low level of physical fitness is due to the lack of movement of todays youth. For this reason PJOK learning can be used as a supporting tool to foster physical fitness levels. In this study carried out at MAN 1 Mojokerto in the Smart Learning Special Program (PDCI) program, students in the Special Smart Student Program (PDCI) activities were very dense compared to regular Program students. Students from the Smart Special Students (PDCI) program at MAN 1 Mojokerto study begins at 7:00 a.m. WIB until 15:00 a.m.. Whereas regular program students start learning activities starting at 07.00 WIB until 13.45 WIB. The purpose of this study was to determine the differences in physical fitness levels and which ones were better between students of the Smart Special Students (PDCI) and Regular program students in class X MAN 1 Mojokerto. The population in this study were all students of class X with a total of 320 students. The selection of classes to be sampled uses the Multistage Random Sampling technique and produces the Smart Special Students (PDCI) and class X 2 (Regular) classes. In this study to measure physical fitness of students using the TKJI test for physical and recreational fitness centers whose categories can be used by 4 age groups each 1) ages 6 to 9 years, 2) ages 10 to 12 years, age 13 s / d15 years and 4) ages 16 to 19 years. The category also distinguishes between sexes where the categories of sons and daughters are distinguished. Based on the results of calculations with SPSS that the results of the TKJI Putri PDCI and Regular Program results (0.148)> ? (0.05), then Ho is accepted in other words there is no significant difference between PDCI and Regular Princess physical fitness, then For calculation results PDCI and Regular Men Program has a value (0.118)> ? (0.05), then Ho is accepted in other words there is no significant difference between PDCI and Regular Putra Programs. Then it can be said that the level of physical fitness for the PDCI and Regular Princess Program and the MAN 1 Mojokerto Son are relatively the same. Keyword: Pshyical Fitness
IDENTIFIKASI PENYEBAB RENDAHNYA MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMAN 11 SURABAYA MAHPUTRA, ANANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ektstrakurkuler merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Ekstrakurikuler adalah keglatan yang dllakukan di luar jam pelajaran penddikan jasmani dan olahraga dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat dan minat dibidang olahraga, baik dicabang olahraga basket, sepakbola, dan bola voli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga dan mengetahui dominan penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMAN 11 Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan gejala, fenomena atau pristiwa tertentu. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X dan XI SMAN 11 Surabaya. Yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga berjumlah 461 siswa.Setelah dihitung menggunakan SPSS hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 11 Surabaya, yaitu aspek perasaan dengan nilai koefesien sebesar 0,411, kondisi badan dengan nilai koefesien sebesar 0,037, keinginan memilih kegiatan lain dengan nilai koefesien sebesar 0,175, orang tua dengan nilai koefesien sebesar 0,166, guru Pembina ekstrakurikuler olahraga dengan nilai koefesien sebesar 0,133, sarana dan prasarana dengan nilai koefesien sebesar 0,158, teman dengan nilai koefesien sebesar 0,168, kondisi geografis dengan nilai koefesien sebesar 0,164 dan transportasi dengan nilai koefesien sebesar 0,155. Hasil penelitian dengan dengan metode analisis regresi secara umum menunjukkan tiga faktor dominan penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 11 Surabaya yaitu aspek perasaan dengan nilai koefesien sebesar yaitu aspek perasaan dengan nilai koefesien sebesar 0,411, keinginan memilih kegiatan lain dengan dengan nilai koefesien sebesar 0,175, aspek teman dengan nilai koefesien sebesar 0,168. Kata kunci : Penyebab rendahnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler. AbstractExtracurricular activities are educational activities outside of subject matter and counseling services to assist the development of learners according to their needs, potential, talents and interests through activities specifically organized by educators or qualified and authorized educators in schools / madrasah. Extracurricular activities are performed outside of physical education and sporting lessons with the aim to develop the potential, talent and interest in sports, both in sports basketball, football, and volleyball.The purpose of this study is to determine the factors that cause the low interest of students to sports extracurricular and to know the dominant cause of the low interest of students to sports extracurricular at SMAN 11 Surabaya. The type of research used in this study is descriptive research using a quantitative approach. Research done to describe symptoms, phenomena or certain events. The population of this research is all students of class X and XI SMAN 11 Surabaya. The follow sport extracurricular amounted to 461 students.After calculated using spss result of research show factors causing low interest of student to sport extracurricular at SMA Negeri 11 Surabaya, that is feeling aspect with coefficient value equal to 0,411, condition of body with coefesien value equal to 0,037, desire to choose other activity with coefesien value equal to 0,175, old with a coefficient value of 0.166, teacher coaches extracurricular sports with coefesien value of 0.133, facilities and infrastructure with the value of coefficient of 0.158, friends with coefficient value of 0.168, geographical conditions with coefficient value of 0.164 and transportation with coefficient value of 0.155. The result of research with regression analysis method generally shows three dominant factors causing low interest of student to sport extracurricular in SMA Negeri 11 Surabaya that is feeling aspect with coefficient value that is feeling aspect with coefficient
PENGARUH VARIASI GERAK MANIPULATIF DENGAN MEDIA BOLA SPON TERHADAP PENINGKATAN GERAK DASAR SERVIS BAWAH BOLA VOLI FEBRI WIDYANTO, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aktivitas Pendidikan Jasmani pada siswa Sekolah Dasar (SD) berbeda dengan aktivitas jasmani pada anak dewasa karena anak bukanlah orang dewasa dalam sangat dipikirkan, direncanakan, dan dilaksanakan dengan teliti mulai dalam merangkai materi pelajaran, metode pembelajaran, menyiapkan sarana prasarana, dan bagaimana cara menyajikan materi, pemberian tugas maupun penyederhanaan peraturan-peraturan dalam pembelajaran. Pembelajaran pendidikan jasmani di SD harus disesuaikan dengan karakter, usia, dan kemampuan gerak anak. Dalam hal ini pembelajaran yang sesuai karakter SD yang pada dasarnya suka bermain dan dapat dimodifikasi berbentuk pada penggunaan media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sesuai karakter anak. Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani pada SD dapat berbentuk media yang beragam seperti bola plastik dan bola spon sebagai alat untuk mempermudah pembelajaran disini saya mengambil media bola spon karena bentuk dan berat yang sesuai dengan kemampuan anak. Dalam hal ini khususnya pada pembelajaran bola voli.Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Kedurus III Surabaya, yang beralamatkan di Jl. Bogangin I No.48, Kedurus, Karang Pilang, Kota Surabaya. Sampel yang digunakan merupakan 1 rombel kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kedurus III Surabaya. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan cluster random sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara acak. Teknik ini memberi kesempatan yang sama bagi semua rombel agar terpilih menjadi sampel penelitian. Dengan demikian kelas yang terpilih menjadi sampel penelitian adalah kelas IV A yang berjumlah 30 siswa. Dari hasil uji t untuk pembelajaran servis bawah bola voli mendapatkan nilai thitung 34,913 > nilai ttabel 1,699. Dengan kata lain bahwa pemberian pembelajaran media bola spon ternyata berpengaruh terhadap hasil belajar servis bawah bola voli. Pada pembelajaran bola voli terjadi peningkatan sebesar 34,19% adalah signifikan dan dapat diberlakukan (digeneralisasikan) ke populasi. Hal ini menjadi bukti bahwa pemberian pembelajaran menggunakan media bola spon berpengaruh terhadap hasil belajar servis bawah bola voli. Kata Kunci : hasil belajar, servis bawah bola voli, media bola spon Abstract The activity of physical education in Elementary School is different from the physical activity with older kids because the Elementary students are not adult in the aspect of thought, plan and done carefully starting from compiling the materials, learning method, preparing the equipment and facility, how to deliver the material, giving task along with simple orders from the lessons. The learning of physical education in Elemntary School must be compatible with character, age and ability of the kid?s behaviour. In this case, the appropriate lessons for the Elementary Student?s character which is basically likely to play around can be modified into the use of lesson object. The use of object lesson is aimed to create a joyfull lesson that suitable with their characters. School Students can be form of plastic or sponge ball as a materials for teaching. Most importanly in volley ball. This research was done in Kedurus III Elementary School of Surabaya which is addressed in Bogangin I No. 48, Kedurus, Karang Pilang, Surabaya. The sample used in this reasearch is all student of grade 4 in Kedurus III Elementary School of Surabaya. It uses cluster random sampling that is randomly choosing the sample. This technic gives a same opportunity for all study group in order to be choosen as a reasearch sample. This way, the choosen class that elected to be a sample is IV A with total 30 students. From the result of under hand serve in volley ball get score 34,913 > nilai tabel 1,699. In other words, the use of sponge ball in the activity lesson gave improvement with amount 34,19% is significant and could be generalisation to public. This was a prove that the use of sponge ball influented with the result of under hand serve lesson. Keywords : learning outcomes, service under volley ball, spons ball media
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLAVOLI AGUNG DWI SAPUTRO, KOAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode pembelajaran merupakan suatu alat yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi dan informasi dalam proses pembelajaran kepada siswa. Dalam pembelajaran PJOK khususnya materi passing bawah bolavoli, agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan maksimal oleh siswa, maka guru harus dapat memanfaatkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peneliti menerapkan metode pembelajaran teams games turnament (TGT) agar dapat meningkatkan hasil belajar passing bawah bolavoli. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe teams games turnament (TGT) terhadap hasil belajar PJOK materi permainan bolavoli pada siswa kelas X di SMAN 1 Trawas. Untuk mengetahui besarnya pengaruh penggunaan metode teams games turnament (TGT) terhadap hasil belajar passing bawah bolavoli pada siswa kelas X di SMAN 1 Trawas. Hasil dari penelitian ini diperoleh adanya pengaruh yang positif terhadap pembelajaran siswa yang menggunakan metode teams games turnament (TGT) dengan hasil uji yang menunjukkan nilai aspek pengetahuan adalah 4.515>2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00<0.05, aspek keterampilan adalah 6.979>2.042 dan nilai signifikan p sebesar 0.00<0.05. Peningkatan hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan sebesar 17%, aspek keterampian sebesar 39%. Kata kunci: TGT, passing bawah bolavoli. Abstract Learning method was tool used by teachers to convey material and information in the learning process to students. In PE learning especially under passing volleyball material, so that the material presented can be received well and maximally by students, the teacher must be able to utilize learning methods that can improve student learning outcomes. Researchers applied the TGT learning method to improve learning outcomes under volleyball passing. The purpose of this study is: to determine the effect of TGT type cooperative learning on learning result of PE volleyball game material in class X in SMAN 1 Trawas. To find out the magnitude of the effect of using the results of learning under passing volleyball in class X in SMAN 1 Trawas. The results of this study obtained the positive influence of the the results of the test shows the value of aspects of knowledge is 4.515>2.024 and a significant p value of 0.00<0.05, the skill aspect is 6.979>2.042 and a significant p value of 0.00<0.05. Increasing student learning result in aspects of knowledge as big as 17%, skill aspect as big as 39%. Keywords: TGT, underhand passing volleyball.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING SEPAKBOLA (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 PROBOLINGGO) ALFAUZUN MUBIN, IMAM
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu ataupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik, melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan ketrampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak atau karakter. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani, berhasil tidaknya pembelajaran ditentukan oleh peran guru sebagai pendidik yang berarti meneruskan dan mengembangkan keterampilan gerak pada peserta didik, sehingga proses pembelajaran pendididkan jasmani dapat berjalan dengan baik. Banyak metode pembelajaran yang digunakan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai gerak dasar dribble. Akan tetapi dalam kenyataan dan praktik di lapangan masih terdapat banyak siswa yang masih belum paham akan materi yang di sampaikan oleh guru.Untuk itu di perlukan sebuah metode pembelajaran lain yang di rancang dengan menggunakan kemampuan teman sebaya pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Probolinggo. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar dribbling sepakbola kelas XI SMA Negeri 2 Probolinggo. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI dengan jumalah total 222 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas XI MIPA 4 yang terdiri dari 31 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar dribbling sepakbola yang dibuktikan dari nilai aspek keterampilan thitung (5,631) > ttabel (2,045) dengan taraf signifikan 0,05 dan aspek pengetahuan thitung (3,654) > ttabel (2,045) dengan taraf signifikan 0,05. Kata kunci: Metode tutor sebaya, hasil belajar, dribbling sepakbola. . Abstract Physical education is one of someone?s process as a person or society grup with consciously and systematic, through any activities to get ability and skill of physical, growth, intelligence, and built character. In physical education learning, would say it?s working or not, can be decided from teacher?s role as a educator which means developing move skill to students, until physical education learning process can be work. Many learning method which used to increasing student?s ability to control dribble based move. But in fact, practically in field, there are many students who don?t understood yet about sub-subject who gave by teacher. For that reason, would needed to be another learning method which created using peer tutor?s ability in student class XI SMA Negeri 2 Probolinggo. This research has purpose, 1) To know whether there is effect of peer tutor learning method can be increasing student?s learning result. 2) To see how big effect of peer tutor learning method to football dribble learning result in class XI SMA Negeri 2 Probolinggo. Population on this research are all classes of XI grade consist 220 students. Sample on this research is MIPA 4 class consist 31 students that choosed by cluster random sampling technical. Based on research has done, can take a conclusion that there is significant effect of peer tutor to footbal dribbling learning result, which proven by value of skill thitung 5,31> ttabel 2,045 with significant degree 0,05 and value of knowledge thitung 3,654> ttabel 2,045 with significant degree 0,05 . Keywords: Peer tutor method, learning result, football dribbling.

Page 86 of 109 | Total Record : 1082